
Jam 10 malam..sebuah mobil Mercedez silver S200 yang dikendarai Bram melaju di jalan Senopati Raya..menuju ke arah Pondok Indah
"Syaah..kamu laper nggak?..mas mau makan nih.." tanya Bram yang pandangannya fokus kedepan
"Syaah?" panggil Bram
Bram menoleh kesamping..karena Aisyah tidak menjawab pertanyaannya..dia pun tersenyum..karena Aisyah sudah terlelap di jok mobilnya
"Dasar *****..baru juga jalan..dah molor ajah.." gumam Bram
Bram lalu mengecilkan suhu AC di mobilnya dan dia tersenyum melihat Aisyah yang tampak kelelahan yang mengerjakan laporan audit hingga malam
"Capek banget yaaah?" tanya Bram lirih sambil mengelus-elus kepala Aisyah..Aisyah menggeliat pelan sambil merubah posisinya
Tak terasa..Bram sudah memasuki komplek perumahannya..saat dia melintas di cafe kepunyaan Joni..Bram melihat ada mobil kepunyaan Ryan dan Hendra tengah parkir
Bram berjalan pelan sambil membunyikan klakson mobilnya..didalam cafe ada Ryan,Yopi dan Hendra yang mendengar ada klakson mobil menoleh ke luar
"Braaam!!" panggil Yopi
Bram membuka jendelanya dan memberikan kode..kalau dia nggak berhenti untuk mampir
"Gua langsung yaaak.." kata Bram sambil tetap menjalankan mobilnya perlahan
Setelah menutup jendelanya..Bram melihat Aisyah menggeliat bangun
"Hmmm..sudah sampai ya mas?" tanya Aisyah sambil meluruskan badannya yang kaku
"Eeeh...Nyonyah dah bangun..dikit lagi" jawab Bram sambil tersenyum
Begitu sampai didepan gerbang rumahnya..Bram membunyikan klakson agar pak Trisno membukakan pintu gerbang untuknya..setelah terbuka..Bram lalu memasukan mobilnya kedalam garasi
Bram dan Aisyah keluar dan menuju ke arah dapur..Aisyah langsung menuju ke kamarnya dan Bram membuka kulkas
Setelah mengambil air mineral..Bram menuju keruang makan
Dia kecewa..karena di meja makan tidak ada makanan yang bisa dia makan..dan dilihatnya pintu kamar orangtuanya sudah tertutup rapat
Dia pun kembali ke belakang
"Syaaah.." panggil Bram begitu didepan pintu kamar Aisyah
"Ya mas?" jawab Aisyah dari dalam
"Kamu laper nggak?" tanya Bram
Terbukalah pintu kamar..muncul Aisyah yang sudah mengganti bajunya
"Iya mas..Aisyah laper nih.." jawab Aisyah
"Kita cari makan yuuk..mas juga laper.." ajak Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
"Ya sudah..mas ganti baju dulu yaak"
"Iya mas..nanti Aisyah tunggu di ruang tengah yaak.."
Lalu Bram beranjak menuju ke kamarnya
Tak lama kemudian Bram yang sudah mengganti bajunya menuruni tangga dan menghampiri Aisyah yang menunggu di sofa ruang keluarga
"Ayuuk Syaah.." ajak Bram sambil menjulurkan tangannya
Aisyah lalu bangun sambil menggamit tangan Bram
Lalu mereka berdua beranjak ke depan
Setelah diteras..Bram yang melihat motor pak Trisno parkir digarasi..timbul niatnya untuk meminjam motor pak Trisno
"Paaak?..pak Trisno?.." panggil Bram sambil menuju ke pos sakuriti
"Iya mass.." jawab pak Trisno yang keluar dari pos
"Saya bisa pinjem motornya nggak pak?..saya sama Aisyah mau kedepan sebentar " tanya Bram
"Bisa mas..eh..nanti kalau ketahuan ibu..mas Bram dimarahin nggak?" tanya pak Trisno
"Enggak..nanti saya yang tanggung jawab..lagian..mamah juga sudah tidur pak" jawab Bram
Lalu pak Tisno merogoh saku celananya dan memberikan kunci motor kepada Bram
"Nih mas. "
"Saya pinjem dulu ya pak.."
