Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
55.Yayasan Yatim Piatu Cempaka


__ADS_3

Malam yang cerah menghiasi langit di atas kota Dago..bulan dan bintang-bintang menghiasi langit malam itu. Aisyah memandangi kelap-kelip kota Bandung dari halaman vila. Dia rapatkan selimut yang sengaja dia bawa..untuk mengurangi dinginnya angin malam yang bertiup agak kencang di sekitar vila. Dari dalam vila..Bram menghampiri tempat Aisyah berdiri sambil membawa dua gelas kopi di tangannya. Setelah menaruh kopinya di meja taman..dia hampiri Aisyah dan dia peluk perut Aisyah dengan lembut dari belakang


"Lagi ngelamunin apaan sih Yaang?" tanya Bram sambil mengecup telinga Aisyah dengan lembut


"Eh mas...nggak mas..Aisyah lagi ngeliatin lampu-lampu kota Bandung dari sini..cakep ya mas?" jawab Aisyah


"Menurut mas biasa ajah..lebih cakepan kamu kemana-mana.." rayu Bram sambil mempererat pelukannya


"Mas kalau ngegombal begini..pasti ada maunya" ucap Aisyah sambil memencet hidung Bram yang ada di pundaknya


Bram tertawa lepas


"Kok kamu tahu sih?"


"Iya dong..eh mas..anterin Aisyah ke bawah yuk.." pinta Aisyah sambil melepaskan pelukan Bram dan memutar badannya


"Kamu mau kemana?" tanya Bram sambil mencium tangan Aisyah


"Aisyah mau jalan ke Cihampelas mas..ayuk mas..keburu malem.."


Aisyah lalu menggandeng tangan Bram untuk segera menuju ke dalam. Tak lama kemudian..BMW hitam tampak meninggalkan vila..turun menuju ke arah Cihampelas


"Kamu nggak ngomong sama Kesih Yaang?..kalau kamu ada di Dago?" tanya Bram


"Udah mas..tapi Kesihnya lagi ke Sumedang..ada acara kawinan saudaranya disana" jawab Aisyah


"Teman-teman kamu yang lainnya?" tanya Bram


"Rumah mereka rada jauh mas dari sini..yang deket cuma Kesih saja" jawab Bram


Tidak terasa sampailah mobil yang dikendarai Bram tiba di sekitaran Cihampelas. Setelah mendapatkan parkir..Bram dan Aisyah segera berjalan di pelataran trotoar Cihampelas. Bram keningnya berkerut heran..karena Aisyah mengajak dirinya masuk ke dalam salon Beautika yang ada di daerah Cihampelas


"Kamu mau ngapain Yaang?" tanya Bram


"Aisyah mau potong rambut mas.."


Aisyah menuju ke receptionist untuk mendaftarkan dirinya..kemudian seorang staff wanita mengarahkan Aisyah ke salah satu bangku yang kosong


"Yaang..kamu mas tinggal yaah?" kata Bram


"Mas nggak mau creambath atau apa gitu mas?" tanya Aisyah


"Nggak..nanti kalau sudah selesai..kamu telpon yaah.." jawab Bram


"Iya mas.."


Bram lalu keluar meninggalkan Aisyah yang sedang memotong rambutnya. Di depan pintu masuk salon..Bram mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat nongkrong selagi menunggu Aisyah yang sedang di salon. Dilihatnya ada gerai Starbuck di seberang jalan..dia lalu bergegas menuju kesana. Setelah mendapatkan kopinya Bram membawa kopinya menuju ke meja khusus smoking area. Setibanya di meja..Bram segera mengeluarkan handphonenya..dia lihat galeri di Instagramnya. Dia tersenyum melihat koleksi foto di Instagramnya..sekarang hanya foto Aisyah saja yang ada disana..foto-foto dirinya sudah dia hapus..khususnya foto dia dengan Lidya


"Halo..waallaikumsallam..sudah?..ya..mas kesitu sekarang..eh..kamu mau kopi nggak?..mas lagi di Starbuck nih..nggak?..ya sudah..tungguin yaak"


Bram lalu bangun dari bangkunya dan berjalan kembali menuju ke Beautika Salon..karena Aisyah menelpon dirinya..kalau dirinya sudah selesai. Sesampainya di dalam salon..Bram mendapati bangku yang tadi dipakai Aisyah telah kosong


"Cewek saya tadi kemana mbak?" tanya Bram


"Mbaknya tadi lagi ke toilet dulu pak.." jawab salah seorang staff salon


"Masss?"


