(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Berjalan-jalan dengan Kakek


__ADS_3

"Oh, berarti kakek merawat bunga karna nenek sangat suka bunga ya?" tanya Agung.


"Iya, dulunya kakek sangat sibuk dan tidak peduli sekeliling. Tapi saat bersama nenek, kakek merasa senang dan banyak belajar tentang arti kehidupan, bagaimana cara merawat tumbuhan dan hewan peliharaan."


"Termasuk cara merawat ikan kek?"


"Iya, kakek mulai belajar tentang ikan, saat membuat kolam-kolam yang akhirnya menjadi danau."


Tidak terasa sudah waktunya makan siang, kobuggy yang mereka naiki memang berlaju santai dan baru memutari seperempat danau hijau buatan kakek.


"Sebaiknya kita makan dulu disana, ayo kita ke sana Tanto," ucap Ari sambil menunjuk kearah penjual makanan.


Setelah membeli dan membungkus makanan beserta cemilan dan minuman mereka lanjut menaiki kobuggy.


"Kakek, kita makan dimana?"


Sebentar lagi sampai, nanti kalian lihat saja. Kakek harap kalian suka tempatnya.


15 menit kemudian...


Kobuggy berbelok ke kanan dan memasuki area yang bertanda larangan, Agung dan Arnold kebingungan.


"Paman apa kita gak salah jalan?" tanya Arnol kepada pak sopir sambil memukul pelan bahunya.


"Tidak tuan muda, ini tempat yang akan kita tuju. Tuan besar sering makan santai disini dengan Nona Muda Humaira."


"Benarkah? Kakek bagaimana bisa cuma Humaira yang diajak? aku tidak!" tanya Agung dengan ketus.


"hehehe... Humaira juga baru kakek ajak, ini baru selesai direnovasi oleh papamu, dan sekarang kakek mengajak kalian bukan?"


Akhirnya mereka sampai ditujuan, gazebo yang berdiri diatas kolam ikan, air yang jernih mengalir entah darimana. Disekitar dipenuhi dengan tanaman bunga- bunga dan sepertinya bunga paling menonjol adalah bunga mawar merah.


Tempat ini seolah dipagar dengan bonsai tinggi, yang terlihat hanya dinding daunan yang hijau dan tebal mengelilingi bunga-bunga dan gazebo diatas kolam ini.


"Kakek, sejak kapan tempat ini dibangun?"

__ADS_1


"Tempat ini dibangun sudah lama, tapi bunga-bunga ini ditanam oleh mamamu, dan kolam ini dibuat saat papamu. Saat itu ia sedang cemburu dengan teman sekelasnya yang bisa memelihara ikan."


"Awalnya gazebo tidak diatas kolam, karna tanah disini tidak luas makanya semua direnovasi agar terlihat indah dan lebih luas."


"Hahaha..." Agung tertawa mendengar penjelasan Ari, ia tidak menyangka papanya bersifat sangat kanak-kanak saat remaja.


"Jadi sekarang apa yang direnovasi lagi kek?" tanya Ronald penasaran.


"Oh.. itu, ayo kita masuk. Sambil duduk bercerita, kakek sudah lapar."


Mereka duduk bersama di gazebo, mengeluarkan semua makanan sambil melihat dan menunjuk ini dan itu.


"Oh, jadi taman mawar itu yang direnovasi? untuk apa banyak mawar?" tanya Agung sedikit merasa aneh laki-laki suka mengoleksi mawar.


"Apakah papa renovasinya buat mama?"


Kakek Ari mengangguk, lalu bercerita.


"Hahahahah" Ronald dan Agung tertawa terbahak bahak mendengar cerita sang Kakek.


"Jadi semua ikan itu dipelihara di kolam-kolam ini kek?"


"Tapi aku penasaran kek, kapan papa dan Dady bisa berteman akrab?"


"Dimulai dari ini semua," jawab kakek dengan lirih, sambil mengelus tiang gazebo dan menatap ketaman mawar merah yang ada mawar putihnya ditengah.


"Kenapa kek, apa juga ada kisah di mawar itu?"


