Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
47.Pabrik Teh Nandar


__ADS_3

Sebuah mobil Toyota Landcruisser warna hijau army berjalan pelan dijalan menanjak dikawasan kebun teh di daerah Lembang..di jok depan kiri tampak kakek Ndaru tengah memperhatikan suasana kebon teh yang menghijau disisi kirinya


Dia hisap lisongnya dan dia semburkan asap lisong melalui bibirnya


Mobil itu berbelok ke gerbang sebuah pabrik yang bertuliskan "Pabrik Teh Nandar" yang terpampang di atas gerbang


Lalu mobil itu menuju ke sebuah kantor pengelola perkebunan teh tersebut


Kakek Ndaru turun dari mobil dan menuju ke sebuah saung yang berada di sisi bangunan kantor..disana dia telah ditunggu oleh seorang pria berperawakan gemuk dan seorang wanita muda yang menunggu di sebuah meja


"Assallamuallaikum abah.." sapa pria tersebut seraya menghampiri kakek Ndaru dan mencium tangannya


"Waalaikumsallam.." jawab kakek Ndaru


"Mari Bah..kita duduk.." ajak pria tersebut kepada kakek Ndaru


Lalu kakek Ndaru mengikuti pria tersebut untuk duduk di kursi yang berada di tengah-tengah saung


"Pak.." sapa wanita muda itu sambil menjabat tangan kakek Ndaru


"Ini Mira bah..sekretaris saya.."


Setelah menjabat tangan wanita muda tersebut..kakek Ndaru duduk di kursi


"Gimana kabarnya Bah?..damang?" tanya pria tersebut


"Alkhamdulillah Tang..sehat" jawab kakek Ndaru sambil menghisap lisongnya


"Abah..mengenai masalah warisan abah Nandar yang abah tanyakan kemaren..ini..sudah saya siapkan semua di sini abah..abah bisa periksa dokumentnya.." kata pak Tatang seraya memberikan map bening berisikan dokument ke hadapan kakek Ndaru


"Disitu ada semua laporan keuangan semenjak abah Nandar menyerahkan pabrik teh ini ke saya sampai dengan sekarang Bah..dan..demi Alloh abah..saya tidak mengurangi satu peser pun yang bukan menjadi hak saya abah.." jelas pak Tatang


"Dan ini..dokument yang perlu ditandatangani oleh teh Aisyah..untuk serah terima atas semua yang menjadi hak ahli waris teh Aisyah dari abah Nandar" kata pak Tatang sambil menyerahkan satu map dokument lagi ke kakek Ndaru


Kakek Ndaru menatap Tatang sambil tersenyum haru


"Terima kasih Tatang..atas apa yang kamu lakukan terhadap pabrik teh ini..sebelumnya saya minta maaf atas omongan saya yang kemarin.."


"Tidak apa-apa abah..saya paham akan maksud abah..begitu abah memberi kabar..kalau abah Nandar mempunyai seorang ahli waris..hati saya langsung lega abah..soalnya beban saya selama ini seperti hilang..mari bah..diminum kopinya.." kata pak Tatang


Kakek Ndaru menyeruput kopi hitam yang disajikan di meja..begitu juga pak Tatang


"Saya selama ini mencari keberadaan Mahmud abah..soalnya abah Nandar tidak pernah mau menceritakan sedikitpun mengenai Mahmud..sampai abah Nandar wafat..dan sampai suatu waktu saya mendengar kalau Mahmud bertempat tinggal di Dago..saat itu juga saya langsung ke Dago untuk menjumpai dia..tapi begitu saya sampai disana..saya hanya mendapatkan rumahnya dalam keadaan kosong dan tidak terawat bah..dan saya mendapat kabar dari orang sekitar..kalau Mahmud dan Entin telah meninggal dunia..dan mengenai putri mereka satu-satunya..teh Aisyah..sudah tidak tinggal disitu lagi..saya tanya ke orang-orang..mereka tidak ada yang tahu..dimana keberadaan teh Aisyah.." pak Tatang menghela nafasnya sejenak


"Saya sebenarnya sempat putus asa dalam mencari ahli waris abah Nandar..sampai abah memberi kabar ke saya kalau abah bertemu dengan teh Aisyah di Jakarta.." kata pak Tatang panjang lebar


"Iya Tang..Aisyah sekarang menjadi calon menantu anakku..si Yuli.." kata kakek Ndaru


"Teh Aisyah bisa kemarinya kapan abah?..buat menanda tangani dokument ini..biar nanti si Mira yang membantunya.." kata pak Tatang sambil melihat ke wanita muda di sebelahnya


