Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
58.Godaan Terberat


__ADS_3

Sesampainya dirumah..Bram segera masuk ke dalam dapur. Tiba-tiba..Aisyah berlari dan menaiki punggung Bram


"Kamu kenapa sih?..berat kan Yaang.."


"Aisyah minta gendong mas.."


"Mas puasa Yaang..berat niiih!!"


Aisyah hanya tertawa di gendongan Bram..dia kaitkan kakinya di pinggang Bram


"Turun nggak?" pinta Bram


"Nggak mau!!"


Bram mau nggak mau..akhirnya menggendong Aisyah ke dalam. Didapur Bram melihat mamahnya sedang membaca buku di meja


"Maaah..bilangin Aisyah nih..suruh turun maaah.."


Bu Yuli tertawa geli melihat Aisyah yang di gendong oleh Bram


"Turun dong Yaang..mas lemes nih.."


"Nggak mau!!..ke kamar yuuk mas..Aisyah ngantuk nih.."


"Kamu mah enak..nggak puasa!!..mas puasa kan Yaang" sewot Bram


"Kamu nggak puasa teh?.." tanya bu Yuli


"Nggak bu..lagi dapet" jawab Aisyah


"Eeh?..sama dong..ibu juga lagi nggak puasa nih..mangkanya ibu kesini untuk makan.."


Bu Yuli mengeluarkan semangkuk besar sop iga yang dia sembunyikan di bawah majalahnya


"Kamu mau nggak?" tawar bu Yuli


"Mau bu.."


Aisyah lalu turun dari gendongan Bram dan menghampiri tempat bu Yuli..Bram akhirnya bisa bernafas lega..dia luruskan punggungnya yang terasa pegal


"Mas mau nggak?..sop iga lho mas?" goda Aisyah


Aisyah terus menggoda Bram..dia nikmati sop iganya dengan mimik muka yang lebay


"Hmmm..enak banget massss.."


Bram hanya tersenyum melihat Aisyah yang menggodanya


"Kamu kenapa sih teh?..orang lagi puasa kamu godain kayak gitu..dosa kan?" kata bu Yuli sambil tersenyum geli


"Mamah nggak tahu yaah?" tanya Bram sambil duduk di sebelah Aisyah


"Ada apa Bram?" tanya bu Yuli


"Bram ditantang sama Aisyah mah..kalau Bram bisa puasa full sampai sebulan..Aisyah mau ngasih Bram upah mah.." jawab Bram sambil melirik ke Aisyah yang mukanya mulai ditekuk cemberut


"Apa upahnya?" tanya bu Yuli lagi


Belum sempat Bram membuka bibirnya..mulut Bram langsung di bekap dengan tangan Aisyah. Sontak bu Yuli tertawa geli melihat Aisyah yang sepertinya tidak mau dirinya sampai tahu upah yang dijanjikan oleh Aisyah ke Bram


"Jangan ngomong ke ibu masss!!..." pinta Aisyah yang mukanya bersemu merah


"Hmmmp...hmmmpp..hmmmpp" gumam Bram nggak jelas..karena mulutnya di bekap oleh Aisyah


Makin lepas tawanya bu Yuli


"Hahahaha..kalian ini masih saja yaaah..nggak ada yang berubah..hahaha" gelak bu Yuli


Bram memberikan isyarat agar Aisyah melepaskan bekapannya


"Aisyah lepasin..tapi mas jangan ngomong ke ibu.." pinta Aisyah


Bram menganggukan kepalanya


"Mas bohong nggak??" tanya Aisyah


Bram menggelengkan kepalanya


"Awas yaaah?..kalau bohong.." ancam Aisyah


Aisyah dengan perlahan melepaskan bekapannya di mulut Bram


"Upahnya mmmmmp.."