Bram menoleh ke arah belakang dan Bram langsung terpana melihat Aisyah dengan potongan rambut barunya. Aisyah memotong rambutnya yang semula panjang sepunggung..dia potong menjadi sepanjang pundaknya. Diujung potongan rambutnya..di buat agak bergelombang. Aisyah tersenyum geli melihat Bram bengong melihat dirinya..dia lalu menghampiri Bram yang masih berdiri mematung


"Bibirnya biasa aja dong mass..ampe mangap begitu" kata Aisyah sambil mengatupkan bibir Bram


Aisyah lalu menuju ke kasir untuk membayar..Bram lalu menghampiri Aisyah dan berdiri di sampingnya..kembali Bram memperhatikan Aisyah yang berdiri di sampingnya. Aisyah yang tengah membayar..menahan geli melihat Bram masih menatap dirinya dengan pandangan tidak percayanya


"Ada apa sih mas?..suka yah?..sama rambut Aisyah yang baru" tanya Aisyah sambil membayar biaya potong rambutnya


Bram tidak menjawab..dia ambil handphonenya dan dia cari foto bu Entin yang ada di galeri


"Mirip banget Yaang..kamu mirip banget sama ibu.." kata Bram sambil membandingan foto bu Entin dengan Aisyah


Aisyah hanya tersenyum mendengar sanjungan Bram


"Makasih ya mbak..ayuk mas.." ajak Aisyah setelah membayar


Begitu di luar..Bram segera menggandeng tangan Aisyah..Aisyah merapatkan badannya ke sisi Bram. Mereka berdua menyusuri trotoar sepanjang jalan Cihampelas menikmati udara malam kota Bandung


.


_________________


.


Sekitar jam 11 malam..mobil BMW hitam memasuki carport vila. Bram menoleh kesamping setelah mematikan mesin mobilnya. Dia tersenyum geli..karena disampingnya..Aisyah telah terlelap tidur


"Bilang ajah minta di gendong sama mas..pake pura-pura tidur segala.." ledek Bram sambil menjawil hidung Aisyah


Aisyah yang memejamkan matanya..tampak menahan senyum. Bram segera keluar dan pindah ke pintu sebelah kiri..dia buka dan dia langsung membalikan badannya


"Ayo naik.." pinta Bram


Aisyah yang pura-pura tertidur..langsung bangun dan naik ke punggung Bram sambil tertawa. Setelah Aisyah menaiki punggungnya..Bram menutup pintu mobil dan segera membawa Aisyah ke dalam vila


"Mas kok tahu sih?..kalau Aisyah pura-pura tidur?" tanya Aisyah


"Tahu dong..Cihampelas kemari berapa lama sih?" jawab Bram


Bram membawa Aisyah ke kamar bawah dan dia menuju ke ranjang. Setelah menaruh Aisyah di ranjang..Bram menuju ke kamar mandi


"Besok kita jalannya jam berapa mas?" tanya Aisyah


"Terserah kamu..mas mah tinggal manut ajah" jawab Bram dari dalam kamar mandi


"Jam 10-an ya mas?"


"Ya sudah.."


Setelah selesai Bram keluar dari dalam kamar mandi..dia lihat Aisyah yang tengkurap di ranjang sambil memainkan handphonenya


Bram mengganti bajunya dengan kaos dan celana pendek


"Ngelihatin apa sih Yang?" tanya Bram sambil tengkurap di sebelah Aisyah dan memeluk punggungnya


"Foto ibu mas.." jawab Aisyah


"Kamu kangen yaaah?..sama ibu?" tanya Bram


"Iya mas.."


Bram lalu mencium rambut Aisyah


"Dah yuuk..kita tidur..mas sudah ngantuk nih.."


Bram lalu merebahkan badannya dan Aisyah lalu ikut rebah disamping Bram dan dia taruh kepalanya di pundak Bram


"Yaaang?.." panggil Bram


"Hmmm..apa mas.." jawab Aisyah sambil melihat ke arah Bram


"Semenjak ada kamu dirumah..sekarang mas dirumah nggak merasa kesepian lagi.." kata Bram sambil menjawil hidung Aisyah


Aisyah hanya tersenyum manis


"Walaupun badan mas pada biru-biru..karena kamu cubitin..sama kamu pukulin..mas ikhlas.."


