
Tak berapa lama..Aisyah menyusul bu Yuli yang telah menunggunya di ruang tamu dengan Bram
"Ayuk Bram.." kata bu Yuli setelah melihat Aisyah tiba di ruang tamu
Bram lalu menuju ke mobil Aisyah yang diikuti oleh bu Yuli dan Aisyah
Kemudian BMW hitam sudah terlihat keluar dan menuju ke jalan Pondok Indah Raya
"Kita mau makan dimana mah?" tanya Bram
"Papah ngajakin makan di PIK Bram" jawab bu Yuli yang tengah membaca pesan di WA nya
Tak menunggu lama..mobil yang dikendarai Bram sudah memasuki jalan tol JORR menuju ke arah Pluit
"Teh?" panggil bu Yuli kepada Aisyah yang duduk disamping Bram
"Iya bu.." jawab Aisyah
"Kemarin..waktu di Dago?..mas Bram macem-macem nggak sama teteh?"
Aisyah tidak langsung menjawab..dia menoleh ke Bram yang juga melihat ke arah dirinya
"Eeeh...nggak bu...mas Bram nggak macem-macem sama Aisyah bu.."
"Beneeer???...kamu takut yaaah sama mas Bram?..kamu nggak usah takut..kalau mas Bram ngancam kamu..tinggal bilang ibu.."
"Bener bu..mas Bram nggak macem-macem sama Aisyah" kata Aisyah sambil menoleh ke belakang
"Ya sudah...kamu tidur dimana?"
"Kamar atas bu..mas Bram di kamar bawah..Aisyah ngajak temen-temen Aisyah nginep di vila..nggak apa-apakan bu?"
Bu Yuli menganggukan kepalanya
"Kamu nggak tidur satu kamar sama mas Bram kan?" tanya bu Yuli lagi
Aisyah terhenyak kaget
"Eng..enggak bu.." jawab Aisyah
Bram bernafas lega..karena Aisyah kembali berbohong kepada mamahnya
"Oh iya..kamu besok diundang ke pernikahannya si Erna teh..kemaren bu Johan ngasih undangannya ke ibu"
"Iya bu.." jawab Aisyah
"Kamu ajak mas Bram ajah...Braaam..kamu besok kondangan ke tempat bu Johan yaaah..sekalian nganterin Aisyah"
"Iya mah.." jawab Bram sambil melihat pantulan mamahnya di spion tengah
_________________
Bram tengah menerima telepon didepan Restoran Ducking di daerah Pantai Indah Kapuk
"Thats right...maybe in Monday morning i will go to your office...correct..oke..okee Stew..see you on Monday yaaah...bye.."
Setelah selesai menelpon..Bram melanjutkan merokoknya dan menghampiri pak Herman yang duduk di bangku ruang tunggu
"Pak Herman sudah makan?" tanya Bram sambil duduk disebelah pak Herman
"Sudah mas..eh..bapak makan malamnya sudah selesai mas?" tanya pak Herman
"Sudah pak..tapi papah lagi ngobrol sama Aisyah dulu didalam..rokok pak.." kata Bram sambil menawarkan rokok kepada pak Herman
"Ada mas..terima kasih" kata pak Herman sambil mengeluarkan rokoknya
"Oh iya pak..ngomong-ngomong soal Aisyah..Aisyah kalau di kantor papah pas lagi audit gimana pak?" tanya Bram
"Gimana apanya mas?" tanya pak Herman bingung
"Yaaa..sikap orang-orang kantor terhadap Aisyah pak.."
"Oooh...masalah itu..kalau itu banyak yang godain mbak Aisyah mas..soalnya mereka tidak tahu kalau mbak Aisyah itu cal...eh...ba..bawaan bapak mas.." kata pak Herman yang terlihat gugup dan seperti hampir keceplosan
Bram curiga atas sikap pak Herman yang tiba-tiba gugup..sepertinya dia menyembunyikan sesuatu kepada dirinya
'Terus pak?" tanya Bram lagi
"Iya mas...banyak yang ngajakin mbak Aisyah makan siang bareng..bawain makanan buat mbak Aisyah..pokoknya selama mbak Aisyah mengaudit dikantor bapak..makanan banyak di mejanya mbak Aisyah mas..bawaan staff-staff kantor..yang suka sama mbak Aisyah" kata pak Herman sambil tersenyum
"Memangnya banyak pak yang suka godain Aisyah?"
