Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
51.Memberi Pelajaran


__ADS_3

"Eh..ada tamu yaaah?" sapa pak Agung yang baru tiba dan melihat Aisyah dan teman-temannya yang tengah mengerjakan laporan di ruang tengah


"Iya pak..kenalin nih pak..mereka teman-teman Aisyah yang bantu audit di kantor pak Burhan.." kata Aisyah yang berdiri dan menghampiri pak Agung


Mereka lalu menghampiri pak Agung sambil memperkenalkan diri mereka masing-masing


"Ooh iya..sekarang kan teteh lagi audit di tempat pak Burhan yaah?" tanya pak Agung


"Iya pak" jawab Aisyah


"Ya sudah..diteruskan pekerjaannya..bapak tinggal dulu yaah?" kata pak Agung sambil melangkah ke dalam


"Iya pak.." jawab mereka berbarengan


Tiba-tiba Aisyah matanya melotot kaget..begitu melihat Bram melangkah masuk ke dalam ruang tamu sambil melihat handphonenya. Aisyah tidak tahu kalau Bram pulangnya berbarengan dengan pak Agung. Aisyah segera menghampiri Bram dan menarik tangan Bram untuk keluar kembali ke teras. Bram yang kaget..hanya heran melihat Aisyah menyeret tangannya menuju ke garasi dan terus menembus ke dapur


"Kamu kenapa sih Yaang?" tanya Bram heran


"Mas jangan sampai ketahuan sama Fitri yaaah!..nggak enak mas..kalau dia sampai ngelihat mas tinggal disini juga.." jawab Aisyah yang masih menyeret tangannya


"Biarin ajah kali Yaang.." kata Bram sambil berhenti begitu mereka sampai di dapur


"Mas Braaam!!..Aisyah nggak enak sama mereka.."


Bu Yuli yang sedang mempersiapkan makan malam bersama bi Surti..menoleh ke arah Aisyah dan Bram yang tengah berdebat di hadapannya


"Bodo aah..mas malahan mau kenalan sama teman-teman kamu yang lain.." ujar Bram yang hendak ke depan..tapi segera di halangi oleh Aisyah


"Mas Bram maaaah!!..." rajuk Aisyah sambil menahan badan Bram dengan memeluknya


"Mas pokoknya jangan keluar dulu yaaah..sampai mereka pada pulang" pinta Aisyah sambil menatap Bram yang ada dipelukannya


"Mereka pulangnya kapan?" tanya Bram


"Habis makan malam mas.."


"Mereka ikut makan malam?" tanya Bram


"Iya.."


"Siapa yang ngajak?"


"Ibu.." jawab Aisyah


Bu Yuli pun tersenyum geli


"Mas laper Yaang..mosok mau makan bareng ajah nggak boleh?" tanya Bram


"Nanti Aisyah bawain ke kamar mas..pokoknya yang penting..mas jangan keluar dulu yaaah?" bujuk Aisyah


"Nggak mau!!" jawab Bram sambil berusaha melangkah ke depan..tapi ditahan oleh Aisyah dengan memeluknya


"Yaaaaaah...mas maaaah..huft...huft.." rajuk Aisyah kembali dengan muka ingin menangis


"Nanti Aisyah upahin deeh!!" bujuk Aisyah


"Apa upahnya?" tanya Bram


"Aisyah kasih duit..200 ribu.." kata Aisyah


"Nggak mau!!"


"500.."


Bram menggelengkan kepalanya


"Berapa yang mas minta.." tanya Aisyah


Bram lalu membisikan sesuatu ke telinga Aisyah..Aisyah terbelalak kaget


"Mau nggak?.." tanya Bram


"Mosok mas minta yang kayak gitu sih?..yang lain kenapa sih mas?" tawar Aisyah


"Kalau nggak mau..mas mau ke depan.." kata Bram sambil merangsek ke depan


"Iyaa...iyaaa...Aisyah mau!!" jawab Aisyah sambil tetap menahan Bram


Bu Yuli yang masih memperhatikan kelakuan Bram dan Aisyah..hanya bisa tersenyum geli. Bram tersenyum puas..dia lalu menjulurkan tangannya


"Deal?" tanya Bram


Aisyah ragu-ragu menerima jabatan tangan Bram


"Deal nggak??" tanya Bram sekali lagi


Aisyah lalu dengan berat hati menerima tawaran Bram..dia jabat tangan Bram


"Deal deh mas.." jawab Aisyah pasrah


"Kok?..kayaknya kamu nggak ikhlas banget nadanya.."