Spontan Aisyah menekuk mukanya


"Kan mas yang duluan..mas juga sih..senengnya gangguin Aisyah" ketus Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya


Bram pun tertawa geli


"Hahahaha..mas seneng ajah..kalau ngelihat kamu marah sama nangis..kayaknyaaaa..gimana gitu"


Bram berteriak karena cubitan Aisyah mendarat di dadanya. Kemudian keduanya langsung tertawa bersama


"Sama mas..Aisyah juga seneng..semenjak mas kembali dari luar negeri..Aisyah kayak jadi punya kakak mas..jadinya Aisyah nggak kesepian lagi" kata Aisyah sambil memainkan jari-jarinya


Bram terhenyak kaget..begitu Aisyah menyebut kakak


"Walaupun mas suka ngusilin Aisyah dari dulu..Aisyah seneng mas..berarti mas ada perhatian ke Ais.."


Aisyah tidak meneruskan omongannya..karena dia lihat mata Bram berkaca-kaca


"Mas kenapa?..kok..mas nangis yaah?.." tanya Aisyah heran


Bram yang kaget..segera tersenyum dan menyeka air matanya yang mulai menggenang di pelupuk matanya


"Nggak..mas nggak apa-apa..kelilipan tadi.." bohong Bram


"Mas bohong!!..kenapa mas?..omongan Aisyah ada yang salah ya mas?" tanya Aisyah


"Nggak..omongan kamu nggak ada yang salah..mas jadi terharu..pas kamu tadi bilang..mas kamu anggap kakak kamu.."


"Aaaah...mas mah.." ucap Aisyah yang terharu


"Iya Yaang..soalnya dari dulu..mas pengen banget punya adik..biar mas punya temen main..temen berantem..kayak orang-orang Yaang"


Aisyah yang terharu..memeluk Bram


"Maafin mas yaa Yaang..soalnya mas paling suka godain kamu..jahilin kamu..sama sering bikin kamu nangis waktu kamu kecil dulu" kata Bram sambil mencium rambut Aisyah


"Iya mas.." jawab Aisyah sambil terisak di pelukan Bram


.


_______________


.


Keesokan paginya..Bram menggeliat bangun..dan dia melihat Aisyah sudah tidak ada di pelukannya. Bram segera turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi. Di meja makan..Bram melihat ada segelas kopi hitam dan air putih. Setelah meminum air putihnya..Bram membawa kopi hitamnya ke teras vila. Dihalaman dilihatnya mang Harja tengah menyiram tanaman


"Pagi den.." sapa mang Harja


"Pagi mang..Aisyah kemana mang?" tanya Bram


"Neng Aisyah pergi ke bawah den..sama istri saya" jawab mang Harja


Bram baru menyadari..kalau mobilnya tidak ada di carport. Dari arah samping vila..munculah seorang anak laki-laki yang memakai seragam sekolah SMP sambil menuntun sepedanya


"Selamat pagi om Bram.." sapanya


"Pagi..Wahyu yaaah?" tanya Bram


"Iya om.." jawab Wahyu


"Mau berangkat sekolah?"


"Iya om.." jawab Wahyu


"Kesini sebentar Yuu.." panggil Bram


Setelah menstandarkan sepedanya..Wahyu menghampiri Bram yang masih berdiri di teras vila


"Nih..buat tambahan ongkos kamu.." kata Bram sambil memberikan 2 lembar uang seratus ribu


"Nggak usah om..terima kasih..saya sudah dikasih ongkos sama bapak" kata Wahyu yang sungkan menerima uang pemberian Bram


"Udaaah..nggak apa-apa..nih..ambil"


Wahyu masih ragu-ragu untuk menerima pemberian Bram


"Ntar buat traktir cewek kamu..kamu dah punya pacar belum?" tanya Bram sambil tersenyum


Wahyu wajahnya langsung merona merah..ketika ditanya apakah dirinya sudah punya pacar apa belum

__ADS_1


"Eee..uu..udah om.." jawab Wahyu malu-malu


"Naaah..kebetulan..nanti ajak cewek kamu makan yaaah..nih"


Akhirnya Wahyu menerima uang pemberian Bram


"Terima kasih ya om.."


"Iya..sama-sama..eh..kamu sekolah naik sepeda?" tanya Bram lagi sambil melihat sepeda Wahyu di belakang Wahyu


"Iya om.." jawab Wahyu


"Jauh nggak sekolahnya?"


"Lumayan sih om..ada kali setengah jam dari sini.."


"Oooh..gitu..hmmm..kamu bisa naik motor nggak?"


"Bisa om"


"Kamu bisanya naik motor apa?..bebek?..matic?"


