Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
20.Penyembuhan


__ADS_3

Malam harinya Bram sedang berbicara di teras Vila dengan seseorang yang menggunakan seragam Dokter..dialah Dokter Alex..Dokter keluarga Handoyo


"Biar malam ini Aisyah istirahat ya Bram..dia jangan dulu boleh jalan yaaah?..tadi om lupa bawa kruk buat Aisyah kemari..soalnya tadi om buru-buru..besok dah..om suruh pegawai om untuk nganterin kemari" kata Dr Alex sambil menyentuh pundak Bram


"Baik om..terima kasih..om sudah mau datang kemari.." sahut Bram


"Iyaa..tadi om ditelpon sama mamah kamu..om disuruh kesini segera..kayak kamu nggak tahu mamah kamu ajah sih Bram.."


Bram dan Dokter Alex tertawa bareng


"Ya sudah..om pamit yaah.." pamit Dokter Alex


Lalu setelah menjabat tangan Bram..Dokter Alex segera masuk ke dalam mobilnya


Bram melambaikan tangannya ke arah mobil Dokter Alex yang meluncur ke bawah


Ketika Bram hendak masuk kedalam..mang Harja menghampirinya


"Den..ada si Kesih mau ketemu sama neng Aisyah" kata mang Harja


"Ooh..suruh masuk aja mang.." pinta Bram


"Baik den.." jawab mang Harja sambil kembali ke pintu gerbang


Tak lama kemudian..Bram melihat 5 orang wanita menuju ke teras Vila..diantara ke lima wanita tersebut..hanya si Kesih yang Bram kenal


"Assallamuallaikum A.." sapa Kesih sambil tersenyum


"Waallaikumsallam..Kesih yaa? ada apa Sih?" jawab Bram


"Aisyah nya ada A?" tanya Kesih


"Ada..dikamar atas..ayuuk..masuk..eh.. Ini siapa aja namanya..saya belom kenal"


"Oh iya A..Kesih lupa ngenalin teman-teman Kesih..A'A..kenalin ini Titin..Ayu..Rahma sama Lisna A.." kata Kesih sambil memperkenalkan teman nya satu persatu


Bram pun menyalami mereka satu persatu


"Salam kenal..saya Bram.." kata Bram


"Kami semua teman-teman Aisyah waktu di SMA A.." kata Ayu


"Ooooh..ayuuk..pada masuk.." ajak Bram


Bram tersenyum melihat ada temannya Aisyah berbisik-bisik sambil melirik ke arah dirinya.


Bram lalu mengantarkan teman Aisyah menuju ke kamar atas yang sedang ditempati oleh Aisyah


"A...punten nyaak...A'A teh pacarnya Aisyah nyaaak?.." tanya Lisna polos


Kesih yang mendengar pertanyaan Lisna..spontan menutup mulut Lisna dengan tangannya


"Liss..issiiiiin atuh..(Liss..maluuuu tahu)" kata Kesih kepada Lisna


"Ngapunten nyaa A..Lisna orangnya teh emang suka usil.." kata Kesih yang mengomeli Lisna


Bram berusaha untuk tidak tertawa..dia hanya memberikan senyuman kepada Lisna yang masih bingung atas senyuman Bram


Setelah sampai di depan pintu kamar..Bram lalu membuka pintu kamar


"Syaaah?...ada tamu nih.." sapa Bram


Aisyah yang sedang duduk di kasur sambil memainkan handphone nya..berteriak kaget bercampur senang..begitu melihat teman-temannya ada di depannya


Begitu pun teman-teman Aisyah yang lainnya..mereka langsung berhamburan masuk kedalam kamar sambil berteriak menghampiri Aisyah


Sampai Bram terdorong oleh salah satu teman Aisyah yang langsung masuk ke dalam kamar


Bram hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakuan Aisyah dan teman-temannya


"Dasar cewek..kalo pada ngumpul pasti rame.."


