Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
85.Kesabaran Bram


__ADS_3

Setelah makan malam..Bram menyusul Aisyah yang sedang berada di dapur..disana dia melihat istrinya sedang membikin kopi untuk dirinya. Aisyah yang tengah mengaduk kopinya..sesaat terkejut tak kala tangan Bram memeluk perutnya dari belakang dengan lembut


"Bikin apa Yaang?" tanya Bram sambil mencium pipi istrinya


"Bikin kopi mas.."


"Kok bikin kopi sih..mas udah ngantuk nih..bobok yuuk.." rayu Bram sambil mencium leher istrinya


Aisyah merinding kegelian saat bibir Bram menjelajah lehernya yang jenjang


"Sebentar ya mas..Aisyah mau bawa teh buat mamah dulu ke depan.."


Bram pun melepaskan pelukannya dan dia mengikuti Aisyah dari belakang menuju ke ruang keluarga


"Eeh??.."


Bram mendadak berhenti sepertinya dia teringat sesuatu


"Aisyah kan bikinnya kopi..bukan teh buat mamah..jangan-jangan.."


Bram bergegas menyusul Aisyah yang sudah duduk disebelah mamahnya. Melihat Bram tiba di depannya..Aisyah segera memeluk lengan bu Yuli..bu Yuli yang tengah membaca berita di handphonenya..menoleh ke Aisyah


"Maaah?..nanti Aisyah tidur sama mamah yaah?.." pinta Aisyah setengah merengek


"Lhoo?..kok tidur sama mamah sih?..memangnya kenapa teh?" tanya bu Yuli sambil menaruh handphonenya di meja


"Mas Bram maah?.." rajuk Aisyah


"Kenapa sama mas Bram?..hmm?" bujuk bu Yuli sambil membelai hijab Aisyah dengan lembut


Aisyah sebenarnya sungkan untuk mengatakan alasannya untuk tidur bersama bu Yuli. Bu Yuli tersenyum melihat Aisyah yang sungkan berterus terang


"Teteeeh?..teteh kan sekarang sudah punya suami..jadi sudah menjadi kewajiban teteh untuk melayani suami teteh..apa pun itu" ujar bu Yuli lembut


Bram dan pak Agung hanya menjadi pendengar saat bu Yuli membujuk Aisyah


"Tapi?..malam ini ajah ya mah?..soalnya mas Bram suka minta yang aneh-aneh mah kalau di kamar..alasannya sekarang kan Aisyah lagi dapet" rajuk Aisyah


"Braaam??.." tanya bu Yuli sambil menoleh ke Bram


Bram hanya terkekeh mesum menjawab pertanyaan mamahnya


"Ya mah yaah?..boleh yaah?" rengek Aisyah


"Jangan kasih mah.." pinta Bram sambil tersenyum geli


"Maass iiiih..." sewot Aisyah


"Iya sayang..boleh.."


"Asyiiiik...weeeek.." ledek Aisyah menjulurkan lidahnya ke arah Bram


"Yaah...kok dibolehin sih mah?" kesal Bram


Bu Yuli hanya tersenyum geli melihat Bram merajuk kesal


"Nanti papah tidur dimana?" tanya pak agung


"Papah tidur dikamar biasa..kita tidur dikamar kamu yang lama ya teh?" usul bu Yuli


"Iya mah.."


Aisyah lalu mengajak bu Yuli menuju ke lantai dua ke kamarnya dulu


"Yang sabar ya Bram.." kata pak Agung sambil mengelus-elus kepala Bram


"Iya pah.." jawab Bram sambil tersenyum


                   _______________


Beberapa hari ini..Bram merasa tumpukan lemaknya kian bertambah di sekitaran perutnya


Dia kembali melanjutkan kegiatan Gym nya yang sempat dia tinggalkan beberapa bulan ini

__ADS_1


Setelah selesai berlari di treadmil dia lanjutkan dengan angkat barbelnya. Masuklah Aisyah sambil membawakan minuman orange squash dingin ke dalam ruang Gym


"Mas..minumnya nih.." kata Aisyah sambil menaruh nampan minumannya


Bram lalu bangun dan duduk di kursi di sebelah Aisyah berdiri..dia seka keringat yang menetes di lehernya


"Yaang?..duduk sini.." pinta Bram sambil menepuk pahanya


Aisyah lalu duduk di paha Bram..Bram langsung memeluk pinggang istrinya


"Ada apa mas?"


"Mas mau ngomong sama kamu.."


Aisyah berkerut keningnya


"Mas minta maaf yaah?..kalau mas bersikap egois sama kamu..suka memaksakan kemauan mas sama kamu..jadinya kamu kesusahan menghadapi mas.."


"Mas?" ucap Aisyah lirih


"Jadi..selama kamu belum siap..mas akan menahan hasrat mas untuk memenuhi kewajiban mas ke kamu.."