"Bisa dua-duanya om..ada apa om Bram nanya kayak gitu?..om Bram minta dianterin sama saya pakai motor?.." tanya Wahyu heran


"Enggak..kamu kalau om beliin motor buat sekolah..mau nggak?" tanya Bram


Terkejutlah Wahyu yang mendengar Bram berencana akan membelikan dia sepeda motor


"Be..be..beneran om?" tanya Wahyu yang masih tak percaya


"Iya..mau nggak?"


"Mau om!!..terima kasih ya om.." jawab Wahyu yang mukanya berseri-seri kegirangan


"Kamu maunya motor apa?..bebek apa matic?"


"Eeeh..ka..kalau boleh..yang matic om.." jawab Wahyu malu-malu


"Mereknya?"


"Mio om"


"Yamaha Mio?" tanya Bram


"Iya om"


"Oke kalau gitu..nanti kan om ada urusan dulu di Buah Batu..nanti kalau sudah selesai urusan om disana..om telpon bapaknya Wahyu..supaya ketemuan di dealer Yamaha..biar nanti Wahyu milih sendiri motornya..okeee??" kata Bram sambil memegang pundak Wahyu


"Iya ommm..terima kasih ya om" ujar Wahyu sambil tersenyum senang


"Iya..sama-sama" jawab Bram


"Kalau begitu..saya berangkat dulu ya om..takut kesiangan" kata Wahyu sambil mencium tangan Bram


"Iya..sekolah yang rajin yaah" ujar Bram


"Iya om"


Wahyu lalu segera berlari menghampiri bapaknya untuk memberitahukan rencana Bram yang akan membelikan sepeda motor untuk dirinya. Mang Harja terkejut begitu mendengar cerita anaknya..dia lalu menghampiri Bram yang masih berdiri di teras


"Aden mau beliin motor buat Wahyu?" tanya mang Harja


"Iya mang..soalnya kasihan si Wahyu..kalau ke sekolah naik sepeda" jawab Bram


"Jangan aden..saya nggak enak sama bapak aden nanti..dikira saya kenapa-napa sama aden" ucap mang Harja sungkan


"Nggak apa-apa mang..mamang tenang saja..papah nggak bakal tahu masalah ini" kata Bram


"Terima kasih den.." kata mang Harja sambil menjabat tangan Bram


"Iya mang..sama-sama..eerr..begini mang..sekarang kan saya mau ke Buah Batu dulu sama Aisyah..nanti setelah dari sana..mamang nanti saya telpon yaah..supaya bisa ketemuan di dealer Yamaha"


"Baik den..Wahyu bilang apa sama om Bram?" tanya mang Harja pada Wahyu


"Terima kasih om"


"Iya Wahyu..sama-sama" kata Bram sambil tersenyum dan mengucek-ucek rambut Wahyu dengan lembut


Setelah Wahyu pamitan pada Bram dan bapaknya..Wahyu segera menggowes sepedanya ke sekolah dengan perasaan riang gembira. Bram lalu duduk di teras sambil menikmati kopi hitamnya. Dia lihat handphonennya yang bergetar..mamahnya memanggil


"Assallamuallaikum mah..sudah doong..nih Bram lagi ngopi mah..Aisyah?..Aisyah lagi pergi sama bu Wasti mah..tahu..kata mang Harja pergi ke bawah..bawa mobil..iya..kemaren Bram mampir mah..lagi di renov sama pak Pono..iya..iya mah..waallaikumsallam"


Bram meletakan handphonenya dan dia menyalakan rokoknya


Tak lama kemudian..mang Harja tampak bergegas menuju ke arah pintu gerbang..setelah dia mendengar suara klakson mobil. Naiklah BMW hitam yang dikendarai oleh Aisyah menuju ke carport


"Eh..mas sudah bangun?" tanya Aisyah setelah keluar dari mobilnya


Bram menganggukan kepalanya


"Selamat pagi mas Bram" sapa bu Wasti


"Pagi bu.." jawab Bram sambil bangun dan menghampiri Aisyah yang sedang membuka bagasi mobil


"Kamu habis dari mana Yaang?" tanya Bram


"Habis nganterin bu Wasti belanja mas..tolong bantuin ya mas..bawaain ke dalam.." kata Aisyah


Bram dan bu Wasti membawakan barang belanjaan ke dalam vila


*


Sekitar jam 10 pagi..Bram dan Aisyah pamit pada mang Harja dan bu Wasti


"Mas Bram..kata mang Harja..mas Bram mau beliin Wahyu motor yaah?" tanya bu Wasti


"Iya bu..buat ke sekolah..kasihan si Wahyu bu..kejauhan naik sepedanya"


"Iya bu..sama-sama..saya pamit ya bu..mang..nanti kalau saya sudah selesai..mamang saya telpon.." pamit Bram pada bu Wasti dan mang Harja


"Iya den..hati-hati" jawab mang Harja


"Bu..saya pamit yaah.." pamit Aisyah sambil memeluk bu Wasti


"Iya teh..hati-hati yaaah.."


