
BMW hitam serie 7 meluncur di jalan tol Cipularang..pak Rizal tampak yang mengendarai mobil Aisyah..Aisyah tampak duduk di belakang sambil memainkan handphonenya. Sepertinya Bram tidak bisa mengantar Aisyah ke Bandung..hingga pak Rizal yang mengantar Aisyah ke rumah bu Rini
"Halo?..assallamuallaikum..ya mas?..Aisyah udah jalan..dianter sama pak Rizal..mas masih di Jerman?..besok baru pulang?..nggak apa-apa mas..Aisyah bisa ke Bandung sendiri..iyaa..iyaa..sekarang yang penting urusan mas di selesain dulu..iya mas..hati-hati ya mas..waalaikumsallam.."
Aisyah menaruh handphonenya di sampingnya
"Mas Bram ya mbak?" tanya pak Rizal sambil melihat ke arah Aisyah melalui spion tengah mobil
"Iya pak.." jawab Aisyah
"Pak Rizal mau makan lagi nggak?" tanya Aisyah
"Nggak mbak..masih kenyang saya." jawab pak Rizal
Sampailah mereka di depan rumah bu Rini..Bima langsung membukakan pintu pagar..begitu melihat mobil Aisyah sampai di depan..bu Rini telah menunggu di teras bersama pak Johan
"Teteeeeeh!!!" teriak Bima sambil berlari dan langsung memeluk Aisyah begitu dia keluar dari dalam mobil
Aisyah memeluk Bima sambil mengangkat badannya
"Dedek sekarang makin berat yaaah?" ujar Aisyah sambil mencium pipi Bima
"Iya dong teh..Bima kan sekarang sudah gede.."
"Adeek?..turun doong?..tetehnya keberatan tuh..kamunya kan sudah gede" pinta bu Rini sambil menghampiri Aisyah
"Bu.." sapa Aisyah sambil mencium tangan bu Rini..tak lupa Aisyah mencium tangan pak Johan
"Tas saya taruh di teras ajah ya pak?.." pinta Aisyah pada pak Rizal
"Baik mbak.." jawab pak Rizal
Bima lalu turun dari gendongan Aisyah
"Teteh tinggal disini lagi?" tanya Bima
"Huum.." jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya
"Asyiiiiik!!...teteh tinggal disini lagi..Bima jadi punya teman lagi dong bu.." girang Bima sambil memegang tangan ibunya
Bu Rini dan pak Johan tertawa melihat Bima yang senang mendengar Aisyah tinggal bersama mereka lagi
"Mbak?..saya langsung yaaah?" pamit pak Rizal sambil memberikan kunci mobil ke Aisyah
"Lhoo?..kok buru-buru pak?..nggak ngopi-ngopi dulu?" tanya Aisyah
"Nggak mbak..ngopinya nanti ajah.."
Aisyah lalu membuka tasnya dan memberikan beberapa lembar uang kepada pak Rizal
"Nih pak..buat ongkos sama ngopi.."
"Terima kasih mbak..nggak usah..tadi ibu sudah ngasih saya ongkos buat balik ke Jakarta.." tolak pak Rizal dengan halus
"Udaaah..nggak apa-apa pak..buat tambah-tambahan beli oleh-oleh.."
Akhirnya pak Rizal menerima pemberian Aisyah
"Terima kasih ya mbak.."
"Iya pak..sama-sama.." jawab Aisyah
"Saya pamit ya mbak..bu Rini..pak Johan.." pamit pak Rizal
"Iya pak..hati-hati.." jawab bu Rini
"Assallamuallaikum.."
"Waallaikumsallam.."
Setelah melihat pak Rizal keluar dari halaman..bu Rini dan pak Johan mengajak Aisyah untuk masuk ke dalam
"Bram memangnya kemana teh?..kok yang nganter kamu pak Rizal?" tanya pak Johan sambil duduk di sofa
"Mas Bram lagi ke Jerman Yah.." jawab Aisyah sambil memangku Bima yang menghampiri dirinya
"Ke Jerman?..ngapain?" tanya pak Johan lagi
"Ada urusan kerjaan.."
Bima melendot manja di pangkuan Aisyah
"Dedek duduk sendiri doong?..teteh kan capek baru dateng dari Jakarta.." kata bu Rini
"Nggak mau!!.." rajuk Bima
"Biarin ajah bu.." kata Aisyah sambil sambil mengelus-elus rambut Bima
__ADS_1
Dari dalam bi Yati keluar sambil membawa minuman di nampan
"Diminum teh.."
