
"Semakin hari hatiku semakin cemburu melihat dia dengan Yangki, jantungku semakin berdetak cepat saat bersitatap dengannya. Apakah benar aku jatuh cinta padanya?" Arnel berkata dalam hati.
Semakin hari ia melihat Yangki dan Aira bersama, mereka terus menerus bertengkar, jika bukan Yangki Dangan Rido, Arnel dengan Yangki, atau Arnel dengan Rido.
Hingga sekarang mereka sudah kelas dua SMP, suara mereka sudah mulai berat dan besar, jakun sudah mulai muncul. Sekarang hari pemilihan anggota OSIS baru, karena OSIS lama telah lulus dan masuk ke SMA.
Nama mereka bertiga juga terpilih sebagai calon Ketua OSIS, beberapa hari yang lalu mereka seperti bersaing menjadi yang terbaik dengan mulai ramah kepada wanita-wanita yang menyukai mereka.
Mulai menerima surat cinta, walaupun akhirnya mereka tidak baca dan merobeknya, menerima makanan walau akhirnya mereka bagi-bagi, dan mereka tentu nya tidak makan pemberian gadis-gadis itu.
Nama mereka bertiga sangat populer, tampan, pintar, kaya, punya kuasa lagi. Itu membuat nama calon yang lain gugur sendiri karena tidak memperoleh suara.
Mereka mempunyai kelompok masing-masing. Sayangnya, walaupun mereka berusaha keras menjadi yang terbaik, tapi yang terpilih menjadi ketua OSIS bukan lah mereka, tapi melainkan Andi.
Suara terbanyak sebenernya di peroleh oleh Arnel dan Yangki, tapi suara dari guru tidak untuk mereka, para guru memilih Andi karena ia tidak akan terlibat masalah.
__ADS_1
"Tidaklah bagus, jika nanti ketua OSIS suka berkelahi, kalian selalu berkelahi kan?" ucap salah seorang guru.
Suasana menjadi ricuh sesaat, masing-masing mereka membuat keributan, membela jagoan masing-masing, bersorak merasa tidak adil.
Walaupun beberapa siswa masih protes, tapi akhirnya mereka bisa menerima kalau Andi yang cocok menjadi Ketua OSIS, setidaknya bukan dari salah seorang dari mereka bertiga, itu jauh lebih bagus.
Beberapa guru mulai menjelaskan alasan mereka, walaupun ada yang tidak masuk akal dengan alasan itu, tapi intinya bukan tiga Tuan Muda yang sering bertengkar itu yang akan menjadi Ketua OSIS.
"Kalau salah satu dari Tuan Muda kalian menjadi ketua, mereka akan sibuk, kalian tidak bisa lagi bertemu dan melihat mereka bukan?" ucap salah seorang guru kesenian sambil menggoda muridnya.
Sesaat murid-murid terhipnotis dan percaya, sehingga mereka mulai gembira kembali dan tidak ribut lagi. Hanya dengan alasan sepeti itu, bisa bebas berjumpa Tuan Muda, membuat mereka patuh? sungguh gila pikir beberapa guru dalam hati.
Sekarang mereka sudah kelas dua, Arnel, Aira dan Yangki masuk di kelas yang sama. Sedangkan Una satu kelas dengan Andi dan Wanda, begitu pula dengan Rido tiba-tiba meminta pindah agar satu kelas dengan Una. Padahal kemarin nya, ia tidak satu kelas dengan mereka.
Andi dan Wanda telah melakukan pendekatan dan berpacaran secara diam-diam sejak kelas satu, dan sekarang mereka telah terang-terangan mengungkapkan kepada semuanya kalau mereka berpacaran.
__ADS_1
Rido juga semakin hari mengincar Una, memberi nya hadiah dan membuntutinya. Tapi Una tidak pernah peduli, ia terus mengikuti Aira, membuat Rido kesal karena harus melihat Yangki.
Sebenarnya Kau ingin menemui Aira atau Yangki? pikir Rido.
Aira tidak mempunyai teman terdekat dari dulu, mungkin karena di ganggu oleh Arnel terus menerus waktu SD, sedangkan di SMP ia juga masih tertutup dengan yang lain, ia hanya berteman dengan Yangki, Una, dan Wanda, karena mereka bertiga yang mendekati dan mengajak Aira berbicara dan berteman terlebih dahulu.
Baru-baru ini, Aira juga berteman dengan Andi, walaupun ia satu SD dengan Andi dulu, dan juga pernah mengenalnya karena Andi melempar bola waktu itu padanya, tapi mereka tidak pernah dekat.
Ia dekat dengan Andi karena sekarang Wanda berpacaran dengan Andi, dan lebih sering berjumpa. Sebenarnya Yangki merasa risih, saat Una selalu menempel dengan Aira, padahal mereka tidak satu kelas lagi.
Ya, itu karena Yangki mengetahui Una menyukainya, ia berusaha mengelak terus menerus, ia pernah mendapat surat cinta dari Una kelas enam SD, sejak saat itu ia mulai membatasi diri. Padahal sebelum mendapatkan surat, ia masih bersifat biasa saja walaupun tidak dekat karena menghargai sebagai tetangga.
Sejak kelas dua, Arnel menjadi lebih pendiam, menjauh dari Aira, entah ada apa dengannya? Mungkin marah? atau cemburu? siapa yang tau akan pikirannya.
Baru-baru ini, ia dekat dengan seorang gadis kelas satu, ia cukup cantik dan imut, ia menjadi Ratu MOS anak kelas satu baru tahun ini, gadis itu juga sangat menyukai Arnel sang tampan yang populer.
__ADS_1
Siapa yang tidak terkesima melihat si tampan Yangki dan Arnel, dan juga si Tuan Muda Rido yang sombong, walaupun tidak sebanyak dua Tuan Muda itu.