
Jam 6 pagi..tampak di ruang keluarga..Aisyah tengah memberesi barang-barang titipan bu Yuli untuk Eyangnya Bram yang di Jogja
"Nanti bilang sama tante Titik..koper yang kecil buat dia..yang gede buat Eyang ya teh.." ucap bu Yuli
"Iya bu" jawab Aisyah sambil menaruh koper kecil yang sudah selesai dia beresi
"Mas Bram sudah bangun teh?" tanya bu Yuli
"Sudah bu..tadi Aisyah bangunin buat sholat Subuh"
"Tuh kan..kalau sama kamu mas Bram pasti diingetin sholat..coba kalau sama yang laen.." kata bu Yuli sambil meminum tehnya
"Aah..ibu bisa ajah"
Tak lama dari arah tangga..turun Bram yang sudah menenteng ranselnya
"Good moooorniiiingggg girl's!!!!" sapa Bram sambil tersenyum ceria
"Anak mamah ceria bener hari ini..."
"Iya dong maah.." kata Bram sambil mencium pipi mamahnya
"Kan Bram mau jalan-jalan.."
Lalu dia duduk di sebelah koper besar yang sedang ditata oleh Aisyah
"Nyonyah ini repot bener siiih?...di Jogja mau buka toko yaaah?" goda Bram
"Mas kalau nggak mau bantuin..jangan gangguin yaah!!" ujar Aisyah sambil terus memberesi isi koper
Bram tiba-tiba merebahkan badannya di atas koper yang sedang diberesi oleh Aisyah
"Mas Braaam!!!...mas Bram nih bu.." rajuk Aisyah sambil melihat ke bu Yuli
"Kalau mas Bram nggak mau bangun..pukul ajah teh.."
Aisyah langsung memukul Bram karena telah diberi lampu hijau oleh bu Yuli
"Hiiiih...mas mau minggir nggak?...heeh.." ucap Aisyah sambil terus memukuli badan Bram
Bram hanya tertawa yang badannya dipukuli oleh Aisyah
"Aduuh.." teriak Aisyah sambil memegang pergelangan tangan kanannya
Bram spontan bangun dan memegang tangan Aisyah..yang diikuti oleh bu Yuli terlihat kaget
"Kamu kenapa Syaah?" tanya Bram
Aisyah lantas tertawa melihat Bram yang dibohongi olehnya
"Weeeek..." ledek Aisyah sambil tertawa
Bram cemberut karena berhasil dibohongi oleh Aisyah
Bu Yuli tertawa melihat kelakuan Aisyah yang membohongi Bram
"Mas kalau nggak di gituin..nggak bakal bangun.." kata Aisyah yang kembali memberesi isi koper
"Ooooh...kamu gitu yaaaah?"
"Aaaaaah...ibuuuu!!!" teriak Aisyah..karena hidungnya dipencet oleh Bram
"Braaaammm!!...kamu apa-apaan siiih!!" gusar bu Yuli sambil menghampiri Bram
Gantian Bram yang berteriak karena kupingnya dijewer mamahnya
"Kamu tuh yaaah!!..sakitkan hidung orang maen pencet-pencet ajah!!" geram bu Yuli
Aisyah merengut memegangi hidungnya yang merah sehabis dipencet oleh Bram
"Mas mah beneraaan...sakit tau mas.."
"Sama Syaah..kuping mas juga sakit nih.."
