
Sebuah mobil Elf Big Bird berhenti di depan pagar..pak Nana segera membuka pintu pagar..mobil itu segera masuk menuju ke carport yang mana..di teras Aisyah sudah menunggunya
Begitu pintu samping terbuka..berlari lah Bima sambil berteriak ke arah Aisyah
"Teteeeeeh!!"
Aisyah berjongkok untuk menyambut Bima sambil tertawa dan memeluknya. Di belakang Bima menyusul kedua orang tua Bima
"Bu?.." sapa Aisyah sambil mencium tangan bu Rini dan cipika cipiki dengannya
"Yaah?.." sapa Aisyah pada pak Johan sambil mencium tangannya
"Halo teeh?..sehat?" tanya pak Johan
"Alkhamdulillah yah..sehat"
Aisyah kemudian menghampiri kakek Ndaru dan nenek Yati yang baru turun dari mobil
"Neek?..Keeek?.."
Aisyah mencium tangan kakek Ndaru dan nenek Yati
"Sehat teh?" tanya nenek Yati sambil memeluk Aisyah
"Sehat nek" jawab Aisyah
Aisyah lalu menggandeng nenek Yati untuk masuk ke dalam yang diikuti oleh Bima. Di ruang tengah..mereka sudah di tunggu oleh bu Yuli yang sedang berbicara dengan Eyang kakung dan Eyang putri
"Eeh..mas Broto sudah sampai?" sapa kakek Ndaru pada Eyang kakung..besannya
"Sudah dari tadi mas.."
Eyang kakung memeluk kakek Ndaru
"Gimana mas?..sehat semua?" tanya kakek Ndaru
"Alkhamdulillaah mas..sehat semua" jawab Eyang kakung sambil tersenyum
Aisyah meninggalkan ruang tengah sambil menggandeng Bima
"Ikut teteh yuk dek..teteh punya sesuatu buat dedek.." ajak Aisyah
"Apaan teh?" tanya Bima
"Adaaaa ajaah.."
Aisyah mengajak Bima menuju ke kamarnya..setibanya di sana Aisyah mengambil bungkusan dari dalam lemari dan dia berikan ke Bima
"Nih..buat dedek.."
"Apaan ini teh?" tanya Bima sambil menerima bungkusan dari Aisyah
"Buka dooong.." jawab Aisyah sambil tersenyum
Bima duduk di bibir ranjang Aisyah dan mulai membuka bungkusan yang berisikan kotak dari Aisyah..mata Bima terbelalak senang..ketika melihat hadiah dari Aisyah..sebuah tablet baru
"Waaah..ini buat Bima teh?" tanya Bima
Aisyah menganggukan kepalanya
"Terima kasih ya teeh.." kata Bima sambil memeluk Aisyah
Aisyah tersenyum sambil mencium rambut Bima
"Eh..iya..dedek puasa nggak?" tanya Aisyah setelah melepaskan pelukannya
"Puasa dong teh.." jawab Bima
"Ada yang bolong nggak?"
Bima menggelengkan kepalanya
"Beneran?"
Bima menganggukan kepalanya
"Kalau bener..nanti teteh kasih hadiah lagi buat dedek"
"Beneran teh..puasa Bima belum ada yang kalah"
"Anak pinteeeer!!" kata Aisyah sambil mengucek-ucek pucuk rambut Bima
***
Sehari menjelang lebaran..suasana di rumah keluarga Handoyo menjadi ramai..semua keluarga dari Jogja dan Bandung berkumpul untuk merayakan hari raya Iedul Fitri disini
Di dapur tampak bu Yuli,bu Rini,tante Titik bersama Aisyah tengah mempersiapkan masakan untuk hari raya besok..sedangkan nenek Yati dan Eyang putri tengah mengobrol di meja makan sambil memperhatikan kesibukan yang ada
"Bram kemana Yul?..dari tadi ibu belum ngelihat?" tanya Eyang putri
"Lagi pergi sama papahnya bu..lagi nyari orang buat besok" jawab bu Yuli
"Ooh..begitu?..eh..nduk..kemari sebentar" panggil Eyang putri pada Aisyah
"Iya Eyang.." jawab Aisyah sambil menghampiri Eyang putri
"Ada apa Eyang?" tanya Aisyah sambil duduk di sebelah Eyang putri
"Kamu anterin Eyang sama nenek Yati bisa nggak?" tanya Eyang putri
"Anterin kemana Eyang?" tanya Aisyah
"Eyang mau nyari sesuatu buat nenek Yati di PIM..bisa nduk?"
