(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Akhir Kisah Cinta (End Season 1)


__ADS_3

Aira mengayuh sepedanya sambil menangis, ia langsung berlari. Dan berhenti beberapa langkah sebelum sampai ditempat bunga yang ia tanam semalam. Ia melihat Arnel membuat pagar untuk bunga itu bersama Kepala Pelayan.


Arnel melihat kedatangan Aira, ia segera berdiri. "Aira, maafkan aku." Aira hanya terdiam berdiri disana, ia menghapus air matanya. "Aku sungguh minta maaf." Arnel pergi berjalan menjauh membawa kepala Pelayan. Ia berhenti setekah jauh melangkah, dan berdiri dari jauh melihat Aira yang terduduk sambil menangis.


"Yangki, aku sungguh mencintaimu. Apakah kau mendengarnya? bukankah kau mengatakan aku harus memberitahumu kalau aku mencintaimu, bukankah aku harus menemuimu saat aku rindu kamu? Sekarang aku sudah datang menghampirimu." Aira menangis tersedu-sedu di depan bunga yang baru ia tanam semalam.


"Hiduplah, aku mohon." Ia merebahkan kepalanya dan tiduran di tanah itu, menangis terus menerus. Arnel yang melihat dari kejauhan menitikan airmatanya. "Kau benar Yangki, aku terlalu memaksakan kehendakmu padanya, aku terlalu egois, aku merasa hebat selama ini. Seolah aku akan memiliki semuanya."


"Kau menang, kau memiliki hatinya. Sedangkan aku hanya memiliki kekuasaan karena rasa takutnya, bukan karena rasa nyamannya denganku."


"Cintamu begitu besar padanya, bahkan semuanya kau lakukan untuknya, kau membuat dia begitu bahagia bersamamu, dan sangat bersedih saat kau jauh darinya. Sedangkan aku? jauh ataupun dekat darinya, aku hanyalah seorang pemuda buruk baginya."


"Aku iri dan cemburu padamu, bahkan setelah kau meninggal pun, aku masih cemburu padamu." Arnel menghempaskan nafas panjang yang kasar. 'Uff.......**!'


Arnel masih setia menunggu Aira yang menangis disana, sampai Bi Susi menghampiri mereka dan mengajak mereka kembali kedalam rumah. Mereka berdua belum makan apapun sedari pagi. Bi Susi membawa Aira kedalam kamarnya dan membantu menggosok badannya. Ini untuk pertama kalinya, ia tidak semangat dan dimandikan.


Ia tidak berselera sedikitpun makan, ia hanya meminum setengah gelas susu panas. Hari terus berlalu. Hari ini seharusnya keberangkatan mereka ke Inggris. Tapi, Aira tidak menginginkan kuliah, ia terlalu patah hati. Akirnya, hanya Arnel yang pergi sendirian kesana.


Rido merasa sangat bersalah setelah insiden ia memukul Yangki saat itu. Ia menyesali perbuatannya. Ia memukul Yangki dengan sangat kuat sampai ia tersungkur saat itu. Ia memeluk kuat mamanya, Wulan Wijaya.


"Tenanglah sayang, bukankah keluarga Admaja sudah memaafkan. Dan kamu telah membaca surat yang diberikan Mami Yangki juga kan? Yangki menulis, ia memaafkan semua salah yang kamu lakukan."


"Surat ini ia tulis saat ia sehat, sedangkan aku memukulnya beberapa saat sebelum ia meninggal. Karena pukulanku kepalanya bertambah parah Ma." Rido berkata lirih. "Jika kamu merasa bersalah, berbuat baiklah dan ingat selalu dia dalam hatimu, do'akan yang terbaik untuknya."


____

__ADS_1


5 bulan telah berlalu.


Aira masih rajin mendatangi bunga yang ia tanam setiap pagi dan sore hari. bahkan ia juga sering mengunjungi makam Yangki kerumah Admaja. Ia diberikan kunci kecil oleh Yuhen, ia membaca semua surat-surat yang ditulis Yangki untuknya.


Ia membaca semua pengharapan Yangki. Ia ingin membuat perusahaan untuk Aira, ingin hidup bersama dengannya. Ingin mengambilnya dari tangan Arnel, karena perjodohan. Aira tidak menyangka selama ini cinta Yangki padanya begitu dalam.