Bu Yuli hanya tersenyum dingin melihat Bram yang memegang kupingnya
"Nanti kalau mas Bram ngapa-ngapain kamu disana..lawan ya teh..kalau nggak telpon ibu"
"Iya bu..weeek" ledek Aisyah ke Bram
"Biarin..nanti disana mas balesnya...disana kan nggak ada mamah...aaaah" teriak Bram yang telinganya dijewer mamahnya lagi
"Awas ya kamu Bram..kalau macem-macem sama Aisyah"
"Iya maaah...aduuuh" ucap Bram sambil bersungut-sungut memegang kupingnya
"Lama-lama..bisa putus nih mah..kuping Bram"
Aisyah hanya tersenyum geli
"Kalau mas Bram masih nekat nakalin kamu..kamu bisa lapor sama Eyang ya teh.." kata bu Yuli
"Iya bu.." kata Aisyah yang masih menahan gelinya melihat Bram bersungut-sungut kesal
Dari dalam kamar keluar pak Agung
"Ada apa sih?..pagi-pagi sudah pada ribut ajah?" tanya pak Agung sambil menuju ke sofa ruang keluarga dan duduk di sebelah bu Yuli
"Pesawat kalian jam 10 yaah..papah dah bilang sama tante Titik untuk jemput kalian di bandara jam 11-an"
"Bapak mau kopi?" tanya Aisyah yang sudah selesai memberesi koper
"Boleh deh teh.." jawab pak Agung
"Mas juga ya Syaah.." pinta Bram
"Nggak mau!!..mas bikin sendiri ajah" ujar Aisyah sambil mencibir ke arah Bram
"Oooo...kamu sekarang gitu yaaah!!..sini nggak kamu!!" kata Bram sambil berdiri dan menghampiri Aisyah
Aisyah langsung berlari ke dapur sambil berteriak untuk menghindari kejaran Bram
Bu Yuli dan pak Agung hanya tersenyum melihat tingkah Bram dan Aisyah seperti anak kecil
"Rencana mamah berhasil kayaknya nih.." kata pak Agung
"Iya dong pah..alkhamdulillah..padahal kemaren mamah baru ngomong ya pah..kalau Bram nggak ada perhatiannya sama Aisyah..tinggal nunggu Bram nya aja yang ngomong ke kita pah.."
Pak Agung dan bu Yuli menoleh ke arah dapur..karena mendengar teriakan Aisyah dan Bram yang sepertinya masih kejar-kejaran
"Papah belom tahu yaah?"
"Apaan itu mah?"
"Mereka sekarang sudah pacaran lho pah" kata bu Yuli sambil tersenyum senang
"Heeh??...yang bener mah?" tanya pak Agung
"Iya..kemarin Aisyah yang bilang sendiri ke mamah..terus juga..kemarin Aisyah juga denger pembicaraan kita yang di meja makan pah.."
"Berarti Aisyah sudah tahu dong rencana kita?"
"Sudah pah..cuma Bram saja yang belom tahu"
Tiba-tiba..dari arah dapur Aisyah berlari yang masih dikejar Bram
"Ibuuuuu..." teriak Aisyah sambil bersembunyi di balik badan bu Yuli
"Kamu kenapa sih Bram?..kayak anak kecil ajah.." kesal bu Yuli
"Liat nih mah..mosok Bram disiram pake tepung..kan baju Bram jadi putih semuanya mah.." gerutu Bram
"Biariiin!!..weeek!!" ledek Aisyah yang bersembunyi di belakang punggung bu Yuli
"Kalau berani sini kamu..jangan beraninya ngumpet dibelakang mamah.." kata Bram sambil berusaha menggapai badan Aisyah yang bersembunyi di balik badan bu Yuli
Aisyah berusaha menghindar dari gapaian tangan Bram sambil tertawa
"Sudah..sudah..Bram..Aisyah...sudah..kalian mau berangkat jam berapa?" kata bu Yuli sambil menampik tangan Bram yang masih berusaha meraih badan Aisyah
"Awas kamu nanti dirumah Eyang..." ancam Bram
"Mas Bram tuh bu.." rajuk Aisyah
"Braaammm!!..awas kamu yaaah..kalau macem-macem sama Aisyah" ucap bu Yuli sambil melotot ke arah Bram
"Kopi buat bapak mana teh?" tanya pak Agung
"Iya pak..tapi..mas Bram nya nih" kata Aisyah yang masih bersembunyi di belakang bu Yuli
"Pokoknya kalau mas nggak sekalian dibikinin..nggak mas kasih lewat"
Pak Agung terkekeh
"Hehehehe...kalian tuh dari dulu nggak berubah yaah..tiap hari kerjaannya beranteeeem terus" ujar pak Agung sambil tersenyum geli
Setelah selesai memberesi barang-barang yang akan dibawa..Bram dan Aisyah bersiap-siapĀ diteras dengan memasuki koper ke dalam bagasi mobil Aisyah
"Kamu nggak mau dianter sama Rizal Bram?" tanya pak Agung
"Nggak pah..biar mobilnya Aisyah nginep di airport ajah" jawab Bram
"Bener ya Bram..kamu jangan bawa mobil ke Jogja looh" sambung bu Yuli
"Iya maaaah..kan papah dan beliin tiketnya..ngapain juga Bram bawa mobil ke Jogja"
"Nanti kalau mas Bram tetep nekat bawa mobil ke Jogja..kamu telpon ibu ya teh!!"