Bram tidak dapat melanjutkan omongannya..karena tangan Aisyah membekap mulutnya lagi. Bu Yuli kembali tertawa terpingkal-pingkal. Bram mendelikan matanya agar Aisyah melepaskan bekapannya


"Mas bohong!!..berarti mas sudah batal!!" kata Aisyah sambil melepaskan tangannya


"Huaaaaah...mas nggak bisa nafas Yaang..kamu mah tega banget dah.." ujar Bram dengan nafas yang tersengal


"Siapa yang bohong??" sewot Bram


"Itu..tadi mas mau ngomong ke ibu.."


"Orang belum juga ngomong..sudah kamu bekap lagi.."


"Sudah..sudah..Bram..teteh..sudah.. Kalian kalau sudah berantem..nggak ada habisnya.." lerai bu Yuli sambil yang perutnya terasa kram karena kebanyakan tertawa


"Nanti ajah Bram ngomongnya mah..kalau nggak ada Aisyah" kata Bram sambil bangun dari bangku


"Mas Brammmm!!" kesal Aisyah


Bram menjulurkan lidahnya sambil menaiki tangga


"Sehari lagi Yaaaang...weeeeek!!" ledek Bram yang menghilang menuju ke atas


Bu Yuli tersenyum..dia usap-usap kepala Aisyah yang kesal di ledek oleh Bram


"Memangnya..kamu janjiin apaan sih ke mas Bram?" tanya bu Yuli


"Eeeh..anu bu..mas Bram kalau puasanya full..mas Bram boleh ngelakuin apa saja ke Aisyah.."


Bu Yuli pun kembali tertawa


"Kamunya juga sih..ada-ada ajah pake ngasih upah kayak gitu"


Bibir Aisyah pun mengerucut kesal..karena dirinya tidak dibela oleh bu Yuli


"Terus tadi..mangkanya kamu godain mas Bram..supaya dia batal?"


"Iya bu..kan tinggal sehari lagi puasanya.."


"Ibu tahu caranya..supaya mas Bram kalah taruhan sama kamu.."


"Apaan bu?" tanya Aisyah


Bu Yuli membisikan sesuatu ke telinga Aisyah. Aisyah terkejut tak kala bu Yuli membisikan sesuatu di telinganya


"Beneran bu?" tanya Aisyah kaget


Bu Yuli menganggukan kepalanya. Aisyah tersenyum seperti mendapatkan ide cemerlang


"Terima kasih ya bu.." kata Aisyah sambil mencium pipi bu Yuli


Kemudian Aisyah bangun dari kursinya

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya bu Yuli


"Mau godain mas Bram lagi bu.." jawab Aisyah sambil berlalu menuju ke lantai atas


"Kamu mau sop nya nggak teh?" tanya bu Yuli


"Mau bu!..tinggalin ajah..nanti Aisyah habisin"


Bu Yuli hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng kepalanya. Dia lanjuti menyantap sop iganya. Aisyah tiba di depan pintu kamar Bram..tapi dia heran..karena pintu kamar Bram dikunci dari dalam


"Masss?.." panggil Aisyah sambil mengetuk pintu kamar


"Mas Braaaammm!!" panggil Aisyah lagi


"Bukain pintunya mas..Aisyah mau masuk.." kata Aisyah yang mengetuk pintu kamar Bram


"Huuuh..mas maunya main kasar nih?" ancam Aisyah


Aisyah lalu memanggil Ningrum melalui batinnya


"Ada apa teh?" tanya Ningrum yang muncul di hadapan Aisyah


"Eh..Ningrum..kamu bisa tolongin saya nggak?" tanya Aisyah


"Nolongin apaan teteh?"


"Kamu bisa nggak..bawa saya masuk ke dalam kamar mas Bram..soalnya sama mas Bram pintunya di kunci dari dalam.." pinta Aisyah


"Bisa teh..teteh pejamkan matanya.."


Setelah melihat Aisyah memejamkan matanya..Ningrum menyentuh pundak Aisyah


"Sudah teh.."


