
Sebuah Gojek berhenti di depan Indomaret yang berada di kawasan Jalan Metro Kencana
Ternyata Fitri yang tiba di depan indomaret..setelah membayar ongkos ojeknya..Fitri lalu masuk kedalam Indomaret sambil mengirimkan pesan WA ke Aisyah
Tak lama kemudian sebuah Mercedez C300 putih parkir di parkiran Indomaret..berbarengan dengan keluarnya Fitri dari dalam Indomaret
"Ya mbak..saya dah diluar nih..mobil mbak sebelah mana?" tanya Fitri disambungan teleponnya sambil mencari mobil Aisyah
"Mbak Fitri!!.." panggil Aisyah dari dalam mobil Mercy yang diturunkan jendela sebelah kirinya
Fitri menoleh ke arah sumber suara..dia kaget melihat Aisyah ada didalam mobil Mercy yang parkir di sebelahnya..dia lalu menghampiri mobil itu seraya memastikan kalau Aisyah berada didalamnya
"Ayuk mbak..masuk.." ajak Aisyah
Fitri kemudian masuk ke dalam mobil Aisyah
"Maaf ya mbak..saya nggak tahu..soalnya mobil mbak ganti.." kata Fitri sambil memasang seat bealtnya
"Iya mbak..sekarang kan giliran genap..mangkanya saya pakai mobilnya yang genap.." ujar Aisyah sambil memundurkan mobilnya dari parkiran Indomaret
"Mbak..kantor mbak dimana sih?" tanya Fitri
"Saya nggak ngantor mbak.." jawab Aisyah sambil tersenyum kepada Fitri
"Maksud mbak Aisyah?" tanya Fitri heran
"Saya feeelance mbak..jadinya nggak punya kantor"
"Jadi..kalau ada panggilan audit..mbak Aisyah baru jalan?"
"He'eh.." jawab Aisyah sambil menganggukan kepalanya
"Berarti enakan freelance ya mbak..bebas..nggak kayak orang kantoran"
"Hahaha..nggak juga..kalau orang kantoran kan sudah pasti dapet gaji bulanan..sama benefit lainnya..beda sama freelance..dapet duitnya ya pas kalau ada orderan..kalau nggak dapet orderan..ya nggak punya duit.." kata Aisyah sambil tersenyum
"Tapi..kalau kerja kantoran kayak saya ini..nunggu sampe berapa tahun mbak?..baru bisa kebeli mobil Mercy kayak gini..sama BMW yang kemaren mbak bawa.." kilah Fitri
Aisyah hanya tertawa geli mendengar perkataan Fitri
"Hahaha..mbak Fitri..mobil ini bukan punya saya kok.." ujar Aisyah
"Punya siapa dong mbak?"
"Punya bapak saya.."
"Itu mah sama ajah mbaaaaak...mbak mah bisa ajah ngelesnya.. hehehehe..sudah kayak bajay ajah.."
Mereka berdua pun tergelak bersama-sama
Kondisi jalan Sultan Iskandar Muda yang pagi itu merayap tidak mengurangi kehangatan obrolan antara Aisyah dan Fitri
Sehingga tidak terasa mobil yang Aisyah kendarai sudah memasuki kawasan SCBD
Sesampainya Aisyah di lobi gedung Energy..dia membeli dulu kopi Starbuck sebanyak enam buah dan tidak lupa cinnamon roll kesukaan dia..Fitri hanya tertegun melihat Aisyah memborong kopi dan kue untuk team audit
"Teman-teman suka cinnamon roll nggak yaah?" tanya Aisyah yang masih melihat-lihat aneka roti dan kue yang ada di Starbuck
"Mbak Fitri sukanya yang mana?..ayuuk..pilih ajah.." kata Aisyah
"Ii..iya mbak..saya sama kayak mbak Aisyah ajah.." jawab Fitri
Setelah selesai..mereka lalu menuju ke selasar lift..tak lama kemudian sampailah mereka di lantai kantornya Fitri
"Pagi mbak Fitri..mbak Aisyah.." sapa salah seorang reseptionis
"Pagi Yan.." balas Fitri dan Aisyah berbarengan
Ketika mereka sudah berada di dalam ruang audit..mata Aisyah melihat ada sebuket bunga dan kopi Starbuck di atas mejanya
Setelah menaruh kopi yang dia bawa di mejanya..dia raih buket bunga yang ada kartu ucapan
"Selamat Pagi Matahariku..semoga sinarmu selalu menghangatkan jiwaku yang kesepian ini..sehangat Caffelate kesukaanmu.."
