Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
25.Mengunjungi Bu Rini


__ADS_3

Jam 7 malam..tampak Bram berdiri di halaman vila..sambil melihat ke arah jalan raya yang ada di bawah vila


Sejak dari siang..Aisyah dan teman-temannya belum juga kembali dari Cihampelas


Dia sudah mencoba menelpon Aisyah..tapi entah kenapa handphonenya Aisyah tidak aktif


"Mau balik ke Jakarta jam berapa nih?..jam segini belom pada balik.." batin Bram sambil melihat jam di handphone nya


Dia ingin berkomunikasi dengan Ningrum..tapi dia tidak tahu caranya


Hingga dia teringat sesuatu


"Oh iyaa..Ningrum kan bisa dengar kata batin gua.."


Lalu Bram mulai berkonsentrasi untuk memanggil Ningrum melalui batinnya..hingga..


"Ada apa masku?" tanya Ningrum di batin Bram


"Oh..thanks God!!..kamu dimana sekarang?" tanya Bram


"Ningrum lagi nemenin teteh di Rumah Sakit masku!"


"Rumah Sakit???...kamu ngapain sama teteh di rumah sakit?" tanya Bram sambil was-was terhadap keadaan Aisyah


"Ceritanya panjang masku..nanti Ningrum ceritain di vila.."


"Ya udah..sekarang kamu bilang sama teteh..handphonenya di aktifin..yaaah..bilang gua mau nelpon.."


"Baik masku.." jawab Ningrum


Bram lalu segera menghubungi Aisyah


"Duuuh...kenapa lagi niiih...." kata Bram sambil menunggu panggilannya tersambung


"Halooo...waallaikumsallam...kamu dimana Syaaah?..Rumah Sakit?...ada apa sih?..kok kamu bisa di Rumah Sakit?...haaah?...seriusan kamu?...kamu masih lama nggak?..kalau masih lama..mas mau nyusul kesana..ooh..sudah selesai?..ya sudah..kamu hati-hati yaaah.. Waallaikumsallam" kata Bram sambil mematikan sambungan teleponnya


Bram lalu menuju ke teras vila..dan menunggu Aisyah disana sambil menghisap rokoknya


Tak lama ada pesan WA dari Aisyah masuk


"Mas..Aisyah nganter Ayu pulang dulu yaaak?.."


"Iya..jangan malam-malam yaaah" balas Bram


Bram lalu menaruh handphonenya di meja


Tak begitu lama kemudian..mobil Aisyah masuk ke vila..yang diikuti oleh Ningrum yang melayang di belakangnya


Setelah memarkirkan mobilnya..Aisyah lalu menghampiri Bram yang sudah menunggunya di teras yang diikuti oleh Kesih dan Lisna


"Kalian pada kemana sih?..kok jam segini baru pada pulang.." tanya Bram


"Ceritanya panjang mas.." kata Aisyah sambil duduk dibangku sebelah Bram


Bram heran yang melihat Aisyah dan kedua temannya tampak tegang


"Ada apa siih?..kok kayaknya kalian pada tegang gitu?" tanya Bram


"Tadi Aisyah berkelahi sama orang dari Jakarta A.." jawab Lisna sambil melirik ke Aisyah


"Lisnaaa!!" sentak Aisyah yang sepertinya dia tidak setuju kalau Lisna menceritakan kejadian mereka di Cihampelas kepada Bram


"Haaaah?...berkelahi?...kok bisa Syaaah?" tanya Bram heran


Aisyah yang ditanya oleh Bram..hanya diam dan memandang halaman depan vila


Bram yang menunggu penjelasan dari Aisyah hanya bisa penasaran


"Syaaah?..coba kamu ceritain ke mas..kenapa kamu bisa berkelahi sama orang?" tanya Bram


"Syaah..Kesih eta carita ka A'A nyaaak? (Syaah..Kesih yang cerita ke A'A yaak?)" tanya Kesih yang melihat Aisyah yang hanya terdiam


"Begini A..tadi pas kita lagi belanja di Factory Outlet..ada orang yang sepertinya dari Jakarta mengganggu Aisyah A..sama Aisyah didiemken wae..tapi..lama-lama dia kurang ajar sama Aisyah...mosok bokong'na Aisyah di colak-colek sama orang itu A" kata Kesih sambil melihat ke Aisyah yang masih tertunduk diam


Bram terperanjat kaget..sambil melihat ke Aisyah


"Aisyah marah A..tapi orang itu malah makin kurang ajar..dia tepok bokong'na Aisyah..Ayu yang ada disebelah Aisyah langsung mukul orang itu...orang itu membalas dengan menendang Ayu sampai Ayu terjungkal ke etalase toko A.." Kesih menghentikan ceritanya


Kurang ajar


"Terus?" tanya Bram penasaran


"Tahu-tahu..Aisyah ngamuk A..di tendang orang itu sampai keluar toko..temannya yang ingin bantu pun sama..dipukul sama Aisyah sampai pingsan..dua orang A..dipukul sama Aisyah sampai pingsan.."


