Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
39.Menangkap Belut


__ADS_3

Setelah menikmati suasana di candi Borobudur..rombongan Eyang putri berjalan kembali ke arah parkiran mobil


Bram terlihat berjalan di belakang Aisyah yang tengah berjalan bersama ke empat emban Eyang putri


Sesekali mereka tertawa bersama..Bram melihat Aisyah cepat akrab dengan Tarmi dan teman-temannya..wajar menurut Bram..karena mereka sepertinya seumuran


Bram pun menoleh ke belakang..mamahnya berjalan sambil memayungi Eyang putri disampingnya


Bram pun berhenti untuk menunggu mamahnya


Setelah berada disamping mamahnya..Bram lalu menggamit tangan mamahnya


"Maah?..terima kasih yaah maah..sudah memilih Aisyah untuk dijadiin calon istri Bram.." ucap Bram sambil mencium tangan mamahnya


"Iya sayaang..semua ibu pasti punya keinginan yang sama kayak mamah Bram..mencarikan calon istri yang terbaik buat anaknya" kata bu Yuli sambil tersenyum


Bram hanya tersenyum sambil memandang Aisyah yang ada didepannya


"Eyang dengar dari mamahmu..kamu kenal Aisyah sudah dari kecil ya ngger?" tanya Eyang putri


"Iya Eyang Ti..cuma semenjak Bram sempat hilang di hutan pinus dulu..Bram sempat nggak inget sama Aisyah Yaang..mangkanya mamah ngajak Aisyah ke Jakarta..supaya Bram mengenal Aisyah lagi" jawab Bram


"Eh..Bram..mamah mau tanya sama kamu..Aisyah belum kamu apa-apain kan?" tanya bu Yuli seraya menyentak tangan Bram yang masih menggandengnya


Bram pun tertawa terbahak-bahak


Bu Yuli makin gusar melihat Bram menjawab pertanyaannya dengan tawanya


"Ni anak..ditanya malah ketawa..jawab Bramm!!" kesal bu Yuli


"Mamah..mamaah..mamah kok bisa sampai punya pertanyaan seperti itu sih?" ujar Bram disela tawanya


"Mamah tahu kelakuan kamu Bram!!..apalagi kalian tadi sudah sempat tidur berdua sekamar"


"Maah...Bram kasih tahu yaaak..Aisyah tuh masih disegel plastik utuh mah..kayak baru keluar dari pabrik"


"Yang bener kamu.." tanya bu Yuli yang tidak percaya


"Bener maaah..Bram nggak bohong!!..Aisyah nggak Bram apa-apain kok maaah!!" kata Bram seraya meyakinkan mamahnya


"Kalau pun Bram sama Aisyah tidur sekamar..Bram kan cuma nemenin Aisyah maah..Aisyah kan orangnya penakut" sambung Bram sambil tersenyum


Raut wajah bu Yuli yang semula tampak gusar..berangsur-angsur menyunggingkan senyumannya..setelah mendengar jawaban Bram


Eyang putri pun ikut tersenyum disamping bu Yuli


"Syukurlah..kalau Aisyah nggak kamu apa-apain.." ujar bu Yuli sambil tersenyum


"Bram kalau sama Aisyah tuh..gimana yaak?..bawaannya diajak sabar terus mah..walaupun badan Bram sampe pada biru-biru semua" ujar Bram sambil memandang mamahnya


"Kenapa ngger?" tanya Eyang putri heran


"Tangan Aisyah enteng banget Tii..kalau nyubitin Bram" gerutu Bram


Eyang putri pun tertawa yang diikuti oleh senyuman bu Yuli


"Kowene seneng njaraki Aisyah siih..(Kamunya seneng godain Aisyah siih)" gelak Eyang putri


Bram tersenyum geli mendapat ledekan dari Eyang putrinya


"Perasaan Bram bawaannya adem terus..beda kalau sama Lidya mah.." sambung Bram


Mereka bertiga secara serempak mengalihkan pandangannya ke arah Aisyah yang tengah bercanda dengan Ratih


"Aisyah anak baik Bram..kasihan dia..masih kecil sudah ditinggal pergi sama orangtuanya" ujar bu Yuli yang masih memandang ke arah Aisyah


"Kamu jaga dia yaaah.." pinta bu Yuli sambil mengangkat genggaman tangan Bram di depan mukanya


