Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
80.Pesta Resepsi


__ADS_3

Di halaman belakang vila..acara resepsi pernikahan Bram dan Aisyah dilangsungkan. Para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai saat mereka berada diatas pelaminan. Pak Agung sengaja tidak mengundang banyak untuk acara yang ada disini..pak Agung hanya mengundang relasi-relasi terdekatnya serta teman-teman Bram dan Aisyah. Pak Agung akan membikin acara yang lebih wah dan meriah saat di Jakarta. Diatas pelaminan..Aisyah tersenyum melihat Bram memandanginya dengan pandangan tak berkedip


"Kenapa sih mas?" tanya Aisyah


"Istri mas cantik banget hari ini.." puji Bram sambil mencium lembut tangan istrinya


Aisyah tertawa geli


"Nanti malam yaah?" bisik Bram


Bram heran melihat istrinya menahan tawanya


"Kenapa sih Yaang?" tanya Bram heran


Aisyah memberikan tanda silang dengan kedua jari telunjuknya


"Ditahan dulu ya mas.." kata Aisyah


Bram yang mengerti arti isyarat jari Aisyah..terbelalak kaget


"Haaah??..kamu lagi dapet?" tanya Bram


Aisyah menganggukan kepalanya


"Iya mas..baru tadi pagi" jawab Aisyah


"Ya Allooooooh!!..begitu berat cobaan yang Kau berikan pada hambaMu ini!!" lemas Bram sambil menyenderkan badannya di bangku pelaminan


Aisyah tertawa geli..melihat wajah frustasi Bram..hingga airmata menitik di ujung matanya


Aisyah menoleh ke bu Yuli meminta diambilkan selembar tissue. Bu Yuli bangun dan menghampiri Aisyah


"Kamu kenapa sih teh?..sampai geli begitu ketawanya" tanya bu Yuli sambil menyeka airmata Aisyah


"Mas Bram tuh maaah.." jawab Aisyah yang konsen untuk bu Yuli yang tengah mengusap airmatanya


"Kenapa mas Bram?" tanya bu Yuli


Aisyah lalu membisiki sesuatu ke telinga bu Yuli..mata bu Yuli langsung mendelik dan tertawa geli. Bu Yuli lalu pindah ke sebelah Bram


"Yang sabar ya Braaam...anak mamah" bujuk bu Yuli sambil mengusap-usap punggung Bram


"Maaah?..berat banget cobaan Bram maaah..malam pertama mosok Bram dikasih palang merah sih?" rengek Bram


Bu Rini yang penasaran menghampiri tempat Bram duduk


"Ada apa teh?" tanya bu Rini ke kakaknya


Bu Yuli membisiki ke telinga bu Rini. Mulut bu Rini langsung ternganga kaget dan langsung bu Rini tutupi dengan tangan kanannya


"Sabar ya Bram..orang sabar itu disayang Tuhan.." goda bu Rini


Bram langsung menekuk mukanya..ketiga wanita yang ada didekat Bram langsung tertawa geli


Bu Yuli dan bu Rini kembali ke bangkunya masing-masing..karena pak Tatang datang bersama istri untuk memberikan selamat untuk Bram dan Aisyah

__ADS_1


"Mas Bram?..selamat yaah?" ucap pak Tatang pada Bram


"Terima kasih pak.."


"Teh?..selamat yaah?"


"Iya pak terima kasih" jawab Aisyah


"Mas Bram?..teh Aisyah?..kenalkan..ini istri saya.." kata pak Tatang sambil memperkenalkan istrinya


Istri pak Tatang menjabat tangan Bram dan Aisyah sambil memperkenalkan dirinya


"Teh Aisyah?..saya atas nama pribadi..saya memohon maaf atas kelakuan anak saya kemarin kepada teteh.." kata pak Tatang sambil mengatupkan kedua tangannya di dada


"Iya pak..saya sudah maafin anak bapak kok.." ujar Aisyah sambil tersenyum


Kedua mempelai kembali duduk di kursinya setelah pak Tatang turun dari pelaminan. Tak berapa lama..datang pak Rusdi dengan pasangannya dan di belakang pak Rusdi..Mala datang bersama suami dan anaknya


"Mas Bram?..teteh?..selamat yaah?..semoga menjadi keluarga yang SaMaWa.." kata pak Rusdi setelah menyalami kedua mempelai


"Iya pak..terima kasih.." jawab Aisyah dan Bram berbarengan


Giliran Mala memberikan selamat ke Aisyah dan Bram


"Syaah..selamat ya sis.." ucap Mala sambil cipika cipiki dengan Aisyah


"Iya La..makasih yaah?.." jawab Aisyah


"Lu cakep banget tahu Syaah..sampai pangling gua tadi.." puji Mala


Mereka berdua tertawa bersama. Mala lalu memperkanalkan suaminya pada Bram dan Aisyah. Aisyah meminta pada pak Rusdi dan Mala untuk foto bersama dengan mereka di atas pelaminan sebelum mereka turun. Dibelakang rombongan Mala dan pak Rusdi..giliran pak Lurah Adung beserta istri naik ke atas panggung pelaminan. Pak Lurah Adung dan istri berfoto bersama kedua mempelai setelah memberikan selamat kepada Bram dan Aisyah.