"Deal mas!!" kesal Aisyah sambil menekuk mukanya


"Naaah..gitu dooong.." senyum Bram senang


"Sekarang mas ke kamar yaah!!..awas kalau sampai keluar!!.." kata Aisyah sambil mendorong tubuh Bram menuju ke tangga yang menghubungkan dapur dan lantai dua


"Tapi mas mau ngambil buku yang ada di meja ruang tengah.." kilah Bram sambil berbalik turun


"Nanti Aisyah ambilin!!" kata Aisyah sambil membalikan badan Bram dan mendorongnya ke atas


Aisyah memastikan Bram menaiki tangga..dengan melihat Bram naik ke lantai atas..setelah itu dia segera bergegas kembali ke depan. Bu Yuli yang melihat semua dari tadi..hanya tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


______________


Fitri, Gina dan Wulan..malam itu dijamu makan malam oleh keluarga Handoyo. Mereka menikmati jamuan makan malam yang tersedia di meja makan utama


"Mbak Aisyah mana bu?" tanya Gina yang melihat Aisyah tidak ada diantara mereka


"Teteh lagi ke kamarnya sebentar..mungkin lagi ganti baju.." jawab bu Yuli sambil tersenyum


Pak Agung heran melihat istrinya mengedipkan matanya ke arah dirinya..seperti memberikan kode. Tak lama kemudian..Aisyah turun dari lantai atas..dan segera bergabung dengan mereka di meja makan


"Maaf yaah..tadi saya ada urusan sebentar di kamar.." kilah Aisyah sambil duduk di sebelah bu Yuli


Aisyah lalu menyendok nasi dan lauk ke atas piringnya


"Auditnya sudah selesai teh?" tanya pak Agung


"Sudah pak..berkat bantuan mbak-mbak ini.." kata Aisyah sambil tersenyum


"Aah..mbak Aisyah bisa ajah..justru kami yang dibantu sama mbak Aisyah pak..sekalian kami belajar tentang auditor sama mbak Aisyah" kata Gina


Selagi mereka menikmati santap malam..tiba-tiba..bu Yuli dan pak Agung mendengar suara gedoran pintu dari arah kamar Bram..pak Agung dan bu Yuli mengarahkan pandangannya ke arah lantai atas. Sedangkan Aisyah tampak gelisah dari raut mukanya


"Mas Bram kenapa teh?" tanya bu Yuli sambil berbisik di telinga Aisyah


"Pintu kamarnya Aisyah kunciin dari luar bu.." jawab Aisyah lirih sambil melirik ke arah Gina dan Fitri


Sontak bu Yuli tertawa geli..pak Agung heran melihat bu Yuli tertawa. Bu Yuli memberi kode kepada pak Agung dengan meletakan jarinya di bibirnya


Sebenarnya Fitri, Gina dan Wulan mendengar suara gedoran pintu dari lantai atas..tapi mereka enggan untuk bertanya..jadi dibiarkan saja oleh mereka dengan meneruskan makan malam mereka. Rona muka Aisyah berubah menjadi was-was..karena Bram tidak menghentikan gedoran pintunya..dia lihat ke Gina dan Fitri dengan perasaan nggak enak


"Kita terusin obrolannya ke teras samping yuk?" ajak bu Yuli yang melihat ketiga teman Aisyah sepertinya sudah selesai makan


"Baik bu.." jawab mereka


Lalu mereka mengikuti bu Yuli yang menuju ke teras samping


"Mas Bram kenapa sih teh?" tanya pak Agung setelah Fitri dan temannya pindah ke teras samping


"Aisyah kunciin dari luar pak.." jawab Aisyah sambil menyendokan nasi dan lauk buat Bram


"Kok kamu kunciin?..kenapa?" tanya pak Agung heran


"Soalnya..mas Bram sudah pernah ketemu sama mbak Fitri pak..Aisyah nggak mau mbak Fitri tahu kalau mas Bram tinggal disini juga.." jawab Aisyah