"Iya maah..Bram janji" senyum Bram ke arah mamahnya


"Mamah pesan sama kamu..kalau selama kalian belum resmi jadi suami istri..kalian jangan ngelakuin yang macem-macem yaaah?.." pesan bu Yuli


"Iya maah..Insya Alloh" jawab Bram


Tiba-tiba..handphone Bram bergetar..dia pun segera menjawab panggilan telponnya


"Halo pak Sutomo..ya pak .. besok? .. bisa pak..hmmm..sebentar pak..eee..Eyang..nama restoran Eyang apa sih?..lupa Bram" tanya Bram pada Eyang putri disela-sela panggilan telponnya


"Yang di Jogja?" tanya Eyang


"Iya Yaang.."


"Cindelaras.." jawab Eyang putri


"Halo pak..gimana kalau besok kita ketemuan di Restoran Cindelaras aja pak?..di deket tugu Monjali pak..betul pak..iyaa..baik pak..sampai ketemu besok ya pak.."


"Siapa Bram?" tanya bu Yuli


"Pak Sutomo mah..orang Pertamina..mau ketemu sama Bram..sekalian makan siang di Cindelaras" jawab Bram


"Dia lagi di Jogja juga?" tanya bu Yuli


"Iya mah"


"Kamu perlunya kapan ngger?" tanya Eyang putri


"Besok siang Yaang..sekitaran jam 11an laah.." jawab Bram


"Nanti Eyang suruh Giatmi nyiapin meja buat kamu" kata Eyang


"Okeee Yaaang...terima kasih " ujar Bram sambil tersenyum


Sebelum meninggalkan Borobudur..mereka menyempatkan membeli cinderamata untuk dibawa pulang


"Mas..mas cobain dulu nih..muat nggak?" kata Aisyah sambil memberikan kaos bergambar Borobudur kepada Bram


Bram memperhatikan kaos itu..sambil dia lihat ukurannya


"Muat Syaah..kalo ukurannya XL..mas muat"


"Mas mau kan?" tanya Aisyah


Bram menganggukan kepalanya


Setelah mengambil kembali baju dari tangan Bram..Aisyah kembali ke tempat stand kaos untuk memilih kaos yang lain


"Ayo mbaaak..pilih ajah..nanti saya yang bayar.." ujar Aisyah pada Tarmi


"Iya mbak.." jawab Tarmi


"Pilih'o wae Mi..ra penak karo Aisyah..wis nawari..(Pilih ajah Mi..nggak enak sama Aisyah..sudah nawarin)" kata Eyang putri yang duduk di bangku


"Injjih Ndoro.." jawab Tarmi


Bu Yuli juga tampak memilih-milih souvenir untuk dia bawa pulang


"Ini cakep nggak bu?" tanya bu Yuli ke Eyang putri


Eyang putri menganggukan kepalanya


"Kamu mau apa Bram?" tanya bu Yuli pada Bram yang tengah merokok di depan toko


"Terserah mamah..Bram mah tinggal nerima ajah" jawab Bram


Selagi asyik dia merokok..tiba-tiba Bram mendengar ada suara wanita memanggil namanya


"Braaaam!!..heei!!"


Bram pun menoleh ke arah sumber suara


"Widyaaa???" heran Bram


Widya lalu segera menghampiri Bram yang tampak termanggu didepan toko


"Lu ke Jogja juga ya Bram?" tanya Widya setelah berada didepan Bram


"Iya..ngapain lu kesini Wid?" tanya Bram


"Ke Borobudur laaah..eh..kok kita bisa ketemuan disini yaaak?..kayak jodoh aja kita" ucap Widya sambil tertawa


Bu Yuli menoleh ke arah Bram yang sedang berbicara dengan Widya


Bram lalu beranjak ke samping toko..guna menghindar dari depan mamahnya..Widya mengikuti Bram


"Lu mau kemana sih Bram?" tanya Widya


"Eh..lu ngapain sih ngikutin gua mulu?" gusar Bram sambil melirik kearah toko


"Yeee..emangnya nggak boleh yaak?..eh..nanti malam kita ke Malioboro yuuk.." ajak Widya


"Nggak bisa Wid..gua sibuk.."