"Bisa Eyang..Aisyah ganti baju dulu ya Eyang.."
Aisyah lalu beranjak ke kamarnya
"Bu..Aisyah nganterin Eyang sama nenek dulu yaah?" pamit Aisyah yang telah ganti baju
"Nenek mau kemana teh?" tanya bu Yuli
"Mau ke PIM bu.."
Aisyah lalu menyusul Eyang putri dan nenek Yati yang sudah menunggunya di ruang tamu
"Ayuk Nek..Eyang.." ajak Aisyah
Begitu mereka sampai di teras..masuklah Mercedes kepunyaan Bram ke carport
"Eyaaaang...neneeekk.." panggil Bram sambil membuka jendela mobil
Bram segera turun dan mencium tangan Eyang putri dan Nenek Yati
"Kamu dari mana Bram?" tanya nenek Yati
"Nganterin papah nek..nyari orang buat besok.."
Pak Agung menghampiri mereka
"Bu?.." sapa pak Agung sambil mencium tangan Eyang putri dan nenek Yati
Setelah itu pak Agung pamit untuk masuk ke dalam
"Nenek mau kemana?" tanya Bram
"Mau ke PIM Bram..sama teteh" jawab nenek Yati
"Sama Bram ajah yuk nek.."
Nenek Yati dan Eyang putri masuk ke dalam mobil Bram. Tak lama kemudian mobil itu telah meluncur menuju ke PIM
"Kamu puasa Bram?" tanya Eyang putri
"Insya Alloh Ti.." jawab Bram
"Yang beeeer?..kamu kan dari dulu nggak pernah puasa.." kata Eyang putri
"Mas Bram sekarang puasa Eyang.." ucap Aisyah sambil menengok ke belakang
"Tuh Ti..Bram nggak bohong kan?"
"Kok tumben?..ada apa ya nek?.." tanya Eyang putri pada nenek Yati
"Pasti ada maunya tuh Yaang.." jawab nenek Yati sambil tersenyum
Sontak mereka pada tertawa..hanya Bram yang tersipu-sipu malu
Di PIM 2..Eyang putri membelikan nenek Yati kain batik buatan pabriknya di salah satu butik. Ternyata Eyang putri mempunyai butik di PIM 2
"Kok Eyang nggak ngomong-ngomong sih?..kalau punya butik disini?" tanya Bram
"Disini Eyang joint sama orang Bram..nanti Insya Alloh..tahun depan Eyang punya butik sendiri disini..doain yaah"
"Iya Eyaang..amiin" ucap Bram
"Papamu juga sudah ngomong ke Eyang..kalau Eyang disuruh buka butik di daerah Menteng atau di Grand Indonesia"
"Waah..bagus itu Eyang..Bram doain deh..semoga semuanya lancar..biar Aisyah juga bisa naroh koleksi kebaya nya Eyang"
"Iya Bram..Eyang nanti juga akan menyerahkan butik itu untuk di kelola sama Aisyah kok.."
