(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Pergi ke Bandara


__ADS_3

Pagi ini...


Dewi dan Rido telah bersiap pergi ke bandara, mereka di antar oleh Aira, sedangkan Arnel, Ronald, dan Agung tidak bisa mengantar, karena mereka harus bekerja, begitu pula dengan Humaira sekolah hari ini.


Kepulangan mereka sedikit mendadak karena beberapa hari ini perasaan Rido begitu buruk, mungkin yang akan memahami nya hanya istrinya beserta pasangan suami istri Aira dan Arnel.


Semenjak pulang dari rumah Admaja, ia sering bermuka lesu dan termenung. Mungkin masih belum bisa lepas dari masa lalu. Sebenarnya ini bukan pertama kali ia bermuka lesu setiap pulang ke negara ini, hampir setiap pulang ia akan bersedih.


Tapi, ke pulangannya kali ini yang paling membuat ia sedih. Bahkan Aira dan Dewi juga tidak tau, mungkin hanya Arnel yang tahu, karena Rido hanya berbicara terakhir sangat lama bersama nya saat itu.


Di gazebo saat itu,


"Apakah kau tau? hari ini aku bertemu dengan Yuhen."


Arnel yang sedari tadi bermuka tidak jauh sendu dari Rido yang melihat ke arah mawar-mawar itu membuat ia menoleh menghadap Rido.


"Aku tidak mendengar kepulangan nya? apa yang ia katakan padamu?"


"Tidak banyak, dan tidak buruk. Yang aku tau dari paman dan tante Admaja ia akan mengambil alih perusahaan Admaja yang dipegang oleh sepupunya saat itu."


"Dan dia juga telah mengambil alih 40% saham rumah sakit milik keluarga ku yang di pegang kakak perempuan ku saat ini."


"Apakah sekarang ia pulang ingin balas dendam? kenapa ia harus mengambil saham dari rumah sakit keluarga Wijaya? bukankah masih banyak rumah sakit besar lainnya? apa yang ia rencanakan!"


"Aku juga tidak mengerti, aku tidak percaya kalau dia akan balas dendam. Apalagi dengan trik murahan seperti itu, kenapa bukan dari dulu saja ia menghancurkan kita?"


"Sungguh aku tidak mengerti dengannya, bukan kah saat itu kau sendiri yang berkata dia adalah orang baik? bagaimana mungkin orang baik akan mengambil saham kakak mu? itu artinya ia memulai masalah bukan?!"


"Entah lah, aku masih belum memahami sifatnya sejauh ini. Walaupun sudah bertahun-tahun, tapi aku masih percaya ia tidak mungkin berniat menghancurkan kita."

__ADS_1


"Siapa yang akan tau Do, bukankah saat itu ia memukul kita babak belur? bukankah saat itu ia membuat aku dan Aira bertengkar?"


"Jika masalah kita di pukul oleh nya saat itu, aku sudah berkata padamu saat itu kan? siapapun pasti marah dan terluka saat mengetahui adiknya sering kita pukul, dan saat itu dia dan kita masih sama-sama muda, ia hanya lebih tua empat tahun dari kita."


"Kalau masalah kau bertengkar dengan Aira, apa kau yakin karena dia? apa kau sudah lupa dengan apa yang kau lakukan pada Aira?"


Arnel terdiam, ia tahu betul saat itu ia bertengkar dengan Aira karena dirinya sendiri, sehingga membuat Ari Damrah sangat marah. Itu hari pertama ia dimarahi dengan keras oleh Ari, bahkan untuk pertama kali nya ia di tampar oleh papa yang selalu memanjakannya itu.


Kedatangan Yuhen dalam hubungan mereka hanya penambah masalah, bukan lah pembuat masalah utama. Saat itu Yuhen menjadikan Andi sebagai pion untuk melindungi Aira, yang membuat hubungan mereka dengan Andi retak.


Andi dipecat dari perusahaan Rido saat itu karena permintaan Arnel, sebenernya mereka kasihan untuk memecat dia, karena dari dulu mereka tahu Andi dari keluarga sederhana yang berjuang dan bisa berbaur dengan mereka karena bantuan dua keluarga Wijaya dan Damrah.


Saat mereka menyadari Andi hanya korban, bahkan Andi sampai di hajar oleh bodyguard rahasia keluarga Damrah. Ia sudah berada di keluarga Admaja, ia dibawa keluar negri oleh Yuhen saat itu. Dan sampai hari ini, mereka tidak pernah bertemu dengan Andi.


