
Arnel tidak peduli, ia hanya diam saja, ia bahkan tidak menoleh walaupun mereka cantik dan terkenal. Pandangan mata nya masih tertuju kepada sepasang manusia yang membuat darahnya mengalir deras seperti api membara.
"Sombong sekali anak baru ini, ayo kita pergi." ajak salah seorang dari mereka.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan Arnel, mungkin bukan hanya Arnel yang menjadi objek godaan gadis-gadis, tapi di kelompok Kediri juga ada 2 orang cowok yang di goda habis-habisan oleh kakak-kakak kelas cewek.
Mereka Rido dan Andi, keduanya kemarin tidak pernah berpikir sekolah di sini. Alasannya karena wanita pujaan mereka.
Andi di minta Rido menemaninya sekolah disini, ia dibiayai selama 1 tahun kedepan, ia sangat tertarik karena Wanda juga sekolah disini.
Sedangkan Rido karena Una memilih sekolah disini, ia sangat menyukai Una dari dahulu sampai saat ini, ia masih sangat menyukainya, sedangkan Una masih saja menyukai Yangki, bahkan ia mengikuti Yangki sekolah kesini juga.
Wanda sangat cemburu saat pacarnya Andi dirayu para gadis-gadis, Andi sudah bersusah-susah mengelak, tapi sangat susah, apalagi ia juga bersama Rido, bertambah banyaklah gadis-gadis pemuja ketampanan menghampiri mereka.
Sedangkan Una tidak pernah peduli dengan mereka, ia hanya melihat Yangki dari kejauhan, Yangki memilih kelompok Majapahit agar tidak satu kelompok dengan Una dan Aira, karena ia melihat tatapan Arnel kemarin mengintimidasi nya.
Ia bukan takut pada Arnel, hanya tidak ingin bermasalah dengan pemuda egois yang manja itu, karena itu akan menyusahkan Aira.
Una melihat Aira menghampiri Yangki, dan sekarang mereka sedang pegangan tangan, hatinya sungguh cemburu, ingin rasanya ia menangis. Tapi, kenyataannya ia tidak punya hak, karena Yangki jelas-jelas tidak pernah menyukainya.
Yangki sudah tegas menolaknya berkali-kali, bahkan seminggu yang lalu ia juga menolak, dan menyuruh Una berpacaran dengan Rido. Ia sangat kecewa mendengar nya, jika hati bisa memilih mungkin ia bisa memaksakan hati bersatu dengan hati Rido.
Namun kenyataannya, hati tidak bisa bersatu, hati menolak dan hanya selalu menyukai Yangki.
Aira kamu sangat beruntung, bahkan kamu di sukai dua pemuda yang sangat tergila-gila padamu, tapi kamu tidak pernah sadar, apakah kamu masih belum mengerti?.
Aira, jika seandainya kamu juga mencintai Yangki, aku akan ikhlas pergi dan belajar meninggalkan hatiku untuknya, aku akan berusaha tidak menyukainya lagi.
Sayangnya, aku melihat kamu masih bimbang. Bahkan terlihat Yangki lebih mengejarmu, sedangkan kamu begitu takut dengan Arnel. Jika kamu mencintai nya, jagalah dia untukku, aku akan belajar bahagia, karena aku juga sayang padamu Aira, kamu teman yang baik. Una berkata dalam hati.
__ADS_1
Tak terasa air matanya mengalir, ia segera menghapusnya. Wanda melihat Una dan segera memeluknya.
"Aku tau perasaanmu, aku mengerti, cinta memang begitu sakit, percayalah cinta itu mengajarkan kita untuk bertahan, merelakan, bersabar, dan yang jelas bisa mengajarkan kita berpikir dewasa." ucap Wanda menenangkan Una.
Una tersenyum, lalu memeluk Wanda dengan erat.
**
"Apa kamu sudah makan? ayo kita belanja di kantin?" tanya Yangki.
"Belum sih, a...."
"A..apa? apa kamu masih bawa bekal?"
Aira tersenyum malu.
"Enggak, aku gak bawa bekal lagi sih, ayo kita ke kantin," ajak Aira.
"Dikit, tapi di larang Tuan Muda Arnel sih lebih banyak nya."
Lagi-lagi Arnel, batin Yangki.
"Oh begitu, iya sih gak usah bawa bekal lagi, takutnya nanti di bully teman-teman di bilangin anak sekolah dasar, heheheh."
Aira memukul pelan bahu Yangki sambil tersenyum malu.
"Ayo kita kekantin," ajak Yangki sambil menarik tangan Aira lembut.
Aira menyambut tangan Yangki dengan penuh semangat, berjalan sambil tersenyum melihat ke arah Yangki, begitu pula Yangki tersenyum bahagia.
__ADS_1
Aira aku sangat senang, apakah kau tau? sekarang jantungku berdetak lebih cepat, aku sungguh bahagia bersamamu, kau genggam tanganku seperti ini, Yangki berkata dalam hati sambil tersenyum hangat ke arah Aira.
Saat mereka sampai di kantin, kantin cukup ramai sehingga Yangki menyuruh Aira duduk duluan, dan ia segera memesan makanan untuk mereka.
Aira segera mencari tempat duduk kosong, dan memegang satu kursi kosong untuk Yangki, tidak beberapa lama Yangki membawa dua mangkuk mie goreng pedas, setelah meletakkan nya di meja ia kembali kedepan dan membawa 2 gelas es jeruk dingin.
Mereka segera memulai makan makanan yang ia pesan, di tambah lagi Yangki juga memesan 1 piring kecil nasi putih dan beberapa kerupuk. Yangki membuka kerupuk dan menyuapi Aira kerupuk.
"Coba deh Ra kerupuk ini, enak loh dimakan pake mie," ucap Yangki sambil menyuapi Aira kerupuk.
"Gimana rasanya enak gak?" sambung Yangki.
"Iya enak, rasa kulit sapi ya?"
"Iya lah, kan emang kerupuk kulit," jawab Yangki terkekeh.
Aira tersenyum malu, bahkan sekarang mukanya memerah, bukan karena masalah kerupuk, tapi ia baru sadar kalau memakan suapan kerupuk dari Yangki.
Ya ampun, dadaku berdebar-debar, aku senang campur malu banget, aku makan disuapin sama Yangki senang banget, aku kayak lagi pacaran sama dia, batin Aira.
Gila! apa yang aku pikirkan? aku lagi memikirkan lagi pacaran sama Yangki, kalau dia tau aku lagi mikir gitu gawat, jangan-jangan dia gak mau lagi berteman sama aku, cowok seganteng dia mana suka sama aku, Aira merutuki dirinya sendiri dalam hati.
Yangki tersenyum melihat Aira dan semakin terpukau melihat wajah malu Aira yang malu, membuat ia tambah imut di mata Yangki.
Kenapa ya, makin hari kamu terlihat semakin cantik? apa ini efek dari jatuh cinta? Aira aku suka sama kamu, suka banget, Yangki berkata dalam hati sambil kembali menyuapi mi goreng kearah Aira dengan tersenyum.
"Malu dilihat orang, disni ramai. Aku suap sendiri aja ya,"
"Ya udah deh kalau begitu," jawab Yangki sambil tersenyum.
__ADS_1
Una dan Wanda yang melihat mereka pergi ke kantin juga menyusul mereka di belakang, mereka duduk di kursi kantin yang jauh dari Yangki dan Aira, mereka disana tersenyum bahagia membuat hati Una senang bercampur sedih.
Senang melihat teman dan orang yang ia cintai begitu bahagia, sedangkan hatinya sedih karena cemburu.