Aisyah membuka matanya..dia lihat Bram tengah bermain Playstation nya dan tidak menyadari kehadiran dirinya


"Kamu diam saja yaah.." pinta Aisyah dalam hatinya pada Ningrum


"Iya teh.." jawab Ningrum melalui batinnya


Lalu dengan berjingkat-jingkat..Aisyah mendekati Bram yang tengah asyik bermain Playstation


"Kalau di panggil nyahut dong mas!!" kata Aisyah sambil menutup mata Bram dari belakang


"Allohhuakbaaaar!!" kaget Bram yang gelagepan..matanya ditutup oleh tangan Aisyah


"Kamu kok bisa masuk sih Yaang?" tanya Bram sambil melepaskan tangan Aisyah dan menoleh ke belakang


"Bisa dong masss.."


Aisyah lalu pindah ke depan Bram dan duduk di pangkuan Bram. Bram melihat Ningrum yang tersenyum berdiri di belakangnya


"Kamu curang..pakai bantuan Ningrum" kata Bram yang kembali bermain Playstation tanpa memperdulikan Aisyah yang ada di pangkuannya


"Mas Braaammm??..mas ganteng deeeh.." goda Aisyah sambil menaruh kedua sikunya di pundak Bram..dan memeluk leher Bram


"Dari dulu Yaang..kamunya ajah yang baru ngeh.." kata Bram yang menghindari tatapan Aisyah untuk fokus ke gamenya


Aisyah lalu membuka pasminanya..dan dia gerai rambutnya untuk menggoda Bram


"Hahaha..percuma Yaang..mas sudah bertekad..untuk puasa terus sampai hari terakhir..hahahaha" ledek Bram sambil tersenyum sinis


Aisyah tahan muka Bram..agar menatap dirinya


"Mau ngapain kamu?" tanya Bram


Aisyah lalu mendekati muka Bram..Bram langsung memejamkan matanya dan mengatup kedua bibirnya sebelum bibir Aisyah mendarat di bibirnya. Aisyah meng***m bibir Bram yang masih tertutup rapat. Bram tidak percaya..kalau Aisyah sampai berani mencium bibirnya


"Buka bibirnya masss!!" pinta Aisyah


Bram yang masih memejamkan matanya..hanya menggelengkan kepalanya


Aisyah kembali meng***m bibir Bram. Bram mengerang menahan naf**nya


"Huuuh!!..maunya main kasar ya mas??" kesal Aisyah


Aisyah lalu bangun dari pangkuan Bram..dia menuju ke lemari Bram. Setelah merasa Aisyah tidak berada di pangkuannya..Bram melanjutkan bermain Playstationnya. Tiba-tiba..Aisyah kembali dan berdiri di depan Bram sambil berkacak pinggang. Kali ini Bram terkejut dengan penampilannya sekarang


"Astagfirulllooooooh!!" kaget Bram sambil memalingkan wajahnya


Aisyah sengaja memakai kemeja putih lengan panjang Bram..tanpa mengenakan celananya..membuat ujung kemeja kepunyaan Bram menggantung di atas lutut Aisyah. Tiga kancing atas kemejanya..sengaja tidak dikancingi oleh Aisyah..hingga belahan dadanya yang seksi terlihat jelas oleh Bram


Dan yang membikin Bram panas dingin..Aisyah sengaja tidak memakai BH nya


"Ya Alloooooh...kuatkan iman hambaMu ini" kata Bram yang kembali memejamkan matanya


"Massss Braammmm??.." goda Aisyah sambil kembali duduk di pangkuan Bram


"Mas masih kuat nggak??" goda Aisyah


Ningrum tersenyum geli melihat tingkah Aisyah yang menggoda Bram..dia pun segera menghilang tanpa pamit terlebih dahulu


"Yaaaaanggg..dosa kamu nih..godain orang yang lagi puasa.." kata Bram yang masih memejamkan matanya


Aisyah tersenyum geli..karena Bram sesekali mengintip ke arah dadanya. Bram terkejut..ketika Aisyah menarik kaosnya hingga terlepas..dan dia buang ke samping. Aisyah lalu memeluk Bram dengan eratnya..dan dia gesek-gesekan dadanya ke dada Bram yang telanjang. Aisyah ciumi leher Bram..sesekali dia gigit dengan gemas. Bram bergidik kegelian..dia atur nafasnya yang mulai memburu


Aisyah mengambil foto selfie dari arah belakang Bram


"Mass..lihat ke kamera doong..kita selfie nih masss.."


