(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Rey


__ADS_3

Pagi tadi Humaira sedikit telat datang ke sekolah, sehingga dia tidak bisa nongkrong dengan teman-teman nya terlebih dahulu. Saat ia datang, beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi.


Sebelum berangkat ke sekolah tadi, ia saling berpamitan terlebih dahulu dengan Rido dan Dewi, sedikit drama haru yang harus dilihat tadi pagi, pikirnya. Ia tidak terlalu dekat dengan Rido, tapi kakak laki-laki nya sangat dekat sedari kecil.


Seperti sebutan Dady dari Agung kepada Rido, sedangkan Humaira tetap memanggilnya dengan paman dan tante. Agung memeluk mereka lebih erat dari pada Ronald anak kandung mereka.


Humaira si gadis cantik bunga sekolah itu memang jadi buah bibir para siswa, bukan hanya karena cantik dan pintar, ia juga berani dan ketua gang perempuan berkuasa di sekolah ini.


Sifatnya berbeda jauh saat ia di rumah dan sekolah, sifat manja dan penurut. Sedangkan disekolah barbar dan kejam. Siswa juga tidak berani melawan karena kekuatan keluarga di belakangnya.


Sedari kecil, Humaira telah diperkenalkan secara publik oleh Ari dan Arnel, pernah merayakan pesta besar di perusahaan utama keluarga Damrah, berbeda dengan kakak laki-laki nya Agung yang sedari kecil kehadirannya tidak di publikan.


Agung waktu kecil memiliki fisik yang lemah dan gampang sakit, saat itu Arnel juga baru menduduki posisi ayahnya, begitu banyak musuh keluarga, sehingga kehadiran nya di rahasiakan bentuk rupanya.


Bahkan hanya keluarga tertentu yang mengenal wajah Agung Eldo Damrah itu. Sedangkan Humaira sangat di kenal semua orang.


Bel masuk berbunyi, Humaira paling terakhir duduk di bangku nya, hampir beriringan masuk dengan seorang guru dewasa berumur kurang lebih 40 tahunan.


Ia membawa dua orang siswa, mereka sangat cantik dan tampan. Siswa-siswi di kelas itu menatapnya dengan kagum.


"Kecantikannya bisa dibandingkan dengan Nona Muda Humaira dari keluarga Damrah", bisik salah seorang murid laki-laki di kelas itu kepada temannya.


"Iya, dan sepertinya boss Rey akan punya saingan nih! lihat tu, secara anak murid baru ini ganteng membuat cewek-cewek di kelas ini tidak berkedip memandang nya," sahut temannya.

__ADS_1


Humaira yang mendengar samar-samar beberapa bisikan teman-teman dikelas, mulai memperhatikan laki-laki yang berdiri cuek di depan kelas itu.


"Silahkan perkenalkan diri kalian," pinta sang Guru.


"Hallo nama saya Oxcellya Nazla Admaja, panggilan saya biasanya Selly, saya pindahan dari negara xxx, dan dia adalah sepupu laki-laki saya namanya Alex Fernando Admaja, kalian bisa memanggil dia Alex."


Setelah berkenalan, mereka dipersilahkan duduk dibarisan paling belakang. Semua murid belajar dengan baik hingga jam istirahat berbunyi, beberapa murid sudah menyebar gosip telah datang sepasang murid yang bisa menandingi Nona Humaira dan Tuan Muda Axreyn Demartin Kusuma yang lebih di kenal dengan Boss Rey.


Rey yang mendengar berita itu juga cukup penasaran, seberapa hebat dan tampan pemuda itu. Walaupun ia tahu orang-orang yang sekolah di SMA terbaik di kota ini bukanlah orang biasa, jika bukan dari orang kaya yang terpandang pasti siswa yang sangat berprestasi yang memilik beberapa bakat.


Dikantin sekolah, Alex dan Selly berjalan sambil membawa makanan yang telah ia pesan dan duduk di kursi yang disediakan kantin itu. Kantin itu sangat ramai dan penuh, beberapa saat kantin menjadi sunyi dan beberapa orang yang antri mulai mengalah saat melihat ada yang datang.


