Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
15.Bertemu Kembali


__ADS_3

Sekitar jam 9 malam..Bram baru tiba dirumahnya


Selagi dia berjalan menuju kamarnya..Bram memanggil bi Surti


"Bi..bikinin kopi yaaah" pinta Bram


"Baik den.." jawab bi Surti yang muncul dari dapur


"Nanti kopinya taruh di meja makan ajah..saya mau mandi dulu"


"Baik den..den Bram mau makan malam?..biar saya siapin sekalian.." tanya bi Surti


"Nggak usah bi..tadi saya sudah makan diluar.." jawab Bram sambil berjalan ke kamarnya


Setibanya dikamar..Bram segera mengganti kemeja nya dengan kaos oblong dan celana boxer


Tiba-tiba..handphone bergetar..Bram segera melihat dilayar handphone nya..Aisyah memanggilnya melalui videocall.


"Assalamuallaikum mass" sapa Aisyah begitu tersambung


"Waallaikumsallam.." jawab Bram


"Mas Bram lagi ngapain?" tanya Aisyah


"Mas baru nyampe.." jawab Bram sambil duduk di sofa


"Oh iya...gimana soal proposal mas yang mas ajuin ke orang bule itu?..diterima?" tanya Aisyah


"Mau tau ajah..apa mau tau banget??" goda Bram sambil menaruh handphone dimeja..dan dia atur supaya Aisyah masih bisa melihat dirinya melalui videocall


Lalu dia menyalakan rokoknya


"Mas mah begitu.." kata Aisyah sambil memasang muka cemberut


"Kalau ditanya serius..pasti jawaban nya selalu ngaco.." ketus Aisyah


"Kamu tuh kalau lagi marah..malah tambah cantik lho Syaah..mangkanya mas paling seneng godain kamu"


Bram tertawa terbahak-bahak


Aisyah pun makin kesal..


"Mas Bram kalau ketawa terus..Aisyah tutup yaah.."


"Eeeh..jangan dooong..memang nya kamu gak kangen sama mas?" tanya Bram


"Nggak!!" ketus Aisyah


"Yang beneeeeer?" goda Bram


"Iiiih..orang dibilang nggak.." kata Aisyah sambil memalingkan mukanya kesamping


Bram melihat Aisyah menahan tawa nya dan mukanya bersemu merah


"Hahahahhaha..kamu tuh nggak pinter bohong tau Syaaah.."


"Iyaaa..iyaaaa..Aisyah...kangen sama mas" Aisyah menyebut kata kangen nya dengan nada pelan..


"Apaaa?..mas nggak denger?" kata Bram sambil mendekatkan kuping nya ke layar handphone nya


"Aisyah..KANGEEEN sama masss!!" kata Aisyah yang sengaja berteriak pas dia bilang kangen


"Naaah...kalau gitu kan mas denger.."


Aisyah tersenyum geli


"Kamu kok belom tidur sih?"


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya


"Kamu kalau tidur pasti mimpiin mas ya Syaah?"


"Mas ngomong apaan sih?"


Bram tertawa geli..


"Eh..sebentar..mas ada baju baru yang mas kasih unjuk ke kamu..bentar yaaah.." kata Bram sambil beranjak pergi dari depan layar handphone


Aisyah penasaran..baju apa yang mau diperlihatkan Bram kepada dirinya


"Taaaadaaaaaaa...." unjuk Bram kepada Aisyah


Aisyah kaget..karena baju yang ditunjukan Bram kepada dirinya adalah baju kurung yang dia kenakan waktu dia ikut acara reuni SMA Bram..dan dia lupa untuk mengambilnya kembali di kamar Bram


"Itu kan baju Aisyah massss!!.."


"Iyaa..sengaja mas simpen..buat mas jadiin temen mas tidur.."


"Mas Bram apaan siih?..balikin mas..." pinta Aisyah


"Nggak..mas soalnya kangen sama cewek yang make baju ini..dia nya lagi di luar negeri..ninggalin mas sendirian di Jakarta.." jawab Bram sambil memeluk baju kurung Aisyah dan memasang wajah sendu


Aisyah tersenyum geli


"Mas apa-apaan siiih?..mas dah kayak orang gila..!!"