Aisyah tersenyum geli bercampur heran..siapa gerangan yang memberikan sebuket bunga dan segelas kopi di mejanya pagi ini
"Ada apa mbak?" tanya Fitri dari mejanya
"Ini..ada yang ngasih saya bunga sama kopi..tapi nggak ada namanya.." jawab Aisyah
"Cieeee..baru juga sehari disini..mbak Aisyah udah ada penggemar misterius..hahahaha" goda Fitri
Aisyah hanya tersenyum sambil duduk dikursinya
"Pagiii.." sapa Wulan dan Gina begitu masuk kedalam ruangan
"Pagi..' jawab Aisyah dan Fitri berbarengan
"Eeh..ada kopi nih..pasti mbak Aisyah yang beliin yaah?" tanya Gina
"Iya Gin..buat penyemangat pagi.." kata Aisyah sambil menyeruput kopinya
"Terima kasih ya mbak.."
"Iya Gin..sama-sama" jawab Aisyah
Mata Gina melihat buket bunga di meja Aisyah
"Bunga siapa mbak?" tanya Gina
"Tahu nih..tahu-tahu ada di meja saya" jawab Aisyah
Gina hanya tersenyum..
"Ada yang seneng sama mbak tuh.." kata Gina
"Iya Gin..tapi orangnya nggak mau ngasih nama.." kata Fitri
Fitri dan Gina beranjak ke rest room untuk memakai make up mereka
"Gin..lu nggak tahu yaak?..kemaren kan gua diajakin bareng mbak Aisyah pulang..mobilnya mbak Aisyah Giiiinn..BMW!!..serie 7 lagi" kata Fitri sambil memakai foundationnya
"Terus pagi ini..mobilnya ganti lagi..Mercy Gin.." sambung Fitri
"Mbak Aisyah kerja dimana sih?" tanya Gina
"Nggak kerja Gin..mbak Aisyah cuma freelance ajah"
"Mbak Aisyah baik ya Fit..kita-kita dibeliin makan siang sama kopi..kemaren ajah..kita-kita di beliin steak" ucap Gina
"Iya..nanti siang ajah rencananya mau dibeliin di Yelow Fin.." kata Fitri
"Seriusan lu Fit?" tanya Gina sambil melihat Fitri melalui kaca
"Iya..tadi di mobil ngomongnya.." jawab Fitri
"Terus kemaren sore..gua diajak makan di PIM ama mbak Aisyah..sekalian dikenalin sama tunangannya mbak Aisyah.."
"Ooh..mbak Aisyah sudah punya tunangan??..cakep Fit?" tanya Gina yang matanya fokus ke cermin untuk memakai maskaranya
"Cakep banget Gin..mana baek lagi..gua ajah ampe dibungkusin makanan buat gua bawa pulang..mentang-mentang gua anak kost kali yaaak?" jawab Fitri
"Kemaren lu bareng pulang sama mbak Aisyah sampe mana?"
"Gua dianterin sampe Lebak Bulus" jawab Fitri
"Emangnya rumah mbak Aisyah dimana?"
"Katanya di Pondok Indah..jalan Sekolah Kencana 1" jawab Fitri yang sepertinya sudah selesai berdandan
"Sekolah Kencana?..itu kan kawasan elit Fit..berarti mbak Aisyah orang tajir doong?..pantes ajah mobilnya keren-keren.."
"Eh Gin..gua penasaran sama orang yang ngirimin bunga ama kopi buat mbak Aisyah.." tanya Fitri
"Halaaaah..lu kayak nggak tahu ajah..siapa lagi dikantor ini yang berani ngirimin bunga buat mbak Aisyah..kalau gua mah sudah faham.."
"Siapa Gin?..pak Peter?" tanya Fitri
"Iyalaaah!!..siapa lagi?" kata Gina sambil memberesi peralatannya
"Cuma dia doang yang disini yang berani godain karyawan..inget nggak lu kasusnya Nilam?" tanya Gina
"Iya..kasihan tuh anak..kok tega bener yah?"
"Daah aah..kita balik..nggak enak sama mbak Aisyah..kelamaan nunggu.."
Lalu mereka berdua keluar dari rest room dan kembali ke ruangan audit
Diruangan audit..mereka menjumpai seorang staff yang sedang di audit oleh Aisyah di mejanya
Gina dan Fitri segera bergegas ke mejanya untuk memulai pekerjaannya
_________________
Di salah satu ruangan..tampak Peter sedang berbincang-bincang dengan seorang tamu yang berpakaian kemeja safari putih dan bercelana putih dan memakai ikat kepala khas orang Sunda..berkisaran berumur 60 tahunan
"Abah lihat dari foto yang aden kirim..ini orang special den..auranya berbeda dari perempuan-perempuan kebanyakan.." katanya
"Yang bener Bah?" tanya Peter
"Iya..orangnya ada sekarang?" tanyanya pada Peter
"Ada Bah..lagi audit..abah mau lihat?"
Pria itu menganggukan kepalanya
"Ayuk Bah.."
