
Sekitar jam 6 sore..Tampak Bram berjalan menuju ke paviliun..sepertinya dia baru kembali dari Ngapryak bersama Eyang kakungnya..dia lalu langsung menuju ke kamar yang ditempati oleh Aisyah
Bram membuka pintu kamar..dia melihat Aisyah sedang memantaskan pasminanya di depan cermin
"Kamu sudah mandi Syaah?" tanya Bram sambil duduk di ranjang
"Sudah mas..mas belom yaah?" tanya Aisyah sambil melihat pantulan Bram dikaca
"Belum..mas baru nyampe.."
Bram tersenyum melihat Aisyah yang masih merapikan pasminanya di hadapan dia..dia lalu menarik Aisyah ke pangkuan pahanya..Aisyah pun berteriak kaget
"Kamu nggak usah dandan tahu Syaah..mau pake baju apa aja..kamu tetap cantik" kata Bram sambil memeluk perut Aisyah
"Mas pinter banget yaaak kalau gombal" ujar Aisyah sambil menjawil hidung Bram
"Kamu mau kemana sih?" tanya Bram
"Kata Eyang..nanti Aisyah disuruh dateng ke pendopo depan mas.."
"Ohh.." ucap Bram sambil mencium pundak Aisyah
"Memangnya ada acara apa sih mas?" tanya Aisyah yang masih membetulkan pasminanya
"Kata Eyang kung ada arisan keluarga..keluarga besar dari Eyang putri" jawab Bram
"Eh..kamu nanti malam berani nggak tidur disini sendiri?" sambung Bram
Aisyah terdiam dan bingung untuk menjawabnya
"Aisyah sebenarnya takut sih mas..habisan suasana paviliunnya antik banget begini..nakutin"
"Mau mas temenin?" tanya Bram
Aisyah memutar badannya yang sedari tadi menghadap ke cermin untuk menghadap Bram yang tengah memangkunya
"Mau sih mas...tapi nggak enak sama Eyang kan?" kata Aisyah
"Gampang itu mah..biar nanti mas ngomong sama Eyang kung.."
"Tapi nanti mas jangan macem-macem yaaah!!" pinta Aisyah dengan nada sedikit mengancam
"Mas janji!!" kata Bram sambil memberikan simbol 2 jarinya
"Eh mas..tahu nggak?..nggak tahunya ibu tahu loh mas..pas kita tidur sekamar waktu di vila kemaren"
"Haaah...masak sih?..mama tahu dari mana?"
"Dari mang Harja..nggak tahunya mang Harja juga motoin kita pas waktu mas gendong Aisyah dari dapur"
"Kok mamah nggak ngomong ke mas yaah?" heran Bram
Aisyah tertawa dalam hatinya..sebenarnya dia ingin menjelaskan semua rencana bu Yuli kepada Bram..tapi dia sudah berjanji pada bu Yuli untuk tidak membocorkannya kepada Bram
"Mas belom ngomong ke ibu kan?..kalau kita pacaran?" tanya Aisyah
"Belom..kenapa memangnya?" tanya Bram
"Nggaaak...kali ajah mas sudah ngomong ke ibu.." jawab Aisyah yang seperti menahan tawanya
Bram heran dengan mimik muka Aisyah setelah menjawab pertanyaannya barusan...dia curiga Aiayah menyimpan sesuatu rahasia
"Mas curiga nih sama kamu.." selidik Bram
"Curiga apaan sih mas?" tanya Aisyah sambil tersenyum
"Mas curiga ajah...kamu kayak nyimpen rahasia sama mas.."
