Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
33.Menantu Idaman


__ADS_3

Setelah selesai makan..mereka keluar dari dalam restoran untuk siap-siap pulang


"Bram..kita ke Kemang yuuk" ajak Ryan


"Nggak ah..gua lagi bawa Aisyah..lain kali ajah Yan.." jawab Bram


"Aisyah ajak aja kalu gitu..kamu mau kan Syaah ke Kemang?.." tanya Ryan pada Aisyah


Sebelum Aisyah menjawab..Bram langsung memotongnya


"Nggaaaak!!...Aisyah nggak gua kasih ijin nongkrong sama elu-elu pada" kata Bram sambil menaiki motornya dan menstaternya


"Ayuuk Syaah...naik"


Aisyah lalu naik di belakang Bram


"Ya udaah..tapi ntar lu nyusul yaak.." ujar Ryan


"Iyaaa...Insya Alloh" jawab Bram


"Gua duluan yaak!!" lanjut Bram


Lalu Bram menjalankan motornya meninggalkan pelataran parkir restoran untuk menuju ke rumahnya


"Mas Ryan mau kemana sih mas?" tanya Aisyah


"Pada mau minum di Kemang" jawab Bram


"Minum?..minum bir?" tanya Aisyah polos


"Iya.."


"Kalau jam segini baru pada jalan..nanti pulangnya jam berapa mas?" tanya Aisyah


"Subuh.." jawab Bram singkat


Kemudian Bram merasa handphone bergetar..dia lalu meminggirkan motornya untuk melihat siapa yang menelponnya


Dia lihat nomor asing..tapi dia kayak kenal sama ini nomor


"Widya!!"


Bram tidak menjawab panggilan di handphonenya..dia lalu memasukan kembali ke kantong jaketnya


"Kok nggak dijawab mas?" tanya Aisyah


"Nggak...mas males jawab kalau nomor nggak ada namanya.."


Bram lalu menjalankan motornya kembali


"Dari cewek ya mas?" tanya Aisyah


"Isssh...kamu ngomong apa siih?..sok tau kamu" elak Bram


"Iya kali...jangan-jangan si Widya tuh mas yang nelpon.."


Bram terhenyak kaget..kalau Aisyah bisa menebak kalau yang nelpon dia barusan adalah Widya


"Tuh mas..orangnya nelpon lagi" kata Aisyah yang merasakan handphone Bram yang ada disaku jaketnya bergetar


"Biarin ajah"


Bram merasa nggak enak kalau menjawab panggilan Widya didepan Aisyah


"Besok kamu masih audit nggak?" tanya Bram yang mencoba mengalihkan pembicaraan


"Sudah nggak mas..auditnya sudah selesai tadi..kenapa memangnya mas?"


"Kamu mau ke Jogjanya kapan?" tanya Bram


"Terserah mas Bram..bisanya kapan..kan Aisyah cuma ngikutin mas"


"Ya udah..hari jumat yaaah..soalnya besok sama kamis..mas masih ada acara ketemu sama orang"


"Ya udah"


Bram mendengar Aisyah yang menguap di belakang


"Kamu ngantuk?"


"He'eh" jawab Aisyah


"Ya udah..kamu tidur ajah sambil meluk mas"


Aisyah lalu memeluk perut Bram dan meletakan kepalanya di pundak Bram


"Mas?.." panggil Aisyah lirih


"Hmmm" jawab Bram


"Baru kali ini Aisyah dibonceng motor sama cowok..selain sama ayah" ujar Aisyah


"Berarti..mas yang pertama dong?..yang boncengin kamu?" tanya Bram sambil menoleh ke samping


"Iya mas..soalnya sama ibu..Aisyah nggak boleh diboncengin sama cowok yang ibu nggak kenal.."


"Laah..kalau kamu pengen naik Gojek atau Grab?..gimana?"


"Nggak boleh sama ibu mas..Aisyah disuruh naik mobil" jawab Aisyah yang masih meletakan kepalanya di pundak Bram sambil menguap pelan


"Dah..tidur ajah kalau ngantuk..ntar kalau sudah sampai..mas bangunin.." pinta Bram


Aisyah tidak menjawab..dia malah mempererat pelukannya di perut Bram


___________________


Dimeja makan Bram tengah sarapan pagi bersama kedua orangtuanya


Tak lama..dari arah dapur muncul Aisyah yang membawa secangkir kopi ditangannya..dia lalu duduk disebelah bu Yuli


"Bu Nanik mau pesen seragam pengajian jadi teh?" tanya bu Yuli pada Aisyah yang tengah menyeruput kopi disebelahnya


"Hmm..jadi bu..tapi mau nanya yang lainnya dulu..mau sekalian bikin sama Aisyah nggak?"  jawab Aisyah


"Jemaahnya banyak loh teh!!..kamu nanti sanggup nggak?"


