Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
42.Kamar Baru


__ADS_3

Malam ini Bram berkesempatan mengajak Aisyah dan Dini menikmati suasana malam di jalan Malioboro


"Niki pinten bu? (Ini berapa bu?)" tanya Dini pada seorang ibu-ibu penjual cemilan khas Jogjakarta


"Niku kalehdoso ewu bu..(Itu duapuluh ribu bu..)" jawab ibu-ibu penjual


Bram kaget..begitu Dini ngomong bahasa Jawa


"Mbak Dini bisa bahasa Jawa?" tanya Bram


"Saget to Bram..kulo niki asline saking Solo (Bisa dong Bram..saya ini aslinya dari Solo)" jawab Dini yang menggunakan bahasa kromo inggil


Bram pun tertawa


"Tuh Syaah..mbak Dini ajah bisa ngomong Jawa..mosok kamu nggak bisa..hahahaha" ledek Bram


Aisyah langsung menekuk cemberut diledek oleh Bram


"Aisyah kan orang Sunda Bram..wajarlah kalo dia nggak bisa ngomong jawa" kata Dini sambil tersenyum


Aisyah menjulurkan lidahnya ke arah Bram..karena merasa dibela oleh Dini


"Mulai saiki..ngomonge nganggo boso Jowo ae yo mbak..Aisyah kan ora ngerti kalo dirasani..(Mulai sekarang..ngomongnya pake bahasa Jawa aja ya mbak..Aisyah kan nggak ngerti kalau di omongin)" ujar Bram sambil tersenyum


"Jangan Bram..kasihan..nanti Aisyah nggak ngerti lagi" kata mbak Dini


"Aaaaah!!" jerit Bram karena pinggangnya terkena cubitan Aisyah


Dini pun tertawa geli


"Mas ngomongin Aisyah yaaak?" sewot Aisyah


"Siapaaa?..kamu mah..bawaannya suudzon terus sama mas.." ujar Bram sambil meringis mengelus-elus pinggangnya


"Orang gimana nggak mau maraah..mas sering banget ngerjain Aisyah!!" sewot Aisyah sambil mencubiti seputaran pinggang Bram


Bram hanya tertawa sambil menghindar dari cubitan Aisyah


"Pokoknya..kalau mas Bram ngajakin ngomong Jawa..jangan mau mbak!!" ketus Aisyah


Dini hanya tertawa melihat kelakuan Bram dan Aisyah


Tiba-tiba..cubitan Aisyah berhenti..karena handphonenya berbunyi..Aisyah lalu melihat handphonenya ada nomer tanpa nama menghubunginya


"Hallo?..assalamuallaikum..iyaa..saya sendiri..ini siapa?..ooh..ada apa ya mbak?..oo..bisa..bisa..besok?..maaf mbak..saya sekarang lagi ada di Jogja..gimana kalau Senin?..baik mbak..mbak bisa kirim alamatnya..lewat WA aja mbak..iya..ke nomor ini..nggak mbak..saya punyanya WA aja..iya mbak"


Bram dan Dini duduk di lesehan untuk memesan gudeg..meninggalkan Aisyah yang sedang menerima telephon di depan mereka duduk lesehan


"Mohon maaf..mbak bisa dapat no saya dari mana?..Instagram?..ooo..iya..iya" ujar Aisyah sambil mengalihkan pandangannya ke Bram


"Baik mbak..saya tunggu ya mbak..baik..malam..waallaikumsallam.."


Setelah selesai..Aisyah bergabung dengan Dini dan Bram


"Mas..Aisyah pinjem hp mas dong"


"Mau ngapain?" ujar Bram sambil menyerahkan handphonenya kepada Aisyah


Aisyah lalu mulai membuka Instagram pribadi Bram


"Ada apa Syaah?..tadi siapa yang nelpon?" tanya Dini


"Itu mbak..tadi ada yang minta dibikinin gaun pengantin sama Aisyah..katanya dia ngeliat koleksi Aisyah di Instagram.. sedangkan..Aisyah nggak punya akun Instagram mbak.." kata Aisyah sambil melihat pencarian di story Instagram


Bram tersenyum..sambil menyalakan rokoknya


"Ketik.."Aisyah Dress".." kata Bram


Aisyah menoleh ke Bram


"Huuh?..apaan mas?" tanya Aisyah heran


"Udaaah..ketik ajah Aisyah Dress..itu Instagram kamu"


Aisyah terhenyak kaget..karena tanpa dia sadari..dia mempunyai akun Instagram sendiri..dia lihat semua koleksi-koleksi gaun kebaya dan gaun pengantin menghiasi halaman Instagramnya..termasuk baju Bali kepunyaan Gabi..yang diposting minggu lalu


