Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
77.Mengantar Undangan


__ADS_3

Pagi hari di kediaman kakek Ndaru..sekitar jam 8 pagi..mobil Aisyah dan Landcruiser kepunyaan kakek Ndaru keluar dari halaman rumah kakek Ndaru..menuju ke Dago. Di mobilnya..Aisyah ditemani oleh Bima dan bu Rini..sedangkan di mobil kakek Ndaru..kakek Ndaru dan nenek Yati ditemani oleh Lilis dan Husin


Tidak membutuhkan waktu yang lama..sampailah mereka di Dago. Aisyah mengajak rombongan untuk makan terlebih dahulu di restoran ayam bakar Mbok Berek yang ada di daerah Dago. Mereka menempati saung yang berada disana


"Ibu yang pesan yaah?" pinta Aisyah ke bu Rini


Bu Rini melihat-lihat menu yang ada


"Ibu mau apa?" tanya bu Rini ke nenek Yati


"Terserah kamu ajah Rin.." jawab nenek Yati


"Abah mau kopi?" tanya bu Rini ke kakek Ndaru


"Boleh.." jawab kakek Ndaru


"Kopi hitamnya tiga ya mbak..kalau bisa duluan.." pinta bu Rini ke pegawai wanita yang berdiri di depan saung


"Baik bu.." jawabnya


"Teteh mau kopi kan?" tanya bu Rini


"Iya bu.."


Bu Rini tersenyum melihat Aisyah memangku Bima yang bermain game di tabletnya. Aisyah mengambil handphonenya yang berdering


"Halo mas?..waallaikumsallam.. Aisyah lagi makan di Mbok Berek mas..yang deket hotel Shangrila..mas sudah sampai mana?.. Cihampelas?..nanti Aisyah mau kerumah dulu..naro barang-barang..ya mas..daaa.."


"Bram sekarang lagi di mana teh?" tanya nenek Yati ke Aisyah yang menaruh handphonenya di meja


"Di Cihampelas nek.." jawab Aisyah


"Lho?..katanya hari kamis Bram baru kesini..kok sekarang sudah di Cihampelas ajah?" tanya nenek Yati


"Soalnya teteh sudah kangen banget sama Bram bu..mangkanya sama teh Yuli dimajuin harinya.." jawab bu Rini sambil tersenyum


Nenek Yati dan kakek Ndaru pun tertawa geli..mendengar penjelasan bu Rini..Aisyah hanya bisa tersipu malu. Setelah selesai makan..mobil Aisyah dan mobil kakek Ndaru bergerak keluar dari parkiran restoran mbok Berek..menuju ke tempat rumah ayah Aisyah


"Kata mang Harja..orang dekor sudah datang teh.." kata bu Rini yang melihat pesan mang Harja di WA nya


"Iya bu?..berarti mang Harja di rumah ayah yaa?" tanya Aisyah


"Iya.." jawab bu Rini


Begitu melintas di depan vila..Aisyah melihat beberapa mobil pickup tengah menurunkan peralatan tenda yang akan dipasang di halaman belakang vila


Sesampainya di rumah pak Mahmud..kesibukan para pekerja yang juga memasang tenda. Tampak para tetangga turut membantu menurunkan kursi dan meja dari atas mobil pickup. Mang Harja menghampiri mobil Aisyah begitu berhenti di bawah pohon jambu


"Neng?..semuanya sudah datang.." kata mang Harja


"Iya mang.." jawab Aisyah


"Didalam ada neng Kesih sama neng Ayu..tadi pada nanyain eneng.." beritahu mang Harja


"Oooh..ada Kesih sama Ayu ya mang?" tanya Aisyah


Mang Harja menganggukan kepalanya dan dia segera membantu membawakan tas dan koper kepunyaan kakek Ndaru dan nenek Yati untuk dibawa kedalam. Aisyah segera bergegas ke dalam..untuk menemui Kesih dan Ayu..Aisyah menjawab sapaan dari beberapa ibu-ibu tetangga ayahnya


"Syaaah??.." panggil Kesih


Aisyah segera memeluk Kesih


"Baju anjeun parantos sumping Syaah..(Baju kamu sudah sampai Syaah)" kata kesih


"Saka Laxmi? (Dari Laxmi?)" tanya Aisyah


"He'eh.." jawab Kesih sambil menganggukan kepalanya


Aisyah mengikuti Kesih menuju ke kamarnya..didalam kamar ada sebuah manekin yang dipakaikan setelan kebaya putih dan kain batik sutra pemberian eyang putri tempo hari waktu di Jogja. Aisyah memandang takjub kebaya yang akan dia kenakan untuk keperluan akad nikah besok. Di sisi kamar lainnya..ada 5 buah manekin yang juga dipakaikan baju seragam braidmaid untuk teman-teman Aisyah