"Mas mah sok tahu!!" kata Aisyah sambil memencet hidung Bram
Bram pun tertawa
Tiba-tiba..ada ketukan di pintu kamar
"Mbaaak Aisyaaah??...mbak dipanggil sama ndoro mbei..disuruh ke pendopo depan sekarang" panggil Tarmi
"Iya mbak..sebentar yaah" jawab Aisyah sambil bangkit dari pangkuan Bram..tapi ditahan oleh Bram
"Mas cium dulu dooong.." pinta Bram
Aisyah kembali duduk di pangkuan Bram..Bram lalu mengecup pipi Aisyah
"Mas habis mandi sholat Magrib yaah..nanti keburu habis waktunya" pinta Aisyah
"Baik ndoro putri" jawab Bram sambil menjawil hidung Aisyah
Aisyah lalu segera bangun dari pangkuan Bram dan menuju ke pintu kamar untuk menghampiri Tarmi yang sudah menunggunya
Sepeninggal Aisyah..Bram lalu merebahkan badannya di ranjang..dia lalu mengambil handphonenya untuk membuka Instagramnya
Dia melihat..ternyata foto yang dia mencium pipi Aisyah di share oleh Aisyah..dan sudah banyak yang meng-like dan koment di postingannya itu
Dan foto waktu dia menyetir mobil..juga di share oleh Aisyah yang dikasih caption oleh Aisyah "On the way ke Jogja"
Bram melihat banyak koment di postingan dia lagi menyetir
Setelah membalas berbagai koment di Instagramnya..Bram lalu bangkit untuk mandi
______________
Aisyah mengikuti Tarmi dari belakang yang menuju ke pendopo depan..sesampainya di sana..Aisyah baru sadar..kalau tempat tadi dia baru datang dari bandara..ternyata adalah halaman belakang..dan disinilah halaman depan
Rumah Eyangnya Bram memiliki teras yang luas..dan di samping teras terdapat pendopo yang tidak kalah luasnya dengan teras depan rumah utama dan didepan teras terdapat carport dan kolam air mancur yang besar
Aisyah berpikir dalam hati..pasti derajat sosial Eyang kakung termasuk tinggi di daerah sini
Di pendopo Aisyah melihat sudah banyak orang berkumpul yang duduk beralaskan karpet
Eyang putri yang melihat Aisyah telah tiba tampak bangkit dari duduknya yang berada di atas panggung mini untuk menghampiri Aisyah
"Ayu nduk..sini masuk..acaranya mau dimulai.." ajak Eyang putri pada Aisyah yang baru tiba
Aisyah lalu mengikuti Eyang putri menuju ke panggung yang terletak diujung pendopo
Disana sudah ada Eyang kakung dan tante Titik beserta keluarga
Aisyah menghampiri Eyang kakung untuk mencium tangannya..setelah itu dia pindah ke sebelah tante Titik
"Syaah..kenalin ini..suami tante..sama anak tante.." kata tante Titik sambil memperkenalkan suaminya dan anak perempuan yang berkisar berumur 6 tahun
Aisyah lalu mengedarkan pandangannya ke tengah-tengah pendopo..dia melihat sebagian yang hadir pada memperhatikan dirinya sambil berbisik-bisik
Sepertinya malam ini dia menjadi pusat perhatian para tamu yang hadir di pendopo
"Eyang..ada acara apa sih?" tanya Aisyah pada Eyang putri yang duduk disebelahnya
"Acara kumpul keluarga sama sekalian arisan" jawab Eyang putri sambil tersenyum
"Kok malem Eyang arisannya..biasanya kan siang.."