Lalu setelah menutup pintu kamar..Bram lalu turun menuju ke ruang tengah


Dibawah..Bram bertemu dengan bu Wasti


"Kata mang Harja..ada temen-temennya teh Aisyah ya mas?" tanya bu Wasti


"Iya bu..mereka ada dikamar..lagi nemenin Aisyah" jawab Bram


"Berapa orang mas?"


"5 orang bu.."


"Baik mas..eh..mas Bram mau kopi?..biar saya bikinin sekalian" tanya bu Wasti


"Boleh bu..kopi hitam ya bu.." jawab Bram


"Baik mas.."


Lalu bu Wasti masuk ke dapur


Bram lalu menyalakan televisi..Bram menoleh ke lantai atas tempat kamar Aisyah..dia mendengar tawa temen-temen Aisyah dari tempat dia duduk


Bram memaklumi..kegaduhan yang dibikin Aisyah dan teman-temannya di atas..mungkin sudah lama mereka tidak bertemu.


Karena merasa acara di televisi membosankan..Bram lalu melangkahkan kakinya ke teras...dari halaman depan vila dia bisa menyaksikan pemandangan kota Bandung yang bermandikan cahaya lampu di malam hari


Ingin rasanya dia turun ke Bandung..untuk menghabiskan sisa malam ini..tapi karena kejadian kaki Aisyah yang terkilir..dia urungkan niatnya itu


"Mas Braaam?..kopinya" kata bu Wasti dari teras sambil menaruh kopinya di meja teras


"Iya bu..terima kasih ya bu" jawab Bram sambil menoleh ke teras


"Iya mas.."


Lalu bu Wasti masuk kedalam untuk membawakan minuman ke kamar Aisyah


Bram lalu melihat handphone bergetar..mamah nya memanggil


"Assalamuallaikum mah..iya..baru aja om Alex pulang..dikasih pain killer..sama di bebat kaki nya Aisyah mah..3 hari ini katanya Aisyah belom boleh jalan dulu..jadi Bram di Dago sampai Aisyah bisa jalan lagi mah..iya mah...iya mah...mamah nggak percaya sama Bram sih?..iya mamah ku sayaaaang...iyaaaa..waallaikumsallam"


Bram lalu berjalan ke bangku teras dan meminum kopi buatan bu Wasti


Bram berpikir..kenapa mamahnya sangat kuatir pada keadaan Aisyah..sampai dia kena omel oleh mamahnya..gara-gara kaki Aisyah terkilir..itu pun juga karena kecerobohan Aisyah sendiri


Bram berpikir..mamah nya terlalu over protektif pada Aisyah


Bram lalu menyalakan rokoknya..dia mendengar notif dari Instagram


Dia melihat notif like pada postingan foto yang terakhir..foto Aisyah yang tidak memakai Pasmina nya


Bram tersenyum geli melihat pose Aisyah yang menunduk menutupi wajahnya karena tidak memakai Pasmina


"Cantik..kamu memang cantik Syaah.."


Dia tersenyum sendiri.. membayangkan waktu dia menggendong Aisyah dari atas hingga sampai di Vila


Sepanjang perjalanan menuju vila..Aisyah tidak henti-hentinya memukuli pundak dia..yang ketakutan karena diajak lari oleh Bram menuruni jalan


Bram juga heran pada dirinya sendiri..Aisyah sering kali memukul dan mencubiti dirinya...tapi dia sama sekali tidak marah kepada Aisyah..beda kalau dirinya dengan Lidya..Bram gampang sekali tersulut emosinya..walau dengan hal yang sepele


"Apa gua dah jatuh cinta sama Aisyah yaaak?" tanya Bram pada dirinya sendiri


Dia pun menganggap Aisyah juga ada perasaan ke dia..walau Aisyah takut untuk mengutarakannya kepada dirinya


"Aaah..liat ntar aja daah.." batin Bram sambil menghisap rokoknya


Sekitar jam 10 malam..barulah para teman-teman Aisyah pamit pulang..