"Ini siapa yang bikin mas?..mas Bram?" tanya Aisyah


Bram menganggukan kepalanya sambil memanggil mbak-mbak penjual gudeg


"IG kamu apa Syaah?..biar mbak follow.." tanya Dini


Aisyah menyerahkan handphone Bram pada Dini


"Iya mas..?" tanya mbak penjual gudeg


"Saya pesan gudeg 3 ya mbak..spesial" jawab Bram


"Iya mas..ditunggu yaah"


"Waaah..kebaya-kebaya kamu cakep-cakep tau Syaah?" ujar Dini yang melihat beranda Instagram Aisyah


"Kok..kamu nggak ngomong sih?..kalau kamu bisa bikin kebaya?" sambung Dini


"Aisyah cuma hoby ajah mbak" ujar Aisyah


"Koleksi Aisyah cakep-cakep tahu mbak..dianya ajah yang nggak mau promosiin di sosmed" kata Bram


Aisyah melihat ke Bram


"Mas bikinnya kapan?"


"Kemarin..waktu kamu baru pulang dari Singapura"


"Mbak pesen bisa nggak?" tanya Dini


"Bisa mbak.." jawab Aisyah sambil tersenyum


"Ya udah..nanti kalau sudah di Jakarta..mbak hubungi kamu yaah?" kata Dini yang masih memperhatikan Instagram Aisyah..sesekali melihat ke arahnya


Tak lama kemudian..gudeg pesenan Bram sudah tersedia di meja kecil


Mereka lalu menyantap gudeg tersebut


"Mas..besok kita pulang bareng bapak kan?" tanya Aisyah


"Terserah kamu..memangnya kenapa?"


"Nggak..Aisyah mau buru-buru sampe di Jakarta..soalnya Nita ngajarnya sendirian..kasihan mas..nggak ada yang nemenin"


"Ya udah..besok kita bareng sama papah baliknya" kata Bram sambil menyuap gudegnya


Setelah puas berkeliling di Malioboro..mereka beranjak pulang ke rumah Eyang


Sepanjang perjalanan..Aisyah asyik mengobrol dengan Dini tentang masalah teleconference kemarin


Tiba-tiba..handphone Dini berdering


"Halo mas..mas sudah sampai?..sebentar ya mas..aku lagi on the way ke rumah Eyang..sama Bram dan Aisyah..ya mas..daaa"


"Siapa mbak?" tanya Bram


"Suami mbak Bram..dia sudah sampai dirumah Eyang..mau jemput mbak"


"Mbak mau pulang malam ini?" tanya Aisyah


"Enggak..mbak mau ke rumah mertua mbak dulu..nginep 2 hari..baru itu balik ke Jakarta" jawab Dini


"Rumah mertua mbak dimana?" tanya Aisyah lagi


"Di Magelang Syaah.."


"Suami mbak orang jawa juga?" tanya Bram


"Iya Bram..kenapa?" tanya Dini heran


"Yeeeey..berarti orang Jawa nambah satu lagi..hehehe..ada yang melongo nanti mbak..hahahaha...aduuuh!!" teriak Bram karena lengannya dipukul oleh Aisyah


"Nanti suaminya mbak dibilangin yaa mbak..kalau ngomong jangan pake bahasa Jawa.." pinta Aisyah pada Dini


"Laaah..kamu gimana siih?..mosok orang Jawa nggak boleh ngomong pake bahasa Jawa?" tanya Bram


"Hiiiih!!!" sewot Aisyah sambil memukul kembali lengan Bram


"Aisyah kan nggak ngerti mas!!" sewot Aisyah


Dini hanya tertawa geli melihat Bram dan Aisyah yang saling bertengkar


_______________________


Tak lama kemudian..mobil Kijang Innova kepunyaan Eyang tiba di rumah Eyang


Bram melihat ada seorang laki-laki kisaran berumur 30an tahun tengah berbicara dengan kedua orangtuanya dan Eyang putri di teras depan


Begitu sampai..Dini segera bergegas menghampiri suaminya


"Malem pak..bu..Eyang.." sapa Dini


"Kamu mau pulang malam ini Din?" tanya pak Agung


"Nggak pak..saya mau nginep di rumah orang tuanya mas Teguh dulu..baru itu balik ke Jakarta..eh iya Bram..Aisyah..kenalin nih..suami mbak..mas..ini Bram anaknya pak Agung..sama Aisyah..calon istrinya" kata Dini sambil memperkenalkan suaminya pada Bram dan Aisyah


Teguh menjabat tangan Bram dan Aisyah sambil memperkenalkan diri


Dini lalu mohon diri untuk mengambil kopernya di paviliun yang ditemani oleh Aisyah


"Mas Bram kerja dimana?" tanya Teguh


"Lagi nganggur mas..." jawab Bram sambil tersenyum


Bram melihat Ningrum tiba-tiba muncul di halaman rumah Eyangnya..tapi Ningrum memfokuskan pandangannya ke arah gapura


"Lhoo..bukannya kerja di tempat bapak aja mas?" kata Teguh sambil tersenyum


"Dianya nggak mau dik Teguh..katanya malu..mentang-mentang punya papahnya..dia main masuk ke kantor ajah"


