Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
37.Akhirnya Tahu


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam dari Jogja..akhirnya Aisyah dan Eyang putri sampailah di daerah Tawang Mangu..tampak mobil Toyota Alpard putih kepunyaan Eyang putri memasuki gerbang sebuah pabrik batik "Hadimulyo" yang disambut oleh salam hormat dari para satpam yang berjaga di pintu gerbang


Setelah mobil itu berhenti..Aisyah lalu turun dan langsung disambut oleh udara dingin pegunungan gunung Lawu..dia langsung merapatkan resleting jaketnya


"Kenapa nduk?..dingin yaah?" tanya Eyang sambil tersenyum


"Iya Eyang.." jawab Aisyah sambil membantu Eyang turun dari mobil


"Tas ku gawak no nang vila ae yo Jo..(Tas saya bawain ke vila saja ya Jo)" pinta Eyang putri pada Tarjo yang menyupiri dirinya dari Jogja


"Injjih Ndoro (Iya Ndoro) " jawab Tarjo


Lalu Eyang putri mengajak Aisyah untuk menuju ke kantor pabrik batik


"Kamu capek nggak nduk?" tanya Eyang


"Nggak Eyang.." jawab Aisyah


"Ya sudah..kalau kamu capek..kamu mendingan istirahat dulu di vila" usul Eyang putri


"Iya Eyang..Aisyah nggak capek kok" jawab Aisyah sambil tersenyum


Begitu sampai didepan kantor..mereka langsung masuk ke dalam..didalam para pegawai yang melihat Eyang putri datang..pada bangun dan menghampiri Eyang putri untuk menyalaminya


"Ngapunten bu..niki sinten? (Mohon maaf bu..ini siapa?)" tanya salah seorang pegawai wanita kepada Aisyah


"Oooh..iki putuku..Aisyah..seng seko Jakarta (Oooh..ini cucuku..Aisyah..yang dari Jakarta)" ujar Eyang putri


Aisyah lalu memperkenalkan dirinya kepada para pegawai yang ada diruangan itu


"Titik nang ngendi Jum? (Titik dimana Jum?)" tanya Eyang putri


"Bu Titik wonten nang nginggil bu..( Bu Titik ada di atas bu)" jawabnya


Lalu Eyang menuju ke lantai atas dari kantor ini..yang diikuti oleh Aisyah di belakangnya


Dilantai 2..Aisyah menjumpai tante Titik sedang berada di meja kerjanya


"Eeh..kamu sudah dateng Syaah?" tanya tante Titik sambil bangun dan menghampiri Eyang dan Aisyah


"Iya Nte.." jawab Aisyah sambil mencium tangan tante Titik


Aisyah lalu menuju ke jendela kantor untuk melihat suasana pembuatan batik cetak di pabrik ini


"Yang kelola pabrik ini tante?" tanya Aisyah


"Iya Syaah..Eyang yang nyerahin pabrik ini ke tante..untuk tante yang jalanin" jawab tante Titik yang berdiri disamping Aisyah sambil melihat ke dalam ruang pabrik


"Disini kain batiknya dicetak semua Nte?"


"Nggak..ada yang dilukis pake tangan..workshopnya ada di sebelah"


Jawab tante Titik


"Pak Santoso janjine jam piro Tik?" tanya Eyang yang sudah duduk di sofa


"Pak Santoso bilangnya jam makan siang bu..mereka menunggu di Restoran Kedung Sewu" jawab tante Titik


"Oooh..lho kok ora nang nggone dewekan ae? (Lho kok nggak ditempat sendiri ajah?)" tanya Eyang


"Pak Santoso ne mboten purun bu..mboten kepenak sareng ibu..(Pak Santosonya nggak mau bu..nggak enak sama ibu)" jawab tante Titik


"Ooh..yo wis kalo karep'e koyok ngono (Ooh..ya sudah kalau maunya seperti itu)"


"Injjih bu.." kata tante Titik sambil kembali duduk di meja kerjanya


"Kamu nanti ikut ya Nduk.." pinta Eyang


"Baik Eyang.." jawab Aisyah sambil menoleh ke arah Eyang


Lalu Eyang bangun dari sofa dan menuju ke sebelah Aisyah yang sedang melihat-lihat suasana pabrik


"Pabrik ini dari kapan berdirinya Eyang?" tanya Aisyah pada Eyang putri yang berdiri disampingnya


"Sudah lama Nduk..dari tahun 1912..Eyang kakungnya Eyang dulu yang pertama kali merintisnya" jawab Eyang putri


"Waaah..dah lebih dari 100 tahun ya Eyang?" ujar Aisyah


"Iya Nduk.."