Lalu Peter mengajak pria itu untuk menuju ke ruangan tempat Aisyah mengaudit..tapi sebelum mereka sampai di ruangan audit..tampak Aisyah keluar dari dalam ruangan dan menuju ke arah yang berlainan dengan mereka berdiri
"Itu bah..orangnya.."
Pria itu seperti terperanjat melihat Aisyah berlalu menjauh
"Alloh..Gusti.." ucapnya
"Kenapa Bah?" tanya Peter
"Aden tahu "Aura Prameswari"?"
Peter menggelengkan kepalanya
Pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga Peter
"Dia punya Aura Prameswari den..barang siapa yang bisa menikahi wanita yang mempunyai Aura Prameswari..derajatnya akan diangkat setinggi-tingginya..segala urusannya akan dipermudah..dan rejekinya akan mengalir lancar" ujar orang itu lirih di telinga Peter
"Kita ngomongnya ditempat saya aja Bah.." ajak Peter karena obrolan dia dengan tamunya tidak mau di dengar karyawan lainnya
Mereka kemudian kembali ke ruangan Peter..sesampainya disana..Peter langsung menutup pintu ruangannya
"Jadi gimana Bah?" tanya Peter sambil duduk di kursinya
"Aden kalau ingin diangkat derajatnya..aden harus mendapatkan wanita itu.."
"Abah aturlah kayak biasanya..masalah bayaran gampang..kalau saya sampai berhasil mendapatkan Aisyah..abah saya tambahin bayarannya" kata Peter
Pria itu hanya tersenyum mendengar perkataan Peter
"Abah sudah ngarti den.."
Pria itu mengambil sesuatu dari dalam tas kecilnya
"Ini den..abah bawa special buat aden.." katanya sambil memberikan sebuah bungkusan kecil kepada Peter
"Abah bikin itu khusus buat aden..karena setelah melihat foto yang aden kirim..abah merasa harus ada yang special untuk wanita ini.." terangnya
"Ini makenya kayak biasa kan Bah?" tanya Peter sambil melihat bungkusan kecil yang ada di tangannya
"Iya..cukup aden taburkan di minuman atau makanan yang akan dimakan sama dia..seperti biasa den.."
Peter lalu membuka laci mejanya..dan memberikan amplo kecil ke orang itu
"Nih abah..kalau berhasil nanti saya tambahin lagi.."
"Iya den..abah jamin..kalau ada yang sampai terkena ramuan abah itu..jangankan manusia..bangsa siluman..bangsa jin pasti akan takluk sama aden.." katanya sambil tersenyum
__ADS_1
Peter menganggukan kepalanya seraya tersenyum puas sambil menimang-nimang bungkusan yang ada ditangannya
_________________
Di loby gedung..Peter tampak sedang merokok di smoking area..matanya seperti sedang menunggu seseorang..raut mukanya langsung berubah serius berbarengan dia matikan rokoknya di asbak..dia melihat Parto berjalan menuju ke loby gedung dengan menenteng 2 bungkus makan siang di tangannya
Dia segera menghampiri dan diikuti Parto yang tidak menyadari kedatangan Peter
"Mas..bisa ke ruangan saya sebentar.." kata Peter ketika berada di dalam lift
"Eh..pak Peter..bisa pak.." jawab Parto
Setelah berada di luar lift..Parto mengikuti Peter yang menuju ke ruangannya
"Kamu bisa antar ini ke pengelola gedung?.." pinta Peter sambil memberikan sebuah amplop coklat pada Parto
"Bisa pak..tapi nanti dulu ya pak..saya mau ngasih makanan untuk yang audit dulu.." ujar Parto
"Soal makanan nanti saja..ini urgent soalnya..dokument ini sudah ditunggu sekarang oleh orang gedung.."
"Baik pak.."
"Makanannya bisa kamu tinggal dulu disini..buruan yaak.." kata Peter
"Baik pak.."
