
Sekitar jam 8 malam..Mercedez putih kepunyaan Bram masuk ke dalam garasi. Setelah memarkirkan mobilnya..Bram masuk ke dapur
"Eeh?..bi Surti sudah balik?.." tanya Bram yang melihat bi Surti sedang memberesi baju dari mesin cuci
"Iya den..tadi siang saya nyampenya..oh iya den..mohon maaf lahir batin yaaah?.." kata bi Surti sambil menjulurkan tangannya ke Bram
"Iya bi..sama-sama" jawab Bram sambil menyambut uluran tangan bi Surti
"Den Bram mau makan?..biar saya siapin.." tanya bi Surti
"Nggak usah bi..saya barusan makan di luar..mamah mana?" tanya Bram sambil membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral
"Ibu sudah tidur den.."
"Aisyah?"
"Neng Aisyah di kamarnya den.."
Bram bergegas menuju ke lantai dua..sesampainya di sana..dia buka pintu kamar Aisyah
"Yaaang?" panggil Bram
"Eh?..mas sudah pulang?" jawab Aisyah yang tengah mengetik di laptopnya
Bram lalu menghampiri Aisyah
"Lagi ngapain kamu?" tanya Bram sambil mencium lembut rambut Aisyah
"Lagi ngelihat laporan keuangan pabrik teh mas" jawab Aisyah
Bram melihat layar laptop yang menampilkan neraca keuangan
"Mas ngerti?" tanya Aisyah yang melihat Bram memperhatikan layar laptop
"Nggak" jawab Bram sambil menggelengkan kepalanya
Aisyah tertawa geli
"Kirain mas ngerti.."
"Mas ganti baju dulu yaak.."
Bram cium rambut Aisyah lagi sebelum keluar dari dalam kamar Aisyah
Setelah selesai mandi dan memakai bajunya..Bram kembali ke kamar Aisyah..dia lihat Aisyah masih asyik dengan pekerjaannya. Dia lalu duduk di sebelah meja kerja Aisyah
"Kamu laper nggak?" tanya Bram
"Iya mas..nyari makan yuk mas.." ajak Aisyah sambil mematikan laptopnya
"Memangnya kamu sudah selesai?"
"Sudah mas..nanti bisa diterusin lagi"
Mereka berdua turun ke bawah dan menuju ke garasi
"Pake mobil Aisyah ya mas?.."
"Iya..kamu yang bawa yaah?..nanti pas pulangnya baru mas yang bawa"
Aisyah menganggukan kepalanya
***
Tak lama kemudian..BMW hitam kepunyaan Aisyah sudah meluncur di jalan Sekolah Kencana Raya
"Kita mau makan dimana mas?" tanya Aisyah
"Aeon aja Yaang.." jawab Bram
"Memangnya masih buka?..kan sudah jam sepuluhan ini?"
"Kalau foodcourt nya masih..kalau nanti tutup..kita ke The Brezze"
Aisyah menganggukan kepalanya. BMW hitam Aisyah meluncur di tol jorr ke arah Serpong. Sekitar satu jam..barulah mereka sampai di AEON mall. Suasana di dalam mall..masih tampak ramai. Bram menggandeng Aisyah melihat-lihat restoran-restoran yang ada disana. Aisyah menunjuk ke arah sebuah restoran seafood..mereka pun masuk ke dalamnya
"Aisyah pesen lobster ya mas?.." kata Aisyah yang melihat-lihat daftar menu
"Iya.." jawab Bram yang juga melihat-lihat daftar menu
"Saya pesen lobster ya mas.." pinta Aisyah pada pelayan yang menunggu di sisi meja
"Baik bu..mau yang ukuran apa?..large apa medium?" tanya pelayan
"Kalau yang large berapa kilo mas?" tanya Aisyah
"Yang large kami menyediakan sekitar 5 kilo bu..kalau yang medium sekitaran 3 kiloan.."
"Ya sudah..saya pesan yang medium ya mas.."
"Baik bu..."