Bram yang masih merokok diteras..mendengar mereka berbicara menuruni tangga menuju ke teras


"A..kita pamit dulu yaah.." pamit Kesih sambil menyalami tangan Bram..yang lainnya pun mengikuti menyalami Bram


"A..kata Aisyah..A'A disuruh nyusul ke kamar sekarang.." kata Rahma sambil tersenyum


"Disuruh ngapain?" tanya Bram heran


"Nyuhunkeun disonin A'A..(Minta dikelonin A'A..)" jawab Rahma sambil tertawa dan diikuti oleh yang lainnya


Bram yang tidak mengerti bahasa Sunda..hanya mengernyitkan dahinya


Melihat Bram bingung dengan omongan Rahma..teman-teman Aisyah yang lainya pun kembali tertawa


"A'A henteu ngartos basa Sunda nyaaak? (A'A nggak ngerti bahasa Sunda yaak?)" tanya Ayu geli


Bram makin bingung sambil menggelengkan kepalanya


"Ya sudah A..kita pamit..Assalalamuallaikum.." pamit Ayu


"Waallaikumsallam.." jawab Bram


Bram melihat mereka berjalan ke gerbang masih pada rame berbicara dan tertawa.


Setelah gerombolan teman-teman Aisyah menghilang..Bram lalu duduk lagi dan meneruskan rokoknya


Bram melihat handphone nya.. Aisyah menelpon dirinya


"Ya Syaaah..mas dibawah..diteras..lagi ngerokok..iyaaa..nanti mas keatas..bentar yaah..mas abisin kopinya dulu.." kata Bram


Bram lalu menaruh handphone nya dan meminum kopinya..karena rokoknya sedikit lagi habis..dia tidak segera beranjak ke atas


Tak lama handphone nya bergetar lagi..Aisyah menelponnya lagi


"Ada apaaaa siiih?...iya ntar mas keatas..sabar kenapa sih neng.." jawab Bram sedikit kesal


Bram lalu punya ide untuk mengerjai Aisyah yang sedang ketakutan sendirian di kamarnya


Bram lihat Aisyah menelponnya lagi..tapi tidak dia angkat..dia geser tombol rejeck di layar handphonenya


"Mas kerjain kamu Syaah.." kata Bram sambil tertawa geli


Hingga dia mendengar Aisyah berteriak memanggil dirinya dari dalam kamar..karena posisi kamar yang ditempati Aisyah tepat berada di atas teras


"MASSS BRAAAAAAMMMM!!.." panggil Aisyah sambil berteriak


Bram lalu bangun dari kursinya dan berjalan ke arah kamar atas


"MAS BRAAAAAMMMM!!"


Bram yang berjalan ke arah tangga hanya diam sambil menahan tawanya


"AISYAH TAKUT NIIIH..." panggil Aisyah sekali lagi


"Napa siiiih?...pake teriak segala.." tanya Bram begitu membuka pintu kamar


"Aisyah takuuuuut masss.." jawab Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya kesal


"Takut apaan?..dirumah kamu juga biasanya tidur sendiri.." sahut Bram sambil menghampiri Aisyah


"Itu kan dirumah massss..disini kan bedaaa" elak Aisyah


"Terus mas disuruh ngapain?" tanya Bram


"Temenin Aisyah tidur mass.." jawab Aisyah


"Heeeh?..nemenin kamu tidurrr?..beneran Syaaah?" kata Bram sambil berteriak kegirangan loncat ke ranjang sebelah Aisyah


"Eeeeh!!...eeeh!!...mas mau ngapain?" tanya Aisyah sambil menggeser badannya dan mendorong Bram agar menjauh dari dirinya

__ADS_1


"Katanya mas disuruh nemenin kamu tidur?.." jawab Bram tersenyum sambil menopang kepalanya dengan tangannya dan menatap Aisyah


"Bukan itu maksud Aisyah masss..mas nunggunya disofa itu..sampai Aisyah tidur.." tunjuk Aisyah ke sofa yang ada didalam kamar sambil menahan badan Bram


"Nggak mau!!..mas maunya disini.."


