
Sampailah mobil kijang Innova di depan gerbang loket wahana wisata yang terdapat plang nama Gunung Putri Ranch di atas gerbang. Seorang Security menghampiri mobil ke arah pintu driver. Husin menurunkan jendela mobilnya
"Ibu Aisyah?" tanyanya ke Husin
"Iya pak.." jawab Husin
"Silahkan masuk pak.."
Security itu menyuruh petugas loket untuk membukakan portal supaya mobil bisa lewat
"Silahkan pak..Ibu sudah di tunggu di kantor" pinta Security itu ke Husin
"Iya pak..terima kasih" jawab Husin
Husin memajukan mobilnya melewati portal gerbang wahana wisata
"Langsung ke kantor pak..kita sudah ditunggu disana" kata pak Rusdi
Sepanjang perjalanan menuju ke kantor..Aisyah melihat-lihat suasana ranch yang ramai oleh pengunjung
"Teeh!!..ada kuda poni teh!!" pekik Bima sambil menunjuk ke seekor kuda poni yang tengah di naiki oleh seorang anak kecil
"Dedek mau naik kuda poni?" tanya Aisyah yang tersenyum melihat Bima matanya berbinar-binar kegirangan
"Mau teeeh!!..Bima mau naik kuda poni.." jawab Bima yang matanya tidak lepas dari kuda poni
"Nanti dulu yah?..kita ke kantor pak Ikhsan dulu..baru itu dedek bisa naik kuda poninya yaah?.." bujuk Aisyah
Bima menganggukan kepalanya. Kakek Ndaru tertawa geli sambil mengucek-ngucek rambut Bima
"Memangnya dedek berani?" tanya kakek Ndaru
"Berani keeeek!!..Bima berani" jawab Bima
Sampailah mobil Innova di depan kantor pengelola wahana wisata. Di depan kantor sudah menunggu 5 orang staff kantor..satu diantara mereka ada seorang laki-laki berumur 60 tahunan tengah tersenyum melihat kedatangan mobil Innova
"Selamat datang di Gunung Putri Ranch bu.." sapa pak Ikhsan begitu Aisyah turun dari mobil
Aisyah menghampiri pak Ikhsan dan para staff dari Ranch yang menyambutnya
"Apa kabar bu?..perkenalkan saya Ikhsan..yang dipercayakan oleh kakek ibu untuk mengelola ranch ini..dan ini management yang bertanggung jawab atas ranch ini bu.." kata pak Ikhsan memperkenalkan dirinya dan beberapa staff yang berdiri di dekatnya
Aisyah menjabat tangan para staff ranch satu persatu sambil memperkenalkan dirinya. Kemudian Aisyah mengikuti pak Ikhsan masuk ke dalam kantor. Didalam..Aisyah melihat maket ranch yang bebentuk 3D terletak di dekat pintu masuk. Aisyah melihat..selain wahana wisata..dia melihat ada komplek vila dan peternakan sapi perah
"Ini bu..denah keseluruhan aset dari Gunung Putri Ranch" kata pak Ikhsan sambil menunjuk ke maket ranch
"Luasnya berapa pak?" tanya Aisyah
"Sekitar 4 hektar bu.." jawab pak Ikhsan
Seorang wanita menghampiri pak Ikhsan dan memberikan sebuah map dokument
"Bu Aisyah?..ini profil dari ranch..serta laporan keuangan selama saya diamanahkan oleh abah Nandar" kata pak Ikhsan sambil menyerahkan dokument ke Aisyah
"Baik pak..saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas apa yang bapak berikan ke ranch ini..pak Rusdi memberitahu saya..kalau selama ini bapak melakukannya dengan sangat baik.." ucap Aisyah sambil menerima map dari tangan pak Ikhsan
"Terima kasih bu..saya hanya menjalankan apa yang sudah diamanahkan abah Nandar kepada saya.." jawab pak Ikhsan
"Mengenai operasional ranch ini selanjutnya..tetap saya serahkan ke bapak..karena bapak yang lebih paham akan operasional ranch ini.."
