Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama
60.Hari Kemenangan


__ADS_3

Pintu kamar Bram terbuka dengan perlahan..Aisyah masuk ke dalam. Aisyah yang sudah bersiap-siap untuk pergi sholat Ied di masjid Al Muhajirin..tampak sudah menggunakan gamis putih yang dikombinasikan dengan hijab putih dan kerudung putih


"Masss..bangun..sholat Ied yuuk.." panggil Aisyah sambil menggoyang-goyangkan paha Bram


Bram menggeliat bangun..dia buka matanya perlahan..dia melihat Aisyah tersenyum manis di sebelah ranjangnya


"Ayuk mas..bangun..semuanya sudah pada siap-siap di bawah tuh.."


Bram memegang tangan Aisyah yang mau beranjak dari sebelah ranjangnya


"Kamu belum nyium mas.." pinta Bram


Aisyah lalu mengecup bibir Bram


"Kamu cantik banget pagi ini Yaang.." puji Bram


"Sana buruan mandi mas..sudah jam 6 nih..nanti kita terlambat sholat nya" kata Aisyah sambil menuju ke lemari Bram


Bram segera bangun dan menuju ke kamar mandinya. Aisyah mempersiapkan baju koko dan sarung yang dia beli di PIM kemarin untuk dipakai Bram sholat Ied..dan dia taruh di ranjang Bram baju koko dan sarungnya


Aisyah lalu membuka gorden dan jendela kamar..dan dia buka pintu balkon..dari masjid dia mendengar suara takbir yang menggema..yang menandakan hari kemenangan bagi seluruh umat islam. Dia tersenyum haru sambil memandang ke arah langit yang cerah di pagi hari ini


"Minall Aidzin wal Faidzin bu..ayah..Aisyah mohon maaf lahir dan batin.." ucap Aisyah lirih sambil memejamkan matanya


Bram yang sudah selesai..heran melihat Aisyah yang berdiri mematung di depan pintu balkon


Dia lalu menghampiri Aisyah dan memeluknya dari belakang


"Hayoooo..ngelamunin apa?" bisik Bram di telinga Aisyah dan dikecupnya perlahan


"Eeeh...nggak mas..ayuk mas..buruan..pake bajunya" kilah Aisyah sambil mengelap air matanya yang menggenang di pelupuk matanya


Bram hanya tersenyum..melihat Aisyah berbohong pada dirinya


"Nanti kita turunnya bareng Yaang.."


Bram segera memakai baju dan sarungnya..Aisyah tersenyum senang..karena baju kokonya yang dia beli..sangat pas di badan Bram


"Gimana Yaang?" tanya Bram yang sudah selesai memakai baju kokonya


"Pas bener mas..mas gantengnya jadi maksimal.." kata Aisyah sambil tersenyum


"Haaah??..apa?..barusan kamu tadi bilang mas apa?" tanya Bram sambil mengarahkan telingannya ke Aisyah


"Mas ganteng" jawab Aisyah


"Akhirnya!!..kamu bilang mas ganteng!!"


Aisyah tertawa geli


"Kita selfie dulu Yaang.." ajak Bram


Selfie lah mereka berdua..dengan berbagai macam angle dan gaya. Setelah mengambil sajadahnya..Bram menggandeng Aisyah


"Mukena kamu mana?" tanya Bram


"Sudah di bawah mas.." jawab Aisyah


Bram menggandeng Aisyah menuruni tangga. Di ruang keluarga..semua yang sudah berkumpul menyaksikan Bram dan Aisyah turun sambil bergandengan tangan..pasangan yang serasi. Aisyah tersipu malu..karena semua mata memandang ke arah dirinya dan Bram


"Serasi ya Kung..yang satu ganteng..yang satunya lagi cantik.." ucap Eyang putri sambil tersenyum bahagia


Yang hadir pada tersenyum bahagia. Aisyah mengambil mukena dan sajadahnya yang di taruh di sebelah Eyang putri. Mereka kemudian keluar menuju ke masjid untuk menunaikan sholat Ied


"Kunci gerbangnya Bram..soalnya pak Nana nanti siang baru dateng" pinta pak Agung