"Enggak apa-apa mas dibilang gila..soalnya mas gilanya gara-gara kamu Syaah.."


Bluussssh..


Muka Aisyah merah merona mendengar perkataan Bram


"Mangkanya..kamu cepet-cepet pulang doong...mas kangen nih.."


"Iyaaa maaas..besok Aisyah dah balik ke Jakarta kok.."


"Heeh..beneran?" kata Bram sambil mendekatkan wajahnya ke layar handphone


"Iya masss.." kata Aisyah sambil mengangguk


"Soalnya auditnya dah selesai "


"Jam berapa?..biar mas jemput besok"


"Dari sini sih pesawat jam 3 sore mas..palingan sampai di Jakarta jam 5an.."


"SIAP NYONYAAAAAH!!" kata Bram sambil memberikan gestur hormat kepada Aisyah


"Eh..mas sudah sholat Isya belom?" tanya Aisyah


"Belom.." jawab Bram


"Sholat dulu yaah..nanti habis sholat..mas telpon Aisyah lagi"


"Okeeeh..mas mandi dulu..ntar baru itu sholat.."


Aisyah mengangguk sambil tersenyum


"Eh..iya..Aisyah hampir ajah lupa..besok pagi mbak Retno kan mau ngambil baju Bali nya Gabi ya mas..nanti mas tolongin ambilin baju nya di workshop Aisyah ya mas.."


"Wani pirooooo?" goda Bram


"Iiih..mas mah..beneran yaaah..besok tolong ambilin baju nya Gabi..kasihan..soalnya hari Rabu dah mau dipake..ya mas yaah"


"Siaaap bos kuuhh!!"


Aisyah pun tersenyum


"Dah ya mas..."


"Dadaaaah masss..Assalamuallaikum" kata Aisyah sambil melambaikan tangannya


"Waallaikumsallam.."


Lalu sambungan videocall terputus.


Bram lalu bangkit dari sofa..sambil memperhatikan baju kurung Aisyah yang ada ditangannya


"Mas kangen tau Syaah.." kata Bram sambil mencium baju Aisyah


Bram hanya menggeleng-gelengkan kepala nya..kenapa dia bisa begitu kangen sama Aisyah


Setelah melipat baju kurung Aisyah..Bram lalu mengambil handuknya dan menuju ke kamar mandi


______________


Keesokan paginya..Bram yang sudah selesai mandi..turun ke meja makan..disana bi Surti sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya


"Pagi den.." sapa bi Surti


"Pagi bi.." jawab Bram sambil duduk di kursi


Setelah selesai menyiapkan sarapan untuk Bram..bi Surti kembali ke belakang

__ADS_1


Bram yang tengah sarapan..merogoh kantong celananya..dia lihat layar handphonenya ada nama Tyo


"Halo Yo..eh..Tina..ada apa nih?..pagi-pagi dah nelpon gua..ooh hahahahaha..iya..sama-sama.. nyantai aja Tin..kalau buat bumil mah apa ajah gua turutin..serius!!..pokoknya lu tinggal bilang ajah ke gua..lu lagi ngidam apa?..hahahaha..selamat yaah..atas kehamilan lu..moga-moga bayinya sehat..ibunya sehat..lancar atas kelahirannya..iya..iya..nomor Aisyah?..iya..ntar gua kirimin..iya.. Waalaikumsallam.."


Setelah menutup telponnya..Bram mencari nomor handphone Aisyah dan dia kirim ke Tyo melalui WA


"Eh..kok gua kirim siih?..nanti Tina nanya macem-macem sama Aisyah lagi"


Bram segera menghubungi Aisyah


"Halo Syaah..waalaikumsallam..kamu sibuk nggak?..nggak..kan tadi mas ngasih nomor kamu ke Tina..Tina..istrinya Tyo..temen SMA mas..iya..nanti kalau dia nanya kamu lagi dimana..bilang aja lagi di Bandung yaak..soalnya Tina kan nggak tahu kalau kamu tinggal disini..ooh..cakeep!!..pinter kamu..hmmm..sombong kamu Syaah..hehehe..ya sudah itu ajah..daaaa"


Bram melanjuti sarapannya yang sempat tertunda


_____________


Sekitar jam 4 sore..mobil Bram terlihat sudah memasuki parkiran Terminal 3 penerbangan internasional.


