Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
79.Hari Yang Dinanti


__ADS_3

Di depan cermin..dikamar lantai dua vila..Bram tengah merapikan dasi tuxedonya. Setelah dirasa rapi..Bram melihat ke pantulan cermin yang ada di depannya sambil merapikan ujung lengan jas tuxedonya. Terlihat gagah dan tampan Bram mengenakan tuxedo hitamnya. Dia lihat jam di pergelangan tangan kirinya..pukul 7.30..beberapa saat lagi akad nikah antara dia dan Aisyah akan dilangsungkan yang berarti berakhir pula masa lajangnya


Tok


Tok


Bram menoleh ke arah pintu kamarnya


"Braaam??..sudah belum sayang?" panggil bu Yuli


"Sudah mah.." jawab Bram sambil menuju ke pintu kamarnya dan membukanya


Sesaat bu Yuli tersenyum haru melihat Bram dengan setelan tuxedo hitamnya terlihat tampan dan gagah


"Anak mamah makin ganteng ajah.." ujar bu Yuli sambil mencium kening Bram


Bram hanya tertawa renyah menerima ciuman mamahnya


"Ayo..kita sarapan dulu..papah sudah nungguin kita di bawah" ajak bu Yuli


Lalu Bram dan bu Yuli menuruni tangga dan menuju ke meja makan. Teman-teman Bram yang kompak memakai setelan jas hitam sudah pada siap dan rapi..sontak terkesima melihat Bram yang sudah rapi turun bersama mamahnya


"Anjiiir..keren juga lu Bram!!" kata Ryan sambil menghampiri Bram


Doni meminta tolong ke seorang WO yang kebetulan lewat untuk memfoto dirinya dan Bram beserta teman-temannya yang lain. Mereka pun segera mengelilingi Bram


"Satuuu..dua..ti..gaaa.."


"Lagi mas...gaya bebas!!" pinta Hendra


Bu Yuli hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah teman-teman Bram saat melakukan gaya bebas untuk foto


"Ayuuk..kalian sarapan dulu..keburu siang nanti.." ajak bu Yuli


"Iya Ntee..terima kasih ya mas.." ujar Doni sambil menerima handphonenya dari staff WO


"Iya pak..sama-sama"


Pak Agung yang duduk di sebelah Bram hanya bisa tersenyum melihat putranya yang tengah sarapan


"Grogi nggak Bram?" tanya pak Agung


"Sedikit pah.." jawab Bram sambil tersenyum


"Rumah bokapnya Aisyah jauh Bram?" tanya Beni


"Nggak..palingan dari sini cuma 10 menit kalau jalan kaki" jawab Bram


"Yang masih pada jomblo..kesempatan niih..buat tebar pesona ke teman-temannya teteh.." kata bu Yuli sambil tersenyum


"Yang bener tante?" tanya Ryan


Bu Yuli menganggukan kepalanya


"Cakep-cakep men?..temannya Aisyah?" tanya Ryan ke Bram


"Lu lihat ajah nanti.." jawab Bram


"Hiiiii..cari calon ibu buat anak gua aaah.." cerocos Beni sambil menyugar rambutnya dengan jari tangannya


"Halaaaah!!..kayak laku ajah lu Ben.." ledek Yopi sambil mencibir


"Lu jangan ikut-ikutan Yop!!..bisa digorok sama Dinda luh!" ketus Beni sambil menunjuk Yopi


Yang ada di meja makan tertawa terbahak-bahak


"Misalkan nih yaaa..misalkan.." potong Yopi sambil memberikan kode tanda kutip dengan jarinya


"Nanti.. kalau elu emang bisa dapetin temennya Aisyah..lu apa nggak pakai ongkos kalau ngapel kemari?.. Jakarta Bandung meeeenn!!..bisa tua dijalan luh!!..mendingan gua sama Dinda..kesandung ajah nyampe.." ledek Yopi


Kembali mereka tertawa terbahak-bahak..Beni langsung terdiam sambil berpikir. Hendra yang gemas..menoyor kepala Beni yang masih berpikir


.


***


.

__ADS_1


Tepat pukul 8..rombongan mempelai pria menuju ke rumah pak Mahmud dengan menggunakan mobil. Tak berapa lama..sampailah mereka di halaman rumah pak Mahmud dan langsung disambut oleh para Tetua kampung yang ada disana. Rombongan mempelai pria diarahkan menuju ke arah sebuah panggung mini yang akan digunakan untuk prosesi akad nikah antara Bram dan Aisyah. Sambil menunggu penghulu..Bram duduk di bangku yang ada di depan panggung. Bram celingukan mencari Aisyah..hingga dia menoleh ke arah samping saat mamahnya mencolek pundaknya