"Ie saragam babaturan? (Ini seragam teman-teman?)" tanya Aisyah sambil menunjuk ke 5 manekin


"Iya Syaah.." jawab Kesih


Masuklah Ayu ke dalam kamar..Ayu langsung menghampiri Aisyah dan memeluknya


"Syaah..baju kawin anjeun lucu pisan (Syaah..baju penganti kamu cakep banget)" kata Ayu sambil memegang kebaya Aisyah


"Nyaeta milik anjeun mana Yu? (Punya kamu yang mana Yu?)" tanya Aisyah sambil melihat ke manekin braidmaid


"Yang ini Syaah.." tunjuk Ayu ke salah satu manekin


"Sadayana ieu aya naminya kok Syaah..numutkeun nami babaturan (Semua ini sudah ada namanya kok Syaah..sesuai nama teman-teman)" kata Kesih


Setelah selesai melihat seragam braidmaids..Kesih dan Ayu pamit puang ke Aisyah. Aisyah melambaikan tangannya ke motor Kesih yang keluar dari halaman rumahnya. Aisyah menuju ke ruang tamu..disana kakek Ndaru tengah ngobrol dengan para sesepuh tetangga Aisyah


"Bu?" panggil Aisyah yang melihat bu Rini tengah merapikan bajunya di lemari


Bu Rini menoleh ke arah Aisyah


"Aisyah ajak dedek yaah?" pinta Aisyah


"Teteh mau kemana?" tanya bu Rini


"Aisyah mau ngasih undangan ke bu Kurnia..pengasuh panti asuhan tempat ibu dulu di tampung.." jawab Aisyah sambil mengambil undangan dari dalam tasnya


"Ya sudah..pulangnya jangan malam-malam yaah?"


"Iya bu"


Setelah mencium tangan bu Rini..Aisyah menuju ke belakang untuk mencari Bima


Aisyah membalas sapaan dari para ibu-ibu tetangganya yang tengah mempersiapkan sayuran untuk keperluan akad nikah besok


Dibelakang halaman rumah ayahnya..Aisyah melihat Bima tengah memberi makan ikan di kolam yang ditemani oleh mang Harja


"Deeek?" panggil Aisyah sambil menghampiri Bima


"Iya teh?"


"Dedek mau ikut teteh nggak?"


"Teteh mau kemana?"

__ADS_1


"Ke Buah Batu..ke rumah teman teteh..mau ngasih undangan"


"Mau teh.."


Setelah memberikan bakul pelet ke mang Harja..Bima mengikuti Aisyah menuju ke mobilnya. Tak lama..mobil BMW hitam telah keluar dari halaman rumah menuju ke Buah Batu


Di pertengahan jalan..Aisyah berpapasan dengan mobil bu Yuli yang mengarah ke vila..mobil bu Yuli memberikan kode lampu dim ke arahnya..Aisyah menghentikan mobilnya di pinggir..dari dalam mobil bu Yuli..keluar Bram dan menghampiri mobil Aisyah


"Kamu mau kemana Yaang?" tanya Bram


"Ke Buah Batu mas..ke tempat bu Kurnia" jawab Aisyah


"Mas ikut yaah?" pinta Bram


"Boleh sama ibu nggak?" tanya Aisyah sambil melihat ke arah mobil bu Yuli


Bram kembali ke mobil mamahnya dan berbicara dengan mamahnya. Tak lama dia kembali dengan senyum mengembang di wajahnya


"Dedek pindah ke belakang yaah?" pinta Aisyah ke Bima


Bima lalu pindah ke belakang dan Bram segera duduk disebelah Aisyah dan tak lama kemudian mobil Aisyah kembali meneruskan perjalanannya


Aisyah mengambil handphonenya yang berdering


"Halo Laa?..aku lagi mau ke Buah Batu..ooh..ketemuan di Arcamanik?.. ya udah..tapi aku mau ke Buah Batu sebentar yaah?..habis itu ke tempat kamu..kamu sharelok yaah?..iya Laaa..daaa"