Bram tetap bergeming di posisinya..tanpa menoleh ke arah kamera handphone Aisyah. Aisyah tersenyum..karena dia lihat..bulu kuduk Bram berdiri


"Tahaaaaan Braaaaam... sabaaar..tinggal sehari ini puasanya" ujar Bram pada dirinya sendiri


"MAS BRAAAAM!!" kesal Aisyah


"Kenapa??..kamu nyeraaah?" tanya Bram sambil menatap Aisyah yang tampangnya kesal


"Hufft..batal nggak mas!!..huft.." rengek Aisyah


"Nggak mau..tanggung..sekarang udah jam 4..sebentar lagi buka..weeek" ledek Bram sambil menjulurkan lidahnya


"Huft..Aisyah nangis nih mas..huft..huft"


"Nangis ajah..memangnya mas peduliin?" tantang Bram sambil kembali bermain gamenya..tanpa memperdulikan Aisyah yang masih berada di pangkuannya


"Kalau berani..nanti malam coba?" tantang Bram sekilas menoleh ke Aisyah


Aisyah makin kesal..karena segala macam cara yang dia pakai..tidak berpengaruh ke Bram. Bram keukeuh dengan pendiriannya


"Aisyah kasih duit dah.." bujuk Aisyah lagi


"Berapa?"


"Dua Juta.."


"Nggak mau!!"


"Sepuluh juta!!..cash!!"


Bram kaget dan memandang Aisyah


"Kamu memangnya ada duit segitu?" tanya Bram


"Ada mas..Aisyah ambilin sekarang nih!!"

__ADS_1


"Nggak mau!!..badan kamu ini lebih berharga dari duit..berapa pun nilainya.." jawab Bram sambil menunjuk dada Aisyah yang sedikit terbuka


"Ya sudah..sekarang ajah nih mas.." rayu Aisyah sambil membusungkan dadanya ke arah wajah Bram


"Kalau sekarang nggak seru..nanti ajah habis lebaran" jawab Bram yang fokus ke arah tv


"Mas Bram!!..huft.." rengek Aisyah


Tiba-tiba..Aisyah keningnya berkerut heran..dia seperti merasakan sesuatu yang aneh


"Mas h***y yaaah?" tanya Aisyah


"Sok tahu kamu!!" kilah Bram


"Iniii?..Aisyah bisa ngerasain..punya mas bangun..tuh...mana keras lagi"


Aisyah sengaja menggoyang pantatnya yang hanya memakai ****** ***** saja


"Mas bataaaallll...yeessss!!..mas kalah" girang Aisyah sambil bangun dari pangkuan Bram


"Eeeeh...siapa yang h***y??" tanya Bram sambil mencoba meraih tangan Aisyah


"Bodooo...pokoknya mas sudah kalah...weeeek.." ledek Aisyah sambil keluar dari kamar Bram


"Baju mas balikin Yaaang!!"


Aisyah berlari ke kamarnya sambil berteriak kegirangan. Bram tertawa sendiri..dia geleng-gelengkan kepalanya


"Hanya orang bodoh dan abnormal..yang nggak h***y..kalau ngelihat kamu kayak tadi Yaang..Aisyaaah...Aisyaaah" gumam Bram


Bram pungut kaosnya dan dia kenakan kembali..dia lalu menuju ke ranjangnya dia rebahkan badannya disana


"Ntar malam ya Yaaang..mas balas kamu nanti.." gumam Bram dalam hatinya


"Mana tadi kamu seksi banget Yaang..pake baju mas.."


Bram tutupi kepalanya dengan bantal..untuk membuang jauh-jauh fantasi nakal yang mulai hinggap di pikirannya. Ternyata baju putih lengan panjangnya bisa berbahaya kalau dipakai oleh Aisyah seperti tadi


.