"Iya bi..terima kasih.." jawab Aisyah
"Kemarin..ayah sudah tanya ke pak Lurah..soal surat numpang nikah kamu..kamu mau urus sendiri apa nyuruh orang teh?" tanya pak Johan
"Aisyah urus sendiri ajah yah..sekalian mau lihat rumah ayah yang lagi di renov.." jawab Aisyah
"Teteh besok mau kemana?" tanya Bima
"Teteh mau ke Dago..ngurus surat-surat buat nikah teteh besok.." jawab Aisyah
"Bima ikut yaaah?" pinta Bima
"Boleeh..eh..tapi?..bukannya dedek besok sekolah?" tanya Aisyah
"Yaaa..teteh perginya tungguin Bima pulang sekolah.."
Aisyah tersenyum geli
"Iya deeeh..teteh berangkatnya nungguin dedek pulang sekolah"
"Asyyiiiik..makasih ya teh.." kata Bima sambil memeluk leher Aisyah
Bu Rini dan pak Johan tersenyum melihat Bima yang kegirangan
***
Dikamar..Aisyah memberesi bajunya yang berada di dalam koper ke dalam lemari..setelah selesai..Aisyah duduk di kursi meja belajar..dia pandangi suasana kamar yang pernah dia tempati dulu sewaktu dia masih sekolah di SMP dan SMA..masih tidak ada yang berubah. Setelah sekian tahun dia tinggali..akhirnya dia kembali lagi menempati kamar ini lagi..Aisyah memegang tumpukan buku-buku waktu dia sekolah dulu yang tersusun rapi di samping meja belajar
"Teeh?" panggil bu Rini sambil mengetuk pintu kamar
"Iya bu?.." jawab Aisyah sambil beranjak ke pintu dan membukanya
"Makan dulu yuuk.." ajak bu Rini
Aisyah lalu mengikuti bu Rini menuju ke meja makan untuk makan malam..disana sudah ada Bima dan pak Johan
"Besok dedek mau teteh anterin ke sekolah nggak?" tanya Aisyah
"Nggak usah teh..kan ada ayah yang nganterin Bima besok..mumpung ayah libur" jawab Bima sambil memakan makanannya
"Kalau gitu..teteh yang jemput yaah?..nanti kita dari sekolah dedek..langsung jalan ke Dago.." tanya Aisyah
"Sok serius kamu dek.." gemas bu Rini sambil mencium rambut Bima
"Boleh deh.." jawab Bima
"Okeee..tos dong.." pinta Aisyah sambil memberikan telapak tangannya ke Bima..Bima pun menepuk tangannya ke tangan Aisyah
Bu Rini dan pak Johan pun tersenyum geli melihat keakraban antara Bima dengan Aisyah
Setelah selesai makan malam..Aisyah membawa kopinya ke teras depan..di teras Aisyah lalu duduk di sofa yang ada dan menaruh kopi dan handphonenya di meja. Aisyah menengok ke bu Rini yang menyusulnya ke teras. Aisyah langsung melendot manja di lengan bu Rini dan memeluk pinggang bu Rini..begitu bu Rini duduk di sebelahnya. Bu Rini tersenyum sambil membelai rambut Aisyah dengan lembut
"Nggak terasa ya teh?..minggu depan teteh sudah mau nikah.."
"Iya bu.." kata Aisyah yang mempererat pelukannya ke bu Rini
Bu Rini merubah posisinya..dia kini memeluk Aisyah..hingga kepala Aisyah kini berada di dadanya
"Ibu jadi ingat teh..waktu pertama kali teteh dateng ke sini..teteh waktu itu masih keciiiil banget..masih imut-imut.. masih malu-malu..tahu-tahu sekarang sudah gede gini..sudah jadi gadis yang cantik..mana sudah mau nikah lagi.." kata bu Rini sambil membelai rambut Aisyah
"Aaah..ibu maaah..Aisyah jadi sedih kan..huft.." rajuk Aisyah
Bu Rini hanya tertawa
"Kolokannya keluar deeeh.." ujar bu Rini sambil menjawil hidung Aisyah
"Aisyah nggak apa-apa kan bu?..kolokan sama ibu?" tanya Aisyah sambil menatap bu Rini
"Nggak apa-apa sayang..sampai kapan pun..kamu akan tetap ibu anggap sebagai gadis kecil ibu yang paling kolokan di dunia ini " jawab bu Rini sambil tersenyum
Aisyah membenamkan wajahnya di dada bu Rini sambil terisak haru
"Terima kasih buu.." isak Aisyah
Bu Rini mencium rambut Aisyah yang tertutup oleh pasminanya. Bu Rini membelai rambut dan punggung Aisyah sambil melihat ke jalan yang ada di depan rumahnya. Dari bibir bu Rini..terdengarlah senandung lagu Sunda "Bubuy Bulan". Bu Rini menyanyikan lagu Bubuy Bulan sambil membelai lembut rambut Aisyah. Aisyah tampak nyaman dan damai di dalam pelukan bu Rini. Bu Rini membetulkan baju dan pasmina Aisyah..dia tahu..Aisyah kalau sudah mendengar lagu Bubuy Bulan pastilah tertidur di pelukannya
Bu Rini mendengar handphone Aisyah berdering..dia ambil handphone Aisyah yang ada di meja dan dia lihat Bram menelpon Aisyah melalui sambungan video call. Karena bu Rini tidak mau mengganggu Aisyah yang sudah tertidur..dia pun menjawab panggilan video call dari Bram
"Halo?..assallamuallaikum.."