"Beneran Syaah?" tanya Bram kepada Aisyah..Aisyah pun membalasnya dengan anggukan kepalanya tanpa menolehkan kepalanya ke arah Bram


"Terus..kerusakan gara-gara kamu berantem sudah kamu ganti?..kalau belom kesana lagi yuk..biar mas yang ganti.." tanya Bram ke Aisyah


"Sudah mas..sudah Aisyah ganti.." jawab Aisyah


"Masku..biarkan teteh menenangkan diri dulu..suruh dia masuk ke dalam kamar masku.." pinta Ningrum yang melayang di halaman


"Ya sudah...Kesih ajak Aisyah ke kamarnya gih..Kesih sama Lisna disini dulu yaaah?..temenin Aisyah.." pinta Bram


"Iya A.." jawab Kesih


Lalu Kesih mengajak Aisyah untuk masuk kedalam vila


Sepeninggal Kesih yang masuk kedalam


"Tadi Ningrum yang menghajar orang-orang itu masku..habisan mereka kurang ajar sama teteh.." kata Ningrum


"Kamu?...kok bisa?" tanya Bram


"Iya masku..tadi Ningrum meminjam tubuh teteh buat memberi pelajaran kepada mereka...masih untung mereka tidak Ningrum binasakan masku.." kata Ningrum yang seperti menahan emosi..dengan tangan yang terkepal


"Whooa...whoaa...tenang dong Ningrum..kamu nggak boleh kayak gitu..kamu nggak boleh membunuh orang sembarangan..nanti yang salah tetep teteh..teteh yang kena hukum...bukan kamu..kamu kan jin.." kata Bram


"Iya masku..Ningrum minta maaf.." kata Ningrum


"Besok-besok jangan kamu ulangin lagi yaaah?...kalau memang kamu melihat teteh terancam..kamu pukul ajah..tapi jangan kamu bunuh orangnya.."


"Baik masku.."


"Tapi...terima kasih yaaah Ningrum..kamu sudah jagain Aisyah tadi"


"Iya masku.." kata Ningrum sambil tersenyum


Tiba-tiba handphone Bram bergetar..dia lihat mamahnya menelpon dirinya


"Assalamuallaikum mah..iya mah..rencananya sekarang Bram mau balik ke Jakarta..tapi Aisyah ada urusan dulu disini..jadi besok kita baru balik mah..ooh..bu Johan?..iya mah..nanti Bram sampaikan ke Aisyah..iya mah..waallaikumsallam" ujar Bram


Bram sengaja berbohong kepada mamahnya perihal kejadian Aisyah di Cihampelas


Bram lalu kembali menaruh handphonenya di meja dan menyalakan rokoknya lagi


"Masku besok mau kemana?" tanya Ningrum


"Gua mau pulang ke Jakarta Ningrum..ada apa?"


Ningrum hanya terdiam dan menundukan kepalanya


"Kenapa Ningrum?..kok kamu sepertinya sedih gitu?" tanya Bram


"Besok masku sama teteh mau pergi dari sini...ninggalin Ningrum sendirian.." kata Ningrum


"Loh...memangnya kamu nggak mau ikut ke Jakarta?..sama kita?"  tanya Bram heran


Ningrum menggelengkan kepalanya


"Ningrum tidak bisa meninggalkan hutan Pinus masku..Ningrum sudah terikat sumpah disitu.." jawab Ningrum yang tampak sedih


Bram pun menghela nafasnya


"Ya sudah kalau gitu..kan kapan-kapan saya sama Aisyah bisa kesini lagi.."


Ningrum pun menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Iya masku.."


Setelah mematikan rokoknya..Bram lalu masuk untuk melihat Aisyah dan teman-temannya


Dia menuju ke kamar atas dari vilanya..setelah didepan pintu..Bram mengetuk pintu perlahan dan membuka pintunya


"Kesih sama Lisna nginep disini yaaah?..temenin Aisyah.." pinta Bram pada Kesih yang duduk diranjang bersama Aisyah dan Lisna


"Iya A..tapi saya pulang dulu ya A..mau ambil baju ganti sama bilang ke orangtua Kesih..kalau Kesih mau nginep disini.." kata kesih


