(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Kesal


__ADS_3

“Aku dengar, weekend nanti, kita akan melakukan acara penutupan MOS Minggu lalu, kabarnya sih berkemah dan dilanjutkan pertandingan antar kelas terindah dan terunik," ucap Yangki memulai obrolan.


"Aku juga dengar, kabarnya kelas sebelah akan menanam bunga gantung dari tempurung dan membuat pagar bambu." jelas Yangki bersemangat, berharap Gadis di sampingnya tertarik.


"Oh begitu, kenapa kamu bercerita kepadaku? Kenapa tidak bahas dengan ketua, bendahara atau sekretaris saja? Aku kan, bukan siapa-siapa." ucapnya acuh tak acuh.


Yangki menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal karna salah tingkah. "Iya, aku cuma ingin bercerita denganmu, aku ingin berkemah satu kelompok denganmu. Apakah kamu bersedia sekelompok denganku?" tanya Yangki pasrah.


Aira sejenak terdiam, ragu untuk menjawab bahkan selama ini dia tidak pernah ikut berkemah. "Aku terserah gimana baik dan kesepakatan nanti saja deh." ungkap Aira menoleh padanya.


Arnel masuk kedalam kelas dan menoleh sekilas ketempat duduk Aira yang sedang bercerita dengan Yangki, dan menatap tajam ke arah Rido yang duduk disebelahnya.


Walaupun saat dikantor guru kemarin, sudah bersalam damai dan mereka mencabut rumput bersama, kekesalan Arnel simanja itu tetap nomor satu.


Bahkan tadi malam dia meminta informasi kepada Sekretaris Zack nama ayah Rido dan meminta Ayah nya Tuan Besar Ari mempertemukan mereka di acara makan malam dirumahnya.


Sebenarnya Arnel sengaja ingin menunjukkan kepada Rido betapa kaya papanya dan megah rumahnya, begitulah Tuan Muda Arnel masih bersifat maharaja, sombong dan seenaknya.


Tapi siapa yang akan menyangka Rido juga bukan remaja sembarangan, dia juga anak seorang pengusaha. Tentu saja, di SMP ini banyak murid-murid dari kalangan kaya disekolah ini.


Mungkin, selama ini tuan muda Arnel masih terlalu manja dan belum menemukan saingan di SD XXX, tapi di SMP ini dia merasa punya dua orang saingan yaitu Yangki dan Rido. Jadi dia berniat menundukkan satu persatu.


Bel masuk berbunyi...

__ADS_1


Murid-murid duduk di bangku masing-masing dengan rapi, sampai seorang Pak guru datang.


"Pagi murid-murid... sebelum kita mulai pembelajaran, bapak punya informasi untuk kalian semua, dikarenakan sekarang wali kelas kalian Bu Linda ada keperluan."


"Ini formulir dan surat izin untuk orang tua kalian, minggu depan kita akan mengadakan acara penutupan MOS dengan berkemah dan bertanding dihalaman sekolah ini,"


"Kita akan mengadakan pertandingan olahraga, kesenian, dan juga kelas rapi dan indah,"


"Dan juga pengumuman Ratu dan Raja MOS tahun ini."


Setelah informasi disampaikan dan penyerahan formulir dan surat izin kesemua murid, Pak guru melanjutkan pembelajarannya hingga jam istirahat.


Bel istirahat berbunyi...


Yangki membawa Aira keluar kelas menuju bangku panjang dihalaman samping agar mereka bisa makan bersama.


"Makan bekalmu disini saja, kita bisa sambil bercerita. Dikelas ramai dan tidak leluasa makan puas."


"Oh, baiklah"


"Aku juga bawa bekal,"


Aira mengernyitkan keningnya tidak percaya, bagaimana mungkin laki-laki sekeren Yangki membawa bekal dan makan bareng dengannya.

__ADS_1


"Sungguh?"


"Iya tentu saja, aku tidak enak hati jika meminta makananmu terus-menerus,"


"Oh iya Ra, jadikan nanti kita satu kelompok kemahnya?"


"Ok baiklah, sekarang kita makan bekal ini dulu, aku sudah lapar," ucap Aira dengan senyum riang.


"Hehehe, ok"


"Lihatlah makananku, apa ada yang kamu suka? kita bisa saling mencicipi makanan ini,"


"Baiklah, kamu juga bisa mencicipi punyaku!"


Arnel menatap dari jauh dengan jengkel, melihat dua remaja itu tertawa bahagia ingin rasanya dia menarik rambut gadis desa itu dan ingin berteriak. "seharusnya makanan itu kau berikan kepadaku bukan lelaki sial itu!" tapi dia hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Apa sih keren dan hebatnya dia? lihatlah mereka benar-benar menggelikan, yang satu gadis desa dan satu lagi pemuda sial sok keren. Dan satu lagi yang sedang main volly disana." mengumpat dalam hati sambil menatap laki-laki yang dikutuk nya dari kemarin, karna memukulnya.


Arnel menendang nendang tanah yang tak berdosa itu dengan sepatunya dan tidak menghiraukan teman-temannya yang telah berbicara dengannya dari tadi. Dia masih sangat jengkel dengan tiga orang itu, ingin rasanya dia meledakkan mereka bertiga.


Tak lama, bel masuk pun berbunyi, mereka pun segera masuk ke dalam kelas. Di dalam kelas Arnel berwajah masam, ada Rido dan Yangki, 2 manusia yang membuat Ia jengkel. Dan satu gadis desa yang membuat kemarahannya selalu bangkit.


“Kenapa kau selalu membuatku Kesal?!” ucap Arnel dengan tatapan tajam, saat Aira tanpa sengaja bertemu pandangan mata dengannya.

__ADS_1


__ADS_2