"Saya kepiting saja mas.." kata Bram
Setelah mencatat pesanan Bram dan Aisyah..pelayan tersebut kembali ke tempatnya
Tak lama kemudian..kepiting 'King Crab' dan lobster sudah tersaji di meja. Tidak perlu menunggu lama lagi..Bram dan Aisyah langsung menyantap pesanan seafood mereka
Aisyah menyuapi daging lobster ke mulut Bram..setelah menyuapi ke mulut Bram..Aisyah mencolek hidung Bram dengan bumbu lobster
Aisyah tertawa..Bram langsung membalas dengan memeperkan bumbu kepitingnya ke pipi Aisyah..Aisyah langsung mengerucut sebal bibirnya
"Hahahaha..jangan di jutek-jutekin itu muka..nanti mas raup nih.." ancam Bram
Aisyah langsung mencolek kembali pipi Bram dengan bumbu lobsternya
"Aisyah duluan..weeek" ledek Aisyah
Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak
***
Setelah selesai makan..mereka berdua berjalan menyusuri mall Aeon sambil bergandengan tangan. Bram tersenyum melihat Aisyah yang tengah melihat-lihat etalase toko yang ada disebelahnya sambil memeluk lengan kanannya
"Mass..Aisyah mau itu doong.." tunjuk Aisyah ke dalam etalase toko coklat
"Yang mana?" tanya Bram
"Yang ituuu.." tunjuk Aisyah
Bram lalu mengajak Aisyah masuk ke dalam toko coklat tersebut. Tak lama mereka telah keluar dengan sekotak coklat di tangan Aisyah. Aisyah mengambil coklatnya dengan garpu kecil
"Nih mas..cobain" kata Aisyah sambil menyuapi coklat ke Bram
Begitu Bram akan memakan coklat di tangan Aisyah..Aisyah ternyata menggoda Bram..dia belokan tangannya ke mulutnya sendiri
"Hmmmm..enak banget masss...lembut banget..hmmmm" kata Aisyah yang matanya terpejam menikmati coklatnya
Bram hanya diam menatap dingin ke Aisyah..Aisyah pun tertawa melihatnya
"Itu muka jangan di jutek-jutekin kayak gitu mas..nih Aisyah kasih deh" bujuk Aisyah sambil mengambil coklatnya lagi dan di sodorkan ke mulut Bram
Bram masih terdiam sambil melihat ke Aisyah
"Nih mas..sekarang beneran buat mas" kata Aisyah
Tiba-tiba..Bram dengan cepat mengecup bibir Aisyah dan dia makan coklat yang ada di tangan Aisyah. Aisyah tertegun kaget..karena bibirnya dikecup oleh Bram
"Hmmm..bener Yaang..enak banget" kata Bram yang berjalan kembali meninggalkan Aisyah yang masih berdiri di depan toko coklat
"Mas curaaaang!!" kesal Aisyah
__ADS_1
Aisyah menyusul Bram yang tertawa didepannya. Setelah puas berkeliling..mereka berdua beranjak pulang
"Kamu mau buru-buru pulang nggak?" tanya Bram
"Nggak mas..kenapa memangnya?"
"Kita muter-muter aja yuk?" ajak Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
***
Hingga tibalah mereka di sebuah bundaran yang berada di dalam komplek Sumarecon Serpong. Banyak orang yang nongkrong di pinggir jalan sambil menikmati malam minggu di Sumarecon Serpong. Bram dan Aisyah keluar dari mobil dan duduk-duduk di sebuah bangku taman yang ada disana
"Baru kali ini ya Yaang..kita ngedate keluar.." kata Bram sambil menyandarkan punggungnya di bangku taman
"Bukannya sudah pernah mas?" ujar Aisyah
"Kapan?" tanya Bram
"Yang waktu kita ke Pasar Baru sama Pecenongan..itu bukannya ngedate mas?" jawab Aisyah
Bram tertawa geli
"Kriteria ngedate menurut kamu kayak gitu yaah?" tanya Bram sambil tersenyum
Aisyah menganggukan kepalanya
"Soalnya..baru mas doang yang ngajakin Aisyah makan diluar" jawab Aisyah
"Memangnya dulu nggak ada yang ngajakin kamu keluar?"