Bram menganggukan kepalanya


Lalu Kesih dan Lisna meninggalkan kamar untuk pulang terlebih dahulu


Bram lalu duduk di bibir ranjang..dan mengelus pelan kepala Aisyah yang masih terdiam disampingnya


"Sudaaah..jangan kamu pikirin yang sudah terjadi Syaah.." kata Bran


Aisyah menoleh ke Bram dan segera menghambur ke pelukannya


"Aisyah takut mas.." kata Aisyah dipelukan Bram


Bram bisa merasakan badan Aisyah mengigil ketakutan..dia pun mengelus-elus punggung Aisyah untuk menenangkannya


"Takut kenapa?..sudah nggak apa-apa..tadi mas sudah dengar cerita dari Ningrum..kalau ini semua karena ulah dia..Ningrum cuma bermaksud melindungi kamu Syaah.." ujar Bram


"Iya mas..tapi Aisyah masih takut mas..takut orang-orang itu kenapa-napa.." cemas Aisyah sambil mengadahkan wajahnya ke arah Bram


"Biarin aja..biar jadi pelajaran buat mereka..agar jangan kurang ajar lagi sama orang lain.." kata Bram sambil memegang tangan Aisyah untuk melihat tangannya


"Tangan kamu lecet nih..mas obatin yaah.." pinta Bram


"Nggak usah mas..nanti juga sembuh sendiri"


Lalu Bram membelai kepala Aisyah yang menyender di dadanya


"Nanti mas jangan cerita ke ibu yaaah..kalau tadi Aisyah berkelahi sama orang.." pinta Aisyah sambil tetap menyenderkan kepalanya di dada Bram


"Wanniiii piroooo??" goda Bram


"Aaauuuu..." teriak Bram..karena perutnya dicubit Aisyah


"Mas maaah...beneran yaaah...mas jangan cerita ke ibu " pinta Aisyah sambil cemberut


"Cium dulu..nanti mas nggak cerita ke mamah.." kata Bram sambil memajukan bibirnya ke samping wajah Aisyah


Aisyah yang melihat wajah Bram sudah ada disampingnya...mau nggak mau Aisyah mencium pipi Bram


Cup..


"Kok pipi sih?" tanya Bram


"Memangnya mas maunya yang mana?" tanya Aisyah polos


"Bibir.." kata Bram sambil tersenyum


"Nggak mau!!" kata Aisyah sambil memalingkan wajahnya kesamping


"Eeeeh...ngelawan niiih??"


Aisyah berteriak kaget..karena Bram menarik badanya hingga terbaring di kasur..hingga dirinya berada dibawah himpitan badan Bram


"Massss..." kata Aisyah lirih


"Syaaah..."


Bram menatap lekat-lekat mata Aisyah..hingga tak terasa wajahnya bergerak perlahan medekati wajah Aisyah..untuk mencium bibir Aisyah


Tiba-tiba


"Masku..temannya teteh sudah ada di teras bawah.."


Bram lupa tentang keberadaan Ningrum yang terus mengawasi dirinya


Bram lalu mengurungkan niatnya..dia segera bangkit dari atas badan Aisyah


"Kenapa mas?" tanya Aisyah heran


"Kesih sama Lisna sudah ada di bawah"


Aisyah segera bangun dan merapikan baju dan hijabnya


Tak lama Kesih mengetuk pintu kamar dan membukanya

__ADS_1


"Naaah...Naon anu anjeun lakukeun Syaah sareng  A'A Bram ngan ayeuna? (Naaah..kamu lagi ngapain Syaah sama A'A Bram barusan?)" tanya Kesih sambil tersenyum yang dikuti oleh Lisna dibelakangnya


"Henteeeeu...henteu ngalakukeun nanaon!! (Enggaaaak..nggak ngelakuin apa-apa!!)" jawab Aisyah yang gugup dan mukanya bersemu merah


Bram tersenyum geli yang melihat reaksi Aisyah


"Kesih..Lisna..masih pada mau makan lagi nggak?" tanya Bram


"Nggak A..kita masih kenyang.." jawab Lisna


"Ya sudah..saya tinggal yaah.."


"Iya A.."


Lalu Bram beranjak keluar dari kamar dan menuju ke ruang tengah


Dia lalu menyalakan tv


Pikirannya tidak fokus ke acara yang ada di televisi..pikiran dia tengah membayangkan dirinya tengah memadu kasih dengan Aisyah


"Njriiit...gua ngapa ampe kayak begini yaaah?" batin Bram sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


Dia tidak habis pikir..dulu dia gampang sekali mendapatkan wanita untuk dijadikan pacarnya..tapi..kenapa terhadap Aisyah..dia tidak bisa mengutarakan isi hatinya..hatinya masih terganjal oleh mamahnya..bagaimana kalau mamahnya sampai tahu kalau dirinya mencintai Aisyah


Bram berpikir..mamahnya akan marah besar kalau sampai tahu kengininan hatinya


"Masku.." panggil Ningrum yang berdiri dekat tangga


Bram pun menoleh kearah Ningrum


"Ada apa Ningrum?" tanya Bram


"Tadi waktu Ningrum meminjam raga teteh..Ningrum bisa merasakan perasaan teteh.."


