Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
53.Serah Terima


__ADS_3

Bram menggeliat bangun..dia buka matanya..dan dia lihat..Aisyah sudah tidak ada disampingnya. Di meja samping ranjangnya..dia lihat segelas kopi hitam dan air putih sudah tersedia..Bram pun tersenyum..Aisyah sudah membuatkan kopi untuknya. Setelah meminum air putih sampai habis..dia lalu keluar sambil membawa gelas kopinya ke teras depan


"Pagi mas Bram.." sapa Lilis yang tengah menyapu lantai


"Pagi teh..Aisyah mana teh?" tanya Bram


"Teteh tadi keluar mas..sama nenek..mau olah raga katanya" jawab Lilis


Bram lalu menuju ke teras..di teras..embun masih nampak belum hilang dari atas pucuk-pucuk daun teh yang tampak menghijau


Setelah menaruh kopinya di meja..dia kemudian meluruskan badannya yang agak kaku dan pegal. Bram membalas sapaan dari para ibu-ibu yang ada diatas mobil pickup..yang tengah bersiap-bersiap berangkat untuk memetik daun teh. Bram hirup kopi hitamnya yang sudah agak hangat dan tidak lupa dia nyalakan rokoknya. Dia lalu turun ke halaman dan menarik nafasnya dalam-dalam..untuk menukar isi paru-parunya dengan udara segar daerah pegunungan


Dari arah atas..dia melihat Aisyah berjalan bersama nenek Yati menelusuri jalan diantara pohon teh. Mata Bram terbelalak terpesona..karena dia melihat pagi ini Aisyah berbeda dari biasanya..dia mengikat rambutnya dengan model kuncir buntut kuda


"Oh my God!!..cantik sekali kamu Syaah.." guman Bram lirih


Aisyah melambaikan tangannya..begitu dia melihat Bram berdiri di halaman..Bram membalas lambaian tangan Aisyah. Bram lihat Aisyah mengenakan celana training dan berbalut jaket sport


"Mas udah bangun?" tanya Aisyah begitu sampai di halaman


Bram menganggukan kepalanya


"Kamu mau nenek bikinin apaan Bram?..buat sarapan?" tanya nenek Yati


"Terserah nenek" jawab Bram


"Nasi goreng yaah?"


"Iya nek.."


"Mas..kita jalan-jalan pagi yuuk..tadi Aisyah ngeliat sungai deh mas.."


"Dimana?"


"Di bawah bukit sebelah sana mas..ayuk.." ajak Aisyah


"Bram jalan dulu ya nek.." pamit Bram


Bram lalu mengikuti Aisyah untuk berjalan pagi menyusuri perkebunan teh milik kakeknya. Bram yang berjalan di belakang Aisyah memperhatikan lekuk tubuh Aisyah yang terlihat jelas di balik baju olah raganya..Bram menelan ludahnya..melihat bentuk tubuh Aisyah yang bagus dan indah dipandang mata


"Tuh mas..sungainya dibawah sana.." tunjuk Aisyah begitu sampai di salah satu puncak bukit


Aisyah tersentak kaget..begitu Bram memeluk pinggangnya dari belakang


"Kamu kok pagi ini cakep banget sih Yaang?" kata Bram sambil mempererat pelukannya


"Masss..malu ih dilihat orang" kata Aisyah


Aisyah merinding kegelian..ketika bibir Bram mengecup tengkuknya yang terdapat beberapa anak rambutnya


"Geli masss.." kata Aisyah yang menggelinjang kegelian


Bram hanya diam..dia makin menjelajahi setiap jengkal leher Aisyah dengan bibirnya


"Masss..sudah yaaah...malu nanti dilihat orang.." kata Aisyah sambil melepaskan pelukan Bram dan memutar badannya


Bram hanya tersenyum melihat muka Aisyah merona merah..dia pandangi tubuh Aisyah sambil dia pegang kedua tangannya


"Kenapa sih mas?" tanya Aisyah


"Kamu sadar nggak sih?..kalau kamu punya badan bagus bener?" kata Bram yang melihat Aisyah dari ujung rambut sampai ujung kakinya


"Dah aah..mas malah ngelantur..ayuk kita kebawah mas.." ajak Aisyah sambil menarik tangan Bram


Sampailah mereka di pinggir sebuah sungai yang membelah perkebunan teh kakek Ndaru


Aisyah segera meraup mukanya dengan air sungai yang bening


"Huaaaaah...seger mas!!" kata Aisyah


Bram pun mengikuti meraup mukanya dengan air sungai..tiba-tiba..dia terkejut tak kala Aisyah menyipratkan air sungai ke badannya


"Mas belum mandi kan?"


