
Setelah melakukan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di Sekolah Menengah Atas (SMA), semua murid telah mendapatkan nilai dan telah terpilih kembali Arnel menjadi Raja MOS, sedangkan Ratu MOS tahun ajaran baru ini adalah Wanda di sekolah ini.
Raja dan Ratu MOS di pilih satu kelas bersama, sedangkan Aira satu kelas dengan si biang rusuh Tuan Muda Rido, Una satu kelas dengan Andi, Sedangkan Yangki baru saja meminta pindah ke kelas lain karena sekelas dengan Una.
Ia meminta tidak sekelas dengan mereka semua, Rido juga meminta pindah ke kelas Una, tapi ia urungkan karena ia mendengar Una juga meminta pindah kelas.
Akhirnya Una, Rido dan Andi satu kelas, sedangkan Wanda satu kelas dengan Arnel, dan Aira tidak sekelas dengan siapapun, sama seperti Yangki tidak sekelas dengan mereka.
Arnel meminta guru memindahkan Aira sekelas dengannya, tapi guru menolak karena Aira tidak meminta pindah.
Huh! dasar gadis desa. Pasti dia senang sekarang gak sekelas denganku, pikir Arnel.
Mereka jarang berkumpul sekarang, karena kesibukan masing-masing, bahkan mereka mempunyai teman-teman baru sekarang.
Wanda mulai jarang bertemu Andi, karena ia terpilih menjadi bendahara kelas dan Arnel ketua kelas. Sekarang bahkan mereka lebih sering berdua untuk kepentingan kelas dan tugas bersama.
Murid-murid bahkan sering menjodohkan mereka akhir-akhir ini, membuat Andi menjadi insecure kalau di sandingkan dengan Tuan Muda Arnel.
Ia bahkan sangat cemburu sekarang, hanya Tuan Muda Rido yang bisa memecahkan rasa cemburunya karena saat mendengar permintaan konyol Tuan Muda itu pikirannya tiba-tiba ingin tertawa terbahak-bahak, tapi ia menahan tawanya.
Tuan Muda Rido selalu mencari perhatian Una, membuat onar agar di tegur, baginya suara Una adalah nyanyian yang paling merdu dari nyanyian penyanyi kelas atas, apalagi setelah dia mengucapkan janji kepada Una tidak akan menggoda gadis lain.
Una tidak pernah mempedulikan janji itu, tapi ia benar-benar melakukannya, ia tidak pernah menggoda apalagi melirik gadis lain, hanya menggangu dan menggoda Una setiap saat, memberikan hadiah mengajak Una belanja ke kantin, mengekorinya.
Aira dan Yangki juga sibuk di kelasnya masing-masing, mereka sama-sama baik dan lembut, membuat murid-murid begitu mengagumi mereka dan juga sering menjodohkan mereka, tapi sayangnya sekarang mereka hanya bertemu saat di perpustakaan.
Yangki hampir setiap jam istirahat di perpustakaan, berharap Aira seperti waktu SMP membawa bekal, duduk bersama, makan bersama dan membaca buku bersama.
__ADS_1
Ia hanya bisa melihat Aira dari kejauhan, setidaknya sekarang dia tersenyum bahagia. Aira tidak di ganggu siapapun, ia dikerumuni murid-murid karena ia terkenal sangat pintar.
Arnel juga memperhatikan Aira dari jauh, setidaknya Yangki yang di mata-matai nya tidak sekelas dan sangat jarang bertemu dengan Aira.
Una juga mulai membiasakan diri untuk tidak terlalu mengejar Yangki lagi, karena dengan tegas dan jelas Yangki sangat menghindarinya sehingga ia cukup sadar diri.
Ia jarang bertemu dengan Wanda sekarang, terkadang ia merasa kesal saat ia berjalan sendiri, selalu saja ia di temani dua pemuda yang cukup populer gak kalah populer dari Tuan Muda Arnel dan Yangki di sekolah ini, siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Rido dan Andi pacar Wanda.
Akhirnya Una mencari teman baru, tapi tidak bisa lebih akrab dan bisa bicara pribadi seperti rahasia dengan Wanda, ia merasa kurang percaya, hanya mengganggap sebagai teman akrab di dalam kelas saja.
Wanda dan Andi sering bertengkar beberapa waktu ini, karena mendengar desas desus omongan orang yang tidak bertanggung jawab.
