(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Melukis mereka


__ADS_3

Di kediamanku, aku telah mengganti pakaian sekolah dengan pakaian santaiku, aku duduk diruangan pribadi milikku, aku meminta pelayan mengantarkan makanan. Ruangan ini berada disebelah kamar milikku, di dalam ruangan ini tersimpan banyak piala dan barang-barang kesayangan milikku, ada juga beberapa lukisan dan alat-alat lukis.


Waktu kecil aku pernah juara satu lomba melukis, setelah besar aku tidak pernah mengikutinya lagi, tapi aku masih melukis di waktu luang. Mungkin karena perasaanku kurang nyaman hari ini, aku telah lama berada diruangan ini, bahkan sejak pulang sekolah hingga malam pun tiba.


Aku merenungi beberapa hal, tentang Rido dan Arnel dan tentang gadis manis yang aku sukai, aku melukis beberapa gambar bunga dan wajah Aira. Tapi lukisan itu masih terlihat jauh dari wajah Aira.


Aku terus berusaha hingga malam pun tiba, tapi hasilnya masih belum sama, tidak terlihat manis seperti yang aku pikirkan . Entah pikiranku yang tidak bagus.


Menurutku dengan melukis bunga dan wajah Aira, aku bisa membayangkan seolah bertemu dengan Aira suatu hari nanti jika aku tidak bersama Aira lagi, karena Aira telah tersimpan didalam hati dan pikiranku.


Aku membayangkan wajah polos dan manis Aira, sungguh penurut dan pintar. Aku ingin selalu bersama Aira melihat senyuman menghiasi wajahnya, tidak akan membiarkan Arnel menyakitinya, seperti Arnel mengatakan kalau Aira hanyalah seorang pembantu.

__ADS_1


____


Beberapa hari ini aku selalu diam-diam memperhatikan setiap inci wajah dan kebiasaan Aira, walaupun biasanya aku memang mencuri-curi pandang. Tapi, kali ini aku lebih agresif melihat dari ujung sampai kakinya, begitu mempesona setiap detik pikirku.


Setiap pulang sekolah aku menghabiskan waktuku belajar dan melukis. Beberapa hari ini, aku lebih fokus melukis semua yang aku perhatikan tentang Aira, mata indah yang disembunyikan di sebalik kacamata yang selalu ia pakai.


Melukis jari jemarinya yang lentik, melukis saat ia fokus membaca, melukis wajah cantik saat tersenyum indah kepadaku. Tapi entah kenapa, aku bukan hanya melukis Aira saja, tanpa sengaja tanganku melukis wajah Arnel dan Rido.


Terkadang aku menambahkan coretan dan garis-garis seram diwajah dan layar belakang wajah mereka, bukannya terlihat seram tapi malah terlihat lucu. Aku akhirnya tertawa terbahak-bahak melihat lukisanku sendiri.


"Ah, tanganku! kenapa sih harus wajah mereka? bukan cuma disekolah dirumah juga mereka mengganggu waktu ku untuk melukis wajah imut Aira."

__ADS_1


"Lihat saja, aku akan membuat wajah kalian yang menyebalkan itu jelek, agar kalian tidak sombong lagi. Lihat ini hidungmu menjadi besarkan? ahahahahaha," aku berkata sendiri sambil terkekeh.


"Lihat matamu, ku beri ini! bibirmu jadi dower aja deh. AHA! pipinya aku kasih bulat-bulat merah aja deh, biar kek cewek! habisnya kau rusuh sih! Hahahaha," aku berucap sambil tertawa.


**


Jangan lupa, tinggalkan like, dan komentar positif nya ya. Oh ya, jangan lupa, boleh kasih hadiah dan Vote juga.


Cerita ini, sedikit lagi tamat. Dan akan ada kelanjutannya Season 2.


Season 2 nya masih disambung di sini kok. Jadi, jangan kawatir.

__ADS_1


Makasih ya, sudah mampir dan baca cerita amatir ku. Jaga kesehatan selalu ya, makan makanan bergizi, istirahat secukupnya, dan jangan lupa berjemur pagi.


__ADS_2