(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Mimpi Aneh


__ADS_3

Tuan Muda Arnel telah merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk, ia memaksa memejamkan matanya agar berhenti berpikir aneh hingga ia pun tertidur lelap. Tapi, di dalam tidurnya pun ia masih memikirkan itu.


Tuan Muda Arnel terbangun dari tidurnya, ia menggerakkan tubuhnya kekiri dan kenanan, ia melihat di atas meja masih ada titipan bungkus makanan kepiting pedas dari restoran.


"Bukannya aku sudah meletakkan dikamar dia ya?"


"Ahahahahaha... oh berarti yang aku lihat itu cuma mimpi? sukur deh! aku hampir gila karena otakku hanya memikirkan itu," ucap Arnel sambil terkekeh.


"Kalau begitu aku antarkan dulu makanan ini sama dia, pasti dia sedang belajar sekarang," gumam Arnel.


Tuan Muda Arnel memasang baju nya dan menuju ke kamar Nona Muda Aira, di dalam kamar Nona Muda itu masih tertidur pulas, Arnel menarik selimut nya untuk membangunkan nya. Ia melihat pemandangan aneh itu untuk kedua kalinya.


"Hah? kok semua mirip dengan mimpiku? dia tidur dengan pakaian pendek dan kenapa aku harus menarik selimutnya? huh!"


Tuan Muda Arnel lama terpana melihat pemandangan aneh itu, kaki dan tangannya mulai terasa lunglai, jantung berdebar-debar, aliran darah mulai tak menentu, keringat mulai keluar. Ia diam sambil menelan ludahnya agar nafasnya bisa kembali beraturan bernafas.


Dengan nafas memburu, mata pun tidak bisa lagi ditaklukkan. Mata Tuan Muda Arnel tidak berkedip melihat gundukan daging empuk mungil dihadapannya yang dibungkus dengan bra. Mungkin sekarang kepalanya telah dirasuki iblis hingga dia menjadi lebih berani.


Ia mulai mendekat, duduk disamping tempat tidur dan lebih dekat dengan tubuh Nona Muda Aira, tangan Arnel mulai nakal. Ia mengangkat satu jari telunjuknya ke arah daging empuk itu kemudian menusuknya pelan-pelan dengan satu jari telunjuknya.


Ia tersenyum kecil merasa perasaan aneh saat menusuk nya, kemudian ia menyentuh dengan tiga jari daging empuk yang tertutup bra itu. Rasa penasaran semakin memuncak, degup jantung semakin tak menentu.


Ia kembali memberanikan diri menempelkan lima jarinya, ia semakin penasaran ia menempelkan kembali lima jarinya, sekarang sepuluh hari nya telah menempel di gundukan daging empuk yang tertutup bra itu.


"Rasanya aneh sekali? tapi aku ingin terus menyentuh nya? dan aku suka menyentuh nya!"


"Bagaimana nanti kalau dia bangun? dia melihat tanganku menyentuh dada nya? bisa gawat, ini memalukan!"

__ADS_1


Tuan Muda Arnel masih bergelut dengan pikirannya, tapi tangannya masih menempel di sana, tapi rasa penasaran dan perasaan aneh semakin muncul, rasa ingin tau lebih, rasa ingin mengetahui seperti apa, rasa menyentuh dan bahkan ingin lebih.


Tuan Muda Arnel seperti dirasuki iblis, sepuluh jarinya yang menempel di dada yang di tutup bra itu sekarang semakin jahil. Ia mulai menggerakkan tangan itu, mulai meremasnya pelan dan semakin ingin meremasnya lagi, lagi dan lagi.


Semakin diremas, perasaan semakin kehilangan kendali, jantung bertambah berdetak cepat, bahkan pikirannya ingin membuka bra yang menutupi dada itu, ingin tahu seperti apa bentuk dada perempuan yang telah remaja.


Saat jari tangannya ingin menyelipkan telunjuk kedalam bra, ia merasa aneh seolah ingin pipis, ingin sekali pipis yang banyak rasanya. Tapi, masih ingin melihat dan meremas daging empuk itu.


"Ah.... aku pipis? kenapa pipisku gak bisa ditahan sih? gawat! aku harus cepat keluar dari kamar cewek desa ini!"


