
Humaira masih memperhatikan Alex terus menerus hingga bel istirahat berbunyi.
"Eh kalian! pergi ganggu anak baru itu!" perintah Humaira kepada teman-temannya.
"Sip."
Beberapa gadis-gadis itu mulai menggangu Alex, menggoda nya membuat Selly kesal. Ia lebih memilih meninggalkan Alex, dari dulu memang Alex menjadi pusat perhatian wanita, jadi dia tidak peduli.
"Hoi... tega nya kau tinggalkan aku!" teriak Alex.
"Bodo amat! urus aja penggemarmu!" ketus Selly.
"Sungguh! gak punya perasaan amat sama sepupu sendiri, huh!"
Selly hanya tersenyum dan membalas nya dengan lambaian tangan ke arah Alex. Sedangkan Humaira masih melihat dari jauh apa yang dilakukan teman-teman nya, cukup menggoda dan mengganggu.
Dilain sisi Rey juga melihat kejadian itu, dia kesal sekali melihat para gadis menggerumuni Alex, apalagi gadis-gadis itu adalah teman satu gang Humaira.
Jangan bilang gadis pujaanku tertarik padanya? dan ingin mengetes nya untuk jadi pacar! tidak akan aku biarkan, batin nya.
"Bisa tidak kalian menyingkir dari hadapanku? jangan menguji kesabaran ku, sampai membuat aku sangat kesal! ucap Alex dingin setelah Selly menjauh dari mereka.
"Jangan galak begitu tampan, kita semua bisa menjadi pacar mu dan kita bisa berkencan loh, pemuda-pemuda di sekolah ini sangat tertarik pada kami, tapi kami hanya tertarik padamu," jelas salah seorang gadis yang paling sexsy itu dengan menggoda.
"Oh! tapi aku tidak tertarik dengan kalian," ketus Alex.
"Kamu jangan sombong deh! menolak kami? lucu! kamu pikir, kamu siapa?"
"Aku? aku adalah Alex Fernando Admaja, aku tidak pernah tertarik dengan wanita seperti kalian."
"Sombong sekali dia, benar juga kata ketua, dia musti kita kasih pelajaran."
Para gadis itu membawa Alex ke ruangan kosong, mengikatnya dan membuka baju nya dengan paksa, hanya menyisakan celana sekolah. Para gadis itu mencoret wajah dan bagian dada Alex dengan spidol.
Sebenarnya Alex bisa saja lepas dari mereka, mungkin melakukan tindakan kekerasan, tapi karena ia cukup sadar tidak ingin melukai wanita, dia mengalah sampai akhirnya ia harus terikat di tiang di ruangan kosong, mungkin saja ini gudang, bajunya dibuka paksa dan wajah dan dadanya sudah penuh dengan coretan.
Rey melihat para gadis itu membawa Alex ke gudang, ia membututi nya secara diam-diam, tidak pernah ia duga rupanya pemuda malang itu cuma dapat hukuman.
"Ahahahahaha, pfft.. aku kira dia akan dicium paksa di sini, rupanya di siksa. Lebih baik aku pergi saja deh" Rey berkata dalam hati.
Humaira langkahnya terhenti saat melihat Rey mengikuti para gadis itu, sehingga dia membatalkan niat nya, ia lebih memilih duduk kembali menikmati minuman dinginnya, sambil mendengar kabar dari teman-teman nya jika nanti sudah selesai berurusan dengan Alex.
"Bisa tidak kalian jangan mencoret di ujung dada ku itu, itu geli!" ucap Alex setengah teriak.
__ADS_1
"Oh geli ya sayang, bagaimana dengan ini? geli gak?" ucap si montok menambah mencoret pelan-pelan sambil memainkan ujung dada dengan ujung spidol.
"Ah... kalian," ucap Alex marah menahan geli.
Mereka tidak peduli, mereka masih bermain-main, bahkan sekarang dua gadis montok dan seksi memainkan dua spidol di ujung dada Alex.
"Jangan sampai aku berbuat kasar pada kalian ya!" Ancam Alex dengan tatapan sayu dengan nafas tersengal.
"Oh coba saja, kami penasaran! apakah setelah itu kamu akan mengajak kita berciuman masal? ahahahahaha," ucap salah seorang dari mereka terkekeh.
"Aku kira dia bereaksi, perhatikan celananya. Lanjutkan menyiksa dia, hahahaha." sambung nya.
Dilain sisi, Selly tidak jadi memesan makanan, ia hanya membeli dua botol minuman mineral dingin, karena Alex belum juga menyusulnya, jadi ia memutuskan mencari Alex.
