
Di kawasan Pasar Baru..Bram dan Aisyah tengah berkeliling guna mencari bahan untuk gaun pengantin pesanan bu Johan
Setelah berputar putar..Aisyah sepertinya sudah mendapatkan barang barang yang dicarinya.
Kemudian mereka berdua kembali ke mobil untuk menaruh belanjaan Aisyah yang cukup banyak.
Setelah memasukan belanjaan ke dalam mobil..Aisyah melihat penjual Kerak Telor yang mangkal di pinggir jalan
"Mas...kita coba makan itu yuuuk?" ajak Aisyah
Bram menoleh kearah yang ditunjuk oleh Aisyah
"Itu tukang apaan Syaah?"
"Kerak Telor mas..mas belom pernah nyoba kan?" tanya Aisyah
Bram hanya menggelengkan kepalanya
"Ayuuk mas.." ajak Aisyah yang tanpa dia sadari tangannya menggandeng tangan Bram untuk menyebrang ke arah penjual Kerak Telor
Bram pun mengikuti Aisyah yang menggandeng tangannya
Tiba-tiba..pandangan Bram terasa buram..dia melihat Aisyah yang menggandengnya saat ini berubah menjadi gadis kecil yang menggandeng dirinya yang juga berubah menjadi anak kecil yang berlarian di alam pedesaan yang asri pada siang hari sambil tertawa riang
Bram tidak bisa melihat wajah gadis itu..karena gadis kecil itu menggandeng Bram tanpa menoleh ke arah dirinya
Bram..menggelengkan kepalanya..dia seperti diperlihatkan flashback masa kecilnya
Aisyah yang melihatnya menjadi heran
"Mas?..mas kenapa?" tanya Aisyah begitu mereka sampai di seberang
Bram hanya diam..sambil memegangi kepalanya
"Masss...mas kenapa?" cemas Aisyah
"Nggak tau nih Syaaah..tau-tau..kepala mas kerasa berat.." jawab Bram yang masih memegang kepalanya
"Ya Alloh...ya udah..kita pulang aja yuk mas.."
"Nggak..mas sudah nggak apa-apa kok Syaah..."
"Kalo mas masih terasa sakit..mendingan kita pulang aja yuk.." ajak Aisyah yang wajahnya begitu cemas
"Udah Syaah..kepala mas sudah normal lagi..sudah nggak kerasa berat lagi"
"Beneeeran?..mas udah baikan..?" tanya Aisyah memastikan
"Iya Syaah.." kata Bram sambil tersenyum kepada Aisyah
Aisyah bernafas lega..begitu mendengar Bram sudah merasa baikan
"Ya sudah..Aisyah pesen Kerak Telor dulu yaah mas.."
Bram pun mengangguk
Aisyah lalu menuju ke tukang Kerak Telor
"Kerak Telornya satu ya pak" pesan Aisyah begitu sampai di depan penjual Kerak Telor
"Siap neng.." jawab pak penjual Kerak Telor
Aisyah lalu berjongkok di sebelah bapak penjual sambil memperhatikanĀ proses pembuatan Kerak Telor
Bram yang berdiri lalu menyalakan rokoknya dan melihat lihat suasana Pasar Baru di malam hari yang ramai akan pedagang kuliner
Dia berpikir heran..tentang kejadian
barusan..yang sepertinya dia diperlihatkan flashback waktu kecilnya
"Gadis kecil yang gandeng gua siapa yaah?"
"Kayaknya nggak asing buat gua.."
Tiba-tiba handphonenya Bram bergetar..Bram melihat..Lidya memanggilnya..dia kantongi kembali handphone nya tanpa dia jawab panggilan Lidya
Bram yang melihat Aisyah tengah asyik melihat proses pembuatan Kerak Telor..mengambil foto Aisyah dengan candid
"Masss..cobain deh.." tawar Aisyah sambil memberikan Kerak Telor yang sudah jadi ke hadapan Bram
Bram lalu mencuil ujungnya..dan dia cicipi
"Gimana mas?" tanya Aisyah
"Hmm..enak Syah" kata Bram sambil mencuil kembali Kerak Telor yang ada di tangan Aisyah
Aisyah pun tersenyum senang
"Mas musti coba jajanan kuliner jalanan kayak gini mas.."