Bram pun menganggukan kepalanya
Aisyah dan nenek Yati menghampiri Bram dan Eyang putri
"Eyang mau kemana lagi?" tanya Aisyah
"Kita ke lantai 5 yaah..Eyang mau beli baju gamis"
Mereka meninggalkan butik tersebut untuk menuju ke lantai 5 dari PIM 2
"Terima kasih lho Eyang..kain batiknya bagus-bagus semuanya" kata nenek Yati
"Iya nek..sama-sama..nenek tak tunggu-tunggu..kapan ke Jogja nya nih?" tanya Eyang putri sambil tersenyum
"Insya Alloh Yaang..nanti kalau waktunya sudah senggang..kebetulan dirumah kebun teh lagi ramai..jadi nggak bisa ditinggal"
"Ooh..nanti kalau jadi ke Jogja..kabarin yaaah..nanti tak siapin batik sutra buat nenek"
"Iya Eyang..terima kasih"
Bram dan Aisyah yang berjalan di belakang..saling pandang dan tersenyum..melihat keakraban kedua nenek Bram
"Mas.." panggil Aisyah
"Hmmm..apa Yaang?" jawab Bram
"Mas kok..Aisyah lihat..senyum-senyum sendiri dari tadi?..ada apaan sih mas?" tanya Aisyah
"Mau tahu ajah..apa mau tahu banget?..aaaaaah" teriak Bram yang pinggangnya di cubit oleh Aisyah
Nenek Yati dan Eyang putri menoleh ke belakang yang mendengar teriakan Bram
"Kenapa Bram?" tanya nenek Yati
"Aisyah nih nek..kalau nyubit tangannya enteng banget" jawab Bram sambil mengelus-elus pinggangnya
"Mas Braaam!!" geram Aisyah sambil menyentak tangan Bram
"Kamunya juga sih..senengnya godain Aisyah.." kata nenek Yati sambil tersenyum
Bram pun tertawa..dia lihat Aisyah cemberut di sebelahnya
"Mas belum jawab.." kata Aisyah
"Penasaran banget sih??" goda Bram
__ADS_1
"Mas Brammmm!!..Aisyah cubit lagi nih.."
"Iya..iya..mas jawab..tapi kamunya jangan marah yaak!!"
Aisyah menganggukan kepalanya
"Mas seneng..karena tinggal beberapa jam lagi..mas menang taruhan"
Aisyah kaget..teringat janjinya dengan Bram
"Tapi kan kemarin mas udah batal"
"Kapaaaan??" tanya Bram
"Kemarin?..yang di kamar mas..yang mas lagi main PS"
"Yaaah??..itu mah nggak batal keleusss..kalau mas horny..berarti mas masih normal"
"Nggak!!..pokoknya mas sudah batal..mas kalah!!"
Aisyah menutup telinganya dengan kedua tangannya..karena Bram terus saja nyerocos membela dirinya
"Lalalalalalala..bodo amat..yang penting mas sudah kalaaaah!!" ucap Aisyah yang berusaha mengacuhkan omongan Bram dengan menutup telinganya
Nenek Yati dan Eyang putri tersenyum geli melihat kelakuan cucu mereka
.
____________________
.
Menjelang magrib..keluarga besar Handoyo tengah berkumpul di saung untuk berbuka puasa di hari terakhir. Tante Titik membawa sebaskom es buah yang dibelakangnya Retno tampak membawa puding menuju ke saung..dan menaruhnya di meja yang berada di depan saung. Retno melihat Gabi tengah bermain dengan Intan..putri dari tante Titik di ayunan
Di dalam saung pak Agung,Eyang kakung,kakek Ndaru,pak Johan,pak Widodo,Toni dan om Danar tengah mengobrol menunggu waktu berbuka. Bram datang membawa senampan kopi hitam di tangannya
"Lu mau kopi nggak Ton?" tanya Bram
"Yoi Bram..menu wajib itu" jawab Toni sambil menghampiri Bram dan membantu menurunkan kopi ke meja
"Ayuuk..semuanya..kumpul..sudah mau bedug nih.." panggil pak Widodo
Semuanya pada kumpul di saung..tak lama kemudian..adzan Magrib berkumandang
"Braaam..pimpin'no doa ngger.." pinta Eyang kakung
Bram lalu membaca doa berbuka puasa yang diikuti oleh semua yang hadir. Setelah berdoa..mereka mulai menyantap hidangan berbuka puasa. Canda tawa mewarnai acara buka bersama di keluarga besar Handoyo. Mereka pada menggoda Bram yang telah berhasil berpuasa selama satu bulan full. Aisyah yang duduk di sebelah Eyang putri tertawa riang..karena dia melihat Bram tersipu malu di goda oleh anggota keluarga yang lain
Hingga..suatu moment..Aisyah terdiam dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya
Bu Rini yang duduk di sebelahnya menatap heran
"Kamu kenapa teh?" tanya bu Rini sambil menyentuh pundak Aisyah
Pertanyaan bu Rini mengundang perhatian yang lainnya..mereka mengalihkan pandangannya ke arah Aisyah
"Eeeh..eng..nggak apa-apa bu.." jawab Aisyah gugup sambil mengelap air matanya dan berusaha tersenyum
"Kamu bohong sama ibu..pasti kamu kangen yaah?..sama orang tua kamu?"