Setelah menaruh makanan di meja..Parto lalu mengambil dokument dari tangan Peter dan dia segera keluar dari dalam ruangan Peter
Sepeninggal Parto..Peter segera menutup pintu ruangannya..dia lalu memeriksa 2 bungkus makanan yang dibawa oleh Parto untuk team audit. Muka Peter terlihat sumringah.. karena tiap-tiap dus makanan ada namanya..dia langsung mencari dus makanan yang ada bertuliskan nama Aisyah..setelah ketemu..dia keluarkan dari dalam kantong plastik..dia rogoh saku celanannya dan di tangannya sudah ada bungkusan kecil yang dia dapat dari tamunya tadi. Peter segera menaburkan semacam bubuk putih diatas ikan bakar pesanan Aisyah..setelah dirasa selesai..dia kembalikan dus makanan kepunyaan Aisyah kedalam plastik dan dia rapikan lagi plastik makanan seperti semula..agar Parto tidak curiga
Tok..tok..pintu ruangan Peter diketuk oleh Parto
"Masuk.." ucap Peter dari mejanya
"Sudah pak.." kata Parto seraya masuk ke dalam ruangan Peter
"Sudah mas?..terima kasih yaah..eh..ini buat beli rokok mas.." kata Peter sambil memberikan selembar uang 50 ribu
Parto heran..hanya mengantar dokument ke pengelola gedung..Peter memberikan tip yang lumayan besar
"Nih mas..ambil..ngapa jadi bengong gitu?" tanya Peter
"Terima kasih ya pak.." kata Parto sambil menerima uang dari tangan Peter
Parto kemudian mengambil bungkusan makanan yang dia taruh diatas meja
"Permisi ya pak.." pamit Parto sambil keluar dari dalam ruangan
"Iya mas.." jawab Peter
"Aisyah..nggak lama lagi..lu bakal takluk di tangan gua!!" batin Peter sambil tersenyum puas
Parto memasuki ruangan audit sambil membawakan 2 bungkus plastik makanan di tangannya
"Mbak..makanannya.." kata Parto sambil menaruh di meja
"Kita makan dulu yuuk.." ajak Aisyah sambil menghampiri meja yang jadi tempat Parto menaruh makanan
Mereka mengambil dus makanan menurut pesananya masing-masing
"Mbak Aisyah..terima kasih lho..kita-kita ditraktir terus makan siangnya" kata Ahmad yang sudah duduk di kursinya
"Sama-sama mas..kan saya sudah dibantuin disini..jadi saya balesnya..yaa..cuma bisa beliin makan siang doang.." kata Aisyah yang berjalan ke mejanya
"Terima kasih ya mbak.." kata Wulan
"Iya mbak..sama-sama" jawab Aisyah
Aisyah lalu membuka dus makanannya..begitu dia ingin menyendok ikan bakarnya
"Teteeeh!!..jangan sentuh makanan itu!!" pinta Ningrum di telinga Aisyah
Aisyah kaget..karena Ningrum menyuruhnya untuk tidak menyentuh makan siangnya..tak lama Ningrum muncul di hadapan Aisyah
"Teteh..makanan teteh sudah ditaburi dengan bubuk Penarik Sukma..teteh jangan makan ikan itu.." kata Ningrum
Aisyah kaget dan heran..karena menurut Ningrum..makanan dia ada sesuatu yang membuat Ningrum melarang untuk memakannya
Aisyah taruh sendok dan garpunya di atas meja..dia lalu raih gelas air putih dan dia minum
Dia lihat mata Ningrum mengawasi sekitar ruangan audit
"Ningrum..kamu nggak bisa dilihat sama yang ada disini kan?" tanya Aisyah dalam hati..yang khawatir kalau-kalau team audit bisa melihat Ningrum
"Nggak teh..teteh tenang saja Ningrum hanya bisa dilihat oleh teteh saja.."
Wulan yang melihat Aisyah tidak memakan ikan bakarnya..heran
"Mbak?..kok nggak dimakan ikannya?" tanya Wulan
"Eeh..ee..masih panas..nan..nanti saja..kalau sudah dingin" ujar Aisyah yang berusaha bersikap normal
Aisyah lalu membawa dus makanannya keluar dari dalam ruang audit
"Ikut saya Ningrum.." pinta Aisyah dalam hati
Ningrum lalu mengikuti Aisyah yang keluar dari ruang audit..dia mengikuti Aisyah yang menuju pantry..setibanya disana..Aisyah duduk di bangku pantry dan melihat ke sekelilingnya..memastikan tidak ada orang yang masuk ke pantry
"Coba kamu jelasin Ningrum..ada apa dengan makanan ini?" tanya Aisyah
"Makanan teteh telah ditaburi oleh seseorang dengan bubuk Penarik Sukma..kalau teteh sampai memakan ikan itu..jiwa teteh akan berada di dalam kekuasaan dia.."
Aisyah bergidik ngeri
"Kayak pelet gitu?" tanya Aisyah
"Iya teh..cuma yang ini termasuk lebih keras dan lebih ganas..soalnya jangankan manusia..golongan jin yang masih rendahan pasti akan takluk oleh ajian Penarik Sukma ini teh.." jelas Ningrum
"Astaghfirulloh!..terus makanan ini harus diapain?" tanya Aisyah
"Harus dimusnahkan teh..makanan ini jangan sampai jatuh ke tangan orang lain..bisa berbahaya nantinya.."