"Nggak ada mas..sama bu Rini..Aisyah nggak boleh keluar malem-malem"
Tiba-tiba handphone Bram bergetar
"Halo..iya mas..saya di bangku yang deket bunderan..yang ada mobil BMW hitam..iya..saya tunggu yaah"
"Siapa mas?" tanya Aisyah
"Mas pesen kopi" jawab Bram
"Pake Gofood?" tanya Aisyah lagi
"Iya" jawab Bram
Tak lama kemudian..berhentilah sebuah motor di belakang mobil Aisyah..Bram berdiri dan menghampirinya. Setelah membayar pesenannya..Bram kembali ke tempat Aisyah
"Terima kasih mas" kata Aisyah setelah menerima kopi dari tangan Bram
Bram merasakan handphonenya bergetar lagi
"Halo Stew?.." sapa Bram sambil duduk di sebelah Aisyah
Aisyah menelisik heran melihat raut muka Bram tiba-tiba berubah yang sedang menerima panggilan telepon
"Right now?..ooh..jezzz..im already have limit on my account transfer today..how about tomorrow?..can not?..oh my...hmmm..can you give me more couple minute?..yes..i will call you back..oke...bye.."
Aisyah perhatikan Bram yang termenung bingung
"Mas?..mas kenapa?" tanya Aisyah
Bram menghela nafasnya
"Mas lagi bingung nih Yaang..Stewart bilang ada orang nawarin saham 65%..dia bilang harus ditransfer sekarang duitnya..sedangkan mas sudah ngelewatin limit transfer hari ini.." jawab Bram sambil menerawang ke jalanan yang ada di depannya
"Mas butuhnya berapa?" tanya Aisyah lagi
"Banyak Yaang..1.000.000 USD" jawab Bram yang masih memandangi lalu lintas yang ada di depannya
"Kalau di rupiahin berapa mas?"
"Sekitar 15 Milyar.."
Bram sontak menoleh ke arah Aisyah
"Kamu ada?" tanya Bram tidak percaya
Aisyah menganggukan kepalanya
"Nomor rekeningnya Stewart berapa?..biar Aisyah transfer sekarang.."
Aisyah mengeluarkan handphonenya dan dia buka halaman m-banking
"Kalau nggak mas isi sendiri ajah nih.." kata Aisyah sambil menyerahkan handphonenya
Bram hanya termanggu heran setelah mendengar Aisyah mau mentransfer duit sejumlah 15 Milyar Rupiah ke rekening Stewart
"Ini mas...kok malah bengong?" ujar Aisyah sambil tersenyum
"Eeh..ii..iya.." jawab Bram sambil menerima handphone Aisyah
Bram lalu memasukan nomor rekening Stewart di account m-banking kepunyaan Aisyah. Setelah selesai Bram segera menghubungi Stewart kembali
"Hallo Stew..you have accept?..oke..in dolar..yup..oke..give me report yaaah..oke Stew...bye"
Bram mengembalikan handphone Aisyah ke dirinya
"Terima kasih ya Yaang"
"Iya mas.."
"Besok mas balikin duit kamu.."
"Nyantai ajah mas..kalau mas memang butuh..mas pakai ajah dulu duit Aisyah" kata Aisyah sambil tersenyum
Bram lantas memeluk kepala Aisyah dan mencium pucuk rambutnya dengan lembut
"Terima kasih ya Yaang.." kata Bram sambil tersenyum
"Iya mas.."
Aisyah membuka dompetnya dan dia ambil kartu atm dan dia berikan ke Bram
"Mas pegang nih atm Aisyah..kali ajah mas butuh dana dadakan.."