"Wallaikumsallam..tante?..Aisyahnya mana Nte?" tanya Bram
"Tetehnya sudah tidur Bram.." jawab bu Rini sambil memperlihatkan Aisyah yang tertidur di pelukannya
__ADS_1
Bram tersenyum geli melihat Aisyah yang tertidur di pelukan bu Rini
"Dasar *****..gitu ajah bisa tidur.." geli Bram
"Katanya kamu lagi di Jerman?" tanya bu Rini
"Iya Nte..masalah kerjaan..besok Insya Alloh Bram sudah balik ke Jakarta.."
"Syukurlah kalau sudah selesai..Aisyah kangen sama kamu lho Bram.."
"Kok tante tahu?"
"Tahu doong Bram..perasaan ibu sama anak gadisnya..nggak pernah salah.."
Bram pun tertawa
"Bram?" panggil bu Rini
"Iya Nte?"
"Nanti kalau kalian sudah resmi jadi suami istri..tante pesan sama kamu..kamu jangan sampai menyakiti hatinya Aisyah yaah?..kamu jangan bikin Aisyah menangis.." pinta bu Rini
Bram yang tengah tertawa..sontak terdiam begitu dia mendengar permintaan bu Rini
"Iya Nte..Bram janji" jawab Bram dengan mimik muka yang serius
"Kamu jangan sekali-kali membentak Aisyah apalagi sampai main tangan ke Aisyah..ya Bram?.."
"Iya Nte.."
"Karena kalau kamu sampai menyakiti hatinya atau menyakiti fisik Aisyah..kamu sama saja menyakiti tante.."
"Iya Nte.."
"Soalnya Aisyah sudah tante anggap sebagai anak tante sendiri..kakaknya Bima.."
Bram pun menganggukan kepalanya
"Janji ya Bram.."
"Iya Nte..Bram janji.."
Aisyah menggeliat pelan di pelukan bu Rini
"Yaaang??..bangun!!..kasihan tante tuh..nahan badan kamu.."
"Jangan dibangunin Bram..kasihan..teteh kecapekan kayaknya"
Aisyah menggeliat sambil membuka matanya
"Mas Bram ya bu?" tanya Aisyah sambil bangun dan melihat bu Rini tengah menelpon Bram
Aisyah menerima handphonenya dari tangan bu Rini
"Kamu kalau tidur dikamar kenapa sih Yaang?..kasihan tante tuh..nahan badan kamu.."
"Aisyah ngantuk mas.."
Bu Rini yang melihat Aisyah sudah bangun..bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam
"Mas lagi dimana?" tanya Aisyah yang menguap
"Di hotel lagi beres-beres koper mas..nanti mau check out..pesawat mas nanti jam 2 siang"
Bu Rini kembali dengan membawa selimut di tangannya..dan langsung dia kenakan di badan Aisyah
"Terima kasih bu.." ucap Aisyah
Bram melihat Aisyah kembali menguap..bu Rini yang duduk di sebelah Aisyah..memeluk kepala Aisyah dan menaruh di pundaknya
"Besok mas telpon lagi ajah yaah?..kamu kayaknya sudah ngantuk banget tuh.."
"Iya mas.." jawab Aisyah yang matanya sayu
"Dah yaah?..assallamuallaikum.."
"Waalalikumsallam.."
Aisyah merapatkan selimutnya
"Pindah ke kamar teteh ajah yuk?" ajak bu Rini
Aisyah lalu bangun dan mengikuti bu Rini yang menuju ke kamarnya. Sesampainya disana..Aisyah langsung naik ke ranjang dan tidak membutuhkan waktu yang lama..mata Aisyah sudah kembali terpejam. Bu Rini membetulkan selimut dan posisi tidur Aisyah. Sebelum beranjak dari kamar Aisyah..bu Rini membuka pasmina Aisyah dan melipatnya..kemudian bu Rini mengambil handphone Aisyah yang masih dipegangnya dan tak lupa mencium kening Aisyah dengan lembut. Setelah menaruh handphone Aisyah di meja belajar..bu Rini keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan perlahan
.
.
__ADS_1