"Oke pah" jawab Bram


Aisyah menunggu Bram yang sedang mengunci pagar rumah. Setelah itu mereka berdua menyusul rombongan keluarga Handoyo yang sudah berjalan di depan


"Hmmm..setelah lima tahun..akhirnya mas lebaran disini lagi" kata Bram sambil menghirup udara pagi


"Gimana perasaan mas?" tanya Aisyah


"Seneng Yaang..apalagi sekarang ada kamu di sisi mas.." jawab Bram sambil menggandeng tangan Aisyah


Aisyah tersipu malu


"Aisyah juga mas..tahun kemaren..Aisyah selalu lebaran di Bandung..ditempat bu Rini..berempat ajah mas..sekarang semua kumpul disini..Aisyah nggak merasa kesepian lagi.." ujar Aisyah sambil menatap ke arah rombongan


Bram lalu memeluk kepala Aisyah dan menciumnya dengan lembut


"Mas janji..mas nggak akan ninggalin kamu lagi.." ucap Bram lirih


Di perjalanan menuju masjid..rombongan keluarga Handoyo berpapasan dengan para tetangga yang juga menuju ke masjid. Sebagian ada yang kaget..karena pak Agung dan bu Yuli berlebaran disini


"Kayaknya nanti bakal rame dirumah nih Yaang.." kata Bram


"Iya mas..mangkanya ibu sama Aisyah sudah nyiapin semuanya buat open house bapak nanti"


Tidak terasa sampailah mereka di masjid Al Muhajirin..Aisyah berpisah dengan Bram untuk menuju ke shaf khusus wanita..yang dimana bu Yuli dan lainnya sudah menempati tempatnya


Bram membalas sapaan beberapa wanita ketika dia melewati didepan shaf wanita


Dia segera bergabung ke barisan shaf papahnya..dia gelar sajadahnya di sebelah om Danar. Papahnya dan anggota keluarga lainnya sengaja memilih shaf di pelataran masjid..agar mudah keluar tak kala selesai sholat Ied. Bram melihat banyak jemaah sholat Ied bertegur sapa dengan papahnya


Tak berapa lama kemudian..setelah pak Imam..selaku ketua DKM masjid Al Muhajirin memberikan beberapa pengumuman..dimulailah sholat Ied yang di pimpin oleh KH Nassar al Maksum


Setelah sholat Ied..para jemaah tidak beranjak dari tempatnya..karena akan mendengarkan ceramah..Bram mengedarkan pandangannya untuk melihat keberadaan teman-temannya


Bram tersenyum setelah melihat Ryan dan lainnya tengah berkumpul di depan sebuah ruko


"Pah..Bram ngerokok dulu yaah.." pamit Bram pada papahnya


Pak Agung menganggukan kepalanya. Bram melipat sajadahnya dan segera beranjak untuk bergabung dengan teman-temannya. Bram membalas teguran dari para jamaah selagi dia berjalan ke arah teman-temannya


"Wiidiiiiih..Al Ustad Kyai Haji Bramanto.." ledek Beni begitu Bram tiba


"Baju baru Bram?" tanya Ryan


"Kayak bocah ajah lu..lebaran pakai baju baru" sambung Beni


"Iya dooong..dibeliin sama Aisyah..mangkanya gua pake.." jawab Bram sambil mengeluarkan rokoknya


"Ada yang bawa kopi nggak nih?" tanya Bram

__ADS_1


Doni memberikan termos kopi kepada Bram


"Lu ntar pada kerumah yaak.." kata Bram


"Iya Bram" jawab Doni


"Ada apaan di rumah lu?" tanya Ryan


"Palu gada.." jawab Bram


"Okeeeh..mantap kalau gitu" kata Ryan sambil tersenyum


Beni menegur jemaah wanita yang pulang terlebih dahulu yang lewat didepan tempat dia nongkrong


"Pantesan..kalau sholat Ied..nggak pernah absen lu Ben.." kata Bram


"Yoi Bram..soalnya di sholat Ied doang..bidadari-bidadari komplek pada keluar semua..Tariii..pulang yaah?" kata Beni sambil menegur salah seorang wanita yang lewat


Tapi wanita yang di panggil Tari oleh Beni..menegur Bram dari pada membalas sapaan dia


"Haaai Braaam.." sapa Tari


"Heei.."