Dari arah tangga..muncul seorang pria yang menggunakan seragam office boy membawa nampan berisi kopi dan teh..beserta sepiring wajik


"Diunjuk riyen teh'e bu..(Diminum dulu tehnya bu)" ucap office boy itu


"Iyo Di..suwun yooo (Iya Di..terimakasih yaa)" jawab Eyang putri


"Ayuk Nduk..diminum dulu kopinya" ajak Eyang putri sambil duduk di sofa


"Iya Eyang"


Aisyah lalu mengikuti Eyang putri dan duduk di sofa yang berada di seberang Eyang


"Punya tante Titik mana Eyang?" tanya Aisyah


"Punya Bulik mu ada di mejanya.." jawab Eyang


Aisyah melihat tante Titik memperlihatkan gelasnya ke arah Aisyah..Aisyah pun tersenyum


"Eyang..kalau Bulik itu artinya apa?" tanya Aisyah


Eyang putri tersenyum


"Bulik itu kepanjangan dari Ibu Cilik..ibu kecil..kalau bahasa Indonesianya tante..kalau Paklik..Bapak Cilik..om atau paman kalau bahasa indonesianya" terang Eyang sambil meminum tehnya


Aisyah pun menganggukan kepalanya sambil membulat mulutnya


"Itu kalau adik dari orangtua kita Syaah..kalau kakak dari orangtua kita di panggilnya Bude..Ibu Gede sama Pakde..Bapak Gede" lanjut tante Titik


"Oooh..gitu ya Nte..kalau bapaknya mas Bram..kakaknya siapa Eyang?" tanya Aisyah lagi


"Enggak ada Nduk..bapakmu itu anak Mbarep..anak Sulung kalau bahasa Indonesianya..anak Eyang cuma ada tiga Nduk..bapakmu..Mas Agung..bapaknya Retno..mas Widodo..sama Bulik mu..Titik" terang Eyang


"Jadi mas Bram itu..cucu Mbarep nya Eyang putri?" tanya Aisyah lagi


"Iya Nduk..oh iya..yang Eyang denger dari ibumu..kamu tuh anak tunggal?"


"Iya Eyang..Aisyah nggak punya saudara.."


"Sama kayak Bram yooo..podo-podo tunggal'e" ujar Eyang putri


"Pantesan..ibumu bilang..kamu dulu waktu kecil sering berantem yaah sama Bram?" tanya Eyang putri sambil tersenyum


"Eh..ii..iya Eyang.." jawab Aisyah malu-malu


"Habisan..mas Bram nya nggak mau ngalah sama Aisyah Eyang.." sambung Aisyah


Eyang putri pun tertawa geli


________________


Sekitar jam 12..Aisyah beserta Eyang dan tante Titik berjalan ke halaman kantor yang dimana mobil Eyang sudah menunggu


Tak lama Alpard putih kepunyaan Eyang sudah meninggalkan pabrik untuk menuju ke restoran Kedung Sewu


"Nang Kedung Sewu ya mas..(Ke Kedung Sewu ya mas)" pinta tante Titik pada Tarjo yang mengemudikan mobil


"Injih bu.." jawab Tarjo


"Syaah?..kata mbak Yuli kamu bisa jahit yaah?" tanya tante Titik


"Iya Nte..cuma hoby ajah" jawab Aisyah sambil tersenyum


"Naah..berhubung kamu bisa jahit..kamu bisa dong jahitin baju tante?"


"Bisa Nte..tante mau baju model gimana?"


"Baju batik biasa ajah"


"Ooh..bisa Nte"


"Ya sudah..nanti kalau sudah balik makan..kamu ukurin tante yaah"


"Iya Nte.." jawab Aisyah


Tak berapa lama sampailah mereka di restoran Kedung Sewu


Setelah turun dari mobil..mereka langsung masuk kedalam restoran..dan disana mereka sudah ditunggu oleh sepasang suami istri disalah satu saung yang tersedia


____________________


Sementara itu Bram tampak kembali ke paviliun sambil diiringi oleh Ningrum yang melayang di belakangnya


Sesampainya di teras paviliun..Bram melihat di meja teras ada secangkir kopi dan sepiring Jadah goreng yang sudah tersedia


"Ningrum.." panggil Bram seraya duduk di kursi teras


"Iya masku" jawab Ningrum


"Memang bener?..kalau gua ini mirip sama suami kamu dulu?"