Dimana Alex? di kelas juga gak ada? di mana dia? jangan bilang dia tertarik dengan gadis-gadis nakal seperti itu? dan sejak kapan dia tertarik dengan gadis, si beruang kutub itu? batin Selly.
Selly terus mencari Alex, sampai ia mendengar suara perbincangan dari kelompok pria yang pernah menggangunya waktu itu.
Bukankah itu gang nya Rey? Selly berkata dalam hati.
Ia menguping di balik dinding.
"Boss apa tidak apa-apa kita tinggalkan mereka di sana?"
"Iya nih, lagian Alex itu sombong, anak baru yang gak tau diri, dan juga gak hormat sama boss kita."
"Kamu benar, lagian gadis-gadis cantik itu juga satu gang sama pacar boss."
Pacar? jadi pacar dia ketua gadis-gadis tadi, dan sekarang Alex di sana? apakah mereka mau menyiksa Alex? aku harus cepat menolong Alex. Selly bertanya dalam hati.
Sepanjang perjalanan ke gudang, Selly menjadi berpikir berlebihan sampai berpikir para gadis itu psikopat, dan ingin membunuh Alex, sehingga ia berlari membawa tangkai sapu dan berteriak.
Aku akan menolongmu saudaraku, tenang saja. Selly berkata dalam hati sambil bergegas
"Aa...aku..." teriakan Selly terhenti.
Saat ia masuk ke dalam ruangan, ia melihat Alex sedang memakai kancing baju nya dan gadis-gadis itu sudah terikat dengan tali. Beberapa saat Selly terdiam dan terpana, apa yang ia lihat sekarang berbeda dengan apa yang ia pikirkan tadi.
Alex mengambil air mineral yang di bawa Selly di dalam kantong ditangan sebelahnya, lalu meminum Air itu dan membilas wajahnya yang bernoda coretan spidol.
"Buat apa itu tangkai sapu?" tanya nya kepada Selly.
Selly terkejut dan baru tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Untuk memukul kepalamu! apa yang kau lakukan kepada gadis-gadis ini? apakah kau melecehkannya Alex? apa kau sudah menjadi bajingan tengik sekarang! kau memalukan, Huh!" sungut Selly.
"Kenapa ingin memukul saudaramu sendiri? apa kau menjadi bodoh sekarang?"
"Huh! kau yang bodoh Alex! kau cabul ya? kau mengikat mereka dan kancing bajumu terbuka."
Alex menoleh kepada Selly dan menaikan alis matanya, cuek tidak peduli dengan makian Selly. Kemudian ia bersender di dinding meminum air yang ada di botol sampai habis.
Selly membuka tali pengikat para gadis itu, dan dengan segera semua gadis itu berhamburan berlari kuat dengan cepat.
"Lihatlah! mereka ketakutan!"
"Tapi, tadi mereka tidak terlihat takut sama sekali," jawab Alex menyunggingkan senyuman mengejeknya. Lalu, pergi keluar dari gudang.
"Woi Alex, kau tungguin aku."
"Lagian ngapain kesini."
"Dasar manusia gak bersyukur, aku datang kesini tadi mau bantu kamu lah!"
"Apa yang bisa dilakukan cewek lembek kayak kamu?"
"Alex... kamu menghinaku awas aja kamu!" teriak Selly dengan mengacungkan tinju sambil mengejar Alex yang berlari karena dikejar.
Humaira melihat anggotanya berlari ketakutan, mereka menceritakan kalau Alex itu monster cabul yang mengerikan.
"Apa? jadi dia itu beneran cabul?" tanya Humaira dengan nada tinggi.
"Iya ketua, saat itu...."
"Itu apa?"
"Sebenarnya kami juga salah, memancingnya sedikit, dia sungguh tampan, tubuhnya begitu menggoda ketua, jadi kami mengelus-elus nya, sampai ia berkeringat dan bereaksi."
"Apa? bereaksi? dia sampai melecehkan kalian? dia sampai ngapain kalian?" teriak Humaira lebih keras lagi.
"Anu...anu ketua, dia gak sampai melecehkan kok. Saat perkutut nya terbangun, kami sampai takut, apalagi dia tiba-tiba kuat dan tali yang mengikatnya bisa lepas dengan mudah olehnya, sampai kami menjadi terpana."
"Jadi, saat itu kami semua dia ikat balik," sambungnya.
'Hah!' Humaira menghela nafas kasar.
"Aku kira, kalian sampai diperkosa! rupanya di balas ikat balik," ujar Humaira.
__ADS_1