Mang Harja dan bu Wasti melambaikan tangannya pada Bram dan Aisyah..begitu mobil BMW hitam bergerak menuruni jalan


"Kamu tahu nggak Yaang?..alamat yayasan tempat dulu ibu ditampung?" tanya Bram


"Tahu mas..kemaren bu Cucum ngasih alamatnya ke Aisyah"


Aisyah lalu mencari alamat yayasan di GMap


"Nih mas..jalan Batu Permata 1" kata Aisyah sambil menaruh handphonenya di konsol tengah mobilnya


Tidak membutuhkan waktu yang lama..sampailah mereka di jalan Batu Permata 1..Bram membawa mobilnya perlahan..sambil melihat ke kanan dan ke kiri..mencari lokasi Yayasan Yatim Piatu Cempaka


"Itu kayaknya tuh mas..di sebelah kiri" tunjuk Aisyah


Mobil Bram berhenti di depan sebuah rumah yang ada plang dengan tulisan Yayasan Yatim Piatu Cempaka di depan pagar


"Iya mas..ini tempatnya" kata Aisyah


Dia lalu memasukan mobilnya ke halaman rumah tersebut. Mereka berdua keluar dan melihat ke sekeliling halaman


"Masih sama ya Yaang..kayak waktu kemarin kita lihat" kata Bram sambil melepas kacamata hitamnya


Aisyah tersenyum haru..melihat suasana Yayasan tidak berubah sama sekali. Mereka lalu menuju ke ruang pengurus Yayasan. Sesaat Aisyah melihat ke sebuah pintu ruang kelas..dimana dia berdiri disana dan melihat ibunya tengah mengajar di dalam kelas..sewaktu menerawang di masa lalu bersama Bram


"Assallamuallaikum.." sapa Aisyah


"Waallaikumsallam.." jawab seorang wanita dari dalam kantor


Munculah wanita separuh baya yang mengenakan hijab..menghampiri Aisyah yang berdiri di depan pintu kantor


"Iya ibu?..ada yang bisa saya bantu?" tanyanya


Sebelum Aisyah menjawab..dirinya dipersilahkan masuk oleh wanita itu dan mempersilahkan Aisyah dan Bram duduk di sofa


"Maaf ibu..pertama-tama.. perkenalkan..nama saya Aisyah" kata Aisyah sambil mengulurkan tangannya


"Iya..salam kenal..saya Nining bu.." jawabnya


"Ini pacar saya..mas Bram"


"Bram.."


"Saya Nining mas.." jawab bu Nining sambil menjabat tangan Bram


Bu Nining menelisik heran ketika melihat Aisyah yang duduk di sampingnya


"Mohon maaf bu..saya kalau lihat ibu kok..kayak nggak asing bagi saya ya?..apa kita pernah ketemu sebelumnya?" tanya bu Nining heran


"Belum bu..saya baru pertama kali ke sini..mungkin saya mengingatkan ibu akan ibu saya..bu Entin" kata Aisyah sambil tersenyum


Sontak kagetlah bu Nining..begitu memberitahu..kalau Aisyah anak dari ibu Entin


"Ii..ibu..anak dari teh Entin?..Ya Alloooooh.."


Spontan bu Nining memeluk Aisyah sambil terisak haru..Aisyah membalas pelukan bu Nuning


"Pantesan...saya kok nggak asing begitu melihat teteh..maaf yaah..ibu saya panggil teteh?" kata bu Nining sambil menyeka air matanya yang menitik di pipinya


"Nggak apa-apa bu.." ujar Aisyah sambil tersenyum


"Teteh mirip pisan sama teh Entin.." kata bu Nining sambil memperhatikan Aisyah


"Iya bu..ibu kenal sama ibu saya?"


"Kenal atuh teh..dulu waktu saya kecil..ibu teteh yang sering ngajarin saya belajar..selain itu..teh Entin mengajar disini juga" jawab bu Nining sambil tersenyum


"Ibu kalau lihat teteh..pasti teringat lagi sama teh Entin.."