"Iya bu.." jawab Aisyah
Lalu mereka berdua pamit untuk berangkat ke airport
"Aisyah berangkat dulu ya pak..bu.." pamit Aisyah sambil mencium tangan pak Agung dan bu Yuli
"Assalamuallaikum.."
"Waalaikumsallam.." jawab bu Yuli
"Salam buat Eyang ya Bram.." kata bu Yuli
"Iya mah" jawab Bram
Lalu Bram mulai menjalankan mobilnya untuk menuju ke Airport
Didalam mobil..Aisyah memperhatikan Bram yang diam semenjak meninggalkan rumah
"Mas?.." panggil Aisyah
"Hmmmm" sahut Bram tanpa menoleh
__ADS_1
"Mas masih marah yaah?" tanya Aisyah lagi
"Bangggeeuuuut!!" sewot Bram
Aisyah tertawa melihat mimik muka Bram yang menirukan anak alay ketika menjawab pertanyaannya barusan
"Mas gitu ajah marah siih?...mas ngatain Aisyah tukang ngambek..sendirinya juga sama" kata Aisyah sambil melendot di lengan Bram yang sedang menyetir
Aisyah lalu membelai pipi Bram
"Aisyah minta maaf deeh..mas jangan marah lagi yaah?"
Bram lalu menoleh ke Aisyah
"Ini Ningrum apa kamu yang asli nih Syaah?" tanya Bram
"Ini Aisyah masss..bukan Ningrum"
"Nggak percaya mas..soalnya Aisyah yang asli nggak kecentilan kayak gini"
"Kok mas nggak percaya sama Aisyah sih?" ujar Aisyah sambil menekuk mukanya
"Coba buktiin kalau kamu tuh Aisyah..bukan Ningrum"
"Aisyah musti gimana mas?" tanya Aisyah
"Cium mas.." pinta Bram
"Nggak mau!!.." ketus Aisyah sambil melepas pelukannya dilengan Bram dan melipat kedua tangannya di atas dadanya
"Hahahahaha...berarti kamu beneran Aisyah..bukan Ningrum" gelak Bram sambil mengelus-ngelus kepala Aisyah
Hingga tawa Bram terhenti oleh handphonenya yang bergetar..dia lalu melihat di layar handphonenya..nomor tidak ada namanya..Bram lalu menaruhnya di konsol tengah mobil..tanpa dia pedulikan
"Kok nggak dijawab mas?" tanya Aisyah
"Males"
"Jangan-jangan cewek tuh mas"
"Sok tau kamu"
"Sini mas..biar Aisyah yang jawab.." kata Aisyah sambil mengambil handphone Bram untuk dia jawab panggilan telpon yang masuk
Bram yang berusaha mencegahnya..terlambat..karena Aisyah telah mengambil handphonenya
"Halooo..assalamuallaikum" sapa Aisyah
Bram melotot kearah Aisyah
"Iyaaa...ini siapa?..Widya?..mas Bramnya lagi bawa mobil" jawab Aisyah sambil melihat kearah Bram
"Ada apa ya mbak?..ooh..saya Aisyah mbak..halo?..halo?..putus mas" kata Aisyah sambil menaruh kembali handphone Bram
"Kenapa kamu jawab sih?" sewot Bram
"Kali ajah telpon penting mas...nggak tahunya Widya yang nelpon"
"Mas ajah males ngeladenin..malah kamu jawab"
"Widya ngapain nelpon mas?"