"Maksud kamu?" tanya Bram lagi


"Iya masku..Ningrum bisa merasakan perasaan teteh ke masku..Teteh suka sama masku..tapi dia takut sama ibunda masku..karena dia merasa berhutang budi sama ibunda masku..jadi dia memendam perasaan terhadap masku dalam-dalam.." kata Ningrum


"Beneran Ningrum?"


"Iya masku.."


Bram menatap pintu kamar atas


"Masku suka kan sama teteh?" tanya Ningrum


Bram menganggukan kepalanya


"Kenapa masku nggak ngomong saja langsung sama teteh..kalau masku suka sama teteh"


Bram hanya menggelengkan kepalanya


"Gua masih belom berani Ningrum..kalau mamah sampai tahu gua jatuh cinta sama Aisyah.." kata Bram sambil menundukan wajahnya


"Pasti ibunda masku setuju apa yang masku pilih untuk pasangan hidup masku nanti..teteh orangnya baik..ibunda masku pasti bisa menerima teteh untuk menjadi pasangan masku.." kata Ningrum


Bram tersenyum setelah mendengar penjelasan Ningrum


"Kamu kok kayak konsultan percintaan aja sih?" kata Bram sambil tertawa kecil


Ningrum pun tersenyum malu-malu


"Oh iya..besok kalau gua nggak ada disini..kamu mau balik ke hutan Pinus?..apa tetap tinggal disini?" tanya Bram


"Kalau masku memperbolehkan Ningrum tinggal disini..yaaa..Ningrum akan menetap disini..kalau masku keberatan..Ningrum akan kembali ke hutan Pinus.." jawab Ningrum


"Terserah kamu Ningrum..kalau kamu mau tinggal disini ya silahkan..tapiii...selama kamu tinggal disini..kamu jangan gangguin orang lagi yaaah!" pinta Bram


"Terima kasih masku..Ningrum janji..Ningrum nggak akan mengganggu orang lagi.." kata Ningrum sambil tersenyum senang


"Bagus..ya sudah..gua mau tidur dulu..besok musti berangkat pagi.." kata Bram sambil beranjak ke kamar


"Iya masku..selamat istirahat.." kata Ningrum sambil menghilang dari pandangan


Dikamar Bram memberesi bajunya untuk dimasukan ke dalam ranselnya..setelah dirasakan beres..Bram segera merebahkan badannya di kasur


Lagi-lagi pikirannya tertuju ke Aisyah..Bram terbayang akan kejadian kemaren pagi..waktu Aisyah tidur dipelukannya..kejadian yang ingin dia ulangi lagi saat ini..


Kalau tidak ada Kesih dan Lisna yang menginap..Bram pasti sudah membawa Aisyah untuk tidur di kamar ini


Hingga tak terasa matanya terpejam


Tak lama..Ningrum tiba-tiba muncul di sebelah ranjang Bram..dia menatap Bram lama lalu di berjongkok disebelah ranjang Bram


"Masku...maafkan Ningrum yaah.." kata Ningrum lirih


Lalu Ningrum seperti meniupkan sesuatu ke wajah Bram..setelah itu..dia melayang ke sebelah Bram dan rebah disebelah Bram yang tengah tertidur..Ningrum lalu memeluk Bram dan merebahkan badannya ke dada Bram


Dia usap-usap dada Bram sambil bersenandung lagu dengan bahasa Sunda Wiwitan dan tak terasa..air mata Ningrum menetes ke dada Bram


"Kakang..Ningrum kangen kakang" ujar Ningrum lirih


_________________


Keesokan paginya..tampak Aisyah membuka pintu kamar bawah yang ditempati oleh Bram dengan perlahan dan melongok ke dalam


"Massss?..mas Bram sudah bangun belom?" tanya Aisyah


Dia melihat Bram masih terlelap di ranjangnya..Aisyah lalu menghampiri ranjang tempat Bram tidur


Dia lalu duduk di bibir ranjang


"Mass?..bangun..kita sarapan dulu yuuk.." panggil Aisyah sambil menggoyangkan pundak Bram


Bram perlahan membuka matanya


"Hmmm..kamu sudah bangun Syaah?" tanya Bram sambil menggeliat bangun


"Iya mas...kita sarapan dulu yuuuk?..bu Wasti sudah bikinin nasi goreng tuh.."