"Oooh..gitu?.." ucap pak Agung sambil tersenyum geli


"Kamu nyendokin nasi buat siapa?..mas Bram?" sambung pak Agung


"Iya pak.." jawab Aisyah


Kemudian Aisyah segera bergegas menuju ke kamar Bram dengan membawa nasi untuk makan malam Bram


DOOOK


DOOOK


DOOOK


Bram masih ajah menggedor pintu kamarnya


"YAAANGGG...BUKAINNN!!..MAS LAPER NIIIIH!!" panggil Bram


Bram langsung menghentikan gedoran di pintunya..setelah mendengar suara kunci pintu kamarnya dibuka oleh Aisyah

__ADS_1


"Mas kenapa siiihh??..kan malu mas kedengeran sama mbak Fitri.." sewot Aisyah begitu membuka pintu kamar Bram


"Kamu tuh super tega tahu Yaang..mosok mas dikunciin dari luar siih?..nanti kalau mas pingsan kelaperan?..gimana?" kesal Bram


"Ya udah kali..nih Aisyah bawain makan buat mas.." kata Aisyah sambil menaruh makan malam Bram di meja


Bram hanya diam memperhatikan Aisyah yang menaruh makan malamnya di meja


"Ini mas..katanya tadi lapar?" tanya Aisyah


"Laper mas udah hilang.." jawab Bram sambil melengos dan menuju ke balkon kamarnya


Aisyah hanya bisa menahan senyumannya..dia lalu menghampiri Bram yang sudah duduk di kursi balkon


"Mas marah yaah?" tanya Aisyah sambil tersenyum


Bram hanya diam..dia putar badannya hingga dia memunggungi Aisyah


Aisyah lalu memeluk Bram dari belakang


"Mas gitu ajah ngambek iiih.." bujuk Aisyah


Tiba-tiba handphone Aisyah berdering


"Iya bu..oh..iya..Aisyah turun sekarang.." kata Aisyah disambungan teleponnya


"Mas..Aisyah tinggal turun yaah?..temen Aisyah dah mau pulang.." ucap Aisyah sambil mencium pipi Bram dari belakang


Setelah itu Aisyah bergegas turun untuk menemui Fitri, Gina dan Wulan yang berada di teras samping


Pak Rizal sudah menyiapkan mobil yang untuk mengantar ketiga teman Aisyah pulang


"Kami pamit ya bu..pak..mbak.." pamit Fitri sambil menyalami bu Yuli,pak Agung dan Aisyah secara bergantian


"Jangan kapok main kesini yaah?" kata bu Yuli


"Iya bu..terima kasih atas jamuan makan malamnya" sambung Gina


Setelah pamit..mereka bertiga masuk kedalam Alphard putih yang sudah menunggu mereka..Aisyah melambaikan tangannya ke arah mobil yang bergerak pelan keluar dari halaman rumah kediaman keluarga Handoyo


Aisyah segera bergegas kembali ke kamar Bram..bu Yuli dan pak Agung hanya bisa tersenyum melihat Aisyah yang terburu-buru menaiki tangga


"Mass?" panggil Aisyah sesampainya di kamar..dia lihat makan malam Bram belum di sentuh oleh Bram


Aisyah menyusul Bram yang masih duduk di kursi balkon kamarnya. Aisyah tersenyum yang melihat Bram yang tengah merokok..dia lalu duduk di sebelah Bram


"Makanannya kok nggak dimakan mas?..keburu dingin looh.."


Bram hanya diam sambil di semburkan asap rokok dari mulutnya


"Katanya tadi mas lapar?" tanya Aisyah


"Mas sudah nggak lapar lagi.." ketus Bram


Aisyah menghela nafasnya dan memeluk pinggang Bram


"Mas kalau ngambek..makan dulu ya mas?..habis itu..ngambeknya diterusin lagi..orang ngambek kan butuh energi" goda Aisyah


Sontak Bram menoleh ke arah Aisyah


"Balas dendam nih?" tanya Bram


"Apa mau Aisyah suapin?" tanya Aisyah sambil beranjak ke dalam kamar


Aisyah kembali dengan sepiring makan malam di tangannya..lalu dia ambil kursi dan duduk di hadapan Bram