Ningrum menaruh kedua tangannya diatas dus makanan punya Aisyah..tak lama..sinar biru mulai menyelimuti dus makanan itu..seiring berpudarmya sinar biru..dus makanan sudah tidak terlihat lagi di meja
"Sudah Ningrum?" tanya Aisyah
"Ketemu teh orangnya!!" kata Ningrum sambil menunjuk ke salah satu tembok pantry
Ningrum langsung melesat menembus tembok pantry untuk menemui orang yang telah berusaha memelet Aisyah
Aisyah tertegun diam..hingga suara Ningrum terdengar lagi di telinganya
"Teteh..kesini teh..Ningrum lagi berdiri di depan dia.." pinta Ningrum
Aisyah lalu keluar dari pantry dan memeriksa setiap ruangan dan cubical dengan seksama..yang kebanyakan pada keadaan kosong..ditinggal pergi untuk makan siang
Hingga Aisyah berhenti di depan ruangan Peter..dia melihat Ningrum berdiri di depan Peter yang tidak menyadari..kalau Ningrum berdiri didepannya dengan tatapan amarahnya
"Peter?" heran Aisyah lirih
Peter yang melihat Aisyah berdiri didepan ruangannya..segera berdiri dan menghampirinya
"Aisyah?..ayuk masuk.." ajak Peter
Peter berpikir..kalau bubuk yang dia taburi di makanan Aisyah telah bekerja
"Teteh tenang ajah..kalau dia sampai berbuat macam-macam sama teteh..Ningrum akan beri dia pelajaran!!.." ancam Ningrum di batin Aisyah
Aisyah lalu masuk ke dalam ruangan Peter..dia duduk di sofa yang ada di dalam ruangan Peter
Setelah menutup pintu ruangannya..Peter lalu duduk disebelah Aisyah
"Ada apa Syaah?..tumben lu dateng ke ruangan gua.." tanya Peter sambil memegang paha Aisyah
Aisyah yang terkejut melihat tangan Peter yang memegang pahanya..lalu dengan halus menampik tangan Peter dan menaruhnya disebelah paha Peter..Peter terlihat kaget dengan respon yang diberikan Aisyah pada tangannya
"Nggak..tadi saya cuma lewat..habis dari pantry" jawab Aisyah
"Eh..nanti malam kita makan malam yuuk..lu mau makan dimana?..Pacific Place?..apa di mana?" ajak Peter
"Terima kasih Peter..saya ada acara nanti malam.." jawab Aisyah yang lagi-lagi menampik dengan halus tangan Peter yang memegang pahanya
"Ya elaaaah..sekali-kali kenapa sih Syaah?.."
"Enggak Peter..terima kasih..saya permisi dulu yaah.." kata Aisyah yang berusaha bangun..tapi pundak dia ditahan oleh Peter untuk duduk kembali di kursi
"Lu mau kemana sih Syaah?" tanya Peter
"Maaf Peter..ada apa ini?..saya mau kembali ke ruang audit.." ujar Aisyah
Aisyah melirik ke Ningrum yang tampak geram melihat kelakuan Peter
"Kamu disini aja Syaah..nggak usah kemana-mana.."
Peter bangun dan mengunci pintu ruangannya serta menutup horden yang ada di samping pintu
"Kamu mau ngapain Peter?" tanya Aisyah yang was-was
Peter dengan mata yang nanar menghampiri Aisyah..Aisyah langsung berdiri dan mengelak dari sambaran tangan Peter
"Cewek manapun..yang sudah masuk ke ruangan ini..nggak bakal lepas dari incaran gua Syaah!!"
Peter lalu mencoba kembali meraih tangan Aisyah..Aisyah yang berusaha menghindar..tangannya terkena cakaran ujung kuku Peter
"Aaaww.." teriak Aisyah
Bugh
Ningrum yang dari tadi menahan kesalnya..langsung dia pukul tengkuk Peter..hingga dia jatuh pingsan di lantai
Aisyah bernafas lega melihat Peter jatuh terjerembab pingsan didepannya
"Terima kasih Ningrum" kata Aisyah
"Iya teh..orang ini ternyata bejat sekali teh.." kesal Ningrum yang melihat Peter tergeletak pingsan
"Kenapa Ningrum?" tanya Aisyah
"Ternyata sudah banyak korban-korban yang berjatuhan akibat perbuatan dia teh..dengan lewat ajian Penarik Sukma.."
Jari Ningrum menunjuk ke tubuh Peter yang masih tergeletak di lantai..dan dari ujung jarinya keluar sinar biru dan langsung membungkus tubuh Peter..serta membawanya duduk kembali di kursinya
Aisyah berdecak kagum melihatnya
"Teteh mau lihat kebejatan dia teh?" tanya Ningrum
Aisyah menganggukan kepalanya
Ningrum lalu memegang kepala Peter..sedangkan tangan yang satunya di acungkan menunjuk ke salah satu tembok di ruangan peter
Aisyah melihat di tembok yang ditunjuk Ningrum memperlihatkan visual seperti tayangan televisi
"Ini kilasan masa lalu dia teh..selama memperdaya para perempuan-perempuan yang bekerja disini.."