Setelah mendapat tempat parkir..Bram segera menuju ke area kedatangan internasional


Setibanya disana..dia melihat list kedatangan pesawat yang ditumpangi oleh Aisyah dan kedua orangtuanya.


Karena masih cukup lama pesawatnya landing..Bram lalu mencari gerai Starbuck Coffe


Setelah memesan kopi..Bram lalu mencari tempat khusus smoking area.


Bram lalu mulai menyalakan rokoknya dan mulai memainkan handphone nya


Di Instagram pribadinya..banyak notif pesan yang belom dia baca


Selain banyak notif 'like' atas postingan foto Aisyah waktu di Pasar Baru..banyak juga yang menanyakan jati diri Aisyah di DM Instagram nya


Bram sesekali tertawa melihat koment-koment yang masuk.


Tiba-tiba..handphone nya bergetar dan halaman Instagramnya berubah menjadi layar panggilan telephon..Bram melihat mamahnya memanggil


"Assalamuallaikum mah..oh..mamah dan mendarat?..oh. sekarang lagi di Imigrasi..ya sudah..Bram nanti ke loby..ya mah..waallaikumsallam"


Sambil membawa kopinya..Bram lalu keluar dari Starbuck Coffe dan berjalan ke arah loby kedatangan.


Sekitar 45 menit kemudian..Bram melihat kedua orangtuanya berjalan keluar dan di belakangnya Aisyah tampak mengikuti.


"Maaaah.." kata Bram sambil melambaikan tangan nya


Mamahnya membalas lambaian tangan nya..Bram lalu segera menghampirinya..dan mencium tangan kedua orangtuanya


"Halo Syaah.." sapa Bram


"Iya mas.." kata Aisyah yang kikuk saat menerima jabatan tangan Bram


"Kenapa sekarang kalau deket-deket mas Bram perasaanku lain yaaah?"


Bram ingin sekali memeluk Aisyah saat itu juga karena rasa kangen nya..tapi itu tidak bisa dia lakukan..karena ada kedua orangtuanya di samping Aisyah


"Bram..Aisyah..kalian pulang kerumah berdua saja yaaah...papah sama mamah mau langsung ke Jogja" kata pak Agung


"Ke Jogja?..ada apaan pah?" tanya Bram


"Disana papah ada urusan yang penting sama mamah kamu Bram.."


Bram hanya mengangguk


"Nanti kamu drop papah di Terminal 3 yang diatas yaah..soalnya papah dah pesen tiketnya jam 8an.."


"Baik pah.." kata Bram


Lalu Bram mengambil koper mamah nya dan berjalan keluar


Di perjalanan menuju ke loby..Bram yang semula berjalan paling depan..melambatkan jalan nya..agar bisa jalan berdampingan dengan Aisyah yang berjalan di belakang orangtuanya


Bu Yuli memperhatikan kelakuan Bram hanya mencolek tangan pak Agung agar melihat ke belakang..kearah Bram dan Aisyah


Pak Agung melirik ke arah Bram yang sedang berbicara dengan Aisyah dengan tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah bu Yuli.


Bram dan Aisyah tidak menyadari..kalau mereka sedang dilirik oleh bu Yuli yang berada di depan mereka


"Bram?..." panggil pak Agung..


Bram yang asyik ngobrol dengan Aisyah tidak mendengar panggilan papahnya


"Mas Braaaam?..." panggil pak Agung sekali lagi


"Mas..dipanggil bapak.." kata Aisyah sambil melirik ke pak Agung


"Eehh..iya pah" kata Bram sambil melihat ke papahnya


"Kenapa memangnya pah?"