Mereka pun tertawa bersama-sama


"Saya lagi mau usaha sendiri mas.." ujar Bram


"Waah..bagus itu..nggak manfaatin bapak ya mas Bram" kata Teguh sambil tersenyum


Tak lama..muncul Dini yang menggotong kopernya


"Ayo mas..keburu kemaleman di jalan.." ajak Dini


"Lho..buru-buru Din?" tanya bu Yuli


"Iya bu..takut kemaleman di jalan" kata Dini sambi cipika cipiki dengan bu Yuli


Lalu Dini dan Teguh pamit pada semua yang ada di teras rumah Eyang


Kemudian mereka menuju ke mobil Teguh yang terparkir di halaman rumah Eyang


Bram lalu melambaikan tangannya kepada Dini yang ada didalam mobil..berbarengan Ningrum melayang mengikuti mobilnya Teguh..sampai mobil itu menghilang keluar melalui gapura


"Ningrum ngapain ngikutin mobilnya mas Teguh sih?" tanya Bram dalam hatinya


"Nduuk..ikut Eyang yuk sebentar" ajak Eyang putri pada Aisyah


"Baik Eyang"


Lalu Aisyah menggandeng Eyang putri ke dalam kamarnya


Kedua orangtua Bram juga beranjak memasuki kamarnya..tinggalah Bram seorang diri di teras..setelah menghabiskan rokoknya..Bram juga beranjak ke kamar depan..sesampainya disana dia langsung merebahkan badannya di ranjang. Badannya terasa capek sekali..karena seharian ini ia mengantar Dini berkeliling Jogja bersama Aisyah


Baru juga Bram memejamkan matanya..ada suara ketukan di pintu kamarnya


"Mass?..mas Bram?"


"Hmmmm..masuk ajah..nggak dikunci" jawab Bram yang masih memejamkan matanya


Ternyata Aisyah yang mengetuk pintu


Setelah didalam kamar..Aisyah segera menghampiri ranjang yang ditempati oleh Bram


"Mass..mas mau tidur disini?" tanya Aisyah sambil duduk di bibir ranjang


Karena Bram tidak merespon pertanyaannya..Aisyah mengguncang-guncang badan Bram yang memunggunginya


"Masss!!..Aisyah nanti tidur sama siapa?" kata Aisyah sambil terus menggoyang-goyangkan badan Bram


"Hiiiih!!" Aisyah yang kesal memukul bahu Bram


"Mas Brammm!!!" sewot Aisyah


"Napa siiih?..ganggu orang tidur ajah!!" ketus Bram yang membuka matanya dan melongok ke Aisyah


"Mas mau tidur disini?"


"Iyaa" jawab Bram


"Terus..nanti Aisyah tidur sama siapa?"


"Sama siapa kek.." jawab Bram sambil memeluk gulingnya dan membelakangi Aisyah kembali


"Aaaaah...mas mah..masss!!" rajuk Aisyah sambil mengguncang-guncang bahu Bram


Tiba-tiba Bram bangun


"Mas marah sama kamu!!" ledek Bram sambil membuang mukanya


Aisyah kaget melihat Bram yang memasang ekspresi muka alaynya..lalu dia tertawa terbahak-bahak


"Cieee..ceritanya mas balas dendam sama Aisyah nih?" goda Aisyah


"Huuhh!!.." ketus Bram sambil rebah kembali


"Iih..mas mah..dendaman" ledek Aisyah sambil mencolek pinggang Bram..Bram pun melejit geli


"Geli Yaang.." kata Bram sambil menggeser badannya..tapi Aisyah terus saja mencolek pinggangnya


"Ayuuk..mas masih marah nggak?..kalau masih marah..Aisyah colek terus nih.."

__ADS_1


"Iyaa..iyaaaa..." kata Bram sambil bangun


"Mas udah nggak marah!!" sewot Bram


"Kalau nggak marah..kok nadanya begitu?" ketus Aisyah


"Iyaaaa..." kata Bram sambil memasang senyumannya


"Mas udah nggak marah nih sayaaang.."


Aisyah masih menekuk mukanya


"Kamu mau tidur dimana?" tanya Bram


"Disini!!" jawab Aisyah


"Mana muat?..disinikan tempat tidurnya kecil gini..ke paviliun ajah yuuk?"


"Nggak mau!!..Aisyah maunya disini..di paviliun serem tempatnya.."


"Laaah..terus..mas tidur dimana?"