Bram lalu bangun dan duduk di ranjang


"Kamu kok..sudah rapi ajah sih Syaah?..Jam berapa ini?" tanya Bram sambil menguap


"Jam 6 mas..mas cepetan mandi yaaah..Aisyah tunggu di meja makan.." kata Aisyah sambil beranjak bangun dari bibir ranjang..tapi tangannya di tahan oleh Bram


Aisyah pun menoleh ke arah Bram


"Cium dulu dooong.." pinta Bram


Tiba-tiba..Bram menarik Aisyah ke pelukannya


"Mas mau ngapain?" tanya Aisyah kaget


"Dibilang cium dulu.."


"Jangan mas..diluar ada Kesih sama Lisna..malu nanti kalau ketahuan"


"Kalau gitu..cium pipi ajah deh.."


Aisyah lalu menuruti kemauan Bram..dia mencium kedua pipi Bram


"Mas bau!!" ujar Aisyah sambil bangun dari pelukan Bram


Bram hanya tertawa


"Tapi kamu suka kaaaann??"


Aisyah mencibirkan bibirnya sambil melangkah ke pintu kamar


"Baju-baju mas sudah mas beresin yaaah?" tanya Aisyah yang melihat ransel Bram di sofa


"He'eh.." jawab Bram


"Aisyah tunggu di luar ya mas."


Lalu dengan malas..Bram bangun dan berjalan ke kamar mandi


Setelah rapi..Bram keluar dari dalam kamar sambil menenteng ranselnya..di ruang tengah tampak Kesih dan Lisna sedang menonton tv


"Pagi Kesih..Lisna.." panggil Bram


"Pagi A.." jawab Kesih dan Lisna berbarengan


"Aisyah mana?" tanya Bram


"Lagi dikamar A...lagi beresin bajunya" jawab Lisna


"A'A mau balik ke Jakarta?" tanya Kesih


"Iya Sih..Aisyah sudah ditunggu sama mamah di Jakarta..eh..kapan-kapan maen dong ke Jakarta.." pinta Bram


"Iya A..nanti kalau ada waktu.."


"Kalian nggak usah mikirin biaya..biar saya tanggung semuanya..pokoknya kalian datang modal dengkul ajah.." kata Bram sambil tersenyum


"Iya A..terima kasih..nanti saya kabarin ke Aisyah..kalau pengen maen ke Jakarta" kata Kesih


"Beneran loh yaaa..."


"Iya A.."


Tak lama kemudian..Aisyah turun sambil menenteng tas dan kopernya


"Yuuk...kita sarapan dulu.." ajak Aisyah


Lalu mereka menuju ke meja makan..untuk sarapan nasi goreng yang sudah disediakan oleh bu Wasti


Setelah selesai sarapan..Kesih dan Lisna pamit pulang..mereka berpelukan haru dengan Aisyah yang akan kembali ke Jakarta


"Anjeun teu hilap ngeunaan urang nyaak Syaah..hiks (Kamu jangan ngelupain kita-kita yaa Syaah..hiks)" kata Kesih yang terisak


"Henteu Kesih...hiks...abdi tong hilap karo babaturan kabeh.. (Nggak Kesih..hiks..saya nggak bakal lupa sama teman-teman semua..)" kata Aisyah sambil memeluk Kesih kembali


"Lisnaaa.."


Aisyah memeluk Lisna sambil terisak nangis


Setelah selesai berpamitan..Kesih yang berboncengan dengan Lisna pergi menggunakan motor


"Assalamuallaikum.." pamit Kesih


"Waalaikumsallam.." jawab Aisyah sambil melambaikan tangannya ke arah Kesih dan Lisna yang pergi menuruni jalan


"Yuk mas..kita berangkat.." ajak Aisyah sambil mengelap air matanya yang mengambang di pelupuk matanya


"Ayuuk..tapi sebentar..kita pamit sama Ningrum dulu.." kata Bram


"Oh iya..sampai lupa"


Lalu Bram memanggil Ningrum..tak lama Ningrum muncul dihadapan Bram dan Aisyah


"Ada apa masku?" tanya Ningrum


"Ningrum..kita pamit yaaah...kamu baik-baik disini yaaah?.." pamit Bram sambil menjabat tangan Ningrum


"Iya masku.." kata Ningrum yang menerima jabatan tangan Bram


"Ningrum..saya pamit..terima kasih yaah...karena semalam kamu sudah jagain saya.." kata Aisyah yang juga pamit kepada Ningrum


"Iya tetehku.." kata Ningrum yang berusaha tersenyum di sela-sela kesedihannya


"Masku.." panggil Ningrum


"Iya Ningrum?"