"Iya..harusnya tadi siang..tapi kalian kan baru dateng..jadi Eyang undur acaranya jadi malem"
Aisyah heran..kenapa mesti nunggu dia dan Bram untuk memulai acaranya
Tak lama kemudian seorang MC berdiri di depan panggung kecil untuk memulai acaranya..karena dia menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil dalam membawakan acaranya..Aisyah hanya celingak-celinguk tidak mengerti
Tante Titik yang duduk disebelahnya..tampak tersenyum yang melihat Aisyah tidak mengerti bahasa Jawa
"Kamu pasti nggak ngerti yaah?" tanya tante Titik lirih
"Ii..iiya Nte" jawab Aisyah malu-malu
"Nanti tante artikan yaah...yang bagian penting-pentingnya ajah" ujar tante Titik
Aisyah pun mengangguk
Selanjutnya tante Titik seperti menjadi seorang penerjemah bagi Aisyah yang tidak mengerti bahasa Jawa
Sampai dimana dia disuruh berdiri oleh Eyang putri..karena dirinya diperkenalkan oleh MC ke pada hadirin
Aisyah hanya tersenyum kepada para tamu yang hadir disamping Eyang putri
"Mas Bram kemana sih?" tanyanya dalam hati karena dia melihat ketidak hadiran Bram di acara ini
"Ayuk Nduk..ikut Eyang" ajak Eyang putri
Aisyah lalu mengikuti Eyang putri yang meninggalkan pendopo..Aisyah mengalihkan pandangannya ke arah tante Titik..tante Titik hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum
Eyang putri mengajak Aisyah menuju ke rumah utama yang diiringi oleh 2 orang emban yang berjalan di belakang mereka
Aisyah tidak mau bertanya..dia hanya menuruti kemana Eyang putri mengajaknya
Mereka memasuki sebuah kamar yang ada di sebelah kanan dari pintu masuk..begitu berada didalam..Aisyah terkesima melihat koleksi kain batik kepunyaan Eyang putri yang terjajar rapih di dalam lemari-lemari khusus penyimpanan kain batik
"Naaah...nduk..ini koleksi kain batik kepunyaan Eyang...dan nanti semua ini bakal menjadi kepunyaan kamu" kata Eyang putri sambil memperlihatkan koleksi kain-kainnya
"Haaah?...bakal jadi punya Aisyah Eyang?" tanya Aisyah heran
"Iya nduk..sudah menjadi tradisi di keluarga Eyang..bahwa seorang Eyang putri akan mewariskan koleksi kain-kain batiknya untuk cucu perempuan yang paling disayanginya" jawab Eyang putri sambil memperlihatkan salah satu koleksi kain batiknya
"Ta..tapi..Aisyah kan bukan cucu Eyang.."
"Memang bukan..tapi kamu adalah calon istri dari Bramanto..cucu kesayangan Eyang..yang otomatis akan menjadi cucu Eyang juga" kata Eyang putri sambil tersenyum
__ADS_1
Lalu Eyang putri menyuruh salah satu emban untuk mengeluarkan kain batik dari dalam salah satu lemari
Kemudian emban mengambil salah satu kain batik dan dia gerai diatas meja kaca yang ada di dalam kamar itu
"Ini kain batik warisan dari Eyangnya Eyang..salah satu peninggalan kain batik yang sangat berharga..karena kain ini berasal dari jaman Sultan Hamengkubuwono ke VIII" ujar Eyang sambil memperlihatkan kain batik tersebut ke Aisyah
Aisyah takjub dengan kain batik itu..Aisyah menoleh sebentar ke Eyang putri begitu dia ingin memegang kain batik itu..seperti meminta persetujuan dari Eyang putri..Eyang putri menganggukan kepalanya
Aisyah merasakan permukaan kain batik yang halus..karena dibuat dari kain sutra dan motif batiknya dikombinasikan dengan kain tenunan dari benang emas
"Cantik sekali Eyang.." kata Aisyah yang takjub dengan kain batik yang ada ditangannya
"Eyang dikasih tahu sama ibumu..kalau kamu itu bisa menjahit yaah?" tanya Eyang putri
"Iya Eyang..sekedar hobi saja" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Sama seperti Eyang waktu gadis dulu..waktu jaman itu..anak gadis harus bisa menjahit" ujar Eyang putri
"Naaah...Eyang minta..nanti kain ini bisa kamu gunakan di busana adat Jawa di resepsi pernikahan kalian yaaah.." pinta Eyang
Aisyah terperanjat kaget mendengar perkataan Eyang putri barusan
"Bo..boleh Eyang?..ta..tapi kain ini sangat berharga buat Eyang"
"Nggak apa-apa nduk..Eyang sudah ikhlas mewariskan kain ini buat kamu..yaaah?"
