
Di dalam mobil, Tuan Muda Arnel menjadi pendiam, bahkan saat masuk kedalam kelas, hingga pelajaran berlangsung ia menjadi pendiam, ia terlihat seperti menghindari Nona Muda Aira mulai dari berselisih dan bersitatap. Ia menunduk bahkan memalingkan wajahnya, tidak seperti biasa bersifat arogan dan egois.
Kelas tidak seperti biasanya hari ini, tiga Tuan Muda menjadi sedikit aneh hari ini. Biasanya akan ada percikan emosi setiap saat, jika bukan Arnel dengan Yangki, mungkin Yangki dengan Rido atau Rido dengan Arnel. Entah apa yang terjadi dengan mereka sekarang, walaupun sebenarnya lebih baik kelas seperti ini tanpa keributan.
Tuan Muda Arnel masih tenggelam dalam pikirannya tentang mimpi semalam, ia tidak mengira akan selalu terbayang pemandangan aneh itu, bahkan harus membayangkan perbuatannya lebih aneh di dalam mimpi.
Ia tidak habis pikir, kenapa harus dengan cewek desa yang tidak memenuhi standar cantik baginya, ia adalah Tuan Muda yang tampan dari kecil, begitu banyak gadis menyukainya, tapi ia tidak pernah tertarik. Mungkin belum mengerti tentang lawan jenis. Tapi, banyak lawan jenis bahkan jauh lebih besar umur darinya menyukainya walaupun ia sangat egois.
Entah apa yang mereka lihat dari tuan muda itu, mungkin tampan nya atau pun keluarganya nomor satu di negara ini. Atau mungkin ia pintar dan memang populer di manapun.
"Huh, aku bahkan tidak berani melihat cewek desa itu sekarang! seolah mimpi itu bisa nyata dan aku akan menyentuh dadanya! aku harus menghindarinya! itu akan sangat memalukan!." gumam Arnel dalam hati.
Sedangkan Tuan Muda Yangki masih melamun disamping Nona Aira, matanya melihat ke arah buku di meja nya yang terkembang, seolah ia sedang membaca. Tapi kenyataannya, ia larut dalam pikirannya sendiri.
Ia masih memikirkan tentang perjodohan Arnel dan Aira, mengingat ancaman Rido dan Arnel padanya. Rido meminta ia menjauhi Una, yang sangat jelas dia tidak pernah melirik Una sedikit pun, tapi gadis itu sangat terobsesi padanya dari dulu. Sedangkan ancaman Arnel selalu menyuruh nya menjauhi Aira gadis yang ia sukai.
"Mungkin lebih baik aku menjauhi semua gadis, mungkin aku harus lebih sering menghabiskan waktuku membaca di perpustakaan atau olahraga voly dengan teman-teman, mungkin itu jauh lebih baik," gumam Yangki dalam hati.
Sedangkan Tuan Muda Rido larut dalam pemikirannya membuat perencanaan untuk menindas Yangki dan Aira, bahkan ingin membuat percikan api untuk Arnel dan Yangki.
Hari ini wanita yang disukai Tuan Muda Rido tidak masuk sekolah, karena ia sakit. Tapi, ia tidak punya keberanian ataupun alasan untuk menjenguk Una dirumahnya, takut Una akan mengusir bahkan ia tidak pernah tau alamat rumah Una walaupun ia menyuruh pelayan pribadinya mencari informasi Una, tapi seolah informasi itu tertutup.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan? satu-satunya alasanku bisa menjenguk Una adalah meminta ketua ataupun wakil ketua kelas untuk perwakilan menjenguk. Tapi ketua kelas adalah Arnel dan wakil ketua kelas adalah Yangki, dua manusia yang bahkan aku tidak ingin meminta bantuan."
"Apa aku harus memakai si kutu buku itu saja? mungkin jika aku mencari gara-gara dengannya bisa memancing ketua ataupun wakil ketua kelas, agar aku bisa menjenguk gadis pujaanku."
"Aku sangat rindu walaupun tidak melihatmu satu hari saja Una," gumam Rido dalam hati.