"Insya Alloh sanggup bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Cieeee...dapet borongan nih?" goda Bram


"Belum mas..bu Nanik nya masih nunggu keputusan yang lain" ujar Aisyah sambil mengolesi rotinya dengan selai


"Kamu nganter Aisyah jadinya kapan Bram?" tanya bu Yuli


"Jumat mah..sekarang Bram mau ke Cikande..mau ngeliat lokasi yard.." jawab Bram


"Kamu mau pagi apa siang pesawatnya?..biar papah yang pesenin?" tanya pak Agung


"Pagi aja pah.." jawab Bram lagi


Setelah selesai dengan sarapannya..Bram lalu pamit kepada orangtuanya

__ADS_1


Sepeninggal Bram..Aisyah lalu memberesi gelas dan piring bekas sarapan Bram


"Biar bi Surti aja teh.." kata bu Yuli


"Biarin aja bu..sekalian beresin punya Aisyah juga.."


Aisyah lalu membawa piring dan gelas kotor ke belakang


"Pah.." panggil bu Yuli setelah melihat Aisyah masuk ke dapur


"Ya mah.." jawab pak Agung


"Menurut papah..rencana mamah berhasil nggak sih pah?" tanya bu Yuli sambil menengok ke arah belakang..ke arah pintu dapur..takut-takut kalau Aisyah muncul


"Menurut mamah gimana?" tanya pak Agung


"Mamah perhatiin..si Bram biasa-biasa ajah ke Aisyah nya pah..kayak nggak ada responnya"


"Kan kemaren sudah papah pancing-pancing pas papah suruh mereka ke Dago..mang Harja ngasih kabar nggak ke mamah?"


"Belum pah..nih mamah baru mau hubungin mang Harja" kata bu Yuli sambil mengambil handphonenya..lalu terlihat seperti menghubungi seseorang


"Halo Ja..kumaha damang?..ibu badé naros..kamari nalika mas Bram angkat ka Dago..kumaha?..anjeun durung inpokeun ta ibu..iyaa..haah??.. naon???...sare dina kamar anu sami-sami?..mas Bram karo Aisyah? ( Halo Ja..apa kabar?..ibu mau nanya..kemaren pas mas Bram ke Dago..gimana?..kamu belum ngasih info ke ibu..iyaa... haah??..apaa??.. tidur sekamar berdua??..mas Bram sama Aisyah?)" kaget bu Yuli


Pak Agung yang sedang melihat handphonenya..spontan melihat ke arah bu Yuli yang terlihat kaget saat menelpon mang Harja


"Yaa enggeus..kirimkeun fotona ke ibu nyaak..lewat WA ajah..buruan ya Ja..yaa..waalaikumsallam.."


Pak agung melihat muka bu Yuli khawatir dan was-was setelah selesai menelpon mang Harja


"Ada apa sih mah?..kok kayaknya mamah cemas gitu mukanya" tanya pak Agung


"Bram sama Aisyah pah..ternyata mereka berdua tidur sekamar pas di Dago kemarin" ujar bu Yuli yang berusaha menekan suaranya agar tidak terdengar sampai ke dapur


"Ya bagus kalau gitu.."


"Papah gimana sih?..pamali atuh pah..bukan muhrimnya kok tidur sekamar..nanti kalau terjadi apa-apa..gimanaaa??..mamah kan tahu kelakuan Bram paaah!!" ujar bu Yuli yang salah tingkah


Pak Agung tersenyum yang melihat bu Yuli


"Ya berarti..rencana mamah berjalan lancar dooong.."


"Lancar gimana maksud papah?"


