(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Berkenalan


__ADS_3

Bel pulang pun berbunyi...


Aira bersiap dengan cepat agar tidak ditinggalkan Arnel, karena wajah tuan muda itu dari tadi sangat masam saat dia mundur dari pemilihan kelas tadi. Aira sangat buru-buru sehingga ia menabrak Yangki didepannya.


"Maaf, saya gak sengaja, maaf ya.” ucap Aira terburu-buru.


"Iya, tidak apa-apa. Nama saya, Yangki.” ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Oh..iya, saya Aira, salam kenal.” jawab Aira membalas salam Yangki.


"Aku duluan ya..."


"Oh, ok.." jawab Yangki sambil tersenyum dan melambaikan tangan nya.


Arnel yang melihat dari kejauhan mengomel tanpa arah, yang mendapati Aira berbincang dan bersalam dengan Yangki.


"Apa yang kau lakukan? Lama sekali!?


Kau mengira dirimu ratu? Dan aku harus menunggumu!"


"Maaf, Tuan Muda.." jawab Tianin menundukkan kepalanya.


"Cepat masuk, aku sudah lapar!" hardik nya.


Tidak menunggu lama, Aira masuk kedalam mobil, dan mobil pun melaju. Di dalam mobil dua remaja ini sedang hanyut dengan pikirannya masing-masing.


Arnel memikirkan bagaimana cara mengatasi Yangki yang menurut nya adalah saingan, padahal tidak tau salah apa Yangki padanya. Yang jelas dia hanya marah.


Begitu juga dengan Aira, bagaimana cara membuat tuan muda ini tidak marah dan mencari masalah lagi dengannya setiap saat.


Karena memikirkan tuan muda semalaman yang marah tanpa jelas asal usulnya membuat Aira pagi ini terlambat bangun, sehingga dia terburu-buru membuka baju melempar kesembarang arah dan berlari masuk ke kamar mandi.


"Kenapa nona muda Aira belum turun ya?Apa Tuan Muda Arnel mengganggu Nona Muda Aira lagi?" gumam Bi Susi dalam hati.


"Permisi Tuan, saya pamit hendak melihat nona Aira, mungkin butuh bantuan saya."


Ari mengangguk tanda setuju, bi Susi yang baru selesai menghidangkan sarapan untuk Tuan Besar Ari dan Tuan Muda Arnel menaiki tangga menuju ke kamar Nona Muda Aira.


Bi Susi melihat kamar Nona Muda nya berantakan tidak seperti biasanya rapi, baju berserakan dimana-mana, buku masih terbuka belum disusun dan dimasukan kedalam tas, dan sekarang nona muda sepertinya sedang mandi dikamar mandi.

__ADS_1


Aira keluar kamar mandi dan melihat bi Susi merapikan kamarnya yang acak-acakan, bi Susi juga melihat jadwal mata pelajaran dan melihat semua buku dan menyusunnya. Aira memasang bajunya dengan cepat dan tergesa-gesa mengambil kaus kaki serta sepatunya. Dia hendak duduk memasang sepatu diatas kasur.


"Arggghh..." Suara Aira yang baru saja tersandung tepi tempat tidur membuat bi Susi cemas dan dia segera menghampirinya.


"Nona tidak apa-apa? Mari bibi lihat,"


"Ah,,, tidak apa-apa bi, tadi aku hanya ceroboh dan tergesa-gesa. Apa tuan muda sudah siap bi? apa dia marah-marah karena aku belum turun makanya bibi kekamarku?"


"Bukan, Tuan Muda Arnel sedang sarapan dengan Tuan Besar Ari. Coba periksa buku yang bibi susun? apa masih ada yang mau dimasukan kedalam tas?"


"Bibi terimakasih banyak, ini benar semua buku sesuai jadwal pelajaran hari ini. Maaf sudah merepotkan bibi."


"Bukan apa-apa, Nona, ini memang tugas bibi. Sekarang ayo kita turun biar nona bisa sarapan bareng, takutnya nanti Tuan Muda Arnel kesal. Hehehe," ucap Bi Susi sambil tertawa kecil.


"Bibi terus ke dapur ya menyiapkan bekal, nona lanjut sarapan."


"Sudah SMP masih membawa bekal dari rumah? Apa kamu gak malu?" tanya Arnel.


Aira dan Arnel sudah bersiap kesekolah dan bersalam dengan Ari, setibanya didepan gerbang sekolah Arnel masih duduk didalam mobil melihat beberapa murid yang sebagian berjalan, bersepeda, bersepeda motor dan hanya sebagian yang memakai mobil.


