
Ceklek
Pintu ruang metting terbuka dan muncul Aisyah bersama 2 orang laki laki dan menghampiri staff HR
"Berkasnya sudah semua Fer?.." tanya Aisyah
"Sudah mbak.." jawab Ferdi itu sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya
Aisyah menerima berkas itu
"Saudari yang bernama Lesti Maharani harap masuk ke dalam ruang metting..yang lainnya bisa dipersilahkan pulang.." kata Aisyah sambil melihat ke arah keempat calon kandidat Sekretaris CEO
Ketiga wanita selain Lesti saling pandang mendengar perkataan Aisyah
"Kok kami disuruh pulang mbak?..berarti kami nggak diterima dong?" tanya Carolline sambil berdiri
"Kenapa mbak ini yang disuruh masuk?..bukannya dia melamar jadi Office Girl disini?" tanya Paquitta sambil menatap sinis Lesti
"Ferdi?..ajak saudari Lesti masuk ke dalam ruang metting yaah?.." pinta Aisyah
"Baik mbak.." jawad Ferdi
"Mari mbak Lesti.." ajak Ferdi
Lesti bangun dan mengikuti Ferdi
"Permisi bu..".ucap Lesti ketika lewat di depan Aisyah
Aisyah membalas dengan anggukan kepalanya. Aisyah lalu mengalihkan pandangannya ke arah Carolline, Paquitta dan Julie yang membalasnya dengan tatapan sinis mereka
"Saudari-saudari sekalian..kalau mau alasan apa yang membikin saudari-saudari sekalian ditolak menjadi Sekretaris disini?..mari ikut saya" kata Aisyah mengajak ketiga wanita cantik itu untuk mengikuti dirinya
Ketiga wanita itu mengikuti Aisyah yang menuju ke sebuah ruang metting lainnya yang ada di lantai 20
"Mari..silahkan masuk.." kata Aisyah sambil menahan pintu masuk ruang metting agar ketiga wanita itu untuk masuk terlebih dahulu
Ketiganya masuk kedalam dan dengan sengaja Carolline menyenggol bahu Aisyah dengan bahunya. Aisyah hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Setelah menutup ruang metting..Aisyah menghampiri meja metting dan duduk setelah menaruh berkas yang dia bawa
"Selamat siang semuanya..perkenalkan nama saya Aisyah Nan..." sapa Aisyah memperkenalkan diri..tapi langsung dipotong oleh Paquitta
"Sudah lah mbak..jangan kebanyakan omong..langsung to the point ajah..kenapa kami bertiga ini tidak diterima jadi Sekretaris CEO disini?.." sela Paquitta yang mewakili kedua temannya
"Dan lagi pula..kami juga belum bertemu dengan orang HR..kok situ main nyuruh kita pulang saja.." sambung Carolline
Aisyah sesaat tersenyum sebelum menjawab perkataan Carolline
"Baik..dengan saudari siapa kalau saya bisa tahu?.." tanya Aisyah
"Carolline.."
Aisyah melihat ke Paquitta
"Saya Paquitta.."
"Saya Julie.."
"Oke..mbak..boleh yaah?..saya panggil mbak?.." tanya Aisyah
Ketiganya hanya diam sambil memutar kedua bola matanya..merasa malas dan jengkel karena merasa dipermainkan oleh Aisyah
"Terserah situ.." saut Julie sinis
"Mbak-mbak sekalian..bahwasanya disini membutuhkan seorang Sekretaris yang mempunyai attitude yang bagus dan baik. Apalah artinya kalau dia mempunyai paras yang cantik dan elok apabila dia mempunyai attitude yang buruk dan itu bisa membuat image bos kita dan perusahaan akan menjadi buruk juga.."
"Jadi situ menuduh kita mempunyai attitude yang jelek?..iyaaa?.." potong Carolline dengan nada yang tinggi
"Mbak siapa?..main tuduh kita-kita ini punya attitude yang jelek?.." sambung Julie
"Mbak nggak tahu?..siapa papa saya?.." tanya Paquitta
"Tidak..apa mama anda tidak memberitahu siapa papa anda?.." jawab Aisyah sambil tersenyum dingin ke Paquitta
Jleb
__ADS_1
Jawaban yang langsung membikin Paquitta diam seketika. Kedua laki-laki yang berdiri di belakang Aisyah berusaha menahan tawa mereka
"Kurang ajaaar!!.." geram Paquitta dalam hatinya
"Situ bisa di pecat kalau tahu saya tidak lolos jadi Sekretaris disini.." ucap Carolline emosi
"Apalagi elu cuma sekelas staff HR..paling mentok juga Manager..bisa-bisanya ngasih keputusan semaunya sendiri.." ucap Julie sinis
"Siapa yang menjamin mbak untuk bisa diterima disini?.." tanya Aisyah
"Papa saya.." jawab Carolline
"Papa anda?.."