"Berarti Bram ada perhatian sama Aisyah..seperti yang mamah pengenin kan?" ujar pak Agung sambil tersenyum


"Ya tapi jangan tidur sekamar juga kali pah..mana tadi mang Harja bilang..dia punya foto Bram gendong Aisyah paah.." gusar bu Yuli


Pak Agung pun tertawa


"Kok papah ketawa siiih??" kesal bu Yuli


"Mamah ini lucu..mosok Bram gendong Aisyah ajah sampai segitu khawatirnya sih..hahahaha" gelak pak Agung


Tiba-tiba..handphone bu Yuli berbunyi..seperti notifikasi dari pesan WA


"Astaghfirulloh!!!..coba papah liat nih.." ujar bu Yuli sambil memperlihatkan foto kiriman mang Harja kepada pak Agung


Pak Agung melihat foto yang ada di handphone bu Yuli..lalu dia tersenyum geli..foto yang memperlihatkan Bram saat sedang menggendong Aisyah yang ketakutan dari dapur


Ternyata mang Harja mengambil foto ketika Bram menggendong Aisyah dari dapur secara diam-diam


"Ya wajarlah mah..kan Aisyah nggak boleh jalan dulu sama Dokter Alex..mangkanya Aisyah digendong sama Bram..tuh mamah bisa lihat.. kelihatankan..kakinya Aisyah di bebat?" kata pak Agung


"Tapi nggak digendong kayak gitu juga kali paaaah...mosok Aisyah digendong didepan siih?..iih...Bram yaah..Aisyahnya juga mau lagi..digendong kayak gitu.." kesal bu Yuli yang melihat foto Bram dan Aisyah di handphonenya


Tiba-tiba pak Agung tersenyum sendiri


"Papah kemaren keceplosan mah.."


"Keceplosan gimana" tanya bu Yuli sambil meminum teh nya


"Papah keceplosan ngenalin Aisyah ke pak Burhan sebagai calon menantu papah mah.." ujar pak Agung sambil tersenyum


"Papah gimana siiiih!!!...nanti kalau Aisyah curiga gimana?.." sahut bu Yuli dengan mimik muka khawatir


"Habisan papah dah nggak sabar mah..udah kali maah..mamah ngomong aja langsung ke Bram..kalau Aisyah itu calon istrinya" kata pak Agung


"Nggak pah..mamah maunya biar Bram yang memutuskan sendiri..dan ngomong ke kita langsung...kita sabar-sabarin ajah pah.." ujar bu Yuli


Pak Agung hanya menganggukan kepalanya


"Ya sudah..kalau itu kemauan mamah" kata pak Agung sambil berdiri dan mengambil tasnya yang ada di atas meja


"Papah jalan dulu ya mah..assalamualaikum" pamit pak Agung sambil mencium pipi istrinya


"Ya pah..waalaikumsallam"


Pak Agung dan bu Yuli tidak tahu..kalau pembicaraan mereka didengar oleh Aisyah yang menguping dari balik pintu yang menghubungkan antara ruang makan dan dapur


"A..a..aku calon istinya mas Bram?" ucap Aisyah lirih


Tiba-tiba..secara tidak sengaja..Aisyah menyenggol tempat sampah yang ada disebelah kakinya..hingga tempat sampah yang terbuat dari besi stainless itu terjatuh dan menimbulkan suara yang cukup nyaring


Setelah membetulkan tempat sampah yang jatuh..Aisyah lalu bergegas menuju ke kamarnya..karena mendengar bu Yuli beranjak dari bangkunya


Setelah di dalam kamar..Aisyah hanya berdiri mematung dan bersandar di belakang pintu kamarnya


"Aku calon istrinya mas Bram?" ujar Aisyah lagi sambil matanya memandang kosong


"Ya Alooh..jadi ini yang dibilang sama Ningrum..kalau bapak punya rencana antara mas Bram dan aku?..mas Bram mau dijodohkan sama aku?" monolog Aisyah


Tok..Tok..Tok


Aisyah terperanjat kaget ketika ada ketukan di pintu kamarnya


"Teeh?.." panggil bu Yuli


"Iii..ii..iiya bu.." jawab Aisyah sambil membuka pintunya


Bu Yuli menelisik heran melihat raut wajah Aisyah yang terlihat gugup dan salah tingkah dihadapannya


"Kamu kenapa teh?" tanya bu Yuli


"Eh..eee..enggak apa-apa bu.." jawab Aisyah yang menundukan wajahnya..tidak berani menatap mata bu Yuli


Bu Yuli tersenyum..lalu membelai kepala Aisyah yang tertutup hijab dengan lembut


"Kamu bohong sama ibu..ada apa?" tanya bu Yuli dengan tersenyum


Aisyah bingung dan takut untuk mengutarakan perasaan di hatinya..setelah mendengar percakapan antara pak Agung dan bu Yuli di meja makan


"Eh..jangan-jangan..yang bikin tempat sampah jatuh barusan..kamu yaah?..kamu tadi dengar pembicaraan antara ibu sama bapak barusan?" tanya bu Yuli


Sontak..Aisyah mengadahkan kepalanya menatap bu Yuli..tapi dia tundukan kembali


"Maafin Aisyah bu..tadi Aisyah nggak sengaja mendengar percakapan antara ibu sama bapak di meja makan barusan.." jawab Aisyah yang masih menundukan kepalanya


Bu Yuli hanya tersenyum mendengar jawaban Aisyah


"Ayuk teh..ikut ibu..ada yang mau ibu omongin sama kamu.."