"Boleh tidak?..Ningrum memeluk masku?" tanya Ningrum


"Boleh Ningrum.." kata Bram sambil tersenyum


Lalu Ningrum memeluk Bram sangat erat..seperti tidak mau melepaskan kepergian Bram dari hadapannya


Bram yang dipeluk oleh Ningrum..merasa canggung dan kikuk


Bram pun membalas pelukan Ningrum


"Sudah Ningrum..nanti kan kita kesini lagi.." kata Bram yang mengelus-elus punggung Ningrum


Lalu Ningrum melepaskan pelukannya..sambil menundukan wajahnya yang terlihat terisak menangis


Lalu dia mengalihkan pandangannya ke Aisyah

__ADS_1


"Teteh?..boleh Ningrum peluk teteh?" tanya Ningrum


Aisyah menganggukkan kepalanya


Lalu Ningrum memeluk Aisyah dan berbisik ditelinga Aisyah


"Teteh..Ningrum titip masku yaaah.." bisik Ningrum


Aisyah menganggukkan kepalanya


"Iya Ningrum.."


Setelah berpamitan dengan Ningrum..Bram dan Aisyah lalu berpamitan juga kepada mang Harja dan bu Wasti


Aisyah menitipkan sebuah amplop buat Wahyu..anaknya bu Wasti


Bu Wasti menolak dengan halus pemberian Aisyah untuk Wahyu..tapi karena Aisyah bersikeras agar bu Wasti menerima pemberiannya..akhirnya dengan terpaksa bu Wasti menerimanya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih


Tak lama kemudian..mobil BMW hitam menuruni jalan vila yang diiringi oleh lambaian tangan bu Wasti dan pandangan Ningrum yang mengawasi kepergian Bram dan Aisyah dari atas balkon vila


"Sampai ketemu lagi masku.." kata Ningrum yang disertai airmata yang menetes di pipi


__________________


Aisyah yang duduk disamping Bram..tampak termanggu melihat suasana lalu lintas dari dalam mobil


Tiba-tiba..Aisyah menggeser badannya menghadap Bram


"Oh iya mas..mumpung kita di Bandung nih..kita mampir ke tempatnya bu Rini yuuk" pinta Aisyah


"Rumah tante Rini?" tanya Bram


"Iya mass..Aisyah sudah lama nggak maen kesana..kangen sama Bima..mas tahu kan rumahnya?" tanya Aisyah


Bram hanya menganggukan kepalanya


Bram lalu mengarahkan mobilnya ke arah daerah Pasteur


Sebelum sampai dirumah bu Rini..Aisyah berinisiatif untuk membeli oleh-oleh buat Bima..anak bu Rini yang masih bersekolah kelas 4 SD. Aisyah membelikan kue kesukaan Bima..fruitcake dan chessecake


Tak lama kemudian..mobil yang dikendarai Bram sudah memasuki jalan Pasir Kaliki..setelah melewati Richeese Factory..Bram lalu berbelok kekiri dan memasuki kawasan perumahan yang kebanyakan sudah beralih fungsi sebagai outlet-outlet usaha rumahan


Didepan sebuah rumah yang tampak asri..Bram menghentikan mobilnya


Rumah tante Rini masih dibiarkan seperti rumah-rumah di Bandung jaman dulu..yang mirip dengan rumah peninggalan jaman Belanda..halaman yang luas di depan dan samping rumah


Aisyah lalu turun dan membuka gerbang untuk Bram memasuki mobilnya ke carport rumah bu Rini


Setelah menutup pintu pagar..Aisyah lalu segera menuju ke teras rumah


"Assalamuallaikum.." sapa Aisyah sambil mengetuk pintu rumah bu Rini


Sambil menunggu..Aisyah melihat ke sekeliling rumah sambil tersenyum mengenang masa-masa sekolahnya dulu


Disinilah ia dititipkan untuk tinggal oleh bu Yuli sepeninggal orangtuanya


"Wallaikumsallam.." jawab seseorang dari dalam rumah


Begitu pintu terbuka..munculah seorang anak laki-laki kisaran berumur 10 tahun..dialah Bima anak bu Rini..adik sepupu Bram


"Teteh??" ucap Bima kaget


Bima langsung menghambur memeluk Aisyah begitu tahu siapa yang mengetuk pintu rumahnya


Aisyah menurunkan berat badannya untuk membalas pelukan Bima sambil tersenyum haru


"Apa kabar dek?" tanya Aisyah sambil mencium rambut Bima


"Teteh kemana ajah?..kok nggak pernah main kemari lagi?..teteh lupa yaah sama Bima?.." rajuk Bima


