Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
92.Usulan tuan Jimmy


__ADS_3

Bram dan pak Agung keluar dari dalam ruang metting yang berada di lantai 38. Setelah memencet tombol lift..Bram berdiri di samping papahnya


"Pah?.." panggil Bram


"Iya Bram.."


"Bram boleh ajak teman Bram untuk kerja disini nggak pah?..jadi Assisten Bram.." tanya Bram


"Boleh Bram..kamu memangnya mau ajak siapa?.." tanya pak Agung


Sebelum Bram menjawab pertanyaan pak Agung..pintu lift terbuka terlebih dahulu..Bram mengajak pak Agung untuk masuk ke dalam


"Bram rencananya mau ngajak Ryan pah.." jawab Bram begitu berada di dalam lift


"Terserah kamu Bram..itu hak prerogatif kamu sebagai CEO.." kata pak Agung


"Terima kasih pah.."


Pak Agung menganggukan kepalanya


Ting


Pintu lift terbuka di lantai 40..Bram dan pak Agung keluar dari lift dan didepan pintu lift sudah menunggu Dini


"Pak?..ada tamu dari Anggar's Group mau ketemu sama bapak.." lapor Dini


"Anggar's Group?..siapa?.." tanya pak Agung sambil berjalan ke arah ruangannya


"Mister Jimmy pak..sama Miss Wienna.." jawab Dini


Pak Agung berhenti setelah mendengar nama miss Wienna yang disebutkan Dini


"Wienna?..putri dari mister Jimmy?.." tanya pak Agung memastikan


"Sepertinya pak.." jawab Dini yang baru tahu kalau wanita yang datang bersama tuan Jimmy adalah putrinya


Tiba-tiba tersungging senyuman smirk di bibir pak Agung


"Kamu mau nonton adegan kayak di sinetron nggak Din?.." tanya pak Agung


"Hah?..sinetron apaan pak?" tanya Dini bingung


"Bram?.." panggil pak Agung pada Bram yang sedari tadi bermain dengan ponsel di sampingnya


"Iya pah?.." jawab Bram sambil menyimpan kembali ponselnya di saku celananya


"Kamu ikut papah menemui mister Jimmy.." pinta pak Agung


"Ikut papah?..Bram kan sekarang lagi ditunggu sama Aisyah diruangan Bram pah?..mau jelasin jobdesk nya Lesti.." ucap Bram


"Sebentar ajah..ayuk.."


Bram lalu dengan setengah hati mengikuti pak Agung yang ingin menemui tamunya. Setibanya di ruang tunggu khusus tamu PresDir..pak Agung menghampiri seorang pria berambut coklat dan sepertinya berasal dari benua Eropa.

__ADS_1


"Halo mister Jimmy?..how are you?.." sapa pak Agung


Tuan Jimmy bangun dari duduknya dan menyambut uluran tangan pak Agung


"Im fine mr Agung..thankyou..oh iya..can we are speak Bahasa?.." jawab tuan Jimmy


"Baiklah tuan Jimmy.." ucap pak Agung menjabat erat tangan tuan Jimmy


Bram yang melihat seorang wanita yang datang bersama tuan Jimmy..membulat kedua bola matanya


"Wienna?.."


Wanita itu tersenyum manis saat matanya bertatapan dengan Bram


"Halo Bram?.." sapa Wienna


Bram hanya diam melihat Wienna bangun dan menghampiri dirinya. Pak Agung dan tuan Jimmy..hanya tersenyum melihat Wienna menghampiri Bram dan melendot manja di lengan Bram


"Bram?..kamu kenapa sih?..di tanya kok diam ajah?.." tanya Wienna


Dini yang melihat kelakuan Wienna memeluk lengan Bram..hanya menghela nafasnya. Apakah ini yang dimaksud pak Agung tadi..soal adegan yang ada di dalam Sinetron. Dini melihat pak Agung mengedipkan matanya ke arahnya..sepertinya pak Agung membiarkan kelakuan Wienna ke Bram


"Haduuh..ini toh?..yang dimaksud bapak tadi?..mudah-mudahan Aisyah jangan masuk kesini dulu..bisa rame nanti.." was-was Dini di dalam hatinya


Pak Agung mengajak tuan Jimmy untuk duduk di sofa ruang tunggu..membiarkan Bram dan Wienna yang masih melepaskan kangen. Dini lalu menyajikan minuman untuk pak Agung dan tuan Jimmy. Setelah itu dia duduk di bangku yang ada di sisi sofa pak Agung


"Tuan Jimmy..bagaimana kabarnya pak Pram?.." tanya pak Agung


"Kabar pak Pram baik-baik saja pak Agung..beliau baru saja mengakuisisi TeleCom yang berada di Jerman.." jawab tuan Jimmy


"Daddy?..Nana mau ajak Bram ke coffeshop yang ada di loby yaah?..ada yang mau Nana obrolin sama Bram.." pinta Wienna ke tuan Jimmy


"Iya sayang..silahkan..nanti kalau daddy sudah selesai..daddy akan call kamu.." jawab tuan Jimmy


"Thankyou daddy..ayuk Bram..kita ke bawah.."