"Ayo mas..AAA.." ujar Aisyah sambil menyuapi nasi ke mulut Bram


Muka Bram berangsur-angsur menyunggingkan senyuman dan tertawa


"Memangnya mas anak kecil?" tanya Bram


"Habisan mas ngambek mulu..kayak anak kecil..ayuk..A!!" pinta Aisyah yang masih berusaha menyuapi nasi ke mulut Bram


"Sini..mas makan sendiri ajah.." kata Bram sambil mengambil piring dari tangan Aisyah


Aisyah beranjak masuk kembali ke dalam kamar..tak lama kemudian..dia kembali dengan membawa 2 botol air mineral dan dia taruh di meja sebelah Bram


"Kamu belum ngasih upah ke mas.."


"Upah apa'an mas?" tanya Aisyah


"Upah buat mas disekap dikamar!" jawab Bram sambil menyuap nasinya


"Beneran mas?"


"Iya..kan sudah deal tadi.."


"Malam ini doang kan?" tanya Aisyah


"Laaah..kan tadi perjanjiannya seminggu.." ujar Bram yang sudah selesai makannya


"Iih..mas maah..nggak mau rugi banget sih!!" kesal Aisyah


Bram meminum air mineral yang ada di meja


"Sini..duduk disini Yaang..mas mau ngomong" pinta Bram sambil menepuk pahanya


Aisyah lalu pindah untuk duduk di paha Bram..Bram langsung memeluk perut Aisyah begitu Aisyah duduk di pahanya


"Mas mau tanya ke kamu..semalam maksud kamu apa?..ngomong ke mas..kalau kamu sekarang tidur nggak pake BH lagi?..sama gesek-gesek t*tek kamu ke pundak mas?" tanya Bram


Aisyah hanya tersipu malu dan memalingkan mukanya menghindari tatapan mata Bram


"Kamu mau mancing-mancing mas?.."


"Eee..eenggak..Aisyah cuma iseng ajah.." jawab Aisyah sambil tersenyum malu-malu


"Untung ajah..Ningrum ngingetin mas..kalau nggak?"


Aisyah lalu mencium rambut Bram


"Kalau nggak kenapa mas?" tanya Aisyah sambil melihat mata Bram


"Kalau nggak..kamu habis mas unyeng-unyeng.." sewot Bram


"Iiih..mas kan sudah janji..nggak ngelakuin dulu..sebelum kita resmi jadi suami istri mas.." kata Aisyah sambil memencet hidung Bram


Tiba-tiba..mereka dikejutkan oleh suara ledakan yang cukup keras..yang berasal dari atas rumah Bram


DHUAAAAR..!!


"Asstaghfiruloooooh!!..suara apaan itu mas?" kaget Aisyah sambil memeluk kepala Bram


Bram yang kaget..hanya bisa diam yang kepalanya dibenamkan oleh Aisyah di dadanya


"Yaaaang..empuk bener ini!!" ucap Bram yang kepalanya dia goyangkan kekiri-kekanan dan masih dibenamkan oleh Aisyah didadanya


Aisyah terperanjat kaget..karena tanpa dia sadari..kepala Bram ada di antara kedua dadanya yang besar..karena gara-gara dia memeluk kepala Bram dengan eratnya


"Huaaaaah...mas nggak bisa nafas Yaaang.." kata Bram yang kepalanya sudah terbebas dari himpitan dada Aisyah


"Mas mesummm!!" kesal Aisyah dengan wajah merah merona


"Laaah..kok nyalahin mas siih?..kan kamu sendiri yang naruh kepala mas didada kamu.."


"Iiih..mas maaah..itu suara apaan mas?" tanya Aisyah


Bram tidak tahu harus menjawab apa..dia lalu bangkit..yang diikuti Aisyah yang memeluk lengannya. Mereka melihat ke arah langit yang berada diatas atap rumah


DHUUUAAAAR..!!


"Kyaaaa!!" jerit Aisyah sambil membenamkan wajahnya di dada Bram


"Teteeeh...masku..."