"Dibawah..pake tiker" jawab Aisyah


Bram lalu bangkit sambil bersungut-sungut kesal..dia lalu menggelar tiker dilantai


Setelah memakai jaket dan capucongnya..Bram segera merebahkan di atas tiker dan memunggungi Aisyah yang masih duduk diatas ranjang. Aisyah pun tersenyum geli


"Mas..nggak mau pake bantal?" tanya Aisyah


Bram segera bangun dan mengambil bantal tanpa melihat ke Aisyah..dia lalu kembali tidur


Aisyah tertawa geli..melihat Bram yang kesal terhadap dirinya


Setelah melepaskan pasminanya..Aisyah lalu merebahkan badannya di ranjang sambil dia tarik selimut untuk menyelimuti dirinya


Aisyah lalu melongok ke bawah..tempat Bram tidur


"Masss..emangnya dibawah nggak dingin?" tanya Aisyah sambil tersenyum


Bram spontan menoleh kearah Aisyah..dia terkejut karena Aisyah tidak menggunakan hijabnya


"Sini tidur sama Aisyah mas.." ajak Aisyah sambil menepuk-nepuk kasur di depannya


Dengan girang..Bram lantas bangun dan merebahkan badannya di samping Aisyah


"Kamu sengaja ngerjain mas ya Yaang?" tanya Bram sambil menjawil hidung Aisyah


"Iyaa!!..memangnya mas doang yang bisa..ngerjain orang?"


Bram lalu membelai rambut Aisyah yang tidak menggunakan hijab sambil dia tatap mata Aisyah lekat-lekat..Aisyah pun membalas membelai pipi Bram


"Kamu besok-besok kalau dirumah kayak begini yaak.." pinta Bram


"Kayak gini gimana mas?" tanya Aisyah


"Jangan pake jilbab..kamu seksi kalau nggak pake jilbab.."


"Dosa mas..wanita muslim harus menutup auratnya.."


"Iya..tapi kalau di rumah..kamu lepas yaah..kalau diluar terserah kamu..mas seneng ngelihat kamu kalau nggak pake jilbab.." kata Bram sambil membelai rambut Aisyah


Aisyah pun menganggukan kepalanya


"Masss.." panggil Aisyah


"Apa sayaaang?" jawab Bram


"Mas janji ke Aisyah yaak.."


"Janji apa?"


"Mas janji..mas nggak ngelakuin..eee..ngelakuin"


"Ngelakuin apa?" potong Bram sambil tersenyum


"Ngelakuin..itu..tuh.." kata Aisyah sambil memberikan kode tanda kutip dengan jarinya


"Oooooh..yang kayak gitu?" ujar Bram yang juga memberikan kode tanda kutip


"Iyaaa..mas jangan..eh..maksud Aisyah..kita jangan ngelakuin itu dulu yaak..sebelum kita resmi jadi suami istri..ya mass.." pinta Aisyah


"Iyaa..mas janji.."


"Benerrrr?...mas nggak bohong kan?"


"Suwerrrr...mas janji!!" kata Bram sambil memberikan kode V dengan jarinya


Aisyah pun tersenyum


"Tapiiii..kalau nyium boleh dooong??"


Tanpa menunggu ijin dari Aisyah..Bram langsung memagut bibir Aisyah..Aisyah pun kaget..mendapati bibirnya dipagut oleh Bram


Dia pukul-pukul bahu Bram..agar melepaskan ciuman dibibirnya..tapi..lama-lama..pukulan itu melemah dan berhenti dengan sendirinya..tak kala lidah Bram berhasil masuk kedalam rongga mulut Aisyah..dan membelit lidah Aisyah dengan lidahnya


Aisyah melotot menatap mata Bram..hingga matanya menatap sayu kearah Bram


Hingga tanpa sadar..dia ikuti irama tarian lidah Bram di dalam mulutnya


Aisyah seperti dibawa terbang tinggi oleh Bram..hingga Bram melepaskan kulumannya dan menatap Aisyah denga tatapan nanarnya


Nafas mereka berdua saling beradu dan memburu


"Ternyata..pake lidah enak ya Yaang??" tanya Bram


Belum sempat Aisyah menjawab..Bram kembali memagut bibir Aisyah dan kembali..lidahnya menari-nari di rongga mulut Aisyah


Rambut Bram sudah tak beraturan diacak-acak oleh Aisyah..yang sudah terbawa buaian ciuman Bram


Dan..Bram pun melepaskan kulumannya..dengan nafas yang memburu..dia tatap mata Aisyah yang sayu..seperti mengharap berlanjut ke fase selanjutnya


"Sudah yaaah...stooop..jangan diterusin lagi" ujar Bram sambil jari telunjuknya menyentuh ujung hidung Aisyah


Aisyah yang mukanya merah merona..langsung menyembunyikan mukanya di dada Bram sambil berteriak kecil


Bram pun tertawa sambil mencium rambut Aisyah


"Kita kan udah janji tadi.." ujar Bram disela-sela tawanya


"Mas siiih..Aisyah jadi malu kaaan!!" rajuk Aisyah yang masih menyembunyikan wajahnya di dada Bram


"Ya udah..kita bobok yuuk..udah malam.."


Bram lalu merebahkan badannya..dan menaruh kepala Aisyah di pelukannya


Bram mengatur posisi agar dirinya dan Aisyah nyaman tidur di ranjang ukuran single


"Met bobok mas.." ujar Aisyah sambil memeluk Bram dengan eratnya


"Ya sayaaang..met bobok juga..mimpi yang indah yaaah.."