"Kenapa mah?" tanya Bram


"Teteh mana ya Bram?" tanya bu Yuli yang matanya mengawasi pintu masuk rumah


Bram pun tersenyum


"Dikamarnya kali mah.." jawab Bram


"Mamah penasaran Bram..kata tante Rini..teteh cantik banget pagi ini" ucap bu Yuli


Bu Rini keluar dari dalam dan menghampiri tempat bu Yuli duduk


"Ada apa Rin?" tanya bu Yuli


"Semuanya sudah siap teh.." jawab bu Rini


"Iyaa..Penghulunya janjinya datang jam berapa?" tanya bu Yuli


"Jam sembilan teh.." jawab bu Rini


Bu Rini berpaling ke arah Bram


"Iih..calon nganten ganteng banget siih??" goda bu Rini pada Bram sambil menjawil dagu Bram


Bram hanya memberikan senyumannya dalam menghadapi godaan bu Rini. Setelah itu bu Rini kembali masuk ke dalam rumah


Dari dalam rumah..teman-teman Aisyah yang menjadi Braidmaids..mengintip ke arah luar yang jadi tempat para tamu undangan menunggu sambil berbisik sesama mereka


"Men?..itu teman-temannya Aisyah?" tanya Ryan berbisik di telinga Bram


"Iya..lu deketin yang namanya Ayu yaak?..cakep dia men.." jawab Bram sambil tersenyum dan melambaikan tangannya menjawab lambaian tangan teman-teman Aisyah


"Yang mana orangnya?..bajunya sama semua.." kata Ryan yang melihat ke arah para Braidmaids


Bram menahan tawanya


"Mangkanya nanti lu kenalan..lu pepet yang namanya Ayu.."


"Yang mana calon mempelai prianya?" tanya pak Penghulu


Bram lalu bangun dan menuju ke panggung dan duduk di depan meja kecil berhadap-hadapan dengan Penghulu..diikuti oleh pak Johan sebagai Wali Hakim untuk Aisyah dan beberapa orang saksi


"Bisa kita mulai acaranya?" tanya pak Penghulu


"Bisa pak..silahkan" jawab pak Johan


"Bisa dipanggilkan calon mempelai wanitanya?" pinta pak Penghulu


Bram langsung menoleh ke arah pintu masuk rumah..untuk menunggu Aisyah yang akan keluar dari dalam


Mulut Bram terbuka menganga dengan pandangan yang tidak berkedip..saat Aisyah keluar dari dalam rumah dengan digandeng oleh bu Rini dan diiringi oleh Braidmaids di belakangnya


Aisyah tampak cantik dan anggun sekali..dia menggunakan kebaya putih muslimah rancangan desainer langganan bu Yuli yang dipadu oleh kain batik sutra pemberian Eyang Padmi. Para tamu undangan melihat Aisyah seperti seorang Ratu yang tengah berjalan ke arah singgasananya


"Aura teteh memancar keluar dengan sendirinya masku.." bisik Ningrum di batin Bram


Aisyah lalu bersimpuh disebelah Bram yang masih terbengong terpesona melihat kecantikan Aisyah. Riasannya yang dipadu dengan hijab berwarna putih..kian menambah keanggunan Aisyah pagi ini. Aisyah tersenyum geli melihat Bram yang masih tidak berkedip


"Massss..mulutnya biasa ajah doong.." bisik Aisyah di telinga Bram


Bram seperti tersadar dan berusaha bersikap normal. Bu Rini langsung memakaikan kain selendang sutra putih diatas kepala Bram dan Aisyah begitu mereka siap didepan meja ijab kabul


Direlung hati Aisyah..dirinya merasa sedih..disaat moment yang paling sakral dan bahagia di dalam hidupnya..kedua orangtuanya tidak bisa hadir menyaksikan dirinya dipersunting oleh Bram. Air mata menitik di ujung mata Aisyah


"Teteh..orangtua teteh datang dan memberikan restu untuk pernikahan teteh dengan masku.."


Suara Ningrum terdengar di batin Aisyah untuk menghibur Aisyah


"Beneran Ningrum?"


"Iya teteh..mereka berdiri di belakang pak Penghulu"


Aisyah mendongak dan melihat ke arah belakang pak Penghulu. Samar dia melihat kedua orangtuanya berdiri dan memberikan senyum ke arah dirinya


"Ayah..Ibu..kalian datang.." isak Aisyah

__ADS_1


                            --------


"Ananda Bramantyo Sean Handoyo bin Agung Handoyo saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan ananda Aisyah Nandita Prameswari binti Mahmud Wisesa dengan mas kawin saham AHG sebesar 1.000 lot, emas seberat 500 gram dan uang tunai sebesar 1 juta USD tersebut tunaaaiiii..." ucap pak Penghulu sambil menyentak tangan Bram