"Siapa Yaang?" tanya Bram


"Mala mas..teman SMP Aisyah dulu" jawab Aisyah


Tak berapa lama..sampailah mereka di Yayasan Yatim Piatu Cempaka. Mereka segera menuju ke kantor bu Nuning untuk memberikan undangan pernikahan mereka


Setelah itu..Aisyah dan Bram menuju ke rumah induk untuk bertemu dengan bu Kurnia


Di ruang tamu..bu Kurnia tengah duduk menonton televisi


"Assallamuallaikum.." sapa Aisyah


"Waallaikumsallam.." jawab bu Kurnia sambil menoleh


"Eeeh?..teteeeehh.." kata bu Kurnia sambil berusaha bangun dan menghampiri Aisyah


Aisyah segera menghampiri bu Kurnia dan memegang kedua tangannya


"Ibu jangan bangun dulu.." pinta Aisyah


"Nggak apa-apa teh..kaki ibu sudah mulai bisa diajak jalan kok" jawab bu Kurnia


Aisyah lalu memapah bu Kurnia agar duduk kembali di kursinya


"Teteh ada perlu apa kemari?" tanya bu Kurnia sambil membelai punggung Aisyah


"Ini bu..saya mau ngasih undangan ke ibu.." jawab Aisyah sambil memberikan undangan ke bu Kurnia


"Undangan apa ini teh?" tanya bu Kurnia sambil melihat undangan yang diberikan oleh Aisyah


"Undangan pernikahan saya bu..sama mas Bram" jawab Aisyah


"Eeeh?..teteh mau nikah?..kapan?" tanya bu Kurnia kaget


"Alkhamdulilaaaah..selamat yaaah?"


Bu Kurnia memeluk Aisyah


"Iya bu..terima kasih.."


Bu Kurnia membelai pipi Aisyah setelah melepaskan pelukannya


"Ooh..iya bu..kenalin ini mas Bram..calon saya" kata Aisyah sambil memperkenalkan Bram ke bu Kurnia


"Kenalin bu..saya Bram.."


"Saya Kurnia mas.." ujar bu Kurnia sambil tersenyum


"Kaseeeep ya teeeh.." kata bu Kurnia


Aisyah hanya bisa tersenyum


"Besok saya akan menyuruh orang untuk menjemput ibu sama bu Nuning ke sini" kata Aisyah


"Iya teh terima kasih atas undangannya"


Setelah selesai memberikan undangan ke bu Kurnia dan teh Nuning..Aisyah mengajak Bima melihat-lihat suasana panti


"Teh..Bima mau ngasih ke teman-teman disini mainan boleh teh?" tanya Bima


"Boleh atuh..memangnya dedek mau ngasih apaan?" tanya Aisyah


"Bima mau ngasih playstation teh.." jawab Bima


Aisyah mencium rambut Bima dengan lembut


"Nanti kita beli yaah?" kata Aisyah


Teh Nuning melambaikan tangannya ke arah mobil Aisyah yang bergerak keluar dari halaman panti


"Kita kemana nih Yaang?" tanya Bram yang kini ganti menyetir


"Ke daerah Arcamanik mas..nih tempatnya..Mala dah sharelok tadi.."


Aisyah meletakan handphonenya di konsol tengah mobilnya


Aisyah menoleh ke belakang dan dia lihat Bima telah terlelap tidur


"Mas nanti tidur dimana?" tanya Aisyah


"Di vila..kenapa?..kamu mau tidur sama mas?" tanya balik Bram


"Pengennya sih mas..palingan nanti nggak dibolehin sama ibu.." rajuk Aisyah yang bibirnya sudah mengerucut


Bram tersenyum sambil membelai rambut Aisyah


"Sabar yaaah?..tiga hari lagi..kita bebas mau ngapain ajah.."

__ADS_1


Aisyah menganggukan kepalanya sambil memegang tangan Bram di pipinya


.


***


.


Sampailah mereka di tempat yang di sharelok oleh Mala..ternyata Mala mengarahkan mereka ke sebuah cafe rumahan di daerah Arcamanik


"Bima biar tidur ajah ya Yaang.." usul Bram


"Iya mas.."


Mereka lalu masuk ke dalam cafe. Di dalam cafe Aisyah menoleh ke suara yang memanggilnya..Mala memanggilnya dari balik meja kasir


"Laa?..kenalin nih..mas Bram.." kata Aisyah begitu Mala tiba di depannya


"Mala.."


"Bram.."