Mira yang disebut namanya..menganggukan kepalanya ke kakek Ndaru


"Nanti saya tanyakan ke dia..kapan dia ada waktu untuk kesini.." kata kakek Ndaru


Kakek Ndaru lalu berdiri dan melihat-lihat suasana pabrik teh kepunyaan kakek Nandar..sahabatnya dulu


"Hasil dari pengelolaan pabrik ini..saya kembangkan abah..saya buka pabrik pengolahan minuman teh dalam kemasan..yang pabriknya ada di sebelah sana abah.." kata pak Tatang yang berdiri di samping kakek Ndaru


Kakek Ndaru melihat sebuah bangunan pabrik yang tampak seperti masih baru


Kakek Ndaru menghisap lisongnya


"Terima kasih Tang..berarti keputusan Nandar yang menyerahkan pabrik ini ke kamu..sudah benar.." kata kakek Ndaru sambil tersenyum


"Saya hanya menjalankan amanat abah Nandar saja bah..selain itu juga..ini saya anggap sebagai balas budi saya terhadap abah Nandar yang sudah mau menampung saya untuk hidup disini.." kata pak Tatang


Kakek Ndaru melihat mata pak Tatang berkaca-kaca..kakek Ndaru pun hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak pak Tatang


"Pak..bapak mau makan sekarang?" tanya Mira


"Mari abah..kita makan siang dulu.." ajak pak Tatang


Lalu mereka bertiga menuju ke arah gedung yang menjadi semacam kantin di pabrik itu


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan tersendiri yang dipersiapkan khusus oleh pak Tatang buat kakek Ndaru


Pak Tatang mempersilahkan kakek Ndaru untuk duduk di kursi yang telah disediakan


Mereka pun mulai bersantap siang dengan hidangan masakan khas Sunda


____________________


Menjelang sore..mobil kakek Ndaru keluar dari gerbang pabrik


Di pangkuannya ada sebuah tas yang berisi dokument laporan keuangan pabrik dan kebun teh kepunyaan kakek Nandar


"Tenanglah kau disana Nandar..cucumu telah mendapatkan apa yang menjadi haknya.." batin kakek Ndaru sambil melihat tas yang ada di pangkuannya


"Kudu ati-ti Sin..nuju jalanna rada awon..(Harus hati-hati Sin..jalanannya rada jelek)" pinta kakek Ndaru pada Husin yang membawa mobilnya


"Muhun bah.." jawab Husin


Suasana yang menjelang malam..membuat jalanan menjadi gelap..karena penerangan hanya mengandalkan pencahayaan dari lampu mobil kakek Ndaru


Setelah menempuh jalanan yang agak berbatu..sampailah kakek Ndaru jalanan yang beraspal


Hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam..sampailah kakek Ndaru di rumahnya


Rumah kakek Ndaru terletak ditengah-tengah kebun teh yang masih bersebelahan dengan kebun teh kepunyaan kakek Nandar


"Hatur nuhun ya Sin..(terima kasih ya Sin)" kata kakek Ndaru setibanya di halaman rumahnya


"Iya abah..sami-sami" jawab Husin


Kakek Ndaru lalu masuk kedalam rumahnya yang bergaya peninggalan Belanda..rumah khas di daerah Lembang


"Assallamuallaikum.." sapa kakek Ndaru


"Waallaikumsallam.." jawab nenek Yati seraya muncul dari dalam


"Sudah kek?..gimana?" tanya nenek Yati sambil duduk disebelah kakek Ndaru


"Alkhamdulillah nek..lancar semuanya.."


Nenek Yati bernafas lega


"Syukur alkhamdulillah.."


"Ini dokument laporan keuangan pabrik tehnya Nandar nek.." kata kakek Ndaru sambil menaruh tasnya diatas meja


Dari dalam muncul seorang wanita yang bekerja di rumah kakek Ndaru dengan membawa secangkir teh ukuran besar


"Tehnya abah.." tawarnya


"Iya Lis..terima kasih.."


Lalu wanita itu kembali kedalam


Kakek Ndaru meminum tehnya


"Aisyah kesininya kapan kek?"


"Belum kakek tanya.."


Kakek Ndaru mengeluarkan handphonenya..dia lalu mengirimkan pesan kepada Aisyah melalui WA


Lalu dia menghubungi pak Agung


"Waallaikumsallam..Gung..bapak mau ngasih info ke kamu..kalau bapak bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya Aisyah...iya...kayaknya nggak perlu..si Tatang sudah menyiapkan semuanya..iya..bapak sudah kabarin si Aisyah..iya..tinggal nunggu tanda tangannya Aisyah..semuanya akan selesai..iya..iyaa..ya sudah itu saja yang mau bapak sampaiin ke kamu..ya..waallaikumsallam.."