"Apa kepulangannya juga bersama Andi?"


"Aku tidak melihat Andi, saat aku bertanya tentang Andi, ia hanya tersenyum tidak menjawab ku."


"Kau jangan buruk sangka Nel! tidak mungkin Andi akan sepicik itu, aku sungguh tidak percaya."


"Apakah kau lupa? terakhir ia dipukul oleh orang rahasia suruhan papa ku, dan sejak itu ia menghilang. Akhirnya, kita mendengar kalau ia keluar negri bersama Yuhen padahal saat itu kita telah mencarinya."


Rido terdiam, ia tidak habis pikir dengan semua masa lalu ini. Jika seandainya waktu bisa di putar, ia ingin kembali memperbaiki semuanya.


Hanya beberapa helaan nafas dan hembusan nafas kasar beberapa menit berlalu hingga Rido mulai berbicara kembali.


"Nel, aku mendengar kabar kalau Una telah menikah dengan Andi beberapa saat lalu, apakah menurutmu itu benar?"


"Bukan kah Andi sejak SMP berpacaran dengan Wanda sampai kita tamat kuliah?, bahkan saat ia bekerja diperusahaan mu saat itu, ia masih bersama dengan Wanda bukan?."

__ADS_1


"Iya, bukan kah Una sejak kita tamat SMA tidak pernah bertemu lagi? bahkan kita tidak pernah mendengar kabar nya?" tanya Rido.


"Bukankah saat itu kau berjumpa dengannya? bukankah kau tau jelas kenapa dia menghilang dan pergi dari negara ini? dan kau juga tahu keluarga Una bukan orang biasa, ia sama seperti kita. Keluarga akan melindungi informasinya, dan orang-orang rahasia dibelakang keluarga nya pasti melindungi nya," jawab Arnel.


"Iya aku tahu, bukankah selama itu Una sangat mencintai Yangki? dan Yuhen pernah menjadikan Andi pion nya, bahkan ia membawa Andi bersamanya saat itu," jelas Rido.


"Maksudmu Yuhen meminta Andi menikahi Una? apa kau menjadi bodoh sekarang Do? bagaimana mungkin Una akan menikah dengan Andi yang jelas-jelas pacar Wanda temannya sendiri? dan dia sangat mencintai Yangki, kenapa tidak menikah dengan mu saja jika ia terpaksa menikah dengan Andi?"


"Hm... Aku hanya terlalu banyak berpikir, mungkin informasi dari pekerja ku salah," ucap Rido lirih.


Saat itu mereka berbicara begitu banyak hingga larut malam, sejak saat itu Rido mempercepat kepulangannya dan menjadi lebih pendiam.


Mereka sampai di bandara, Aira hanya bisa menemani pasangan suami istri itu di depan tempat Chek in, Aira melambaikan tangannya dengan senyuman indah kepada Rido dan Dewi.


"Una, jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai ya!, dan sering-sering lah pulang," ucapnya saat melambaikan tangan.


Aira masih duduk di sana, menunggu telepon dari Dewi. Ia beranjak pergi bersama sopirnya saat Dewi menghubungi dan berkata ia 'sudah naik kedalam pesawat', ia hanya diam selama di perjalanan sampai dirumahnya.


Di dalam mobil ia masih memikirkan ucapan Rido. Mobil berhenti diperjalanan, hanya mereka berdua dan satu orang sopir di dalam saat itu, sedangkan Dewi keluar dari mobil membelikan minuman untuk mereka.


"Aira apa kau ingat Yuhen kakak laki-laki Yangki?"


Aira terkejut mendengar nama itu, sudah lama sekali ia tidak mendengar nama kaki-laki itu.


"Tentu saja, kenapa?"


"Dia sudah pulang, kemarin aku bertemu dengannya di rumah keluarga Admaja."


"Apakah ia pulang bersama Andi?"

__ADS_1


Rido hanya diam tidak menjawab, ia kawatir. Jika Aira akan menemui Yuhen, dan mencari Andi. Itu bukanlah tindakan baik, bisa-bisa Arnel manusia egois itu, menjadi bodoh kembali, pikirnya.


Pembicaraan mereka terhenti saat Dewi datang, dan melanjutkan perjalanan mereka hingga sampai di bandara.


__ADS_2