Aisyah kembali menyipratkan air ke badan Bram..Bram pun menutup cipratan air dengan kedua tangannya. Aisyah yang tertawa melihat Bram yang kelimpungan menghindari cipratan air darinya. Bram pun membalas menyipratkan air sungai ke arah Aisyah


Setelah puas bermain di sungai.mereka pun kembali jalan menyusuri kebun teh..mereka membalas sapaan dari para ibu-ibu yang tengah memetik pucuk daun teh


Terdengar handphone Aisyah berdering


"Assallamuallaikum kek..Aisyah sama mas Bram kek..jalan pagi di kebun teh..ooh..jam sembilan?..iya kek..kami pulang sekarang..waallaikumsallam"


"Kakek kenapa Yaang?" tanya Bram


"Kita disuruh pulang mas..soalnya nanti jam sembilan..kita mau ke pabrik teh.."


"Ya udah..kita pulang sekarang"


Mereka pun memutar untuk kembali ke rumah kakek Ndaru


"Mass.." panggil Aisyah


"Apa?" jawab Bram


"Gendong dong mas..Aisyah capek nih.." pinta Aisyah


"Haaah?..gendong?..nggak mau!!" jawab Bram


Aisyah langsung jongkok dan memeluk lututnya


"Mas maaah..huft..huft..kaki Aisyah pegel nih mas..mas Brammm!!" panggil Aisyah yang melihat Bram tidak menghentikan langkahnya


Bram pun berhenti..dia putar badannya..dia lihat Aisyah masih berjongkok di belakang. Bram hanya bisa menghela nafasnya melihat Aisyah merajuk minta digendong olehnya


"Badan kamu kan berat Yaang..memangnya mas nggak capek?..gendong kamu?"


"Kaki Aisyah pegel nih mas...huft" rengek Aisyah


"Mas tinggal yaah?" kata Bram sambil berbalik


"Mas Brammm!!..huft..huft..mas!!"


Aisyah ambil segenggam tanah dan dia lempar ke arah Bram


"Mas Brammm!!" panggil Aisyah


Bram berhenti lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..dia pun kembali menghampiri Aisyah yang masih saja jongkok dan memunggungi Aisyah


"Ayuk naik.." kata Bram sambil jongkok


Aisyah pun tertawa senang..dia langsung naik ke punggung Bram. Setelah Aisyah naik di punggungnya..Bram lalu berdiri dan mulai berjalan..Bram tersenyum..karena kali ini Aisyah yang berada di gendongannya memeluk lehernya..otomatis dada Aisyah menempel di punggung Bram


"Kamu kok sekarang manja banget sih Yaang?..baru jalan begini ajah dah minta gendong.."


"Iiiih..biarin kenapa sih mas..memangnya minta gendong sama calon suami?..nggak boleh?" tanya Aisyah


Bram pun tertawa geli


"Gendong depan yaak?..kayak waktu di Dago kemaren?"


"Nggak mau!!..malu kan mas kalau dilihat orang.."


"Kalau dirumah..mau yaah?" tanya Bram


"Nggak mau!!.." jawab Aisyah singkat


"Laah..kok masih nggak mau juga?..kenapa sih Yaang?" tanya Bram


"Kalau gendong Aisyah didepan..nanti mas kan jadi horny..terus kalau mas nanti horny..bisa gawat!!" jawab Aisyah


Bram kembali tertawa geli mendengar jawaban Aisyah


"Mas kan gampang horny..tadi ajah mas maen meluk Aisyah.."


"Nggak tahu nih Yaang..mas kalau dideket kamu..maunya nggusel-nggusel terus.." kata Bram sambil tertawa


Para ibu-ibu para pemetik teh yang melihat Bram menggendong Aisyah pada tersenyum geli..Bram hanya memberikan senyumannya pada para ibu-ibu


"Aya naon neng?" tanya salah satu ibu-ibu


"Capek bu.." jawab Aisyah


"Kolokan bu!!" potong Bram


"Mas maaah!!" sewot Aisyah sambil memukul pundak Bram


Ibu-ibu pada tertawa geli


"Yang sabar ya Jaaaang.."


Bram pun tertawa geli..hanya Aisyah yang menekuk mukanya karena diledek oleh Bram. Tak terasa mereka sebentar lagi akan sampai di rumah kakek Ndaru


"Aisyah turun dulu mas.." pinta Aisyah


"Kenapa Yaang?..mas masih kuat gendong kamu sampai ke dalam.."


"Aisyah malu sama kakek dan nenek mas.."


"Biarin ajah.."