"Ya ellaaaah..lu kenapa gitu banget sih ama gua Bram?..gua bete nih..sendirian di Jogja"


"Ngapa nggak ngajak cowok lu aja sih?" ketus Bram


"Gua jomblo Bram..yuuk..ntar malem temenin gua ke Malioboro.."


Pembicaraan mereka terputus oleh panggilan bu Yuli pada Bram..sepertinya bu Yuli dan lainnya sudah selesai berbelanja


"Itu siapa Bram?" tanya Widya


"Nyokap gua.."


"Ooh..itu nyokap lu?" ujar Widya


Setelah tahu kalau yang memanggil Bram adalah mamahnya..Widya berinisiatip menghampiri bu Yuli


"Tanteee..apa kabar?..kenalin..saya Widya..temannya Bram" sapa Widya sambil menjulurkan tangannya


Bu Yuli menyambut tangan Widya dengan ekspresi dingin


"Iya..salam kenal juga.." jawab bu Yuli seraya melihat Bram yang canggung dengan kenekatan Widya memperkenalkan dirinya ke mamahnya


"Ayo Bram..kita pulang" ajak bu Yuli sambil menuju ke mobil


"Daaah..tantee.." ucap Widya sambil tersenyum


Bram pun segera menyusul mamahnya..tapi begitu dia sampai disamping Widya..tiba-tiba Widya menarik tangan Bram dan langsung memeluknya..Bram pun terperanjat kaget atas aksi nekat Widya yang memeluk dirinya didepan rombongan Eyang putri..Bram pun langsung melepas pelukan Widya


Dia melihat Aisyah termanggu melihat dirinya dipeluk oleh Widya


"Lu apa-apan sih Wid?" kesal Bram


Widya hanya tersenyum nakal dan mengedipkan matanya


"Nanti malam gua telpon lu ya Braaam.."


Bram tidak menjawab perkataan Widya..dia lalu berbalik melangkah menuju ke mobil


"Byeeee Braaaam!!" ujar Widya sambil melambaikan tangannya


Bram yang tiba disamping mobil lalu segera duduk disebelah Tarjo

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil Hiace putih meninggalkan pelataran parkir candi Borobudur..menuju kembali ke rumah Eyang putri


"Bram?.." panggil bu Yuli


"Iya maah?.." jawab Bram sambil memutar badannya melihat kearah mamahnya


"Tadi itu siapa?" tanya bu Yuli


"Temennya Andri mah.."


"Andri?..Andri anaknya bu Barjo?..kok sama kamu kayaknya dah akrab banget?..dan kayaknya dia bukan anak komplek yaah?"


"Bukan maah..emang orangnya kayak gitu mah..Bram ajah males ngelayaninnya..dia nya ajah yang deketin Bram terus"


"Kamunya yang tegas dong..jangan kayak ngasih harapan ke dia nya..mamah nggak suka Bram!!..maen peluk-pelukan didepan orang!!" tegas bu Yuli


"Iya maaah..."


Bram melihat Aisyah yang duduk disebelah mamahnya..hanya memandang keluar jendela..tanpa menoleh sedikit pun kearah dirinya


Bram lalu memutar badannya ke arah depan


Suasana perjalanan pulang menjadi suram dan kaku..beda dengan waktu berangkat tadi..penuh dengan canda tawa


Bram jadi menyesal ketemu dengan Widya di Borobudur


Bram melihat ada notif pesan WA..mamahnya mengirimkan pesan


Sepertinya bu Yuli tidak mau sampai Aisyah tahu


"Kamu jangan kayak gitu Bram..maen peluk-pelukan didepan Aisyah..jaga perasaan Aisyah.."


Bram menoleh ke arah mamahnya..mamahnya menatapnya dengan dingin..sesekali melirik ke arah Aisyah yang duduk disampingnya


"Iya maah..Bram minta maaf" balas Bram


Bram menunggu mamahnya yang sedang mengetik balasan


"Jangan minta maaf sama mamah..minta maaf sama Aisyah..dia kelihatannya marah sama kamu..tapi dianya nggak mau nunjukin di depan mamah.."


"Iya mah"


Bram lalu mengirim pesan ke Aisyah


"Assallamualliakum.."


"Waallaikumsallam mas.." balas Aisyah


"Kamu marah sama mas yaak?"


"Nggak..Aisyah nggak marah sama mas..memangnya ada apa mas?"