Lalu kakek Ndaru menaruh handphonenya di meja


"Kita makan dulu yuk kek..Lilis sudah nyiapin tuh" ajak nenek Yati


Lalu kakek Ndaru mengikuti nenek Yati menuju kedalam


__________________


Dikamar..Bram tengah bersiap-siap untuk berangkat tampak merapikan kemejanya..setelah dilihat sudah rapi Bram lalu keluar..dan dia menuju ke kamar Aisyah yang berada didepan kamarnya


"Yaaang?" panggil Bram sambil membuka pintu kamar


"Ya mas?" jawab Aisyah yang tengah memasukan laptopnya ke dalam tas


"Sudah rapi belom?"


"Sudah mas.."


Lalu Aisyah dan Bram turun menuju ke meja makan..disana mereka telah ditunggu oleh kedua orangtua Bram


"Pagi Braam..pagi teeh.." sapa bu Yuli


"Pagi mah.." jawab Bram sambil mencium pipi mamahnya dan papahnya


"Pagi bu.." jawab Aisyah sambil mencium tangan bu Yuli..tapi setelah Aisyah menciumnya..tanganya tidak dilepaskan oleh bu Yuli..Aisyah memandang bu Yuli dengan tatapan heran


"Pipi ibu belom kamu cium" pinta bu Yuli sambil tersenyum


Aisyah pun tersenyum geli..dia lalu mencium pipi bu Yuli bergantian


Bram pun tertawa melihat mamahnya minta dicium pipinya oleh Aisyah


"Pagi pak.." kata Aisyah sambil mencium tangan pak Agung


"Pipi bapak nggak dicium juga teh?" goda pak Agung


"Iih..bapak maah..." jawab Aisyah tersipu malu sambil duduk di sebelah Bram


Pak Agung tertawa


"Papah dari dulu memang genit ya mah?" tanya Bram pada mamahnya


"Wuuuuh..bukan main Bram..papahmu dulu waktu kuliah..dikenal julukan playboy cap kabel..semua teman-teman kampus mamah yang perempuan..habis papah kamu godain.." kata bu Yuli sambil melihat ke arah pak Agung


"Iiih..mamah..hoax itu..jangan percaya Bram!!" sergah pak Agung sambil meminum kopinya


"Bram kalau nggak lihat sama mata kepala Bram sendiri..Bram bakalan nggak percaya pah..terima kasih Yaang.." kata Bram yang menerima roti dari Aisyah


Pak Agung berkerut keningnya


"Maksud kamu apaan sih Bram?" tanya pak Agung


"Bram lihat sendiri..papah godain bu Entin..ibunya Aisyah pah.." kata Bram sambil tersenyum


Aisyah tersenyum geli..lain halnya dengan bu Yuli..dia terlihat heran dengan perkataan Bram


Pak Agung bingung dan heran


"Godain bu Entin?..kapaaan?..ngaco kamu Bram!!" elak pak Agung


"Papah inget nggak?..waktu papah nganterin kakek Nandar ke panti asuhan tempat bu Entin ngajar?" tanya Bram


Pak Agung seperti mengingat-ingat sesuatu..sontak wajah pak Agung terlihat terkejut seperti teringat lagi masa lalunya


"Oooo..yang itu?..." ujar pak Agung yang tertawa


"Papah kenapa Bram?..sama bu Entin?" tanya bu Yuli penasaran


"Biasa maaah..godain bu Entin" jawab Bram


"Papaaaaah!!" sewot bu Yuli


"Ternyata Entin teh nggak bohong sama mamah.."


"Bohong masalah apa mah?" tanya Bram


"Bu Entin bilang sama mamah..kalau papahmu itu sering godain dia.."


"Hehehehe..itu masa lalu maah..kamu kok bisa tahu Bram?..gara-gara Ningrum yaaah?"


Bram menganggukan kepalanya sambil meminum kopinya


"Pak..bapak masih inget nggak?..alamat yayasan panti asuhan tempat ibu dulu ditampung?" tanya Aisyah


"Inget teh..di daerah Buah Batu..kenapa?" tanya pak Agung


"Nggak pak..kapan-kapan Aisyah mau mampir kesana"


"Bapak inget..dulu kakekmu jadi donatur di yayasan itu teh..tapi bapak tidak tahu setelah kakekmu meninggal..apa dilanjutin oleh Tatang atau tidak"


Aisyah menganggukkan kepalanya


"Bu Entin dulu mirip sama Aisyah ya mah?" kata Bram sambil melihat ke arah Aisyah


"Iya Bram..cuma teteh pake jilbab..sedangkan bu Entin nggak" jawab bu Yuli sambil tersenyum


Aisyah hanya tersenyum


"Semalem kakek Ndaru nelpon bapak..ngasih kabar kalau kakek bisa mendapatkan hak kamu atas warisan kakek Nandar teh.." kata pak Agung pada Aisyah

__ADS_1


"Iya pak..kakek juga WA Aisyah semalam.."