"Mass!!..Aisyah mau turun mas"


Bram tidak mendengarkan permintaan Aisyah yang mau turun dari gendongannya..dia tetap berjalan menuju ke rumah kakek Ndaru


Di teras..kakek Ndaru dan nenek Yati tertawa geli..melihat Bram menggendong Aisyah..muka Aisyah merona merah karena malu dilihat kakek Ndaru dan nenek Yati..dirinya di gendong oleh Bram


"Assallamuallaikum kek..nek.." sapa Bram sambil menurunkan Aisyah dari punggungnya


"Waallaikunsallam..kamu capek ya teh?..sampai minta digendong sama Bram?" tanya nenek Yati sambil tersenyum


"Iya nek.." jawab Aisyah sambil tersipu malu


"Kalian buruan mandi giih..habis itu sarapan..Lilis sudah buatin nasi goreng buat kalian.." kata nenek Yati


"Baik nek.." jawab Bram dan Aisyah berbarengan


"Nanti jam sembilan kita jalan ke tempatnya Tatang ya teh.." kata kakek Ndaru


"Iya kek.." jawab Aisyah


Mereka lalu masuk kedalam..untuk mandi dan sarapan


.


__________________


.


Mobil Toyota Landcruisser hijau..milik kakek Ndaru berjalan memasuki perkebunan teh..mobil berjalan menanjak di jalan tanah dan agak berbatu


"Kek..kakek tahu makamnya kakek Ndaru sama nenek Galuh?" tanya Aisyah


"Tahu teh..kamu mau kesana?"


"Iya kek"


Badan mereka yang berada didalam mobil sedikit terguncang saat melewati kondisi jalan yang agak bergelombang


"Kalau pake mobil kamu..nggak bakal bisa jalan teh..mobil yang lewat jalan sini harus mobil 'Laki-Laki'.." kata kakek Ndaru yang duduk di depan sebelah Husin yang mengendarai mobil


Bram dan Aisyah yang duduk di belakang..melihat ke arah luar..yang dikanan kirinya tumbuh pohon teh


"Ini semua kepunyaan kakekmu teh.." kata kakek Ndaru sambil membetulkan kaca mata hitamnya


Tak terasa mobil memasuki halaman pabrik..Husin segera memarkirkan mobilnya didepan kantor. Kakek Ndaru,Bram dan Aisyah segera masuk ke dalam..di dalam mereka telah disambut oleh Mira..sekretaris pak Tatang


"Selamat pagi abah.." sapanya


"Pagi.." jawab kakek Ndaru


"Ini pasti teh Aisyah yaah?..kenalkan saya Mira..sekretaris pak Tatang teh" ujar Mira sambil mengulurkan tangannya


Aisyah pun menyambut uluran tangan Mira


"Ini..mas Bram?" tanya Mira pada Bram


"Iya mbak.." jawab Mira


"Kenalin mas..saya Mira.." salam Mira yang dibalas dengan jabatan tangan Bram


"Mari masuk.." ajak Mira

__ADS_1


Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan yang didalam sudah menunggu pak Tatang dan seorang Notaris


"Selamat pagi abah.." sambut pak Tatang seraya menghampiri kakek Ndaru dan mencium tangannya


"Ini teh Aisyah?" tanya pak Tatang


"Iya pak.." jawab Aisyah sambil menjabat tangan pak Tatang


"Salam kenal teh..saya Tatang..yang mengurusi pabrik teh ini..sesuai amanat kakek teteh..abah Nandar..ini mas Bram pasti?" tanya pak Tatang pada Bram


"Iya pak.." jawab Bram yang juga menjabat tangan pak Tatang


"Mari..silahkan duduk..kenalkan ini pak Rusdi..notaris yang akan membantu kita dalam serah terima hak waris ini"


Pak Rusdi berdiri dan menyalami tangan Aisyah,kakek Ndaru dan Bram


"Teteh..kenalkan saya Rusdianto..saya yang diserahkan amanat oleh abah Nandar..kakek teteh..untuk mengurus warisan abah Nandar untuk cucunya kelak" kata pak Rusdi sambil tersenyum


Mereka lalu duduk di bangku yang sudah tersedia


"Sebelum kita mulai..saya mau tanya ke teteh Aisyah terlebih dahulu..bagaimana kabarnya teh sekarang?" tanya pak Tatang sambil tersenyum


"Alkhamdulillah pak..saya sehat.." jawab Aisyah


"Syukur kalau begitu..seandainya saya tahu keberadaan teteh dari dulu..mungkin saya sudah serahkan apa yang sudah menjadi hak teteh selama ini..saya sampai merasa putus asa dalam mencari keberadaan teteh..sampai abah Ndaru memberi kabar ke saya..kalau teteh selama ini tinggal di Jakarta dan kebetulan..menjadi calon istri dari mas Bram..cucunya abah Ndaru.." kata pak Tatang


"Iya pak..sebelumnya saya ucapkan terima kasih pada bapak..karena bapak sudah menjalani pabrik ini..sesuai dengan amanat kakek saya..dan saya sudah lihat..laporan keuangan pabrik ini kemarin..saya ucapkan terima kasih sama bapak.." ujar Aisyah


"Saya hanya menjalankan apa yang sudah diamanatkan oleh abah Nandar pada saya teh..saya menjalankan pabrik ini..saya anggap sebagai balas budi saya pada abah Nandar..karena sudah sudi menampung saya disini.."