Bram menengok ke belakang..ke arah Aisyah yang juga melihat dirinya..dia pun tersenyum ke arah Bram


Bram lega..ternyata Aisyah tidak marah ke dirinya


Bu Yuli yang melihat Aisyah tersenyum ke arah Bram..lalu membisikan sesuatu ke telinga Aisyah..Aisyah terperanjat kaget


"Jangan bu..Aisyah nggak berani.."


"Nggak apa-apa..nanti ibu bantuin..yaaah.."


Aisyah tampak ragu-ragu


"Baik bu.."


"Kamu jangan lembek kayak gitu teh..kamu harus lawan yaah..kamu jangan sampai kalah sama perempuan kayak gitu..ya teh?"


"Baik bu" jawab Aisyah


Aisyah lalu mengirim pesan ke Bram..Bram yang menerima pesan dari Aisyah..terperanjat kaget..dia lalu menengok ke belakang


"Katanya kamu nggak marah sama mas?" tanya Bram pada Aisyah


Aisyah hanya membuang mukanya kesamping sambil cemberut..Bram melihat mamahnya tertawa


"Ini pasti gara-gara mamah yaah?"  tanya Bram


"Mamah nggak ikut campur Bram..ini kan urusan anak muda" ketus bu Yuli


Bram lalu pindah ke bangku belakang


"Mbak Tarmi..pindah dulu yaaak..saya ada perlu sama Aisyah" pinta Bram pada Tarmi yang duduk tepat di depan bangku Aisyah..disamping Eyang putri


"Baik den.." jawab Tarmi


Lalu Tarmi pindah ke jok belakang..bersama Ratih


Eyang yang duduk disebelah Bram..hanya tersenyum geli melihat Bram yang ingin membujuk Aisyah


"Aisyaaaah?...katanya kamu nggak marah sama mas?" bujuk Bram sambil melihat Aisyah dari bangkunya


Aisyah hanya diam sambil melihat ke jendela


"Syaaah..kalau mas salah..mas minta maaf yaaah?..." pinta Bram


Aisyah sesekali melirik ke arah Bram..tapi hanya diam..tidak merespon permintaan maaf Bram


Bu Yuli tersenyum geli..dia lalu berbisik ke telinga Aisyah


"Tuh kaaan!!..mamah nih yang ngajarin kan?" kesal Bram


Melihat Bram yang kesal digoda sama bu Yuli dan Aisyah..seisi mobil pada tertawa


"Apa syaratnya?" tanya Bram


"Aisyah mau mas tangkepin belut buat Aisyah.."


Bram terperanjat kaget..atas syarat yang diajukan oleh Aisyah


"Yaaah..kok nangkep belut sih?..yang lain kenapa Syaah?" bujuk Bram


"Mau nggak?..kalau mas nggak mau..Aisyah masih marah sama mas!!" ketus Aisyah sambil membuang mukanya ke arah jendela


"Iyaa..iyaaa...kapan mas nangkep belutnya?" tanya Bram sedikit kesal


"Nanti..kalau sudah sampai dirumah Eyang..kita langsung ke sawah..mas bisa langsung cari belutnya disana" jawab Aisyah


Bram langsung memutar badannya sambil menggerutu nggak jelas..Eyang putri kembali tertawa


Dibelakang..bu Yuli mengadu telapak tangannya dengan Aisyah..tanda kemenangan


"Kenapa sih ngger?..memangnya kamu nggak bisa nangkep belut?"


"Bram paling nggak bisa nangkep belut bu.." potong bu Yuli dari belakang


"Oalaaah...ngono tooh?" gelak Eyang putri


Bram makin menekuk mukanya


"Kon ajari Tarjo ae ngger..Tarjo paling pinter nyuluh welut (Minta ajarin Tarjo aja ngger..Tarjo paling pinter nangkep belut)" ujar Eyang putri


"Tenang aja mas..nanti saya ajarin caranya" kata Tarjo dari depan


Bram hanya diam..dia lalu mencari cara menangkap belut di Youtube


Aisyah mengintip dari atas jok Bram..tersenyum geli..melihat Bram membuka Youtube tutorial cara menangkap belut


_______________


Hiace putih yang dikendarai Tarjo..tampak memasuki halaman rumah Eyang putri


Begitu berhenti..Tarmi segera turun terlebih dahulu..untuk membantu Eyang putri turun