Ningrum tahu-tahu muncul di sebelah Bram dengan mata mengawasi langit diatas rumah Bram..asal suara ledakan


"Teteh sama masku tenang saja..mereka tidak akan bisa masuk ke dalam rumah ini..karena sudah Ningrum pagari dengan pagar ghaib buatan Ningrum" jelas Ningrum


"Mereka?..mereka siapa Ningrum?" tanya Bram heran


"Mereka masku..jin rendahan suruhan dukun tengik itu untuk memberikan ajian Penarik Sukma buat teteh.." jawab Ningrum


"Masss.." ucap Aisyah lirih yang ketakutan dan makin memperat pelukannya di badan Bram


Bram berusaha menenangkan Aisyah yang ketakutan dengan mengusap-usap punggung Aisyah dengan lembut


"Kurang ajar!!" geram Ningrum tiba-tiba matanya beralih ke jalan yang berada di depan rumah


"Ada apa Ningrum?" tanya Bram


"Laki-laki durjana itu ada disini masku..di depan rumah.." geram Ningrum yang tangannya mulai mengeluarkan cahaya biru


"Ikut Ningrum masku..kita kedepan sekarang.." kata Ningrum yang langsung melesat ke depan rumah


Bram dan Aisyah segera masuk ke dalam kamar untuk menyusul Ningrum yang sudah melesat ke depan. Sesampainya di teras..Bram melihat Ningrum sedang melayang di atas jalan..Bram segera keluar menuju ke jalan..tapi Bram terkejut melihat pak Trisno tampak tertidur di pos jaganya. Bram yang sudah di luar pagar..melihat tangan Ningrum yang mengeluarkan sinar biru diarahkan ke arah Peter yang tampak terduduk dijalan dengan muka pucat ketakutan

__ADS_1


"Peter mas.." kata Aisyah yang tiba di sebelahnya langsung memeluk lengannya


"Itu yang namanya Peter Yaang?" tanya Bram


"Iya mas.." jawab Aisyah


Bram yang penasaran atas apa yang dilakukan Ningrum kepada Peter..hingga Peter tampak begitu ketakutan..mendekati Ningrum


"Mas mau kemana?" tanya Aisyah yang masih memeluk lengan Bram


"Mas mau lihat dari deket.." jawab Bram


"Disini ajah mas..Aisyah takut.." bujuk Aisyah


"Disini mas nggak kelihatan" ujar Bram yang tetap mendekati tempat Ningrum melayang


Aisyah yang ketakutan..mau nggak mau..mengikuti Bram dengan tetap memeluk lengannya


"Ampuuun!!..ampuuunn!!" kata Peter yang beringsut mundur ketakutan


"Kamu semakin kurang ajar sama tetehku..kamu tidak bisa dibiarkan.." geram Ningrum yang masih mengarahkan sinar biru dari ujung jarinya ke arah Peter


"Masku.." panggil Ningrum yang melihat ke arah Bram yang sudah berada didekatnya


"Masku tolong awasi dia..Ningrum mau bawa kemari dukun tengik yang membantu dia selama ini.." pinta Ningrum


Setelah selesai berkata kepada Bram..Ningrum langsung menghilang dari hadapan Bram dan Aisyah. Bram bingung mau diapakan Peter yang ketakutan di hadapan dia. Dia melihat mata Peter memandang ke depan dengan tatapan kosong dengan mulut yang masih mengoceh meminta ampun


"Peter kenapa mas?" tanya Aisyah yang heran melihat Peter masih ketakutan


"Nggak tahu Yaang..tahu nih..diapain sama Ningrum.." jawab Bram


Peter yang badannya terselubung sinar biru..menggigil ketakutan dengan tatapan kosongnya. Aisyah melihat Peter seperti itu..timbul rasa ibanya


Tiba-tiba Ningrum muncul dengan seorang laki-laki tua yang langsung terlempar dan berguling-guling ke arah Peter..setelah berhenti didekat Peter. Laki-laki itu langsung muntah-muntah..mengeluarkan semua isi perutnya


"Itu siapa Ningrum?" tanya Bram


"Itu dia masku..dukun tengik yang membantu Peter selama ini.." jawab Ningrum yang matanya tidak lepas dari sang dukun


"Bangun kau dukun tengik!!" hardik Ningrum


"Ampuuun Nyi Ratu..ampuuun..saya mohon ampun..saya tidak tahu..kalau Nyi Ratu yang menjaga gadis itu.." ucap dia sambil bersujud di hadapan Ningrum memohon ampun


