
Senin pagi yang cerah..Bram tampak sedang merapikan dasinya didepan cermin
Setelah memastikan rapi dia lalu meraih jas dan tas nya dan keluar dari kamar untuk menuju ke meja makan
"Pagi mah.." sapa Bram sambil mencium kening mamahnya
"Waaah..anak mamah pagi-pagi sudah rapi saja..mau kemana sih sayang?" tanya bu Yuli
"Bram mau metting sama orang mah..mau ngebahas proposal Bram yang kemaren.." jawab Bram sambil menyeruput kopinya
"Papah mana mah?..kok tumben nggak ikut sarapan?" tanya Bram
"Papah tadi pagi-pagi sudah jalan Bram..sama Aisyah.." jawab bu Yuli sambil memberikan piring yang berisikan roti ke Bram
"Oh iya..sekarang Aisyah audit di kantor papah ya mah.."
Bram lalu menggigit rotinya yang telah di olesi dengan selai
"Braam?..mamah mau minta tolong sama kamu..bisa kan?" tanya bu Yuli
"Hmmm..minta tolong apa mah?" tanya Bram disela-sela memakan rotinya
"Kamu mau nggak nganterin Aisyah ke Jogja?..ke tempat Eyang" tanya bu Yuli
"Nganterin Aisyah ke Jogja?..memangnya ada acara apaan mah?" tanya Bram heran
"Eyang putri sama Eyang kakung mau ketemu sama Aisyah.." jawab bu Yuli seraya menyeruput tehnya
Bram heran dengan jawaban mamahnya barusan
"Eyang mau ketemu sama Aisyah?..ada acara apaan sih mah?..Bram jadi bingung.." heran Bram
"Sudaaah...kamu mau nggak?"
"Mmmm...mau deh mah..kapan kesananya?"
"Nanti..setelah Aisyah selesai audit di kantor papah"
"Mamah sama papah ikut juga kan?"
"Ya nggak lah..kalian berdua saja ke Jogjanya..mangkanya mama nyuruh kamu untuk nemenin Aisyah kesana..nanti mamah kasih kabar ke tante Titik..buat jemput kalian di bandara"
"Bram sama Aisyah kesananya naik pesawat mah?"
"Iyaa...memangnya kamu mau bawa mobil yaah?" tanya bu Yuli curiga
Bram menganggukkan kepalanya
"Nggak boleh!!..mamah nggak ngijinin kamu bawa mobil ke Jogja!!..mamah tahu akal bulus kamu.." ketus bu Yuli
"Akal bulus apa sih mah?" tanya Bram sambil tersenyum
"Nanti pasti kamu nyuruh Aisyah yang bawa mobil..ya kan Bram?"
Bram terkekeh setelah mendengar perkataan mamahnya
"Mamah kok tahu sih?"
"Tahu dong sayaaaaang..." kata bu Yuli sambil menjawil pipi Bram
"Mamah tuh dari dulu nggak setuju kalau Aisyah disuruh bawa mobil sendiri..papahmu saja yang ngeyel Bram..supaya Aisyah bawa mobil sendiri waktu kuliah..biar mandiri..alasan papah..padahal mamah sudah pengen nyariin supir buat nganterin Aisyah kuliah.." kata bu Yuli seraya menyeruput teh hangatnya
Bram bengong dan heran setelah mendengar penjelasan mamahnya..perihal perhatian mamahnya terhadap Aisyah
Pertayaan besar makin membuncah di hati Bram..akan jati diri Aisyah di dalam keluarganya
"Memangnya selama ini Aisyah belom pernah ke Jogja mah?" tanya Bram
"Belom pernah..mangkanya Eyang putri sama Eyang kakung mau ketemu sama Aisyah.."
"Ada urusan apaan sih maaah..kok sampe Eyang pengen banget ketemu sama Aisyah?" tanya Bram heran
Bu Yuli hanya tersenyum
"Itu urusan Eyang..mamah nggak tahu..mendingan kamu tanya Eyang sendiri ajah nanti" kata bu Yuli sambil tersenyum
Bram makin penasaran..kenapa Eyang nya ingin sekali bertemu dengan Aisyah
Setelah selesai sarapan..Bram lalu pamit dengan mamahnya
"Bram jalan dulu ya mah.." pamit Bram sambil mencium tangan dan kening mamahnya
"Iya..hati-hati ya sayang.." jawab bu Yuli
"Semoga sukses ya Bram.." sambung bu Yuli
"Iya mah..amiinn.."