Pak Tatang mengalihkan pandangannya ke arah pak Rusdi..pak Rusdi memberikan sebuah map ke pada Aisyah


"Teteh dibaca dulu akte serah terima hak waris atas pabrik dan kebun teh..peninggalan abah Nandar.." kata pak Rusdi


Aisyah lalu membuka map itu dan membaca akte yang ada di dalamnya


"Kalau sudah..kakek lihat teh.." kata kakek Ndaru


Aisyah memberikan map yang berisikan akte pada kekek Ndaru


"Teteh bisa tanda tangan di bawahnya..diatas materai" kata pak Rusdi


Aisyah lalu menandatangani akte serah terima hak waris


"Sama satu lagi teh.." kata pak Rusdi sambil menaruh sebuah akte serah terima di depan Aisyah


"Ini apa pak?" tanya Aisyah


"Sebuah warisan abah Nandar yang lainnya teh..yang berbentuk sebuah lahan peternakan sapi di Lembang" jawab pak Rusdi


"Kakek punya peternakan sapi?" tanya Aisyah


"Iya teh..peternakan itu dikelola oleh pak Ikhsan..kebetulan beliau tidak bisa hadir disini..tapi beliau kirim salam sama teteh..teteh ditunggu untuk main ke sana oleh pak Ikhsan"


Aisyah menandatangani akte serah terima warisan kakek Nandar yang lain..yang berbentuk sebuah peternakan sapi


"Terima kasih saya ucapkan pada pak Tatang..pak Rusdi..yang sudah membantu dan meluangkan waktunya untuk acara pertemuan ini..dan untuk mengenai pengawasan dan operasional pabrik dan kebun teh ini ke depannya..tetap saya serahkan pada pak Tatang dibawah pengawasan kakek Ndaru..karena bagaimana pun juga bapak lebih tahu seluk beluknya soal itu..dibanding saya.." kata Aisyah sambil menatap pak Tatang dan pak Rusdi secara bergantian


Pak Tatang menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Bapak bisa melaporkan hasilnya pada kakek Ndaru..setiap bulannya.."


"Baik teh..saya ucapkan terima kasih pada teteh atas kepercayaan yang teteh berikan pada saya.."


Aisyah dan pak Tatang kemudian berdiri dan saling berjabat tangan


"Mengenai balik nama atas semua aset perusahaan..dari nama abah Nandar menjadi atas nama teteh..besok akan saya kerjakan di kantor teh..dan akan saya kasih kabar ke teteh..kalau semua sudah selesai" kata pak Rusdi


"Baik pak..terima kasih" jawab Aisyah


Braaak


Tiba-tiba..pintu ruang metting terbuka dengan kasar..dan masuklah seorang pemuda kisaran berumur 30 tahunan dengan tatapan gusar dan marah


"Jangan kasihkan pabrik ini pada mereka Yah!!" ucapnya dengan nada tinggi


"Saya tidak setuju!!" katanya sambil menutup pintu dengan membantingnya


Braaaak


Yang ada didalam ruang metting terperanjat kaget sambil menatap heran dan penuh tanda tanya pada sesosok pemuda yang langsung masuk dan langsung menyela pertemuan itu. Kecuali pak Tatang..dia terlihat menahan geramnya..melihat tingkah pemuda itu


"RONAAALDD!!" hardik pak Tatang


"Jaga sikap kamu!!" sambung pak Tatang dengan geramnya


Tak lama kemudian..masuklah dua orang security


"Dadang..Somad..bawa Ronald keluar segera!!" perintah pak Tatang pada dua orang security yang baru masuk


"Baik pak!!" jawab mereka berdua


Mereka lalu menahan badan Ronald yang berusaha menghampiri meja


"Mereka tidak tahu perjuangan kita yah!!..mereka hanya tahu untungnya saja!!" teriak Ronald


"Cepat bawa dia keluar dari sini!!" perintah pak Tatang


Kemudian kedua anggota security itu segera meringkus dan membawa keluar Ronald yang masih saja teriak dengan ocehannya


"Maafkan atas kelakuan anak saya abah..teteh.." kata pak Tatang


"Iya Taang..tidak apa-apa" jawab kakek Ndaru


"Mari silahkan duduk kembali" pinta pak Tatang


Masuklah Mira ke dalam ruangan


"Pak..makan siang sudah siap.." kata Mira


"Baik Mir..terima kasih..abah..teteh..mas Bram..mari kita santap siang dulu..mari" ajak pak Tatang