Ningrum hanya tersenyum


"Iya masku..mirip sekali..masku kecil dulu..mirip sama anak Ningrum..kalau sekarang mirip sekali sama mendiang suami Ningrum.."


Bram menatap Ningrum sambil tersenyum nakal..


"Masku mau ngapain hayooo??" tanya Ningrum yang melihat Bram mesem-mesem sendiri


Bram berusaha mengalihkan perhatiannya..agar Ningrum tidak bisa membaca pikirannya


"Masku nakal yaah?" ucap Ningrum sambil menjawil pipi Bram


Ningrum yang menegakan badannya..melihat ke dalam paviliun


"Teteh mana masku?" tanya Ningrum


"Teteh lagi diajak sama Eyang putri..ke Tawang Mangu..oh iya..kata teteh..kamu pernah menerawang pikiran papah yaaah?" tanya Bram


Ningrum menganggukan kepalanya


"Iya masku..ayahanda masku ternyata punya rencana bersama ibunda masku.."


"Rencana apa Ningrum.." tanya Bram


"Rencana perjodohan antara masku dengan perempuan pilihan ibunda masku.." jawab Ningrum


Bram terperanjat kaget


"Haaah??..perjodohan?..gua mau dijodohin sama mamah Ningrum?" tanya Bram


"Iya masku.."


Bram hampir tidak percaya apa yang barusan dia dengar dari Ningrum..kalau dirinya ternyata akan dijodohkan dengan wanita pilihan mamahnya


Bram termanggu sambil melihat ke halaman samping paviliun


Ningrum tertawa melihat Bram yang galau setelah mendengar kalau dirinya ternyata akan dijodohkan oleh mamahnya


"Kok kamu tertawa Ningrum..ada yang lucu?" tanya Bram heran


"Masku kenapa gundah begitu siih?..masku nggak tahu kan?..wanita yang jadi pilihan ibunda masku?" tanya Ningrum sambil tersenyum


Bram menggelengkan kepalanya


"Siapa Ningrum?" tanya Bram


"Masku mau tau ajah?..apa mau tahu banget?" goda Ningrum


Sontak Bram tertawa terbahak-bahak..mendengar Ningrum meledek dia dengan ledekan kekinian


"Kamu siapa yang ngajarin Ningrum?" tanya Bram setelah reda tawanya


"Adaaaa aja.." ucap Ningrum


"Ya sudah..siapa wanita yang jadi pilihan mamah?" tanya Bram lagi


"Teteh masku..teteh yang menjadi pilihan ibunda masku"


"Haaah??..Aisyah??" kaget Bram


"Iya masku..teteh yang jadi pilihan ibunda masku..untuk dijodohkan dengan masku.."


Bram tersenyum sumringah dan seakan-akan tidak percaya..kalau Aisyah adalah calon istrinya


"Oh my God...kok bisa pas gini yaak?" ujar Bram lirih


Kini terjawab sudah teka-teki tentang jatidiri Aisyah yang sebenarnya


Bram kini mengerti..kenapa mamahnya begitu perhatian dan kuatir dengan Aisyah..ternyata Aisyah dipersiapkan oleh mamahnya sebagai calon istrinya

__ADS_1


"Teteh tahu nggak rencana mamah?" tanya Bram pada Ningrum yang masih melayang didepannya


"Tahu masku..teteh sudah tahu rencana ini..tadi Ningrum sempat menerawang pikiran teteh.."


"Ooh..ini kali yaak..mangkanya Aisyah nyuruh gua ngomong sama mamah.." kata Bram pada dirinya sendiri sambil tersenyum sendiri


"Aisyaaah..Aisyah..kamu tuh...aahh.."


Bram jadi girang sendiri setelah tahu kalau Aisyah adalah calon istrinya..Ningrum tersenyum geli yang melihat Bram


Bram lalu berdiri dan melangkah ke depan teras..hatinya seakan-akan mau meledak karena saking gembiranya dan senang setelah mendengar kabar dari Ningrum


"Berarti perkiraan Ningrum benar kan masku?" ujar Ningrum


"Yang mana?" tanya Bram sambil menoleh ke arah Ningrum


"Kalau ibunda masku pasti menerima teteh untuk jadi pendamping masku"


"Iyaa.." kata Bram sambil tersenyum girang


Bram lalu mengeluarkan handphonenya..dia lalu menghubungi Aisyah melalui video call


"Kok lama siiih?" gerutu Bram yang sepertinya tidak sabaran menunggu sambungan video call


"Halo masss..assalamuallaikum.." sapa Aisyah


"Waalaikumsallam..kamu lagi ngapain Syaah?"