"Boneka ini untukmu." ucap Yuhen. Ia menunjuk kotak kaca yang baru dipindahkannya dari kamar Yangki kerumah kaca buatan Yangki itu. "Aira, kamu gadis yang pintar. Adikku sangat menyayangimu. Ia akan sedih jika kamu tidak melanjutkan kuliahmu."


"Bawalah boneka ini bersamamu, anggaplah Yangki bersamamu. Jangan terlalu lama bersedih seperti ini. Apakah kamu menyayanginya?" Aira tertunduk dan diam.


"Jika kamu menyayanginya, maka kejarlah cita-citamu, jadilah gadis yang hebat dan kuat." Yuhen berkata sambil mengelus pucuk kepala Aira. Ia mengambil boneka itu dan memeluknya.


"Pergilah adikku, jaga dirimu baik-baik. Jika ada apa-apa, ceritakan kepadaku." Yuhen menangis dan membalikkan badannya, mengusir Aira. Ia menangis membelakangi kepergian Aira. Setiap ia melihat Aira, ia akan melihat Yangki tersenyum saat mengucap nama gadis itu.


Aira terdiam, ia mengambil nafas karena tercekat tangisan yang sesak di dada. "Kak, aku pergi. Aku akan sering-sering mengunjungi Yangki setelah menyelesaikan kuliahku." Aira melepaskan pelukannya dari Yuhen, ia berlari menangis tersedu-sedu.


Diluar Mami Yangki segera memeluk Aira. Ia pamitan dengannya. Mami Yangki memberikan gelang untuk Aira. "Ini kenang-kenangan untuk kamu sayang, Yangki begitu sayang padamu. Mami menganggap kamu kekasih Yangki satu-satunya, tolong terima ya." Ia memasangkan ditangan Aira lalu menangis tersedu-sedu dan memeluk Aira.


Aira kembali dengan mata bengkak. Memeluk boneka kelinci. Ia menunggu Ari pulang kerja, hingga malam hari. Ia meminta kuliah kembali di Inggris. Ari begitu bahagia mendengarnya. "Baiklah, Paman akan segera meminta Sekretaris Zack mengurusnya."


Akirnya, Aira pergi ke Inggris. Ari mengantarnya ke bandara, menatap kepergian Aira. Ia berharap kedua anak yang ia rawat sedari kecil, akan baik-baik saja di negara orang, akan menjalin hubungan lebih baik setelah ini.


Aira tinggal bersama Arnel dan beberapa pelayan yang telah disewa Ari untuk mereka di Inggris. Bahkan mereka juga memiliki pengawal. Arnel tidak banyak bicara, begitu pula dengan Aira lebih sibuk belajar dan lebih pendiam dari pada biasanya.


Hari-hari yang mereka lalu terasa sepi, tanpa tutur sapa. Walaupun mereka satu rumah, mereka seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain.

__ADS_1


______


Rido kuliah di Belanda, ia tidak pernah tau kabar gadis pujaannya Una lagi. Karena setelah Yangki meninggal. Tidak seorangpun melihat Una lagi, bahkan Wanda teman dekatnya, kekasih Andi itu juga tidak pernah tau keberadaannya.


Wanda juga kuliah ke Luar Negri mengikuti keluarganya, Andi bekerja diperusahaan Wijaya sebagai operator atas permintaan Rido kepada Ayahnya. Bukan hanya itu, Rido juga meminta ayahnya membantu Andi kuliah sambil kerja. Andi pemuda yang rajin, berbakti kepada ibunya.


Mendapatkan kesempatan itu, ia sangat bahagia. Ia sangat rajin, sampai akirnya Ayah Rido mempercayainya dan menjadikannya sekretaris ke dua di bagian pemasaran. Andi melakukan hubungan jarak jauh dengan Wanda selama ini.


***


“Begitulah akhir kisah cinta mereka semua.” ucap Yuhen menghela nafas panjang di akhir kalimat.


Selly dan Humaira terdiam membatu. Haru dan sedih bercampur menjadi satu. Yuhen membelai rambut Humaira dan Selly cukup lama, sampai kedua gadis itu tertidur.


Setelah ke dua gadis itu tertidur, Yuhen menyelimuti mereka dan mengecup kening kedua gadis itu.


“Adikku semoga kau bahagia di sana.” lirihnya dalam hati, lalu berjalan keluar dan menutup pintu kamar.


***


End Season 1


...TAMAT...


..._______________________...

__ADS_1


__ADS_2