Lalu Bram segera keluar menuju ke garasi
Tak lama kemudian..mobil Bram tampak sudah melaju meninggalkan rumahnya
______________________
Jam 10 siang..cuaca sangat terik di Jakarta..tampak Bram berjalan keluar dari loby Gedung WTC 2 dan menuju ke lot parkir khusus tamu
Mobil Bram keluar dari komplek perkantoran WTC dan dia mengarahkan mobilnya menuju ke daerah SCBD..dia ingin menemui Aisyah yang sedang mengaudit di kantor papahnya
Karena lalu lintas di jalan Jendral Sudirman belum begitu padat..tidak membutuhkan waktu lama bagi Bram untuk sampai di kawasan SCBD
Setelah menukar ID Card nya dengan kartu Visitor..Bram lalu menuju ke selasar lift untuk menuju ke lantai 10..tempat kantor papahnya berada.
Sesampainya di lantai 10..Bram lalu menuju loby kantor papahnya
Pak Agung di gedung ini menyewa 5 lantai untuk keperluan kantornya..dari lantai 10 sampai lantai 14
"Pagi mbak.." sapa Bram pada receptionis
"Pagi pak..ada yang bisa saya bantu?"
"Mmmm..saya bisa ketemu dengan bu Dini?" tanya Bram
Bram sengaja memakai nama Dini..sekretaris papahnya..karena dia tidak mau memakai nama Aisyah atau nama papahnya..supaya identitas dirinya tidak diketahui oleh staff papahnya
"Bu Dini..??" tanya reseptionis heran
"Bu Diniswan Maulidya Asokawati..sekretaris pak Agung Handoyo" jawab Bram
"Ohh..bu Dini..ada keperluan apa ya pak?"
"Eehh..mau menawarkan produk saya mbak.." ucap Bram sekenanya
"Bapak sudah janji sebelumnya?"
"Sudah.."
"Nama bapak siapa?"
"Bram..Bramanto.."
"Dari mana ya pak?" tanya reseptionis sambil memasukan data Bram ke komputer
"Eeh..Pondok Indah mbak.."
"Ribet amat yaak?.."
"Oke..bapak silahkan tunggu dulu..soalnya kalo hari senin biasanya bu Dini ada Manajement Metting dulu.."
"Baik mbak...terima kasih"
Bram lalu menuju ke sofa di loby yang berada di sebelah kanan meja reseptionis
Bram memperhatikan suasana loby kantor papahnya..dia tersenyum..karena orang yang lalu lalang di loby..tidak ada satu pun yang mengenal dirinya
Papahnya jarang bahkan tidak pernah mengajak dirinya ke kantornya..kalaupun ada acara gathering atau acara kantor lainnya..paling hanya mamahnya saja yang ikut..dirinya tidak pernah mau ikut
Hingga..matanya memperhatikan seseorang pria yang menggunakan seragam OB kira-kira berumur 60 tahun melintas di loby
"Pak Jay.." panggil Bram
Pria itu yang namanya di panggil berhenti dan menoleh ke arah Bram
"Iya pak?" tanyanya
"Pak Jay lupa ya sama saya?" tanya Bram sambil berdiri dan tersenyum
Pak Jay lalu menghampiri Bram yang tengah berdiri di depan sofa untuk memperhatikan dengan jelas
"Assthagfirulloh!!!...MAS BRAAAM!!!" teriak pak Jay setelah tahu siapa yang memanggilnya
Pak Jay langsung memeluk Bram dengan eratnya..Bram pun membalas pelukan pak Jay sambil tertawa
Dua wanita reseptionis yang melihat pak Jay memeluk Bram..heran dan bertanya-tanya
"Ya Alloh!...sudah gede sekarang kamu mas..mana ganteng lagi.." kata pak Jay sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipinya
"Gimana kabarnya pak?..sehat?" tanya Bram sambil tersenyum
"Alkhamdulillah mas..sehat" jawab pak Jay
Lalu Bram duduk kembali di sofa
"Katanya..mas Bram sekolah di luar negeri?" tanya pak Jay sambil duduk di sebelah Bram
"Iya pak..saya sudah selesai kemaren..sudah tiga bulan saya disini" jawab Bram sambil merapikan jasnya
"Ada perlu apa mas Bram kemari?..mau ketemu bapak?" tanya pak Jay
"Nggak pak..cuman mau mampir ajah..sudah lama saya nggak main kemari" jawab Bram sambil melihat-lihat sekeliling loby
"Eh iya..mas Bram mau minum apa nih..biar saya bikinin.." tanya pak Jay
"Nggak usah pak..nggak usah repot-repot" cegah Bram
"Eeh..nggak bisa begitu..nanti saya bisa kena omel sama bu Dini..kopi yaaah?" tawar pak Jay
"Boleh deh pak.." kata Bram sambil tersenyum
"Kopi apa nih?..kopi hitam apa capuccino?" tanya pak Jay
"Kopi hitam aja pak.." jawab Bram
"Sebentar yaah mas..saya bikinin dulu.."