"Ibu?..ibu siapa ya bu?" tanya Aisyah heran


"Oooh..maaf..ibu saya..bu Kurnia..beliau dulu yang mendirikan yayasan ini..kok ibu teteh nggak ikut kesini?" tanya bu Nining


Aisyah menghela nafasnya sesaat


"Orang tua saya sudah meninggal bu.." jawab Aisyah


"Innallilahi...maafin saya ya teh..saya teh nggak tahu..kalau ibu teteh sudah tiada.." ucap bu Nining sambil menyentuh tangan Aisyah


"Nggak apa-apa bu.."


"Kenapa teh meninggalnya?..sakit?" tanya bu Nining


"Kecelakaan bu..di Lembang"


"Oooh...eh..sayanya jadi kelupaan tuh..buat nyuguhin minum buat teh Aisyah sama mas Bram.." kata bu Nining sambil berdiri


"Nggak usah bu..nggak usah repot-repot.."


"Biar saja teh..sebentar yaah"


Bu Nining keluar dari kantor pengurus. Aisyah melihat-lihat suasana di dalam kantor pengurus..hingga matanya tertuju pada sebuah foto yang tertempel di dinding. Aisyah menghampiri foto itu..foto bu Entin remaja ketika menjuarai perlombaan membaca Tilawatil Alquran tingkat Kabupaten Bandung


"Itu ibu teteh waktu menjuarai membaca Alquran se Bandung " kata bu Nining yang kembali sambil membawa nampan yang berisikan 2 gelas teh dan kue kering


"Ini ibu waktu umur berapa ya bu?" tanya Aisyah


"Kalau nggak salah..waktu ibu teteh kelas 2 SMEA..ayuk teh..mas..diminum teh nya" kata bu Nining

__ADS_1


"Iya bu..terima kasih" jawab Bram


Aisyah kembali duduk di sofa


"Teh..tadi saya bilang sama ibu..kalau teteh datang kemari..dan ibu pengen sekali berjumpa dengan teteh..teteh bisa ketemu sama ibu saya?" tanya bu Nining


"Bisa bu.." jawab Aisyah


"Mari teh.." ajak bu Nining


"Mas disini ajah ya Yaang.." kata Bram


"Iya mas.."


Aisyah lalu mengikuti bu Nining yang keluar..menuju ke rumah induk. Sepanjang perjalanan ke rumah induk..Aisyah melihat-lihat kamar-kamar yang dijadikan tempat tinggal para anak yatim piatu yang di tampung oleh Yayasan Yatim Piatu Cempaka. Sampailah Aisyah di sebuah kamar..di ranjang..terbaring seorang wanita yang sudah sepuh..seumuran dengan Eyang Padmi


"Ibu?..ini teh Aisyah..anaknya teh Entin bu.." kata bu Nining


Aisyah mendekat ke samping ranjang


"Assalamuallaikum bu.." sapa Aisyah sambil berlutut disamping ranjang dan menggenggam kedua tangan ibu Kurnia


Sesaat bu Kurnia terbelalak tak percaya..akan yang dilihat di hadapannya


"Eenn..Enntiiin?..ini Entin?..kamu sehat teh?" tanya bu Kurnia yang tidak bisa mengenali Aisyah dengan jelas


Bu Kurnia bangun dan langsung memeluk Aisyah sambil terisak


"Bu..ini bukan teh Entin..ini teh Aisyah..anaknya teh Entin" kata bu Nining yang berusaha menjelaskan ke bu Kurnia


"Ya Alloh..kamu mirip banget sama ibumu teh.." ujar bu Kurnia terharu


Aisyah hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Apa kabar bu?" tanya Aisyah


"Alkhamdulillah teh..ibu sehat-sehat ajah..cuma..kaki ibu kadang-kadang suka ngilu kalau diajak jalan.." jawab bu Kurnia


"Kaki ibu ada asam uratnya teh.." terang bu Nining


"Sudah dibawa ke dokter bu?" tanya Aisyah ke bu Nining


Bu Nining hanya tersenyum hambar mendengar pertanyaan Aisyah


"Sudah teh..cuma..karena tidak ada biaya..pengobatan ibu tidak dilanjutkan.." jawab bu Nining


Aisyah tertegun haru..dia lalu menggenggam erat kedua tangan bu Kurnia sambil dia pandangi mata bu Kurnia


"Ibu..mulai sekarang..ibu sama ibu Nining..nggak perlu lagi memikirkan soal biaya pengobatan kaki ibu..karena mulai sekarang..saya yang akan menanggung semua biaya pengobatan ibu.." kata Aisyah sambil menengok ke arah bu Nining


Bu Nining terperanjat kaget dan haru..mendengar Aisyah mau menanggung biaya pengobatan ibu Kurnia


"Terima kasih teh.." ucap bu Nining yang tidak bisa menahan air matanya yang sudah menetes di pipi


Aisyah hanya menganggukan kepalanya


"Dan..selanjutnya..saya akan menjadi donatur di yayasan ini bu.."