"Aisyah lagi belajar ngelukis batik mas..nih lihat nih.." jawab Aisyah sambil mengarahkan kameranya ke arah kain mori yang sedang dia lukis motif batik


Sepertinya Aisyah sudah kembali ke pabrik batik


"Kamu masih lama nggak?" tanya Bram


"Nggak tahu mas..Eyang lagi ada tamu dikantor..memangnya kenapa mas?"


"Mas kangen nih.."


"Iih..mas mah gombal terus" ketus Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya


"Eeh..beneran Syaah..mas kangen kalau nggak ada kamu disamping mas.."


"Gombaallll!!" ledek Aisyah sambil mencibirkan bibirnya


"Kalo nggak..mas nyusul ke sana deh.."


"Memang mas tahu tempatnya?"


"Nggak..mangkanya kamu share loc dong.." pinta Bram


"Jauh loh mas..orang tadi ajah kira-kira 3 jam jalannya.."


"Nggak apa-apa..demi kekasih tersayang..bagi mas itu sebentar Syaah"


"Huuh..gomballl!!" sewot Aisyah


"Buruan..kamu share loc yaak.."


"Eh..udahan dulu ya mas..kayaknya tamunya Eyang dah pulang tuh..nanti telpon lagi ya mas...assallamuallaikum.."


Aisyah langsung memutus sepihak sambungan video call nya dengan Bram


Bram hanya menghela nafasnya


"Waallaikumsallam..main putusin ajah siih.." kesal Bram


Ningrum yang masih melayang di hadapan Bram..hanya tersenyum melihat Bram yang kecewa..karena sambungan video call nya dengan Aisyah diputus oleh Aisyah


"Masku kangen yaah?..sama teteh?" tanya Ningrum


"Iya.." jawab Bram singkat sambil melihat foto Aisyah yang dia jadikan wallpapper handphonenya


__________________


Sekitar jam 7 malam..mobil Eyang putri memasuki carport rumah dan seseorang emban langsung membuka pintu sebelah kiri..dia lalu membantu Eyang putri turun dari mobil


"Blanjaane dokno ya Sur..gawakno nang paviliun (Belanjaannya diturunin ya Sur..bawain ke paviliun)" pinta Eyang


"Injjih Ndoro.." jawab Surni


Dari sebelah kanan keluar Aisyah sambil menenteng belanjaannya dan langsung disambut oleh Tarmi


"Belanjaannya mana lagi mbak?" tanya Tarmi


"Ada di belakang mbak.." jawab Aisyah..lalu dia membuka pintu belakang mobil Eyang


"Nduuk?.." panggil Eyang putri


"Iya Eyang.." jawab Aisyah sambil melongok ke samping mobil


"Kita makan dulu yuuk..Eyang kakung sudah nunggu didalam..biar Tarmi yang beresin belanjaannya.." kata Eyang putri


"Iya Eyang.."


Lalu Aisyah mengikuti Eyang putri masuk ke dalam rumah..dan dimeja makan ternyata sudah ada Bram dan Eyang kakung yang sudah menunggu mereka


Aisyah menghampiri Eyang kakung untuk mencium tangannya..setelah itu dia duduk disebelah Eyang putri


"Gimana jalan-jalannya Syaah?.." tanya Eyang kakung


"Enak Eyang..tempatnya dingin.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Tadi mampir ke Borobudur nggak?" tanya Eyang kakung sambil menyendok nasi ke piringnya


"Nggak sempet Eyang..kesorean pas tadi lewat depan Borobudur nya"


"Besok kamu anterin Aisyah ke Borobudur ya ngger.." pinta Eyang kakung pada Bram


"Iya Eyang.."


