(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Aryando Groups


__ADS_3

Setelah puas bermain dan berjalan-jalan beberapa hari ini, Ronald dan Agung pun di ajak ke perusahaan.


Kepulangan mereka sekarang, bukan hanya karena berlibur atau rindu, namun mereka akan belajar menjalankan bisnis keluarga setelah lulus kuliah.


Perusahaan ARYANDO GROUPS adalah perusahaan yang dirintis oleh Arnel dan Rido sejak mereka kuliah, walaupun mereka kuliah diluar negri. Hari ini perusahaan itu diserahkan kepada kedua anak mereka yaitu Ronald dan Agung.


" Dad akan mengantar kalian ke perusahaan sekarang, Arnel tidak bisa mengantar kalian karena dia ada agenda keluar kota hari ini bertemu klaen penting. "


Ronald dan Agung sangat bersemangat pagi ini, ini hari pertama nya akan memulai kerja yang nyata. Selama ini hanya belajar teori berbisnis, tentang ekonomi dan pemasaran di universitas tempat mereka kuliah. Walaupun ada praktek magang beberapa bulan hanya sebagai syarat untuk skripsi, itu bukan kerja yang sesungguhnya.


" Semangat ! hari yang cerah untuk memulai kerja nyata. "


Mereka berdua telah rapi dan gagah, memakai baju kemeja yang dilapisi jas hitam dengan celana yang sepadan beserta sepatu hitam yang mengkilap. Agung memakai jam tangan terbaru untuk aksesoris tangannya sedangkan Ronald masih dengan ciri khasnya jam tangan hadiah sang mama dan cincin safir berwarna biru hadiah dari papanya.

__ADS_1


Rido mengantar mereka ke perusahaan dan memperkenalkan mereka sebagai pengganti dia dan Arnel. Rido juga mengajak mereka mengelilingi beberapa tempat dilokasi perusahaan.


" Dad kenapa kalian membuat perusahaan ARYANDO.tdk dengan produksi yang berbeda? dan kenapa harus diberikan nama ARYANDO.tdk? "


" Berbeda produksi karena kami mempunyai sifat dan pemikiran berbeda, mempunyai prinsip yang berbeda. Kalau masalah nama Aryando itu adalah nama kami dan seorang teman yang istimewa."


" Dengan memakai dan mengingat nama nya, kami akan selalu bersemangat dan berjuang untuk menjadi sukses dan membahagiakan semua orang yang ada disamping kami, akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. "


" Dulu Dad dan Arnel sangat berlawanan, sering berselisih, dan membenci satu orang yang sama, padahal dia tak pernah membenci apalagi membuat salah pada kami, namun kami selalu marah padanya. Dia pintar, dan banyak yang menyukainya, mungkin lebih tepatnya kami cemburu.” jelas Rido dengan senyuman getir dari bibirnya.


"Begitulah antara Dad dan Arnel, selalu berlawanan dan sering berselisih," ucap Rido menutup ceritanya.


"Lalu, kapan Dady sama papa bisa dekat dan buat perusahaan ini? Dan apakah teman yang berharga itu paman Yangki? kami penasaran sekali ingin berjumpa dengan paman Yangki."

__ADS_1


Rido terdiam dan menghela nafas kasar sebelum menjawab pertanyaan itu.


"Iya, ARYANDO itu adalah nama kami bertiga. Arnel, Yangki dan Rido."


"Lain kali dad cerita lagi dan mengajak kalian berjumpa dengan paman Yangki ya, sekarang dad sudah bawa kalian mengelilingi perusahaan ini, sekarang kalian harus bekerja dengan benar."


"Jika kalian kurang mengerti, kalian bisa bertanya kepada sekretaris dan membaca beberapa arsip tentang perusaahan dimeja kalian, dan kalau kalian tidak bekerja dengan baik, dad akan ambil alih lagi perusaan ini dan akan mengirim kalian ke Afrika saja," jelas Rido.


"Ok, baiklah dad. Jangan kawatir, kami anak-anak kebanggaan, pasti bisa menjalankan perusahaan ini sampai sukses, hehehehe," jawab Agung sambil terkekeh.


Rido meninggalkan Ronald dan Agunh, dan ia segera melajukan mobilnya hendak pulang. Diperjalanan ia setengah melamun dan memutar laju mobilnya kerumah keluarga Admaja. ia rindu ingin berjumpa dengan Yangki.


Dua pemuda tampan yang baru saja masuk ke perusahaan ini untuk menggantikan posisi ayah mereka masing-masing, mereka telah mencuri perhatian karyawan perusahaan, baik laki-laki ataupun perempuan.

__ADS_1


Laki-laki mungkin penasaran ingin mengenal putra dari pemilik perusahaan, sedangkan perempuan bukan hanya ingin mengenal, tapi tidak bisa berkedip melihat ketampanan mereka, sungguh mempesona.


Agung dan Ronald dipersilahkan memasuki ruangan mereka masing-masing, ruangan mereka bersebalahan dengan memiliki sekretaris pribadi milik ayah mereka yang akan membantu mereka.


__ADS_2