Tuan muda Arnel cepat menyelimuti tubuh Nona Muda Aira, ia segera berlari terbirit-birit ke dalam kamarnya, tapi kamarnya terasa semakin jauh, jauh, dan semakin jauh. Ia merasa sangat kelelahan sampai ia terkejut karena jatuh dari tempat tidur.


Bugghhh...


"Auchh... sakitnya," ucap Arnel sambil mengelus kepalanya yang terjedot sanding tempat tidur karena jatuh dari tempat tidur.


Tuan Muda Arnel kebingungan, duduk naik kembali keatas kasur sambil memijit kepalanya yang sakit, ia mulai merasa aneh dengan celananya yang basah.


"Apa? aku pipis waktu tidur?!"


"Ini memalukan! aku sudah SMP masih pipis waktu tidur, jelas-jelas terakhir aku pipis di kasur kelas dua SD."


"Tapi kasur tidak basah? yang basah hanya celanaku?," gumam Arnel dalam hati.


Ia segera berjalan sempoyongan kekamar mandi sambil membawa handuk, ia terkejut melihat ****** ***** dan celana pendeknya basah dan berbau aneh.


"Ini apa? kok begini? bau nya juga aneh? bukannya pipis itu Pesing dan kok berlendir begini?" pikir Arnel bingung melihat ****** ********.

__ADS_1


"Ah, gara-gara aku mimpi aneh sih, aku jadi pipis di celana saat tidur, aku harus cuci sendiri deh! biar gak diketawain bi Susi nanti."


"Tapi dimana sabun, nyuci kayak gimana? aku kucek-kucek pake sabun mandi aja deh, aku pijak-pijak biar bibi gak tau," gumam Arnel sambil melumuri sabun mandi dicelana dalamnya.


Setelah membersihkan badannya, ia memakai celana baru dan tidur kembali karena masih terlalu pagi untuk bangun ataupun beraktivitas.


Nona Muda Aira bangun tidur, ia segera mandi, setelah mandi ia turun ke meja makan dan sarapan disana sedangkan Tuan Muda Arnel masih tertidur pulas karena baru tidur kembali dini hari tadi.


"Bi, Arnel belum siap ya? kok dia belum turun?" tanya Ari Damrah kepada sang bibi.


"Permisi Tuan, biar saya lihat dulu. Mungkin Tuan Muda butuh bantuan saya," jawab sang bibi.


Bi Susi segera ke atas menuju kamar Tuan Muda Arnel, ia masih melihat tuan muda itu tertidur pulas, ia segera membangunkannya. Tuan Muda Arnel saat membuka mata langsung terkejut dan terlompat duduk.


"Bibi mengejutkan aku saja! ada apa?"


"Aduuuhh... aku sungguh terkejut! untung saja, bibi gak tau aku pipis di celana malam ini, kalau tidak! bisa dibilang aku masih bocah kan?" gumam Arnel dalam hati.


"Tuan Muda, sudah waktunya berangkat kesekolah, Nona Muda Aira dan Tuan Besar sudah menunggu di meja makan," jawab sang bibi.


Tuan Muda Arnel segera mandi, setelah mandi ia bersiap-siap dan turun kemeja makan untuk sarapan, di sana ia melihat gadis yang semalam ia mimpikan dengan begitu jorok.


Ia makan sambil menundukkan kepalanya, malu melihat wajah gadis desa itu, mungkin juga malu dengan wajah papa nya dipagi hari ini, karena telah bermimpi buruk tadi malam bahkan sampai pipis dicelana.


"*Jika papa tau aku pipis dicelana, dan mimpi jorok begitu! papa bakalan kecewa sama aku! gara-gara gadis desa ini nih! tidur pake singlet tampak pusat itu sih!"


"Lagian kenapa sih aku harus sampe mikir itu, sampe kebawa mimpi lagi! bahkan sekarang aku merasa lebih jorok dari si Yangki sampah itu*!" gumam Arnel dalam hati.

__ADS_1


Tuan Muda Arnel menjadi pendiam sejak sarapan dan bahkan sekarang juga menjadi pendiam di dalam mobil, menjadi takut seperti orang alergi saat bersitatap dengan Nona muda Aira.


__ADS_2