"Kamu nanti habis ini mau kemana?" tanya Eyang kakung sambil menyuap makan malamnya


"Bram mau ke Malioboro Eyang.." jawab Bram


"Karo Aisyah? (Sama Aisyah?)" tanya Eyang kakung lagi


Bram menganggukan kepalanya


Lalu Bram memperhatikan Aisyah yang berada di seberangnya..Aisyah yang merasa diperhatikan Bram..menanyakan dengan isyarat bibirnya..Bram hanya menggelengkan kepalanya


"Kalian pulangnya jangan malem-malem yaaah.." pinta Eyang kakung


"Iya Eyang" jawab Bram


"Kancani Aisyah Bram..engko keweden maneh ndek'e (Temenin Aisyah Bram..nanti ketakutan lagi dianya)" pinta Eyang putri pada Bram


"Iya Eyang" jawab Bram


Lalu mereka berdua berjalan menuju ke arah paviliun


Bram yang mengikuti Aisyah dari belakang..memperhatikan Aisyah sambil senyum-senyum sendiri


"Mas sudah mandi?" tanya Aisyah sambil menoleh ke belakang


"Eeeh..sudah dong..orang udah ganteng kayak gini.." jawab Bram yang kaget sambil tersenyum


Aisyah heran melihat Bram yang dari tadi senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan dirinya


"Mas kenapa sih?..dari tadi Aisyah lihat senyum-senyum sendiri" tanya Aisyah sambil membuka pintu paviliun dan langsung menuju ke kamarnya


"Nggaaak..nggak ada apa-apa..kamu ajah yang kekepoan sama mas.." jawab Bram yang sudah duduk di sofa kamar


Aisyah lalu mengambil baju ganti dari dalam kopernya dan menuju ke kamar mandi


"Aisyah jangan ditinggal ya masss..tungguin!!" pinta Aisyah sambil menutup pintu kamar mandi


"Iya..tenang ajah"


Sambil menunggu Aisyah yang tengah mandi..Bram lalu menyalakan rokoknya


"Kamu itu ternyata calon istri mas Syaah..." kata Bram lirih sambil menyemburkan asap rokoknya


Bram tersenyum sambil melihat pintu kamar mandi yang tertutup


Tak lama kemudian..Aisyah keluar dari dalam kamar mandi..dia sengaja tidak menggunakan pasminanya..karena rambutnya tampak basah


Dia melihat Bram masih duduk di sofa sambil merokok..Aisyah lalu menuju ke cermin yang ada disamping ranjang


Bram yang telah mematikan rokoknya..lalu beranjak menghampiri Aisyah yang tengah bercermin


Begitu berada dibelakang Aisyah..Bram lalu memeluk perut Aisyah dengan lembut


"Mas jangan macem-macem yaaah..nanti kalau ada yang kesini bisa malu kita.." ujar Aisyah sambil mengelap rambutnya


"Biarin ajah.." kata Bram sambil mengecup tengkuk Aisyah


"Geli masss.." ujar Aisyah sambil menggelinjang kegelian


Tiba-tiba hujan turun lagi..walau tidak sederas kemarin


"Yaah..kok hujan lagi siih?.." gerutu Bram sambil menaruh dagunya di ceruk leher Aisyah


"Issh..nggak boleh gitu mas..hujan kan pembawa rejeki.." ucap Aisyah sambil melihat pantulan Bram dari cermin


"Nggak jadi ke Malioboro dong kita Syaah.."


"Ya nggak apa-apa mas..kan bisa besok.."


"Ya udah..kalau gitu kita tidur sore-sore yuuuk!!" pinta Bram


"Mas kalau mau tidur..duluan ajah..Aisyah belom ngantuk" jawab Aisyah


Bram lalu mencium kembali tengkuk Aisyah..Aisyah pun hanya menggelinjang kegelian


"Maassss...kita ke depan ajah yuuuk.."


"Ngapain?." tanya Bram sambil mempererat pelukannya


"Kita ngobrol-ngobrol ajah..kalau nggak kita ngopi"


"Nggak aah..mas maunya kelonan sama kamu..aaaaah!!" jerit Bram karena pinggangnya kena cubit Aisyah


"Mas mesummmm!!" sewot Aisyah


"Laaah..memangnya mas nggak boleh?..kelonan sama calon istri mas sendiri?" tanya Bram sambil tersenyum dan melihat Aisyah yang kaget begitu dia mengucapkan kata calon istri


"Ko..kok..m..mas tahu?" tanya Aisyah gugup


"Tahu doooong..Ningrum yang ngasih tahu ke mas"


Bram tersenyum geli..dia lalu mencium pipi Aisyah..Aisyah hanya bisa diam atas perbuatan Bram


"Kamu kok nggak ngomong sama mas sih Syaah?..kalau kamu itu calon istri mas?" tanya Bram


"Ibu yang ngelarang mas..supaya mas jangan sampai tahu rencana ibu.."