Lalu sambil tengkurap..tangan Bram memeluk perut Aisyah yang tengah duduk di ranjang


"Eehhh!!...mas jangan macem-macem yaaah!!...nanti Aisyah bilangin ibu nih.." kata Aisyah sambil memukul punggung Bram


Bram hanya tertawa ketika Aisyah yang masih memukuli punggungnya


"Masss!...lepasin nggak?..hiiiih!!.." kesa Aisyah sambil menjewer telinga Bram


"Adadadadada....sakit Syaaah..." erang Bram


"Lepasin nggak?..kalo nggak kuping mas Aisyah jewer terus nih..." ancam Aisyah


Bram lalu melepaskan pelukannya di perut Aisyah dan segera bangkit


"Kuping mas jadi panas nih Syaah.." kata Bram sambil memegangi telinganya


"Biariiin..habisnya mas kurang ajar sama Aisyah" ketus Aisyah


"Ya sudah kalau gitu..mas tinggal keluar aja dah.." kata Bram sambil balik badan menuju pintu kamar


"Eeeh...mas mau kemana?" tanya Aisyah yang kaget melihat Bram melangkah keluar kamar


"Keluar.." jawab Bram singkat


"Jangan massss...Aisyah takut sendirian..." rajuk Aisyah


"Biariiin..."


"Masss..tungguin.."


Bram kaget yang melihat Aisyah menyibak selimutnya mau turun dari ranjang


"Eeeh?...mau ngapain kamu?" tanya Bram yang bergegas menghampiri Aisyah


"Mau ikut mas keluar.." jawab Aisyah


"Jangannn!!..kamu tuh nggak boleh jalan dulu Syaah..kan tadi sudah dibilangin sama om Alex.."


"Biariiiin...habisan mas ninggalin Aisyah sendirian dikamar" ketus Aisyah


"Ya udah..ya udah..mas nemenin kamu..sekarang balik tidur lagi yaaah.." bujuk Bram


Bram lalu mengangkat kaki Aisyah yang di bebat kembali ke atas ranjang dan menyelimuti Aisyah


"Dah..sekarang kamu tidur..mas tungguin.." kata Bram sambil duduk di bibir ranjang


"Mas nunggunya disana.." pinta Aisyah sambil menunjuk ke sofa


"Ya elaaaaah...Nyonyah banyak maunya yaaah!!" kata Bram yang mulai kesal sambil berjalan ke sofa


Bram lalu duduk dan memperhatikan Aisyah yang tengah rebahan di tempat tidur


"Mas jangan ninggalin Aisyah yaak!" pinta Aisyah sambil mengangkat kepalanya melihat Bram


"Iyaaa..udah kamu nya mereeemm!!" kesal Bram


Aisyah menjulurkan lidahnya ke arah Bram..dan lalu merebahkan kepalanya ke bantal


Bram yang sendirian menunggu dikamar..lama lama merasa bosan dan jenuh..setelah melihat Aisyah yang sepertinya sudah tertidur..Bram lalu dengan perlahan bangun dari sofa dan berjalan ke arah pintu..begitu Bram akan membuka handle pintu


"Mas mau kemana?" tanya Aisyah dengan wajah bibir bebeknya dan tahu-tahu sudah duduk diranjang sambil melipat tangannya didada


"Astagfirulloh!!!" kaget Bram


"Kamu kok belom tidur siiih???" tanya Bram


"Mas mau ninggalin Aisyah yaaah?" ketus Aisyah


"Enggak..mas haus..mau ngambil minum.."


"Bohooong!!..mas pasti mau ninggalin Aisyah sendirian"


"Nggak..mas mau minum..haus nih" elak Bram


"Aisyah ikut!"


"Ya elaaaah...mas bentaran doang..nanti balik lagi kesini"


"Ennggak mau!!..kalau mas keluar..Aisyah ikut!!"