"Iya mas.." ucap pak Trisno
Bram lalu kembali keteras dimana Aisyah menunggunya
"Mas mau pake motor?" tanya Aisyah
"Iyaa..sekali-kali Syaah.."
"Kalu gitu..Aisyah mau ambil jaket dulu ya mas"
Sepeninggal Aisyah yang masuk kedalam..Bram mengeluarkan motor matic kepunyaan pak Trisno
Dia lalu memanaskan motor pak Trisno sambil menunggu Aisyah yang belum kembali dari dalam
"Yuuk mas.." kata Aisyah yang sudah datang
"Ayuk naik.."
Aisyah lalu naik di jok motor dengan posisi duduknya menyamping
"Kamu kenapa duduknya begitu sih?"
"Memangnya kenapa mas?" tanya Aisyah
"Duduk biasa ajalah..kan kamu pake celana ini..lagian mas bawanya berat kalo kamu duduknya nyamping gitu"
Aisyah lalu mengubah posisi duduknya dibelakang Bram..pak Trisno lalu membuka gerbang untuk Bram keluar
"Pergi dulu ya pak.." kata Bram yang melewati pak Trisno
"Iya mas..hati-hati"
Setelah diluar..Bram lalu menjalankan motornya menuju ke depan komplek perumahannya
"Mau makan apa kamu Syaah?" tanya Bram
"Terserah mas"
"Nasi goreng yang didepan Indomaret yuk.."
"Ya udaah"
Bram merasa Aisyah duduk agak kebelakang..jadi merasa berat motornya
"Syaah..rada majuan kamunya..peluk mas napa siih" pinta Bram yang merasa Aisyah yang duduk rada kebelakang
Aisyah lalu dengan ragu-ragu memegang pinggang Bram
"Kamunya rada majuan" pinta Bram
"Nggak ah mas...gini ajah"
Tiba-tiba Bram mengerem secara mendadak..otomatis badan Aisyah maju menempel ke punggung Bram
"Masss!!" teriak Aisyah kaget
Bram hanya tertawa
"Peluk mas mangkanya..memangnya kamu nggak dingin?"
Asiyah lalu memeluk perut Bram dan merapatkan badannya ke punggung Bram
"Empuk Syaaah..." kata Bram sambil mengoyang-goyangkan punggungnya
"Mas mesuummmm!!" kata Aisyah sambil mencubit perut Bram
Bram hanya tertawa terbahak-bahak
"Ibu kalau tahu Aisyah naik motor lagi..pasti marah nih mas.."
__ADS_1
"Kok marah?..memangnya kamu pernah kepergok sama mamah waktu lagi naik motor?"
"Iya mas..waktu baru-baru kuliah..Aisyah nebeng sama teman Aisyah sampai didepan Carrefour Lebak Bulus..nggak tahunya ibu ngelihat Aisyah turun dari motor..pas sampai rumah..Aisyah dimarahim sama ibu.."
"Dimarahinnya kayak gimana?"
"Kayak gini mas..mulai besok teteh jangan naik motor lagi..mau naek motor siapa pun..ibu nggak ngasih ijin sama teteh naik motor..dan mulai besok biar teteh diantar sama pak Rizal ke kampus" kata Aisyah yang menirukan suara bu Yuli saat memarahi dirinya
Bram kembali tertawa terbahak-bahak
"Kok mas ketawa sih?" tanya Aisyah heran
"Nggak..mas ketawa..kamu bisa ajah niruin suara mamah...hahahahaha"
Aisyah yang kesal..kembali mencubit perut Bram
"Aaaaah..." jerit Bram
"Sakit tau Syaah.."
"Biariiin..abisan mas ngetawain Aisyah siih.."
Bram lalu dengan sengaja mengerem mendadak lagi..yang otomatis dada Aisyah menekan punggungnya
"EMPUUUK COOOOYYY!!" kata Bram sambil tertawa
"Masss Braaammm!!" kata Aisyah sambil memundurkan badanya kebelakang
"Mas jangan bercanda aaah..nanti kalau jatuh gimana?"
"Nggak apa-apa..yang penting jatuhnya sama kamu"
"Hiiih..mas kalau ngomong ngaco yaah?" kesal Aisyah sambil memukul pundak Bram
"Eh..iya mas..mas ngomong sama bapak yaah?..kalau kita pacaran?" tanya Aisyah
"Enggak..mas nggak ngomong ke siapa-siapa..kenapa memangnya?"