"Kamu seneng nggak?..jadi calon istri mas?" tanya Bram sambil mencium leher Aisyah


Aisyah tersipu malu..Bram lalu memutar badan Aisyah agar menghadap dirinya..dia tatap mata Aisyah lekat-lekat


"Jawab Syaah..kamu seneng nggak jadi calon istri mas?"


Aisyah yang malu untuk menjawab..dia peluk Bram..dan dia peluk dengan erat sambil menyembunyikan wajahnya di dada Bram


"Seneng mas..Aisyah seneng jadi calon istri mas.." jawab Aisyah yang masih dipelukan Bram


Bram pun tersenyum dan dia cium rambut Aisyah yang masih agak basah


"Mangkanya..besok kalau sudah di Jakarta..mas ngomong sama ibu yaah.." pinta Aisyah sambil menatap Bram


"Iyaaa..mas pasti ngomong sama mamah nanti.."


Bram yang sedang berbunga-bunga hatinya..memeluk Aisyah kembali


Lalu Bram mengajak Aisyah ke arah tempat tidur


Bram duduk di bibir ranjang...dan membiarkan Aisyah berdiri didepannya


Bram menatap mata Aisyah sambil tersenyum..Aisyah yang merasa canggung..mengalihkan pandangannya kearah rambut Bram


"Mulai sekarang..kamu mas panggil sayang yaaah?" ujar Bram sambil memegang pinggang Aisyah


"Terserah mas.." jawab Aisyah sambil memainkan rambut Bram


Bram tersenyum sambil melihat Aisyah yang tampak salah tingkah didepannya dan untuk menutupinya Aisyah memainkan rambutnya


"Sayaaaaang?..." panggil Bram


"Huuh?" jawab Aisyah sambil menatap Bram

__ADS_1


"Cium mas dong?" pinta Bram


Aisyah lalu mencium pipi Bram..Aisyah terdiam ketika dia melihat Bram memonyongkan bibirnya


"Bibirnya belom.." ujar Bram yang masih memonyongkan bibirnya


Aisyah pun tersenyum geli yang melihat Bram memonyongkan bibirnya


"Hmuuaach...hmuaach...hmuuach"


Aisyah mengecup bibir Bram sebanyak tiga kali


Bram pun tertawa setelah mendapatkan kecupan di bibirnya


Bram langsung memeluk perut Aisyah..Aisyah membalasnya dengan memeluk kepala Bram dan mencium rambutnya


Tiba-tiba..Bram berdiri sambil membopong Aisyah..Aisyah yang kaget hanya bisa berteriak


"Kyaaaa!!...mas Braaaaamm!!..." teriak Aisyah sambil memeluk kepala Bram agar tidak jatuh


Bram hanya tertawa..sambil membawa tubuh Aisyah yang ada di gendongannya berputar-putar keliling kamar dan akhirnya dia hempaskan tubuh Aisyah diranjang..Bram lalu segera menghimpit badan Aisyah hingga berada dibawah badannya


"Mass?..." ucap Aisyah lirih sambil menatap mata Bram yang berbinar-binar


"Ya sayaaang?.." jawab Bram yang tampak nafasnya terengah-engah


Aisyah terdiam sambil membelai hidung Bram yang ada di depan mukanya


"Aisyah kira..mas nggak setuju kalau dijodohin sama Aisyah.."


"Hanya orang bodohlah Syaah..yang nggak mau dijodohin sama orang kayak kamu..pesona kamu sudah menghipnotis mas Syaah.." kata Bram


"Kalau wanita pilihan ibu bukan Aisyah?"


"Walaupun wanita pilihan mamah itu bukan kamu..mas akan tetap memilih kamu sayang..dari pertama kali mas ketemu sama kamu..mas sudah yakin..kalau kamu itu akan jadi calon istri mas.."


"Gombaaall!!" ketus Aisyah sambil memencet hidung Bram


"Yeeee...beneraaannn!!..mas nggak bohong!!" ujar Bram


"Tapi..Aisyah kan orang kampung mas..an..."