"Banyak mas..apalagi yang masih pada jomblo-jomblo.." terang pak Herman
"Terus..mbak Aisyah kalau pulang bareng bapak..maunya naik dari basement mas..soalnya kalau naik dari loby..takut ketahuan sama staff bapak yang lain.." sambung pak Herman sambil menghisap rokoknya
"Yang tahu status Aisyah dikantor siapa aja pak?" tanya Bram
"Hanya orang-orang selevel Direksi aja mas..sama mbak Dini..sekretaris bapak.." jawab pak Herman
Disela-sela obrolan Bram dan pak Herman..dari dalam restoran keluar pak Agung beserta ibu Yuli dan Aisyah
Melihat pak Agung keluar..pak Herman bergegas menuju ke mobilnya
"Braaam...mamah pulang bareng papah yaah..kamu berdua sama Aisyah.." kata bu Yuli
"Iya mah.."
Setelah pak Herman memarkirkan mobilnya didepan pak Agung..kedua orangtua Bram langsung masuk ke dalam mobil
Tinggalah Bram dan Aisyah berdua di area parkir
"Mas mau langsung pulang apa mau disini dulu?" tanya Aisyah
"Mas mau disini dulu Syaah..kenapa memangnya?"
"Kalau mas mau disini dulu..Aisyah mau beli kopi dulu yaah mas..."
Bram menganggukan kepalanya lalu dia mengeluarkan dompetnya
"Pakai duit Aisyah saja mas.." kata Aisyah yang melihat Bram mengeluarkan duitnya
"Ada memangnya?" tanya Bram
"Ada mas.." jawab Aisyah
"Ya sudah..mas tunggu disini yaah"
Aisyah lalu meninggalkan Bram untuk membeli kopi yang kebetulan masih satu komplek di area restoran Pantai Indah Kapuk
Bram masih kepikiran akan sikap pak Herman barusan..yang sepertinya menyimpan rahasia tentang Aisyah kepada dirinya
"Kamu sebenarnya siapa sih Syaah?..bikin mas penasaran ajah" batin Bram yang melihat Aisyah masuk ke salah satu gerai kedai kopi
Bram menghisap rokoknya sambil memperhatikan mobil yang lalu lalang di depan restoran..sampai panggilan Aisyah membuyarkan lamunannya
"Massss?..." panggil Aisyah sambil memberikan segelas kopi kearah Bram
"Makasih yaak.." kata Bram sambil menerima kopi dari Aisyah
Aisyah lalu duduk disebelah Bram
"Mas..tadi kenapa sih bawa Aisyah ke kamar mas?" tanya Aisyah
"Lagian pintu kamar kamu dikunci siiih..jadinya kamu mas bawa ajah ke kamar mas.." jawab Bram sambil menyeruput kopinya
"Dikunci?...nggak aaah..Aisyah nggak pernah ngunci pintu kamar mas..mas kurang dorong ajah..soalnya pintu kamar Aisyah rada seret kalau dibuka.."
"Mas nggak tahu..mas kira kamu kunci"
"Tadi hampir ketahuan ibu loh mas.."
"Memangnya kenapa kalau ketahuan?"
"MASS BRAAAM!!" geram Aisyah
"Kenapa siiih?...mas malah seneng kalau kepergok sama mamah..biar langsung dikawinin..hahahaha.." gelak Bram
Nyuuuuut..