__ADS_1


Lalu Aisyah mengikuti bu Yuli yang menuju ke ruang keluarga


"Ayuk teh..duduk" pinta bu Yuli setelah duduk di sofa


Aisyah lalu duduk disamping bu Yuli


"Teteh.." ucap bu Yuli sambil menyentuh tangan Aisyah yang ada di pahanya..Aisyah menatap bu Yuli


"Apa yang teteh tadi dengar..memang benar..teteh adalah calon istri buat mas Bram.." kata bu Yuli


Aisyah hanya diam dan menatap bu Yuli dengan perasaan yang campur aduk


"Ibu minta maaf..kalau apa yang ibu sama bapak rencanain ini tidak minta persetujuan sama teteh dulu..ibu ingin menjodohkan kalian berdua dan ibu pengen kalian berdua mengenal lagi secara mendalam kepribadian kalian masing-masing..tanpa ada paksaan dan campur tangan orang lain..jadi..ibu ingin mengenalkan kalian kembali..soalnya..semenjak mas Bram hilang di hutan pinus dulu..dia jadi lupa sama teteh..yang jadi teman main kecilnya dulu..jadi ibu dan bapak tidak memberitahu rencana ini kepada kalian berdua"


Bu Yuli menghela nafasnya sejenak


"Ibu ingin mempunyai menantu yang baik..solehkah..dan juga cantik.."


Bu Yuli tersenyum sambil menatap Aisyah dan memegang dagu Aisyah..Aisyah hanya tersipu malu


"Semua kriteria itu..ada sama teteh..teteh anak baik..keturunan baik-baik..ibu sama bapak mengenal baik almarhum kedua orangtua teteh..jadinya ibu sama bapak berniat untuk menjodohkan kalian berdua" terang bu Yuli


"Kenapa pilihan ibu ke Aisyah?..kan masih banyak teman-teman mas Bram yang cantik-cantik dan kaya raya..sedangkan Aisyah hanya anak yatim piatu dan...orang kampung bu"


"Ibu nggak mencari calon menantu yang kaya raya..buat apa?..banyak teman-teman wanita mas Bram yang cantik-cantik..tapi semua itu ibu tidak suka..ibu hanya ingin calon menantu yang bisa membimbing dan mendampingi mas Bram dalam mengelola semua harta kekayaan ini teh..dan pilihan ibu..adalah teteh" kata bu Yuli sambil mengenggam erat kedua tangan Aisyah


"Terima kasih bu.." ujar Aisyah sambil terisak haru


Bu Yuli membuka tangannya..dan Aisyah langsung menghambur ke pelukan bu Yuli..bu Yuli memeluk Aisyah dan mencium kedua pipinya


"Iya sayang..ibu percayakan mas Bram sama kamu yaaah" kata bu Yuli sambil mengelap air mata Aisyah yang jatuh dipipinya


"Bimbing dan dampingi dia ya teh.." sambung bu Yuli


Aisyah menganggukan kepalanya


"Iya bu..tapi..mas Bram sudah tahu belum rencana ibu sama bapak?" tanya Aisyah sambil kembali duduk


"Belum..kamu jangan bocorin rencana ibu ke mas Bram yaaah?"


"Iya bu..Insya Alloh"


"Biar mas Bram sendiri yang ngomong ke ibu..kalau dia suka sama kamu.."


"Eeee..sebetulnya...mas Bram sudah ngomong ke Aisyah sebelumnya bu.." ujar Aisyah yang malu-malu


"Ngomong apa?" tanya bu Yuli


"Eee..ibu nggak marah kan?" tanya Aisyah


Bu Yuli tersenyum


"Nggak sayang..ibu nggak marah..mas Bram ngomong apa sama teteh?" tanya bu Yuli


"Ngomong...ee..kalau mas Bram suka sama Aisyah..dan minta Aisyah jadi pacarnya mas Bram" kata Aisyah yang tersipu malu


"Yang bener teeh?...kapan mas Bram ngomongnya?" tanya bu Yuli sambil matanya berbinar-binar senang


"Kemarin bu..waktu pas habis makan malam di PIK"


"Alkhamdulillah ya Alloh..kamu sekarang pacaran sama mas Bram doong?...kok mas Bram belum ngomong sama ibu yaaah?" heran bu Yuli


"Mas Bram belum mau ngomong sama ibu..soalnya Aisyah yang minta ke mas Bram..supaya jangan sampai ibu tahu.."