"Mana mas tahu?...tadi nggak kamu tanya sekalian.."
"Udah keburu putus mas..aaah...palingan dia ngajakin mas nonton kali..kan mas Ryan pernah ngomong kemaren"
Bram diam tidak menjawab perkataan Aisyah
Aisyah lalu mengambil handphone Bram
"Mau ngapain kamu?" tanya Bram
"Aisyah mau lihat Instagram mas"
Aisyah tersenyum samar begitu dia buka handphone Bram..karena foto dia dijadikan wallpapper oleh Bram
Dia menoleh ke Bram..Bram pun juga menoleh ke Aisyah
"Ada apa?..kenal sama yang difoto?"
Aisyah pun tersenyum malu-malu
Lalu Aisyah mulai memainkan handphone Bram dan membuka Instagram pribadi Bram
"Kok isinya foto Aisyah semua mas?"
"Iya.." jawab Bram
"Foto-foto mas ini doang?"
"Iya..yang laennya sudah mas hapus"
Tiba-tiba..Aisyah memfoto Bram yang sedang menyetir..Bram pun menoleh
"Ngapain kamu Syaah?"
"Foto mas mau Aisyah share di Instagram..mosok isinya foto Aisyah semua" kata Aisyah sambil mengetik di handphone Bram
"Mas nggak pernah mosting foto mas sendiri Syaah..eh..kamu nulis apaan?"
"Nulis apaan kek..terserah Aisyah dong!"
"Siniin hp mas!!" kata Bram sambil berusaha merebut handphonenya
"Cieeee...ceritanya balas dendam nih?" ledek Bram
"Biariiin.." ucap Aisyah sambil menjulurkan lidahnya
Bram pun tertawa
"Coba selfie sama mas.." ujar Bram
Lalu Aisyah selfie dengan Bram
"Yang bagus ya Syaah.."
Ketika arus lalu lintas berhenti dilampu merah..Bram lalu kembali selfie dengan Aisyah
Aisyah terkejut..ketika Bram yang ada disampingnya mencium pipinya secara tiba-tiba dan moment itu tertangkap oleh kamera handphone Bram
"Jangan kamu hapus Syaah..langsung kamu share yaah" pinta Bram
"Jangan ah mas...malu" ucap Aisyah yang mukanya merona merah
"Biarin ajah.." kata Bram sambil menjalankan mobilnya lagi
Bram tersenyum melihat Aisyah yang wajahnya masih merona merah selagi mengetik di handphonenya
Hingga tak terasa mereka sudah memasuki kawasan airport SoekarnoHatta
Bram lalu menuju ke area parkir menginap yang ada di terminal 2 bandara SoekarnoHatta
Tak lama kemudian pesawat yang dinaiki oleh Bram dan Aisyah telah take off menuju ke Yogyakarta
________________
Sekitar 1 jam..sampailah mereka di bandara Adi Sutjipto..Jogjakarta
Tampak Bram mendorong troley bagasi barang bawaannya menuju ke loby penjemputan
Bram lalu mengeluarkan handphonenya..untuk menghubungi tante Titik
Begitu dia sedang mencari nomor kontak tante Titik..tiba-tiba ada seseorang memanggil dirinya
"BRAAAAM!!!.."