"Nggak usah..mas ada kok..atm nya kamu pegang ajah..nanti kalau mas memang butuh lagi..baru mas ngomong ke kamu"
Aisyah menganggukan kepalanya..dia masukan kembali kartu atm ke dalam tasnya
"Kamu kok ada duit segitu banyaknya sih Yaang?..dari mana?" tanya Bram
"Dari bapak mas..bapak kan transferin tiap bulan..ke rekening Aisyah..buat jajan katanya"
"Dari kapan?" tanya Bram lagi
"Dari waktu Aisyah mulai tinggal di rumahnya bu Rini mas.." jawab Aisyah
"Sampai sekarang masih?"
Aisyah menganggukan kepalanya. Bram tersenyum
"Jumlahnya 50 juta yaah?"
"Iya mas..kok mas tahu?" tanya Aisyah
"Berarti sama kayak mas..mas ditransfer sama papah segitu tiap bulannya"
Bram menyalakan rokoknya
"Si Stewart bisa dipercaya nggak tuh mas?..15 Milyar nggak dikit lho" ucap Aisyah
__ADS_1
"Bisa Yaang..mas sudah kenal sama dia waktu mas kuliah di Amerika"
Bram dan Aisyah masih menikmati malam minggu dengan duduk-duduk di bangku taman yang ada di bunderan di kawasan. Sumarecon..hingga tidak terasa..jam sudah menunjukan pukul 1 dini hari
"Makin malam..malah makin rame ya Yaang" kata Bram sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang di depannya
Bram mengambil handphonenya yang bergetar
"Yes Stew..really???..alright!!!..when we can go to Germain?..wednesday??..are you sure?..no..no..not problem about that..you has already arrange everything?..okee..oke..see you on wednesday yaah"
Bram menaruh handphonenya di bangku taman
"Pulang yuk mas..Aisyah ngantuk nih" ajak Aisyah
"Ayuk" jawab Bram
Aisyah lalu mengikuti Bram yang menuju ke mobil. Tak lama kemudian..BMW hitam sudah meluncur meninggalakan kawasan Sumarecon Serpong
"Mas hari rabu mau ke Jerman?" tanya Aisyah
"Iya..buat tanda tangan di surat pemegang saham yang baru" jawab Bram
"Perusahaan apaan sih mas?"
"Kontruksi..mereka lagi butuh modal..mangkanya mereka jual saham keluar"
"Berapa lama mas disana?"
"Nggak tahu..palingan 4 hari..kamu mau ikut nggak?" tanya Bram
"Sama ibu di bolehin nggak?..soalnya minggu ini..Aisyah sudah harus nyiapin buat acara besok kan mas.."
"Nanti mas ngomong sama mamah"
Bram memasukan mobilnya ke dalam garasi..dia tersenyum ketika menoleh ke samping..ternyata Aisyah sudah terlelap di kursinya. Dia pindah ke pintu sebelah kiri..Bram lalu membopong Aisyah ke kamarnya. Setelah menaruh Aisyah di ranjang..Bram membuka pasmina Aisyah dan melepaskan sepatunya dan dia selimuti Aisyah yang menggeliat sebentar di dalam tidurnya
"Met bobo ya cantik.." kata Bram lirih sambil mengecup bibir Aisyah
Setelah menyalakan ac kamar Aisyah..Bram beranjak menuju ke kamarnya
***
Keesokan paginya..seperti biasa..keluarga Handoyo sedang sarapan pagi di meja makan
"Kamu mau ajak Aisyah ke Jerman?" tanya bu Yuli di sela-sela sarapan paginya
"Iya mah.." jawab Bram
"Nggak bisa Bram..Aisyah sudah harus fiting buat gaun pengantinnya hari rabu"
Bram sedikit kecewa mendengar jawaban mamahnya..Aisyah yang duduk di sebelahnya..berusaha menghiburnya
"Memangnya kamu musti berangkat Bram?" tanya pak Agung
"Iya pah..soalnya kan sahamnya atas nama Bram"
"Akad nikah kamu sama Aisyah dua minggu lagi lho..kamu harusnya sudah nggak boleh kemana-kemana lagi..pamali" sambung bu Yuli
"Insya Alloh nggak ada apa-apa mah.."
