(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Membeli Ikan


__ADS_3

"Apa kalian mau kakak senior Niko dan kakak senior Niken datang kesini dan menghukum kita semua? mungkin saja dia akan menghapuskan kelas kita untuk tidak ikut pertandingan kelas rapi dan indah lagi,"


"Dan kau Rido, kita semua tidur di tenda yang sama, sedangkan kau tidur dengan tenda pribadi. Apakah kau sedang pamer?"


Rido hanya diam mendengarkan Una, dan Tuan Arnel menatap dengan tajam kearah Tuan Muda Rido lalu pergi meninggalkan mereka berdua ditenda kecil itu dengan emosi.


"Kau cepat berkumpul disana, dan jangan bertengkar lagi dengan Ketua Kelas, dia berhak marah dan menendangmu karena kau masih tidur sedangkan kami sudah bangun dari tadi!,"


"Aku tidak habis pikir dengan otak pria pamer ini," gumam Una dalam hati dan pergi meninggalkan Tuan Muda Rido dengan marah.


Mereka berkumpul dan membahas rencana, membuat burung-burung dari kertas digantung dengan tali, memasang tongkat-tongkat pendek yang didalam kardus berbentuk seperti pohon dan menempelnya dengan manik-manik dan menggunting kertas warna warni seperti daun dan bunga.


Menjalin tali dan menggantung bola-bola dengan tali jalinan itu, melukis dinding belakang kelas dengan tulisan "Welcome to VII(A).


Kelas mereka akhirnya selesai, menyusun semua bunga, menempel bola hias yang terjalin dengan tali, memajang pohon yang dihias manik-manik disamping meja Bu guru, dan lainnnya.


Sore harinya, seluruh anggota OSIS dan Guru Pembimbing beserta Kepala Sekolah mengunjungi semua kelas dan memberi penilaian.


Malam puncak dari acara penutupan MOS yang ditunggu telah tiba, murid-murid berkumpul dengan senang dan mengambil gulungan kertas satu orang gulungan untuk satu orang murid. Kertas itu harus di isi dan dimasukan kedalam kotak untuk pemilihan suara raja dan ratu MOS.


Dari keseluruhan pertandingan selama tiga hari ini, kelas mereka hanya memiliki juara melukis, yang lainnya kalah total apalagi kelas rapi. Kelas mereka tidak unik sama sekali, terlalu biasa.


Akan tetapi Raja dan Ratu MOS dimenangkan oleh Tuan Muda Arnel dan Una. pemilihan suara Tuan muda Arnel dan Tuan Muda Yangki hanya berselisih tujuh orang murid sedangkan dengan Tuan Muda Rido berselisih Jauh tiga puluh orang murid.


Pagi hari, mereka diperbolehkan pulang dan melanjutkan sekolah besok hari. Tidak lama setelah berkemas dan menunggu digerbang sekolah Pak Tanto datang menjemput Tuan Muda Arnel dan Nona Muda Aira.


"Pak Tanto, apakah kita tidak salah jalan pulang ya?"


"Yang bilang kita mau pulang kerumah siapa?" jawab Arnel.


Mendengar hal itu membuat Aira langsung bernyali ciut. "Apakah Tuan Muda marah padaku karena tadi aku berbicara dengan Yangki saat ingin pulang tadi ya?" gumamnya dalam hati.


"Nih orang mau bawa aku kemana ya? jangan-jangan Tuan Muda mau meninggalkan aku disitu, tempat yang asing dan terpencil,"


"Dia kan orangnya usil banget, aku sampai terlena selama ini berpikir Tuan Muda menjadi dewasa baik dan perhatian," gumam Aira dalam hati dengan panik.

__ADS_1


Setelah menempuh jalan yang cukup jauh meninggalkan sekolah dan pusat kota, tidak lama kemudian mobil pak Tanto berhenti di tempat sepi.


"Tuan Muda kita mau kemana?"


Tuan Muda Arnel tidak menjawab, dia terus berjalan dan mengikuti langkah kaki Pak Tanto berjalan menyusuri jalan setapak. Tidak jauh dari sana mereka berhenti dirumah sederhana yang dikelilingi kolam-kolam ikan yang banyak.


Tuan Muda Arnel duduk di bangku kayu sebelah kolam ikan, "Aku mau semua jenis ikan!"


"Baiklah Tuan Muda, duduk lah Disni dengan Nona Muda Aira, aku akan mengurusnya untuk tuan." jawab Pak Tanto.


**


Tuan Muda Arnel pulang membawa banyak bibit ikan yang dibeli kepada pedagang ikan.


"Bi, kemari lah. Bantu aku."


"Tuan Muda, bibit ikannya sangat banyak, dimanakah Tuan Muda ingin memeliharanya?"