"Kalau kamu laper..kita makan dulu yuuk.." ajak pak Agung


"Ayuuk pah.." jawab Bram


Lalu mereka berempat menuju ke gerai Solaria


______________


Setelah mendrop orangtuanya..Bram dan Aisyah langsung menuju arah pulang.


"Kamu mau jalan-jalan nggak Syaah?" tanya Bram di dalam mobil


"Nggak mas..mendingan kita pulang ajah..Aisyah ngantuk..terus ada laporan yang mesti Aisyah kasih ke pak Handoko besok.."


"Siaaaaap bosssssku.."


Aisyah tersenyum melihat Bram


Bram melihat gerbang tol yang mengarah ke JORR sudah mulai mengantri..dia berinisiatif untuk keluar di gerbang tol PIK..untuk melalui jalur alternativ yang menuju ke tol JORR


"Kata kamu si Retno mau ngambil baju Balinya Gabi tadi pagi..tapi mas tungguin dari pagi gak dateng ke rumah Syaah" kata Bram setelah meng-tap kartu e-tol nya


"Iya mas..tadi mbak Retno WA Aisyah..katanya mau diambil besok pagi..sebelum Gabi ke sekolah..katanya mau minta tolong dandanin Gabi sekalian.." kata Aisyah yang memeriksa tas kecilnya


"Eh iya mas..ngomong-ngomong soal pak Handoko..mas cemburu sama mas Iyan yaaah?" tanya Aisyah sambil tersenyum kepada Bram


"Kamu ngomong apaan sih?" elak Bram


"Mas Bram..mas Iyan tuh udah punya tunangan tauuu masss..pas makan malam di Marina Bay kemarin..diajak kok mas tunangannya...sama mas Iyan dikenalin ke semua yang hadir"


Bram hanya menyimak sambil fokus ke depan


"Orangnya cantik deh mas..orang Singapura..katanya temen kuliah mas Iyan.." kata Aisyah


"Kalau menurut mas..biasa ajah..ada yang lebih cantik dari tunangannya si Iyan.."


"Siapa mas?" tanya Aisyah


"Kamu.." kata Bram


"Aaaah...mas Bram bisa ajah" kata Aisyah tersipu malu


"Yeeeee...ge'er..." kata sambil memencet hidung Aisyah gemas


"Aaaaaaa.." teriak Aisyah yang hidungnya dipencet oleh Bram


"Adduuuuuhh..." kata Aisyah sambil memegang hidungnya yang memerah sehabis dipencet oleh Bram


"Sakit tau masss...hiiiih" kata Aisyah sambil memukul lengan Bram


Bram tertawa melihat Aisyah yang mengerucutkan bibirnya sambil memegang hidungnya yang merah


"Mas mah beneran...huft" rajuk Aisyah


Bram lalu memegang tangan kanan Aisyah


"Ini tangan..kalau nabok mas kenapa enteng bener siiiih!!" kata Bram sambil berusaha mengigit tangan Aisyah


"Eeeh..eeeh...masss masssss!!... eeeh...lepasiiiin..aduuuh" kata Aisyah sambil berusaha menarik tangannya dari mulut Bram


Bram tampak pura-pura menggigit tangan Aisyah..lalu melepaskan nya


Bram tertawa melihat Aisyah yang kembali cemberut sambil mengelus-elus tangannya


Tiba-tiba..pandangan Bram seperti kabur dan berputar-putar..untungnya mobilnya berada disisi kiri..Bram langsung menepi ke kiri..sehingga tidak mengganggu lalu lintas yang lain


Bram langsung memegang kepalanya yang agak berat..Aisyah pun dibuat takut melihat keadaan Bram


"Masss...maaas Bram kenapa?" tanya Aisyah dengan wajah cemas sambil memegang pundak Bram


"Nggak tau nih Syah..tau-tau..pandangan mas kabur.." kata Bram sambil menaruh kepalanya di stir mobil


Tiba-tiba..melintas di pandangan Bram..sosok gadis kecil menangis di hadapannya sambil memegangi tangannya..Bram kayak kenal dengan gadis kecil itu..tapi dimanaaaa?