Aisyah tersenyum haru
"Terima kasih Eyang" kata Aisyah sambil memeluk Eyang putri
Eyang putri pun membalas pelukan Aisyah dengan mengelus-elus punggung Aisyah
"Ayuuk..ada lagi yang ingin Eyang tunjukin sama kamu" kata Eyang setelah melepaskan pelukannya
"Tuum..balikno meneh nang lemari yoo (Tuum..balikin lagi ke lemari yaah)" pinta Eyang putri kepada salah satu emban
"Injih Ndoro.." jawab sang emban
Lalu Eyang putri mengajak Aisyah untuk keluar dari kamar tempat koleksi kain batik Eyang putri
Mereka menuju ke kamar yang lainnya lagi..yang berada di sebelah dari kamar penyimpanan koleksi kain batik Eyang putri
Disini..Aisyah bertambah takjub lagi..karena kamar ini berisi berbagai macam koleksi perhiasan dan batu berharga kepunyaan Eyang
Eyang putri tersenyum melihat Aisyah begitu takjub melihat koleksi perhiasan yang berada di dalam kamar ini
"Naaah..kalau ini koleksi perhiasan kepunyaan Eyang kakung dan Eyang putri" kata Eyang sambil membuka salah satu lemari estalase tempat penyimpanan koleksi perhiasan
"Yang di sebelah kiri..kepunyaan Eyang kakung..yang disebelah kanan kepunyaan Eyang putri.." ujar Eyang putri
"Dan yang disebelah kanan..Eyang akan wariskan buat kamu nduk.." kata Eyang putri
Aisyah kembali terperanjat kaget sambil menatap Eyang putri yang tersenyum..sampai dia tidak percaya apa yang dia dengar barusan
"E..eee..Eyang...Aisyah nggak pantas menerima semua pemberian ini Eyang..kan masih ada cucu-cucu perempuan Eyang yang lainnya" kata Aisyah sambil melihat ke arah Eyang putri
Eyang putri tersenyum
"Nduuk..Eyang sudah tua..semua harta ini tidak akan Eyang bawa mati..selain amal ibadah Eyang..Eyang sudah yakin kalau semua perhiasan ini Eyang akan wariskan ke kamu nduuk" ucap Eyang putri sambil tersenyum
Aisyah tidak dapat menahan harunya setelah mendengar keputusan Eyang putri..Eyang putri lalu memeluk Aisyah
"Gunakan perhiasan ini dengan bijaksana ya nduuk.." bisik Eyang putri di telinga Aisyah
"Iya Eyang..terima kasih Eyang sudah mempercayai Aisyah" ucap Aisyah disela-sela isak tangisnya
Eyang putri lalu mengelap airmata yang jatuh di pipi Aisyah
"Iya nduuk.." jawab Eyang putri sambil tersenyum
Kemudian Tarmi muncul di pintu kamar
"Ngapunten Ndoro..Ndoro putri sudah ditunggu sama Ndoro Kakung di pendopo" kata Tarmi
"Iya Tarmi..ayuk nduuk..kita ke pendopo lagi..kita makan malam dulu..sepertinya acaranya sudah selesai" ajak Eyang putri
Lalu Aisyah mengikuti Eyang putri untuk kembali ke pendopo
Perasaan Aisyah berkecamuk di hatinya..malam ini dia mendapatkan peristiwa yang mengguncang hatinya sekaligus merubah garis hidupnya..dia mendapatkan warisan dari Eyang putri..yang notabene bukan Eyang putri kandung dari Aisyah..Aisyah mengucapkan puji syukur kepada Alloh SWT..telah dititipi warisan oleh Eyang putri
Dipendopo..tampak acara makan malam akan dimulai..sambil menuggu Eyang putri yang kembali bersama Aisyah
Acara makan malam pun dimulai dengan Eyang Kakung yang memulai menyendok makanan yang disajikan secara prasmanan yang diikuti Eyang putri dan Aisyah di belakangnya..terus memanjang ke belakang