Aisyah tidak menjawab..dia tundukan kepalanya. Bu Rini langsung memeluk pundak Aisyah
"Eeh..jangan nangis..kan sudah ibu bilang..anggap kami ini sebagai keluarga kamu teh..yaah?..sudah jangan nangis..besok kan lebaran.." bujuk bu Rini sambil mengelus-elus pundak Aisyah
"Iya bu.." jawab Aisyah
"Kalau kamu masih nangis kayak begini..kasihan mereka teh..karena kamu belum ikhlas melepas kepergian mereka"
"Iya bu..Insya Alloh Aisyah ikhlas.."
Bu Rini mencium rambut Aisyah dengan lembut
"Sudah yaah..senyum doong?" goda bu Rini sambil tersenyum
Aisyah pun tersenyum malu-malu..yang hadir pun akhirnya tersenyum lega..karena Aisyah sudah tidak sedih lagi. Eyang putri pun ikut mengelus-elus rambut Aisyah
Setelah menunaikan sholat Magrib berjemaah..acara dilanjutkan dengan makan yang telah di siapkan di depan saung. Bram membawa makanannya ke samping Aisyah
"Jantung mas kok berdebar-debar gini yaah?.." kata Bram
"Kenapa mas?" tanya Aisyah
"Mas menang Yaaang!!..ntar malam yaah??" bisik Bram di telinga Aisyah
Aisyah spontan memukul pundak Bram
"Nggak mau!!..mas sudah kalah..kan sudah batal sehari"
"Enak ajah!!..perasaan kamunya ajah yang ngelihat mas batal.." kata Bram sambil menyendok nasinya
"Pokonya ntar malem yaah..siap-siap ajah kamu mas unyeng-unyeng!!" bisik Bram di telinga Aisyah
"Nggak apa-apa..Aisyah nanti tidurnya sama Bima...weeek" ledek Aisyah
"Deeek?.." panggil Aisyah pada Bima yang tengah makan di samping ibunya
"Ya teh?" jawab Bima
"Sini.."
Bima lalu menghampiri Aisyah
"Ada apaan teh?"
Aisyah menggamit tangan Bima ke pangkuannya
"Nanti dedek tidur sama teteh yaah?" pinta Aisyah
"Kok minta ditemenin sama Bima sih teh?..memangnya teteh takut tidur sendiri?" tanya Bima heran
"Iya..soalnya kalau malam di kamar teteh ada setan yang suka gangguin teteh.." kata Aisyah sambil melirik ke Bram
"Tinggal dibacain ayat Kursi aja teh..kan teteh pernah ngajarin Bima..kalau takut sama setan..tinggal di bacain ayat Kursi" kata Bima
"Ini setannya beda dek..dibacain ayat Kursi nggak mempan..malah makin deketin ke teteh..yaah..nanti tidur sama teteh yaah?.." pinta Aisyah sambil mencium pipi Bima
"Dedek nanti teteh upahin duit.." bujuk Aisyah
Bram ingin sekali tertawa terbahak-bahak..tapi dia tahan karena Aisyah menyubit tangannya
"Yaah?..mau yaaah?"