Bram pun menoleh ke arah sumber suara..seorang wanita kisaran berumur 30an tahun melambai kearah dia dan Aisyah..tante Titik..adik bungsu pak Agung Handoyo
"Tanteee!!" balas Bram sambil tersenyum
Tante Titik pun segera menghampiri Bram
"Apa kabar Bram?" tanya tante Titik sambil memeluk Bram
"Baik Nte.." jawab Bram
Tante Titik lalu mengalihkan pandangannya ke arah Aisyah
"Ini pasti Aisyah yaah?" tanya tante Titik melihat ke Aisyah setelah melepaskan pelukannya pada Bram
"Iya Nte.." jawab Aisyah sambil menjabat tangan tante Titik
"Apa kabar?" tanya tante Titik sambil memeluk Aisyah
"Baik Nte.."
"Kenalin..saya Titik..adeknya papahnya Bram.."
Aisyah hanya mengangguk
"Ayu yo Bram!! (Cantik ya Bram)" kata tante Titik sambil tersenyum
Aisyah pun tersipu malu-malu
"Awakmu yo pinter golek bojo seng ayune koyok ngene (Kamu ya pinter nyari istri yang cantiknya kayak begini)" goda tante Titik sambil tersenyum
"Tante ngomong apa sih?" jawab Bram sambil tersenyum
"Ya sudah..ayuk..kita ke mobil tante"
Lalu tante Titik mengajak Bram dan Aisyah menuju ke mobil
"Tadi tante Titik ngomong apaan mas?" tanya Aisyah lirih disamping Bram
Bram tertawa mendengar pertanyaan Aisyah..hingga tante Titik menoleh ke arahnya
"Kenapa Bram?" tanya tante Titik
"Aisyah ora iso boso Jowo Nte..mangkane..yen ngarepe dek'e..ngomonge nganggo boso Jowo ae yo Nte..dek'e kan ora ngerti kalo dirasani..hahahahaha (Aisyah nggak bisa bahasa Jawa Nte..kalau didepan dia..ngomongnya pakai bahasa Jawa aja ya Nte..dia kan nggak ngerti kalau diomongin..hahahahaha)" gelak Bram
Tante Titik pun tersenyum geli melihat Aisyah yang melongo tidak mengerti apa yang diomongin sama Bram
"Aaaaah.." teriak Bram karena Aisyah mencubit pinggangnya
"Mas pasti ngomongin Aisyah yaaah?" tanya Aisyah yang kesal
"Sok tau kamu!!" kata Bram yang meringis sambil mengelus-elus pinggangnya
"Itu tadi..Aisyah denger..nama Aisyah disebut-sebut!!" sewot Aisyah
__ADS_1
"Gantiaaan..kamu kalau sama mamah kalau ngomong pake bahasa Sunda.." kata Bram
"Kamu orang mana Syaah?" tanya tante Titik
"Orang Sunda Nte.." jawab Aisyah
"Pantes..orang-orang Sunda kebanyakan cantik-cantik..iya kan Bram?" ujar tante Titik
"Jangan di puji Nte..nanti Aisyah bisa ke ge'eran ntar...aaaaah.." jerit Bram lagi..karena cubitan Aisyah mendarat lagi di pinggangnya
Tante Titik tertawa melihat tingkah Bram dan Aisyah
Tak lama sampailah mereka di mobil tante Titik..setelah memasukan barang bawaanya Bram ke bagasi..tante Titik lalu mengemudikan mobilnya untuk meninggalkan bandara Adi Sutjipto
"Kamu baru sekali ini ke Jogja ya Syaah? " tanya tante Titik
"Iya Nte.." jawab Aisyah
"Nanti kamu minta anterin sama Bram ajah yaah..kalau pengen keliling-keliling Jogja"
"Iya Nte"
"Eyang ono opo sih Nte?..jarene mamah..Eyang arep petuk karo Aisyah? (Eyang ada apa sih Nte?..katanya mamah..Eyang mau ketemu sama Aisyah?)" tanya Bram yang duduk disamping tante Titik