Setelah pak Lurah Adung turun..mata Aisyah berbinar kesenangan..setelah melihat siapa yang naik ke atas panggung pelaminan. Aisyah bangun dan menghampiri bu Kurnia yang di tuntun oleh bu Nuning ke atas panggung pelaminan


"Ya Alloh teteeh..teteh duduk disana saja..kenapa nyamperin ibu?.." kata bu Kurnia


"Nggak apa-apa bu.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Teteeh?..selamat yaah?.." kata bu Kurnia sambil memeluk Aisyah


"Iya bu..terima kasih.." jawab Aisyah membalas pelukan bu Kurnia


Giliran bu Nuning yang memberikan selamat ke Aisyah dan Bram


"Terima kasih bu.." jawab Bram


Aisyah lalu memperkenalkan bu Kurnia dan bu Nuning ke pak Agung dan bu Yuli dan tak lupa mengenalkan mereka juga ke bu Rini dan pak Johan. Aisyah lalu mengiringi bu Kurnia yang turun dari panggung dan duduk di meja yang berada di dekat panggung. Karena Aisyah khawatir dengan kesehatan kaki bu Kurnia yang tidak sanggup berdiri terlalu lama


"Teteh cantik sekali hari ini.." puji bu Kurnia yang sudah duduk sambil membelai pipi Aisyah lembut


Aisyah memegang tangan bu Kurnia yang ada di pipinya sambil tersenyum haru


"Teteh mirip sekali dengan ibu teteh waktu ibu teteh nikah dulu.." sambung bu Kurnia


Aisyah lalu memeluk bu Kurnia sambil terisak. Bu Kurnia menghibur Aisyah dengan mengusap lembut punggung Aisyah

__ADS_1


"Sudah yaah?..teteh jangan nangis.." pinta bu Kurnia setelah mengurai pelukannya


Bu Kurnia dengan menggunakan tissue mengelap airmata Aisyah yang mengenang di pelupuk mata Aisyah


"Kalau teteh nangis..nanti riasan teteh rusak lho.." goda bu Kurnia


Aisyah pun berusaha tersenyum


"Ibu maaaah.." rajuk Aisyah sambil bibirnya mengerucut


Bu Kurnia san bu Nuning hanya bisa tertawa melihat Aisyah yang sudah ceria lagi. Bram yang ditinggal sendiri di atas pelaminan..hanya bisa tersenyum melihat istrinya tengah di goda oleh bu Kurnia


"Ibu nanti jangan pulang dulu yaah?.." pinta Aisyah


"Ada apa teh?.." tanya bu Kurnia


"Saya ada titipan buat ibu sama ibu Nuning.." jawab Aisyah


Bu Kurnia pun menganggukan kepalanya. Aisyah lalu kembali ke atas pelaminan menemani Bram


.


***


.


"Yaaang?" panggil Bram


"Apa mas?" jawab Aisyah sambil menoleh ke Bram


"Kita comblangin Ryan sama Ayu yuk?" pinta Bram yang matanya tengah melihat ke arah Ryan yang tengah ngobrol dengan Ayu di kursi tidak jauh dari pelaminan


"Hihihi..ayuk mas..Aisyah setuju.." jawab Aisyah


"Ayu belum punya pacar kan?" tanya Bram


"Belum mas.."


Tiba-tiba Aisyah tertawa geli..dan itu membuat Bram heran


"Kenapa Yaang?"


"Mas Beni mas..lihat deh.." jawab Aisyah sambil menunjuk ke stand gubuk makanan dimana ada Beni tengah ngobrol dengan Lisna


Tapi dari gestur badan Lisna..sepertinya Lisna tidak menanggapi omongan Beni yang masih nyerocos di sampingnya


Bram menahan tawanya..dia ambil handphonenya dan dia hubungi Beni


"Halo??..pepet terus Beennn!!..jangan kasih kendor..hahahahaha" gelak Bram


Beni spontan menoleh ke arah pelaminan dan mengacungkan tinjunya ke arah Bram dengan mimik muka kesal


.


.

__ADS_1


__ADS_2