Bram menganggukan kepalanya
Lalu pak Jay beranjak ke dalam kantor
"Pak Jay...pak Jay.." panggil reseptionis lirih ke pak Jay yang melintas disamping meja reseptionis
"Ada apa mbak Dela?" jawab pak Jay
"Itu siapa pak?" tanya Dela sambil melirik dan menunjuk ke arah Bram yang tengah memainkan handphonenya di sofa loby
"Oooh..itu mas Bram....anaknya pak Agung.." jawab pak Jay
Terperanjat kagetlah Dela dan temannya yang berada disampingnya
"A...aa..anaknya pak Agung?" tanya Dela yang tergagap
"Iya..belom pernah ngelihat mas Bram yaaah?" tanya pak Jay yang dibalas dengan gelengan kepala Dela
__ADS_1
Pak Jay lalu masuk kedalam kantor
"Ya Alloooh..anaknya pak Agung..aku kira tamu biasa.." batin Dela
Dela dan temannya tampak salah tingkah setelah mengetahui jati diri Bram sebenarnya..ternyata orang yang tengah duduk di sofa di loby kantor itu adalah anak dari Owner tempat mereka bekerja
Disela-sela Bram menunggu kedatangan Dini..Bram memperhatikan para staff kantor secara bergantian ada yang mengintip dirinya dan berbisik-bisik dari balik pintu kaca yang tertutup sticker sunglass samping meja reseptionis
Dan staff yang lewat di loby..pada melirik kearah dirinya sambil memberikan senyuman dan anggukan hormatnya ke arah Bram..begitu beradu pandang dengannya
Bram hanya tersenyum menghadapi situasi ini..mungkin jati dirinya sudah menyebar ke seluruh kantor..entah dari pak Jay atau dari Dela
Tak lama kemudian..Bram mendengar suara pak Jay dari balik pintu kaca
"Hayoooo...pada ngapain nih cewek-cewek pada ngintip..permisi doong..jangan pada di depan pintu..saya mau lewat.." ujar pak Jay
"Pak Jay..memang bener?..itu anaknya pak Agung?" tanya seorang staff wanita
"Iya..kenapa memangnya?..belom pernah ngeliat mas Bram yaah?" tanya pak Jay sambil tersenyum
Staff wanita itu hanya menggelengkan kepalanya
"Kalau berani..kenalan sana.." kata pak Jay sambil mendorong pintu..yang otomatis nampaklah para staff sedang mengintip Bram yang tengah duduk di sofa
Bram yang melihat para staff papanya langsung pada bubar..begitu Bram melihat mereka..hanya tersenyum geli
Lalu pak Jay menghampiri Bram dengan membawa nampan yang berisi kopi hitam
"Nih mas..kopinya" tawar pak Jay
"Terima kasih ya pak.."
Setelah menaruh kopi di meja..pak Jay lalu duduk disebelah Bram
"Sudah berapa lama ya pak?..bapak kerja disini?" tanya Bram
"Kira-kira..30 tahun mas.."