"Terima kasih bu..atas kepercayaan yang ibu berikan kepada saya" kata pak Ihksan sambil sedikit membungkukan badannya
Bima kembali menarik-narik ujung lengan baju Aisyah
"Teeh?..Bima mau naik kuda poni.." pinta Bima
"Oh iya..teteh sampai lupa.." jawab Aisyah sambil tersenyum
"Adek mau naik kuda poni?" tanya pak Ikhsan
Bima menganggukan kepalanya
"Riiin?..kamu tolong antarkan..adek siapa namanya?" tanya pak Ikhsan ke Bima
"Bima pak.." jawab Bima
"Kamu tolong antarkan adek Bima untuk naik kuda poni yaah?" pinta pak Ikhsan ke salah satu staffnya
"Teteh ikut yaah?" pinta Bima ke Aisyah
"Iyaa..saya tinggal dulu ya pak.." kata Aisyah ke pak Ikhsan
"Perkenalkan bu..nama saya Karin.." kata Karin memperkenalakn dirinya ke Aisyah
Aisyah menyambut uluran tangan Karin
"Mari bu.." ajak Karin
Aisyah dan Bima mengikuti Karin untuk menuju ke wahana kuda poni. Sesampainya disana..Aisyah melihat anak-anak yang naik kuda poni di dampingi oleh seorang pawang kuda
"Mbak Karin?..anak-anak yang naik nggak dikasih peralatan safety?" tanya Aisyah
"Nggak bu..kan sudah didampingi oleh pawang kudanya" jawab Karin
"Saya bisa minta nggak?..buat adek saya?"
"Peralatan safety bu?" tanya Karin memastikan
"Iya.." jawab Aisyah
"Sebentar bu..saya cari dulu.."
Karin lalu bergegas ke salah satu ruangan..dan tak lama kemudian dia kembali dengan peralatan safety yang diminta Aisyah
"Kami adanya yang buat ukuran orang dewasa bu.." kata Karin sambil menunjukan body protector ukuran dewasa
"Buat ukuran anak-anak nggak ada mbak?" tanya Aisyah sambil menerima bodi protector
"Nggak ada bu.." jawabnya
"Ya sudah nggak apa-apa mbak..dari pada nggak ada.."
Aisyah lalu menghampiri Bima
"Dedek kalau mau naik kuda poni..harus pakai ini dulu yaah?..supaya aman" kata Aisyah sambil mengenakan body protector yang tampaknya kebesaran di badan Bima
"Nggak mau teh aaah!!..ribetttt!!" tolak Bima
"Iiiissshh...dedek harus nurut sama teteh..kalau dedek nggak nurut..teteh nggak kasih naik nih.." ancam Aisyah
__ADS_1
"Yaaaah..teteh maaah.." rajuk Bima yang hanya bisa pasrah melihat Aisyah memakaikan decker di kedua siku dan lututnya
"Bima kan cuma mau naik kuda poni teeh..bukannya mau perang" protes Bima
Kakek Ndaru, pak Rusdi serta pak Ikhsan..tertawa geli melihat Aisyah yang over protective terhadap Bima
"Daaah..kalau begini kan aman..deek?..lihat sini.." pinta Aisyah sambil memfoto Bima yang sudah full body safety
Bima memasang muka cemberutnya ketika Aisyah memfoto dirinya..dia merasa malu..karena hanya dia saja yang memakai full body safety dibandingkan anak-anak kecil lainya yang sedang naik kuda poni
"Ayuk dek..naik" kata Aisyah
Dengan dibantu oleh pawang kuda poni..Bima naik ke atas pelana
"Hati-hati ya mass..pelan-pelan ajah..jangan ngebut" pinta Aisyah ke pawang kuda
"Baik bu.."