"Teteh minta maaf yaaah sayang?..soalnya teteh sibuk banget di Jakarta..jadinya teteh jarang kemari..nengokin dedek" jawab Aisyah sambil menjawil hidung Bima yang merah menahan tangisnya


Dari dalam..keluar seorang wanita..bu Rini..ibundanya Bima


"Aisyaaaaah?...apa kabar sayang?" tanya bu Rini


Aisyah lalu mencium tangan bu Rini dan langsung memeluk bu Rini sambil menangis haru


"Sama siapa kamu kemari?" tanya bu Rini


"Sama mas Bram bu.." jawab Aisyah sambil mengelap air matanya yang jatuh dipipinya


"Assalamuallaikum Nte.." sapa Bram sambil menghampiri bu Rini dan mencium tangan bu Rini


"Waallaikumsallam" jawab bu Rini lalu memeluk Bram


"Gimana kabar mu Bram?..sehat?" tanya bu Rini setelah melepaskan pelukannya


"Alkhamdulillah Nte..sehat" jawab Bram


"Kapan kamu pulang dari Amerika?"


"Bulan kemarin Nte.."


"Ayo masuk.." ajak bu Rini


Bu Rini mengajak Bram untuk masuk kedalam rumah..sedangkan Aisyah mengajak Bima untuk mengambil oleh-oleh yang ada di mobil


"Lama ya Bram..kamu nggak main kemari?" tanya bu Rini sambil duduk di sofa


"Iya Nte..Bram kan sibuk sekolah diluar" jawab Bram sambil tersenyum dan melihat-lihat sekitar ruang tamu rumah tantenya


"Om Johan mana Nte?" tanya Bram soal pak Johan..suami bu Rini


"Om Johan lagi dinas ke Kalimantan Bram.." jawab bu Rini


"Sudah berapa lama Nte?"


"Baru juga 2 bulan.." terang bu Rini tentang suaminya yang kerja di sebuah perusahaan minyak asing


Hingga Bram melihat sebuah foto yang terpampang di dinding yang mengusik hatinya..dia lalu berdiri dan menghampiri sebuah foto..ternyata foto Aisyah waktu wisuda


"Ini foto Aisyah Nte?" tanya Bram


"Iya..waktu wisuda kemaren" jawab bu Rini


Bram lalu melihat foto yang lainnya..foto keluarga tante Rini bersama Aisyah waktu wisuda


Ternyata Aisyah mengajak tante Rini dan keluarga untuk datang ke pesta wisudanya


Tak lama dari dalam Aisyah datang dengan membawa nampan minuman dan makanan ringan


"Heleeuh..heleeuh..teteh mah..kamu tuh kan tamu..mosok tamu nyediain minuman sendiri sih?..kan ada bi Kokom teh.." canda bu Rini


"Biarin ajah bu..mas..minum dulu nih kopinya" kata Aisyah sambil menaruh gelas kopi dan teh manis hangat buat bu Rini


Bram lalu duduk..dikuti oleh Aisyah yang duduk disebelah bu Rini dan langsung melendot manja di lengan bu Rini


"Ada apa kalian datang kemari?" tanya bu Rini sambil mengelus-elus kepala Aisyah yang memeluk lengannya


"Kita mampir saja bu..habis dari Dago..ada urusan bapak yang musti Aisyah selesaiin" jawab Aisyah seraya memangku Bima yang menyusul ke ruang tamu


"Teteh capek atuh dek..dedek duduk sendiri doong..kamu kan sudah gede.." pinta bu Rini


Bima hanya menggelengkan kepalanya sambil memeluk leher Aisyah


"Nggak mau!!..Bima kangen sama teteh!!" jawab Bima


"Biarin aja bu..Aisyah juga kangen sama Bima" ujar Aisyah sambil mencium pipi Bima


"Aisyah tinggal disini berapa lama Nte?" tanya Bram


"Lama Bram..dari SMP..teteh tinggal disini..pas kuliah..kadang-kadang nginep disini..katanya kangen sama Bima.." jawab bu Rini sambil memandang ke arah Aisyah


"Pasti waktu SMA dulu..pacarnya banyak ya Nte?" canda Bram sambil tersenyum


"Mas Braaam!!..apaan siih?" sewot Aisyah sambil melotot ke arah Bram


"Hahahaha..nggak ada Bram..teteh dulu waktu SMA nggak punya pacar..padahal banyak juga lho teman-teman sekolahnya yang cowok pada datang main kesini..tetehnya aja yang nggak peka" ujar bu Rini sambil tertawa


"Ibuuu maaah...Aisyah kan malu.." rajuk Aisyah sambil memeluk lengan bu Rini..dan menyembunyikan wajahnya di pundak bu Rini


"Kolokannya keluar deeeh.." goda bu Rini


Bu Rini dan Bram tertawa bersama-sama yang melihat Aisyah malu diceritakan masa lalunya


"Teteh nanti nginep kan?" tanya Bima tiba-tiba


Aisyah langsung menghentikan tawanya dan melihat Bram seperti meminta persetujuannya..Bram pun mengangguk


"Iya sayaaang..nanti teteh nginap..kamar teteh sudah dedek beresin belum?" tanya Aisyah


Bima menggelengkan kepalanya


"Ayuk atuh..kita beresin yuk.."