"Soalnya tadi bapak ngenalin Aisyah ke temannya bapak sebagai calon mantunya mas.." ujar Aisyah
"Masak sih?"
"Iyaaa..mas bohong kali nih?.." tanya Aisyah curiga
"Enggak Syaah..mas nggak bohong..mas belom ngomong ke papah..sumpah!!"
"Kok bapak ngomongnya begitu ya mas?..dibilangnya Aisyah calon mantunya..sama 2 orang lagi mas.."
Bram pun terdiam dan berpikir...kenapa papahnya sampai ada omongan kalau Aisyah calon menantunya
"Terus tadi..Ningrum bilang..kalau bapak punya rencana buat kita mas?"
"Kok Ningrum bisa tahu?"
"Tadi dia sempat menerawang pikiran bapak..dia melihat kalau bapak punya rencana mas..buat kita"
"Rencana apa?"
"Ningrum belum sempat bilang..keburu bapak masuk keruang metting"
Tak lama kemudian..mereka tiba didepan Indomaret
"Yaaah..kok udah tutup ajah sih?" ujar Bram yang kecewa melihat gerai nasi goreng yang sudah tutup
"Kemana lagi nih mas?" tanya Aisyah
"Coba yang di Fatmawati yuuk.."
"Jangan-jangan udah tutup lagi mas..kan sekarang sudah jam 11"
"Nggak..kalau disana kan bukanya 24 jam"
"Ya udah.."
"Kamu nggak apa-apa kan keluar malam-malam?" tanya Bram
"Nggak apa-apa mas..kan keluarnya sama mas ini.." jawab Aisyah
Bram lalu memutar motornya ke arah jalan Terogong
Sepanjang perjalanan..Aisyah menaruh kepalanya di pundak Bram..dan membiarkan angin malam yang menerpa dan membelai wajahnya yang cantik
"Kamu ngantuk yaah?" tanya Bram pada Aisyah yang kepalanya melendot di pundaknya
"He'eh.."
"Ya udah..kalau kamu ngantuk..kita pulang ajah.."
"Tapi Aisyah laper mas.." rajuk Aisyah
Bram tersenyum mendengar jawaban Aisyah
"Mas dulu juga dilarang sama mamah kalo naek motor.." kata Bram
"Mulai kapan mas?"
"Jaman SMA..motor Ninja mas dijual sama mamah..gara-gara mas jatuh waktu kelas 3 SMP"
"Pasti alasannya ibu safety yaah?" tanya Aisyah
"Iya..kamu juga gitu yaah?"
"Iya mas..terus..mas sekolah naik apa?" tanya Aisyah
"Dianterin pak Trisno..sekalian pulang..terus pulangnya kadang-kadang dijemput sama pak Imam..kalau nggak mas nebeng sama Tyo.." ujar Bram
"Memangnya mas nggak bawa mobil?" tanya Aisyah
"Nggak..males..enakan nebeng" ucap Bram sambil tersenyum
"Teman-teman mas yang dikomplek..teman satu sekolah semua?"
"Nggak..cuma Doni doang yang satu sekolah sama mas"
Begitu Bram melintas di depan Hero Supermarket..dia mendengar ada orang yang memanggil dirinya dan Aisyah..Bram lalu meminggirkan motornya untuk melihat orang yang memanggilnya
"Mas Ryan mas.." kata Aisyah yang melihat Ryan berlari menyebrang menghampiri mereka
"Eeeh...Aisyah..tumben kamu keluar malem-malem gini..mana pake motor lagi" tanya Ryan
"Iya mas..mas Bram ngajakin nyari nasi goreng.."
"Mau makan dimana Bram?...gua boleh ikut nggak?" tanya Ryan pada Bram
"Ayuuk...gua mau makan di Fatmawati..lu masih sama Yopi?"
"Iya..ya udah..duluan gih..nanti gua susul..gua ambil mobil gua dulu.."