Aisyah memberi kode ke salah satu staff pria yang berdiri di belakangnya agar mendekat ke arahnya
"Siapa nama ayah dari mbak Carolline?.." tanya Aisyah
"Pak Gunawan bu.."
"Pak Gunawan Wibisono yang Direktur Finance?.." sambung Aisyah
Kening Carolline berkerut heran..kenapa Aisyah bisa tahu nama papahnya
"Betul bu.."
"Terima kasih.."
Staff pria itu kembali berdiri di belakang Aisyah. Aisyah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang dan dengan sengaja Aisyah menyalakan suara load speaker ponselnya
"Halo?.."
"Halo bu Aisyah.."
"Dengan pak Gunawan Wibisono?"
"Iya bu..saya sendiri"
"Bapak bisa datang ke ruang metting Kenanga yang ada di lantai 20?.."
"Bapak kesini saja..penting soalnya..perihal putri anda.."
"Baik bu..baik..saya akan kesana sekarang"
"Baik pak..saya tunggu.."
Setelah memutuskan sambungan teleponnya..Aisyah meletakan ponselnya di meja
"Mbak nelpon siapa?..papa saya?.." tanya Carolline
"Iya..tadi mbak dengar sendiri kan?..suara papah mbak?.." jawab Aisyah
"Mbak jangan main-main yaah?..papa saya tuh orangnya sibuk..nggak mungkin mau datang kesini hanya karena cuma dipanggil sama mbak.." ujar Carolline yang sedikit emosi
"Kita lihat saja mbak.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Mbak berdua juga punya papa atau saudara yang bekerja disini?.." tanya Aisyah ke Julie dan Paquitta
"Iya.." jawab mereka berdua bersamaan
"Siapa?.." tanya Aisyah
"Papa saya.." jawab Paquitta yang diikuti oleh Julie
"Telpon papa mbak..dan suruh datang kesini..bilang sama papa mbak..saya yang menyuruh papa mbak untuk datang kesini.." pinta Aisyah
Carolline sudah mulai merasa tidak enak dengan perasaannya. Sepertinya wanita cantik berhijab yang duduk di hadapannya bukan staff wanita sembarangan..karena dia bisa dengan mudahnya menyuruh papanya yang notabene menjabat sebagai Direktur Finance di AH Group untuk datang ke ruang metting ini
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Salah satu staff pria membukakan pintu ruang metting dan masuklah seorang laki-laki paruh baya
"Selamat siang bu.." sapanya sambil mengangguk hormat ke Aisyah
"Siang pak Gunawan..silahkan duduk pak" jawab Aisyah
Mulut Carolline menganga..seolah tak percaya apa yang dia lihat..kalau papanya memberikan hormatnya ke Aisyah..yang dia pikir hanya seorang staff wanita biasa. Pak Gunawan segera duduk di sebelah Carolline
"Gimana kak?..diterima?.." tanya pak Gunawan berbisik di telinga Carolline yang tidak tahu kejadian yang tengah berlangsung saat ini
Carolline yang masih terkejut..hanya bisa diam mendengar pertanyaan papahnya. Kejadian papanya yang begitu hormat pada Aisyah sepertinya masih membikin dirinya syok. Tak lama kemudian pintu ruang metting diketuk dari luar dan kembali salah satu staff membukakan pintu ruang metting. Masuklah dua orang laki-laki paruh baya yang diperkirakan seumuran dengan pak Gunawan
"Selamat siang bu?.." sapa mereka berdua ke Aisyah sambil mengangguk hormat
"Ibu memanggil kami?.." tanya salah satu dari mereka
"Selamat siang pak Hardi..pak Eros..silahkan duduk pak.." jawab Aisyah yang mengenal kedua orang laki-laki berpenampilan rapi yang baru masuk ke dalam ruang metting
Pak Eros duduk di sebelah Paquitta dan pak Hardi duduk disebelah Julie. Sama seperti Carolline..Paquitta dan Julie tak percaya apa yang mereka lihat..papahnya memberikan hormatnya ke Aisyah
"Pah?..siapa mbak-mbak itu?.." tanya Julie lirih di telinga pak Hardi
Sebelum pak Hardi menjawab pertanyaan putrinya..Aisyah sudah membuka obrolan mereka
"Selamat siang bapak-bapak sekalian..mungkin bapak-bapak bertanya-tanya..kenapa bapak-bapak sekalian saya panggil kesini?.." tanya Aisyah
"Iya bu.." jawab mereka bersamaan
"Sebelum saya jawab pertanyaan bapak-bapak sekalian..sebelumnya kita lihat dulu rekaman video ini.."