Lalu mereka keluar dari dalam..dan mengikuti Mira yang mengarahkan mereka ke sebuah ruangan yang di persiapkan khusus untuk jamuan makan siang. Pak Tatang mempersilahkan tamunya untuk duduk dan menikmati jamuan makan siang ala Sunda


"Teteh..maaf..saya ada satu masalah yang mengganjal hati saya selama ini.." ujar pak Tatang disela makan siangnya


"Iya pak.." jawab Aisyah


Pak Tatang mengalihkan pandangannya ke arah Mira..Mira segera memberikan selembar kertas kepada pak Tatang


"Entin Puspa Rengganis nama lengkapnya teh..abah Nandar selalu mentransfer sebesar 5 juta rupiah..setiap bulannya..dan setelah abah wafat..saya tidak melanjuti transaksi itu..karena saya tidak tahu..itu rekening siapa..dan buat apa?" kata pak Tatang


"Iya pak..itu nomor rekening ibu saya..kakek dulu selalu mentransfer ke rekening ibu saya.." ujar Aisyah


"Ooh..itu nomor rekening ibu teteh?..maafin saya teh..saya tidak tahu..soalnya abah Nandar dulu tidak pernah cerita ke saya.." ujar pak Tatang


"Tidak apa-apa pak..kakek dulu menjadi donatur di yayasan tempat ibu dulu ditampung.."


"Yayasan apa itu teh?..kalau saya boleh tahu.." tanya pak Tatang


"Yayasan Yatim Piatu Cempaka pak.." jawab Aisyah


Setelah makan siang..pak Tatang mengajak Aisyah beserta kakek Ndaru berkeliling melihat-lihat kawasan pabrik teh..sedangkan Bram tinggal di saung yang berada di samping kantor..sambil menikmati kopi hitamnya. Dia lihat suasana pabrik yang sekarang sudah sah menurut hukum menjadi milik Aisyah


Hingga matanya berhenti di sebuah bangunan yang mirip gudang yang pintu depannya terbuka..dia merasa terusik melihat sebuah mobil yang ditutupi oleh kain terpal berwarna hitam..Bram lalu menghampiri mobil tersebut..sesampainya disana..dia sibak bagian depan mobil itu yang tertutup kain terpal


"Landrover.." ucap Bram lirih


Bram segera menyibak kain terpal yang membungkus sekujur bodi mobil tersebut


Tampak didepan matanya Landrover Defender berwarna putih kepunyaan kakek Nandar..yang kemarin dia lihat di kendarai oleh papahnya bersama kakek Nandar sewaktu menerawang ke masa lalu bersama Ningrum. Bram buka pintu depan mobil..dia lihat keadaan kabin mobil yang tampak masih bersih..walau sedikit tidak terawat. Bram berkeliling melihat sekujur bodi mobil yang tampak kusam tertutup debu


"Masss?" panggil Aisyah yang muncul di depan pintu gudang


"Mas ngapain?" tanya Aisyah sambil menghampiri Bram


Di depan pintu menyusul kakek Ndaru beserta pak Tatang dan Mira


"Mobil kepunyaan kakek Nandar Yaang.." ucap Bram sambil matanya tidak lepas dari mobil


Bram melihat pak Tatang dan kakek Ndaru menghampirinya


"Mobilnya masih bisa nyala pak?" tanya Bram


"Nggak tahu mas..semejak abah Nandar wafat..saya tidak berani menyentuh mobil ini..jadi saya simpan saja disini" jawab pak Tatang


"Kuncinya dimana pak?"


"Ada dirumah saya mas..kenapa mas?"


"Kalau boleh..mobil ini mau saya bawa ke Jakarta pak..mau saya perbaiki.." kata Bram sambil menatap pak Tatang


"Boleh mas..ini kan peninggalan abah Nandar..jadi mas Bram bisa membawa mobil ini ke Jakarta" jawab pak Tatang sambil tersenyum


Bram lalu menghubungi seseorang melalui teleponnya. Pak Tatang mengajak kakek Ndaru untuk kembali ke kantor. Sementara Aisyah tampak melihat-lihat ke sekeliling gudang


"..bisa kan bro?..daerah Lembang..di pabrik teh..pabrik teh Nandar..ntar gua share lokasinya..iyaa..okeh..gua tunggu disini yaah..iya..thankyou bro.."


Bram lalu memasukan kembali handphonenya ke saku celananya


"MASSS!!...MAS BRAMMM!!"


Bram terperanjat kaget..karena Aisyah berteriak memanggil namanya


"Yaaang??..kamu dimana?" panggil Bram


"Disini mas..di belakang mobil..cepetan masss!!"