Aisyah tidak dapat meneruskan omongannya..karena jari Bram sudah langsung mengatup bibirnya


"Mas nggak peduli kamu orang kampung..kamu orang apa?..mas nggak peduli..mas sayang sama kamu Syaah"


Aisyah langsung memeluk Bram dan Bram mendengar Aisyah terisak haru


"Sayaaang?...kamu kenapa?" tanya Bram  sambil membelai kepala Aisyah


"Aisyah..kangen Ayah sama Ibu mas.." isak Aisyah di pelukan Bram


Bram hanya bisa terdiam sambil mencium lembut rambut Aisyah


Tak lama kemudian..Bram bangun dari atas tubuh Aisyah


"Kita ngopi yuuk.." ajak Bram


Aisyah lalu bangun dari ranjang..Bram mengelap airmata Aisyah yang sudah mengalir dipipinya


"Sudah sayaaang..kamu ikhlaskan yaaah..kasihan mereka kalau kamu masih kayak gini..cukup kirimin mereka doa..Insya Alloh..mereka bahagia di sisiNya" bujuk Bram


"Iya mass..amiin" ucap Aisyah lirih


Bram lalu memeluk kepala Aisyah dan menciumnya dengan lembut


"Kamu mau ngopi apa mau tidur?" tanya Bram


"Ngopi aja mas..Aisyah belom ngantuk" jawab Aisyah


Bram lalu mengajak Aisyah menuju ke teras paviliun


Dan diluar hujan hanya menyisakan rintik-rintiknya


"Dingin mas.." kata Aisyah sambil bersidekap untuk mengusir dingin


"Mas ambilin jaket kamu yaah.."


Lalu Bram kembali ke dalam kamar dan dia kembali membawa jaket punya Aisyah


"Terima kasih mas" ujar Aisyah begitu menerima jaket dari tangan Bram dan langsung memakainya


"Kita ke dapur ajah yuk Syaah..sekalian bikin kopi" ajak Bram


"Ayuk mas.." kata Aisyah sambil memakai capucongnya untuk menutupi kepalanya


Lalu mereka berdua berlari menghindari rintik hujan ke arah dapur


Sesampainya disana..ada 3 orang emban yang tengah ngobrol di dapur


"Eh..ono den Bram..wonten nopo den? (Eh..ada den Bram..ada apa den?)" tanya salah seorang diantara mereka


"Saya minta dibikinin kopi..bisa mbak?" tanya Bram


"Ooh..saget den..sekedap yoo (ooh..bisa den..sebentar den)" jawabnya sambil mempersiapkan kopi hitam buat Aisyah dan Bram


Aisyah melihat didapur rumah Eyang..ternyata masih menggunakan kayu bakar untuk memasak..disamping itu juga memakai kompor gas


Aisyah lalu mendekati perapian yang masih menyala..sepertinya sengaja dinyalakan..untuk mengusir dingin


"Mbak?.." sapa Aisyah pada 2 orang emban yang sedang ngobrol disamping tungku perapian


"Injjiiih.." jawab mereka sambil mengangguk hormat


"Kenalin..saya Aisyah" sapa Aisyah sambil menjulurkan tangannya


"Eh..injih..kulo Ani..sing niki Wati..terus seng ndamel kopi niko..asmane Ratih.. (Eh..saya Ani..yang ini Wati..terus yang lagi bikin kopi itu..namanya Ratih)" jawab Ani


"Aisyah nggak bisa bahasa jawa mbak..dia orang Sunda" kata Bram yang tersenyum melihat Aisyah bingung tidak mengerti omongan Ani


"Oooh..maaf lho mbak..saya Ani..ini Wati..terus yang lagi bikin kopi itu..namanya Ratih" ujar Ani


"Iya mbak.."


Ani yang melihat Aisyah jongkok di depan tungku..berinisiatip memberikan bangku kecil yang terbuat dari kayu ke Aisyah


"Duduknya pake ini aja mbak.."


"Oh iya..terima kasih ya mbak.." 


Lalu Aisyah menggunakan bangku kecilnya untuk duduk didepan tungku lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah tungku..untuk menghangatkan tangannya


"Disini masaknya masih pake kayu ya mbak?" tanya Aisyah


"Iya mbak..Ndoro putri mintanya kalau masak pake kayu bakar mbak..supaya sedep" jawab Ani


Tak lama kemudian..muncul Tarmi masuk ke dalam dapur


"Ooh..pada disini tooh?..pantesan..tak cariin di paviliun nggak ada" ujar Tarmi


"Ada apa mbak?" tanya Bram


"Ndoro mbei nanyain..den Bram jadi ke Malioboro nggak?" jawab Tarmi


"Nggak jadi mbak..hujan..besok aja" kata Bram


"Ooh..gitu.." kata Tarmi


Lalu Tarmi keluar dari dapur


Ratih menaruh kopi hitam di meja samping Bram


"Kopinya mas.." kata Ratih


"Iya mbak..terima kasih"