Mereka masih sibuk dalam lamunan masing-masing, bahkan sampai masuk jam pelajaran hingga jam istirahat, Arnel yang biasanya akan nongkrong dikantin bersama teman-temannya lebih memilih duduk sendiri dipojok kantin tidak ingin diganggu siapapun.
Sedangkan Rido masih berpikir bagaimana mencari masalah untuk ketua ataupun wakil ketua kelas itu, agar bisa diselesaikan wali kelas hingga ia bisa mengusulkan permintaan menjenguk Una.
Di dalam peraturan kelas, perwakilan menjenguk teman yang sakit diperbolehkan apabila sudah tiga hari murid sakit. Sedangkan Una baru izin sakit hari ini.
Ia bahkan merasa jengkel sekarang, karena ketua dan wakil ketua kelas terlihat aneh hari ini, mereka tidak bisa diganggu dan membuat masalah dengan mereka.
Nona Muda Aira merasa hari ini cukup tenang, tapi ia merasa aneh dan sedikit sedih akan perubahan Yangki padanya, setelah ia memakan perbekalannya sendiri ditaman, ia menghabiskan waktu duduk di dalam kelas sambil mencoret-coret buku membuat gambar tanpa tujuan.
"Hari ini aku sangat senang, si Rido itu tidak menggangu ku!"
"Tapi, kenapa Tuan Muda Arnel dan Tuan Muda Yangki bersifat aneh padaku hari ini ya? apa mereka marah padaku sehingga mendiamkan aku seperti ini?"
"Aku merasa tidak melakukan kesalahan? pulang sekolah kemarin aku baik-baik saja dengan Yangki, dan dengan Tuan Muda Arnel juga masih baik-baik, aku juga mencuci semua sepatunya."
__ADS_1
"Huh! jangan-jangan Tuan Muda Arnel masih marah? dia itu egois! manja! pasti dia cari masalah dengan Yangki."
"Apa yang ia lakukan ya? sampai Yangki mendiamkan aku? dan Tuan Muda juga mendiamkan aku?"
"Ah... bikin pusing aja. Mending aku baca buku aja deh, biarkan saja mereka semua! aku gak peduli!," gumam Aira bercengkrama dengan pikirannya dalam hati.
Mereka masih larut dalam pikiran masing-masing, sampai bel jam pulang berbunyi, mereka berkemas siap-siap untuk pulang. Setelah guru keluar kelas, Rido segera meletakan tumpukan buku yang banyak di atas meja Aira.
Aira hanya diam dan menggerutu dalam hati, ia terpaksa mengerjakan semua agar mulut Rido tidak membocorkan keberadaan nya dirumah Tuan Muda Arnel, ia tidak ingin pengagum Arnel menjahilinya disekolah. Walaupun Yangki selalu disampingnya, para pengagum Yangki juga menatapnya dengan tatapan seram.
Dan sekarang, ia merasa benar-benar sendiri, melihat Yangki mendiamkannya. Rido tersenyum dan mengeluarkan beberapa kata yang membuat murid menjadi ricuh dan menunda untuk pulang, memandangi kepala sampai ujung kaki Aira.
Beberapa orang setelah mendengar itu menjadi terdiam, tapi lebih banyak cemooh dan hinaan untuk Aira. Akhirnya membuat Yangki yang sedari tadi diam, angkat bicara dan membawa Aira pergi.
Perlakuan Yangki membuat Arnel sangat jengkel, ia langsung menghadang langkah Yangki dan memberikan pukulan kearahnya. Tapi Yangki menangkis dengan sigap.
"Kutu buku, kerjakan semua tugasku ya!" ucap Rido.
Aira diam menatap buku menumpuk di mejanya, tanpa menjawab permintaan Rido.
"Hei kutu buku! kau tuli ya! kerjakan buku ini, besok harus selesai semua! kalau tidak, kau akan tau akibatnya!" ancam Rido.
__ADS_1
Ancaman Rido membuat Tuan Muda Arnel berdiri dan berbicara yang mengejutkan semua murid dikelas termasuk Yangki dan Aira.