"Wiiiih..lama juga ya pak..dari saya belom lahir..bapak sudah kerja sama papah.." kata Bram sambil tersenyum
"Iya mas..sebetulnya sih saya sudah pensiun...tapi sama bapak..saya diijinkan untuk tetap bekerja disini" kata pak Jay sambil tersenyum
"Diminum kopinya mas.." tawar pak Jay
"Iya pak" jawab Bram sambil meminum kopinya
Pak Jay melihat ekspresi muka Bram yang meringis..namun oleh Bram sengaja dia sembunyikan
"Kenapa mas?..kemanisan yaak?" tanya pak Jay
"Iya pak..hehehe" jawab Bram
"Waah..saya minta maaf ya mas..saya kira mas Bram suka kopi yang manis..kalau begitu saya bikinin lagi yaah..yang baru"
"Nggak usah pak..nggak usah..ini aja sudah cukup kok.." kata Bram sambil meminum kopinya lagi
Pak Jay mengambil handphonenya dari sakunya..dan dia tersenyum ada pesan WA yang masuk..Bram melihatnya menjadi heran
"Ada apa pak?" tanya Bram
"Eh..eee..ini mas..mbak Nurul nanya ke saya..eee..mau kenalan sama mas Bram boleh nggak?" tanya pak Jay ragu-ragu
Bram pun tersenyum geli
"Nurul siapa pak?" tanya Bram
"Nurul mas..staff HRD" kata pak Jay sambil melihat ke pintu kaca di samping meja receptionis..disana masih ada para staff yang mengintip
"Boleh pak..mana orangnya?" jawab Bram
"Mbaak?..mas Bram nya mau nih.." panggil pak Jay
Lalu dari dalam..keluar beberapa staff wanita yang menghampiri meja ruang tunggu loby dengan malu-malu
"Mana yang namanya Nurul?" tanya Bram sambil tersenyum
"Sa..saya pak.." jawab seorang wanita yang kisaran sepantaran dengan Bram
"Jangan panggil pak aah..memangnya saya sudah kelihatan tua yaah?" goda Bram
Nurul pun mukanya langsung merona merah..diikuti oleh senyuman teman-teman Nurul yang lainnya
"Kenalin..saya Bram" kata Bram sambil berdiri dan menjulurkan tangannya ke arah Nurul
"Saya Nurul pak..eh..mas.." ucap Nurul sambil membalas uluran tangan Bram
Lalu yang lainnya pada memperkenalkan dirinya pada Bram
Pak Jay tersenyum geli yang melihat para staff wanita memperkenalkan dirinya kepada Bram
"Ayoo..yang masih pada jomblo..kesempatan nih..mas Bram juga lagi jomblo..ya nggak mas?" kata pak Jay
Bram hanya tersenyum
Setelah selesai berkenalan dengan Bram..mereka kembali masuk kedalam ruang kantor
Bram pun kembali duduk di sofa
"Harap maklum ya mas..biasa cewek-cewek..nggak bisa ngelihat cowok ganteng sedikit" ucap pak Jay
"Nggak apa-apa pak.." kata Bram sambil tersenyum
"Saya terakhir ketemu mas..kalau nggak salah..waktu mas kelas 6 SD ya mas...waktu itu saya disuruh kerumah sama bapak...sekarang tau-tau sudah gede segini" tawa pak Jay yang diikuti oleh Bram
"Oh iya pak..saya mau nanya.."
"Nanya apa ya mas?"
"Oooh..di ruang metting besar mas..ada apa mas Bram nanyain?" tanya pak Jay
"Enggak..saya mau ketemu sama Aisyah.."
"Mas Bram kenal sama mbak Aisyah?"
Bram menganggukan kepalanya
"Eh..jangan-jangan..mas pacarnya mbak Aisyah yaah?" tanya pak Jay sambil tersenyum meledek ke arah Bram
"Aaah..nggak pak.." elak Bram sambil tersenyum malu-malu
Pak Jay pun tertawa melihat Bram tersipu malu
"Bapak bisa anterin saya kesana?" tanya Bram
"Bisa mas..ayuuk"
Lalu Bram mengikuti pak Jay untuk menuju kedalam kantor
"Permisi ya mbak.." sapa Bram pada reseptionis
"I..iya pak..silahkan.." jawab Dela canggung
Bram masih mendengar orang-orang yang pada berkumpul didepan pintu langsung bubar..begitu Bram dan pak Jay menuju ke pintu yang menghubungkan antara loby dan ruangan dalam kantor
Tak lama..sampailah Bram di depan ruang metting yang ditutupi oleh kaca besar sebagai pengganti dinding depannya
"Disini mas tempatnya..oh iya..saya tinggal dulu ya mas..saya mau beliin pesanan makan siang orang-orang dulu" kata pak Jay
"Oh..disini...terima kasih ya pak"
Lalu pak Jay meninggalkan Bram yang mengintip dari ujung kaca yang si selimuti oleh Sun Glass
Kelakuan Bram yang mengintip dari ujung ruang metting..menjadi perhatian para staff kantor dari area cubical mereka sambil berbisik-bisik diantara mereka
Ada beberapa staff yang berpapasan dengannya mengangguk hormat pada Bram..Bram membalasnya dengan senyuman
Bram melihat Aisyah tengah sibuk mengetik didepan komputer yang sengaja di pasang di meja ruang metting dan disampingnya ada tumpukan dokument yang musti Aisyah selesaikan untuk diperiksa
Bram lalu mengirim WA pada Aisyah sambil mengintip
Aisyah melihat ada pesan WA masuk ke handphonenya
"Assalamuallaikum...lagi sibuk yaaah?" kirim Bram
Aisyah tersenyum dan membalas WA Bram
"Wallaikumsallam mas..nggak..biasa ajah" balas Aisyah yang tidak tahu kalau Bram tengah mengintip dari balik kaca ruang metting yang berada di belakangnya
Bram lalu menelpon Aisyah
"Halo..Assalamuallaikum"
"Waalaikumsallam mas.."