Aisyah menganggukan kepalanya..dan menaruh kepalanya kembali di pundak Bram


"Jantung mas detaknya kenceng lagi nih.." ujar Aisyah pelan di pelukan Bram


"Iya..nggak apa-apa..dah merem..besok pagi kita jalan-jalan nyari sarapan" kata Bram sambil membelai rambut Aisyah


Aisyah tidak menjawab..hanya mempererat pelukannya di dada Bram


"Mass.." panggil Aisyah


"Hmmm..apa sayang?" jawab Bram


"Tadi..Aisyah sempet ngerasain perasaan aneh mas..perasaan yang belum pernah Aisyah rasain.." ujar Aisyah sambil memainkan kancing jaket Bram


"Perasaan apa?"


"Dada sama perut Aisyah terasa geli mas..sama jantung Aisyah detaknya kenceng bener..kayak mas barusan..yang namanya horny..kayak gitu ya mas?" tanya Aisyah polos sambil menatap Bram


Bram tertawa kecil dan menjawil hidung Aisyah


"Kamu belom pernah ngerasain yaah?" tanya Bram tersenyum geli


"Belom mas..ciuman bibir ajah..baru sama mas doang.." ujar Aisyah


"Mangkanya mas suruh kamu stop kan?..takut kita khilaf Yaang" ucap Bram


"Terima kasih ya mas..udah ngingetin Aisyah"


"Iyaa..ya udah..merem..kita tidur"


Aisyah lalu memeluk Bram sambil meletakan kepalanya di pundak Bram


___________________________


Pagi itu di dalam kamar paviliun..Aisyah dan Bram memberesi tas ransel mereka masing-masing


Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal..mereka lalu beranjak menuju ke teras rumah utama


Disana sudah menunggu pak Agung dan bu Yuli beserta kedua Eyang Bram..mereka berdua lalu memasukan ransel mereka ke dalam mobil Hiace yang dibantu oleh Tarjo


"Kopermu jangan ketinggalan nih nduuk" kata Eyang putri sambil memberikan koper kecil kepada Aisyah


"Iya Eyang.." jawab Aisyah sambil menerima koper kecil dari tangan Eyang dan memasukan ke dalam mobil


"Eyang ikut ke bandara?" tanya Bram


Eyang putri menganggukan kepalanya


Sebelum berangkat Bram dan Aisyah pamit pada semua emban yang bekerja dirumah Eyang


"Jangan kapok ya mbak.." ujar Tarmi sambil menjabat tangan Aisyah


"Iya mbak..terima kasih ya..sudah dibantuin selama saya disini"


Tak lama kemudian..Hiace putih meninggalkan halaman rumah Eyang untuk menuju ke Airport Adi Sucipto


Tidak membutuhkan waktu yang lama..sampailah mereka di bandara Adi Sucipto


"Eyang..Aisyah pamit yaah.." kata Aisyah sambil mencium tangan Eyang kakung


"Iya nduuk..kapan-kapan kesini lagi yaah?" ujar Eyang kakung


"Iya Eyang..Eyang putri..Aisyah pamit" pamit Aisyah pada Eyang putri sambil mencium tangan Eyang putri


"Iya nduuk.." jawab Eyang putri sambil memeluk Aisyah dan mencium kedua pipi Aisyah


"Jangan kapok yaah?..nginep di rumah Eyang" kata Eyang putri


"Enggak Eyang..Aisyah seneng nginep dirumah Eyang..kapan-kapan..Aisyah kesini lagi sama mas Bram" ujar Aisyah sambil tersenyum


Diiringi lambaian tangan Eyang putri dan Eyang kakung..mereka berempat memasuki ke dalam terminal keberangkatan Airport Adi Sucipto


__________________________


Terlihat BMW hitam kepunyaan Aisyah keluar dari area terminal 3 bandara SukarnoHatta


Pak Agung dan bu Yuli ikut didalam mobil yang dikendarai oleh Bram


"Kita cari makan dulu Bram" pinta pak Agung


"Papah mau makan dimana?..PIK?"


"Ya udah..sekalian pulang"


Bram lalu mengarahkan mobilnya ke arah pintu keluar PIK


Dan mereka memasuki sebuah restoran Jepang..setibanya disana


"Teh..pak Burhan nelpon bapak kemarin..kamu bisanya kapan untuk audit di kantornya?" tanya pak Agung


"Minggu depan deh pak..soalnya besok senen..Aisyah ada janji ketemu sama orang" jawab Aisyah


"Oooh..gitu..ya sudah..nanti bapak ngomong sama pak Burhan"


"Kantornya dimana sih pak?" tanya Aisyah


"Di SCBD juga..cuman pak Burhan kantornya di Energy Building"


"Yang deket Grand Lucky kan pak?"


