
Setelah makanan tersusun cantik di meja, mereka mulai membelah dan mengikis mentimun, dan menyiapkan es mentimun yang ditambah dengan sedikit jeruk nipis.
Jam 15.10 WIB, semua sudah tersusun cantik dimeja beserta minuman segar. Hari ini, Aira merasa lega dengan keadaan tuan muda yang lemah membuat keuntungan tanpa beban mengerjakan tugas. Kalau tidak, mungkin saja tuan muda akan mengacaukan semuanya.
Pada waktu yang telah ditentukan, Kepala Sekolah, Juri dan beberapa guru mencicipi semua makanan yang disajikan semua siswa kelas enam satu persatu, semua terlihat lezat dan enak.
Akhirnya juri memberikan tiga nama kelompok terbaik, salah satunya kelompok Aira. Setelah memberi nilai guru-guru dan semua siswa makan bersama, tapi tidak dengan Aira dan Arnel, mereka segera pulang karena Tuan Muda Arnel semakin lesu.
Sejak sore tuan muda Arnel tidak keluar dari kamarnya bahkan sekarang sudah jam delapan malam, biasanya dia akan mengacaukan dan mengganggu Aira. Diam-diam Aira mengintip ke kamar tuan muda.
Tuan muda tertidur dengan kompres dikepala, bahkan susu dan makanannya tidak disentuh sama sekali, tidak lama Aira dikejutkan dengan suara yang semakin mendekat, suara dokter pribadi keluarga Damrah.
Dokter mulai memeriksa dan memberikan obat, dokter segera menenangkan Ari yang terlihat khawatir dengan putra semata wayangnya.
"Tuan Muda, baik-baik saja, Tuan. Besok akan sembuh, Tuan Muda hanya kelelahan," ucap Dokter.
Ari mengantar dokter itu keluar, dan segera berbincang dengan Aira, bertanya tentang kegiatan sekolah dan apa saja yang dilakukan putra kesayangannya itu.
Aira beberapa kali terbangun dari tidur dan memeriksa panas dikening tuan muda, dia mengganti kain kompresan dan menyelimuti tuan muda dengan baik.
Pagi ini Tuan Muda tidak panas lagi, tetapi saat dia sadar Aira sering merawatnya, dia berpura-pura sakit dan menyuruh Aira mengerjakan tugas-tugas kesenian yang dikumpulkan untuk tambahan nilai UAS.
Seperti mengukir sabun agar berbentuk asbak, dan membuat topi dari tali plastik. Aira juga membuat untuk dirinya mengukir sabun seperti bunga dan membuat ikat pinggang dari tali plastik yang dijalin.
•••
Semua tugas dan ujian telah selesai, sekarang menunggu lulus dan tidak lulusnya. Banyak yang berbincang akan sekolah di sana dan disitu, memuji sekolah ini dan itu, serta mengajak kesekolah yang sama. Semua murid kelas enam lulus dengan nilai terbaik tetap dipegang oleh Aira, dan nilai tuan muda Arnel selalu selisih sedikit dari Aira.
Hari ini tuan muda Arnel sangat protes dengan keputusan Tuan Besar Ari Damrah yang telah memasukan nama Aira dan Arnel di SMP terbagus di kota ini, mereka disekolahkan disekolah yang sama lagi.
__ADS_1
"Papa, aku gak mau satu sekolah lagi sama dia, sudah cukup aku beberapa tahun ini sama dia satu sekolah, masa aku harus satu sekolah lagi!" protes Arnel.
Tetapi semua keputusan tidak bisa dirubah, mereka tetap masuk disekolah yang sama.
Arnel dan Aira adalah murid baru di SMP ternama di kota ini, biasanya setiap awal penerimaan murid baru akan dilakukan MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS anak SMP tidak berat seperti anak SMA atau kuliahan.
Murid-murid baru diminta menulis nama mereka dikertas karton dan digantung dileher, mereka semua diminta memperkenalkan diri dan mengikuti permainan seperti bernyanyi, tanya jawab, bertanding olahraga dan siapa yang tidak siap dengan permainan atau kalah akan diberi hukuman.
Tapi semua itu tidak berlaku dengan Tuan Muda Arnel, dia hanya duduk minum es teh diantara anggota OSIS. Dia sudah seperti kakak kelas tiga saja, bahkan sudah seperti anggota OSIS.