Tidak terasa air mata Aisyah menitik di ujung matanya


"Enggak mas..mas Bram nggak salah..Insya Alloh..Aisyah siap kok mas..nanti kalau Aisyah sudah selesai menstruasinya..Insya Alloh Aisyah akan siap.." ucap Aisyah sambil terisak haru


"Kalau nggak gini ajah..walaupun nanti menstruasi kamu sudah selesai..mas akan tetap menahan hasrat mas..sampai acara resepsi kita nanti..bagaimana?" tanya Bram


"Lho?..kok gitu mas?" tanya Aisyah heran


"Iya..biar sekalian kita bulan madu Yaang.."


Aisyah langsung memeluk suaminya sambil terisak


"Terima kasih ya mas.."


"Iya sayang.." kata Bram sambil mencium lembut kening istrinya


.


*Flashback On*


"Braaam?.." panggil bu Yuli dari anak tangga


"Iya mah?" jawab Bram sambil menoleh ke arah mamahnya


"Kemari sebentar.." pinta bu Yuli


Bram bangun dan menghampiri mamahnya


"Kok mamah nggak sama Aisyah?" tanya Bram heran


Bu Yuli tidak menjawab..beliau hanya melangkah naik menuju ke ruang keluarga yang ada di lantai dua


"Duduk Bram.." pinta bu Yuli sambil menepuk sofa di sebelahnya


Bram lalu duduk di sebelah mamahnya


"Ada apa mah?"


"Braaam?..mamah minta kamu harus extra sabar yaah?..menghadapi istri kamu..teteh tuh orangnya masih polos Bram..masih lugu.." kata bu Yuli


Bram tersenyum getir


"Tadi teteh cerita sama mamah..teteh merasa menyesal akan jadwal menstruasinya..yang datang di waktu yang tidak tepat..tapi teteh bisa apa?..jadi dia tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri ke kamu..karena itu..kamu jadi uring-uringan kan?" kata bu Yuli


"Iya mah..Bram minta maaf.."


"Jangan minta maaf ke mamah..minta maaf sama istrimu.." ucap bu Yuli


"Iya mah.."


"Kamu jangan ajarin teteh yang macem-macem ya Bram..kasihan.."

__ADS_1


"Iya mah.." ucap Bram sambil tersenyum


"Ya sudah..sekarang kamu bawa istrimu ke kamar kamu.."


Bram terkejut mendengar perkataan mamahnya


"Mah?" tanya Bram bingung


Bu Yuli hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Bram segera memeluk mamahnya


"Terima kasih ya mah.."


"Iya sayang.." jawab bu Yuli


Bram segera beranjak ke kamar Aisyah untuk membawa istrinya ke kamarnya. Bu Yuli hanya mengawasi saat Bram menggotong Aisyah menuju ke kamarnya..bu Yuli juga membukakan pintu kamar Bram


"Terima kasih mah.."


Bu Yuli hanya menganggukan kepalanya..dia hanya berdiri di ambang pintu kamar Bram


"Mamah tinggal ya Bram.." kata bu Yuli


"Iya mah..selamat malam.." jawab Bram


Bu Yuli menutup pintu kamar Bram


*Flashback Off*


.


Bram yang masih memangku Aisyah di ruang gym..merasakan kepala Aisyah terkulai lemas di pundaknya


"Dasar *****..baru juga jam berapa sih?" batin Bram


Dengan hati-hati Bram bangun dan menggendong istrinya menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar..Bram segera merebahkan Aisyah di ranjang dan menyelimutinya..Aisyah menggeliat pelan di balik selimut


"Met bobo ya cantik..mimpi yang indah yaah?.." ucap Bram lirih sambil mencium kening Aisyah


Kemudian Bram masuk ke dalam kamar mandi


Sekitar 20 menit kemudian..Bram selesai dangan ritual mandinya. Dengan mengucek-ngucek rambutnya..Bram menuju ke walk in closet


"Masku.." panggil Ningrum dari arah balkon kamar


"Iya Ningrum?" jawab Bram sambil memakai kaosnya


"Ada apa?" tanya Bram sambil menghampiri Ningrum yang melayang menunggu di balkon kamar


"Teteh masku.." jawab Ningrum


"Kenapa dengan teteh?"


"Masku harap bersabar yaah?..nanti setelah masa datang bulan teteh selesai..masku akan bisa merasakan khasiat dari aura Prameswari nya teteh.." kata Ningrum sambil melihat Aisyah yang terlelap tidur


"Aura Prameswari?..kayak gimana Ningrum?" tanya Bram bingung


"Nanti masku rasakan saja sendiri..bagaimana rasanya khasiat dari aura Prameswari" jawab Ningrum sambil tersenyum


"Maksud kamu?.."


Bram tidak meneruskan omongannya..dia memperagakan kedua ujung jari telunjuknya beradu


"Iya masku..masku bersabar yaah?"


Bram tersenyum sumringah sambil mengalihkan pandangannya ke arah Aisyah di atas ranjang


"Setiap wanita yang mempunyai aura Prameswari..begitu setiap masa datang bulannya selesai..auranya akan keluar secara spontan masku..dan itu mempengaruhi mereka dalam berhubungan suami istri" jelas Ningrum


Bram pun makin tidak sabar setelah mendengar penjelasan Ningrum


.


.

__ADS_1


__ADS_2