Aisyah memerintahkan salah satu staff yang berdiri di belakangnya untuk menyalakan rekaman cctv agar muncul di layar besar yang ada di ruang metting
"Silahkan bapak-bapak sekalian lihat dulu.." pinta Aisyah
Ketiga gadis itu melotot tak percaya apa yang mereka lihat di layar besar. Ternyata aksi mereka yang tengah membully Lesti terekam oleh cctv tanpa mereka sadari. Termasuk saat mereka marah-marah dan tidak terima kepada Aisyah diruang metting ini. Mata mereka mencari letak cctv berada yang telah merekam mereka. Muka ketiga orangtua dari para gadis itu merah padam..menahan marah dan malu melihat kelakuan putri mereka yang membully Lesti. Terutama saat putri mereka marah-marah kepada Aisyah
Klik
Dengan remote yang ada di tangannya..Aisyah mematikan rekaman cctv yang ada di layar.
"Bu Aisyah..sa..saya atas nama pribadi saya..mohon maaf atas kelakuan anak saya..mungkin dia tidak tahu siapa ibu sebenarnya..sudi kiranya ibu memberikan kesempatan kedua untuk Carolline.." pinta pak Gunawan dengan kedua tangannya mengatup di depan dadanya
"Saya juga mohon maaf bu..atas kelakuan Paquitta ke ibu..tolong berikan juga Paquitta kesempatan kedua untuk melamar jadi Sekretaris disini bu.." pinta pak Erros
Aisyah mengangkat tangan kanannya begitu pak Hardi ingin membuka mulutnya
"Pah!!..papah kenapa minta maaf sama dia sih?..memangnya dia siapa?.." sentak Paquitta ke pak Erros
"Paquitta!!..jaga sikap kamu!..kamu tidak tahu siapa ibu Aisyah?" tanya pak Erros emosi
"Heh!!..mana Quitta tahu?..memangnya siapa dia?..artis?.." jawab Paquitta memandang remeh ke Aisyah
"Sudah pak Erros..cukup.." pinta Aisyah yang melihat pak Erros akan menjawab ucapan Paquitta
"Mbak Paquitta ingin tahu?..kenapa saya menolak anda dan kedua teman anda itu untuk menjadi Sekretaris CEO disini?.." tanya Aisyah
Paquitta hanya mendengus kesal dan membuang mukanya ke samping
"Karena saya tidak mau..Sekretaris baru untuk suami saya nanti berkelakuan kasar dan liar seperti mbak Paquitta dan teman mbak itu.."
Ketiga gadis itu terbelalak matanya..begitu Aisyah menyebut kata suami untuk CEO di AH Group
"Tidak menghargai orang lain yang menurut dia statusnya dibawah status sosialnya..membully orang lain seenak hatinya..apa itu semua yang sudah diajarkan oleh Kampus tempat mbak belajar dulu?" tanya Aisyah
Sudah tidak tahu gimana lagi warna muka mereka saat ini..mungkin kalau bisa mereka lebih memilih masuk ke dalam perut bumi untuk menghindari malu atas apa yang sudah mereka lakukan. Ketiga gadis itu menyesali perkataan dan perlakuan mereka terhadap Aisyah yang mereka baru tahu kalau ternyata Aisyah adalah seorang istri dari CEO AH Group
"Pak Gunawan..pak Hardi dan pak Erros..kalau bapak-bapak ingin saya memberikan kesempatan kedua untuk putri-putri bapak ini..ajarkan mereka dulu adab budi perkerti agar mereka bisa menghargai orang lain. Bagaimana mereka mau dihargai oleh orang lain?..kalau mereka sendiri tidak pernah mau menghargai orang lain.." kata Aisyah
"Saya permisi.." pamit Aisyah sambil bangun dari duduknya dan keluar dari ruang metting yang diiukuti oleh dua pria staff di belakangnya
Tinggalah ketiga gadis itu bersama papah mereka yang menyesali perbuatan mereka
.
__ADS_1
.