Lalu keduanya berjalan kembali menyusuri trotoar Pasar Baru sambil menikmati indahnya malam kota Jakarta
Aisyah berkesempatan mengajak Bram untuk mencoba segala jajanan kuliner yang ada di sekitaran Pasar Baru..seperti Uli Bakar, Kue Pancong, Bandrex, serta aneka jajanan yang jarang atau mungkin tidak pernah dicicipi oleh Bram.
Aisyah tertawa geli ketika dia melihat Bram mencoba Bandrex
Muka Bram meringis..sambil memelet-meletkan lidahnya yang terasa pedas
"Ini minuman apa sih Syaah?..kok pedes sih?" kata Bram sambil begidik kepedesan dan melepehkan sisa minuman yang ada di bibirnya
"Bandrex mas..dari jahe..mangkanya agak pedes..tapi bikin anget badan loh mas.." jawab Aisyah sambil tersenyum geli
"Nggak ah..mas nggak suka jahe.." kata Bram sambil meletakan gelas Bandrexnya di gerobak penjual Bandrex
Setelah membayar Bandrexnya..lalu Aisyah mengajak Bram berjalan lagi
Bram tersenyum melihat Aisyah yang sangat antusias mengajak dirinya berkeliling mencari jajanan kuliner
Hingga Aisyah yang merasa diperhatikan oleh Bram berhenti
"Mas kok ngeliatin Aisyah terus siih?"
"Eehh...apa Syaah?" kaget Bram
"Mas kenapa ngeliatin Aisyah terus?" tanya Aisya lagi
"Memangnya nggak boleh?"
"Mas tuh kalau ditanya serius..pasti jawabannya selalu kayak gitu.. ngaco.." ketus Aisyah
"Iya deh..kenapa mas ngeliatin kamu terus?" kata Bram sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aisyah
"Karena kamu cantik!!" bisik Bram
Blusssssh
"Mas Bram bilang..aku cantik?..jantungku kenapa berdebar-debar begini sih?"
Lalu Bram berjalan lagi meninggalkan Aisyah yang masih berdiri diam mematung
"Ayo Syaaah...kita mau nyobain apa lagi nih?" tanya Bram yang berhenti menunggu Aisyah yang masih berdiri di belakangnya
Aisyah terlihat tersenyum sendiri setelah mendengar ucapan Bram kepada dirinya
"Ayuuk mas.." ajak Aisyah
__ADS_1
"Habis dari sini..kita ke Pecenongan ya mas..disana pilihan kulinernya lebih banyak"
"Siaaaap Nyonyaaaah!!" goda Bram sambil memberikan gestur hormat kepada Aisyah
Aisyah menghampiri penjual sosis bakar yang mangkal pinggir jalan
"Bu..sosis bakar 3..cumi bakarnya 3 ya bu.." pesan Aisyah
"Iya mbak..ditunggu yaah?..mas nya nggak sekalian?" tanya ibu penjual sosis ke Bram
Bram hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
Ibu penjual sosis bakar segera membikinkan sosis pesanan Aisyah
Bram kembali memfoto Aisyah yang tengah menantikan pesanannya dengan antusias
"Yang cakep..kameranya apa kamunya sih Syaah?" batin Bram yang melihat hasil fotonya
"Terima kasih ya bu" ucap Aisyah begitu menerima pesanannya
"Iya mbak..sama-sama"
Aisyah dengan tak sabar mencicipi sosis bakarnya
"Hmmmm..Sorga Duniaaaa!!" kata Aisyah yang matanya terpejam begitu lidahnya merasakan sosis bakar
"Mas mau?" tawar Aisyah sambil menyodorkan plastik mika tempat wadah sosis bakarnya
"Kalau mau ambil satu nih mas..enak lho.."
Bram diam sambil melihat Aisyah yang sedang mengunyah sosis bakar
Tiba-tiba tangan Bram memegang tangan Aisyah yang tengah memegang sosis yang sudah setengah digigitnya dan mengarahkan ke mulutnya
"Hmmm..iya Syaah..enak bener.."