"Masss.." kata Aisyah sambil mengelus-elus punggung Bram

__ADS_1


Dan di mata Bram..melintas gambaran seorang gadis kecil yang memukul tangannya sambil menangis


Aisyah yang cemas dan takut..bingung..harus berbuat apa


Bram lalu menegakkan kepalanya..


"Ayuuk Syaaah...mas dah mendingan nih.."


"Beneran mas dah nggak apa-apa?" tanya Aisyah


"Iyaaa"


Lalu Bram melajukan mobilnya perlahan menembus kemacetan yang sudah mulai terlihat di jalan Tol JORR


"Tadi Tina nelpon kamu nggak?" tanya Bram


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil menoleh ke arah Bram


"Ngomong apa ajah dia?"


"Nggak banyak mas..cuma nanya kabar Aisyah ajah.."


"Oooh..nggak nanya yang macem-macem kan?"


"Nggak mas"


Setibanya dirumah..Bram lalu membawakan tas yang berisikan oleh-oleh yang Aisyah bawa dari Singapura.


Dia mengikuti Aisyah yang berjalan ke kamarnya


"Syaah..." panggil Bram begitu dia tiba di depan pintu kamar Aisyah


"Apa mas?" jawab Aisyah sambil menoleh ke arah Bram


Aisyah melihat Bram merentangkan kedua tangannya..


"Peluk mas dong..katanya kangen?.." pinta Bram sambil tersenyum


"Iiih.mas iih...apaan sih?" kata Aisyah tersipu malu


"Sini..kalau kamu nggak kangen..mas deh yang kangen.." pinta Bram sekali lagi


"Meluk mas Bram dosa nggak sih?"


Lalu dengan malu-malu..Aisyah menghampiri Bram..dan memeluk pinggang Bram dengan dengan rikuhnya


Begitu Aisyah memeluk pinggangnya..Bram langsung mendekap tubuh Aisyah dengan eratnya


"Hhhmmmmmm....mas kangen banget tahu Syaah..sama kamu.." kata Bram sambil memeluk Aisyah dengan sangat erat


Aisyah yang memejamkan matanya hanya tersenyum didalam dekapan Bram


"Ya Alloh..nyaman sekali.."


Bram lalu mencium rambut Aisyah yang tertutup hijabnya


Lama keduanya saling berpelukan


"Masss...kita jangan sering-sering kayak begini yaaah.." pinta Aisyah sambil mendongak menatap Bram


"Looh..memangnya kenapa?..kamu nggak suka yaaah..kalau mas peluk?..hmmm?" tanya Bram sambil tersenyum


"Bukan mass..nanti Aisyah takut ketahuan ibu.." jawab Aisyah


Bram terdiam sesaat..kemudian senyuman tersungging di bibirnya


"Tenang ajah..mas bisa ngontrol diri mas kok..lagi pula..mamah kan sekarang nggak ada Syaah.." kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah


"Peluk mas dong.." pinta Bram


Aisyah lalu memeluk Bram lagi dengan eratnya


"Sudah ya mas?" pinta Aisyah


Bram lalu melepaskan pelukannya dan membawakan tas Aisyah ke dalam kamarnya


"Kamu nggak mau tidur dikamar mas lagi Syaah?" goda Bram


"Yeeeee..mas mah maunya..nggak mau!.." jawab Aisyah


"Kenapa nggak mau?.."


"Nggak mau..soalnya mas kan pikirannya joroooook..nanti Aisyah diapa-apain lagi sama mas..hiiiy.." kata Aisyah sambil bergidik


Bram tersenyum geli


"Ya udaaaah..kalau kamu nggak mau tidur dikamar mas..mas ajah dah yang tidur disini..kayak kemarin.." kata Bram sambil merebahkan badannya di ranjang Aisyah


"Eeeh..mas apa-apan sih....banguuun" kata Aisyah sambil menarik tangan Bram yang terlentang agar bangun dari ranjang nya


Bram hanya diam sambil menahan tangannya yang ditarik oleh Aisyah..sampai suatu moment..Bram menarik Aisyah agar jatuh ke pelukannya


"Aaaaahh..." jerit Aisyah kaget yang ditarik ke pelukan Bram


Begitu Aisyah jatuh di pelukan Bram..Aisyah diam sambil menatap mata Bram dalam-dalam..ada perasaan teduh dan damai begitu dia menatap mata Bram


Dan dia merasa seperti ada kekuatan lain yang mencegahnya untuk bangun dari atas tubuh Bram..Bram bisa merasakan detakan jantung Aisyah di dadanya yang berpacu dengan cepat


"Masss?.." panggil Aisyah


"Huuh?..apa Syaah?" jawab Bram


"Aisyah mau bilang terimakasih ke mas.."