"Bangun kau!!..berani-beraninya kau menyalah gunakan ajian Penarik Sukma di hadapanku!!..banguunn!!" bentak Ningrum


Laki-laki tua itu dengan perlahan berdiri dari sujudnya dengan badan gemetar menahan takutnya..dia tidak berani menatap Ningrum yang melayang di depannya. Ningrum lalu melayang menghampirinya..dengan gerakan secepat kilat..tahu-tahu..tangan Ningrum menembus perut laki-laki itu dan dicabutnya lagi. Laki-laki itu hanya diam dan kaget apa yang dilakukan Ningrum kepada dirinya. Di genggaman tangan Ningrum tampak segumpal sinar berwarna hitam kemerah-merahan yang berukuran sebesar bola futsal. Sinar itu langsung Ningrum benamkan ke tanah dan hilang disana


"Semua ilmu hitam mu yang kau miliki sudah aku cabut..yang ada di badanmu..kini hanyalah tinggal ilmu putihmu saja.."


"Terima kasih Nyi Ratu..terima kasih" ucapnya sambil menunduk hormat ke Ningrum berulang kali


"Kali ini kau ku maafkan..karena aku telah berjanji sama teteh..untuk tidak membunuh orang lagi..tapi?.."


Tiba-tiba..Ningrum mengeluarkan kukunya yang tajam di tangan kanannya dan langsung dia sayat dada laki-laki itu dengan cepat..hingga meninggalkan empat baris luka yang menganga..setelah itu Ningrum tiup luka itu..sampai luka itu menghilang dan meninggalkan empat baris luka yang sudah mengering


"Kau aku beri hukuman..luka itu akan menjadi semacam peringatan buat dirimu..agar kau jangan lagi mengamalkan ajian ilmu-ilmu hitam..carilah rejeki dengan cara yang halal..jika dirimu mengamalkan ilmu hitam lagi..luka itu akan kembali terbuka..dan tidak akan sembuh oleh siapa pun..kecuali diriku.." kata Ningrum sambil menatap dingin ke arah laki-laki itu


"Terima kasih Nyi Ratu..atas kebaikan Nyi Ratu..saya ucapkan terima kasih.." ucapnya sambil menunduk hormat


"Cepat kau pergi dari sini!!..aku sudah muak melihat wajahmu.." perintah Ningrum


"Baik Nyi Ratu.." jawabnya


"Kau bawa sekalian anak muda itu..aku hukum dia atas perbuatan-perbuatan dia yang sudah dia lakukan terhadap para wanita yang terkena ajian Penarik Sukma.."


"Baik Nyi Ratu..saya mohon pamit"


Lalu laki-laki itu menghampiri Peter yang masih melongo dengan tatapan kosongnya dan dia papah menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ. Setelah melihat mobil Peter menghilang dari hadapan dia..Ningrum membalikan badannya dan melihat Bram dan Aisyah hanya termanggu melihat ke arah dirinya..Ningrum pun tersenyum geli


"Masku..teteh..ada apa?..kok pada bengong begitu?" tanya Ningrum sambil melayang menghampiri mereka berdua


"Eeeh...hmmm..itu..ta..tadi..apaan Ningrum?" tanya Bram yang masih terheran-heran melihat kejadian barusan


Ningrum tersenyum geli


"Ningrum sudah buat dukun itu tobat masku..sekarang dia dan Peter tidak akan mengganggu teteh lagi" ucap Ningrum sambil melihat ke Aisyah


"Eh..ii..iya Ningrum..terima kasih" ujar Aisyah yang juga seperti tersadar dari lamunannya


Ningrum melihat Aisyah yang masih memeluk lengan Bram tersenyum..dia juga melihat rambut Aisyah yang tidak memakai jilbab..tergerai melambai-lambai terkena angin malam


"Teteh beda malam ini..lebih cantik.." puji Ningrum


Aisyah hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum


"Kita masuk yuk Yaang.." ajak Bram


Lalu mereka berdua masuk kedalam rumah yang diikuti Ningrum dari belakang. Begitu tiba disebelah pos jaga pak Trisno..Ningrum menghampiri pak Trisno yang tertidur di kursinya..dia lalu menaruh telapak tangannya di kening pak Trisno. Tak lama kemudian pak Trisno menggeliat bangun dan langsung kaget sambil melihat ke sekelilingnya