Kakek Ndaru kembali tertawa geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya..melihat Aisyah mengiringi Bima yang sedang naik kuda poni
Aisyah berulang kali memberikan instruksinya ke pawang kuda agar hati-hati mengarahkan kuda poni yang sedang dinaiki oleh Bima. Kakek Ndaru mengirimkan rekaman video ke nomor bu Rini. Tak lama kemudian..bu Rini menelpon kakek Ndaru
"Halo?..iya..beneran Rin..cuma Bima doang yang pakai alat pelindung diri..anak-anak yang lain nggak ada..hahahaha..Bima sampai malu tuh..hahahaha..iya..sampai sore kayaknya bapak disini..soalnya kayaknya Bima mau nyoba naik yang lainnya..iya..waalaikumsallam.."
Setelah menaiki kuda poni..Bima mencoba wahana Flying Fox. Aisyah semula tidak mengijinkan Bima untuk naik Flying Fox..tapi setelah dijelaskan oleh pak Ikhsan tentang standard keamanan yang ada di ranch ini..Aisyah akhirnya mengijinkan Bima untuk naik Flying Fox
"Besok tolong disediakan peralatan safety untuk anak-anak ya pak?" pinta Aisyah ke pak Ikhsan
"Baik bu.." jawab pak Ikhsan sambil tersenyum
Kakek Ndaru menahan tawanya karena melihat muka Aisyah yang khawatir melihat Bima bersiap-siap untuk meluncur
"Hati-hati deeeek.." teriak Aisyah dari bawah
Begitu Bima meluncur..secara spontan Aisyah menahan teriakannya dengan kedua tangannya. Melihat Bima sudah sampai di ujung seluncuran..Aisyah segera bergegas menghampirinya
"Lagi ya teeh?..seruuu!!" pinta Bima begitu sampai di bawah
"Eeeh?..nggak..nggaak..cukup..jantung teteh mau copot kalau dedek mau naik lagi.." jawab Aisyah sambil melepaskan peralatan safery di badan Bima
"Yaah..teteh maah.." rajuk Bima yang bibirnya mengerucut sebal
Pak Ikhsan menghampiri Aisyah
"Ibu mau melihat peternakan sapi perah?" tanya pak Ikhsan
"Boleh pak..tuh dek..kita ngelihat sapi yuk?" ajak Aisyah
Dengan menaiki sebuah golf cart..pak Ikhsan mengantarkan rombongan Aisyah menuju ke peternakan sapi yang ada di bagian atas dari ranch. Sesampainya disana..pak Ikhsan mengantar Aisyah berkeliling kandang sapi perah yang terawat dan bersih. Bima yang melihat seekor anak sapi..menghampiri kandangnya. Aisyah menghampiri Bima yang memberikan rumput ke anak sapi itu
"Dedek suka yaah?" tanya Aisyah
"Iya teh..lucu soalnya" jawab Bima
"Kalau dedek mau..sapinya boleh buat dedek kok.." ujar Aisyah
"Boleh teh?" tanya Bima
Aisyah menganggukan kepalanya
"Terima kasih ya teeeh.." kata Bima sambil memeluk Aisyah
Pak Ikhsan, pak Rusdi dan kakek Ndaru tersenyum melihatnya
Bima menggelengkan kepalanya
"Mari bu..kita lanjutkan.." ajak pak Ikhsan
Mereka melanjutkan melihat-lihat peternakan sapi..hingga sampai di sebuah gedung pabrik..seperti tempat pengolahan susu sapi. Pak Ikhsan memperlihatkan berbagai macam aneka hasil olahan susu segar yang di buat disini..seperti susu UHT..Yogurt serta keju. Pak Ikhsan memberikan sekotak berukuran sedang susu UHT siap minum ke rombongan Aisyah
"Teeh..Bima mau Yogurt teh.." pinta Bima
Pak Ikhsan memberikan sebotol Yogurt ke Bima
"Terima kasih ya pak.." ucap Bima
Pak Ikhsan menganggukan kepalanya