Aisyah melihat kilasan-kilasan masa lalu Peter yang diperlihatkan oleh Ningrum..Aisyah terenyuh pilu bercampur kesal melihat perbuatan Peter terhadap para pegawai wanita yang bekerja disini
"Ini teh..puncak dari kebejatan dia"
Aisyah melihat Peter menampar seorang wanita muda hingga wanita muda itu terjengkang ke belakang akibat tamparan keras Peter
"Gugurkan Nilaaaam!!!..gugurkan!!" teriak Peter sambil menendang kearah perut wanita muda itu
Aisyah menjerit kaget..melihat kekejaman Peter yang menendang wanita muda itu yang masih terjerembab di bawah
"Gua belom siap untuk punya anak!!" hardik Peter
"Tidak Peter..anak ini akan aku besarkan..biar papahmu tahu..betapa bejat dan kurang ajarnya..sifat anaknya yang paling dia banggakan selama ini.." erangnya kesakitan yang menerima tendangan di perutnya..dia pun menyeka darah yang menetes di bibirnya
"Itu bukan anak gua Nilaaam!!..bisa aja itu anak orang lain!!"
"PETERRR!!..sungguh busuk mulutmu yang sampai tega berkata seperti itu.."
Wanita itu berusaha bangun..tiba-tiba..Peter mencengkeram leher wanita itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi
"Pe..Peet..Peeteerr..ak..aku..gak bisa..na..nafas..lepas..lepasin Peter!!"
__ADS_1
Wanita itu berusaha memberontak melepaskan diri dari cekikan Peter..tapi apalah daya seorang wanita melawan tenaga seorang laki-laki yang sedang kalap seperti Peter saat ini
"Cukup Ningrumm!!.." pinta Aisyah yang memalingkan mukanya..karena tidak kuat melihat kelanjutan dari visual masa lalu Peter
Ningrum lalu menurunkan tangannya dan langsung hilanglah visual yang ada di tembok
PLAAAK!!..
Aisyah melihat Ningrum yang kesal menampar Peter yang masih pingsan dengan keras
"Ningrum!!..jangan.." pinta Aisyah
"Biarin teh!..Ningrum paling kesal sama manusia durjana macam dia.." kesal Ningrum
Aisyah lalu duduk kembali di bangku yang ada didepan meja kerja Peter
Aisyah melihat tangan Ningrum menempel di kepala Peter lagi
"Kamu mau ngapain lagi?" tanya Aisyah
"Ningrum pengen tahu..siapa yang telah memberikan bubuk Penarik Sukma ke dia teh.." jawab Ningrum
Tak lama..Ningrum menarik tangannya lagi
"Hmmm..orang Sumedang ternyata teh.." kata Ningrum
"Kenapa kalau orang Sumedang Ningrum?"
"Disitu masih wilayah kekuasaan Ningrum teh..kurang ajar!!" geram Ningrum
Aisyah masih kepikiran soal wanita muda tadi..yang dicekik oleh Peter..entah nasibnya bagaimana..karena dia tidak berani untuk meneruskan melihat visual masa lalu Peter
"Nilam..sayang sekali nasib dia.." ujar Aisyah lirih
Ningrum lalu melayang pindah ke sebelah Aisyah
"Ningrum sudah buat dia melupakan kejadian barusan teh dan ada sebuah bungkusan disaku dia..sudah Ningrum musnahkan juga teh" kata Ningrum
"Iya Ningrum..terima kasih.." ujar Aisyah
"Tangan teteh nggak kenapa-kenapa?" tanya Ningrum yang melihat tangan Aisyah yang lecet terkena cakaran Peter
"Nggak apa-apa Ningrum.." jawab Aisyah
"Oh iya..teteh belum makan yaa?" tanya Ningrum
Aisyah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Belum Ningrum"
"Teteh mau makan apa?..kalau daging burung puyuh?..teteh mau nggak?" tanya Ningrum
"Mau sih Ningrum..tapi kalau disini belinya dimana?" jawab Aisyah
Ningrum tersenyum geli
"Teteh tenang ajah..Ningrum yang cariin buat teteh.."
"Kamu bisa Ningrum?" tanya Aisyah yang matanya berbinar-binar senang
Ningrum menganggukan kepalanya
"Bisa teh..sebentar yaah.."