"Iya.." jawab pak Agung singkat


Setelah selesai makan siang..mereka lalu kembali meluncur di jalan tol JORR untuk menuju ke Pondok Indah


"Teh.." panggil bu Yuli


"Iya bu" jawab Aisyah sambil menengok kebelakang


"Mulai sekarang kamar kamu ibu pindahin yaah..ke kamar atas..depannya kamar mas Bram"


Aisyah tertegun kaget


"Kok pindah bu..bukannya kamar Aisyah dibawah..sebelahan sama kamarnya bi Surti?" tanya Aisyah


"Nggak..kamar kamu sekarang diatas..kamar atas itu khusus buat kamu dari dulu..barang-barang kamu sudah ibu pindahin ke kamar atas yaah?..tinggalan baju-baju kamu sama barang-barang kamu yang ada dilemari yang belum dipindahin"


"Baik bu.." ujar Aisyah sambil kembali menghadap ke depan


"Kamu jangan macem-macem ya Bram..mentang-mentang kamar Aisyah sekarang pindah ke depan kamar kamu" ancam bu Yuli


"Iya maaaah...mamah percaya sama Bram deeh.." kata Bram sambil tersenyum melihat ke arah mamahnya melalui spion tengah


"Bram kira..kamar atas buat gudang maah..soalnya kosong terus"


"Nggak..kamar itu khusus buat Aisyah Bram..dianya ajah yang nggak mau nempatin"


"Kenapa memangnya Yaang?" tanya Bram


Aisyah hanya diam sambil menoleh kearah samping jendela


"Aisyah nggak pantes mas..Aisyah kan cuman numpang" jawab Aisyah pelan

__ADS_1


"Siapa yang ngomong kayak gitu teh?" potong bu Yuli


"Kan sudah ibu bilang berkali-kali..kamu itu bukan numpang dirumah ibu..kamu itu calon istrinya mas Bram.."


"Iya bu.."


"Pokoknya kalau ada yang ngomong kayak gitu lagi..bilang sama ibu..ya teh?"


"Baik bu"


"Kamu hati-hati lho Yaang.." ujar Bram


"Kenapa memangnya mas?" tanya Aisyah


"Soalnya..kalau kamar kelamaan kosong..biasanya ada setannya!!..hiiiiii" ujar Bram sambil memberikan mimik wajah ketakutan


"Aaaaah...mas Bram nih bu!!" rajuk Aisyah sambil memukul pundak Bram


Bram teriak..karena kupingnya sudah dijewer oleh mamahnya


"Kamu jangan nakut-nakutin Aisyah Bram!!" sewot bu Yuli


"Iyaaa maaah...aaah..Bram lagi bawa mobil nih maaaah.."


Aisyah pun tertawa melihat Bram teriak kesakitan..begitu pula dengan pak Agung


Sesampainya dirumah..Aisyah segera menuju ke kamarnya..dia lihat barang-barangnya sudah tidak ada ditempatnya dan ranjangnya telah dibongkar..dia lalu membuka lemari bajunya..dia lalu mengeluarkan baju-bajunya untuk dia pindahkan ke kamar atas


"Mau mas bantuin nggak?" tanya Bram begitu tiba di depan pintu kamar Aisyah


Aisyah pun menoleh ke arah Bram


"Boleh deh mas" jawab Aisyah sambil meletakan baju-bajunya di atas meja samping lemari


Bram lalu membuka pintu lemari yang satunya lagi..Bram terkejut sambil tersenyum simpul..ternyata lemari itu isinya daleman kepunyaan Aisyah


Dia ambil salah satu Bra kepunyaan Aisyah


Aisyah yang melihat Bram membuka pintu lemari dan telah memegang Bra nya..tersentak kaget


"Mas jangan buka yang itu!!" kaget Aisyah sambil mengambil Bra dari tangan Bram dan menutup pintu lemarinya kembali


Bram hanya tertawa geli..dia melihat Aisyah menghalangi pintu lemarinya dengan badannya


Dia melihat muka Aisyah bersemu merah


"42B..gede bener? tebakan mas salah dong Yaang?" kata Bram sambil mengedipkan sebelah matanya


Bram berteriak..karena tangan Aisyah telah mencubit pinggangnya


"Mas mesummm!!!" kesal Aisyah


"Sabar Braaamm..sekarang liat sarangnya dulu..nanti lu juga dapet isinya" ujar Bram pada dirinya sendiri sambil mengambil tumpukan baju Aisyah di atas meja


"Mas ngomong apa??" sewot Aisyah sambil mencolek pinggang Bram..Bram pun melejit kegelian


"Eh!!..geli Yaang!!" kata Bram sambil menghindari tangan Aisyah yang masih mengincar pinggangnya