"Kamu kan belom boleh jalan dulu Syaah..mosok mau ikut mas keluar?"


"Gendong!!" pinta Aisyah sambil mengangkat kedua tangannya


Bram pun bersungut-sungut kesal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Hiiiih!!...ayuuuuk dah!!" kesal Bram


Lalu Bram kembali ke samping ranjang dan memunggungi Aisyah


"Ayo naik!!"


Aisyah tersenyum geli..setelah menyibak selimutnya..lalu dia mulai menaiki punggung Bram


"Peluk leher mas!!..sikut kamu jangann neken punggung mas lagi..sakit tauuuk!!"


"Iya massss..iiihhh...mas gitu ajah marah siiiih??.." kata Aisyah sambil memeluk leher Bram


"Mas nggak marah.."


"Kalau nggak marah..kok nadanya begitu?"


Aisyah tertawa atas jawaban Bram barusan


"Huuuh...kalau tahu gini..mendingan tadi mas tinggalin ajah kamu diatas..biar kamu digondol sama Kalong Wewe.."


"Aaaaah!...jangan masss..mas mah gitu..seneng yaaah..kalo Aisyah di gondol Kalong Wewe" rajuk Aisyah


"Biarin ajaaaah..."


"Kok gitu!!" tanya Aisyah sambil memukul pundak Bram


"Iyaaa...biar nggak ada yang mukulin mas lagi.."


Aisyah pun tersenyum simpul


Bram lalu bangkit dan membawa Aisyah keluar dari kamar


Sniiff...snifff..


"Kamu nyium sesuatu nggak Syaah?" tanya Bram sambil mengendus-enduskan hidungnya


"Nyium apaan mas?" jawab Aisyah


"Kayak bau kain apek..sama bau menyan..sniiff..tuh..baunya makin nyanter!!"


Aisyah tidak menjawab..dia makin mempererat pelukannya di leher Bram


"Mas jangan bercanda aah!!" takut Aisyah yang menutup mukanya dengan punggung Bram


"Beneran...mas nggak bercanda" kata Bram


Lalu Bram menuju ke dapur yang kebetulan lampunya dimatikan oleh bu Wasti


"Nyalain lampunya Syaah.." pinta Bram sambil mendekati saklar lampu


Setelah itu..dia menuju kulkas dan mengambil sebotol air mineral


"Kok ngambilnya satu mas??"


"Emangnya kamu mau?"


"Iyaa.."


Lalu Bram memberikan sebotol air mineral kepada Aisyah yang ada digendongannya


Setelah itu..Bram menaruh Aisyah di meja makan dan dia lalu duduk di kursi didepan Aisyah


Bram dan Aisyah saling pandang..lama kelaman mereka tersenyum bersama


"Kenapa sih mas?..kok mas ketawa?" tanya Aisyah


"Mas ngerasa lucu ajah..kamu kan orang asli sini..tapi kok takut tidur sendirian di kamar.."


"Mas maah..orang kalau takut kayak gimana siih.."


Bram lalu bangun..dan berjalan ke belakang..


"Mas mau kemana??" tanya Aisyah


"Kenciiing..mau ikut?" jawab Bram


"Iiih...jangan lama-lama!!"


"Nggak..palingan 2 hari.." sahut Bram yang sudah menghilang ke balik tembok dapur


Aisyah yang duduk sendirian di meja dapur..mulai merasa merinding ketakutan..apalagi tadi Bram sempat bilang..kalau dirinya mencium bau kemenyan dan ditambah jendela dapur yang berada di depannya berhadapan langsung dengan halaman belakang vila yang luas..walaupun sudah ada lampu taman 3 buah..tapi tetap saja masih membuat Aisyah merasa takut..karena di belakang tembok vila..masih berupa kebon kosong yang ditumbuhi pepohonan yang rimbun


"Massss?..masih lama nggak?" panggil Aisyah


Ingin rasanya Aisyah keluar dari dapur..tapi karena anjuran Dokter Alex agar kakinya yang terkilir jangan dipakai jalan dulu..Aisyah hanya bisa pasrah menunggu Bram dari kamar mandi


"Mas Braaaam!!.."