Lalu Bima mengajak Aisyah menuju ke bekas kamarnya dulu


Bu Rini hanya tersenyum melihat kelakuan Bima dan Aisyah


"Memang gitu Bram..kelakuan Bima..dia manja banget kalau sama Aisyah..dia udah anggap Aisyah seperti kakaknya sendiri"


Bram hanya memandang Aisyah yang masuk kedalam bersama Bima


"Sok atuh Bram..diminum kopinya..nanti keburu dingin.." pinta bu Rini


"Iya Nte.." kata Bram sambil meminum kopinya


"Kalian di Dago berdua aja?" tanya bu Rini


"Iya Nte..kita nginap di vila papah..Bram boleh ngerokok disini Nte?" tanya Bram


Bu Rini menganggukan kepalanya


Bram lalu menyalakan rokoknya


Bu Rini mengambilkan asbak dari bawah meja untuk Bram


"Kamu tidurnya pisah kan sama Aisyah?" tanya bu Rini


Bram terkejut..hampir saja dia tersedak asap rokok


"Iya dong Nte..Aisyah di kamar atas..Bram dikamar bawah" bohong Bram


"Yang beneeerrr??..kamu nggak bohong kan sama tante?" tanya bu Rini lagi


"Nggak Nte..Bram nggak bohong"


Bu Rini hanya tersenyum simpul mendengar jawaban Bram


"Aisyah anak baik Bram..jangan kamu rusak..tante pesen sama kamu..kamu jaga dia yaah?...kasihan dia Bram..dari kecil sudah yatim piatu" kata bu Rini


"Iya Nte.." jawab Bram


"Tante waktu dititipin Aisyah oleh mamahmu dulu..bersyukur sekali Bram..soalnya tante jadi punya teman..dan Bima ada orang yang ngemong dia seperti adiknya sendiri" kata bu Rini sambil mengalihkan pandangannya ke dalam


"Mamahmu pesan ke tante untuk menjaga Aisyah..kamu tahu kan kelakuan anak-anak abg di Bandung?..dulu tante sempat khawatir..kalau Aisyah sampai ikut-ikutan seperti mereka..tapi alkhamdulillah..dasarnya memang Aisyah anaknya baik dan penurut..dia tidak terpengaruh oleh mereka"


Bram mendengarkan cerita bu Rini tentang Aisyah sambil menghisap rokoknya


"Soal tadi kamu tanya..Aisyah punya pacar apa nggak..sebenarnya Aisyah bukannya nggak peka Bram sama teman-teman prianya yang datang main kesini..tapi tante sendiri yang melarang mereka untuk mendekati Aisyah..sesuai amanat mamahmu" ucap bu Rini


Bram terperanjat kaget..mamahnya begitu protectif terhadap Aisyah


"Cowok mana sih yang bisa mengabaikan pesona Aisyah Bram?..sudah cantik..pintar..solehah lagi..pasti kamu juga?" tanya bu Rini sambil tersenyum


"Ii..iya Nte.." jawab Bram sambil tersenyum malu-malu


Tak lama dari dalam..keluar Aisyah dan Bima


"Mas..kita ajak Bima jalan-jalan yuuk.." pinta Aisyah


"Boleh ya bu..teteh ajak dedek jalan-jalan?" tanya Aisyah ke bu Rini


Bu Rini menganggukan kepalanya


"Bima ganti baju dulu ya teh.." ujar Bima sambil masuk kedalam kamarnya


Hari itu Aisyah berkesempatan mengajak Bima jalan-jalan keliling Bandung


Saat di Transtudio..Bima seperti tidak mau lepas dari sisi Aisyah..kemana Bima pergi..pasti Aisyah diajak serta

__ADS_1


Aisyah tampak gembira bersama Bima saat menaiki wahana yang ada di Trasnstudio..Bram yang mengamati dari luar wahana hanya tersenyum dan sesekali mengabadikan moment tersebut dengan kamera handphonenya


Benar apa yang dikatakan oleh tantenya..Aisyah dan Bima tampak seperti kakak adik


__ADS_2