"Aaaaah..." teriak Bram..karena tangan Aisyah sudah mencubit pinggangnya
Tawa Bram terputus oleh cubitan Aisyah di pinggangnya
"Massss Braaaam!!" sentak Aisyah sambil melotot
"Kamu seneng banget sih nyubitin mas..dari kecil dulu..senjata kamu tuh cubitaaaaan mulu..kalau dah kalah pasti nyubit mas..kalo nggak nyubit..nangis" kata Bram sambil mengelus-ngelus pinggangnya
"Habis mas ngomongnya ngaco!!.." sewot Aisyah
"Memangnya kamu nggak mau nikah sama mas?" tanya Bram spontan
Deg..
Aisyah terperanjat kaget atas pertanyaan Bram barusan...pertanyaan yang langsung menghujam kedalam hatinya
Pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh Aisyah
Bram melihat Aisyah yang tertegun kaget atas perkataan dia barusan..lalu Aisyah tertunduk memperhatikan gelas kopi ditangannya tanpa berkata apa-apa
Tiba-tiba handphone Bram bergetar..Bram lalu menjawab panggilan teleponnya
"Halo Yan..anak-anak pada ngumpul?..ngumpul dimana? The Brezee??..ya udah..nanti gua kesana..Aisyah?..napa lu nanyain Aisyah?..nggak...dia nggak boleh ikut nongkrong sama elu elu pada..setan lu yaaak!!...kagaaaak!!...gua bilang kagak ya kagak..dah yaak..gua lagi di PIK..sama Aisyah laaah...dah yaaak...gaje lu aah" lalu Bram memutuskan sambungan teleponnya
"Syaah?" panggil Bram yang melihat Aisyah masih tertunduk
"Kamu kenapa siiih?" tanya Bram heran
"Nggak apa-apa mass.." jawab Aisyah yang tetap menundukan kepalanya
"Hmmmm..pasti gara-gara tadi mas ngomong..kamu mau nggak nikah sama mas yaaah?" tanya Bram sambil tersenyum
"Aisyah nggak pantas mas...Aisyah nggak pantas jadi istri mas.." jawab Aisyah sambil menggelengkan kepalanya
"Heeei!!...kamu ngomong apa siiih?..ya Alloh!...omongan mas tadi kamu masukin di hati yaaah?" tanya Bram
Bram yang merasa bersalah lalu memeluk kepala Aisyah yang tertunduk dan menciumnya dengan lembut
"Yang ngomong kamu nggak pantes jadi istri mas siapa Syaah?.." tanya Bram sambil pindah berjongkok didepan Aisyah
Aisyah mengangkat kepalanya dan menatap Bram..Bram melihat air mata Aisyah sudah menggenang di matanya
"Nggak ada mas..Aisyah tahu diri kok mas..Aisyah siapa..mas Bram siapa..Aisyah cuma wanita kampung mas..bener apa yang dibilang sama kak Lidya..Aisyah cuma cewek kampung..cewek kampung yang beruntung ditampung sama ibu..Aisyah nggak pantes jadi pendamping mas..apalagi pacar mas" ucap Aisyah dengan bibir yang bergetar
Bram langsung menaruh jarinya dibibir Aisyah
"Cukuup...kamu nggak boleh ngomong kayak begitu lagi..kamu jangan dengerin apa kata orang Syaah..mas nggak mandang status kamu kayak apa.." ucap Bram sambil menatap tajam mata Aisyah
Setelah menaruh kopinya di bangku..Bram lalu meletakan lutut kanannya di lantai dan memegang kedua tangan Aisyah yang tengah memegang gelas kopinya
"Sekarang mas mau nanya serius sama kamu.."