Setelah semuanya turun..tinggal Bram yang masih didalam


Aisyah menggandeng Eyang putri menuju kedalam..diikuti oleh bu Yuli dibelakangnya


"Mas Bram ngambek ya bu?" tanya Aisyah


"Biarin aja teh..sekali-kali kita kerjain dia..hihihi" tawa bu Yuli


Aisyah dan Eyang putri pun ikut tertawa


"Nanti ibu mau lihat aah..mas Bram bisa nggak nangkep belut" ucap bu Yuli sambil tersenyum geli


Eyang putri pun duduk di sofa yang diikuti oleh bu Yuli disebelahnya


"Kamu mau kemana nduuk?" tanya Eyang putri yang melihat Aisyah beranjak ke arah dapur


"Mau bikinin minum..buat Eyang sama ibu" jawab Aisyah


"Nggak usah..kamu disini ajah..udah ada Ratih" kata Eyang putri


Aisyah lalu duduk di sebelah Eyang putri


Tak lama kemudian..Bram menyusul masuk ke ruang tamu


"Ayuuuk Syaah..katanya mau nangkep belut?" ajak Bram


Aisyah lalu bangkit dan menghampiri Bram..Bram langsung menggamit tangan Aisyah dan mengajaknya keluar


"Nanti ibu nyusul ya teh.." kata bu Yuli


Aisyah menoleh ke arah bu Yuli sambil menganggukan kepalanya


"Miii..Tarmii.." panggil Eyang putri


"Dalem Ndoro" jawab Tarmi yang muncul dari teras samping


"Kancani Aisyah yoo..(Temenin Aisyah yaaa)" pinta Eyang putri


"Injjih Ndoro"


Lalu Tarmi segera mengikuti Aisyah dan Bram yang sudah menuju ke gapura depan


Sepanjang perjalanan menuju ke gapura depan..Bram yang menggandeng Aisyah hanya diam..Aisyah pun jadi tidak enak hati


"Mass.." panggil Aisyah


Bram hanya diam mendengar panggilan Aisyah


"Mas marah yaah?" tanya Aisyah


"Kamu tuh curang tahu Yaang..mentang-mentang ada mamah kamu merasa ada yang bela.." kata Bram sedikit kesal


"Kok mas yang marah siiih?..seharusnya Aisyah yang marah sama mas" kata Aisyah sambil berhenti..otomatis Bram yang menggandeng tangan Aisyah pun ikut berhenti


Bram melihat Aisyah mukanya menekuk cemberut..langsung tersenyum


"Mas nggak marah..nih..mas senyum kan?" bujuk Bram sambil tersenyum kepada Aisyah


Aisyah hanya diam sambil melipat kedua tangannya didada dan mendengus kesal kearah Bram

__ADS_1


"Kan mas udah minta maaf..mosok kamu nggak mau maafin mas sih Yaang?"


"Nggak!!..selama mas belum nangkepin belut buat Aisyah..mas nggak Aisyah maafin" ketus Aisyah


Bram menghela nafasnya


"Ya udaaah..ayo..tunjukin tempatnya..mas kan nggak tahu tempat buat nangkep belutnya"


Aisyah lalu berjalan ke arah sepetak sawah yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri


"Tuh mass..disitu semalam mbak Tarmi nyari belutnya" tunjuk Aisyah


Bram terhenyak kaget..karena tempat yang ditunjuk oleh Aisyah berupa sepetak tanah yang berlumpur yang ditumbuhi rumput di pinggirannya


"Disini Yaang?" tanya Bram


"Iyaa.."


"Dalem nggak?"


"Nggak..cuma sebetis doang kok mas"


"Yaaah..ini mah kudu nyeker doong!!"


Bram lalu melepas sepatunya seraya menggulung celananya hingga selututnya..tak lupa dia keluarkan handphone dan dompetnya dan dia taruh di rerumputan


"Sini hp nya Aisyah pegangin.." pinta Aisyah


Setelah memberikan handphonenya kepada Aisyah..Bram lalu turun ke dalam lumpur


Dia lalu mencari lubang tempat sarang belut..dia lalu mencabut rumput yang agak panjang dan dia sogok-sogok lubang yang dia temukan agar belut yang ada di dalam keluar


Bram tidak tahu..kalau selama dia menyogrok-nyogrok lubang belut..direkam oleh Aisyah mengunakan handphone dirinya


Tak lama kemudian datang menyusul Tarmi dan Ani


"Dapet den?" tanya Tarmi pada Bram sambil turun ke galengan sawah


"Belum mbak.." jawab Bram


"Kamu ngapain Yaang?" tanya Bram yang melihat Aisyah merekam dirinya dengan kamera handphone


"Ngerekam mas.."