Siapa yang tidak kenal dan ingin mencari gara-gara dengannya, bahkan kakak kelas tiga di SMP ini adalah teman-teman nya dulu di SD dan anggota OSIS juga.
Saat melakukan upacara berpanas-panasan, Tuan Muda Arnel malah berlindung disamping bayangan guru piket yang sedang berbaris, tidak ada yang berani menegur dan memberitahu guru.
MOS hanya berlangsung tiga hari, dan hari ke empat sudah mulai memasuki kelas masing-masing dan sudah mencari tempat duduk dikelas.
Arnel mengumpat kesal dalam hati, dia tidak bisa mengalahkan gadis desa itu dalam bidang belajar dan gadis itu selalu punya cara untuk menghadapinya. Arnel memilih duduk dibarisan paling belakang, paling pojok sebelah kanan dan Aira memilih paling pojok kiri barisan nomor dua.
Bel masuk berbunyi...
Murid-murid duduk berbaris menunggu wali kelas mereka, dan akhirnya seorang guru cantik yang semok mungkin mama muda beranak dua.
Guru itu berkacamata, membawa penggaris kayu yang panjang setengah meter dan absen, dengan rok selutut (Zaman sekolah Aira dan Arnel masih zaman 80-90 an jadi masih ada sistem kekerasan dalam pendidikan).
“Hallo selamat pagi murid-murid, perkenalkan nama saya Linda, saya wali kelas kalian. Mata pelajaran yang saya ajarkan adalah olahraga, sekarang mari kita saling berkenalan. Kita mulai dulu dari Absen abjad A ya.” tutur Guru itu.
Hallo, nama saya Aira saya tamatan SD X
Hallo, nama saya Arnel saya tamatan SD X,
__ADS_1
Hallo, nama saya Yuni saya tamatan SD Y
Hallo, nama saya Yangki tamatan SD M
Hallo, nama saya Una saya tamatan SD M
Dan lainnya sampai seluruh siswa memperkenalkan diri masing-masing satu persatu ke depan kelas.
Perkenalan pun berlangsung 30 menit dari yang bernama A sampai Z, Bu Linda mulai menyusun nama-nama yang dicalonkan untuk menjadi ketua dan wakil ketua kelas, bendahara dan sekretaris kelas.
Dan juga menyusun jadwal piket setiap hari, memberitahu peraturan sekolah dan aturan dikelas ini. Dari hasil kesepakatan terpilih adalah ketua kelas Arnel dan Yangki sebagai wakil ketua kelas,Yuni dan Una menjadi bendahara dan sekretaris. Sebenarnya Arnel sangat ingin Aira menjadi sekretaris agar dia bisa menyiksanya.
Tapi, Aira dengan cepat mengundurkan diri saat namanya dicatat dipapan tulis saat pemilihan nama, saat itu Arnel juga ingin mundur saat mengetahui Aira mundur. Tapi, dia tidak suka dengan Yangki yang berasal dari SD mm menjadi ketua, akhirnya dia maju.
Nama Yangki dari SD M cukup terkenal dari kalangan OSIS dan anak-anak kelas dua dan tiga SMP ini, bahkan juga murid baru kelas satu SMP ternama ini.
Yangki berwajah tampan dan manis tidak kalah tampan dari tuan muda Arnel, dia juga orang terpandang. Ayahnya juga memiliki beberapa perusahaan dan usaha lainnya.
Yangki juga pintar dan perwakilan olimpiade dulu di SD mm, itulah yang membuat Arnel sedikit terganggu karena selama ini selain kakak kelasnya Angga tidak ada yang bisa menandinginya.
Setelah semuanya selesai, Bu Linda memberi jadwal mata pelajaran dan menyusun agenda uang khas kelas dan memberi kunci lemari dan meja nya kepada bendahara dan sekretaris.
Di dalam lemari kelas terdapat buku- buku pelajaran,alat tulis dan penghapus papan tulis,sapu dan sapu lidi, kain alas meja,vas bunga, jam dinding dan lainnya
Hari ini tidak ada pelajaran, hanya pengaturan sistem kelas dan perkenalan serta sedikit tanya jawab.
Tinggalkan like, vote, komentar positif.
Terimakasih
__ADS_1