(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Hukuman


__ADS_3

"Sekarang kalian push up 50x masing-masing dan angkat semua barang itu!" tunjuknya. "Kemeja Sekretaris OSIS!" perintahnya kepada kami. Kami tidak bisa membantah, kami melakukannya. Adapun yang mencoba bermalas-malasan akan mendapatkan tambahan hukuman, jadi kami tidak berani lagi.


Kami melakukannya dengan baik, memindahkan barang-barang itu. Sampai pada malam harinya, mereka melakukan permainan musik dengan menggelindingkan bola dan gumpalan tali pandu secara bersamaan dengan arah berlawanan. Dimana bola dan tali pandu berhenti, merekalah yang akan menjawab pertanyaan.


Pertanyaan itu berubah teka teki dan ada juga pelajaran, bahkan menebak nama dan judul nyanyi. Saat kegiatan berlangsung, gadis kesukaanku menemuiku, ia kawatir padaku. "Apakah sangat sakit?" tanyanya sambil memegang pipi dan sudut bibirku. "Oh gadisku, hangatnya tanganmu." itulah yang ada dalam otakku.


Sakit dan nyeri yang sedari tadi aku rasakan sungguh benar-benar hilang oleh sentuhan gadisku, dia seperti magnet obat. Aku tersenyum hangat menjawabnya. "Tidak apa-apa, aku baik-baik saja, namanya juga laki-laki."


"Oh! Kalau laki-laki boleh berkelahi terus ya? nanti kalau wajahmu hancur babak belur, terus rusak, kamu gak dikejar-kejar cewek lagi, terus jomblo seumur hidup!" ucapnya sambil menjewer telingaku. Dia menjewer nya dan terus mengomeliku.


Jujur saja, belum pernah ada yang menjewerku, bahkan mamaku sekalipun. 'Hahahaha' Entah kenapa aku malah senang dimarahinya, aku bahkan sekarang semakin yakin kalau aku telah menyukainya sejak pertamakali aku melihatnya. Sekarang dia terlihat sangat cantik bagiku.


"Hahahaha... Asalkan kita masih berteman." jawabku padanya. Padahal hatiku berkata asalkan ada kamu, ada kamu di sisiku, ada kamu di depan mataku, aku tidak bisa melihat gadis lain, untuk apa mereka!


Tapi sayang, perbincangan kami terhenti, aku baru ingat kami sedang main bersama, gumpalan tali pandu tepat berhenti didepanku. Dan juga berhenti sebuah bola di depan pemuda egois itu. Aku dan dia diberikan pertanyaan. "Dia panjang dan sebesar genggaman tangan, mempunyai 2 buah biji, jika masuk kedalam tempat yang gelap akan hidup, benda apakah itu?"


Pemuda egois itu tidak tau, dia tidak menjawab. Aku dengan bangga menjawabnya. "Senter Kakak Senior." Jawabanku benar, pemuda itu kalah dan dihukum. Tapi sialnya, aku pikir dia akan membawa teman-teman nya untuk di suruh bernyanyi atau menari, malahan gadis yang ku sukai yang ia tarik.

__ADS_1


Dia menarik tangan gadisku kedepan, aku menggerutu dalam hati. Aaaah! sungguh aku menyesal rasanya menjawab, pekikku dalam hati. Dia sengaja mendekat dan menempel dengan gadisku! Dan yang membuatku lebih kesal lagi, kakak senior itu mengganti musik menjadi musik dansa. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih.


Setelah menari dengan gadisku, dia menarik tangannya kembali duduk disampingnya. Aku melihat raut wajah gadisku seperti dipaksa dan diancam duduk disampingnya. "Cuih! ingin ku ludahi wajahnya," ketusku. "Apa yang akan dilakukannya kepada gadisku?"


Dia memakaikan gadisku jaketnya. Uh! kesalnya. Setelah acara usai, aku melihat gadisku memberikan kembali jaket itu kepadanya, kemudian ia berjalan ke arahku. Aku sangat senang, aku berjalan lebih cepat dan menghampirinya. Tepat, aku berhenti di samping tendanya, dan agak jauh dari tenda kami laki-laki.