"Eeeh..jangan dooong..mas bisa malu ntar"


"Udaah..mas nyari belut ajah" ujar Aisyah yang terus merekam Bram


Tarmi lalu berinisiatif untuk membantu Bram..dia lalu berjongkok di pinggir galengan yang ada lobang belut dibawahnya..lalu dia sogok-sogok lubang itu dengan kayu yang agak panjang


Tiba-tiba Tarmi berteriak pada Bram..karena lobang yang dia sogok keluar belutnya


"Itu deeen..tangkep belutnya!!" ujar Tarmi sambil menujuk ke arah belut yang berusaha kabur


Bram dengan sigap berusaha menangkap belut yang ada didepannya


Karena Bram tidak tahu cara menangkapnya dan ditambah badan belut yang licin..Bram berulang kali gagal menangkap belut itu


Aisyah yang merekam dari pinggir galengan..tertawa terbahak-bahak..melihat Bram yang berusaha menangkap belut..hingga celana dan bajunya belepotan oleh lumpur


Dari pinggir..Tarmi terus memberikan instruksi kepada Bram cara menangkap belut yang benar


Hingga..pada akhirnya


"YEESSSSS!!!...akhirnya!!!" teriak Bram sambil mengangkat seekor belut ditangannya


Tarmi dan Ani ikut berteriak senang..melihat Bram berhasil menangkap belut


Bram lalu berjalan menghampiri Aisyah


"Niiih..mas bisa kan nangkep belut!!" bangga Bram sambil menunjukan belutnya di depan Aisyah


Karena Bram yang merasa senang..jadi agak lengah..belut yang sudah ada ditangannya terlepas kembali dan jatuh ke lumpur lagi


Melihat itu..Aisyah kembali tertawa


Bram segera memburu belut yang terlepas


Bram yang ditertawakan oleh Aisyah..menjadi kesal


"Kasihin hp mas ke mbak Tarmi Yaang.." pinta Bram


"Kenapa memangnya mas?" tanya Aisyah


"Udaaah..kasihin ajaaah"


Aisyah lalu memberikan handphone Bram ke Tarmi


"Sama hp kamu juga.."


Aisyah lalu merogoh saku celananya..dan memberikan handphonenya ke Tarmi


Tiba-tiba..Bram menarik Aisyah masuk ke dalam lumpur..hingga dia jatuh berlutut dilumpur


"Yaaaaah...mas maaaah...baju Aisyah jadi kotor semuanya kaan.." ujar Aisyah sambil bangun dan melihat ke badannya yang sudah kena lumpur


Dia seka lumpur yang menempel di pipinya


"Hahahahaha..sekarang kita sama Yaang..hahahaha" gelak Bram


Aisyah yang kesal..lantas melempar segumpal lumpur ke arah Bram yang mengenai leher dan mukanya


"Hihihi..mas mandi lumpur" ledek Aisyah


"Oooo..kamu ngajakin perang niih??" ujar Bram


Bram yang tidak mau kalah..membalas lemparan lumpur ke arah Aisyah


Jadilah mereka yang tadinya berniat untuk mencari belut..sekarang malahan menjadi perang lumpur antara Bram dan Aisyah


"Hiyyaaaaah!!" teriak Aisyah sambil meloncat ke punggung Bram dan membaluri lumpur ke muka Bram


Bram pun menunduk hingga Aisyah yang ada di punggungnya jatuh ke dalam lumpur


Melihat Aisyah jatuh di lumpur..Bram langsung memeluk Aisyah dari belakang..mereka berguling-guling dilumpur


Baju dan celana mereka sudah penuh tertutup oleh lumpur sawah


Tarmi dan Ani hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua sambil merekam dengan kamera handphone


Hingga pada akhirnya


"Asstaghfirullaaaaah!!...Braaam!!...teteeeeh!!.. kalian pada ngapain??" teriak bu Yuli yang baru tiba


Seketika mereka berdua langsung berhenti dan melihat ke arah bu Yuli yang sudah berada diatas jalan


"Mas Bram yang duluan bu..yang narik Aisyah kedalam lumpur" ujar Aisyah sambil bangun dan menyeka lumpur di atas matanya dan sebagian mengenai pasminanya


"Bohooong maaah..Aisyah sendiri yang masuk kesini!!"