Makan malam di pendopo diisi dengan ramah tamah diantara keluarga besar Eyang putri..Aisyah menjadi pusat perhatian dari para sesepuh yang ada..mereka tampak duduk berdampingan dengan Aisyah..sesekali mereka tertawa berbarengan karena mereka baru tahu kalau Aisyah tidak bisa dan tidak mengerti bahasa Jawa
Setelah makan malam selesai..acara dilanjutkan dengan pertunjukan sendra tari yang di tampilkan di tengah-tengah pendopo
Aisyah tampak antusias menyaksikan sendra tari yang baru kali ini dia tonton secara langsung..sesekali dia abadikan dengan kamera handphonenya
"Lakon?" heran Aisyah
"Ceritanya.." ucap Eyang putri
"Ooh...nyeritain tentang Raden Rama sama Dewi Sinta ya Eyang?" tanya Aisyah
Eyang putri menganggukan kepalanya
Aisyah kembali mengalihkan perhatiannya ke tengah pendopo
Tak terasa..waktu sudah menunjukan pukul 10 malam..Aisyah pun pamit pada Eyang putri
"Eyang..kalau boleh..Aisyah mau kembali ke kamar..mau istirahat" pinta Aisyah
"Oh iya nduuk...silahkan..kamu istirahat dulu yaaah..besok kamu ikut Eyang ke Tawang Mangu" ucap Eyang putri
"Iya Eyang.." sambil mencium tangan Eyang putri
"Eyang kakung..Aisyah pamit mau istirahat dulu" pamit Aisyah sambil mencium tangan Eyang kakung
"Iya nduuk..silahkan" jawab Eyang kakung sambil mengisap pipa cangklongnya
Setelah pamit dengan tante Titik..Aisyah lalu keluar dari pendopo
"Terke Aisyah nang kamare yoo Mii..(Anterin Aisyah ke kamarnya ya Mii)" pinta Eyang putri pada Tarmi
"Injih Ndoro (Baik Ndoro)" jawab Tarmi sambil bangkit dari duduknya dan menghampiri Aisyah untuk menemaninya kembali ke paviliun
"Mbak sudah mau tidur yaah?" tanya Tarmi yang mengiringi Aisyah dari belakang
"Iya mbak Tarmi..saya sudah ngantuk..terus saya juga belom sholat Isya"
"Mbak kalau mau sholat di mushola juga bisa.."
"Disini ada mushola mbak?" tanya Aisyah
"Ada..mari saya tunjukan tempatnya"
Lalu Tarmi mengajak Aisyah ke bagian selatan dari halaman belakang rumah Eyang
"Disitu musholanya mbak.." tunjuk Tarmi
Aisyah perhatikan..ternyata musholanya terletak diseberang dari paviliun yang dia tempati
"Baik..terima kasih mbak..saya mau ambil mukena dulu dikamar"
"Didalam juga ada mbak.."
"Oh..ada?"
Lalu Aisyah masuk kedalam mushola
"Eee..mbak Tarmi disini dulu yaah..temenin saya..saya takut.." pinta Aisyah malu-malu
"Oooh..tenang saja mbak..saya tunggu diteras yaah"
"Iya mbak..eh..mbak Tarmi sudah sholat?" tanya Aisyah
"Sudah tadi mbak" jawab Tarmi sambil duduk diteras dan memperhatikan Aisyah yang ingin mengambil wudhu
Setelah menunaikan sholat Isya..Aisyah lalu menuju ke paviliun yang diikuti oleh Tarmi dibelakangnya
"Ada lagi mbak yang bisa Tarmi bantu?..soalnya Tarmi mau kembali ke pendopo buat beres-beres" tanya Tarmi
"Sudah mbak..terima kasih yaah" jawab Aisyah
Sepeninggal Tarmi yang kembali ke pendopo..Aisyah lalu masuk ke dalam pavilium..rasa takut mulai menyelimuti dirinya..karena begitu dia masuk kedalam kamar..didapati kamarnya kosong
Aisyah menyesal tidak minta tolong Tarmi untuk menemaninya di sini
"Mas Bram kemana sih?"