"Tante ora iso ngomong saiki Bram..awakmu takone dewe karo Eyang..iku urusan Eyang..aku ora ngerti (Tante nggak bisa ngomong sekarang Bram..kamu tanya sendiri saja sama Eyang..itu urusan Eyang..aku nggak ngerti)" jawab tante Titik sambil tersenyum
"Heeeeh..ora mamah..ora tante..podo ae..ora gelem ngomong terus terang.. (Heeeh..nggak mamah..nggak tante..sama saja..nggak mau ngomong terus terang)" gusar Bram
"Tenane Bram..tante ora weruh..tante dikandakno karo papahmu kon jemput awakmu karo Aisyah nang bandara..wes iku tok..wes tooh..awakmu tenang ae..mengko nang omah..kowe takone dewe karo Eyang (Beneran Bram..tante nggak tahu..tante dibilangin sama papahmu disuruh jemput kamu sama Aisyah di bandara..sudah itu saja..sudahlah..kamu tenang saja..nanti dirumah..kamu tanya sendiri sama Eyang)" ucap tante Titik
"Kamu nggak ngerti kan Syaah?" tanya Bram sambil melihat ke Aisyah yang duduk di belakang
Aisyah hanya cemberut sambil menggelengkan kepalanya
"Kapokmu kapaaaaan???" ledek Bram sambil tertawa
Aisyah makin kesal karena diledek oleh Bram..tante Titik yang melihat Aisyah dari spion tengah hanya tersenyum geli
________________
Sampailah mereka dirumah Eyangnya Bram..tante Titik mengarahkan mobilnya ke halaman rumah Eyang Bram yang luas dan asri..tepat dibawah pohon beringin yang besar..mobil tante Titik berhenti
Bram dan Aisyah lalu keluar dari dalam mobil
Dari dalam rumah munculah seorang wanita yang berkisar berumur 70 tahun..mengenakan pakaian kebaya dan di belakangnya seorang pria yang juga berumur sekitar 70 tahunan menggunakan beskap dan belangkon..dibibirnya terselip pipa cangklong..merekalah Eyang Putri dan Eyang Kakung
"Braaaam...putuku.." panggil Eyang putri Bram
Bram segera menghampiri kedua Eyangnya dan mencium kedua tangan Eyangnya dan memeluk Eyang Putrinya
"Piye ngger?...sehat?" tanya Eyang Putri
"Sehat Eyang Ti...Eyang Kung.." kata Bram sambil memeluk Eyang Kakungnya
"Wis gedi putu lanangku yo Ti (Sudah gede cucu pria ku ya Ti).." ucap Eyang Kakung sambil mengelus-ngelus punggung Bram
Dihalaman..tante Titik mengajak Aisyah untuk menghampiri Eyang nya Bram berada
"Ayuk Syaah..tante kenalin sama Eyang.." ajak tante Titik
Aisyah lalu mengikuti tante Titik untuk menghampiri Eyang
"Pak..bu..niki sing asmane Aisyah (Pak..bu..ini yang namanya Aisyah)" ucap tante Titik sambil memperkenalkan Aisyah
"Oooh..iki sing jenenge Aisyah?..piye kabare? (Oooh..ini yang namanya Aisyah?..gimana kabarnya)" tanya Eyang Putri sambil memeluk Aisyah
"Ayuuu yo pak?" kata Eyang Putri sambil memegang pundak Aisyah
Aisyah mengangguk hormat kepada kedua Eyangnya Bram
Eyang Kakung lalu menghampiri Aisyah..Aisyah lalu mencium tangan Eyang Kakung
"Pak..bu..ngapunten..Aisyah mboten angsal bohoso Jawi..(Pak..bu..maaf..Aisyah nggak bisa bahasa Jawa)" kata tante Titik
"Oooh...kamu nggak bisa bahasa Jawa yaah?" tanya Eyang Putri
