(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Saudara?


__ADS_3

"Maafkan kami ketua, sepertinya dia pria tangguh, tidak bisa tergoda, malahan kami yang tergoda," ucap salah seorang dengan pipi memerah berkata kepada Humaira sambil terbayang perkutut yang bangun di celana Alex tadi.


"Kalian ini jangan lemah, cowok begitu aja bisa bikin kalian tertarik? apa bagusnya cowok kayak begitu?" ketus Humaira.


"Ya sudah! lain kali kita pikirkan untuk memberi dia pelajaran." sambungnya.


Selly terhenti berlari melihat kumpulan gadis itu menatap kepada seorang gadis dengan hormat, sehingga membuat Alex juga berhenti dan mendekati Selly.


"Marah ya?" tanya nya sambil menjentik kening Selly.


"Ah, sakit tau!"


"Kirain ngambek! ayo kita ke kelas!" ajak Alex.


"Kamu lihat ke arah gerombolan gadis-gadis yang berbicara itu deh!"


"Itu kan gadis-gadis yang nakal tadi?"


"Iya, sepertinya cewek itu ketua nya deh!"


"Dia? bukankah dia itu sekelas dengan kita? jangan bilang gadis-gadis itu suruhan dia?


Apa gadis itu sangat menyukaiku? sampai seagresif itu? Alex berkata dalam hati.


"Iya, aneh aja kalau beneran dia yang suruh! emang kita punya masalah apa sama dia? apa karena dia pacar si cowok brengsek kemarin?"


"Cowok brengsek? maksudnya Rey? dia pacarnya Rey?"


"Gosipnya sih begitu."


Cih! hampir saja aku bersimpati kepadanya, rupanya dia mau balas dendam kepadaku, karena kemarin aku mencengkram lengan cowoknya, huh! ketus Alex dalam hati.


"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam kelas, gak usah pikirin," ajak Selly sambil menarik tangan Alex.


Bel masuk pun berbunyi, mereka belajar dengan baik hingga waktu pulang sekolah, saat pulang karena terburu-buru Humaira tanpa sengaja menabrak dada Alex.


"Aw, aduh ngilunya keningku." sungut Humaira.


Apa-apaan gadis ini? sengaja mencari perhatian ku? menabrakkan kepalanya kepadaku? berpura-pura begitu, itu tidak akan terjadi, huh! ketus Alex dalam hati.


Alex menepuk-nepuk baju di bagian dadanya, lalu bergeser dan berjalan memegang tangan Selly.


What?! dasar cowok sombong! dia menabrak ku dan gak minta maaf lagi, malah menepuk baju begitu! apa dia kira aku kotoran yang bernajis? ingin sekali aku menenggelamkan nya di sungai Amazon, huh! Humaira berkata dalam hati.


Humaira bermuka masam sepanjang perjalan pulang, sampai di rumah keluarga Damrah muka masamnya masih belum sempat ia setel menjadi gadis manja, lembut yang penurut.

__ADS_1


"Cucu kakek yang cantik pulang sekolah sampai lupa menyapa kakek, apakah pelajaran disekolah tadi sangat sulit? atau ada yang mengganggu cucu kakek? tanya kakek Ari.


Humaira tersadar, ia segera merubah wajah masam nya dengan wajah manja memelas.


"Iya kek, tadi guru menyuruh mengerjakan tugas yang banyak di sekolah, aku lelah dan lapar sekali, tapi juga lelah, aku harus bagaimana dulu kek?"


"Hehehe... ya sudah sekarang cucu kakek segera ganti baju, makan terus tidur deh," jelas kakek Ari sambil mengusap kepala Humaira.


Humaira segera masuk ke dalam kamar mengganti pakaian dan segera menuju meja makan, ia makan dengan lahap sambil sekali-sekali berpikir bagaimana cara memberikan pelajaran kepada Alex supaya tidak sombong lagi.


"Banyak tugas sekolah gak?" tanya Aira kepada Humaira yang membuat nya terkejut.


"Aaahh mama, buat aku terkejut aja!"


"Lah kok bisa, makanya kalau lagi makan jangan melamun!"


"Iya, iya. Gak ada tugas sih ma, tapi aku ngantuk sih ma, lelah!"


"Emang kenapa ma?" sambung Humaira.


"Ya udah, setelah ini kamu tidur dulu, nanti mama bangunkan, mama mau belanja, nanti malam juga gak apa-apa sih."