Bima melihat Bram menggeleng-gelengkan kepalanya..agar dia tidak menuruti kemauan Aisyah
"Mas Bram nyuruh jangan tuh teh.." kata Bima
"Jangan nurutin mas Bram..mas Bram tuh nakal!!..mau yaaah?" bujuk Aisyah lagi
Bram menghindar dari tangan Aisyah yang ingin menyubit tangannya lagi
"Iya deh.." jawab Bima
Bima kembali ke samping bu Rini..untuk meneruskan makannya. Aisyah menjulurkan lidahnya ke arah Bram
"Dikira mas takut?..pakai bawa-bawa Bima segala?.." ledek Bram
Bram menjerit pelan tak kala Aisyah menyubit pinggangnya lagi
Ditengah acara makan malam..pak Nana mendekati Aisyah
"Mbak..permisi..ada yang nyariin mbak di depan.."
"Siapa pak?" tanya Aisyah
"Nggak tahu mbak..perempuan dua orang mbak.." jawab pak Nana
Aisyah pun beranjak ke depan
"Naaa..makan dulu tuh.." kata pak Agung
"Iya pak..terima kasih..nanti saja pak.." jawab pak Nana sungkan
Pak Agung lalu berdiri dan memghampiri pak Nana
"Udaaah..kamu tuh kalau disuruh makan..pake acara malu-malu..ayuuk"
Pak Agung mengantarkan pak Nana ke meja prasmanan
"Terima kasih pak.."
"Iya..si Edi belum datang?" tanya pak Agung
"Belum pak..kami aplusan jam 7" jawab pak Nana
"Ooo..oh iya Na..besok kamu bisa datang siang yaah..kamu bisa lebaran dulu di rumah"
"Baik pak..terima kasih"
Aisyah yang menuju ke gerbang..dia lihat Nita dan Dinda menunggu dirinya
"Ya Nit?..ada apa?" tanya Aisyah sambil menghampiri kedua temannya
"Kamu ditunggu sama pak Imam di masjid Syaah..untuk ngomongin panitia buat acara sholat besok"
"Oh iya..sebentar yaah..saya pamit sama ibu dulu.."
Aisyah lalu masuk ke dalam..untuk pamit dengan bu Yuli. Tak lama kemudian dia kembali dan mengajak Nita dan Dinda berjalan menuju ke masjid Al Muhajirin
"Syaah..tumben dirumah bu Yuli rame..biasanya kalau pengen lebaran..mereka pada keluar negeri kan?" tanya Dinda
"Iya..kan sekarang mas Bram sudah disini..jadi pada mau ngumpul lebaran disini..besok kalian ke rumah yaah"
"Iya.." jawab Nita dan Dinda bersamaan
Suara takbir bergema dari speaker masjid Al Muhajirin. Di depan halaman masjid..ramai oleh anak-anak yang bermain merayakan malam takbiran..mereka dengan semangat memukul bedug yang sengaja ditaruh di depan teras masjid untuk mengiirngi suara takbir dari dalam masjid
Sebagian anak-anak pada menghampiri Aisyah dan kedua temannya..begitu melihat mereka datang..untuk berebut salaman dengan mereka
Setelah itu..mereka bertiga menuju ke ruang sekretariat masjid..yang disana sudah pada kumpul anak-anak remaja masjid yang menjadi panitia untuk sholat Ied besok
Pak Imam menerangkan jumlah penerimaan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus membagi group buat penarikan amal jariah buat sholat Ied besok. Aisyah tidak menyadari..kalau gerak gerik dia sedang diawasi oleh sepasang mata..sepasang mata punya Rudi..dia terus mengawasi Aisyah sambil menikmati rokoknya
Setelah selesai menjelaskan acara buat besok..pak Imam keluar dari ruangan sekretariat..acara diambil alih oleh Lukman..sebagai ketua panitia sholat Ied masjid Al Muhajirin