"Teteh mulai tinggal di Bandung kapan?" tanya pak Agung ke Aisyah
"Senin depan pak" jawab Aisyah
"Kamu di Jerman sampai kapan Bram?" tanya pak Agung
"Bram usahain..sabtu Bram sudah balik pah"
"Usahain Bram..kalau kamu belum pulang hari sabtu nanti Aisyah ke Bandungnya berangkat sendiri"
"Iya pah..Insya Alloh"
"Kalau mas Bram belum pulang..Aisyah bisa sendiri kok pak ke Bandungnya" kata Aisyah
"Kamu berani bawa mobil sendiri ke Bandung?" tanya pak Agung
"Berani pak.." jawab Aisyah
"Eeeeh....nggak boleh..nggak boleh!!..teteh nggak boleh bawa mobil sendiri ke Bandung..papah apa-apaan sih?" sewot bu Yuli ke suaminya
Pak Agung hanya tertawa geli melihat reaksi bu Yuli yang mendengar usulannya
"Biar nanti pak Rizal yang nganterin kamu teh..pokoknya ibu nggak ngasih ijin..kalau teteh bawa mobil ke Bandung" kata bu Yuli ke Aisyah
"Iya bu.."
Setelah sarapan..pak Agung membawa kopinya menuju ke teras depan..disana Bram sedang menikmati kopinya sambil memainkan handphonenya
"Bram..papah mau bicara sama kamu" kata pak Agung sambil duduk di kursi teras
Bram meletakan handphonenya
"Ada apa pah?" tanya Bram
"Papah lihat..kamu serius di usaha kamu ini..kamu yakin Bram? mau jalanin usaha kamu ini?" tanya pak Agung
"Maksud papah?"
"Kalau kamu serius di usaha kamu ini..nanti siapa yang nerusin usaha papah?..papah sengaja melebarkan perusahaan papah..supaya kamu bisa terusin usaha papah ini..memangnya masih kurang?" tanya pak Agung
Bram tersenyum sambil menjentikan abu rokoknya di asbak
"Papah tenang aja..kalau sudah waktunya..kan bisa Bram merger ke perusahaan papah nantinya" jawab Bram
"Nama kamu kan sudah papah masukin jadi Komisaris di dua anak perusahaan papah..jadi ngapain juga kamu pakai beli saham punya orang?"
"Nama Bram dimasukin jadi Komisaris pah?" tanya Bram heran
"Iya..sama Aisyah juga..nama dia papah masukin di Radyana sebagai Direktur Utama..terus di Hanscon dia jadi President Direktur.." jawab pak Agung
"Kalau Bram jadi komisaris..kok..papah nggak nyuruh Bram ngantor?" tanya Bram lagi
"Nggak perlu..yang dibutuhin dari kamu cuma tanda tangan kamu saja.."
Sebuah mobil berhenti di depan pagar..pak Imam keluar dari posnya. Tak lama kemudian pak Imam menghampiri pak Agung
"Permisi pak..ada orang dari Wedding Organisation..mau ketemu sama ibu"
"Suruh masuk aja Mam.."
"Baik pak.."
"Bram panggilin mamah ya pah.." kata Bram
Pak Agung menganggukan kepalanya
Masuklah mobil Avanza hitam ke carport..dan dari dalam keluarlah 3 orang yang menggunakan seragam sebuah WO
"Selamat pagi pak.." sapa salah satu dari mereka
"Pagi..mari..silahkan duduk.." kata pak Agung
Mereka memperkenalkan dirinya masing-masing ke pak Agung. Mereka lalu duduk di kursi teras..dari dalam keluarlah bu Yuli
"Dari One Proud ya?" tanya bu Yuli
"Iya bu. "
"Ayuk..kita pindah ke dalam saja" pinta bu Yuli
Mereka bertiga mengikuti bu Yuli untuk masuk ke dalam ruang tamu
__ADS_1
.
.