Aisyah tersenyum sambil mengucek-ucek rambut Bima. Setelah dirasa cukup melihat-lihat area peternakan sapi dan pabrik pengolahannya..pak Ikhsan memberikan sekardus oleh-oleh hasil olahan di pabrik ke rombongan
"Silahkan di terima bu..oleh-oleh dari kami.." kata pak Ikhsan sambil menunjukan 4 kotak berisikan oleh-oleh
"Terima kasih pak.." jawab Aisyah
Dengan golf cart..mereka kembali ke kantor pengelola. Setelah berpamitan dengan pak Ikhsan dan para staff pengelola ranch..Aisyah meninggalkan kantor pengelola untuk kembali ke pabrik teh
"Kapan-kapan kesini lagi ya teh?" pinta Bima sambil meminum Yogurtnya
"Dedek seneng yaah?" tanya Aisyah
"Iya teh..tadi Bima belum nyobain naik motor kecil teh.." jawab Bima
"Memangnya dedek bisa naik motor?" tanya Aisyah
"Bukan motor sih teh..orang rodanya ada empat..apa sih kek namanya?" tanya Bima ke kakek Ndaru
"ATV.." jawab kakek Ndaru
"Iya itu teh..ATV.." sambung Bima sambil melihat ke Aisyah
"Jangan ah..teteh takut..nanti dedek kalau jatuh gimana?" tanya Aisyah
"Kan Bima udah dipakain helm sama teteh..jadi nggak apa-apa kalau dedek jatuh.."
Semua yang ada di dalam mobil tertawa mendengar alasan Bima. Aisyah tertawa geli sambil mencium rambut Bima
.
***
.
Sekitar jam 6 sore..Landcruiser hijau kepunyaan kakek Ndaru meninggalkan pabrik teh Nandar
"Bima sudah tidur teh?" tanya kakek Ndaru sambil melihat ke belakang
"Iya kek..kecapekan kayaknya.." jawab Aisyah sambil membelai rambut Bima yang tertidur di pahanya
"Kamu nanti pulang apa nginep?" tanya kakek Ndaru
__ADS_1
"Nginep kek..kasihan Bima kalau pulang sekarang" jawab Aisyah
Aisyah melihat brosur Gunung Putri Ranch ada ada di sebelahnya..dia ambil dan dia pandangi brosur itu. Bertambah lagi warisan dari kakek Nandar untuk dirinya..selain kebun teh serta pabriknya. Kini dia menjadi pemilik dari Gunung Putri Ranch..sebuah wahana wisata yang terletak di kaki gunung putri. Sampailah mereka di rumah kakek Ndaru..diteras bu Rini sudah menunggu
"Terima kasih ya Sin.." kata kakek Ndaru ke Husin
"Muhun bah.." jawab Husin
"Pak Husin..oleh-oleh pikeun anjeun nyaak?..anjeun bawa hiji kanggo saha waé di bumi (Pak Husin..oleh-oleh bapak bawa satu yaah?..bapak bawa pulang buat orang di rumah).." kata Aisyah
"Iya teh..hatur nuhun..(Iya teh..terima kasih..) " jawab Husin
Bu Rini menghampiri Aisyah yang turun membopong Bima
"Biar Aisyah ajah bu. " ucap Aisyah yang melihat bu Rini ingin menggantikan dirinya yang tengah membopong Bima
Aisyah mengikuti bu Rini yang masuk ke dalam rumah
"Dedek tidur dimana bu?" tanya Aisyah
"Sama ibu teh..dikamar belakang.." jawab bu Rini
Aisyah merebahkan tubuh Bima di ranjang..bu Rini segera melepaskan sepatu dan mengganti baju Bima
"Sekarang teteh mandi yaah?..keburu malam.." kata bu Rini
"Iya bu.."
"Tas teteh sudah ibu taruh di kamar depan..nanti teteh tidur disitu.."
"Iya bu.."
Aisyah keluar dari kamar dan bertemu nenek Yati yang tengah menyiapkan makan malam
"Teteh cepetan mandi yaah?..tadi si Lilis sudah nyiapin air panas buat teteh mandi.."
"Iya nek.."
Setelah mengambil peralatan mandinya..Aisyah segera menuju ke kamar mandi
.
***
.