"Lu udah balik?" tanya Tari sambil menjabat tangan Bram


"Udaah..ada kali 4 bulan gua disini.." jawab Bram


Tari keningnya berkerut heran


"Kok gua nggak tahu yaah?" tanya Tari sambil tersenyum


"Elu nya aja kali..yang jarang keluar.." jawab Bram sambil tersenyum


"Eh..by the way..selamat yaah..atas pertunangan lu sama Aisyah..sorry..kemarin gua nggak bisa dateng ke tempat lu..kapan nih rencananya?" ucap Tari


Beni yang merasa tidak diindahkan oleh Tari..jadi kesal sendiri. Ryan dan Doni tertawa sambil menyambit Beni dengan sebuah batu kerikil


"Insya Alloh..dua bulan lagi.." kata Bram yang tersenyum geli melihat Beni yang kesal


"Ngundang-undang yaah?" pinta Tari


"Iya..tenang ajah.."


"Eeh..udah dulu ya Bram..nyokap gua manggil tuh..ntar lu nggak kemana-mana kan?" tanya Tari


"Nggak..bokap gua open house dirumah" jawab Bram


"Ya sudah..nanti gua ke rumah lu sama bokap nyokap..bye Brammm!!" pamit Tari


"Byee.." jawab Bram


Tari pun segera menghampiri ibunya yang sudah berdiri menunggu. Tinggalah Beni yang kesal


"Setaaaaaannn!!!..yang negor siapa??..yang disamperin siapaaa??" sewot Beni


Bram dan teman-temannya pada tertawa melihat Beni yang kesal sendiri


"Lagian..elu nya juga..kalau pengen negor cewek jangan ada Bram..kalah pamor luh..hahahaha" gelak Ryan


"Lu ntar pada kerumah yaaak.." pinta Bram


"Yoi Braaaam.." jawab Doni


Bram bergegas menghampiri tempat mamahnya sholat. Dia melihat para ibu-ibu mengerubungi Aisyah dan mamahnya sambil cipika-cipiki. Setelah selesai..Aisyah menghampiri Bram


"Ayuk mas.." ajak Aisyah


Bram lalu menggandeng Aisyah menuju ke rumah. Sepanjang perjalanan..Bram terus melirik ke Aisyah..yang menurutnya sangat cantik dan anggun pagi ini


"Kamu pagi ini cantik banget Yaang" bisik Bram


Aisyah hanya tersenyum manis menjawab pujian Bram


"Bajunya kamu beli apa kamu yang bikin?" tanya Bram


"Bikin sendiri mas..sama kayak ibu.." jawab Aisyah


Begitu sampai di rumah..pada siap-siap untuk acara sungkeman..Eyang kakung,Eyang putri,Kakek Ndaru,Nenek Yati sudah duduk di sofanya masing-masing


"Kita sungkeman dulu..baru itu kita makan" pinta pak Agung


Pak Agung memulai sesi sungkeman karena dirinya anak sulung dari Eyang kakung..dibelakang pak Agung berdiri bu Yuli yang diikuti oleh pak Widodo dan bu Hera..bu Rini dan pak Johan..tante Titik dan om Danar


Giliran Bram yang sebagai cucu pertama di silsilah keluarga besarnya..sungkem ke Eyang kakung dan Eyang putri


"Eyang Kung..Bram mohon maaf lahir batin..kali ajah ada kata-kata Bram yang disengaja atau tidak menyakiti hati Eyang kung.." kata Bram yang sungkem pada Eyang kakung


"Iyoo ngger..sama-sama yaah.." jawab Eyang kakung sambil mencium pipi Bram


Setelah Eyang kakung..Bram bergeser ke Eyang putri..ke kakek Ndaru..nenek Yati..hingga ke arah kedua orang tuanya


"Paah..Bram mohon maaf lahir batin"


Pak Agung memeluk Bram dan mencium keningnya


"Iya Bram..sama-sama yaah.." jawab pak Agung yang terisak haru


"Maaah..."