Lalu Aisyah mengambil handphonenya
"Halo..assallamuallaikum..mas dimana?..Aisyah takut nih mas..mas kesini..temenin Aisyah..iyaa..jangan lama-lama yaaak..buruaaan!!"
Setelah mematikan sambungan teleponnya..Aisyah lalu menuju ke ranjangnya..dia perhatikan..suasana paviliun di waktu malam hari berbeda dengan suasana waktu siang hari tadi..sekarang suasananya sepertinya lebih mencekam..sunyi dan sepi
"Mas Braaaam...lama bener siiih??" kesal Aisyah
Tiba-tiba..hujan turun dengan derasnya..Aisyah pun terperanjat kaget..dia lalu naik ke ranjang dan langsung menyelimuti kakinya
"Kyaaaaa..!!" teriak Aisyah sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya ketika petir menggelegar diikuti oleh kilat
__ADS_1
Dan tak lama listrik pun tiba-tiba mati
"Mas Braaammm!!...huhuhu...Aisyah takut massss.." isak Aisyah yang duduk meringkuk memeluk kakinya di atas ranjang
Keadaan kamar menjadi gelap gulita
Aisyah ketakutan..walau untuk mengambil handphonenya saja..dia tidak berani
Kilat menyambar lagi yang diikuti teriakan Aisyah
Terdengar suara Bram berlari ditengah hujan yang deras memanggil namanya dari luar
"Syaaah...kamu dimana?" panggil Bram sambil memegang handphonenya yang dia nyalakan lampu flashnya sebagai pengganti senter
Bram segera masuk ke dalam kamar dan dia melihat Aisyah tengah duduk meringkuk ketakutan diatas ranjang
"Syaah??" panggil Bram
Bram lalu segera menghampiri Aisyah yang menangis ketakutan dan langsung memeluknya
"Huhuhu...mas bohong!!... hiks..katanya mau nemenin Aisyah..huhuhu" isak Aisyah di pelukan Bram
"Ssshh...ceep..jangan nangis..mas minta maaf yaaah?..udah kamu jangan nangis lagi..kan mas sudah balik" kata Bram sambil menenangkan Aisyah yang menangis di pelukannya
Bram mengarahkan handphonenya ke penjuru kamar..dia sedang mencari lilin atau lampu templok
"Mas mau kemana?" tanya Aisyah yang merasa Bram akan bangun dari ranjang
"Mas mau nyari lilin dulu.."
"Jangan tinggalin Aisyah mas..Aisyah takuuutt!!" ujar Aisyah disela tangisnya yang masih memeluk Bram
"Ya terus?..gimana mas mau nyalain lilin..kalau kamu meluk mas terus kayak gini"
Tak lama terdengar suara Tarmi dari luar memanggil Aisyah
"Mbaaak...mbak Aisyaaaah?" panggil Tarmi yang memegang senter sambil membuka pintu kamar
"Eh..ada den Bram tooh?" ucap Tarmi sambil mengangguk hormat yang melihat Bram diatas ranjang sambil memeluk Aisyah yang ketakutan
"Mbak bisa ambilin lilin nggak?" pinta Bram
"Saget den..sekedap yo den.. (Bisa den..sebentar ya den)" ujar Tarmi sambil keluar dari dalam kamar
Lalu Tarmi dengan payungnya..kembali menerobos lebatnya hujan untuk mengambil lilin di rumah utama
Sementara dikamar..Bram masih memeluk Aisyah yang menggigil ketakutan
Bram mengedarkan lampu flashnya ke sekeliling kamar..dia memaklumi ketakutan Aisyah..soalnya suasana kamar pavilium cukup creepy
"Syaah..mas kebelet kencing nih..!" goda Bram
"Mas bohong!!" teriak Aisyah yang masih membenamkan wajahnya didada Bram
"Eeeh..beneran!!..aduuh...mana mau keluar lagi...aaaaah" jerit Bram karena Aisyah yang kesal bercampur takut mengigit dadanya
"Mas Bram jangan bercanda!!..huhuhu..Aisyah takut mas!!"