Bram kembali mengarahkan tangan Aisyah dan memakan sisa sosis yang ada
"Punya Aisyah kok di habisin sih mas?" kesal Aisyah
"Ayo Syaah..suapin mas lagi..aaaaa"
Bram mengarahkan mulutnya ke dekat tangan Aisyah..minta disuapi sosis bakar lagi
"Nggak mau..mas makan sendiri ajah nih!!"
"Ayo Syaah..buruan kenapa sih.."
Dengan hati yang dongkol..Aisyah menyuapi Bram sosis bakarnya
"Cumi bakarnya dong Syaah.."
"Tadi kenapa nggak beli sekalian sih mas..huh!!"
Bram tersenyum melihat Aisyah mengerucutkan bibirnya
"Nanti mas beliin Bubble Thai Tea deh.."
"Beneran??.." tanya Aisyah memastikan
"Iyaaa.."
"Awas kalau mas bohong.." pinta Aisyah sambil menyuapi Bram dengan cumi bakar
"Iya..tuh kebetulan ada yang jual Bubble Tea..kamu mau nggak?" tanya Bram
Aisyah menganggukan kepalanya
Bram memesankan Bubble Tea sebanyak dua buah
"Syaah..kita selfie dulu dooong.."
Bram juga meminta kepada penjual Bubble Tea untuk memfoto dirinya dengan Aisyah
Lalu mereka berdua kembali menyusuri sekitaran Pasar Baru untuk berburu jajanan kuliner sambil menikmati Bubble Thai Tea di tangan mereka masing-masing
Malam ini Bram merasakan perasaan senang dan bahagia..entah apa karena dia jalan-jalan berdua bersama Aisyah atau apa..Bram sendiri tidak tahu dan yang pasti..Bram tidak akan melewatkan kesempatan malam ini untuk berjalan berdua dengan Aisyah
____________
Setelah puas berputar-putar di kawasan Pasar Baru..Aisyah mengajak Bram untuk menyambangi daerah Pecenongan..yang terkenal dengan wisata kuliner malam harinya
Bram terkesima begitu memasuki daerah Pecenongan..dia baru tahu..kalau di sini banyak sekali orang-orang yang menikmati wisata kuliner di malam hari
"Kamu kok tahu-tahunya daerah sini sih Syaah" tanya Bram
"Tahu dong mas..dulu ibu kan sering ngajak makan disini" jawab Aisyah
"Emang mas dulu nggak pernah maen ke sini?" tanya Aisyah
Bram menggelengkan kepalanya
"Mas maennya ke Mall mulu sih..jadinya nggak tau Pecenongan"
Bram tersenyum..sambil mengingat-ingat masa sekolah SMA dulu
Masa-masa paling brutal di dalam hidupnya
Tiba-tiba handphone Aisyah berdering..Aisyah lalu mengambilnya dari dalam tas
"Ibu mas..." kata Aisyah
"Ya udah..jawab ajah"
"Assalamuallaikum bu..lagi di Pecenongan bu..makan sama mas Bram..iya bu..iya.." kata Aisyah sambil melihat Bram
Bram melihat muka Aisyah yang cemas berinisiatif meminta handphone Aisyah untuk bicara sama mamahnya
"Halo mah?.." sapa Bram begitu menerima handphone nya Aisyah
"Ntar dulu ya mah..soalnya Aisyah lagi ngajakin Bram keliling-keliling dulu..iya mah..Aisyah yang ngajakin mah...iya..beneran..Bram nggak sampai malam kok mah..Aisyah bisa ngambek mah..kalau nggak diturutin.."
Bram melihat Aisyah melotot kaget karena dirinya dijadikan alasan Bram kepada mamahnya..Bram pun hanya tersenyum geli
"Mas Bram!!..." pekik Aisyah sambil memukul pundak Bram sambil berusaha merebut kembali handphone nya dari tangan Bram
Bram yang sedang berbicara dengan mamahnya..dengan sigap menghindari samberan tangan Aisyah yang berusaha merebut handphone nya kembali
"iya mah..tenang ajah..Bram nggak bakal macem-macem sama Aisyah kok.." kata Bram yang masih menghindari tangan Aisyah yang berusaha merebut handphone nya
"Iya mah...waalaikumsallam.."