__________________


.


Bedug Magrib berkumandang..waktunya untuk berbuka puasa. Di meja makan..Bram tengah berbuka puasa yang ditemani oleh mamahnya


"Lancar Bram?..puasa kamu?" tanya bu Yuli


"Alkhamdulillah mah..lancar..walau dicoba dengan godaan yang sangat berat tadi.."


"Aisyah masih gangguin kamu tadi?"


"Iya mah.." jawab Bram sambil meminum teh manis hangatnya


"Mamah bersyukur kamu ketemu sama Aisyah Bram..mamah lihat..gara-gara dia kamu jadi rajin sholat..sama sudah mau puasa"


Bram tersenyum malu mendengar sanjungan mamahnya


"Papah belum libur mah?"


"Harusnya sih sudah..tapi sekarang lagi nguber deadline dari Houston Bram..mereka meminta tawaran dari papah sekarang.."


"Oh iya mah..pak Imam diganti sama security mana mah?"


"Security kantor papah Bram.."


"Namanya siapa mah?"


"Pak Edi sama pak Nana.."


Dari dapur muncul Aisyah yang membawakan semangkuk sop buntut buat Bram


"Mau pakai nasi nggak mas?" tanya Aisyah


"Nggak usah Yaang..mau mas gado ajah"


Aisyah lalu duduk di samping bu Yuli


"Kamu selama bi Surti pulang kampung..bantu-bantu mamah sama Aisyah beres-beres ya Bram.." pinta bu Yuli


"Nggak manggil orang lagi ajah mah?"


"Nggak..biar sekalian mamah ada geraknya..lama-lama badan mamah bisa kaku Bram..kalau kebanyakan diem" jawab bu Yuli


"Sholat Magrib dulu mas..keburu habis waktunya" kata Aisyah yang melihat Bram selesai makan sop buntutnya


"Iya Yaang.."


Bram lalu beranjak menuju ke kamarnya untuk menunaikan sholat Magrib. Dari depan ada suara bel berbunyi..Aisyah berjalan ke depan


"Selamat malam mbak.."


"Eh..pak Nana..ada apa ya pak?" tanya Aisyah


"Ada orang dari Harvest mbak.."


"Ooh..nganterin kue yaah?..suruh masuk aja pak.."


Pak Nana mengantarkan Aisyah untuk menemui orang dari Harvest. Di depan gerbang ada sebuah mobil box yang bertuliskan Harvest


"Mbak Aisyah?" tanya orang Harvest


"Iya mas..langsung masuk ajah mas..eh..pak Nana..tolong bukain gerbangnya yaah.." pinta Aisyah


Setelah gerbang terbuka..mobil itu masuk ke depan garasi. Ternyata mereka menurunkan aneka kue kering untuk lebaran besok. Setelah selesai..Aisyah menanda tangani surat jalan


"Sebentar ya mas.." kata Aisyah sambil masuk ke dalam garasi


"Eeh..masnya bisa ikut saya?" pinta Aisyah


"Bisa mbak.."


Lalu pria itu mengikuti Aisyah masuk ke dalam garasi


"Mas..silahkan ambil dua..satu buat temannya yaah.." kata Aisyah sambil menunjuk ke kotak kardus yang berisi paket sembako


"Eeh..buat saya mbak.." tanyannya


"Iya mas" jawab Aisyah


"Terima kasih mbak.."


Pria itu mengambil dua kardus paket sembako


"Kuat nggak?..berat lho mas..kalau nggak panggil temannya suruh bawa yang satu" saran Aisyah


"Nggak usah mbak..saya kuat kok.."


Pria itu membawa kardus sembako menuju ke mobilnya..yang diiringi Aisyah dari belakang


"Terima kasih ya mbak.." ucapnya


"Iya mas..sama-sama"


Setelah itu Aisyah ke garasi..untuk memberesi kue-kue kering Harvest

__ADS_1


*


*


__ADS_2