"Apakah kamu akan tidur Ra?" tanyaku memulai pembicaraan. "Iya nih, aku sudah mulai ngantuk, kamu tidur juga ya!" balasnya dengan tersenyum hangat padaku. Aku menjadi bersemangat. " Baiklah Ra, semoga tidurnya nyenyak ya, selamat malam Ra." Tapi sayang, sebelum kami berpisah pemuda egois itu muncul.


Ia mendekat menghampiri kami dengan menghardik. "Hei kau! ini jelas-jelas tenda perempuan, pergilah dari sini! atau aku akan menghajarmu! kemudian ia berbisik pelan ditelingaku. "Dan menjauhlah darinya!" ancamnya padaku. "Cih!" aku mendengus dengan kesal.


"Emang siapa dirimu? apa hak mu melarang dan mengaturku!" tantangku. "Kau!" dia menggerutu kesal. Tapi kami tidak sampai berseteru panjang, Aira langsung melerai kami. "Sudah-sudah, aku mohon kalian jangan bertengkar disini. Apapun alasannya, aku tidak mau nanti guru pembimbing, dan pengurus OSIS datang. Kita bisa dihukum bahkan dituduh melakukan tindakan cabul!"


Aku tidur diujung kiri membelakanginya, dia juga tidur diujung kanan, mungkin juga membelakangiku dengan batasan beberapa teman-teman yang telah tidur duluan.


Pagi harinya, aku terbangun. Kami disuruh berkumpul, dengan segera kami membersihkan diri dan berkumpul di lapangan. Kami dibagi beberapa kelompok, aku kembali satu kelompok dengan gadisku, tapi juga satu kelompok dengan pemuda egois itu. Aku sangat kesal.


Aku dan Andi selalu mengikuti gadis pujaan kami, siapa lagi kalau bukan Aira dan Wanda. Oh ya, dan ada juga Una diantara mereka. Una menyukai aku sejak dulu, tapi aku tidak pernah menyukainya, aku hanya menganggapnya teman sekolah dan tetangga, tiada lebih. Dan dua pemuda, yang satu egois yang satu sombong, wajah mereka terlihat masam dan keruh melihatku.

__ADS_1


Aku tak hiraukan, tapi tanpa kusadari. Gadis pujaanku terlalu asik sendiri dengan tugas tanaman tomat, entah apa yang terjadi. Yang terlihat olehku pemuda egois itu memeluk gadisku. Dia pemuda egois yang penuh tipu daya, pikirku.


Setelah kejadian itu, aku selalu mengekori gadisku, aku tidak ingin pemuda egois itu mempunyai kesempatan untuk menggoda apalagi menyentuhnya. Di dalam tugas penelitian ikan, aku sangat senang karena Aira begitu tertarik sepertinya. Ia dengan sigap mencatat apa yang aku katakan.


Aku sungguh senang melihat senyumannya, tapi 4 pasang mata menatapku dengan tajam sedari tadi. Seolah ingin mengoyak-ngoyak seluruh tubuhku.


___


Keesokan harinya, tepatnya subuh. Aku mendengar keributan, rupanya pemuda egois itu memukul pemuda sombong. Aku terkadang merasa takjub kepada pemuda egois itu, dia memang cocok jadi pemimpin, berani, pintar dan disiplin. Tapi, dia sangat egois.


'Ahahahahah' Dan yang paling lucu adalah... Aku melihat pemuda sombong itu mati kutu dimarahi Una. Dia yang menantang pemuda egois itu tadi seperti singa, sekarang langsung menjadi kucing di depan Una. Mungkin itulah yang dinamakan rasa suka? Aku tau pemuda sombong itu tergila-gila kepada Una, tapi Una tidak menyukainya.


Acara pun selesai, Raja MOS dimenangkan oleh pemuda egois itu, nilainya hanya berselisih 7 suara dengan nilaiku. Sedangkan ratu dimenangkan oleh Una. Ya, dia memang layak, tapi... bagiku, Ratu MOS adalah gadis kesukaanku, Aira.


___


Pagi hari.

__ADS_1


Seperti biasa, aku menunggunya. Tapi, dia masih belum datang, belum terlihat sama sekali tanda-tanda kedatangannya. Aku duluan masuk kedalam kelas. Ku lihat beberapa murid laki-laki memasukkan sesuatu kedalam laci gadisku. Aku diam-diam mengamatinya.


Setelah mereka pergi, aku mulai memeriksanya, aku penasaran apa yang mereka masukkan? apa mereka berniat jahat dengan gadisku?


__ADS_2