Aisyah yang sudah mengganti bajunya..keluar dari kamar dan segera bergabung ke meja makan. Disana..dia duduk di sebelah bu Rini
"Kata kakek..kamu tadi ke daerah Gunung Putri ya teh?" tanya bu Rini
"Iya bu..ngelihat peternakan sapi punya kakek" jawab Aisyah sambil menyendok nasinya
"Kakek?..kakek Nandar?"
"Iya bu. "
"Kakek Nandar punya peternakan sapi?" tanya bu Rini lagi memastikan
"Iya bu..bukan hanya peternakan sapi ajah bu..wahana wisata Gunung Putri Ranch..juga punya kakek.."
"Oooh..berarti waktu dedek naik kuda poni tadi..itu di Gunung Putri Ranch?" tanya bu Rini
"Iya bu..kok ibu tahu?" tanya Aisyah heran
"Kakek tadi kirimin ibu video..waktu dedek naik kuda poni.." jawab bu Rini
"Tadi disana dedek naik apa ajah teh?" sambung bu Rini
"Kuda poni sama naik Flying Fox bu.."
"Naik Flying Fox?..memangnya dedek berani?"
"Berani bu..malahan pengen naik lagi..tapi sama Aisyah nggak Aisyah kasih bu.."
"Kok nggak teteh kasih?..kenapa?" tanya bu Rini
"Aisyah takut bu..takut dedek jatuh.."
Sontak yang ada di meja makan tertawa mendengar jawaban Aisyah
"Teteh terlalu over protective sama Bima Rin.." kata kakek Ndaru
"Kamu pasti ketawa..kalau kamu lihat raut mukanya Bima.."
"Kenapa memangnya pak?" tanya bu Rini ke kakek Ndaru
"Kayaknya dia malu Rin..dipakain body protector sama teteh..soalnya cuma dia doang yang pakai.. anak-anak yang lain tidak ada yang pakai." jawab kakek Ndaru
Aisyah tersipu malu..bu Rini mengusap-usap punggung Aisyah sambil tersenyum
.
***
.
Setelah makan malam..Aisyah masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan badannya di ranjang. Tak lama kemudian..bu Rini membuka pintu kamar dengan perlahan
"Teh?" panggil bu Rini
Karena Aisyah tidak menjawab panggilannya..bu Rini menghampiri ranjang Aisyah dan duduk di bibir ranjang..bu Rini melihat Aisyah sudah terlelap tidur. Bu Rini bangun dan membuka pasmina Aisyah dan melipatnya..kemudian membetulkan posisi tidur Aisyah serta menyelimutinya..bu Rini tersenyum melihat Aisyah yang tertidur
"Teteh terlalu takut yaah?..kalau ada apa-apa sama dedek?..sampai segitu ngawasinnya" kata Bu Rini lirih sambil mengecup kening Aisyah dengan lembut
Kemudian bu Rini keluar dari kamar dan menutup pintu kamar dengan perlahan
"Teteh sudah tidur Rin?" tanya nenek Yati sambil duduk di sofa ruang tamu
"Sudah bu..kecapekan kayaknya.." jawab bu Rini sambil duduk di sebelah nenek Yati
"Memang betul pak?..kalau Gunung Putri Ranch itu kepunyaan kakek Nandar?" tanya bu Rini ke kakek Ndaru yang tengah menonton televisi
"Iya.." jawab kakek Ndaru
"Berarti warisan kakek Nandar ke Aisyah banyak ya pak?" sambung bu Rini
"Iya..tadi bapak sempat nanya ke pak Rusdi..ada berapa total semua aset Nandar yang di wariskan ke teteh..kalau nggak salah sekitar hampir 30 Trilyun.." jawab kakek Ndaru
Bu Rini terhenyak kagum atas total warisan yang diterima Aisyah dari kakek Nandar
__ADS_1
"Mudah-mudahan..teteh kuat dalam menerima jumlah warisan sebanyak itu ya Rin" kata nenek Yati
"Insya Alloh bu.." jawab bu Rini