Saat itu Andi melihat Arnel memeluk Wanda, ia sangat emosi. Tentu saja selama ini dia tidak pernah memeluk pacarnya, hanya sebatas berpegangan tangan, itupun jika tidak ada orang lain.
Permasalahan itu akirnya selesai, saat Rido turun tangan. Semuanya hanya salah paham, Arnel hanya membantu Wanda yang tiba-tiba kaki nya kram, ia memeluk dan mendudukkan Wanda. Tapi, yang dilihat Andi hanya pas dipeluk, setelah itu dia marah dan pergi.
Bahkan Tuan Muda itu berkata tidak lembut, bagaimana mungkin Andi bisa berpikir mereka akan bermesraan.
Masih ingat jelas oleh Wanda ucapan Arnel.
"Belum tua aja sudah kram, makanya kalau jalan tuh lihat jalan, jangan lihat laki-laki aja," ucap Arnel ketus.
Bahkan hubungan kram dengan melihat laki-laki tidak mempunyai hubungan sama sekali. Wanda ingin segera naik kelas rasanya, karena selalu bertengkar dengan Andi, pacarnya selalu cemburu belakangan ini, dan beberapa mulut pedas beberapa murid-murid mengatakan Wanda lebih cocok dengan Arnel dari pada dengan Andi.
Hari-hari terus berjalan, mereka semakin bertambah dewasa, mereka akirnya naik ke kelas, di kelas 2 akirnya Una, Wanda, Arnel, Andi dan Rido, tergabung dalam satu kelas. Sedangkan Aira masih berbeda kelas dengan mereka. Tapi saat mereka kelas 3 semuanya satu kelas termasuk Yangki.
Melihat Aira satu kelas dengan Arnel. Ia memutuskan pindah kelas saat melihat Aira satu kelas dengan Arnel, Andi dan Rido.
__ADS_1
Saat Yangki meminta pindah, Una yang awalnya telah mencoba menjaga jarak akirnya juga meminta pindah satu kelas yang di ikuti oleh Wanda juga.
Tidak terasa hari-hari indah mereka lalui, kadang bertengkar, kadang cukup kompak. Sekarang mereka sudah melaksanakan ujian Akhir Nasional, sebentar lagi mereka akan tamat SMA.
Mereka mulai membuat kelompok-kelompok kecil, saling bertukar informasi tempat kuliah dan rencana mereka menyambut rencana kuliah atau tidak nya.
Andi sudah di pastikan tidak bisa kuliah, karena tidak memiliki uang, ia keluarga sederhana dan sekolah ini ia juga mendapatkan beasiswa dan di bantu oleh Rido, jadi dia berencana akan bekerja di perusahaan keluarga Wijaya, walaupun cuma menjadi office boy atau operator.
Sedangkan Wanda harus kuliah di Luar Negri, ayah nya meminta sekolah di sana agar bisa menjalankan bisnis keluarga nantinya. Sedangkan Rido menunggu dimana Una akan kuliah, begitu juga Una masih berharap dan ingin mengetahui dimana Yangki akan kuliah.
Tapi entah kenapa, Yangki sepertinya jarang terlihat akhir-akhir ini, ia lebih sering menyendiri bahkan tidak ingin berbicara dengan siapapun, bahkan ia menjaga jarak dengan Aira.
Tidak ada yang tau pasti alasannya kenapa? apakah Rido dan Arnel menggangunya? tapi hampir tiap hari mereka bertengkar sejak SMP, tidak pernah Yangki bersifat seperti ini.
Sedangkan Arnel dan Aira telah di urus oleh Sekretaris Zack, ia telah mendaftarkan mereka kuliah di luar negri.
"Yangki sebentar," panggil Aira.
Yangki berhenti dan memutar badannya melihat Aira, lantas memberikan senyuman hambar dan palsu. Aira merasa senyuman itu berbeda dengan senyuman biasa yang ia tunjukkan padanya.
"Mau kemana? jangan pulang dulu deh, kita belanja dulu yuk, sambil ngobrol-ngobrol." ajak Aira.
Yangki terdiam sejenak, melihat pria yang baru datang di belakang Aira, siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Arnel.
"Lain kali aja lah Ra, aku sibuk ada keperluan," balasnya dengan senyum pahit sembari membalikan badan dan berlalu pergi.
Seketika itu rasanya ada yang hilang dari diri Aira, entah kenapa tiba-tiba dia merasa sedih dan kecewa.
__ADS_1