"Nih.." kata Bram sambil mengembalikan handphone ke Aisyah
"Mas tadi ngomong apa ke ibu?" tanya Aisyah dengan nada kesal begitu menerima kembali handphone nya dari tangan Bram
"Mas nggak ngomong apa-apa.." jawab Bram sambil tersenyum geli
Bram melihat muka Aisyah ditekuk cemberut
"Nanti kalau ibu marah sama Aisyah gimana mas?" ketus Aisyah
"Biarin..mas nggak mau ikut campur"
"Maasss Braaaam!!..hiiiiiih" kesal Aisyah sambil memukul pundak Bram
__ADS_1
"Aduuuh..kamu kok mukul mas sih Syaah?" kata Bram tertawa geli sambil mengelus-elus pundaknya yang terkena pukulan Aisyah
"Biariiiin!!" kesal Aisyah sambil membuang mukanya ke arah jendela mobil
Tiba-tiba ada pesan WA masuk ke handphone Aisyah..Aisyah lalu membacanya
"Ada WA dari ibu nih mas..Aisyah bacain yaak.." kata Aisyah yang tersenyum senang sambil memperlihatkan layar handphone nya ke arah Bram..Bram mengangguk
"Teteh..kalau mas Bram ngajakin teteh ke tempat yang gak bener..teteh cepet-cepet lapor ibu..biar ibu nanti telpon mas Bram" kata Aisyah yang membacakan pesan WA dari bu Yuli
Bram meledek Aisyah dengan menjulurkan lidahnya
"Kalo mas Bram macem-macem sama Aisyah..nanti Aisyah laporin ke ibu!!" ancam Aisyah
"Laporin ajah..mas sekarang sudah nggak takut.." ledek Bram
"Beneraaan nih?" tanya Aisyah
"Iyaaa...mas nggak takut" jawab Bram
"Ya sudah..Aisyah mau laporin ke ibu..waktu mas di kamar Aisyah yaaah?.." ancam Aisyah
"Eeeeh...jangan Syaaaah...kalau yang itu jangan kamu laporin ke mamah"
"Biariiin.." kata Aisyah sambil mengetik di handphone nya
"Eeh..beneran nih anak.." kata Bram sambil memarkirkan mobilnya
Lalu Bram berusaha merebut handphone Aisyah dari tangannya..tapi Aisyah sudah siap akan serbuan Bram..Aisyah segera menyimpan handphone nya ke dalam tasnya
"Nggak kenaaaa...weeeek" ledek Aisyah sambil menjulurkan lidahnya ke arah Bram
"Kamu tuh curang tau Syaaah.."
"Curang apaan?" tanya Aisyah
"Kamu kan nggak mas apa-apain"
"Aisyah nggak akan lapor ke ibu asal mas janji ke Aisyah.."
"Janji apa?"
"Mas janji nggak akan macem-macem lagi ke Aisyah.." ultimatum Aisyah
"Oke..mas janji!!.." jawab Bram sambil memberikan kode V dengan dua jarinya
"Buktinya apa?"
"Yeeee...bales dendam nih?" ledek Bram
"Biarin..buktinya apa kalau mas Bram nggak macem-macem lagi ke Aisyah?" tanya Aisyah lagi
Bram diam sejenak..tiba-tiba Bram mendaratkan ciuman kilatnya di pipi Aisyah
Aisyah pun kaget hingga dia tidak sempat menghindar ciuman Bram yang sudah mendarat di pipinya
"Itu buktinya..kalau mas nggak macem-macem lagi ke kamu" kata Bram sambil keluar dari dalam mobil
Tinggal Aisyah yang terdiam di dalam mobil..sambil memegangi pipinya yang barusan kena cium Bram
"Mas Bram nyium pipi aku..jantungku kok berdebar-debar begini sih?"