"Kamu ke Lembang bisanya kapan?..soalnya kamu harus tanda tangan di akte hak ahli waris.." tanya pak Agung


"Nanti pak..setelah audit di tempat pak Burhan selesai.." jawab Aisyah


"Eh iya..kamu sekarang audit di tempat pak Burhan yaah?" tanya pak Agung


"Iya pak.." jawab Aisyah


"Iya..dari kemarin..pak Burhan nanyain kamu terus..kamu bisanya kapan?..nanti bapak telpon pak Burhannya"


"Iya pak"


"Kamu mau bareng sama mas apa bawa mobil sendiri?" tanya Bram


"Bawa mobil sendiri ajah deh mas..soalnya Aisyah belom tahu selesainya jam berapa" jawab Aisyah


________________


BMW hitam serie 7 kepunyaan Aisyah tampak memasuki loby gedung Energy yang berada di daerah SCBD


Setelah memarkirkan mobilnya..Aisyah segera menuju ke loby gedung..disana dia menukar ID nya dengan kartu visitor..kemudian dia menuju ke lantai 7..dimana kantor pak Burhan berada


"Selamat pagiii.." sapa seorang reseptionis pada Aisyah


"Pagi mbaak..bisa ketemu dengan pak Burhan?" jawab Aisyah


"Mbak namanya siapa?..dan dari mana?" tanya receptionis


"Saya Aisyah mbak..hmm..dari Pondok Indah mbak.." jawab Aisyah


"Baik mbak..silahkan duduk dulu.."


"Iya mbak.."


Lalu Aisyah menuju ke sofa yang ada di loby


Tak lama..keluarlah seorang wanita muda dari dalam kantor


"Selamat pagi..mbak Aisyah?" sapanya


"Iya mbak.." jawab Aisyah sambil berdiri dan menyambut uluran tangan wanita tersebut


"Kenalkan..saya Marlena..panggil aja Lena..saya sekretarisnya pak Burhan..mari mbak..bapak sudah nunggu.." ajak Lena


Lalu Aisyah mengikuti Lena masuk ke dalam untuk menemui pak Burhan


Setibanya di suatu ruangan..Lena mengajak Aisyah untuk masuk..di dalam sudah menunggu pak Burhan


"Pak..ada mbak Aisyah.." kata Lena


"Eeeh..selamat pagi Syaah.." sapa pak Burhan seraya menghampiri Aisyah


"Pagi pak.." balas Aisyah yang menyambut uluran tangan pak Burhan


"Mari..silahkan duduk.."


Lalu Aisyah duduk di sofa yang ada diruangan pak Burhan


"Saya permisi dulu ya pak..mari mbak.." pamit Lena


"Iya mbak..terima kasih" ucap Aisyah sambil tersenyum pada Lena


"Gimana kabar kamu Syaah?..kayaknya sibuk banget siiih?..sampe urusan saya dilupain?" tanya pak Burhan sambil tersenyum


"Kabar saya baik pak..mohon maaf sebelumnya pak..saya sudah ada janji untuk membuatkan gaun pengantin pesanan orang..jadi..untuk audit disini agak terlambat.." jawab Aisyah


"Hahahaha..nggak apa-apa Syaah..papahmu sudah beritahu saya..kalau kamu ada projeck lain.."


Masuklah seorang office boy yang membawakan minuman


"Permisi pak.." ucapnya sambil menaruh gelas minuman di meja


Setelah itu..office boy itu keluar dari ruangan pak Burhan


"Diminum Syaah.."


"Iya pak..terima kasih"


"Oh iya..kamu dalam audit nanti butuh bantuan berapa orang?" tanya pak Burhan


"Saya biasanya dibantu 4 orang pak.."


"Ooh..gitu..sebentar yaah..Lenaaaa.." panggil pak Burhan


Munculah Lena di pintu ruangan


"Iya pak.." tanya Lena


"Kamu panggil team auditor internal kemari yaah.."


"Baik pak.." jawab Lena


Lalu Lena keluar dan menutup kembali pintu ruangan pak Burhan


"Kita ada warehouse di daerah Cikande ya Syaah..kali saja nanti kalau kamu ada check opname ke sana kamu bisa kan?" tanya pak Burhan


"Bisa pak.."