"Iya, mari kita makan dulu. Kakek sudah lapar, nanti kita lanjutkan lagi"


"Hahahahah iya kek, kami penasaran kapan Dady sama papa bisa kompak." ucap Agung bersemangat.


Kakek Ari, Agung dan Ronal akirnya makan dulu. Setelah makan, mereka melanjutkan berjalan kaki dengan santai, mengitari lokasi kolam dan taman yang ada sedikit jarak dari tepi danau buatan.


"Dan disinilah kolam pribadi milik papamu, semua yang ada disini penuh dengan kenangan mama dan papamu serta Yangki." ucap Kakek Ari Damrah menutup ceritanya.

__ADS_1


"Yangki?"


"Iya, pemuda yang dicemburui papamu seumur hidupnya. Karena ia cemburu, makanya ia membuat kolam ini untuk mengalahkan Yangki."


"Apakah Yangki sudah kalah sekarang kek? atau dia menjadi pengusaha ikan yang mengalahkan papa?"


"Hehehe, kita bahas yang lain saja deh, kalau masalah Yangki lebih baik kamu bertanya sama mamamu. Karena kakek juga tidak terlalu ingat."


"Baiklah , kalau begitu kita bahas Dady aku saja kek." Sambung Ronald memotong pembicaraan Kakek.


"Apakah Una itu sangat cantik kek, sampai membuat dadi begitu menyukainya. Apakah lebih cantik dari mamaku?"


"Kalau masalah cantik, Kakek kira dia adalah wanita cantik dimasa itu. Buktinya dia menjadi ratu MOS saat itu, tapi cantik itu tidak bisa diukur. Terkadang wanita biasa saja terlihat cantik luar biasa bagi orang yang menyukainya."


"Bahkan wanita yang sangat cantik akan terlihat biasa saja, jika seseorang tidak menyukainya."


"Hm... Benar juga kek, banyak orang yang jatuh cinta dan menikah dengan orang yang parasnya biasa saja," jawab Ronald malu sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


Mereka terus berjalan menyusuri kolam sampai mereka terhenti di pojok kolam. Disana ada taman bunga mawar merah yang cukup luas dipagar dan ditengahnya ada mawar putih. Bunga-bunga itu terlihat dirawat dengan sangat baik.


"Kakek, lihat lah bunga-bunga itu sangat indah, terlihat dirawat dengan sangat baik. Kapankah bunga itu ditanam kek?"


Kakek Ari menghela nafas panjang. "Bunga itu kenangan indah serta sedih mama dan papamu, akan lebih baik bertanya kepada mereka tentang bunga-bunga itu." jawab Kakek Ari dengan wajah lesu.


"Oh begitu, baiklah kek. Aku akan bertanya kepada mama nanti."


Setelah puas menyelusuri kolam pribadi milik Tuan Muda Arnel mereka kembali menaiki gazebo yang dibawa oleh pak Tanto. Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka mengelilingi danau hijau buatan bersama Kakek.


"Ayo, kita harus cepat sampai digerbang utama danau ini sebelum sore."


"Kenapa kek, apakah gerbangnya akan ditutup? bukankah danau ini buatan Kakek yang dikembangkan papa? kenapa mereka tidak memberi kelonggaran. Danau ini kan juga milik kakek sebenarnya." ketus Agung.


"Bukan begitu, jika kita sampai disana sore. Kita bisa mandi di pemandian air panas, dan biasanya disana kalau malam mulai jam 7 Sampai jam 10 sangat ramai. Banyak berkumpul pemuda pemudi dan juga orang-orang berkeluarga, mungkin kalian bisa bertemu gadis disana." jawab Kakek Ari terkekeh kecil.


"Hahaha , Baiklah kalau begitu. Ronal dia suka menggoda para gadis. Ejek Agung

__ADS_1


Eh, kapan aku menjadi lelaki penggoda." Sewot Ronald.


Mereka akhirnya sampai digerbang utama, mandi di pemandian air panas dan bersantai memandangi langit malam yang indah penuh bintang.


__ADS_2