"Sudah makan belom kamu Syaah?" tanya Bram yang berusaha agar suaranya tidak terdengar sampai ke dalam ruang metting
"Belom mass..tapi tadi Aisyah sudah nitip makan siang sama mas Lukman"
"Lukman?..Lukman siapa Syaah?"
"OB dikantor bapak mas.."
"Ooh..kalau mas ajakin kamu makan siang sekarang mau nggak?" tanya Bram sambil tersenyum geli
"Memangnya mas ada dimana sekarang?..kok mau ngajakin Aisyah makan siang.."
"Ada di depan kamu.." kata Bram sambil menyembulkan kepalanya di pintu ruang metting
Aisyah lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruang metting..dan disana dia melihat Bram tengah menelpon dirinya sambil melambaikan tangannya
"Masss!!.." panggil Aisyah yang tersenyum sambil melambaikan tangannya
"Sini masuk.." pinta Aisyah
Bram lalu memasuki ruang metting
"Mas kok nggak bilang-bilang sih?.. kalau mau kesini?" tanya Aisyah sambil mematikan handphonenya
"Mas cuman mampir kok.." jawab Bram sambil duduk di sebelah Aisyah
"Eh..tadi didepan mas bilang sama reception mau ketemu siapa?"
"Mbak Dini..kenapa memangnya.."
"Syukurlah kalau begitu..soalnya Aisyah nggak mau..kalau orang-orang kantor pada tahu..kalau Aisyah bawaan bapak.."
"Oooh...kalau itu tenang ajah..mas nggak bakal bongkar rahasia kamu disini.."
Bram lalu memperhatikan ruang metting tempat Aisyah mengaudit laporan keuangan di kantor papahnya..yang di sebelah kiri Aisyah tampak viem SCBD dari lantai kantor papahnya
"Kamu kerjanya sendirian Syaah?" tanya Bram
"Iya mas..kalau pertengahan tahun begini..Aisyah sendiri..tapi kalau akhir tahun..biasanya Aisyah minta tolong sama teman Aisyah mas..buat bantuin Aisyah.." jawab Aisyah sambil terus bekerja
"Mas ganggu nggak..kalau masuk kesini?" tanya Bram sambil tersenyum
"Kalo kelakuan mas kayak dirumah kemaren..yaaaa jelas ganggu..nanti mas bisa Aisyah usir dari sini.." ketus Aisyah
"Ya elaaah!...galak bener siih ibu ini..janji daaah..mas nggak akan gangguin kamu kalau disini "
"Kalau dirumah?" tanya Aisyah
__ADS_1
"Yaaa..habis kamu mas unyeng-unyeng..hahahaha" gelak Bram
Nyuuuut...
"Aaaaaah.." kembali tawa Bram terputus oleh cubitan Aisyah di pahanya
"Kamu kenapa siiih!...main nyubit ajah?..panas tauk!!" kesal Bram sambil mengusap-usap pahanya
"Disini..mas nggak bisa macem-macem..kalau mas macem-macem?..nanti Aisyah tinggal telpon bapak" ancam Aisyah
"Nggak apa-apa..nanti mas balesnya dirumah.." kata Bram yang masih merasakan panas di pahamya
Tiba-tiba..ada ketukan di pintu
"Haloooo?...katanya ada cah bagus nyariin mbak?..mana orangnya?" ternyata Dini yang berada di depan pintu
"Braaaaam!!" sapa Dini sambil menghampiri Bram..Bram lalu berdiri dan memeluk Dini yang menghampirinya
"Apa kabar Bram?" tanya Dini
"Baik mbak.." jawab Bram
"Lama yaah..kamu nggak kesini.."