Rey melangkah duduk didepan Selly dan Alex, salah seorang temannya meletakan makanan dan minumannya didepan Rey, lalu mereka mengusir siswa yang lain di samping meja Rey duduk sekarang, siswa tidak melawan dan segera pindah.


Alex masih ceuk dan masih makan dengan santai nya, sedangkan Selly mulai merasa risih dan kesal akan ulah Rey. Ia menatap Rey dengan tajam.


"Kamu sungguh tidak sopan cantik, bahkan kau tidak mengucapkan salam kepada ku? berani sekali kau pergi meninggalkan aku yang sedang makan di hadapanmu?" ucap Rey bernada sombong.


"Emang kamu siapa? kenapa aku harus mengucapkan salam dan harus hormat?" ketus Selly.


"Karena kalian murid baru, biar ku beri tahu. Dia adalah Boss Rey, ketua gang laki-laki di sekolah ini, kau harus menghormati nya," jawab salah seorang teman di belakang Rey.


"Oh, berarti boss kalian ya? yang jelas bukan boss ku, karena aku tidak masuk menjadi anggota gang manapun dan di negara ini adalah negara hukum, jadi jangan sombong."

__ADS_1


Rey memukul sendok kepiring nya, raut wajahnya murka, sedangkan Alex masih diam tidak bergeming menikmati makanannya, namun Selly tiba-tiba saja menyiram wajah Rey dengan minumannya, karena Rey mengelus wajahnya.


Sebenarnya Rey tidak bermaksud kurang ajar, ia marah dan ingin tertawa saat melihat wajah Selly berantakan karena makan buru-buru, bahkan setengah nya saja dia tidak bisa mengalahkan kecantikan Humaira, pikirnya.


Ia menjulurkan tangannya setelah ia memukul sendok ke piringnya, ia mengelus bibir dan dagu Selly karena berlepotan sisa saus, sontak ia terkejut dan memundurkan wajahnya karena disentuh oleh laki-laki, bahkan tidak ada yang berani menyentuh nya selama ini.


Selly reflek menyiram Rey dengan minuman di depannya, Rey pun tersulut emosi dan menjambak rambutnya, Selly meringis kesakitan.


Tangan Rey tiba-tiba dicengkeram sangat kuat oleh Alex yang baru saja berdiri dari tempat duduknya, teman-teman Rey yang melihat itu langsung berdiri juga di samping Rey.


Ia memutar tangan Rey, sampai ia meringis kesakitan, kemudian ia melempar semua nya dengan sendok dengan satu tangannya, lemparannya mengenai bagian dada dan perut teman-teman Rey, kemudian menangkap tengkuk leher Rey, membenamkan wajahnya di meja makan itu.


"Jika kalian ada yang berani menyentuh ujung rambut adik saya, saya pastikan kalian akan menderita," ancam Alex kepada semua siswa yang berada di kantin itu.


Ia kemudian mengelus lembut kepala Selly, merangkulnya ke depan dan membayar ganti rugi akan kerusakan yang ia buat dikantin. Humaira yang memperhatikan pertunjukan itu dari jauh berdecak kagum.


"Wah, tidak ku sangka keren juga dia."


Rey sangat malu saat ini, ia dipermalukan di depan teman-temannya dan bahkan banyak siswa lain yang begitu takut kepadanya sedari dulu juga melihat semua kejadian di kantin tadi.


Ia menggertakkan gigi dan mengeraskan rahangnya menahan kesal, "Kalian cari tahu mereka dari keluarga mana, akan ku kasih mereka pelajaran."


Humaira melangkah ke meja Rey duduk kesal sekarang, kemudian ia duduk disamping Rey, tidak biasanya cewek liar dihadapi itu bersedia berbicara dengannya, biasanya Rey yang akan mengejar nya seperti budak wanita dihadapannya.

__ADS_1


"Tidak ku sangka kau kalah dengan murid baru, aku kira jawaban ku dari pernyataan cinta mu dua minggu yang lalu sudah jelas bukan? kau tidak bisa melindungi aku, aku butuh pacar yang mampu melindungi aku, tentu saja kuat," ucapnya sambil langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan Rey dan gang.


"Kurang ajar! bahkan laki-laki itu telah mencoreng nama baik ku, dia telah mencuri perhatian gadis pujaanku."


__ADS_2