Bram sejenak mengatur nafasnya..dan berdehem sebentar
"Aisyah Nandita Prameswari??.." panggil Bram
Aisyah terkejut..karena Bram mengetahui nama lengkapnya
"I..iya masss" jawab Aisyah
__ADS_1
"Malam ini..detik ini..kamu mau nggak?..jadi pacar mas?" tanya Bram sambil menatap serius ke mata Aisyah
Aisyah hanya diam..tanpa menjawab pertanyaan Bram
Karena baru pertama kali ini Aisyah mengalami..ada seseorang laki-laki langsung mengutarakan perasaan hatinya terhadap dirinya
Hatinya bergejolak dengan berbagai perasaan yang tidak dia mengerti
"Kalau menurut kamu..kamu nggak pantas jadi istri mas...seenggaknya kamu mau kan jadi pacar mas?.." tanya Bram
"A..Aisyah nggak tahu mas..Aisyah nggak pantas jadi pacar mas..dan..ibu pernah melarang Aisyah untuk pacaran.." jawab Aisyah terbata-bata
"Mas nggak peduli kamu dari mana..mas suka sama kamu Syaah.." ucap Bram dengan tatapan tajamnya
"Aisyah takut sama ibu mas?...nanti kalau ibu marah gimana?" tanya Aisyah yang memberikan raut kecemasan di wajahnya
"Kamu jangan takut sama mamah..nanti mas yang ngomong sama mamah..okeee??..sekarang jawab dooong..kamu mau nggak jadi pacar mas?"
Aisyah ragu-ragu...akhirnya dia mengangguk sambil tersenyum
"Apaaan?..mosok cuman gitu doang.." kata Bram sambil mengangguk-anggukan kepalanya
"Iyaaa masssss...Aisyah mau jadi pacar mas.."
Bram berteriak kegirangan..dia berdiri dan mengangkat kedua tangannya
Hingga orang-orang yang sedang lewat menoleh ke arah Bram sambil tersenyum
"Massss...malu iiihhh..." kata Aisyah sambil memegang tangan Bram untuk duduk kembali
"Biarin..biar orang pada tahu..kalau kamu sekarang sudah jadi pacar mas...hahahaha...YEEEESSSS!!!!" girang Bram
Bram lalu duduk disebelah Aisyah
"Malam ini..malam special buat mas..karena malam ini..mas bisa mendapatin kamu Syaah.." kata Bram sambil memeluk kepala Aisyah dan menciumnya
Aisyah hanya tersenyum dipelukan Bram yang melihat respon Bram atas jawaban yang dia berikan
"Mas jangan bilang siapa-siapa yaah..Aisyah malu.." kata Aisyah sambil menarik kepalanya dari pelukan Bram
"Loooh...kok gitu?..mas malah pengen buat status di WA sama IG..kalau mas punya pacar baru yang cantik" kata Bram sambil tersenyum
"Iiih..mas maaah...jangan yaah...Aisyah malu..mas janji yaaah" rajuk Aisyah
"Hahahaha...ya sudah..kalau itu kemauan kamu..yuuk..sekarang kita pulang..nanti mas minta tolong di dropin di The Breze yaaak..kamunya langsung pulang ajah..kamu berani kan bawa mobil sendiri dari Serpong?" tanya Bram
"Berani mas.." jawab Aisyah
Lalu Bram mengajak Aisyah beranjak dari tempat itu untuk menuju ke mobilnya...sepanjang perjalanan..Bram menggenggam erat tangan Aisyah seakan-akan dia tidak mau melepaskannya..Aisyah pun merapatkan badannya ke badan Bram sambil tersenyum senang
Perasaan Aisyah saat ini sedang berbunga-bunga..karena mulai saat ini Bram sudah menyatakan hatinya dan menjadi pacarnya
________________
Didalam mobil yang tengah melaju di JOOR arah Serpong..tangan Aisyah tidak pernah lepas dari genggaman Bram
"Mas?.." panggil Asiyah
"Hmmm.." jawab Bram
"Kok mas bisa tahu nama lengkap Asiyah sih?..mas tahu dari mana?"
"Dari mamah...nama kamu bagus banget Syaah...Aisyah Nandita Prameswari..ada artinya nggak?"
"Ada mas..kata Ayah artinya Ratu yang cantik dan anggun"
"Paaasss...kamu cantik dan anggun"
Aisyah pun tersipu malu
"Tadi kamu sama papah ngomongin apa sih?..kok kayaknya serius banget?"
"Masalah vila kemaren yang baru dibeli bapak mas..sama besok senen..Aisyah disuruh audit di kantor bapak.."