Bu Kurnia spontan memeluk Aisyah sambil menangis haru


"Ya Alloh..terima kasih teh..terima kasih" isak bu Kurnia


Bu Nining hanya bisa menangis terharu..melihat ibunya memeluk Aisyah


"Sekali lagi ibu ucapkan terima kasih.." kata bu Kurnia setelah melepaskan pelukannya


"Iya bu..anggap saja..saya meneruskan amanat kakek yang dulu pernah menjadi donatur di yayasan ini bu.." ucap Aisyah


Bu Kurnia tersenyum sambil menganggukan kepalanya


"Iya..dulu kakek mu menjadi donatur di yayasan ini..tapi..semenjak beliau wafat..sumbangan dana tidak dilanjutkan lagi teh.."


"Iya bu..soalnya pak Tatang tidak tahu..kalau kakek selalu mentransfer setiap bulannya ke rekening ibu..jadinya oleh pak Tatang..setelah kakek meninggal..transferan kakek tidak dilanjutkan.." ujar Aisyah


"Terima kasih ya teh..ibu tidak bisa membalas apa yang sudah teteh berikan ke yayasan ini..biar Alloh yang membalasnya nanti.." ucap bu Kurnia sambil membelai rambut Aisyah


"Iya bu..anggap saja..saya membalas budi ibu yang sudah merawat ibu saya dari kecil dulu.."


Bu Kurnia kembali memeluk Aisyah dengan eratnya


"Terima kasih teh.." ucap bu Kurnia lirih


Setelah dirasa cukup bertemu dengan bu Kurnia..Aisyah meminta pada bu Nining untuk menemani dirinya berkeliling yayasan


"Saya lihat..ranjang yang ditempati anak-anak pada kurang ya bu?"


"Iya teh.."


"Saya lihat sebagian sudah ada yang sudah rusak..disini total ada berapa anak bu?" tanya Aisyah


"Ada sekitar 75 anak teh.." jawab bu Nining


"Baik..nanti saya akan mengirimkan ranjang baru buat anak-anak disini ya bu..sekalian sama lemari bajunya masing-masing anak kebagian satu "


"Iya teh..terima kasih..semenjak ibu pensiun..kami kesulitan dalam mencari pemasukan dana untuk pengoperasian panti ini " ucap bu Nining


"Mohon maaf bu..ibu pensiunan apa?" tanya Aisyah


"Ibu dulu kerja di kantor Pemda Bandung teh" jawab bu Nining


Tibalah mereka di depan ruangan yang dijadikan kelas untuk mengajar anak-anak di yayasan. Sejenak Aisyah tersenyum..melihat ke dalam suasana kelas..bu Nining masuk ke dalam kelas


"Anak-anak..mohon perhatiannya sebentar..ibu mau memperkenalkan pada kalian..ini teh Aisyah..teteh ini yang mau menjadi donatur di yayasan kita..jadi ibu minta pada kalian..untuk mengucapkan terima kasih ke teh Aisyah" kata bu Nining


"TERIMA KASIH TETEEEEH!!" ucap para anak-anak serempak


Aisyah hanya membalas dengan senyuman dan lambaian tangannya. Bu Nining dan Aisyah melanjutkan menuju ke kantor yayasan..Aisyah melihat Bram tengah merokok di samping kantor


"Saya bisa minta nomor rekening ibu?..biar nanti saya tranfer uangnya ke rekening ibu" kata Aisyah


"Bisa teh..sebentar.."


"Sama no hp ibu.."


"Iya teh.."


Bu Nining masuk ke dalam kantor..Bram mendekati Aisyah


"Sudah Yaang?" tanya Bram


"Sudah mas..tunggu dulu yaah..Aisyah lagi minta nomor rekening bu Nining dulu " jawab Aisyah


Tak lama kemudian bu Nining kembali sambil menyerahkan secarik kertas ke Aisyah


"Ni teh..Mandiri ya teh..sama nomor hp saya.."