Bram segera bergegas ke belakang mobil..setibanya disana..dia melihat Aisyah berdiri di pojokan..dia heran melihat Aisyah mukanya pucat dan berdiri mematung..tidak bergerak


"Kamu kenapa Yaang?" tanya Bram sambil memghampiri Aisyah


"Iii..iitu masss...a..ada..ko..kodok" tunjuk Aisyah yang memejamkan matanya sambil menunjuk ke arah kolong mobil


Bram pun sontak tertawa terbahak-bahak.. ternyata Aisyah melihat kodok didepannya


"Hahahaha..kirain mas ada apaan?" gelak Bram


"Mass..usiiir mas...usir kodoknya!!" pinta Aisyah


Bram lalu jongkok dan dia ambil kodok itu dan dia unjukan ke arah Aisyah


"Nih Yaang..kodoknya"


Aisyah menjerit..begitu dia lihat Bram menunjukan kodok di depan mukanya


"Aaaaah..mas Braaaaam!!!.." jerit Aisyah begitu dia buka matanya..tahu-tahu ada kodok yang Bram pegang di ajukan ke arah dirinya


Aisyah langsung berlari menghindar dari hadapan Bram..Bram yang tertawa dia ikuti Aisyah yang berlari mengitari mobil..guna menghindar dari kejaran Bram


"Masss..udah apa mas..Aisyah capek nih.." kata Aisyah yang berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal


Bram yang tertawa..dia buang kodok yang ada di tangannya..dia lalu menghampiri Aisyah


"Daah tuh..kodoknya udah mas buang"


Begitu Bram mendekati dirinya..Aisyah langsung memukul dada Bram dengan kesal


"Hiiiih!!..mas demen banget sih!!..sudah tahu Aisyah paling takut sama kodok..malah diunjukin ke muka Aisyah!!" sewot Aisyah


"Hehehehe..katanya kamu nggak takut sama kodok?" ucap Bram yang tersenyum geli


Aisyah hanya mengerucutkan bibirnya menjawab ledekan Bram..Bram langsung memeluk Aisyah


"Orang kalau suka ngambek..cepet tua tahu Yaang.." goda Bram


"Biariiiin!!.." kata Aisyah sambil membuang mukanya kesamping


Bram langsung memeluk Aisyah dengan eratnya..guna menghibur Aisyah yang masih marah..karena di goda oleh dirinya


.


__________________


.


Mobil Towing tampak memasuki gerbang pabrik teh Nandar..Bram yang menunggu di pos segera menghampiri sebelah kiri dari mobil Towing tersebut


"Bramantooooo!!..ma meeen!!" sapa seorang laki-laki seumuran dengan Bram begitu turun dari dalam mobil


Bram langsung memeluknya sambil tertawa bahagia

__ADS_1


"Junooo!!..."


"Gimana kabar lu Bram?" tanya Juno sambil menjabat tangan Bram


"Baik bro!!" jawab Bram


Juno melihat ke sekeliling pabrik


"Pabrik siapa nih Bram?" tanya Juno sambil melihat-lihat suasana pabrik


"Pabrik tehnya cewek gua.." jawab Bram


"Lidya?..lu masih sama Lidya?" tanya Juno lagi


"Bukaaaan...udah putus gua ama dia..sekarang cewek gua baru men..Aisyah namanya..tuh..orangnya lagi di saung.." tunjuk Bram sambil menunjuk ke arah Aisyah yang tampak sedang berbicara di telepon


"Anjriiit..lu dapet ajah cewek kayak gitu Bram!!" ujar Juno sambil meninju bahu Bram


"Gua gitu loooh!!"


Mereka berdua pun tertawa


"Eh..ngomong-ngomong..mana mobilnya?" tanya Juno


"Ada di gudang..ayuk gua tunjukin"


Juno lalu meminta supir yang membawa mobil Towing mengikuti dirinya yang menuju ke gudang


Sesampainya disana..Juno menyuruh mobil Towingnya untuk mengambil posisi untuk menarik mobil kepunyaan kakek Nandar. Bram memperhatikan Juno yang dibantu oleh supirnya yang menarik mobil ke atas mobil Towing. Setelah selesai..Juno menghampiri Bram yang berdiri tak jauh dari dirinya


"Kayak biasanya kan?" tanya Juno


"Yoi bro..pokoknya lu bikin mobil ini kayak baru lagi yaak?..apa-apa yang mesti lu beli..beli ajah..ntar tinggal gua transfer ke rekening elu.."


"Oke bro!!" jawab Juno


Tak lama kemudian..Aisyah menghampiri mereka berdua


"Oh..iya..Yaang..kenalin nih Juno..Arjuno Wibowo lengkapnya..temen mas waktu di SMA dulu.." kata Bram


"Juno.."


"Aisyah.."