Hatinya Aisyah berkecamuk dengan perasaan haru biru..perasaan yang pertama kali dirasakan..ketika Bram dengan spontan mengecup pipinya untuk pertama kali
_____________
Tidak terasa jam 12 malam Bram baru mengajak Aisyah menuju pulang.
Terlihat mobil Bram meluncur di Jalan Sudirman yang sudah agak lengang menuju kearah Pondok Indah.
"Kalo Jakarta kayak gini terus enak kali ya Syaah..nggak ada macet" kata Bram..
Bram heran..Aisyah tidak merespon omongannya..lalu dia menoleh kearah Aisyah..Bram tersenyum
Bram melihat Aisyah..yang ternyata sudah terlelap tidur di jok mobil
Bram meminggirkan mobilnya di tepi jalan..dia rebahkan sedikit posisi jok mobil punya Aisyah..agar Aisyah nyaman di tidurnya
Bram juga mengecilkan suhu AC mobilnya dan menutup ventilasi AC yang mengarah ke badan Aisyah.
Aisyah menggeliat pelan sambil memiringkan badannya ke arah Bram
Bram tersenyum sambil melihat Aisyah yang tertidur
"Kalau lagi tidur gini..kamu tambah cantik ajah sih Syaah.."
Muka Aisyah berkerut sejenak karena merasa tidurnya terganggu..ketika Bram menjawil hidungnya dengan lembut
Terlihat mobil Bram meluncur pelan menuju rumahnya...begitu sampai di depan gerbangnya..Bram memberikan kode lampu agar pak Trisno membukakan pintu gerbang
Pak Trisno membuka pintu posnya..lalu segera membukakan pintu gerbang untuk Bram
Bram lalu memasukan mobilnya ke garasi
"Syaah?..Aisyah?..dah nyampe nih.."
Karena Aisyah tidak merespon..Bram lalu mematikan mobilnya..Bram lalu keluar dan menuju ke arah pintu kiri mobilnya dan membukanya
Setelah mencopot seatbelt Aisyah dengan hati-hati..lalu Bram mulai membopong Aisyah ke dalam
Bram memperhatikan wajah Aisyah yang masih terlelap tidur didalam bopongan nya sambil tersenyum
Begitu sampai di kamar Aisyah..lalu Bram dengan perlahan meletakan Aisyah di kasur dan menyelimutinya.
Aisyah menggeliat sebentar
Bram lalu menyalakan AC dikamar Aisyah dan menyetel ke suhu hangat.
Lalu Bram berjongkok di sisi tempat tidur Aisyah sambil memperhatikan Aisyah yang masih terlelap tidur
"Makasih ya Syaah..sudah ngajakin mas jalan-jalan malam ini..malam ini malam yang paling berkesan buat mas" kata Bram lirih disamping tempat tidur Aisyah sambil menggenggam tangan Aisyah dengan lembut dan dikecupnya
Lalu Bram bangkit dan dia menundukan kepalanya hingga di depan muka Aisyah dia berhenti sejenak..dia pandangi wajah Aisyah yang masih terlelap tidur..Bram ragu-ragu atas tindakan yang akan dia lakukan..dia lalu mencium kening Aisyah perlahan..dan ketika Bram akan mencium bibir Aisyah
Bram berhenti kembali sambil memperhatikan dalam-dalam wajah Aisyah yang damai di dalam tidurnya
"Kamu kok cantik bener sih Syaah?" ujar Bram lirih sambil menjawil hidung Aisyah
Bram tersenyum dan lalu mengecup ujung hidung Aisyah dengan perlahan
"Selamat tidur sayaaaang.." bisik Bram
Bram lalu berjalan ke arah pintu kamar..sebelum menutup pintu kamar..Bram memandang Aisyah yang tertidur di kasurnya sambil tersenyum
Lalu dengan perlahan Bram menutup pintu kamar Aisyah
############
Halo para Reader
Mohon maaf yaaah..baru bisa update
Kemarin tidak tahu kenapa..draft yang sudah siap update..tahu-tahu hilang
Jadinya Author minta maaf atas ketidak nyamanan ini
__ADS_1
Terima kasih
Happy Reading