"Emang mau beli apa ma?"


"Oh begitu, ya udah deh.


Beberapa jam kemudian...


Aira dan Humaira telah siap untuk berbelanja di salah satu Mall terbesar di kota ini, sampai di mall mereka berbelanja sepuasnya. Humaira sibuk mencoba baju, sepatu untuknya.


Karena sibuk bolak balik mencoba baju sampai menumpuk, tanpa sengaja ia menabrak tubuh wanita dewasa, hampir sebaya mamanya Aira.


"Maaf tante, aku sungguh tidak sengaja," ucap nya.


"Iya, tidak apa-apa gadis cantik."


"Bantuin dia memungut bajunya Lex," pinta ibu itu.


Jantung Humaira hampir saja melompat saat melihat pria tampan di samping ibu itu, sangat tampan dan keren saat ini, tapi dia sangat marah dengan sifat sombong pemuda itu.


"Males ma, dia yang nabrak, ngapain di bantuin!"


"Kamu ini, ya sudah biar mama aja deh bantu!"


Huh! masih aja sombong! gak nyangka ibu nya sangat lembut, jauh berbeda dengan dia, gumam Humaira dalam hati.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok tante, aku bisa sendiri."


Aira yang melihat Humaira memungut tumpukan baju dengan di temani berdirinya dua orang di hadapannya, ia segera menyusul nya, ia berpikir mungkin Humaira membuat masalah dengan mereka, karena terlihat wajah pemuda di depan Humaira bermuka masam melihat kearah putrinya.


"Humaira, ada apa? apa kamu punya masalah? kenapa bajunya berserakan di lantai?" tanya Aira saat mendekati mereka.


"Tidak apa-apa kok ma, tadi aku gak sengaja menjatuhkan ini, dan tertabrak tante ini," jawab Aira sambil memutar kepala ke arah wanita itu.


Aira terdiam dan terkejut melihat wanita di depan Humaira, ia sangat mengenal wanita itu, dulu wanita ini memutuskan sekolah keluar negri, ia berpacaran jarak jauh dengan Andi, tapi tiba-tiba putus karena mengetahui Aira akan menikah dengan Andi, saat itu wanita ini langsung pergi kembali ke luar negri.


"Wanda," ucap Humaira.


Wanda melihat Aira dari ujung rambut sampai kaki, lalu ia tersenyum dan menjulurkan tangannya.


"Aira." ucapnya bersalaman dengan Aira dan memeluknya.


"Apa kabarmu? kita sudah lama tidak berjumpa, apa kah kamu punya waktu? bisakah kita makan bersama?"


"Baiklah."


Mereka segera membayar berang belanjaan mereka, dan mencari restoran yang cukup nyaman untuk mereka makan dan bersantai. Mereka duduk dan memesan makanan, mereka duduk di pojok paling belakang.


"Bagaimana kabarmu Wanda? aku minta maaf dengan semua yang terjadi dulu," ucap Aira menggenggam tangan Wanda.


"Aira lupakan semua masa lalu, aku sudah lama memaafkannya, aku sudah tau semua kejadian itu kok! lagian kamu itu keponakan papa ku, gak baik kita menyimpan amarah masa lalu."


Humaira dan Alex menoleh dan bertanya serentak.


"Keponakan?"


Aira dan Wanda melihat putra-putri mereka, ia lupa kalau belum saling berkenalan.


"Oh iya, mama sampai lupa kenalkan mereka sama kamu nak, ini Bibimu namanya Aira, keponakan kakekmu."


"Oh iya, apa ini putrimu dengan Arnel? tanya nya.


"Iya, kenalkan ini putriku namanya Humaira," ucap Aira.


"Aku senang kita bisa berjumpa, maaf ya selama ini aku gak tau kalau kita itu sepupu, aku gak tau kalau papamu itu adalah kakak ibu ku."


"Aku juga gak tau dulu, aku baru mengetahuinya saat aku kembali keluar negri dan menceritakan nya kepada papa kalau kalian akan menikah, Akhirnya papa memberitahuku kalau kamu keponakannya."


Apa? jadi ibu dia saudara dengan mama? gumam Alex dalam hati.


Hah, kok bisa begini sih? mamaku dan mama dia saudara? dan kenapa dia sama papa nya mau menghancurkan perusahaan papa? Humaira berkata dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2