Aisyah mulai panik..karena Bram tidak menyahut panggilannya


Tiba-tiba


"HWAAAAAA!!" kaget Bram dari balik tembok dapur


"KYAAAAAA.." teriak Aisyah sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya


Bram tertawa terbahak-bahak yang meyaksikan Aisyah yang ketakutan karena berhasil dikerjai olehnya


Bram menghentikan tawanya..karena dia mendengar Aisyah menangis yang masih menundukan wajahnya


Bram yang merasa bersalah..menghampiri Aisyah yang duduk di meja makan


"Syaaah?..maafin mas yaah" kata Bram sambil memegang pundak Aisyah


"BAAAAAAAA" kaget Aisyah sambil membuka kedua tangannya mengagetkan Bram sambil tertawa


Bram yang sempat kaget hanya menghela nafasnya


"Ceritanya balas dendam nih?" tanya Bram


"Hihihihi..iya dooong..emangnya mas doang yang bisa ngerjain Aisyah?" jawab Aisyah sambil tersenyum girang


Bram tersenyum sambil menjawil hidung Aisyah


"Kamu sekarang udah pinter yaaah?"


"Iya dooong..siapa dulu gurunya!" jawab Aisyah sambil tersenyum

__ADS_1


"Maskuuuu..."


Tiba-tiba dari arah luar dapur ada suara seperti benda jatuh..hingga membuat Aisyah kaget dan spontan memeluk Bram yang berdiri didepannya..Bram pun tertawa geli dibuatnya


"Kamu kenapa?" tanya Bram pada Aisyah yang membenamkan wajahnya di dadanya


"I..i..itu apaan mas?" tanya Aisyah yang gemetaran takut


"Taaau...jangan-jangan setan kali Syaah!!" geli Bram


Aisyah makin membenamkan wajahnya di dada Bram


"Massssss!!!....."


Bram makin keras tertawanya


"Auuuuu"


Bram menjerit ketika Aisyah mencubit pinggangnya


"Kok kamu nyubit mas siiih?" kata Bram disela-sela tawanya


"Mas bohong yaaah?" tanya Aisyah yang masih belom memindahkan wajahnya dari dada Bram


"Kalo nggak percaya..liat tuh dijendela!!..setannya lagi ngeliat kesini.."


Aisyah menjerit dan makin mempererat pelukannya di badan Bram..hingga membuat Bram susah bernafas


"Syaaah...mas jadi sesak nih..lepasin doong"


"GAK MAAAUUUU!!"


"Massskuu.."


Bram melihat ke sekelilingnya..mencari suara yang memanggil namanya


"Syaah?..kamu denger nggak?..kayak ada yang manggil-manggil mas deh?" tanya Bram


"Nggak mas...mas jangan bercanda aaah.." pinta Aisyah yang masih membenamkan wajahnya di dada Bram


Bram lalu membelai kepala Aisyah yang tertutup Pasmina nya dan mengecupnya perlahan


"Daaah..setannya dah lari tuh..sudah mas usir"


"Mas bohooong!!..."


"Beneraaan..coba lihat sendiri tuh"


Aisyah menggelengkan kepalanya


Bram menghela nafasnya


"Kamu mau sampai kapan kayak begini?..sampai besok?" tanya Bram


Aisyah terdiam ketakutan


"Pindah ke kamar masss..Aisyah takuuut"


"Ya udah..peluk leher mas.." pinta Bram


"Nggak mau!!..Aisyah nggak mau gendong depan.." jawab Aisyah


"Kalau kamu begini terus..gimana mas mau gendong belakang?" tanya Bram


Bram lalu mengarahkan tangan Aisyah yang semula memeluk pinggangnya agar memeluk lehernya..lalu melingkarkan kaki Aisyah ke pinggangnya.