Aisyah terus memburu Bram yang berlari keluar dari kamarnya


"Iyaa..iyaa..mas minta ampun" kata Bram yang terpojok di bawah tangga


Aisyah yang semula cemberut..akhirnya menyunggingkan senyumannya


Bram lalu menuju ke arah kamarnya yang diikuti oleh Aisyah di belakangnya


Bram lalu membuka pintu kamar yang bersebrangan dengan kamarnya


Aisyah tertegun kaget..begitu melihat suasana kamar barunya..besar dan tertata rapih..ukuran kamarnya sama dengan ukuran kamar Bram


Bram lalu meletakan baju Aisyah di ranjangnya yang baru..Aisyah melihat foto-fotonya waktu di wisuda kemarin sudah terpasang didinding


Bram tersenyum melihat Aisyah yang masih rikuh dengan kamar barunya


"Gimana Yaang?..kamu suka kan?..kamar kamu gedenya sama kayak kamar mas.."


"Iya mas..tapi ini gede banget.." ujar Aisyah sambil duduk di kursi meja rias


Bram lalu menghampiri Aisyah dan duduk di ranjang bersebelahan dengan tempat Aisyah duduk


"Nggak apa-apa..mamah nggak mau calon menantunya tidur di kamar yang sempit" kata Bram sambil memegang kedua tangan Aisyah dan mengecupnya perlahan


Bram merasakan handphonenya bergetar..dia lihat Tyo memanggilnya


"Halo Yo?..apaah?..Tina dah lahiran?..yeeeyy..selamat ya bapak..cowok apa cewek?..alkhamdulillaah..selamat ya Yo..lu dimana sekarang?..rumah sakit Premier Bintaro..iya..gua kesana sekarang..Aisyah?" tanya Bram sambil melihat ke arah Aisyah yang duduk di depannya


"Ii..iya..nanti gua kesananya sama dia..eeh..kamar no berapa?..182..okeh.."


Bram menaruh handphonenya di meja rias


"Mbak Tina lahiran mas?" tanya Aisyah


"Iya..anaknya cowok..kita kesana yuuk..nengokin bayi..tadi Tyo bilang..kalo Tina pesen kalau kamu disuruh dateng sama mas.."


"Ayuk mas..Aisyah ganti baju dulu yaah.."


Bram lalu keluar dari dalam kamar Aisyah untuk menuju ke kamarnya


Tak berapa lama..mereka berdua tengah berjalan menuruni tangga


"Maaah..Bram sama Aisyah pergi dulu yaah.." pamit Bram sambil mencium tangan mamahnya..yang diikuti oleh Aisyah


"Kalian mau kemana?" tanya bu Yuli


"Bram sama Aisyah mau nengokin bayi mah..Tina sudah ngelahirin" jawab Bram


"Tina?..istrinya Setyo?..anaknya pak Matno?" tanya bu Yuli lagi


"Iya mah?"


"Ngelahirinnya dimana Bram?"


"Di Rumah Sakit Premier Bintaro mah"


"Ya sudah..nanti mamah nyusul kesana sama papah..eh..kamarnya nomor berapa Bram?"


"182 mah" jawab Bram


Setelah pamitan dengan bu Yuli..Bram dan Aisyah segera menuju ke garasi..dan tak lama kemudian..mobil Mercedez Bram sudah meninggalkan rumah menuju ke Bintaro


Sebelumnya mereka mampir terlebih dahulu ke Mother Care Store yang ada di Pondok Indah untuk membeli perlengkapan keperluan bayi untuk di berikan kepada Tyo


"Kalau itu nanti aja kali Yaang..kalau Tina dah dirumah..repot bawanya" kata Bram yang melihat Aisyah melihat-lihat Baby Stroler


"Iya mas.." kata Aisyah


Bram menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya


Setelah itu..mereka kembali ke mobil dan segera meluncur ke Bintaro


Di lorong rumah sakit..Bram melihat-lihat setiap nomor pintu ruang rawat..untuk mencari nomor kamar Tyo dan Tina


Bram membuka pintu kamar no 182


"Assallamuallaikum.." sapa Bram


"Waalaikumsallam.." jawab Tyo yang sedang duduk di sofa


"Hai Bram..masuk"


"Selamat ya men..sekarang lu dah jadi bapak.." kata Bram sambil memeluk Tyo


"Iya men..thankyou yaak.."


"Mass..selamat yaah.." kata Aisyah ke Tyo


"Eh..iya Syaah..terima kasih"


Bram dan Aisyah beranjak ke samping ranjang yang ditempati oleh Tina


"Tin..selamat yaah.."


"Iya Bram..terima kasih"


"Mbaak..selamat yaah.." kata Aisyah sambil cipika cipiki dengan Tina


"Iya Syaah..terima kasih"


Aisyah memberikan bingkisan yang baru dia beli ke pangkuan Tina


"Eh..apa ini Syaah?" tanya Tina


"Buat dedek bayi mbaak.."