"Teruss?"
"Bapak nyuruh Aisyah untuk nemuin penyimpangan dana yang over budget di bulan Maret kemaren mas.."
"Kok bisa?"
"Iya..pas audit yang tahun kemaren..Aisyah nemuin dana yang di mark up mas.."
"Buat beli apaan Syaah?"
"Aisyah curiga antara dana tender proyek yang di Medco..sama dana tender di KPC.."
"Kamu curiganya sama siapa Syaah?"
"Pastinya orang Finance mas..tapi Aisyah belum tahu orangnya siapa.."
"Papah tahu nggak?"
"Tahu mas...tapi bapak nggak mau ngeblow up dulu..sampai bapak nemuin siapa orangnya"
"Kamu hati-hati loh Syaah.." ujar Bram
"Kenapa memangnya mas?"
"Kali ajah orang itu nggak senang sama kamu...gara-gara kamu buktiin dia ada maen di tender" ujar Bram sambil mengelus kepala Aisyah
"Iya mas" jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya
Tak terasa..mobil yang Bram kendarai telah memasuki loby The Brezee
Bram lalu menghentikan mobilnya di loby dan segera keluar untuk bertukar tempat dengan Aisyah
"Kamu bawa mobilnya nyantai ajah yaaah...jangan ngebut-ngebut.." pinta Bram pada Aisyah yang telah duduk di belakang kemudi
"Nanti kalau ibu nanya gimana mas?" tanya Aisyah
"Bilang ajah mas lagi ngumpul sama anak-anak komplek..yaah?.." jawab Bram
"Iya mas.."
Lalu Bram menjorokan mukanya ke dalam mobil dan dia cium kening Aisyah dengan lembut
"Hati-hati yaaah.." kata Bram sambil mengelus-elus pucuk rambut Aisyah yang tertutup oleh pasmina dengan lembut
"Iya mas...Assalamuallaikum.." pamit Aisyah
"Waalalikumsallam.." jawab Bram
Lalu Bram memandangi mobil Aisyah yang bergerak keluar dari loby dan dia lambaikan tangannya ke arah Aisyah yang lebih dulu melambaikan tangannya ke arah dirinya
Setelah memastikan mobil Aisyah keluar dari The Brezee..Bram lalu melangkahkan kakinya kedalam sambil mengambil handphone
"Halooo..pada ngumpul dimana Yan?..The Dock German?...okeeh..gua otewe kesana..gua dah di loby The Brezee..The Dock lantai 2 kan?..okeeh.."
Bram pun bergegas menuju ke lantai 2 dari The Brezee
Sesampainya di The Dock..Bram melihat Ryan dan Beny tengah bermain bilyard dan di meja yang tak jauh dari meja bilyard..ada 4 teman Bram lagi yang tengah menikmati minuman dan ditemani oleh 3 orang wanita
"Braaaamm!!" panggil Yopi sambil melambaikan tangannya
Bram lalu menghampiri meja
"Aisyah mana Bram?..katanya lu pergi sama dia" tanya Doni
"Gua suruh balik duluan.." jawab Bram sambil duduk di bangku yang kosong
"Yaaah...lu gimana siiih?..tadi kan Ryan udah nyuruh ngajak Aisyah kemari" kata Doni sambil meminum bir nya
"Nggak..Aisyah nggak boleh sampe nongkrong ama elu-elu pada.." kata Bram sambil memanggil waiters dengan kode koreknya
"Yaaah..biar sekali-kali Bram.."