Pintu ruangan terbuka dan masuklah seorang pemuda ke dalam ruangan


"Pagi paah..eh..ada tamu?..siapa nih pah?..cantik banget.." tanyanya ke pak Burhan yang melihat Aisyah duduk di sofa


Lalu dia duduk disebelah Aisyah


"Kenalin..gua Peter.." katanya sambil menjulurkan tangannya ke arah Aisyah


"Sa..saya Aisyah.." jawab Aisyah sambil menyambut tangan Peter


"Aisyaaah..nama yang cantik..secantik orangnya.." kata Peter sambil mengedipkan matanya


Aisyah hanya tersenyum mendapat sanjungan dari Peter


"Pah..ada dokument PO yang musti papah tanda tanganin.." kata Peter sambil menaruh dokumentnya di atas meja..tapi matanya tidak lepas dari sosok Aisyah


"Syaah..maafin anak saya yaah?..dia memang begitu kalau ngelihat manita cantik..hehehehe.."


"Ooh..nggak apa-apa pak.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Ooh..anaknya pak Burhan?..pantesan!!" batin Aisyah


"Kamu dateng kemari ada perlu apa Syaah?" tanya Peter


"Ooh..mau audit..nanti kalau kamu butuh apa-apa..tinggal bilang sama gua yaah.."


"Iya pak..terima kasih.."


"Eeh..jangan panggil bapak aah..orang masih muda gini dipanggil bapak..Peter aja dah cukup.." potong Peter


"Ii..iya Peter..terima kasih"


"Hiiiiiih!!!..mirip mas Bram banget nih orang!!" kesal Aisyah dalam hati


Pak Burhan yang tengah memeriksa dokument..hanya tersenyum melihat anaknya yang menggoda Aisyah


Terdengar ketukan di pintu


"Pak..ini team auditnya.." kata Lena yang masuk diikuti oleh 4 orang pegawai di kantor pak Burhan..3 wanita dan 1 laki-laki


"Kalian tolong bantu bu Aisyah yaah?..dalam mengaudit disini" pinta pak Burhan


"Baik pak.." jawab mereka


"Kalian bisa sekalian belajar tentang audit sama bu Aisyah.."


"Baik pak.."


"Saya bisa minta ruangan khusus pak?..buat saya mengaudit.." pinta Aisyah


"Ooh..bisa Syaah..eh..Lena tolong kamu anter Aisyah ke ruangan yang ada disebelah ruang pak Ito yaah.." pinta pak Burhan pada Lena


"Baik pak..mari mbak.."


"Saya permisi dulu ya pak.." pamit Aisyah pada pak Burhan


"Iya Syaah"


Lalu Aisyah mengikuti Lena untuk menuju ke ruangan yang akan dijadikan tempat dia audit


"Cantik pah si Aisyah..papah bisa kenal dari mana?" tanya Peter sepeninggal Aisyah


"Kamu jangan macem-macem sama Aisyah ya Dek..dia itu calon menantunya pak Agung Handoyo..teman papah" ujar pak Burhan


Peter berkerut keningnya


"Pak Agung Handoyo?" gumam Peter


"Pokoknya kamu jangan gangguin dia yaah..dia udah punya calon..anaknya pak Agung.." pesan pak Burhan pada Peter


Peter hanya tersenyum yang mendapat ultimatum dari papahnya


Disuatu ruangan yang berukuran 6x8 meter..Aisyah berdiri didepan team audit internal yang tengah duduk di bangku di hadapannya


"Selamat pagi mbak-mbak..dan mas..perkenalkan..nama saya Aisyah Nandita Prameswari..panggil saja saya Aisyah..saya disini diminta tolong untuk membantu audit oleh pak Burhan..jadi saya mohon kerja samanya mbak-mbak dan masnya..hmmm..pertama-tama..kalau boleh..saya bisa diperkenalkan dulu namanya masing-masing..dimulai dari masnya dulu.." kata Aisyah sambil menunjuk ke arah pemuda yang duduk paling kanan


"Saya Ahmad bu...Ahmad Suryanto.."


"Oke mas Ahmad..eh..kalau bisa jangan manggil ibu yaah..cukup mbak ajah..biar akrab.." kata Aisyah sambil tersenyum..Ahmad pun menganggukan kepalanya dengan senyumannya


"Okeh..kalau mbak disebelahnya..siapa?" tanya Aisyah


"Saya Gina mbak..Gina Septianti.."


"Saya Fitri..Fitri Isnaini.."


"Saya Wulandari mbak.."