Wienna lalu mengajak Bram keluar dari ruang tunggu untuk menuju ke loby


"Oke pak Agung..kita langsung to the point saja..mengenai proposal pak Agung yang bapak ajukan ke Anggar's Group..pak Pram selaku Komisaris Utama Anggar's Group..menyerahkam semua keputusan perjanjian ini berada di tangan saya.." kata tuan Jimmy membuka obrolan sepeninggal Bram dan Wienna yang keluar dari ruang tunggu


"Waah..bagus kalau begitu tuan Jimmy.." ucap pak Agung


"Dan untuk kelanjutan serta kelancaran kerja sama kita ini di kemudian hari..bagaimana kalau kita jodohkan anak kita pak Agung?..Bram dan Wienna?.." usul tuan Jimmy


Dini tersentak kaget mendengar usulan tuan Jimmy yang ingin menjodohkan putrinya dengan Bram


"Apaaa!!..tuan Jimmy mau menjodohkan Bram dengan anaknya?.."


Dini melihat ke arah pak Agung..pak Agung memberikan kode agar supaya Dini untuk tenang. Pak Agung tersenyum sejenak sebelum menjawab usulan tuan Jimmy


"Sepertinya usulan tuan Jimmy untuk menjodohkan antara Bram dan Wienna..terpaksa saya tidak menyetujuinya.." jawab pak Agung


"Kenapa pak Agung?.." tanya tuan Jimmy yang berusaha menyembunyikan rasa kagetnya atas jawaban pak Agung

__ADS_1


"Saya rasa tuan Jimmy dari dulu sudah tahu alasan saya menolak usulan anda.." jawab pak Agung


"Walau penolakan pak Agung ini akan berdampak dengan proposal bapak yang bapak ajukan ke Anggar's Group?.." tanya tuan Jimmy memastikan


"Saya rasa pak Pram akan selalu bertindak profesional dalam setiap mengambil semua keputusan bisnisnya..beliau tidak akan melakukan tindakan konyol dengan mencampur adukan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi yang seperti anda lakukan sekarang ini.." jawab pak Agung menyindir telak tuan Jimmy


Muka tuan Jimmy merah padam menahan malu dan marah setelah mendengar jawaban pak Agung. Tuan Jimmy langsung bangun dan merapikan jas nya


"Selamat sore pak Agung..permisi.." pamit tuan Jimmy yang langsung keluar dari dalam ruang tunggu tanpa menjabat tangan pak Agung terlebih dahulu


Pak Agung hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tuan Jimmy memangnya nggak tahu statusnya Bram pak?.." tanya Dini


"Tidak..mangkanya dia berani mengusulkan perjodohan antara Bram dan Wienna.." jawab pak Agung


Pak Agung mengambil cangkir kopinya dan menyesapnya


"Saya lihat..miss Wienna sepertinya sudah akrab sama mas Bram ya pak?" tanya Dini


"Iya..mereka satu kampus waktu mereka kuliah di Amerika dulu..dan saya tahu kalau Wienna ngejar-ngejar Bram dari dulu..tapi sama Bram diacuhkan saja.." jawab pak Agung sambil menaruh gelas kopinya


"Termasuk rencana tuan Jimmy barusan ini pak?.."


"Yup.." jawab pak Agung singkat


"Tuan Jimmy mempunyai niat busuk dibalik rencananya yang ingin menjodohkan Bram dengan Wienna.." sambung pak Agung


"Ingin menguasai AH Group?.." terka Dini


"Betul sekali.." sambung pak Agung


"Pak Pram tahu niat tuan Jimmy ke bapak?.." tanya Dini


"Sepertinya tidak tahu.." jawab pak Agung


Pak Agung berdiri yang diikuti oleh Dini yang mengikuti pak Agung menuju ke ruangannya


"Terus?..proposal kita..bagaimana nasibnya pak?.." tanya Dini mengenai nasib proposal AH Group yang tengah diajukan ke Anggar's Group


"Kamu tenang saja..setelah acara resepsi Bram dan Aisyah..saya akan terbang ke Amerika..untuk ketemu langsung sama pak Pram.." jawab pak Agung


"Saya ikut pak?.." tanya Dini


"Ikut..saya akan bawa beberapa Direksi untuk bertemu dengan pak Pram.."


"Termasuk juga Bram pak?.."


"Iya..ibu sama Aisyah juga ikut..saya sama ibu mau memberikan hadiah bulan madu buat mereka berdua.." kata pak Agung


"Jadi kamu persiapkan semuanya yaah?.." sambung pak Agung


"Baik pak.." jawab Dini sambil menganggukan kepalanya

__ADS_1


.


.


__ADS_2