"Juno setelah lulus..langsung pindah ke Bandung Yaang..ikut orang tuanya yang pindah Dinas ke Bandung"


"Mas orang Bandung?" tanya Aisyah


"Iya mbak..orangtua saya asli Bandung.." jawab Juno


"Tiasa nyarios Sunda henteu?" tanya Aisyah


"Bisa atuh..Aisyah orang Sunda?" tanya Juno


"Iya..abdi saka Dago.." jawab Aisyah


"Heleeeh..heleeeeh...teteh teh urang Sunda nyaak?" kata Juno sambil tersenyum


Juno pun berbicara dengan Aisyah dengan menggunakan bahasa Sunda..tinggalah Bram yang kesal dengan tingkah Juno dan Aisyah..yang seolah-olah melupakan dirinya yang berdiri disamping mereka


"Pada ngomong jorok lu yaaak?" tanya Bram ketus


Juno dan Aisyah pun tertawa..melihat Bram yang kesal


"Lu kenapa sih Bram?..lu tuh juga aneh..nyokap lu kan asli Bandung..mosok lu kagak bisa ngomong Sunda sih?" ujar Juno sambil tersenyum geli


"Cikan kitu wae A..mas Bram siga kitu..kuring ambek (Biarin ajah A..mas Bram memang begitu..gede ambek..)" kata Aisyah


Juno pun tertawa terbahak-bahak..Bram makin menekuk mukanya melihat Aisyah tertawa lepas


"Kamu ngomongin mas ya Yaang?" tanya Bram


"Siapaaa?..mas ajah yang kege'eran" kata Aisyah sambil menjulurkan lidahnya


"Ya udaaah..sorry Bram..gua langsung balik yaak..udah sore kayaknya nih.." pamit Juno


"Oke Bro..thankyou yaak.." jawab Bram sambil menjabat tangan Kevin


"Teh..permisi dulu yaak.." pamit Juno pada Aisyah


"Iya A..hati-hati.."


Mobil Towing yang membawa Landrover kepunyaan kakek Nandar..bergerak keluar dari halaman pabrik..Juno melambaikan tangannya ke arah Bram dan Aisyah..mereka membalasnya


Setelah mobil Towing menghilang di tikungan..Bram dan Aisyah menuju ke kantor


.


________________


.


Sekitar jam 3 sore..mobil kakek Ndaru meninggalkan area pabrik teh Nandar. Mobil Toyota Landcruisser kembali menelusuri jalanan tanah dan berbatu..hingga mobil itu memasuki sebuah halaman..seperti area pemakaman pribadi. Setelah mobil berhenti..mereka lalu memasuki ke dalam area pemakaman yang terdapat hanya dua pusara di dalamnya..pusara kakek Nandar dan nenek Galuh. Area pemakaman tampak terawat rapih dan bersih..diatas pusara dipasang cungkup untuk menutupi kedua pusara dari panas dan hujan. Aisyah langsung berjongkok disisi makam kakek Nandar dan membaca doa untuk keduanya. Bram melihat-lihat ke sekitar area pemakaman dan dia lihat atap pabrik teh terlihat di bawah area pemakaman kakek Nandar. Bram lihat kakek Ndaru sedang membersihkan atap cungkup dari daun-daun kering pohon randu yang tumbuh di luar area makam. Bram berpikir..kalau di malam hari..suasana disini pastilah terkesan angker..karena pohon randu tumbuh rimbun disisi makam..dia lalu menghampiri kakek Ndaru sambil menyalakan rokoknya


"Pak Tatang..sepertinya yang ngurusin makamnya kakek Nandar ya kek?" kata Bram sambil ikut membersihkan ranting dan daun-daun dari atap cungkup


"Iya Bram.." jawab kakek Ndaru


Setelah dirasa bersih..kakek Ndaru menyalakan rokok lisongnya


"Bram?.." panggil kakek Ndaru


"Iya kek.." jawab Bram sambil menoleh ke arah kakeknya


"Kakek lihat kok..Aisyah sekarang berbeda ya Bram?.." kata kakek Ndaru sambil menghisap lisongnya sambil melihat ke arah Aisyah


"Beda gimana kek?" tanya Bram heran


"Auranya sekarang..berbeda waktu kakek terakhir ketemu dengan dia di Jakarta kemarin.." kata kakek Ndaru yang tidak melepaskan pandangannya ke Aisyah


"Maksud kakek?"


"Iya..auranya sekarang mirip aura seorang Ratu Bram..aura emas menyelimuti Aisyah.."