"Okeeh..setelah sesi perkenalan..saya bisa mohon bantuannya.."


Lalu Aisyah memberikan secarik kertas ke masing team auditor yang duduk dihadapannya


"Saya minta dokument-dokument yang sesuai yang ada di kertas itu..oke mbak dan masnya?..bisa kita mulai sekarang?" tanya Aisyah


"Bisa mbak.." jawab mereka


Kemudian mereka berempat segera keluar dari ruangan untuk mengambil dokument yang diminta oleh Aisyah..sedangkan Aisyah segera menuju ke mejanya dan mengeluarkan laptopnya


Mulailah Aisyah mengaudit laporan keuangan di kantor pak Burhan


Dia yang dibantu team audit internal perusahaan..tampak memeriksa dokument yang menjadi bagian mereka masing-masing


"Mbak Wulan..karyawan disini biasanya kalau makan siang dimana?" tanya Aisyah pada Wulan yang sedang memeriksa dokument


"Biasanya pada makan di Grand Lucky mbak.." jawab Wulan


"Oh gitu..hmmmm..bagaimana kalau makan siang kita pesan ajah yaah?.."


"Terserah mbak Aisyah siih.."


"Bisa panggilin OB nya mbak?" pinta Aisyah


"Bisa mbak..sebentar.."


Wulan lalu keluar dari ruangan..untuk mencari OB


Tak lama kemudian..Wulan kembali dengan seorang OB


"Mbak Aisyah..ini mas Parto..OB disini.."


"Ya mbak?.." tanya Parto


"Mas Parto bisa tolongin saya nggak?..tolong pesenin makan siang buat kita berlima..enam..sama mas sekalian" pinta Aisyah sambil menghampiri Parto yang berdiri di depan pintu


"Bisa mbak..mbak mau pesan apa?" tanya Parto


"Mas bisa ke Hot Pottato?..yang disebelah kantor?..mas tolong pesenin Tenderloin steak enam paket yaah?" kata Aisyah sambil membuka dompetnya dan memberikan uang kepada Parto


Wulan dan teman-temannya saling berpandangan tak percaya..kalau Aisyah membelikan makan siang buat mereka


"Nih mas bawa dulu satu juta..nanti kalau kurang..mas tolong talangin dulu..nanti saya ganti.." kata Aisyah sambil memberikan uang kepada Parto


"Ini kayaknya cukup mbak..saya jalan dulu ya mbak.."


"Oh iya mas..nanti bilang ke orang Hot Pottatonya..steaknya yang mateng yaah..welldone semuanya.."


"Baik mbak.."


Lalu Parto segera keluar dari ruangan

__ADS_1


"Mbak Aisyah..terima kasih lho..kita-kita sudah ditraktir makan siang sama mbak.." kata Gina


"Iya mbak..mbak kan tamu disini..mosok tamu yang nyediain makanan sih..jadi malu kitanya mbak.." ujar Wulan sambil tersipu-sipu malu


"Aaah..nggak apa-apa mbak..bagi-bagi rejeki..kan saya sudah dibantuin..eh..ngomong-ngomong..semuanya pada suka ngopi nggak nih?" tanya Aisyah


"Suka mbak.." jawab Ahmad dan Gina berbarengan


"Oke kalau gitu..nanti kita pesen kopi Starbuck yaah..buat coffebreak sore.."


Gina,Fitri,Wulan dan Ahmad tersenyum senang mendengar rencana Aisyah


Disela-sela kesibukan Aisyah yang tengah mengaudit..masuklah Peter kedalam ruangan


"Halo..permisi.." sapa Peter


"Eh..pak Peter..ada apa ya pak?" tanya Fitri


"Nggak..cuman pengen lihat ajah yang lagi pada audit.."


Peter lalu menghampiri meja Aisyah


"Syaah..kita makan siang ke Grand Lucky yuuk.." ajak Peter sambil duduk di bibir meja


"Terima kasih Peter..saya sudah pesan makan siang sama mas Parto.."


"Kamu pesan makanan sama OB?..gua traktir daah..yuk kita kemon.." ajak Peter lagi


Aisyah tersenyum


"Nggak..terima kasih Peter..saya mau makan sama teman-teman disini.."


Peter lalu bangun sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


"Heeeeh...ya udah kalau gitu..kamu yakin nggak mau makan siang sama gua?" tanya Peter meyakinkan


"Iya Peter..terima kasih atas tawarannya" jawab Aisyah sambil tersenyum


Setelah dirasa gagal mengajak Aisyah keluar makan siang..Peter lalu dengan gontai keluar dari ruangan audit..Wulan lalu mendekati meja Aisyah


"Pak Peter memang begitu mbak..nggak boleh ngelihat karyawan cakep dikit..langsung dideketin sama dia.."