"Hendra mana?" tanya Bram
"Dia dah balik Bram..besok mau ke Lampung katanya"
Ryan lalu kembali menyebrang ke pelataran parkiran Hero untuk mengambil mobilnya
Setelah melihat mobil Ryan keluar dari parkiran Hero..Bram lalu menjalankan motornya kembali
Ryan mengiringi laju motor Bram dari belakang
"Mas Ryan sama mas Yopi akrab banget ya mas?..kemana-mana pasti berdua" kata Aisyah
"Iya..soalnya mereka sepupu-an..bapaknya Ryan kakaknya ibunya Yopi.." jelas Bram
"Ooooh..pantesan" kata Aisyah
Tak lama kemudian sampailah mereka di restoran nasi goreng seafood Kubang yang ada di daerah Fatmawati
Kemudian mereka berempat memasuki ke dalam restoran
Setelah berada di meja..Bram lalu memberikan daftar menu ke Aisyah
"Mas..nasi goreng kambingnya masih ada?" tanya Ryan pada waiters yang menghampiri meja mereka
"Masih om.."
"Ya udah..saya satu yaak..special" kata Ryan
__ADS_1
"Dua mas.." sambung Yopi
"Baik om" kata waiters sambil menulis pesanan
"Saya nasi goreng seafood yaah..kamu apa Syaah?" tanya Bram pada Aisyah yang duduk disampingnya
"Eeh..sama deh mas...saya nasi goreng seafood ya mas...pedes" ujar Aisyah pada waiters
"Baik..minumnya?"
"Saya juice alpukat" kata Bram
"Sama mas.." kata Ryan dan Yopi
"Saya juice sirsak mas.." kata Aisyah
"Baik om..ditunggu yaah"
Lalu waiters kembali ke tempatnya
"Syaah..tumben kamu keluar malem-malem gini..biasanya kan nggak boleh sama nyokapnya Bram" tanya Ryan
"Iya mas..mas Bram ngajakin nyari nasi goreng..kebetulan ibu sudah tidur" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Hmmm..pantes..kamu bisa keluar malam..orang macannya dah tidur..hehhehehe" kekeh Yopi
"Sembarangan luh..nyebut nyokap gua macan" sewot Bram sambil memukul pundak Yopi
"Ya elaah...tanya ajah sama Aisyah tuh Bram..kalau dia lagi jalan sama nyokap lu..anak-anak mana ada yang berani negor..kalau nggak nyokap lu bisa nyap-nyap " ujar Yopi
Bram melihat Aisyah tersenyum geli mendengar perkataan Yopi mengenai mamahnya
"Yang sering godain kamu dulu siapa Syaah?...ngomong ke mas"
"Mas Yopi mas.." tunjuk Aisyah
"Oooh...gitu lu yaaak?..beraninya kalau nggak ada gua.." sewot Bram sambil meninju pundak Yopi
"Hahaha..itu kan dulu Bram..waktu nyokap lu belom ngomong kalo Aisyah tuh cal.."
Yopi tidak meneruskan omongannya..dia melihat ke arah Ryan yang menendang kakinya
"Ngomong apaan Yop nyokap gua?" tanya Bram penasaran karena omongan Yopi gantung
"Eh..ngo..ngomong jangan godain Aisyah lagi..hehehe" jawab Yopi yang berusaha menutupi sesuatu
Bram merasa aneh terhadap dua temannya..dia merasa mereka menyembunyikan sesuatu dari dirinya
Begitu juga dengan Aisyah..dia merasa ada rahasia yang disembunyikan tentang dirinya dan Bram oleh Yopi
Yopi yang merasa diperhatikan oleh Bram dan Aisyah...langsung melihat ke sekitar restoran
Tak lama ..waiters datang mengantarkan pesanan minuman ke meja
"Eh..Bram..kemaren waktu di tempat Joni..lu kenapa sih?...kayaknya lu nggak nyaman pas Widya dateng?" tanya Ryan yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan
"Nggak..gua lagi males ajah pas Widya dateng" kata Bram sambil melirik ke arah Aisyah yang sepertinya tidak mengindahkan pembicaraan tentang Widya dengan meminum juice sirsaknya dengan memandang ke arah lain
"Kayaknya dia seneng sama lu dah Bram.." gurau Ryan
Bram melotot ke arah Ryan sambil melirik ke Aisyah
Ryan yang melihat Bram nggak enak sama Aisyah kalau dia ngomongin Widya..hanya tersenyum geli..semakin senang dia untuk menggoda Bram
"Syaah..kemaren Bram kalau nggak salah..diajakin nonton sama Widya kan Syaah.." ucap Ryan sambil tersenyum
"Eh..Setaaan!!.." sewot Bram
Aisyah yang dipanggil Ryan hanya menengok sekilas..dan dia lanjuti meminum juicenya sambil tidak mengindahkan omongan Ryan
Bram makin serba salah yang melihat Aisyah yang sepertinya marah setelah mendengar dari Ryan..kalau dirinya diajak nonton sama Widya
"Juice kamu dah habis tuh..masih disedot ajah..haus yaaak?" ujar Bram sambil menahan geli yang melihat Aisyah masih menyedot gelasnya yang sudah kosong
"Habis mas.." kata Aisyah polos sambil memperlihatkan gelasnya yang kosong
"Dari tadi!!.." ucap Bram sambil agak ngegas
Ryan dan Yopi tertawa
"Mas..juice sirsaknya satu lagi yaah" panggil Bram
Ryan dan Yopi tersenyum geli melihat Aisyah salah tingkah karena dirinya tidak sadar..kalau juicenya sudah habis
Tak lama kemudian..pesanan nasi goreng beserta juice sirsak tiba dimeja mereka
Bram melihat handphonenya setelah mendengar ada notif pesan WA
"Lu ngomong sama Hendra ya Yan?"