"Peluk leher mas Syaah.." pinta Bram


Lalu Bram mengangkat Aisyah yang masih ketakutan..dan membawa Aisyah keluar dari dapur


"Kamu kok berat amat sih Syaah?...kamu keberatan dosa kali yaaah?...aaaaahhhh!" jerit Bram karena Aisyah menjewer telinganya


"Mas jangan bercanda!!" kata Aisyah yang masih memejamkan matanya dipundak Bram


"Kamu kalau jewer kuping mas lagi..ntar mas tinggalin di luar nih.."


"Aaaaah...jangaaaan maaass!!.." kata Aisyah yang makin mempererat pelukannya di leher Bram


"Jewer kuping mas lagi nggak?" tanya Bram yang tersenyum geli


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya


Bram yang mengendong Aisyah hanya tersenyum..dia jadi tahu..kalau Aisyah itu orang yang penakut


"Mamah kalau melihat mas gendong kamu kayak bengini...gimana ya Syaah?" tanya Bram


Aisyah hanya terdiam


"Ditanya kok malah diam siih?" tanya Bram sambil menyentak badan Aisyah yang ada di gendongannya


"Nggak tahu mas...Aisyah nggak tahu mau bilang apa.." jawab Aisyah


Bram tersenyum..karena Aisyah memeluk lehernya erat sekali..otomatis badannya menempel di dada Bram


"Empuk banget Syaah.."


"Besok-besok..kalau dirumah..kamu mas gendong kayak begini mau yaah?" goda Bram


"Nggak mau!!" jawab Aisyah yang masih memejamkan matanya di pundak Bram


"Kok sekarang mau?" tanya Bram to the point


Aisyah hanya diam terhadap pertanyaan Bram barusan


Bram lalu menelusupkan hidungnya di lekukan antara pundak dan leher Aisyah yang tertutup oleh pasminanya dengan lembut


"Masss...jangan macem-macem yaah.."


"Mas cuma nyium pundak kamu doang kok..mosok nggak boleh?"  tanya Bram yang kembali mengecup pangkal leher Aisyah


"Iyaaa..pertama memang pundak..nanti mas nyium yang laen.." jawab Aisyah yang sudah berani membuka matanya dan menatap Bram


"Oh..iya..mas mau minta upah yang kamu janjiin kemaren dong?.."


"Upah apa'an mas?" tanya Aisyah heran


"Upah..kalau mas nganterin kamu kemari..kamu kan bilang..kalau sudah sampai di Dago..mas dapet upah dari kamu" jawab Bram


Aisyah makin bingung dengan pernyataan Bram


"Kamu pura-pura lupa daaah.."


Aisyah sontak teringat sesuatu


"Nggaaaak!!..Aisyah nggak mau nyium mas!!" kata Aisyah yang kembali memeluk leher Bram dengan eratnya dan menaruh kepalanya di pundak Bram


"Hehehe..kalau kamu nggak mau nyium mas..berarti mas yaa yang nyium kamu?.." pinta Bram sambil tersenyum dan mencium leher Aisyah


"Nggak mau!!..Aisyah turun ajah dah mas kalau begitu.." pinta Aisyah sambil menatap Bram


"Beneran nih?...kamu mau turun?" tanya Bram sambil tersenyum


Aisyah terperanjat kaget..karena tanpa dia sadari..Bram membawa dirinya ke teras belakang vila


"Kok mas kemari sih?" tanya Aisyah yang langsung memejamkan matanya dan membenamkan mukanya di pundak Bram


"Hayoo?..mau mas tinggal disini..apa nyium mas?" ancam Bram sambil tersenyum


"Nggak mau massss!!!...Aisyah nggak mau nyium mas..dosaaaa!!" kata Aisyah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


Bram lalu meletakan pantat Aisyah di kursi teras belakang


"JANGAN MAAASS!!..AISYAH JANGAN DITINGGAL DISINI!!..." teriak Aisyah yang tetap melingkarkan kakinya di pinggang Bram dan memeluk lehernya dengan erat