"Baik bu..kalau begitu..saya pamit dulu ya bu.." pamit Aisyah sambil cipika cipiki dengan bu Nining


"Iya teh..sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena teteh sudah mau menjadi donatur buat panti ini.." ujar bu Nining sambil menggenggam kedua tangan Aisyah lembut


"Iya bu..sama-sama"


Bram menjulurkan tangannya


"Saya pamit ya bu.." pamit Bram


"Iya mas..hati-hati"


Tak lama kemudian..BMW hitam keluar dari halaman yayasan..diiringi lambaian tangan bu Nining. Aisyah mengajak Bram untuk menyambangi toko furniture yang ada di sekitaran Buah Batu. Dia ingin mengirimi ranjang dan lemari baru buat anak-anak yatim di yayasan..dia juga membelikan tv LED baru untuk memberikan hiburan di yayasan


Setelah selesai membeli segala perabotan untuk keperluan yayasan..Aisyah memberitahukan ke bu Nining melalui WA..agar menerima perabotan baru untuk yayasan. Bram mengarahkan mobilnya kembali ke arah Dago..dia sudah berjanji pada Wahyu..untuk membelikan dia motor baru


"Halo..assallamuallaikum mang?..saya sudah di dealer yamaha ya mang..yang di depan Hotel Shangrila..iya..saya tunggu ya mang.."


"Mas mau minum nggak?" tanya Aisyah


"Mau beli apa kamu?" tanya Bram


"Itu..ada Indomaret..sekalian beli cemilan buat di jalan mas.."


"Ya sudah"


Aisyah keluar dari mobil..dan menuju ke Indomaret yang terletak di samping dealer Yamaha. Bram keluar dan masuk ke dalam dealer..sambil menunggu kedatangan mang Harja. Aisyah yang sudah selesai belanja di Indomaret..menyusul Bram ke dalam dealer yang tengah melihat-lihat koleksi motor Yamaha


Tak lama kemudian..berhenti sebuah motor bebek di depan dealer..mang Harja datang dengan memboncemg Wahyu..keduanya langsung masuk..setelah melihat Bram melambaikan tangannya ke arah mereka


"Ayuk Yuu..pilih sendiri motor kamu..kamu maunya yang kayak gimana?" kata Bram sambil menggamit pundak Wahyu


Wahyu melihat koleksi motor matic yang ada di dealer


"Yang ini om.." tunjuk Wahyu ke salah satu Yamaha Mio GT warna hitam


"Mbaaak?.." panggil Bram ke salah satu sales di dealer


"Iya pak?" jawab sales


"Saya mau yang ini yaah.." tunjuk Bram


"Baik pak..bapak silahkan urus administrasi di kantor pak.."


"Oke mbak..sebentar..eee..mang Harja..kalau mamang mau yang mana?" tanya Bram pada mang Harja


Mang Harja tertegun kaget..karena Bram menawarkan motor baru juga ke dirinya


"Eee..eenggak uusah den..mamang nggak usah di beliin..cukup Wahyu aja..motor mamang masih bagus kok.." ucap mang Harja yang sungkan


"Sudaaah..nggak apa-apa maaang..mumpung sekalian disini..mamang bisa pake motor kopling kan?" tanya Bram


"Bi..bisa den"


"Ya sudah..saya pilihin yang ini yaaah..mbak..saya mau yang ini juga" kata Bram sambil menunjuk ke arah salah satu Yamaha Vixion warna putih


"Baik pak..mari pak..ikut saya.." ajak sales pada Bram


Bram lalu mengikuti sales tersebut untuk mengurusi administrasi pembelian motor


"Ciieeeee..yang punya motor baru.." goda Aisyah sambil memegang bahu Wahyu dari belakang


Wahyu hanya tertunduk malu yang menghadapi godaan Aisyah..mang Harja tersenyum geli melihat Wahyu yang tersipu malu


"Motornya dipake buat sekolah yaaah..." kata Aisyah


"Iya teh.." jawab Wahyu


"Jangan dipake buat pacaran...." goda Aisyah lagi


"Enggak teh!!..Wahyu belum punya pacar kok.." elak Wahyu


Aisyah pun tertawa melihat Wahyu yang tersipu malu


"Nggak apa-apa kok Yuu..itu kan motor kamu..asal kamu inget waktu yaaah?.."


"Iya teh.."


"Teteh pesen sama Wahyu..Wahyu jangan sampai ikut-ikutan geng motor yaaah.."


"Iya teh..Wahyu janji"


"Kasihan ibu sama bapak..kalau kamu sampai ikut-ikutan geng motor"


"Iya teh..Wahyu nggak akan bikin ibu sama bapak susah.."


Aisyah mengucek-ucek rambut Wahyu sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2