Ningrum lalu menghilang dari hadapan Aisyah..Aisyah pun sudah tak sabar menunggu Ningrum yang akan membawakan daging burung puyuh..kesukaan dia
Tak lama kemudian..Ningrum muncul didepan Aisyah dengan bungkusan di tangannya
"Nih teh.." kata Ningrum sambil memberikan bungkusan pada Aisyah
Aisyah segera menerima bungkusan dari tangan Ningrum..matanya langsung terbelalak senang..setelah melihat daging burung puyuh pedas didepannya
"Terima kasih Ningrum.." ucap Aisyah yang tersenyum senang
"Iya teh sama-sama"
Aisyah lalu pindah ke sofa yang ada diruangan kerja Peter..dia pun lalu mulai menikmati daging burung puyuh..makanan kesukaan dia
Ningrum yang memperhatikan Aisyah yang asyik makan..tiba-tiba matanya menelisik heran..dia merasa ada sesuatu yang aneh di diri Aisyah..Sesuatu yang menarik dirinya
"Aura teteh kok lain?" batin Ningrum sambil mempertajam penglihatan batinnya ke arah Aisyah
"Eh..jangan-jangan..waktu di Jogja kemaren..mas Bram nyuruh kamu yaah?..buat nyariin daging burung puyuh?" tanya Aisyah
"Ii..iya teh.." jawab Ningrum yang kaget
Setelah selesai makan..Aisyah memberesi bungkusan sisa makannya
Tiba-tiba ada ketukan di pintu ruangan Peter..Aisyah terperanjat kaget sambil melihat kearah pintu
"Ningrum..bawa saya ke toilet wanita sekarang yaah.." pinta Aisyah dalam hatinya karena dia tidak ingin kepergok sedang berada didalam ruangan Peter
Ningrum mengangguk sambil memegang pundak Aisyah..tanpa diminta Aisyah memejamkan matanya
"Sudah teh.." kata Ningrum
Aisyah membuka matanya sambil memeriksa sekeliling bilik toiletnya..setelah dirasa aman..Aisyah keluar dari dalam bilik
Setelah mencuci tangannya..Aisyah menuju ke ruang audit
Sesampainya disana..sepertinya team audit sudah selesai dengan makan siangnya
"Mbak Aisyah dari mana?" tanya Gina
"Dari pantry..makan.." jawab Aisyah sekenanya sambil menaruh bungkusan bekas makan siangnya di tempat sampah..Gina heran..karena bungkusan Aisyah berbeda dengan bungkusan makanan yang tadi di beli
"Mbak habis makan apa?..kok bungkusannya beda?"
"Ooh..tadi ikan bakarnya kurang nendang..jadinya saya beli makanan lagi.." jawab Aisyah
"Kurang mbak?.." tanya Gina sambil tersenyum geli
Aisyah hanya menganggukkan kepalanya dia lalu berjalan ke mejanya
"Besok mbak mau ke Cikande apa nggak?..soalnya barang-barang sisa proyek ditaruh di Cikande mbak.." tanya Fitri
"Kalau mbak Aisyah mau kesana..saya mau nyiapin mobil kantor untuk kesana" kata Ahmad
"Boleh deh mas..tapi saya bawa mobil sendiri ajah..saya mau langsung dari rumah..mbak Fitri besok bareng sama saya ya mbak..Gina sama mbak Wulan mau bareng saya?" tanya Aisyah
"Boleh deh mbak.." jawab Wulan
"Nanti saya nunggunya dimana mbak?" tanya Gina
"Langsung kerumah saya ajah yaah?..nanti saya kasih alamatnya.." ujar Aisyah
"Apa nggak di Indomaret ajah mbak?..kayak tadi pagi?" tanya Fitri
"Di Indomaret?..terserah mbak sih.."
"Ya udah..kita nunggunya di Indomaret ajah ya Gin..Lan..gimana?" tanya Fitri kepada Gina dan Wulan
"Ya udah.." jawab Gina dan Wulan berbarengan
"Besok jam 8 yaah.." kata Aisyah
"Baik mbak.." jawab mereka
"Jadi besok saya sendiri yang bareng sama orang warehouse dari kantor?.." kata Ahmad
"Iya mas" ujar Aisyah
_________________
Pintu lift terbuka..keluarlah Aisyah dan Fitri dari dalam lift..mereka berjalan menuju ke basement..untuk menuju ke mobil Aisyah
"Gina jadi bareng nggak mbak?" tanya Aisyah
"Nggak mbak..dia mau fitnes dulu katanya.." jawab Fitri
Sampailah mereka di mobil Aisyah..mereka pun masuk ke dalam mobil..tak lama kemudian..Aisyah menjalankan mobilnya keluar dari basement gedung Energy
"Mbak Fitri..saya mau tanya sesuatu sama mbak bisa?" tanya Aisyah
"Tanya masalah apa mbak?" jawab Fitri
"Hmm..di kantor..ada nggak sih pegawai wanita yang namanya Nilam?" tanya Aisyah
Fitri tampak terkejut mendengar pertanyaan Aisyah..Aisyah hanya menatap Fitri yang terkejut
"Kok?..mbak Aisyah nanya begitu?..mbak kenal sama Nilam?" tanya Fitri
"Nggak..saya cuma penasaran..sama cewek yang namanya Nilam..mbak bisa cerita ke saya?" pinta Aisyah
Fitri sesaat menarik nafasnya..tampaknya dia merasa berat untuk menceritakan tentang jati diri Nilam pada Aisyah
"Sebetulnya..cerita ini merupakan aib dikantor kita mbak..kita para pegawai disuruh menutup rapat-rapat mengenai cerita si Nilam..biarlah si Nilam menjadi korban terakhir kebejatan dari seseorang di kantor kita mbak..jangan ada lagi..Nilam-Nilam yang lain di kemudian hari.."