"Masukkan ke aquarium papa saja, dan kolam ikan di kebun belakang. Bukankah papa juga memelihara ikan mas yang berwarna-warni di kolam itu."


Hari ini Tuan Besar Ari Damrah pulang larut malam karena lembur diperusaahaannya, dia membersihkan tubuhnya yang terasa lengket beraktivitas seharian. Kemudian dia masuk kedalam kamar putra kesayangannya, melihat jagoannya sedang tertidur lelap. Ia mencium kening putranya, menyelimuti tubuhnya.


Tuan Besar Ari Damrah menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur king yang empuk miliknya, ditatapnya sebuah foto wanita cantik itu lalu dia tertidur nyenyak sambil memeluk foto itu.


Pagi ini adalah hari libur, Tuan Besar Ari Damrah menyuruput kopi hangat yang dihidangkan Bi Susi dengan kue kering.


"Pagi Pa,"


"Pagi sayang, bagaimanakah tidurnya semalam? apakah nyenyak?"


"Ya, sangat nyenyak Pa. Hmmm... Pa kemarin aku membeli banyak bibit ikan, aku memasukan nya kedalam aquarium dan kolam belakang,"


"Bisakah papa membuatkan aku kolam pribadi?"


Tuan Besar Ari Damrah tersenyum, "Kamu juga menyukai ikan? "Dahulu mama kamu juga menyukai ikan, kami beternak ikan bersama dan beberapa ikan di kolam belakang adalah milik pribadi mamamu."

__ADS_1


"Baiklah, Papa akan membantu membuat kolam ikan untukmu."


"Makasih pa," ucap Tuan Muda Arnel sambil memeluk ayahnya.


"Bi Susi," Panggil Ari setengah berteriak. Bi Susi segera menghampirinya dengan cepat,


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Minta seseorang menyiapkan sepeda untukku dan Arnel, aku akan bersepeda dengan putraku hari ini."


"Baik Tuan."


Dua buah sepeda telah tersender diujung tiang teras, Tuan Besar Ari Damrah dan Tuan Muda Arnel menaiki sepeda dan mengayuhnya memutari danau disekitar rumahnya. Tidak jauh dari rumah, mungkin 15 menit mengayuh sepeda, mereka berhenti dibawah pohon besar yang rindang.


"Lihatlah tempat ini, bagaimana menurutmu jika disini membuat kolam ikan pribadi milikmu? Ini cukup jauh dari Danau dan Rumah,"


"Iya pa, tempat ini bagus. Pohon ini juga bisa untuk berteduh. "


°°°


Hari ini Tuan Besar Ari Damrah cepat pulang dari perusahaannya, ia meninggalkan semua urusan pekerjaannya dan menyerahkan semuanya kepada sekretaris Zack. Ia berencana hari ini akan pergi melihat pembuatan kolam ikan bersama Tuan Muda Arnel. Sebenarnya hal seperti ini dia tidak pernah turun melihat pekerjanya bekerja dilokasi kerja. Tapi hari ini, semua ia lakukan karena permintaan putra semata wayangnya.


Rancangan perancang kolam ikan itu sangat bagus, seolah dia mengetahui selera Tuan Muda Arnel. Ia merancang kolam ikan menjadi tempat yang indah untuk berkencan, membuat gazebo kecil yang cantik ditengah kolam. Tuan Muda Ari sangat menyukainya.


"Huh, lihatlah Yangki. Aku akan membuat kolam ikan yang lebih bagus dari milikmu, lebih banyak darimu dan tentu saja lebih luas lagi besar." Gumam Tuan Muda Arnel dalam hati.


"Apa kamu senang?"


"Tentu saja Papa, tidak akan ada yang bisa mengalahkanku lagi."


"Mengalahkan? apa maksudnya nak, apa kamu tidak suka dengan ikan? apakah kamu menantang seseorang?"


"Bukan Pa, Sebenarnya aku sangat marah dan kesal saat MOS seseorang memamerkan kolam ikannya, dia mengatakan begitu banyak ikan. Bahkan semua wanita memujinya, apalagi gadis desa itu juga memujinya. seharusnya yang dia puji itu aku, bukan laki-laki lain. Karena aku Tuan Muda dirumah ini, dia itu kan tinggal disini kenapa memuji yang lain." ucap Tuan Muda Arnel setengah kesal dan malu.


"Oh begitu," jawab Tuan Besar Ari Damrah tersenyum penuh makna.

__ADS_1


Tuan Besar Ari Damrah senang mendengarnya, tidak sia-sia selama ini ia mendekatkan mereka berdua. " Iya itu semua benar, apa yang menjadi milikmu dari dulu harus kamu pertahankan, dan selamanya akan menjadi milikmu." gumam Tuan Besar Ari Damrah dalam hati.


__ADS_2