"Kamu kok repot-repot siih.." jawab Tina


"Tadi Aisyah pengen bawain baby stroler Tin..gua bilang nanti ajah kalau dedek bayinya dah dirumah" kata Bram


"Ya Alloh..kamu ya Syaah..sampai ngerepotin kamu yaah?" kata Tina sambil tersenyum haru dan menggenggam tangan Aisyah


"Nggak apa-apa mbak" jawab Aisyah


Bram lalu duduk di sofa bersama Tyo


"Nyokap gua kirim salam..nanti dia kesini sama bokap gua.." kata Bram


"Iya Bram..terima kasih..diminum Bram..Syaah.." kata Tyo menawarkan air mineral


"Kalian kapan nyusul nih?" tanya Tina pada Aisyah yang berdiri di sampingnya


Aisyah hanya tersipu malu mendengar pertanyaan Tina


"Buruan lho Bram..lu nggak kasihan sama Aisyah yaah?" goda Tina


"Apaan sih lu Tin?" jawab Bram sambil tersenyum


"Kamu dah ketemu sama mamahnya Bram Syaah?" tanya Tina


Aisyah tersentak kaget..dia melirik ke Bram agar membantu menjawab pertanyaan Tina


"Eeh..su..sudah mbak.." jawab Aisyah


"Gimana?..kamu dinterogasi kan sama mamahnya Bram?" tanya Tina


Aisyah menganggukan kepalanya


"Iya mbak..untung ajah ada mas Bram yang nemenin Aisyah waktu ketemu sama i..mamahnya mas Bram" jawab Aisyah


Bram ingin tertawa berguling-guling yang melihat Aisyah berakting di depan kedua temannya


"Lu juga dah ketemu dong men?..sama orangtuanya Aisyah?" tanya Tyo


Bram sejenak terdiam..dia melirik ke arah Aisyah


"Orangtuanya Aisyah dah nggak ada men.." jawab Bram


"Ooh...sorry ya Syaah..gua nggak tahu.." kata Tyo


"Iya mas..nggak apa-apa" kata Aisyah sambil tersenyum


"Kamu sekarang tinggal sama siapa?" tanya Tina


"Eeh..sama saudara saya mbak" jawab Aisyah


Tyo mengajak Bram dan Aisyah untuk melihat bayinya yang berada di ruang perawatan bayi


Seorang suster membawakan seorang bayi yang mungil ke hadapan mereka bertiga yang melihat dari luar ruangan perawatan bayi


"Aaaaaaah...lucu banget masss.." ucap Aisyah yang melihat bayi Tyo di gendongan suster


Bram tersenyum melihat Aisyah yang girang dan senang melihat bayinya Tyo


"Mangkanya..buruan Syaah..suruh Bram ngelamar kamu.." goda Tyo


"Setan luh!!" ucap Bram sambil meninju bahu Tyo


Setelah pamit dengan Tyo..mereka berdua berjalan menuju ke mobil Bram


"Kamu mau jalan apa pulang Yaang?" tanya Bram


"Pulang ajah mas..Aisyah ngantuk" jawab Aisyah


Mobil Mercedez Bram memasuki garasi..Bram dan Aisyah langsung menuju ke kamarnya


"Mas.." panggil Aisyah


Bram menoleh ke arah Aisyah


"Apa?" jawab Bram


"Eeh..ee..Aisyah..takut mas..kalau tidur sendirian di kamar " ujar Aisyah sambil memainkan jari-jari kedua tangannya


"Terus?..kamu mau ngapain?" tanya Bram


"Aisyah tidur sama mas yaah?" pinta Aisyah


Bram tertegun kaget..dia hela nafasnya sambil tersenyum lebar


"Ayuuk.." kata Bram sambil membuka lebar-lebar pintu kamarnya


Aisyah langsung masuk kedalam kamar Bram..dan dia menunggu Bram yang menutup pintu kamarnya


"Kamu naik duluan..nanti mas nyusul..mas mau bersih-bersih dulu.." kata Bram sambil menuju ke dalam kamar mandi


Aisyah lalu naik ke ranjang dia selimuti kakinya..dia lalu bersender menunggu Bram yang lagi dikamar mandi


Tak lama kemudian keluarlah Bram dari dalam kamar mandi..dia tersenyum..karena dia lihat Aisyah sudah terlelap di balik selimutnya


Bram lalu mengganti bajunya dengan kaos oblong kesukaannya..setelah itu di beranjak ke samping ranjang tempat Aisyah tidur..dia lalu berjongkok untuk melihat Aisyah yang sedang tertidur pulas


"Ya Alloh..Kau ciptakan wanita ini begitu sempurna ya Alloh.." kata Bram sambil membelai hidung Aisyah secara perlahan


"Kamu kok sekarang kolokan gini sih Yaang?..kalau begini caranya..mas bisa-bisa kelepasan nanti.." ujar Bram sambil tersenyum dan mengecup bibir Aisyah dengan lembut

__ADS_1


Setelah membetulkan selimutnya Aisyah..Bram lalu beranjak ke sofa..dan dia rebahkan badannya disana


__ADS_2