"Diharapkan besok teman-teman untuk hadir disini sebelum jam enam yaah..karena kita akan koordinasi dulu sebelum acara sholat di mulai" terang Lukman
"Besok group cewek berapa orang yang keliling?" tanya Lukma
"Palingan lima orang Man.." jawab Nita
"Oke..kamu mau ikut nggak Syaah?" tanya Lukman pada Aisyah
"Enggak deh Man..soalnya dirumah lagi rame..nggak enak kalau saya tinggal" jawab Aisyah
"Ya sudah..nggak apa-apa..yang lain siap yaah?" tanya Lukman
"Siaaap Maaan!!" jawab yang lainnya
Acara pun bubar..masing-masing pada kembali ke rumah..sebagian ada yang masuk ke masjid..untuk bertakbiran di sana
Aisyah,Dinda dan Nita berjalan ke luar dari masjid
"Diiinn..kamu di tunggu tuh" kata Aisyah yang melihat Yopi menunggu diatas motornya
"Halo Syaah..Nit.." sapa Yopi
"Eh..mas Yopi..mau ngajak Dinda kemana mas?" tanya Aisyah sambil tersenyum
__ADS_1
"Biasa Syaah..muter-muter ajah..sekalian takbiran" jawab Yopi
"Kamu sudah bilang belum Din?..sama orang tua kamu?..jangan kayak SOTR kemaren lho.." tanya Aisyah ke Dinda
"Udah dong Syaah..tadi sore..gua dah ngomong sama bokapnya Dinda" jawab Yopi
"Ya sudah..hati-hati ya mas..Din" ucap Aisyah
"Iya Syaah..gua pamit ya Nit..Syaah" pamit Dinda sambil naik ke atas jok motor Yopi
Aisyah dan Nita melihat motor Yopi meninggalkan halaman masjid. Mereka melanjutkan jalannya menuju ke rumah Aisyah
"Mbaaak..mbak Aisyah.." panggil seseorang dari belakang
Ternyata Rudi yang memanggil Aisyah
Aisyah pun berhenti dan menoleh kebelakang
"Eh..Rudi?..ada apa Rud?" tanya Aisyah
"Mbak mau pulang?" tanya Rudi
"Iya.." jawab Aisyah
"Ayuk..saya anterin mbak"
Aisyah yang tidak enakan..akhirnya membiarkan Rudi mengantar dirinya dan Nita pulang
"Mbak nggak bawa motor?" tanya Rudi
"Nggak..sama ibu..saya nggak boleh bawa motor"
"Kalau gitu..saya boncengin ya mbak?..sebentar"
Belum sempat Aisyah membuka mulutnya..Rudi sudah berlari kembali ke halaman masjid..untuk mengambil motornya
"Beneran Syaah..tuh anak suka sama kamu" kata Nita
"Aah..kamu bisa ajah Nit.."
Nita mengajak Aisyah untuk kembali jalan..tanpa menunggu Rudi yang sedang mengambil motornya. Tak lama..Rudi kembali dengan motor sportnya
"Ayuk mbak..saya boncengin pulang" ajak Rudi
"Terima kasih Rud..saya juga nggak boleh dibonceng pake motor sama ibu saya..lagi pula..rumah saya sudah kelihatan tuh.." tolak Aisyah secara halus
Rudi pun tampak kecewa dengan penolakan Aisyah
"Mendingam kamu anterin Nita pulang tuh..kasihan dia..pulangnya sendiri" kata Aisyah
"Ya udah deh..ayuk mbak..saya anterin" ajak Rudi pada Nita
"Nggak apa-apa nih Rud?" tanya Nita sambil tersenyum
"Ayuk mbak..nyantai ajah"
Nita lalu naik ke atas motor Rudi
"Saya jalan dulu ya mbak.." pamit Rudi
"Iya..hati-hati ya Rud"
"Gua duluan ya Syaah" pamit Nita sambil mengedipkan matanya pada Aisyah dan memberikan kode ok
Aisyah melambaikan tangannya sambil tersenyum. Rudi langsung menjalankan motornya mengantarkan Nita pulang
Aisyah melanjutkan jalannya
Setibanya dirumah..dia lihat mobil nya Toni sudah tidak ada di carport
"Sudah pada bubar ya pak?" tanya Aisyah pada pak Edi
