(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Pengeroyokan


__ADS_3

"Kenapa anak saya bisa begini? apa saja yang kalian lakukan? kalian aku suruh menjaga anakku!," hardik Nadira kepada 2 bodyguard itu.


"Udah ma, bukan salah mereka kok, aku yang ceroboh."


"Bagaimana mama gak marah hah? mama memperkerjakan mereka untuk menjaga kamu! kemarin mama juga lihat kamu berantakan, baju kamu kotor sekarang bukan hanya baju kamu kotor dan berantakan tapi kamu juga terluka,wajahmu penuh memar,"


"Katakan pada mama siapa mereka? mama akan menghubungi keluarga mereka!"


"Sudah lah ma, lupakan saja! aku bisa kok selesaikan ini, ini masalah anak-anak sekolah bukan urusan orang tua juga, dan mereka juga bukan dari keluarga sembarangan."


"Siapa mereka? apa kalian melihat semua yang memukul anakku?" Nadira menolehkan wajahnya, dan bertanya kepada 2 bodyguard itu.


"Kami tidak melihat pengeroyokan itu Nyonya, tapi info yang kami ketahui mereka keluarga konglomerat semua, salah satunya anak Wijaya,"


"Dan yang mengayunkan tangan serta menggertak Tuan Muda Yangki yang terakhir anak dari Damrah."


Nadira terdiam mendengar nama dua keluarga itu, jika mungkin hanya berlawanan dengan Wijaya mungkin dia bisa merasa sebanding, tapi jika dengan keluarga Damrah itu sangat bahaya.


Ia sangat mengenal yang nama nya Ari Damrah adalah laki-laki kejam penuh ambisi, jika dia ingin menghancurkan perusahaan hanya butuh waktu semalam untuk membuatnya bangkrut besok pagi, ia orang kaya nomor satu dinegara ini.


"Baiklah kalau begitu, mari kita makan dulu? mau mami siapin atau suap sendiri?"


"Tanganku gak sakit kok mi, jadi aku bisa suap sendiri," ujar Tuan Muda Yangki.

__ADS_1


Setelah makan Tuan Muda Yangki merebahkan tibunya di kasurnya yang empuk dengan seprai hitam putih seperti catur itu.


Ia memegangi ujung bibir sampai dipipinya yang masih nyeri walaupun telah diolesi obat. ia tidak menyangka akan dikeroyok seperti itu.


**Tadi Pagi**


Pagi-pagi Tuan muda Arnel bersemangat datang jauh terlebih dahulu dari murid lain agar bisa memberi surprise kepada Aira, tapi tidak disangka bertemu dengan Rido yang datang jauh lebih dulu darinya.


Tuan Muda Rido datang dengan dua orang temannya, ia menarik kerah baju Yangki dan mengancamnya. Tuan Muda Yangki kini hanya sendirian, dia juga telah menyuruh sopir dan bodyguard untuk pulang, dia ingin segera kekelas alasannya agar bodyguard tidak selalu ikut dengannya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Tuan Muda Yangki.


"Apa cuma bilang, jauhi Una. Dia itu akan jadi kekasihku"


"Tentu saja masalah, dia selalu mengejarmu, bagaimana kalo aku rusak wajahmu?!"


"Hahahaha, jadi kau cemburu karena Una selalu ingin dekat denganku, kau harus tau aku tidak pernah suka dengannya, aku hanya tetangganya saja."


"Hajar dia!"


Tuan Muda Rido memukul Tuan Muda Yangki dan Dua orang temannya yang membantunya, ia tersungkur. Tuan Muda Rido mengambil tas yang terlihat aneh dari tadi, dan sepertinya sangat dilindungi dari tadi


Ia membuka tas itu, membuka kado itu dan melihat satu buang boneka kelinci yang kecil yang imut, dengan sebuah surat. Tuan muda Rido membaca surat itu, setelah itu dia tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Tuan Muda Rido kemudian juga melepampar boneka itu kedalam parit, lalu ia merobek surat itu.


Pagi ini hadiah yg disiapkannya sudah tidak ada lagi, ia sedih sekali. Ia memutuskan rencana tidak sekolah pagi ini. Langkahnya terhenti sejak mendengar seorang yang menyukai Aira mengatakan kalau iya tidak suka boneka.


Tuan Muda Yangki berdiri dari jatuhnya dan berlari cepat keluar membeli buku yang tidak terlalu jauh dari sekolah. ia memberikan hadiahnya kepada Aira setelah jam istirahat.


Sepulang sekolah Tuan Muda Rido juga mengancam Tuan Muda Yangki, walaupun perbuatannya cepat dihentikan oleh pengawal Tuan Muda Yangki tetapi kata -katanya membuat Yangki selalu berpikir berkali-kali.


"Apa kau pikir jika dia mendengar kan cintamu, ia akan menjadi kekasihmu? yang ada dia ilfil, karena hari dimana kamu mengatakan cinta akan menjadi kenangan dan ia pertemanan mereka akan terganggu setelah itu.


**


Tuan Muda Yangki menghela nafas panjang setelah mengingat kejadian itu, untung baginya tidak memberikan boneka yang dipikirnya Aira sangat suka, karena saat itu ia melihat Aira seolah menyukai boneka itu, ia menyentuh kaca jendela.


" Ah, rupanya salah. Aku kira dia suka, Aira kamu sungguh wanita yang sangat menarik membuatku selalu berusaha mendekatimu terus menerus."


Setelah banyak berpikir seharian ditambah memar ditubuhnya membuat Tuan Muda Yangki Lelah, ia akhirnya tidur dengan nyenyak. Sebelum ia tidur, ia berpesan agar pekerjanya bisa melacak kebenaran tentang Aira yang diceritakan Tuan Muda Rido padanya


"Ia telah dijodohkan dengan Arnel sejak kecil, apa kau masih yakin untuk mengejar cintanya? yang pasti bukan milikmu."


" Untuk apa aku harus percaya padamu!"


"Hahahahaha... kau boleh tidak percaya padaku, tapi kenyataannya aku telah pergi ke rumah Ari Damrah, dan ia lah yang memberitahukan kepada saya," ucap Tuan Muda Rido.

__ADS_1


Tuan Muda Yangki memijat kepalanya sambil memejamkan matanya berharap nyeri diwajahnya bisa hilang dan sembuh. Hingga ia tertidur pulas.


__ADS_2