Belum sempat Bram meneruskan omongannya..mamahnya langsung memeluknya sambil terisak haru. Semua yang hadir..ikut terharu meyaksikan bu Yuli yang memeluk Bram. Bu Yuli mencium pipi Bram dan keningnya. Setelah mamahnya..Bram bergeser ke pak Widodo


Giliran Aisyah yang di belakang Bram..sungkem ke bu Yuli..kembali bu Yuli memeluk Aisyah sambil terisak. Aisyah tidak bisa membendung airmatanya..dia merasakan seolah-olah sedang memeluk ibunya..bu Entin. Yang hadir tidak terasa menitikan air matanya


"Sudah ya teh..teteh jangan nangis lagi.." pinta bu Yuli sambil mengusap air mata Aisyah yang mengalir di pipinya


"Iya bu..hiks.." jawab Aisyah


Aisyah bergeser ke orang-orang tua yang lainnya..hingga giliran bu Rini..kembali Aisyah menangis haru sambil memeluk bu Rini


"Maafin Aisyah ya bu..hiks.." pinta Aisyah


"Iya teh..ibu juga minta maaf..kalau ibu ada salah-salah kata sama teteh" jawab bu Rini


Setelah itu dia bergeser ke tante Titik dan om Danar. Pas giliran ke Bram..Aisyah berhenti dan melihat Bram tersenyum ke dirinya

__ADS_1


"Sungkem dong..sama mas" goda Bram


Aisyah yang matanya sembab..mau tak mau tersenyum geli mendengar ledekan Bram


"Memangnya mas sudah sepuh?" jawab Aisyah sambil tersenyum


Yang lainya pada tertawa. Aisyah lalu memegang tangan Bram


"Massssss?.." kata Aisyah dengan suara dibuat manja..menatap mata Bram


"Maafin Aisyah yaaah?..soalnya Aisyah suka nyubitin sama mukulin mas.." pinta Aisyah yang sungkem sambil mencium tangan Bram


"Iyaaa..sama-sama..mas juga minta maaf yaah?..suka bikin kamu nangis..sama suka ngerjain kamu" jawab Bram


Bram lalu mencium kedua pipi Aisyah dan memeluknya. Anggota keluarga yang lainnya..tersenyum senang melihat Bram memeluk Aisyah


***


Selesai acara sungkeman..anggota keluarga pada beranjak ke meja makan utama. Aisyah memanggil Bima,Gabi dan Intan..dia memberikan masing-masing pada mereka sebuah amplop


"Kamu ngasih angpau Yaang?" tanya Bram


"Iya mas..nih..Aisyah sudah siapin buat anak-anak yang nanti pada dateng kemari" jawab Aisyah sambil menunjukan tas kecilnya yang berisikan penuh dengan amplop


"Kamu masih ada amplop lagi nggak?"


"Masih mas..mas mau?" tanya Aisyah


Bram menganggukan kepalanya. Aisyah bergegas menuju ke ruang keluarga..untuk mengambilkan amplop untuk Bram


***


Hari itu..rumah keluarga Handoyo ramai oleh tamu-tamu yang datang untuk berlebaran. Sibuklah mereka menjamu tamu yang hadir yang seperti tidak ada habisnya


Empat orang asisten rumah tangga yang dipesan oleh pak Agung sibuk mengangkati pirung-piring dan gelas kotor ke belakang. Dibelakang ada dua orang pria yang mencuci gelas dan piring kotor


"Bu..makan dulu yaaah?..mumpung lagi sepi nih.." pinta Aisyah yang sambil menuang opor ayam ke dalam mangkuk besar


"Iya mbak.." jawab seorang ibu-ibu paruh baya


"Ajak yang lainnya sekalian.."


Aisyah menaruh opor ayam di meja makan dapur


"Sudah saya siapin ya bu.."