Tentu saja yang memiliki mobil ditahun 80-90an ini tidak lah banyak, hanya orang orang yang memiliki banyak uang.


"Baiklah tuan muda, aku tidak akan berani."


Aira turun terlebih dahulu dengan cepat berjalan masuk kedalam kelas. Setibanya didalam kelas terlihat Yangki tersenyum duduk disamping bangkunya.


"Kenapa dia bisa duduk disana? Bukankah kemarin dia duduk dibarisan tengah paling depan?" gumam Aira dalam hati.


"Hei Aira... Aku bertukar tempat duduk dengan Wanda, karna Andi ingin duduk disamping Wanda," ucap Yangki sedikit berbisik saat Aira mendekat melewatinya dan duduk disamping Yangki.


Aira menatap punggung Andi yang duduk di depan dengan Wanda, dia masih ingat dulu Andi disuruh melempar bola ke makanannya sehingga makanan itu terjatuh dan tidak bisa memakannya lagi. Walaupun akhirnya Andi mendatangi Aira diam-diam dan meminta maaf.


"Aku dengar dari teman-teman SD X dan salah satunya Andi kamu sangat pintar mata pelajaran Fisika, Aku sedikit lemah tentang pelajaran ini."


"Soal Fisika itu menurutku terlalu menguras otak dan penuh logika, soal nya sangat menjebak tidak seperti matematika ilmu pasti dan langsung rumus."


"Ah tidak juga, aku tidak terlalu pintar fisika juga kok, mungkin kamu harus membaca soal pelan dan menghayatinya," jawab Aira dengan senyuman manis dan sedikit malu.


"Mungkin, pagi ini jadwal mata pelajaran fisika, aku berharap kamu bisa membantu dan membimbingku jika nanti aku kurang paham."

__ADS_1


"Hehehe, kamu lucu Yangki. Aku bukan guru, tentu saja aku tidak bisa membimbing mu, tapi jika nanti guru telah menjelaskan mungkin kita bisa bekerja sama mengerjakan latihan," jawab Aira dengan senyuman manis.


Saat Aira dan Yangki tersenyum, Arnel masuk kedalam kelas dan melihat adegan yang membuatnya ingin menarik pipi gadis desa yang tersenyum kepada saingannya itu.


"Apa dia kira laki-laki itu sangat keren? sampai dia tersenyum begitu senangnya?" Arnel mengumpat dalam hati.


Lonceng(bel) masuk berbunyi...


Seorang Guru berkulit putih tinggi dan langsing, rok selutut dengan rambut disanggul besar, memakai lipstik merah merona dan kelopak mata sedikit biru. (ini adalah make up zaman 80-90 an, dan pada masa ini adalah make up tercantik yang juga dipakai para artis pada masa itu).


Guru itu meletakan tas dan buku absen yang dipegangnya diatas meja guru, lalu berdiri didepan kelas seperti model.


"Hallo murid -murid..."


"Hallo Bu guru," jawab murid-murid serentak.


"Nama saya Nengsih S.si, saya guru fisika kalian untuk tahun ini. Saya tinggal di ss, saya sudah menikah dan mempunyai satu orang anak. Saya sudah mengajar 8 tahun di SMP ini, jika ada pertanyaan lain silahkan,"


"Jika tidak ada pertanyaan mari kita berkenalan dulu, kita mulai dengan Absen ya."


Toktok....Toktok...


Terdengar suara ketukan dari luar pintu kelas, Wakil Kepala Sekolah membawa seorang remaja berbadan tinggi yang gagah disampingnya.


"Perkenalkan anak-anak ini teman baru kalian dari kota Z, dia terlambat masuk karena ada beberapa alasan tertentu, jadi silahkan saling berkenalan."


Perkenalan semua murid-murid dan guru berlangsung kurang lebih 30 menit dan setelah itu pembelajaran fisika dimulai selama tiga jam mata pelajaran sampai jam istirahat berbunyi.


Krek... Krek... bunyi tulang punggung entah pinggang Yangki yang sedang bergeliat meluruskan duduk nya saat jam istirahat berbunyi. Dia menggeser duduknya dan menghadap Aira


"Ayo kita belanja ke kantin sekolah.” ajak Yangki.


"Aku bawa bekal sendiri, pergilah dengan yang lain, atau mungkin dengan Andi."


"Apa kamu banyak membawa bekal? Bisa berbagi denganku?" tanya Yangki, kemudian duduk di sampingnya.


Tinggalkan like, vote , coment positif.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2