"Kagaaak!!.." potong Bram
"Iya kak?.." tanya waiters yang telah tiba di meja
"Saya pesen Wiscol yaah..double..sama bir 1 pitcher"
"Itu aja kak?" tanya waiters lagi
"Iyaa..itu dulu ajah..ada yang mau nambah nggak nih?" tawar Bram pada teman-temannya
"Ntar ajah Bram.." kata Doni
Lalu waiters kembali ke meja bar
"Bram..kenalin nih..Marcel..Nanci sama Widya" kata Andri
"Hai..gua Bram" sapa Bram
Ke tiga wanita teman Andri hanya membalas dengan senyuman
Tak lama kemudian Ryan bergabung dan langsung duduk di sebelah Nancy sambil menggamit botol minuman dan langsung meminumnya
Bram jengah melihat Ryan yang memeluk Nancy sambil menciumnya
"Lu kok nggak minum Bram?" tanya Widya yang pindah untuk duduk disebelah Bram
"Minuman gua belom dateng..nyantai ajah" jawab Bram
Widya lalu merapatkan badannya ke Bram sambil menaruh kepalanya di pundak Bram
"Minum punya gua dulu aja nih Bram" tawar Widya
Bram bisa menyium aroma alkohol dari nafas Widya
"Ndriiii?.." panggil Bram pada Andri sambil menunjukan jarinya ke Widya
Andri hanya tertawa melihat Bram sudah dilendotin oleh Widya
"Pepet terus Wiiid...kakap tuh.." kata Andri sambil tertawa
"Lu gawe dimana Bram?" tanya Widya
"Kagaaak..lagi nganggur gua" jawab Bram sambil menegakan kepala Widya yang melendot di bahunya
"Lu ntar abis ini mau kemana?"
"Balik lah..kenapa emangnya?"
"Kita nonton yuk Bram.."
"Aissssh...lu berani yaaak..ngajakin orang nonton yang baru lu kenal." heran Bram
"Yaaa...nanti di bioskop..kan kita bisa lebih kenal lagi" ujar Widya sambil mengelus pipi Bram
Bram tertawa terbahak-bahak
"Tanggung kalau gitu neng..kenapa nggak sekalian ajah lu ajakin check-in di hotel..hahahaha" gelak Bram
"Kalau lu maunya kayak gitu..ayuuk..siapa takut?.." jawab Widya sambil tersenyum nakal
"Busyeeeet!!..Ndriii!!...lu ngomong apa aja ke ni cewek?" tanya Bram
Andri pun tertawa mendengar Bram bertanya ke dirinya
__ADS_1
Tak lama kemudian waiters datang membawa minuman pesanan Bram
Bram melihat Andri tertawa yang melihat Widya terus melendot ke dirinya
"Ndrii..tanggung jawab luh.." kata Bram sambil meminum wiscol nya
"Braam...bagi rokok doong.." pinta Widya
"Minta gih..ama gua sekalian.."
Lalu Widya memanggil waiters kembali
"Ya kak?" tanya waiters
"Gua minta rokok Mild yaa..2 bungkus" pinta Widya
"Baik kak.." ujar waiters itu sambil kembali ke tempatnya
"Lu udah punya cewek Bram?" tanya Widya
"Udah..baru aja gua nembak dia..kenapa emangnya?" tanya Bram sambil meminum minumannya
"Kata Andri lu jomblo Bram.."
"Sok tau dia.." ujar Bram sambil tersenyum
"Tapi nggak apa-apa sih Bram..gua mau kok jadi yang kedua buat elu.."
"Bujuuuuug!!...Ndriii...setan lu yaaak!!" sewot Bram sambil melempar korek ke arah Andri
Andri hanya tertawa sambil menampik lemparan korek Bram
Tiba-tiba..handphone Bram bergetar dan dia lihat Aisyah menghubunginya
Berhubung suasana di bar bising oleh suara musik..Bram lalu mengaktifkan loudspeaker handphonenya
"Assalamuallaikum." sapa Bram sambil mendorong pelan kepala Widya yang menggelendot di bahunya
"Waalaikumsallam...masss...tolongin Aisyah masss.."
"HAAAH!!...kamu kenapa Syaah?" kaget Bram sambil berdiri dan berjalan menjauh dari meja
"Halooo...Syaaah!!..kamu kenapa?" tanya Bram dengan raut muka yang was-was terhadap Aisyah
"Masss...ban mobil Aisyah bocor mas.."
"Bocor?..posisi kamu dimana sekarang?"