"Sudah mbak..sudah pada pulang" jawab pak Edi
Aisyah melihat ke halaman belakang sudah sepi..dia lalu masuk dan menuju ke arah kamar tamu yang ditempati oleh bu Rini dan keluarga
Dia lihat sepertinya bu Rini sudah tidur..dia tidak bisa membangunkan Bima..untuk menemani dia tidur dikamarnya. Dengan perasaan was-was..dia menaiki tangga menuju ke kamarnya..dia masih kepikiran rencana Bram yang menagih upahnya malam ini
Setibanya di lantai atas..dia bernafas lega..karena di ruang keluarga lantai dua tidak ada Bram. Asiyah menuju ke kamarnya..dia buka pintu kamarnya dengan perlahan..takut-takut kalau ada Bram di dalam kamarnya
"Alkhamdulillaaaah..mas Bram nggak ada!!" batin Aisyah sambil menarik nafas lega
Tiba-tiba..dari belakang..dengan cepat Bram membopong Aisyah dan membawanya masuk ke dalam kamarnya
"Mas Braaam...lepasin mas!!!" ucap Aisyah sambil memberontak di gendongan Bram
Bram membanting Aisyah di ranjangnya..Aisyah buru-buru beringsut menjauh Bram. Bram menutup pintu kamar Aisyah dan menguncinya..dia cabut anak kuncinya dan dia kantongi
"Mas mau ngapain?" tanya Aisyah sambil sembunyi di balik selimut
Bram diam..dia mendekati ranjangnya sambil menyeringai
"Saya bukan Bram!!" kata Bram sambil membuka kaosnya dan dia buang ke samping
Aisyah makin ketakutan melihat Bram yang membuka bajunya
"Saya setan yang menghuni kamar ini..huahahahahahaha!!!"
Bram loncat ke ranjangnya Aisyah dan berdiri di depan Aisyah yang ketakutan. Tiba-tiba..Bram menelungkupkan badannya dan mengeram
"Aiiing mah maaaaacaaaan...aaauummm!!"
"Massss!!" teriak Aisyah ketakutan
"Aing kuat karena aing makan Bisk*at!!..jadi sekuat macan!!" kata Bram sambil memamerkan ototnya
Spontan Aisyah tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Bram..Bram tersenyum melihat Aisyah yang tertawa. Bram lalu menjatuhkan badannya di depan badan Aisyah..Aisyah berteriak
"Kamu tadi ngatain mas apaan heh??" tanya Bram sambil merangkak mendekati Aisyah
"Hihihi..nggak masss..ampuuunn.."
Aisyah menutup mukanya dengan selimut
Aisyah berteriak tak kala Bram mengincar badan Aisyah yang ditutupi oleh selimut untuk dia gigit
"Setannya ngamuk..hoaaam..setannya mau makan.." goda Bram yang masih mengincar badan Aisyah
"Ampuuun masss.." teriak Aisyah dari balik selimutnya
Bram bangun dan dia sibak selimut yang menutupi badan Aisyah. Begitu terbuka..Bram langsung menghimpit Aisyah
"Masss....ampun mas.." kata Aisyah di sela tawanya
Bram menekan tangan Aisyah disamping kepalanya
"Mas mau minta upahnya sekarang"
"Mas minta apaan upahnya?"
"Yang kamu janjiin kemarin.."
"Aisyah mau diapain sama mas?" tanya Aisyah
"Terserah mas dooong.." jawab Bram sambil tersenyum
"Mas jangan macem-macem ya mas..dosa mas"
Aisyah langsung memejamkan matanya..begitu tahu Bram memajukan wajahnya ke arah dirinya
Cup
Bram lalu mengecup kening Aisyah dengan lembut. Aisyah berteriak kaget ketika Bram mengangkat badannya hingga dia kini berada di atas badan Bram
"Mas?" tanya Aisyah
"Mas ngambil upahnya nanti ajah..kalau kamu sudah resmi jadi istri mas.."