"Dia disini jabatannya apa sih?" tanya Aisyah


"Manager SCM mbak.."jawab Wulan


Sekitar jam 12..Parto masuk dengan membawa pesanan steak Aisyah..


"Naaah..makannya sudah dateng niiih..kita makan dulu yuuuk..." ajak Aisyah


Mereka lalu menghampiri meja yang dijadikan tempat menaruh makanan


"Mbak..ini kembaliannya.." kata Parto sambil memberikan uang kembalian pada Aisyah


"Pegang dulu ajah mas..nanti sore sekitar jam 2 an..mas tolong beliin kita kopi Starbuck yaaah?.."


"Ooh..siap mbak.."


"Ayo mas..ambil punya mas.." kata Aisyah


"Iya mbak..terima kasih.." ujar Parto sambil mengambil jatah bagian makannya


Setelah melihat semua mendapatkan bagiannya..Aisyah mengambil jatah dia yang ada di meja


"Ayo mas..makan disini ajah..sama kita-kita..nggak usah malu-malu.." kata Aisyah pada Parto yang tampak rikuh untuk makan


"Iya mbak.." jawab Parto


"Sini mas..duduk sebelah saya.." ajak Ahmad


Parto lalu menghampiri meja Ahmad


"Makan mas..jarang-jarang kan lu makan steak?" ledek Wulan sambil tersenyum


Semuanya pun tertawa mendengar ledekan Wulan pada Parto


Di loby..terlihat Peter keluar dari gerai atm..dia berjalan menuju ke selasar lift..selagi menunggu liftnya..dia melihat Parto memasuki selasar lift dengan menenteng 2 paper bag Starbuck


"Eh..pak Peter.." sapa Parto


"Dari mana mas?" tanya Peter


"Dari beli kopi pak.."


"Siapa yang nyuruh..kayaknya banyak bener tuh kopi"


Mereka berdua memasuki lift yang pintunya terbuka


"Mbak Aisyah pak..yang nyuruh..yang satu isinya roti pak"


"Ooh..Aisyah..dia kopinya apaan mas?"


"Cafelate pak.." jawab Parto


Pintu lift terbuka di lantai 7..mereka pun keluar dan menuju ke dalam kantor


Peter mengikuti Parto yang menuju ke ruang tempat Aisyah audit..sesampainya disana..dia hanya mengintip dari balik pintu ruangan..matanya tidak lepas dari Aisyah yang tengah menerangkan sesuatu ke Fitri


"Aaiiih...cantik sekali kau Syaah.." batin Peter sambil menyunggingkan senyumannya


Peter mengeluarkan handphonenya dan memfoto Aisyah secara candid


Setelah puas melihat Aisyah dan team audit internal yang tengah coffebreak..Peter lalu meninggalkan ruangan itu


Sekitar jam 5 sore..Aisyah keluar dari dalam ruang audit dan menuju ke loby kantor


"Aisyaaaaah!!" panggil seseorang dari belakang


Aisyah berhenti dan menoleh ke belakang..ternyata Peter yang memanggil dirinya


"Lu mau pulang?" tanya Peter setelah berada disamping Aisyah


"Iya.." jawab Aisyah sambil berjalan ke selasar lift


"Bareng gua aja yuuk..lu pulang kemana?" tawar Peter


"Terima kasih Peter..saya bawa mobil sendiri kok.."


"Ooh..lu bawa mobil?..bareng yuk ke basementnya.."


"Terima kasih..saya mau ke ATM dulu.." ucap Aisyah


"Ooh..eh Syaah..nanti kalau lu pengen stock opname di Cikande..lu bisa bareng ama gua ajah.."


"Iya Peter..terima kasih"


Lalu mereka berdua memasuki lift yang sudah terbuka


Di loby Aisyah pamit untuk ke gerai atm..sehingga dia berpisah dari Peter yang menuju ke basement parkiran


Setelah selesai dari atm..Aisyah keluar dari dalam gerai..tapi matanya melihat Fitri berjalan menuju ke luar loby


"Mbak Fitriii!!" panggil Aisyah


Fitri menoleh


"Eh..mbak Aisyah..belom pulang?" tanya Fitri


"Nih mau pulang..mbak pulang kemana?" tanya Aisyah


"Saya pulangnya ke Lebak Bulus mbak.." jawab Fitri


"Naaah..kebetulan..bareng sama saya yuuuk..saya pulangnya ke Pondok Indah" ajak Aisyah


Fitri lalu mengikuti Aisyah..tapi dia heran..Aisyah tidak menuju ke luar..tetapi malah menuju ke parkiran basement


"Mbak bawa mobil?" tanya Fitri


"Iya.." jawab Aisyah sambil tersenyum


Sesampainya di mobil Aisyah..Fitri terperanjat kaget..