"Eh..mas Bram?..mbak Aisyah?..tumben?..ada apa ya mas?" tanya pak Trisno


Bram melihat Ningrum memberikan kode agar Bram tidak menceritakan kejadian barusan


"Nggak pak..saya barusan nyari nasi goreng diluar.." kilah Bram


"Saya tinggal ke dalam ya pak?.." kata Bram


"Iya mas.." jawab pak Trisno


Bram dan Aisyah masuk ke dalam. Bram tersenyum geli melihat Aisyah yang masih saja memeluk lengannya


"Tangan mas memangnya nggak mau kamu lepasin?" tanya Bram


"Eh..iya mas.." jawab Aisyah kaget dan langsung melepaskan lengan Bram


"Kita ngopi yuk.." ajak Bram


Aisyah menganggukan kepalanya. Mereka pun menuju ke dapur


"Mas tunggu di meja..Aisyah yang bikinin kopi buat mas.." kata Aisyah


Bram lalu duduk di kursi meja makan dan menunggu Aisyah yang sedang membikin kopi untuk mereka berdua. Bram mencari Ningrum yang tidak ada disekitarnya..dia melihat Ningrum keluar menembus tembok kamar kedua orang tuanya


"Kamu habis ngapain Ningrum?" tanya Bram


"Ningrum habis menghilangkan efek sirep dari orangtua masku dan pak Trisno.."


"Papah sama mamah kena sirep?" tanya Bram


Ningrum menganggukan kepalanya


"Siapa yang bikin Ningrum?"


"Ningrum yang bikin masku..agar orangtua masku dan pak Trisno tidak tahu kejadian barusan" jawab Ningrum


"Kopinya mas.." ujar Aisyah sambil memberikan kopi hitam ke depan Bram


"Iya Yaang..terima kasih.." ujar Bram


Aisyah yang menyeruput kopinya..melihat Ningrum memperhatikan dirinya yang sedang meminum kopi


"Kamu mau kopi juga Ningrum?" tanya Aisyah yang melihat roman muka Ningrum yang seperti ingin minum kopi


"Eeh..boleh memangnya teh?" tanya Ningrum


"Kalau kamu mau..saya bikinin sekalian.."


Ningrum langsung sumringah dengan menganggukan kepalanya


"Kopinya pahit ya teh..nggak pake gula" pinta Ningrum


"Okeeh..tunggu yaah.." kata Aisyah


Bram baru tahu..kalau Ningrum juga suka kopi hitam pahit. Tak lama Aisyah membawa kopi pahit pesanan Ningrum


"Nih Ningrum..kopi kamu.." kata Aisyah sambil menaruh kopi di meja


"Eeh..tapi gimana cara minumnya?..memangnya kamu bisa?" tanya Aisyah


Ningrum tersenyum geli mendengar pertanyaan Aisyah


"Begini teh caranya.."


Ningrum menaruh telapak tangan kanannya di atas gelas kopi yang ada di meja. Bram dan Aisyah hanya melihat Ningrum yang seperti menarik sari pati dari kopi hitam yang ada di gelas. Kemudian Ningrum menarik kembali tangannya dari atas gelas kopi


"Begitu caranya teh..kalau Ningrum ingin minum atau makan..Ningrum hanya menghisap sari pati dari makanan yang ada" terang Ningrum


"Naah..kalau makan..kamu sukanya apa?..kemenyan?" tanya Bram


Ningrum tertawa geli


"Ningrum bukan jenis mahluk yang suka barang-barang seperti itu masku..Ningrum paling suka dengan bubur sumsum.." jawab Ningrum


Bram dan Aisyah tersenyum..setelah mengetahui kalau Ningrum ternyata suka dengan bubur sumsum


"Oooh..kalau bubur sumsum sih..saya bisa buatin buat kamu..besok yaah?..saya buatin bubur sumsum buat kamu.." kata Aisyah

__ADS_1


"Bener teh?..terima kasih tetehku.." ucap Ningrum kegirangan


Aisyah menganggukan kepalanya


__ADS_2