"Sudah di tol mas..tapi belom sampe gerbang tol Pondok Ranji"
"Ya udaah..kamu stay didalam ajah yaaah..jangan keluar..mas nanti kesitu..nyalain lampu hazardnya"
"Iya mass..buruan yaaah...Aisyah takut mass..gelap bener soalnya disini"
"Iyaa..mas langsung kesana..pintunya jangan lupa dikunci yaaah?.."
"Iya mas..Assalamuallaikum"
"Waalaikumsallam.."
Bram lalu segera menghampiri meja
"Yan..anterin gua balik.." pinta Bram pada Ryan sambil mengeluarkan dompetnya untuk membayar minumannya
"Ngapain sih lu Bram?...baru juga nyampe..dah maen balik ajah.." jawab Ryan sambil mencium pipi Nancy
"Mobilnya Aisyah ban nya bocor di tol..ayuuk...anterin gua" ajak Bram dengan tidak sabaran
"Aisyah kenapa Bram?" tanya Beni yang duduk disebelah Widya
"Ban mobilnya bocor Ben.."
"Ya udah..ama gua ajah yuuk.." ajak Beni
Melihat Bram,Doni dan Beni meninggalkan meja..Yopi segera menyusul
"Hoiii..gua ikut.." kata Yopi sambil menyusul Bram dan Beni yang sudah di pintu keluar
Ryan yang ikut berdiri...tangannya di tahan sama Nancy
"Lu mau kemana Yan?" tanya Nancy
"Gua mau ikut Bram..nolongin Aisyah"
"Lu disini ajah napa siih?" cegah Nancy
"Sorry yaaak...Bram sobat gua.." sahut Ryan sambil menaruh uang dimeja dan segera menyusul ke tiga kawannya yang sudah keluar
"Gua duluan Ndrii.." pamit Ryan pada Andri
Nancy dan Widya memandangi kepergian Ryan dengan tatapan sebal
"Aisyah tuh siapa sih Ndrii?..kok semuanya pada care gitu.." tanya Widya pada Andri
"Cewek yang tinggal di rumahnya Bram.." jawab Andri sambil meminum birnya
"Saudaranya?..apa adeknya?..kata lu Bram anak semata wayang?" tanya Widya lagi
"Memang betul..Bram tuh anak semata wayang.." jawab Andri sambil menyalakan rokoknya
"Kalau soal Aisyah..kurang tahu juga gua..yang tahu persis soal Aisyah si Ryan..orangnya juga jarang keluar..sekalinya keluar kalo ada acara di komplek ajah..itu juga sama nyokapnya Bram" ucap Andri sambil menjentikan abu rokoknya di asbak
"Tapi yang gua denger dari anak-anak sih...Aisyah tuh katanya ceweknya Bram" sambung Andri
"Cakep nggak siih?..tapi kalo dari namanya ajah kayak orang kampung..Aisyah.." kata Nancy sambil tersenyum sinis
"Jangan-jangan pembokat lagi..hahahahaha" gelak Widya yang dibarengi oleh Nancy
"Jaga mulut lu berdua yaaah!!..untung Bram nggak ada disini..kalo sampe dia denger lu ngomong begitu..diamuk ama dia lu Wid.." sewot Andri
"Jangan emosi dong yaaang.." bujuk Marcel yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan antara Andri dan Widya
"Gua jadi penasaran..kayak apa sih tampangnya si Aisyah itu.." kata Widya
Andri lalu mengeluarkan handphonenya
"Nih..kayak gini orangnya.." kata Andri sambil menunjukan foto Aisyah yang dia foto secara candid kepada Widya
"Ini??...yang pake jilbab?" tanya Widya
Andri mengangguk sambil menghisap rokoknya
"Mana Wid..coba gua lihat"
Widya memberikan handphone Andri kepada Nancy
"Njiiiir...cakep banget tau Wiid..wiiih..saingan lu nih Wid..buat ngedapetin Bram" ujar Nancy setelah melihat foto Aisyah
Widya hanya tersenyum sambil memandang ke arah pintu keluar
"Kata lu dia jomblo Ndrii.." tanya Nancy
"Yang gua tau begitu..soalnya dia baru putus sama pacarnya yang dulu"
"Naaah..kesempatan tuh Wid.." timpal Nancy
Widya hanya tersenyum sambil memandangi Nancy
"Tenang ajah..gua pasti bisa dapetin Bram Nan.." kata Widya sambil tersenyum
___________________
Sementara itu di mobil Beni..Bram tampak mencoba menghubungi Aisyah
"Halooo..Syaah...mas sudah jalan nih..kamunya tenang yaah..jangan takut..iyaaaa..sebentar lagi mas masuk tol nih..dah yaah...kamunya jangan nangis dooong?...iyaaa...mas udah nyuruh Beni ngebut nih..dah yaah..sebentar lagi mas nyampe.."