"Iya mbak"
Aisyah hanya tersenyum melihat Bram dan Dini
"Syaah?..kamu sekarang sudah ada yang nemenin dong nih?" goda Dini
"Iya mbak..tapi mas Bram kerjanya gangguin saja" ketus Aisyah yang menekuk mukanya
Dini lalu berbisik di telinga Bram
"Cantik loh Braaam..beruntung banget kamu"
Bram kaget dan heran atas perkataan Dini barusan..apalagi Dini sambil tersenyum simpul
"Ooh..iya..nanti kalian pada mau makan siang dimana?" tanya Dini yang membuyarkan keheranan Bram
"Nggak tahu nih mbak..terserah Aisyah ajah..mau makan dimana?" jawab Bram
Aisyah tertegun kaget setelah dijadikan alasan oleh Bram
"Apa kamu mau makan siang bareng sama bapak Bram?"
"Nggak mbak..saya mau makan sama Aisyah saja.."
"Oooh..ya sudah kalau begitu..eh..bapak sudah tahu belum?...kalau kamu ada disini?" tanya Dini
"Belum mbak.." jawab Bram
"Ya sudah..mbak tinggal dulu ya Bram..Aisyah..soalnya mettingnya belom selesai" kata Dini sambil keluar dari ruang metting
"Iya mbak.." kata Bram dan Aisyah berbarengan
"Eeee...Deeela..pak Jay mana yaaah?" panggil Dini pada Dela dari pintu ruang metting
"Iya bu. " jawab Dela sambil menghampiri Dini
"Pak Jay mana?"
"Lagi beli pesenan makan siang bu.." jawab Dela
"Lukman?" sambung Dini
"Sama bu..lagi beliin makan siang juga"
"Yang lainnya ada nggak?"
"Biasanya kalau jam makan siang begini..mereka pada keluar bu" jawab Dela
"Kamu bisa nggak tolongin saya..tolong buatin minuman buat mas Bram yaah?" pinta Dini
"Baik bu.." jawab Dela
"Terima kasih ya Del.." kata Dini sambil meninggalkan ruang metting
Sepeninggal Dini..Dela lalu masuk ke dalam ruang metting
"Permisi pak..bapak mau minum apa?" tanya Dela pada Bram yang sudah duduk disebelah Aisyah
"Jangan panggil bapak aah..memangnya saya sudah keliatan tua yaaah?" kata Bram sambil tersenyum
"Eeeh...ma..maaf..mas mau minum apa?" tanya Dela lagi dengan gugup
"Enggak usah..saya sudah dibuatin kopi tadi sama pak Jay"
"Ooh..baik pak..eh..mas...kalo mbak Aisyah mau minum apa?"
"Nggak usah Del..punya saya masih ada nih.." kata Aisyah
"Namanya siapa Syaah?" tanya Bram
"Dela mas.." jawab Aisyah
"Kenalin..saya Bram.." kata Bram sambil berdiri dan menjulurkan tangannya ke arah Dela
"Ss..saya Dela mas.." jawab Dela yang membalas uluran tangan Bram
"Ya sudah kalau begitu..saya pamit ya mbak..mas.." kata Dela sambil menuju ke pintu untuk kembali ke meja reseptionis
Bram yang duduk di samping Aisyah..hanya memperhatikan Aisyah yang serius mengetik sambil senyum-senyum sendiri
Aisyah yang merasa diperhatikan oleh Bram..jadi nggak bisa konsentrasi
"Mas kenapa ngeliatin Aisyah terus sih?" tanya Aisyah ketus
"Memangnya nggak boleh?"
Bram segera menghindari dari cubitan Aisyah yang mengarah ke pahanya
"Eits..nggak kenaaa...weeeek" goda Bram
"Mas jangan gangguin kenapa siiih!!" kesal Aisyah
"Mas nggak ngapa-ngapain kok..dibilang ganggu..kamu ajah yang ke ge'eran.." kata Bram sambil menjulurkan lidahnya
"Huuuuuh!!" kesal Aisyah
"Kamu kok tumben Syaah..hari ini kamu kelihatan beda.."