"Terima kasih karena apa?"


"Terima kasih..karena mas udah nggak ngelakuin yang macem-macem sama Aisyah..waktu Aisyah tidur dikamar mas" kata Aisyah lirih


Bram tersenyum dan mengangguk


"Kan mas sudah janji sama kamu.." kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah


Tanpa disadari oleh Bram..dia memajukan wajahnya perlahan-lahan yang diikuti oleh Aisyah


Begitu bibir Aisyah akan beradu dengan bibir Bram..tiba-tiba..jari tangan Aisyah langsung menghentikan laju bibir Bram sambil tersenyum


"Nggak boleh mass..nanti keterusan" kata Aisyah lirih


"Yaaaah...dikiiiiiit ajah Syaaah..." rengek Bram sambil memasang muka melas


Aisyah tersenyum..lalu dia mencium pipi Bram dengan lembut


"Itu dulu aja ya mas..." kata Aisyah sambil bangun dari pelukan Bram yang diikuti oleh Bram yang juga bangun dari atas ranjang Aisyah


"Ya udah deh..." kata Bram kecewa lalu dia menuju pintu kamar Aisyah


Sebelum dia pergi dia berbalik dan mencium kening Aisyah


"Met bobo ya cantiiiik" bisik Bram


Aisyah pun mengangguk dan setelah Bram beranjak dari depan kamar Aisyah...Aisyah lalu menuju ke kamar mandi untuk mengambil wudhu..karena dia belom menunaikan sholat Isya


Setelah selesai menunaikan sholat Isya..Aisyah lalu menyalakan AC dikamarnya.. lalu melepas hijabnya dan merebahkan badannya di kasurnya


Tapi dia tidak bisa langsung memejamkan matanya..dia tersenyum sendiri membayangkan kejadian barusan


Dia bingung atas perasaan yang timbul di hatinya..perasaan yang pertama kali dia rasakan


Perasaan antara senang dan bahagia kalau dia berdekatan dengan Bram


"Apakah ini yang namanya jatuh cinta?"


"Apa aku sudah jatuh cinta sama mas Bram?"


Tapi perasaan itu..dia coba buang jauh-jauh.


Tapi bayangan Bram selalu menggelayut di pelupuk matanya


Aisyah tahu status sosial antara dirinya dan Bram


Walaupun dia dan Bram sudah saling mengenal dan bermain bersama dari sejak jaman mereka kecil dulu..tapi dia tahu posisi dia di keluarga Handoyo


Tapi dia tidak bisa memungkiri perasaan hatinya terhadap Bram


Aisyah berpikir dan heran..kenapa Bram tidak pernah marah kepada dirinya..walau dia sering memukul dan mencubitnya


"Apa mas Bram juga suka sama aku?"


Dia merasa sudah banyak berhutang budi kepada keluarga Handoyo..khususnya kepada bu Yuli..yang telah sudi membawanya ke Jakarta..hingga dia bisa mengecap jenjang pendidikan sampai menjadi Sarjana


Tiba-tiba..Aisyah merasa rindu kepada mendiang kedua orangtuanya


Aisyah merasa menyesal..karena kedua orangtuanya tidak bisa menyaksikan moment bahagia di dalam hidupnya saat dimana dia di Wisuda menjadi Sarjana

__ADS_1


Aisyah mengelap air matanya yang mengalir di pipi


"Ayah...Ibu...Aisyah kangen..semoga kalian bahagia di sisiNya..amiiin" ujar Aisyah lirih


__ADS_2