"Iya mbak..terima kasih"


Setelah mempersiapkan keperluan makan untuk para asisten rumah tangga..Aisyah kembali masuk ke dalam..karena dia mendengar nama dia dipanggil


Di ruang tamu..dia melihat ada anak kecil yang berjumlah enam orang yang datang beserta orang tuanya


"Eeeeh..Yuni..Anita..sini sini.." pinta Aisyah pada anak kecil yang sudah menantinya


Mereka adalah murid-murid pengajian di masjid Al Muhajirin. Anak-anak kecil pada berbaris untuk bersalaman dengan Aisyah. Aisyah memberikan mereka amplop satu persatu


"Terima kasih ya kaaaak.." ucap salah satu anak kecil setelah menerima amplop dari Aisyah


"Iya..sama-sama" jawab Aisyah sambil tersenyum


Bram yang duduk di sebelah mamahnya..tersenyum melihat Aisyah yang di kerubungi oleh murid-murid pengajiannya


"Anak kecil kalau sama Aisyah..pada senang Bram.." kata bu Yuli


"Iya mah.."


"Mamah sudah nggak sabar deh Bram.." kata bu Yuli sambil melihat ke arah Aisyah


"Nggak sabar kenapa mah?" tanya Bram sambil menoleh ke arah bu Yuli


"Nggak sabar pengen momong cucu.." bisik bu Yuli di telinga Bram


Bram terperanjat kaget..bu Yuli hanya tersenyum melihat Bram yang melongo


Lamunan Bram terputus oleh suara salam dari tamu yang baru masuk me ruang tamu rumahnya..bu Yuli berdiri untuk menyambut mereka. Bram mengikuti mamahnya yang menyambut tamu yang baru datang. Bram melihat ke Aisyah yang sedang dikerubungi oleh anak-anak..Bram berpikir..bahwa perkataan mamahnya benar adanya..anak kecil kalau bersama Aisyah..pada senang dan gembira


***


Malamnya sekitar jam 9..barulah tampak sepi di rumah keluarga Handoyo


"Eyang ti sama Eyang kung sudah tidur pah?" tanya Bram


"Sudah Bram..sama kakek Ndaru..biar mereka pada istirahat dulu..soalnya besok..tamu papah lebih banyak lagi sepertinya" jawab pak Agung


Dari dalam Aisyah datang sambil menenteng nampan yang berisi dua gelas kopi


"Kopinya pak.." kata Aisyah sambil menaruh segelas kopi di meja


"Iya teh..terima kasih..ibumu mana?" tanya pak Agung


"Ibu di belakang pak.."


Aisyah lalu duduk disebelah Bram. Handphone Aisyah berdering..dia lihat bu Rini menelponnya


"Assallamuallaikum bu..oooh..iya bu..iya..nggak apa-apa bu..Aisyah juga jarang makai mobil kok..kan ada mas Bram..pakai ajah bu..iya bu.. Waallaikumsallam.."


"Siapa Yaang?" tanya Bram sambil meminum kopinya


"Bu Rini mas..katanya mau nginep di Rawamangun..tempat adeknya pak Johan" jawab Aisyah


Setelah membantu memberesi rumah..Bram beranjak ke kamarnya..tapi begitu sampai di depan pintunya..dia berbalik dan menuju ke kamar Aisyah. Dia buka pintu kamar Aisyah..dan dia lihat Aisyah telah terlelap tidur di ranjangnya..Bram tersenyum melihat Aisyah yang sepertinya lelah sekali hari ini..melayani tamu open house di rumah


Bram masuk ke dalam kamarnya..dia segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Setelah memakai kaos dan celana boxernya..Bram yang berdiri di pinggir ranjangnya..tampak berpikir sejenak. Dia keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar Aisyah. Dengan perlahan..dia sibak selimut yang menyelimuti Aisyah..dia lalu rebah di samping Aisyah. Aisyah menggeliat dan memicingkan matanya melihat ke Bram


"Hmmmm...masssss??.."


Aisyah memeluk Bram dan menaruh kepalanya di pundak Bram. Bram kecup dengan lembut kening Aisyah..dia tarik selimutnya. Dia pandangi Aisyah yang tengah terlelap di pelukannya..Bram teringat kembali perkataan mamahnya tadi siang


"Enggak sabar pengen momong cucu.."


"Insya Alloh mah..kalau cucu mamah perempuan..dia akan cantik seperti ibunya.." ujar Bram lirih sambil membelai pipi Aisyah


.


.

__ADS_1


__ADS_2