Bram pun tertawa melihat Aisyah yang begitu ketakutan kalau berada didalam gelap
Tak lama kemudian Tarmi datang kembali bersama Eyang putri
"Braammm?..Aisyah kenapa?" tanya Eyang putri setelah berada didalam kamar
"Aisyah takut gelap Eyang.." jawab Bram
Tarmi meletakan lampu templok di meja agar ada penerangan di dalam kamar..sementara Eyang putri menghampiri Aisyah yang ketakutan
"Sudah..nggak apa-apa nduuk." ujar Eyang putri yang menggantikan Bram untuk memeluk Aisyah
"Sebentar lagi nyala kok..soalnya tadi gensetnya lagi di betulin sama Tarjo" ucap Eyang sambil mengelus-elus kepala Aisyah
"Iya Eyang..hiks" jawab Aisyah
"Kok yo tumben..genset te melu ngadat juga sih? (Kok ya tumben..gensetnya ikut ngadat juga sih?) " guman Eyang putri
"Injih Ndoro..mboten biasane nggih? (Iya Ndoro..nggak biasanya yaah?)" kata Tarmi yang berdiri disamping Eyang putri
Bram yang melihat Aisyah sudah rada tenang..dia lalu bangkit dari ranjang dan duduk di sofa yang ada dikamar
Dia lalu mengeluarkan rokoknya
"Arep ngopo kowe Bram?..kalo arep ngudut neng jobo konooo!!..ojo nang njero kamar..(Mau ngapain kamu Bram?..kalau pengen ngerokok di luar sana!!..jangan didalam kamar)" pinta Eyang putri
Bram tidak menjawab..dia lalu keluar dari kamar menuruti perintah Eyang putrinya untuk merokok di luar kamar
Diteras paviliun..Bram merokok sambil melihat halaman belakang yang gelap gulita ditengah hujan yang masih tetap deras
Tak lama kemudian listrik kembali nyala..dari dalam kamar keluar Tarmi
"Mbak..saya bisa minta kopi nggak?" tanya Bram
"Ooh..saget den..ndamel kopi nopo?"
"Kopi hitam ya mbak..pahit"
"Oke..siap den..eh mbak Aisyah suka kopi apa teh den?" tanya Tarmi
"Aisyah suka kopi mbak..kopi hitam juga..tapi rada manis yaah" kata Bram
"Oke den..ditunggu yaah.."
Lalu Tarmi mengambil payungnya dan menuju ke dapur..yang letaknya terpisah dari rumah utama
Setelah mematikan rokoknya..Bram masuk kembali ke dalam kamar
Didalam kamar..Aisyah yang sudah reda rasa takutnya tampak duduk diranjang didampingi oleh Eyang putri
"Sudaah..kamu jangan takut lagi yaah..nanti Eyang minta Tarmi untuk nemenin kamu disini" ujar Eyang putri yang berusaha menenangkan Aisyah
"Iya Eyang.."