Fitri tampak menyeka airmatanya yang tampak menitik di ujung matanya
"Nilam telah meninggal 3 bulan yang lalu mbak.."
Aisyah terkesiap kaget..hatinya langsung sedih..ternyata Nilam sudah meninggal dunia
"Dia ditemukan gantung diri didalam kamar kostnya yang lama mbak..tapi menurut penyelidikan kepolisian..Nilam meninggal bukan karena gantung diri..tapi karena dia dicekik oleh seseorang sebelumnya..dan mayatnya digantung di dalam kamarnya..seakan-akan dia gantung diri"
Fitri menyeka hidungnya yang tampak memerah..menahan tangisnya
"Polisi melakukan penyelidikan atas pembunuhan Nilam..dan di dalam penyelidikan polisi itu berujung pada salah satu orang pegawai dikantor yang dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.."
"Peter.." potong Aisyah
Fitri terkejut mendengar Aisyah menyebut nama Peter
"Kok mbak tahu?" tanya Fitri heran
"Nanti saya ceritain..terusin ceritanya mbak.." pinta Aisyah yang tetap konsen menyetir
"Betul yang mbak bilang..pak Peter lah pelaku utama dalam pembunuhan atas diri Nilam.."
Fitri tampak menutup mukanya dengan kedua tangannya..berusaha menahan kesedihan yang sangat menyesakan didadanya
Aisyah mengusap-usap punggung Fitri..berusaha menghiburnya
"Nggak usah diterusin mbak..kalau itu bikin mbak Fitri sedih.."
"Nggak apa-apa mbak.. mudah-mudahan saya kuat" jawab Fitri
Fitri menarik nafasnya sesaat
"Yang bikin saya sakit hati dan tidak rela sampai sekarang..pak Peter lolos dari dakwaan itu semua mbak..berkat bantuan pak Burhan dengan membayarkan uang sebagai jaminannya" isak Fitri
"Saya pikir..dengan kematian Nilam dan berurusannya pak Peter dengan pihak kepolisian..itu bisa membuat dia jera mbak..tapi..kebejatan dia semakin menjadi-jadi setelah itu..kami semua diancam oleh HR dan Management agar menutup mata dan mulut kami jika melihat kelakuan pak Peter yang kerap melecehkan para pegawai wanita dikantor.."
Fitri kembali menyeka airmatanya yang mengalir di pipinya
"Kematian Nilam tenyata sia-sia mbak..hiks.." isak Fitri
"Mbak Fitri sepertinya akrab betul sama Nilam?" tanya Aisyah
"Nilam sama saya dulu satu kostsan mbak.." jawab Fitri
"Ooooh.." ujar Aisyah yang terenyuh
"Pada waktu malam kejadian.. kebetulan saya lagi pulang kerumah orang tua saya mbak..dan yang lebih bikin saya sedih..ternyata Nilam tengah mengandung mbak..dan Nilam belum sempat memberitahu ke saya..itu anak siapa" isak Fitri
"Mangkanya..untuk menghilangkan kesedihan saya pada Nilam..saya terpaksa pindah kost mbak..biarlah kenangan manis saya sama Nilam saya tinggalkan di tempat yang lama.."
Fitri mengatur nafasnya sambil memandangi lalu lintas yang ada di depannya
"Kami dulu masuk ke kantor berbarengan mbak..interview bareng..diterimanya pun bareng.." kata Fitri yang berusaha tersenyum
"Saya dan Nilam yang sama-sama mengadu nasib di Jakarta..berjanji untuk sama-sama merasakan pahit dan manisnya hidup di Jakarta mbak.." kata Fitri yang memandang ke arah luar jendela mobil
"Nilam anaknya baik..cantik..dan supel kepada siapa saja..tapi dia mudah percaya kepada orang..oleh karena itulah..dia mudah diperdaya oleh pak Peter.." kata Fitri sambil memandang ke arah Aisyah
__ADS_1
Tanpa terasa..mobil Aisyah sudah memasuki kawasan Pondok Indah
"Kita ngobrolnya..sambil ngopi-ngopi yuk mbak.." ajak Aisyah yang membelokan mobilnya ke PIM 3