Bram kaget..karena dia mendengar Aisyah menangis di pundaknya


"Huhuhuhu...Aisyah takut masss...huhuhu..ibuuuu...huhu..mas Bram nih bu..huhuhu" tangis Aisyah di pundak Bram


Bram lalu mengangkat kembali Aisyah di gendongannya


"Mas Bram nya nakal nih buuuu..huhuhu.." rengek Aisyah seperti anak kecil


"Ssshh...udah jangan nangis...mas kedalam lagi nih..kamu kok cengeng banget sih Syaah?" kata Bram sambil berjalan ke dalam vila


"Dah yaaa..kamu jangan nangis lagi..orang tadi mas cuma bercanda doang kok.." kata Bram sambil tertawa


"Aaaaaaaah..." teriak Bram karena Aisyah yang kesal mengigit pundaknya


"Mas demen banget sih godain Aisyah..hiks" kesal Aisyah sambil menatap Bram yang tertawa dan mengelap air matanya yang mengalir di pipinya dengan punggung tangannya


"Mas demen ajah..ngelihat kamu nangis..hehehe"


Aisyah langsung cemberut melihat Bram tertawa puas setelah mengerjai dirinya


Bram lalu membawa Aisyah ke dalam dan sampailah Bram di depan tangga


"Kamu tidur di kamar bawah yaah..sama mas..mas berat kalo bawa kamu keatas.." ujar Bram


"Jangan mas..kamar atas ajah..kamar bawah kan punya bapak sama ibu.." jawab Aisyah


"Sekarang kan papah sama mamah nggak ada..kita pake ajah buat tidur.."


Bram yang masih menggendong Aisyah..lalu membuka pintu kamar dan membawa Aisyah ke ranjang dan meletakan Aisyah di bibir ranjang


"Dah..kamu tidur disini ajah.."


"Mas tidur dimana?" tanya Aisyah


"Yaa..dikamar atas laah..memangnya mas boleh tidur sama kamu?" tanya Bram sambil mengedipkan matanya


"Iiiih..mas mah maunya.." jawab Aisyah sambil rebahan di kasur dan menarik selimutnya


"Mas tungguin Aisyah yaaah...Aisyah takuut" pinta Aisyah sambil menahan tangan Bram yang mau beranjak


"Iyaaa..kamunya cepet tidur dooong...mas juga sudah ngantuk nih" jawab Bram sambil duduk di bibir ranjang


"Iyaaa..." kata Aisyah sambil memejamkan matanya


Bram tersenyum yang melihat tangan Aisyah masih menggengam tangannya dan menarik ke dalam pelukannya...sepertinya dia takut ditinggal sendiri


"Mass?..." panggil Aisyah yang masih memejamkan matanya


"Hmmmm" jawab Bram


"Nanti jangan bilang-bilang sama ibu yaah mas?..kalau kita tidur sekamar" pinta Aisyah


Bram tersenyum


"Iyaaa..tenang ajah..dah kamunya merem..sudah malem nih.." jawab Bram


Tak lama kemudian..Bram merasa pegangan Aisyah melemah dan terlepas dengan sendirinya..berarti Aisyah sudah terlelap tidur


Bram lalu bangkit dari bibir ranjang..dan membetulkan selimut Aisyah


"Galak-galak sih..tapi penakut!..mana cengeng!!" bisik Bram sambil menjawil hidung Aisyah dan mengecupnya perlahan


Bram lalu menuju ke lemari di samping ranjang..dia lalu mengeluarkan kasur gulung..dan dia gelar di depan ranjang tempat Aisyah tidur


Setelah mengambil bantal diranjang..Bram lalu merebahkan badanya di kasur gulungnya

__ADS_1


Bram menatap langit-langit kamar..dia tersenyum atas kejadian barusan..tak berapa lama..Bram pun memejamkan matanya


__ADS_2