Aisyah menganggukan kepalanya sambil tersenyum malu-malu
"Eyang minta maaf yaah..Eyang kira kamu ngerti bahasa Jawa..kenalin..saya Eyang Putrinya Bram..dan ini Eyang Kakungnya Bram..ya sudah..ayuk pada masuk..Eyang sudah siapin makan siang buat kalian berdua..kalian pasti pada lapar kan?" tanyanya pada Aisyah sambil menggamit lengan Aisyah untuk masuk kedalam rumah
"Iya Eyang.." jawab Aisyah
Aisyah terpana begitu dia melihat didalam rumah Eyang..semua perabotan didominasi oleh ukiran kayu jati..luas dan lebar..nyaris tidak ada sekat..hanya ada pintu-pintu besar ukiran jati yang menandakan itu adalah pintu kamar tidur..selebihnya dibiarkan loss..tidak ada sekat-sekat kamar
Seperti rumah Joglo pada umumnya
Di meja makan terlihat para emban sedang menyajikan makanan khas Jogjakarta..gudek dan ayam panggang Kalasan
"Ayuk nduk..kamu duduk disebelah Eyang.." ajak Eyang Putri
Aisyah pun mengikuti permintaan Eyang Putri..dia duduk disebelahnya
Sedangkan Bram duduk di sebelah Eyang Kakung
Selagi menunggu para emban yang bekerja di rumah Eyang menyiapkan makan siang..Eyang Putri tidak henti-hentinya memperhatikan Aisyah sambil tersenyum
"Ayu loh Braaam.." kata Eyang Putri sambil melirik ke Bram
"Ayu asline..ketimbang karo potone (Cantikan aslinya..ketimbang sama fotonya)" sambung Eyang Putri
Bram hanya tersenyum
Aisyah salah tingkah yang diperhatikan oleh Eyang Putri
"Ngapunten ndoro..monggo didahar riyen (Maaf nyonya..silahkan dimakan)" ujar seorang emban yang mempersilahkan Eyang Putri untuk memulai makan siangnya
"Ayuk nduk...makan dulu..habis ini kalian bisa istirahat yaah.." kata Eyang Putri sambil memberikan piring kosong ke Aisyah
"Tante Titik nggak ikut makan Eyang?" tanya Aisyah
"Bulikmu lagi repot..lagi ada borongan kain batik.." jawab Eyang Putri sambil menyendok nasi ke piring Aisyah
Dari dalam keluar seorang laki-laki membawa dua buah kelapa muda yang sudah dikupas
"Monggo den..degannya" katanya sambil menaruh kelapa muda di meja
"Iya..terima kasih ya mas.." jawab Bram
"Bram kecil dulu paling seneng sama degan Syaah" kata Eyang Kakung
"Degan?.." heran Aisyah
"Degan tuh artinya kelapa muda.." terang Bram sambil memakan santap siangnya
Eyang Kakung pun tertawa yang melihat Aisyah bingung dengan bahasa Jawa
"Oooh.." ujar Aisyah sambil tersipu malu
"Eyang nggak makan?" tanya Aisyah yang melihat didepan meja Eyang Putri tidak ada piring
"Eyang sudah makan tadi..sudah..kamu makan saja..habis ini istirahat yaah..soalnya nanti malam kamu Eyang ajak ke pendopo depan" kata Eyang Putri sambil mengelus-elus punggung Aisyah
"Iya Eyang.." kata Aisyah
Setelah santap siang..Eyang putri mengajak Aisyah menuju ke paviliun yang terpisah dari rumah utama
Siang hari yang terik tidak terasa di area sekitar paviliun..karena terdapat pohon beringin yang rindang..hampir menutupi atap paviliun