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Aisyah Nandita Prameswari binti Mahmud Wisesa dengan mas kawin tersebut tunai.." jawab Bram dengan mantap dan lancar


"Bagaimana saksi?..saaah?" tanya pak Penghulu


Para saksi dan tamu undangan hanya bisa melongo setelah mendengar mahar yang cukup fantastis yang dibayarkan Bram untuk menyunting Aisyah


"Bagaimana saksi?...sah?" tanya pak Penghulu sekali lagi


"SAAAAAHHH!!" jawab para saksi berbarengan yang seperti tersadar dari pengaruh hipnotis


"Alkhamdulilaaaaah!!" teriak Bram girang dan langsung memeluk Aisyah karena saking senangnya


"Braaam!!..hati-hati riasan teteh.." wanti-wanti bu Rini yang bersimpuh di belakang Aisyah


"Eh..iya Nte..sorry.." kata Bram sambil melepaskan pelukannya


Para tamu hanya bisa tertawa geli melihat reaksi spontan Bram yang senang dan gembira setelah melakukan ijab kabulnya. Bu Yuli menyeka airmatanya yang sudah menitik di ujung matanya


"Entin..anak kita sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri.."


Setelah urusan administrasi selesai..pak Penghulu memberikan buku nikah kepada Bram dan Aisyah masing-masing satu menurut warnanya. Bram menjabat tangan pak Penghulu sambil mengucapkan terima kasih yang diikuti oleh Aisyah. Mereka berdua memperlihatkan buku nikahnya masing-masing ke arah seorang fotografer untuk diambil fotonya


"Cium dong Bram!!" pinta Doni


"Ciuum..ciuumm..ciumm.." sambung teman Bram yang lainnya


Aisyah dengan perlahan meraih tangan Bram dan mencium punggung telapak tangan Bram dengan lembut sebagai bakti pertamanya kepada suami barunya. Bram membalas dengan mencium kedua pipi Aisyah dan mengecup kening Aisyah dengan lembut. Para hadirin memberikan tepuk tangannya


Teman-teman Bram langsung menghampiri kedua mempelai dan memberikan selamat yang diikuti oleh Braidmaid dibelakangnya. Mereka heboh sendiri dalam mengambil gambar dengan kedua mempelai


Bram lalu menggandeng Aisyah yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya menghampiri kedua orang tuanya guna meminta doa restu. Pak Agung langsung memeluk Bram dengan eratnya


"Selamat ya Bram.." bisik pak Agung di telinga Bram


"Iya pah.."


"Kamu sekarang sudah sah jadi suaminya Aisyah.."


Pak Agung melepaskan pelukannya..Bram menganggukan kepalanya


Sementara itu..Aisyah tengah dipeluk oleh bu Yuli


"Selamat ya teh.." kata bu Yuli sambil terisak haru


"Iya bu..terima kasih.." isak Aisyah


Bu Yuli melepaskan pelukannya dan mencium kedua pipi Aisyah


"Kamu sekarang panggil ibu mamah yaah?..kamu sekarang kan sudah resmi jadi istrinya Bram.." pinta bu Yuli


"Iya mah.." jawab Aisyah sambil tersenyum haru


"Semoga kalian langgeng.. samawa..tidak terpisahkan sampai maut memisahkan kalian.." doa bu Yuli


"Amin maah.." jawab Aisyah


Setelah menerima restu dari kedua orang tua Bram..sepasang pengantin baru pindah ke hadapan pak Johan dan bu Rini. Tangis Aisyah langsung pecah di pelukan bu Rini..karena Aisyah merasa sepeninggal ibunya..bu Rini sudah dia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri


"Sudah teh..jangan nangis yaah?..seharusnya teteh senang doong..ini kan hari special buat teteh" bujuk bu Rini sambil tersenyum haru


Bu Rini dengan menggunakan tisseu mengelap airmata Aisyah yang sudah menggenang di ujung matanya agar tidak merusak riasannya


"Iya bu..hiks.."


"Sudah yaah?..nanti riasan teteh rusak nih?" goda bu Rini sambil mengelap air mata Aisyah


Aisyah pun berusaha tersenyum disela-sela tangisnya. Setelah itu..mereka pindah ke hadapan Eyang Kakung dan Eyang Padmi..kakek Ndaru dan nenek Yati dan keluarga besar lainya yang sengaja datang menyaksikan akad nikah antara Bram dan Aisyah.


Acara dilanjutkan dengan makan hidangan pesta yang sudah disediakan oleh pihak WO di depan garasi yang memuat mobil Land Rover kepunyaan kakek Nandar. Mobil Land Rover Defender kepunyaan kakek Nandar sengaja dihias sedemikian rupa untuk membawa sepasang pengantin baru menuju ke vila untuk melanjutkan acara resepsi disana


.


.

__ADS_1


__ADS_2