"Punya mbak Aisyah taroh dimana?" tanya Ratih


"Taroh di meja aja mbak..biar nanti saya ambil sendiri" jawab Aisyah


"Mbak Aisyah mau jadah goreng nggak?" tanya Wati


"Jadah?" ucap Aisyah heran


"Ketan uli.." kata Bram singkat


"Oooh..mau mbak.." kata Aisyah sambil tersenyum


Lalu Wati segera mempersiapkan wajan di kompor gas untuk menggoreng jadah


Sambil menunggu jadah gorengnya matang..Aisyah mengobrol dengan Ani dan Ratih..sedangkan Bram tengah asik dengan handphonenya


"Helooooh..kok podo nang kene? (Lho..kok pada disini?)" tanya Eyang putri yang masuk kedalam dapur bersama Tarmi


"Eh...Eyang..iya Eyang..Aisyah kedinginan..sekalian ngopi" jawab Bram


Lalu Eyang putri duduk di kursi sebelah Bram


"Kamu nggak jadi ke Malioboro ngger?" tanya Eyang putri


"Nggak jadi Eyang..hujan" jawab Bram


Ratih menaruh teh di hadapan Eyang putri


"Teh'e Ndoro.." tawar Ratih


"Suwun yo Tih.."


"Mas..besok ke Borobudurnya ajak mbak Ani..mbak Wati sama mbak Ratih ya mas.." tanya Aisyah


Bram tidak menjawab pertanyaan Aisyah..dia hanya mengalihkan matanya ke arah Eyang


"Tanya Eyang..boleh nggak?" kata Bram


"Boleh ya Eyang?" tanya Aisyah


Eyang menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Terima kasih Eyang..mbak Tarmi besok ikut juga yaah.." ajak Aisyah ke Tarmi


"Siaaap mbaaak.." ujar Tarmi sambil menghampiri tempat Aisyah


"Sesok kowe nggawanen mobil seng Hiace wae ngger..ben iso muat akeh..(Besok kamu bawanya mobil yang Hiace aja ngger..biar bisa muat banyak)" kata Eyang putri


"Iya Eyang.." sahut Bram


Tak lama kemudian..Aisyah berdiri dan menghampiri Bram


"Mas..Aisyah mau pergi dulu yaak?" ujar  Aisyah


"Kamu mau kemana?" tanya Bram


"Aisyah mau ke gapura depan mas..sama mbak Tarmi.." jawab Aisyah


"Ya udah..hati-hati yaah..soalnya habis hujan"


"Pulangnya jangan malam-malam ya nduuk.." pinta Eyang


"Iya Eyang.." jawab Aisyah


Setelah pamit dengan Eyang putri..mereka berempat lalu keluar dari dapur dan menuju ke gapura depan


"Ati-ati yo Mii.." pesan Eyang


"Injjih Ndoro" jawab Tarmi


Sepeninggal Aisyah


"Yaang?..Bram mau tanya sama Eyang.."


"Rep takon opo? (Mau tanya apa?)" ucap Eyang putri sambil meminum tehnya


"Eyang ngasih warisan ke Aisyah..apa karena Eyang tahu kalau Aisyah itu calon istri Bram?" tanya Bram


Eyang putri pun tersenyum mendengar pertanyaan Bram


"Kowe weruh soko sopo?..mbek Aisyah kuwi calon bojomu? (Kamu tahu dari siapa?...kalau Aisyah itu calon istrimu?)" tanya Eyang putri


"Dari Ningrum Eyang.." jawab Bram


"Hmmm..iya Bram..Eyang ngasih warisan ke Aisyah..karena dia itu calon istrimu..calon cucu Eyang juga" kata Eyang sambil membelai rambut Bram


"Kok Eyang milih Aisyah?..kan masih ada Retno sama Intan Eyang?" tanya Bram


"Eyang sudah musyawarah karo kakungmu..kalau Eyang akan memberikan warisan Eyang ke Aisyah..Aisyah itu anak baik ngger..Insya Alloh..Eyang nggak salah pilih..soal Retno dan Intan..mereka sudah ada bagiannya masing-masing" kata Eyang putri


Bram yang mendengar penuturan Eyang putri..hanya bisa tersenyum


"Berarti..Eyang setuju dong?..kalau Aisyah jadi calon istri Bram?" tanya Bram lagi

__ADS_1


"Iyooo..Eyang setuju ngger..." jawab Eyang putri sambil tersenyum


"Terima kasih Eyang.." kata Bram sambil menggenggam erat tangan Eyang putri


__ADS_2