Selama Aisyah berjalan bersama Eyang putri..dia melihat banyak pekerja yang mengurusi taman dan kebun yang berada di area rumah Eyang Kakung yang cukup luas
"Naaah..kamu selama disini..kamu tidurnya disini yaaah.." kata Eyang putri setelah berada di teras paviliun
Lalu mereka memasuki paviliun
Didalam tersusun rapi perabotan jaman dulu dan masih tampak asli dan terawat
Tibalah mereka di dalam kamar..Aisyah melihat koper-koper bawaannya sudah diturunkan didalam kamar
"Oh iya Eyang..tadi kata ibu..koper yang besar buat Eyang..terus yang kecil ini buat tante Titik" kata Aisyah sambil memisahkan koper pesanan bu Yuli
"Ooh iya..sebentar"
Eyang putri lalu keluar dan memanggil 2 orang emban untuk menghampirinya
"Kuwi sing gedi nggowonen nang jero..terus sing cilik nggowonen nang omahe Titik yoo Met..(Itu yang gede bawa ke dalam..terus yang kecil bawa ke rumahnya Titik yaa Met..)" pinta Eyang putri
"Injih ndoro..( Iya nyonya)" jawab 2 orang pria berbarengan sambil membawa 2 buah koper keluar
"Tarmiiii.." panggil Eyang putri lagi
Tak lama munculah seorang wanita muda sepantaran dengan Aisyah
"Dalem ndoro.." jawabnya
"Nduk..ini Tarmi...nanti kalau kamu perlu apa-apa..kamu bisa minta sama Tarmi yaaah" kata Eyang putri sambil memperkenalkan Tarmi ke Aisyah
"Iya Eyang" jawab Aisyah
"Ya sudah..Eyang tinggal dulu yaah..kamu istirahat dulu" kata Eyang
"Iya Eyang" kata Aisyah sambil menganggukan kepalanya
Eyang putri pun keluar dari dalam kamar
"Mbak..mengke kirane mbak nggados nopo-nopo..mbak angsal undang kulo nggih?" pinta Tarmi ke Aisyah
"Eee..mbak Tarmi..maaf..saya nggak bisa bahasa Jawa" kata Aisyah sambil tersenyum malu-malu
"Oalaaaaah...maaf yo mbak..saya kira mbak ngerti bahasa Jawa..gini mbak..nanti kalau mbak butuh apa-apa..mbak bisa panggil saya yaah" kata Tarmi
"Iya mbak..terima kasih"
"Mbak mau mandi sekarang?..kalau mau sekarang..saya bisa siapin air panasnya buat mbak mandi.." tanya Tarmi
"Nanti saja mbak..saya mau istirahat dulu" jawab Aisyah
"Ya sudah kalau gitu..saya tinggal dulu ya mbak..pareng mbak" pamit Tarmi sambil keluar dari kamar
Sepeninggal Tarmi..Aisyah melihat-lihat suasana kamar yang akan dia tempati
Klasik dan antik..kesan pertama yang Aisyah rasakan mengenai interior kamarnya..dia lalu menuju ke jendela..dan diluar jendela terdapat kolam ikan yang besar
Dia perhatikan ranjang yang akan ditempatinya dan dia baru sadar kalau di paviliun ini kamar tidurnya cuma satu dan dia tidur sendirian disini
Aisyah lalu mengeluarkan handphonenya untuk menghubungi Bram
"Halo Assallamuallaikum mas..mas dimana?..ke Ngapryak?..ama Eyang Kakung?...lama nggak?..Aisyah sendirian mas..di paviliun..iya yang disamping rumah Eyang"
Aisyah menelpon Bram sambil berjalan memeriksa sekitaran paviliun
__ADS_1
"Nanti mas tidur dimana..soalnya tas mas ada di kamar Aisyah..ya sudah mas..Aisyah mau tidur dulu yaak..assallamuallaikum"
Aisyah lalu masuk kembali ke dalam kamar..untuk istirahat