"Bohooong bu..mas Bram.."


"Sudah..sudaaaah..kalian cepat naik..pulang ke rumah Eyaaang!" kata bu Yuli dengan nada tinggi


Bram lalu naik ke atas galengan..diikuti oleh Aisyah di belakangnya


"Kalian ini...hiiiih!!" kesal bu Yuli sambil menjewer telinga Bram yang lewat didepannya


"Aaaa.." teriak Bram sambil memegang tangan mamahnya yang menjewer telinganya


"Kok mamah jewer kuping Bram siih?" tanya Bram


"Pasti kamu duluan kan yang mulain.." sewot bu Yuli


"Kok Bram maah?..Aisyah duluan yang ngelempar lumpur ke Bram"


"Bohong bu..mas Bram duluan yang narik Aisyah " elak Aisyah


"Sudaaah..sudah...cepat kalian mandi!!" kesal bu Yuli


Lalu mereka berdua berjalan menuju ke rumah Eyang..yang diikuti oleh bu Yuli dibelakangnya


Bu Yuli tersenyum melihat Bram dan Aisyah yang belepotan lumpur berjalan di depannya..bu Yuli teringat waktu Bram dan Aisyah kecil dulu..sama persis seperti sekarang ini..mereka berdua belepotan lumpur karena mencari belut di belakang vila


Bram langsung lari setelah meraup muka Aisyah dengan lumpur


"Mas Brammmm!!!" teriak Aisyah kesal


Aisyah segera mengejar Bram yang sudah lari didepannya


Bu Yuli hanya tersenyum geli melihatnya


____________________


Dari dalam rumah utama..Bram melangkahkan kakinya menuju ke paviliun..sepertinya dia sudah selesai mandi..dengan menggunakan piyama handuknya..Bram mau mengambil bajunya yang ada di dalam kamar paviliun


Setelah membuka pintu kamar..Bram lalu masuk dan membuka ranselnya untuk mengambil bajunya


Dari dalam kamar mandi..dia mendengar Aisyah sepertinya belum selesai mandi


Bram segera memakai bajunya..setelah selesai dia lalu duduk di sofa dan memainkan handphonenya


Dia tersenyum geli melihat hasil rekaman waktu dia menangkap belut di sawah tadi


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka..Aisyah yang sudah selesai mandi keluar yang hanya menggunakan handuk piyamanya


"Eeh..ada mas..kirain nggak ada orang" kata Aisyah sambil merapatkan piyamanya


Dia lalu segera menuju ke arah ranselnya untuk mengambil bajunya


Bram memperhatikan Aisyah yang baru mandi hanya menggunakan piyama handuk..rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai basah


Bram baru kali ini melihat kaki Aisyah yang putih dan jenjang..apalagi sebagian pahanya yang putih mulus tidak tertutup oleh piyama handuknya


"Oh my God!!..to f***in sexy!!" ujar Bram dalam hatinya


Sempat terbersit niatnya dalam hati Bram untuk menyergap Aisyah saat ini juga..tapi niat itu ditepisnya jauh-jauh..karena dia sudah berjanji dengan mamahnya..agar tidak berbuat macam-macam dengan Aisyah sebelum dirinya resmi menjadi suami Aisyah


"Mas!!" panggil Aisyah yang membuyarkan lamunan Bram


"Mas ngelamunin apaan?.." tanya Aisyah yang melihat Bram memperhatikan dirinya dengan mata yang tidak berkedip


"Eeh..ng..nggak Syaah.." ujar Bram yang kaget


"Mas ngelamun yang nggak-nggak yaaah?" tanya Aisyah


Bram tidak menjawab pertanyaan Aisyah..dia segera beranjak keluar dari kamar


"Mas mau kemana?" tanya Aisyah


"Keluar Syaah..mas kalau didalam..lama-lama nggak kuat!!" kata Bram yang menghilang di balik pintu kamar


Aisyah tersenyum geli..setelah mengambil bajunya..Aisyah kembali masuk kedalam kamar mandi untuk memakai bajunya

__ADS_1


__ADS_2