Aisyah tersenyum..kini ganti dia himpit tangan Bram di sebelah kepalanya
"Kok nggak sekarang mas?" tanya Aisyah
"Nggak..mas sudah berjanji ke diri mas sendiri..untuk bersabar ngunyeng-ngunyeng kamu..sampai harinya tiba" jawab Bram
"Beneraaan??" goda Aisyah
"Kamu jangan mancing-mancing yaah..kalau mas ladenin..nanti kamunya nangis lagi.." kata Bram yang melihat mata Aisyah menatap matanya tanpa berkedip
"Siapa takut?"
Aisyah menegakkan badannya..dia buka pasminanya dan dia buang ke arah muka Bram
Bram singkirkan pasmina Aisyah yang jatuh di mukanya
"Yaaaaang???" tanya Bram yang heranĀ melihat Aisyah membuka kancing bajunya satu persatu dan dia biarkan Bram melihat BH nya dari balik bajunya yang terbuka
Begitu Aisyah akan membuka bajunya
"Teeeh..teteeeeh.."
Aisyah mendengar suara Bima memanggil dirinya dari depan pintu kamar
"Ii..iya dek.." jawab Aisyah sambil turun dari atas badan Bram
Dia segera mengancingkan kembali bajunya yang sudah terbuka. Setelah merasa sudah rapi..Aisyah membuka pintu kamarnya. Dia lupa kalau pintu dikunci oleh Bram dan kuncinya di kantongi olehnya
"Mas..kuncinya?" pinta Aisyah
Bram mengiming-imingi anak kunci kamar Aisyah sambil tersenyum di ranjang Aisyah
Aisyah segera menghampiri Bram. Bram langsung menyembunyikan kunci kamar Aisyah begitu Aisyah mau mengambilnya
"Masss!!..siniin kuncinya!!..kasihan Bima nungguin" kesal Aisyah
"Cium dulu" pinta Bram
Aisyah segera mengecup bibir Bram dan mengambil kunci kamarnya dari tangannya Bram
"Katanya teteh minta ditemenin sama Bima?" tanya Bima begitu Aisyah muncul di balik pintu
"Oooh..ii..iya..teteh lupa.." jawab Aisyah
Aisyah memberikan kode kepada Bram agar sembunyi. Bram yang masih terbaring di ranjang Aisyah hanya diam sambil tersenyum
"Mass!!" kata Aisyah sambil melirik ke arah Bram
Bima langsung masuk ke dalam kamar
"Eeh..ada mas Bram?" tanya Bima
"Iya dek..mas nemenin teteh..soalnya dedek belum dateng.." jawab Bram sambil bangun dan mengambil bajunya yang tergeletak di lantai
Aisyah jadi salah tingkah karena Bima melihat Bram berada di kamarnya
"Tadi dedek kemana sih?..kirain teteh dedek sudah tidur..mangkanya teteh minta temenin mas Bram dulu" tanya Aisyah
"Tadi dedek diajak mas Toni keliling-keliling teh..takbiran" jawab Bima sambil menoleh ke arah Aisyah
"Ya sudah..sekarang gantian dedek ya?..yang nemenin teteh" kata Bram sambil keluar dari dalam kamar Aisyah
Bram masuk ke dalam kamarnya..dia masih mendengar..mamahnya berbicara dengan tante Rini di bawah. Setibanya di kamarnya..Bram segera merebahkan badannya
Dia pandangi langit-langit kamarnya sambil membayangi kejadian barusan di kamar Aisyah
"Aisyaaah...Aisyah..kamu kok godain mas terus sih?" batin Bram sambil tersenyum
Bram hampir saja melihat dada Aisyah..kalau tidak ada Bima yang memanggil Aisyah
__ADS_1
Tanpa terasa..mata Bram terpejam dengan sendirinya