"Ngomong apaan Bram?" tanya Ryan sambil menyuap nasi gorengnya
"Ngomong..kalau kita lagi makan nasi goreng disini?"
"Iyaa.." jawab Ryan
"Hahahaha..dia ngambek nih..dia bilang..'giliran nggak ada gua..lu ngajak Aisyah Bram..dasar setan luh!!'" ujar Bram sambil membacakan pesan Hendra
"Lu kemari ajah..gua juga baru nyampe" balas Bram
Setelah menaruh handphonenya..Bram lalu menyuap nasi gorengnya
Bram menoleh ke handphonenya lagi..sepertinya Hendra membalas pesannya
"Buset Yan..dia otewe kemari"
Bram tertawa
"Lu katanya besok mau ke Lampung?" kirim Bram
"Gara-gara kamu nih Syaah..dibilang ada kamu disini..si Hendra langsung otewe kemari..hahahaha" gelak Ryan
Aisyah hanya tersenyum simpul
"Eh..Syaah..teman ngajar ngaji kamu siapa dah namanya?" tanya Yopi disela menyuap nasi gorengnya
"Yang mana mas?" tanya Aisyah
"Yang tinggi.."
"Dinda mas..kenapa?..mas Yopi seneng yaak?" goda Aisyah sambil tersenyum
"Ee..enggaaak..cuma nanya doang.." kilah Yopi
"Hmmmm..kadaaaallll!!..kalau seneng bilang ajah!!..Aisyah punya nomer hpnya tuh..mau nggak lu?" sewot Bram
"Iya Syaah?..kamu punya nomer hpnya Dinda?" tanya Yopi
"Punya mas..mas Yopi mau?"
Yopi menganggukan kepalanya dengan cepat
"Nanti yaaak..Aisyah makan dulu.."
"Bilangin yaak..dapat salam dari gua.." kata Yopi
Aisyah pun menganggukan kepalanya
"Dia dah punya pacar belom sih?" tanya Yopi
"Belom mas.." jawab Aisyah
"YEESSS!!" girang Yopi
"Heeeh..dasar..Jones akut..nggak boleh ngelihat jidat licin dikit lu yaak?" ledek Bram
Tak lama kemudian..berhentilah sebuah motor sport didepan restoran..ternyata Hendra datang bersama Doni
"Woiii kampreeeet!!...nggak ngajak-ngajak lu yaak?" sewot Hendra sambil melangkah masuk
"Eh..ada Aisyah..tumben kamu Syaah..keluar malam..memangnya macan kamu sudah tidur?" kata Hendra sambil menggeser bangku ke sebelah Yopi
Bram yang mendengar kata macan..langsung dia sambit Hendra dengan acar ketimun
"Kurang ajar lu yaaak?...nyokap gua dibilang macan.." sewot Bram
__ADS_1
"Ya elaaah..kamu kenapa bawa-bawa centeng kamu kemari sih Syaah?..suruh pulang ajah kenapa sih!!..kalau kamu takut pulang..biar gua anterin deh ntar.." ledek Hendra yang melihat Bram sewot terhadap dirinya
Aisyah tertawa geli melihat kelakuan Hendra yang menggoda Bram