"Ayuk Syaah..mas Bram..silahkan duduk.." ajak Mala ke sebuah meja


"Ini cafe kamu La?" tanya Aisyah sambil melihat ke suasana cafe


"Iya Syaah..gua joint sama om gua..nyoba usaha kecil-kecilan Syaah.." jawab Mala sambil duduk di seberang Aisyah duduk


"Oh iya..ayuk dong Syaah..lu mau pesan apa?..mas Bram?" pinta Mala sambil memberikan buku menu


Bram dan Aisyah menyebutkan pesanan mereka ke Mala..kemudian Mala memanggil salah seorang staffnya dan memberikan daftar pesanan Aisyah dan Bram


"Nih La..undangannya.." kata Aisyah sambil memberikan undangannya


"Iya Syaah..besok yaah..gua anterin.."


Mala menerima beberapa undangan yang akan dia berikan ke teman-teman SMP nya dulu


"Ini tiap orang dapet dua undangan kan Syaah?" tanya Mala


"Iya La.." jawab Aisyah


Berhentilah sebuah sedan Camry berwarna hitam di sebelah mobil Aisyah..Aisyah menelisik heran..dia seperti kenal dengan sedan yang baru masuk dan berhenti di sebelah mobilnya. Senyuman langsung tersungging di bibirnya..begitu tahu siapa yang membawa sedan Camry hitam itu


"Ada apa Yaang?" tanya Bram


"Pak Rusdi mas.." jawab Aisyah sambil melihat ke belakang Bram


Bram menoleh dan dia lihat pak Rusdi tengah memperhatikan mobil Aisyah


"Lu kenal sama om Rusdi Syaah?" tanya Mala


"Oooh..pak Rusdi om kamu La?" jawab Aisyah


Mala menganggukan kepalanya


"Iya Syaah..gua sama om Rusdi yang bikin cafe ini.."


Pak Rusdi yang baru masuk..terbelalak tak percaya..melihat Aisyah duduk di meja di depannya


"Teh Aisyah?" tanya pak Rusdi


"Iya pak.."


Pak Rusdi segera menghampiri meja Aisyah dan menjabat tangan Aisyah dan Bram


"Om kenal sama Aisyah?" tanya Mala


"Kenal La..ini yang om ceritain kemarin..yang om lagi ngurusin akte serah terima warisan..kamu apanya teh Aisyah La?" tanya pak Rusdi sambil duduk di sebelah Bram


"Mala teman SMP Aisyah om.." jawab Mala


"Heeeh..nggak tahunya..dunia ini sempit ya teh.." kata pak Rusdi sambil tersenyum


Mereka pun tertawa bersama


"Pak Rusdi sama Mala buka cafe?" tanya Aisyah


"Iya teh..usaha sampingan..iseng-iseng ajah.." jawab pak Rusdi


"Iya Syaah..gua kan juga pengen punya BMW kayak elu.." sambung Mala


Mereka pun tertawa kembali


"Kalau kamu pengen mobil kayak teh Aisyah..kamu musti nabung 10 tahun La..nggak jajan-jajan..baru bisa kebeli.." timpal pak Rusdi


Datanglah pesanan makanan yang dipesan oleh Aisyah dan Bram


"Memangnya Aisyah dapet warisan om?" tanya Mala


"Iya" jawab pak Rusdi


"Apaan om?"


"Teh Aisyah nggak tahunya pewaris tunggal pabrik teh Nandar La..yang di Lembang" jawab pak Rusdi


"Haaah!!..elu dapet warisan pabrik teh Nandar Syaah?" tanya Mala ke Aisyah


"Iya La.."


"Elu apanya pak Nandar?"


"Kakek Nandar kakek saya La.." jawab Aisyah sambil menyuap makanannya


"Oooh...gitu" ujar Mala yang takjub setelah tahu Aisyah adalah cucunya dari kakek Nandar


"Oh iya pak..ngomong-ngomong..bapak kenal sama kakek dari kapan" tanya Aisyah


Pak Rusdi sejenak tersenyum


"Dari saya kecil teh..abah Nandar dulu yang menyekolahkan saya sampai saya jadi seperti ini.." jawab pak Rusdi


"Jadi sudah menjadi suatu kewajiban bagi saya..untuk membalas budi baik abah Nandar..dengan mengurusi warisannya agar sampai ke tangan teteh..yang sebagai cucunya" sambung pak Rusdi

__ADS_1


"Terima kasih pak.." kata Aisyah


__ADS_2