Sepertinya hujan diluar sudah reda
Tak lama kemudian Tarmi masuk ke kamar dengan membawa nampan yang berisi 2 gelas kopi dan segelas teh
"Monggo Ndoro..diunjuk toyone (Silahkan Ndoro..diminum airnya)" ucap Tarmi
"Iyo Mi..eh sak iki seng kenek jogo sopo ae mi? (Iya Mi..eh sekarang yang giliran jaga siapa saja Mi?) tanya Eyang putri
"Kalau nggak salah..pak Joko sama mas Igun Ndoro.."
"Menggko kandakno..bengi iki ra sah keliling disik..kon jagongan neng ngarep kamare Aisyah yo Mi..kon ngancani dek'e.. (Nanti bilangin..malam ini nggak usah keliling dulu..suruh ngobrol di depan kamarnya Aisyah ya Mi..suruh nemenin dia)" pinta Eyang putri
"Oh iya Mi..bengi iki kowe ngancani Aisyah nang kamar yooo (Oh iya Mi..malam ini kamu temenin Aisyah di kamar yaaa)" sambung Eyang putri
"Wonten nopo to Ndoro? (Ada apa sih Ndoro?)" tanya Tarmi
"Aisyah keweden (Aisyah ketakutan)" jawab Eyang putri
Tarmi tersenyum geli setelah tahu kalau Aisyah ketakutan
"Tenang aja mbak Aisyah..setan-setan disini pada ramah kok..mereka nggak bakal ganggu mbak Aisyah..saya jamin deh!" ucap mbak Tarmi dengan logat jawanya yang medok
"Kowe ngomong opo to Mi?" kesal Eyang putri
"Mendet ngapuro ne Ndoro.. (Minta maaf Ndoro)" ujar Tarmi yang menundukan kepalanya
Aisyah tertawa geli
"Eyang..kalau boleh..Bram yang nemenin Aisyah malam ini yaah?.. biar pak Joko sama mas Igun keliling saja..nggak usah jagongan disini" kata Bram sambil menghampiri ranjang
"Arep ngopo kowe Bram?..Eyang dikandakno karo mbok mu..kowe karo Aisyah ojo nganti turu sekamar (Mau ngapain kamu Bram?..Eyang dibilangin sama mamah mu..kamu sama Aisyah jangan sampai tidur sekamar)" kata Eyang dengan nada yang tinggi
"Ya elaaah Eyang..Bram nggak ngapa-ngapain kok!!..percaya sama Bram deh Eyang.." kata Bram sambil memegang kedua tangan Eyang putrinya
Eyang putri tidak menjawab..hanya memandangi Bram yang sedang membujuknya
"Ya Eyaaang yaaa?...boleh yaaaah?" pinta Bram
Aisyah tersenyum geli melihat Bram yang tengah meyakinkan Eyangnya
"Aisyah kan ketakutan Eyang..Eyang cantik deh.."
Eyang putri akhirnya tersenyum geli melihat Bram yang gigih membujuknya
"Kowe seko cilik..nganti joko koyok ngene..ora tau berubah Bram.. (Kamu dari kecil..sampai perjaka kayak gini..nggak pernah berubah Bram)" ujar Eyang putri sambil menarik pipi Bram
"Kan..cucunya siapa dulu?" ucap Bram sambil tersenyum
Lalu Eyang dan Tarmi keluar dari kamar yang diikuti Bram dan Aisyah
"Nanti kalau Bram macem-macem sama kamu..kamu bilang Eyang ya nduuk.." pinta Eyang putri sambil melirik Bram
"Iya Eyang" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Ya sudah..Eyang tinggal dulu yaah..besok jam 8 kamu sudah siap yaaah.." ucap Eyang putri
"Iya Eyang" jawab Aisyah
"Kamu kalau macem-macem..awas ya Bram..tak telpon mbokmu enggko!" ancam Eyang putri pada Bram
"Udah ya Eyaaaang...Eyang percaya sama Bram deh.." bujuk Bram sambil memegang pundak Eyang putri
__ADS_1
Lalu Tarmi mengantar Eyang putri kembali ke rumah utama