"Ini mobil mbak?" tanya Fitri


"Iya..ayuk masuk.." kata Aisyah sambil memencet alarm kunci mobilnya


Fitri tidak langsung masuk ke dalam mobil..dia pandangi BMW hitam serie 7 yang ada didepannya


"Ayuk mbak..masuk.." panggil Aisyah yang menurunkan jendela sebelah kiri


Fitri lalu dengan kikuk masuk kedalam mobil Aisyah


Aisyah hanya tersenyum melihat Fitri salah tingkah setelah berada didalam mobil


"Kenapa mbak?" tanya Aisyah sambil tersenyum


"Eeh..ee..eng..nggak mbak..saya jadi malu nih..soalnya baru kali ini saya naik BMW.." ujar Fitri sambil tersipu-sipu


"Sama mbak kayak saya..saya juga baru kali ini bawa BMW yang kayak gini.."


"Memang mbak biasanya bawa apaan?" tanya Fitri


"Saya biasa bawa yang serie 5..yang ini baru dibeliin sama bapak.." jawab Aisyah yang memasang seatbealt nya


Fitri hanya tertegun mendengar jawaban Aisyah barusan


"Ya owooooh..mbak Aisyah biasa bawa BMW..llaaaah gua ini apa?..cuma remah-remahan rengginang" ujar Fitri dalam hati


Setelah cukup memanasi mesin mobilnya..Aisyah lalu menjalankan mobilnya menuju keluar dari gedung Energy


"Lebak Bulusnya sebelah mana mbak?" tanya Aisyah setelah mereka berada di jalan Jendral Sudirman


"Deket sekolah Polwan mbak.." jawab Fitri


"Waah..bisa naek MRT doong?"


"Iya mbak..tinggal nyambung angkot..kalo mbak Pondok Indahnya sebelah mana?" ganti Fitri yang bertanya ke Aisyah


"Saya di jalan Sekolah Kencana 1..deket-deket sama apartement Pondok Indah"


Kembali Fitri bengong setelah mendengar lokasi rumah Aisyah..soalnya dia tahu..kalau rumah-rumah yang berada di kawasan Sekolah Kencana adalah kawasan elit


"Besok kalo berangkat.. bareng sama saya aja mbak..biar saya ada temenya dimobil.." pinta Aisyah


"Eeh..ee..bo..boleh mbak.."


"Besok kita janjian ketemuan dimana?..apa mbak mau kerumah saya dulu?" tanya Aisyah


"Eeh..nggak usah mbak..saya nunggu di jalan ajah.."


"Ooh..gitu?..ya sudah..gimana kalau besok mbak nunggu di Indomaret yang ada di bekas pom bensin dulu?..mbak tahu kan tempatnya?"


"Tahu mbak..sesudah bundaran kan?..sebelah kanan kalau dari Lebak Bulus"


"Iya..nanti kalau mbak sudah disitu..mbak bisa WA saya"


"Baik mbak.." jawab Fitri


Tak terasa mobil Aisyah sudah mendekati PIM 1


"Mbak sekarang ada acara nggak?" tanya Aisyah


"Nggak ada mbak?..kenapa?" tanya Fitri


"Temenin saya makan yuk..di PIM..mau nggak?" tanya Aisyah


"Bo..boleh deh mbak.."


Terdengar handphone Aisyah bedering


"Assallamuallaikum mas..mas dimana?..sudah nyampe?..PIM 3?..ya udah..Aisyah lagi di lampu merah PIM mas..iya..waalaikumsallam.."


"Siapa mbak?" tanya Fitri


"Mas Bram..dia sudah sampe duluan.." jawab Aisyah


"Kita mau makan bareng sama mas Bram?" tanya Fitri lagi


"Iya.."


"Eeh..kalau gitu saya nggak jadi deh mbak.."


"Looh..kenapa?" tanya Aisyah heran


"Nggak mbak..nggak enak sayanya..takut ganggu.."


"Nggak apa-apa lagi..nyantai aja mbak.." kata Aisyah


"Memangnya mas Bram itu siapa mbak?..suami mbak?" tanya Fitri

__ADS_1


"Oooh..belum..baru calon.." jawab Aisyah sambil tersenyum


Mobil Aisyah lalu bergerak setelah lampu menyala hijau


__ADS_2