Bram tersenyum sambil melihat ke Aisyah yang masih tampak khusuk berdoa


"Kamu sekarang..harus jagain Aisyah hati-hati yaah..nggak nutup kemungkinan dia diincar oleh orang-orang yang tahu mengenai auranya sekarang"


"Kakek tahu soal gitu-gituan?" tanya Bram


Kakek Ndaru tersenyum


"Tahulah Bram..kamu diikutin sama jin perempuan aja..kakek juga tahu.." kata kakek Ndaru yang tersenyum sambil menghisap lisongnya


Bram terperanjat kaget..kalau kakeknya tahu kalau dirinya diikuti oleh Ningrum


"Kamu tuh punya aura yang istimewa..yang membikin bangsa jin jadi suka sama kamu..soalnya..aura kamu juga sama seperti Aisyah..tapi aura Aisyah yang sekarang lebih kencang dari pada punya kamu" kata kakek Ndaru sambil mengusap-usap kepala Bram


Bram hanya tersenyum mendengar perkataan kakeknya


"Kamu jagain Aisyah bener-bener yaaah.." pinta kakek Ndaru


"Iya kek.." jawab Bram sambil menganggukan kepalanya


Setelah berdoa di makam kakek Nandar dan nenek Galuh..Aisyah lalu bangkit dan menghampiri Bram dan kakek Ndaru


"Aisyah sudah selesai kek.." kata Aisyah


"Ya sudah..kita pulang sekarang..keburu kesorean di jalan" ujar kakek Ndaru


Lalu mereka menuju ke mobil kakek Ndaru..untuk segera kembali ke rumah


.


_______________


.


Setelah makan malam..Bram tampak menikmati rokoknya di teras rumah kakek Ndaru..dari dalam..muncul Aisyah yang membawa segelas kopi


"Kopinya mas.." kata Aisyah sambil menaruh kopi Bram di meja


"Iya Yaang..terima kasih"


Aisyah lalu duduk di bangku sebelah Bram


"Besok kita pulangnya agak pagian ya mas.." kata Aisyah


"Kenapa?" tanya Bram


"Aisyah mau mampir ke Buah Batu dulu mas..sebelum balik ke Jakarta" jawab Aisyah


"Ooh..iya..kita mau melihat Yayasan tempat ibu dulu di tampung kan?" tanya Bram lagi


Aisyah menganggukan kepalanya


Kemudian Aisyah bangun


"Aisyah mau main ke mess dulu ya mas.."


"Mau ke tempat bu Cucum?" tanya Bram


"Iya mas..assalamuallaikum.." pamit Aisyah


"Waallaikumsallam.."


Aisyah lalu segera menuju ke mess yang berada di belakang


"Pulangnya jangan malam-malam ya Yaang.." pinta Bram pada Aisyah yang sudah berada di halaman


"Iya mas.." jawab Aisyah


Bram memperhatikan Aisyah..hingga dia menghilang di balik gudang penyimpanan daun teh. Bram lalu mengeluarkan handphonenya. Dari dalam kakek Ndaru keluar dan bergabung dengan Bram


"Aisyah kemana Bram?" tanya kakek Ndaru


"Maen ke mess kek.." jawab Bram


"Sudah jam berapa ini?" kata kakek Ndaru sambil melihat ke arah halaman


Bram lihat jam di handphonenya..dia baru sadar..kalau sekarang waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam


"Iya ya kek..tumbenan..sampai malam Aisyah maen ke mess.."


"Telpon dia Bram..suruh pulang..nggak enak sama bu Cucum..ganggu bu Cucum yang mau istirahat"


Bram lalu menghubungi Aisyah


"Kok nggak aktif?" heran Bram


"Kenapa Bram?" tanya kakek Ndaru


"Hp Aisyah nggak aktif kek..tumben bener..biasanya selalu aktif hp dia" kata Bram yang kembali menghubungi handphone Aisyah


"Kita susulin aja yuk Bram..perasaan kakek nggak enak nih.."


Bram lalu mengikuti kakek Ndaru untuk menuju ke arah mess. Setibanya di depan gerbang mess..kakek Ndaru melihat..suasana sekitar mess sepi..dan dia lihat semua pintu mess sudah pada tertutup rapat


"Jaaaang!!" panggil kakek Ndaru pada Ujang


"Sahaaa??" jawab Ujang dari dalam pos


"Eeeh..Juragan?..aya naon Juragan?" tanya Ujang sambil membuka pintu gerbang


"Naha Aisyah balik ka bumi apa henteu Jang? (Aisyah sudah pulang apa belum Jang?)" tanya kakek Ndaru


"Teteh enggeus balik Juragan..(Teteh sudah pulang Juragan)" jawab Ujang


"Haaah?..seriusan?..henteu ngabohong sia!!" tanya kakek Ndaru


"Bener Juragan..teh Aisyah enggeus balik..abdi mah henteu bohong"


"Aisyah sudah pulang Bram" kata kakek Ndaru pada Bram


Bram pun kaget dan cemas..karena dia mengetahui kalau Aisyah ternyata sudah pulang dari mess..tapi tidak sampai ke rumah


"Pulangnya sudah lama mang?" tanya Bram


"Sudah den..kira-kira satu jam yang lalu" jawab Ujang


"Duuh..kemana lagi nih Aisyah.." ucap Bram dalam hatinya yang cemas

__ADS_1


__ADS_2