"Beda apanya mas?" tanya Aisyah yang sambil mengetik di komputer
"Beda..kamu kelihatan tambah cantik..kamu dandan yaah?" tanya Bram
Aisyah hanya diam dan terus mengerjakan tugasnya
"Kamu cantik tau Syaah..bibir kamu tuh..emhmm..alis kamu..ckckck..apalagi kalau lagi pake kacamata kayak sekarang...oh my Gaaaaad!!!.." goda Bram
Aisyah lalu mengambil pulpen yang ada disampingnya untuk dia lempar ke arah Bram yang terus menggodanya..tapi dia urungkan..karena ada ketukan di pintu ruang metting
"Assallamualaikum.."
Ternyata pak Agung yang muncul ke dalam ruang metting
"Waalaikumsallam" jawab Bram dan Aisyah berbarengan
"Ada apa Syaah?..mas Bram gangguin kamu yaah?" tanya pak Agung yang melihat Aisyah seperti ingin melempar pulpen
"Mas Bram tuh pak..dari tadi gangguin Aisyah terus.." rajuk Aisyah
"Diiiih...siapa yang gangguin kamu?" elak Bram
Pak Agung hanya tersenyum melihat tingkah Bram dan Aisyah
"Sudah-sudah...kalian mau ikut makan siang bareng papah nggak?"
"Nggak pah..Bram mau makan siang sama Aisyah.." kata Bram
"Ya sudah..papah jalan duluan yaah"
"Iya pah.." jawab Bram
Pak Agung lalu meninggalkan Bram dan Aisyah di ruang metting
Sepeninggal pak Agung..secara bergantian jajaran Direksi beserta sekretarisnya pada datang ke ruang metting..hanya untuk bertemu dengan Bram dan berkenalan dengannya
Setelah melihat jam yang sudah menunjukan pukul 12..Aisyah lalu berdiri dari kursinya
"Ayo mas.." ajak Aisyah
Bram lalu mengikuti Aisyah untuk keluar makan siang..begitu di loby..mereka berpapasan dengan seorang yang menggunakan seragam OB seperti punya pak Jay
"Eh..mas Lukman..makanan saya buat mas saja yaaah..saya mau makan diluar"
"Oooh..baik mbak..ini kembaliannya mbak.." kata Lukman sambil menyerahkan uang kembalian makan siang Aisyah
"Buat mas saja.."
"Terima kasih ya mbak.."
Lalu Aisyah menyusul Bram yang sudah menunggunya di selasar lift
"Eh..sebentar ya Syaah..mas mau titip jas dulu di tempatnya Dela.." kata Bram sambil melepaskan jasnya dan berjalan ke meja reseptionis
"Delaaa?..saya bisa titip jas saya nggak?..nanti sehabis makan siang saya ambil lagi.." tanya Bram sambil melepaskan dasinya
"Bisa mas.." jawab Dela sambil menerima jas dari tangan Bram
"Terima kasih yaah.." kata Bram sambil kembali ke selasar lift
"Ganteng ya Del.." kata Ulfa..sesama reseptionis setelah melihat Bram dan Aisyah memasuki lift yang terbuka
"Iyaa..nggak sombong lagi.." sambung Dela
"Tapi..kok bisa kenal sama mbak Aisyah siih?" tanya Ulfa penasaran
"Jangan-jangan..mas Bram pacarnya mbak Aisyah?" kata Dela
Dela lalu mengirim pesan WA di group kantor mengenai Bram dan Aisyah..ternyata Dela yang menyebarkan tentang jati diri Bram keseluruh pegawai di kantor
Di loby gedung..Bram dan Aisyah nampak berjalan beriringan menuju ke luar
"Eh..Yo..itu Aisyah..mau kemana dia?..cowok disampingnya siapa yaah?" ujar seorang pemuda yang tengah merokok di smoking area yang berada di luar gedung
"Mau makan siang kali...tapi kok sama cowok yaaah?..apa orang baru?..lu kenal Wan?" jawab pemuda satu lagi
"Kagaaaak...waaah...orang baru dah ngelunjak Yo..mosok dia sudah berani ngajak makan siang sama Aisyah"ujar temannya
Mereka melihat Bram dan Aisyah menyebrang menuju ke Pacifik Place
"Waaah..lu dapet saingan baru nih Yo..hahahaha"
Pemuda itu hanya melihat sambil menahan geramnya
"Sialaaaan!!" umpatnya
"Sama gua Aisyah nggak pernah mau kalau diajak makan siang Wan.."
"Kalah menyan lu berarti sama orang baru..hahahahaha"
__ADS_1