"Looh...kenapa teh?" tanya bu Yuli heran


"Aisyah takut nanti ibu marah..soalnya ibu pernah bilang ke Aisyah..kalau Aisyah nggak boleh pacaran..selama Aisyah masih mau tinggal disini" ujar Aisyah


Bu Yuli pun tertawa


"Teteh..teteh..kamu kok polos banget sih..ibu cuma bercanda waktu itu..masak ibu sampai tega sih mengusir kamu dari sini?..hahaha..ibu ngelarang kamu pacaran ituuu..karena ibu mau menjodohkan kamu sama mas Bram"


Aisyah pun tersenyum malu-malu setelah mendengar penjelasan bu Yuli


"Mas Bram kan sudah punya kak Lidya bu.."


"Ibu nggak suka sama Lidya..dia bukan gadis baik-baik..dan ibu ada rumor yang nggak bagus tentang Lidya" tegas bu Yuli


"Kamu jangan ngomong sama mas Bram yaah..apa yang sudah kita omongin ini" pinta bu Yuli


"Baik bu..oh iya bu...yang tahu rencana ibu siapa ajah?" tanya Aisyah


"Semua teh..kecuali kalian berdua..tapi sudah ibu wanti-wanti jangan sampai bocor rencana ibu ini ke kalian"


"Termasuk teman-teman mas Bram yang di komplek ini bu?"


"Iyaaa..semua..sampai pak Rizal..pak Herman dan bi Surti.."


Kini Aisyah mengerti..kenapa orang-orang yang bekerja dirumah ini menaruh hormat pada dirinya..walaupun dia bukan anggota keluarga Handoyo


"Hmmm..apa Eyang juga tahu bu?..sampai ibu bilang..Aisyah disuruh datang ke Jogja"


Bu Yuli tersenyum sambil menganggukan kepalanya


"Eyang pengen kenal sama calon istri cucu kesayangannya teh..kamu nanti disana akan dikenalkan sama keluarga besar Eyang.."


"Aisyah malu bu.."


"Kamu kenapa mesti malu?" tanya bu Yuli


"Aisyah kan nggak bisa ngomong bahasa Jawa bu.." jawab Aisyah polos


"Hahahaha..Teteh..teteh..Eyang bisa bahasa Indonesia kok teh..ibu dulu juga awalnya nggak bisa bahasa Jawa..nanti lama-lama kamu ngerti kok..kalau nanti kamu diajak ngomong bahasa Jawa..kamu bisa tanya sama mas Bram..yaaah?"


Aisyah menganggukan kepalanya


"Oh iya..ada yang ibu ingin omongin ke teteh.."


"Apaan itu bu?"


"Teteh sudah bohong sama ibu kemaren.." ujar bu Yuli sambil tersenyum


Aisyah terhenyak kaget..lalu menunduk malu


"Iya bu..maafin Aisyah...Aisyah terpaksa berbohong sama ibu...soalnya Aisyah takut nanti ibu marah sama Aisyah dan mas Bram" kata Aisyah yang sepertinya tahu kalau bu Yuli menyinggung soal dirinya dan Bram tidur sekamar waktu menginap di Dago


Bu Yuli lalu menaikan dagu Aisyah


"Nggak sayang..ibu nggak marah..tapi kalian nggak ngelakuin yang macem-macem kan?" tanya bu Yuli sambil tersenyum


Aisyah menggelengkan kepalanya


"Enggak bu..walaupun satu kamar..Aisyah tidur diranjang..mas Bram tidur dibawah..pakai kasur gulung..soalnya Aisyah takut kalau tidur sendirian bu..jadinya Aisyah minta mas Bram nemenin Aisyah tidur dikamar" jawab Aisyah


"Okee..ibu percaya sama kamu" kata bu Yuli sambil tersenyum


"Oh iya..nanti siang teteh ikut ibu yaah?"


"Kemana bu?"


"Ibu mau creambath sama facial di PIM..ikut yaah??" pinta bu Yuli

__ADS_1


"Baik bu" jawab Aisyah


__ADS_2