Bram lalu menyimpan handphonenya
"Cepetan dikit Ben.." kata bram
"Yoi broo..tenang ajah luh.." ujar Beni
"Si Ryan ikut sama Yopi kan Don?" tanya Bram pada Doni yang duduk di belakang
"Iya..tuh..mereka dibelakang kita.." jawab Doni
Tak lama kemudian mobilnya Beni sudah memasuki tol Serpong arah Jakarta
"Kayaknya itu tuh Ben.." tunjuk Bram pada sebuah mobil yang parkir di bahu jalan tol sambil menyalakan lampu hazardnya
"Iya Ben..itu mobilnya Aisyah.." kata Bram setelah memastikan..kalau mobil itu mobil Aisyah
Beni lalu menghentikan mobilnya tepat dibelakang mobil Aisyah
Bram segera keluar dan menuju ke pintu kanan mobil Aisyah
"Syaah?.." panggil Bram sambil mengetuk kaca jendela pintu mobil
Aisyah lalu membuka pintunya
"Mas lama banget siiih!!" rajuk Aisyah
Bram melihat air mata Aisyah sudah mengalir di pipinya..lalu berjongkok
"Jangan nangis aah...malu tuh sama anak-anak" kata Bram sambil mengelap air mata Aisyah
Aisyah lalu berusaha bertingkah normal dihadapan teman-teman Bram
"Kenapa Syaah?" tanya Beni yang menyusul Bram
"Ban mobil Aisyah bocor mas Beni.." jawab Aisyah sambil berusaha tersenyum
Bram lalu memencet tombol bagasi..dan Doni segera mencari dongkrak dan mengeluarkan ban cadangan
"Gimana men?..bisa nggak?" tanya Ryan yang sepertinya baru tiba
Bram melihat Aisyah sepertinya kedinginan dengan angin malam yang kencang di jalan tol
Bram lalu melepaskan jaketnya dan mengenakan di badan Aisyah..Aisyah menoleh ke Bram sambil tersenyum
"Terima kasih mas.."
Bram lalu membisikan sesuatu di telinga Aisyah..Aisyah kaget..tapi segera di tenangkan oleh Bram
"Masss..jangaaaan...kasihaan" bisik Aisyah sambil menahan lengan Bram
"Biarin ajah.."
Bram lalu mendekati Beni dan Ryan yang lagi memasang dongkrak dibawah mobil Aisyah
"Siapa yang bisa masangin ban mobil Aisyah..gua kasih nomor handphonenya Aisyah" kata Bram
Mendengar Bram berkata seperti itu..langsung Beni..Yopi dan Ryan berebutan untuk memasang ban cadangan mobil Aisyah
Melihat kejadian itu..Bram dan Doni tertawa terbahak-bahak
Aisyah pun hanya tersenyum geli
Bram yang iseng..merekam kejadian teman-temannya yang berebutan memasang ban mobil Aisyah dengan handphonenya
__ADS_1
"Lihat nih guy's...kelakuan para penjahat kelamin..demi nomor handphone Aisyah..di bela-belain masangin ban...hahahahaha.." gelak Bram
"Eee..si monyet!!..pake direkam lagi.." gerutu Beni