(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek

(Masih Revisi) Danau Hijau Buatan Kakek
Dia Tidak Suka?


__ADS_3

Setelah acara perpisahan di sekolah selesai, Arnel duduk menunggu Aira di dalam mobil, entah apa yang dilakukan Aira, mungkin masih bersenda gurau dengan teman-teman nya atau masih bermesraan dengan Yangki, pikir Arnel.


Ia mulai tidak sabar, sambil menendang-nendang kursi disamping kemudi yang berada di depannya. Untunglah Aira segera menunjukkan wajahnya dari kejauhan, kalau tidak mungkin Arnel akan menarik nya dengan kesal karena tidak sabar.


Aira masuk ke dalam mobil dengan wajah senang, lalu berubah menjadi cemas karena tatapan tajam Arnel.


"Ngapain aja kamu, lama banget! udah capek aku nungguin!" ketus Arnel.


"Maaf Tuan Muda," jawab nya.


"Ah! sudahlah, kau hanya bisa bilang maaf terus menerus, tapi tidak pernah menghargai aku, dan selalu mengulangi apa yang tidak aku suka."


Aira hanya diam tidak berani membantah, ia sadar diri jika kali ini ia salah, ia tahu betul kalau si tuan muda yang di depannya ini tidak suka menunggu, ia hanya meremas jari jemarinya sendiri karena takut.


Arnel melirik Aira, ia bisa melihat kalau Aira tegang dan ketakutan dengan meremas jari nya sendiri, karena itu Arnel tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


Ia kemudian membuka tas nya, mengeluarkan dua kotak hadiah. Memberikan dua hadiah itu pada Aira dengan senyuman yang paling indah.


Deg... deg...


Jantung Aira berdetak melihat hadiah dan senyuman indah itu, tidak pernah tuan muda yang di depannya itu mengeluarkan senyuman semanis itu, apalagi saat marah ataupun memberikan sesuatu pada nya dengan wajah manis.


Biasanya memberi dengan marah atau melemparnya, Aira senantiasa gugup, mata nya terus berkedip, ia mengatur nafas nya, entah kenapa ia merasa kesulitan bernapas.


Ya Tuhan, Tuan Muda Arnel kok tampan banget ya senyum gini. Aduh apa aku sudah gila? aku lagi mikir apa, batin nya.


Ia semakin meremas jemarinya, masih melihat hadiah di depan nya yang di sodorkan Arnel.


Apakah Tuan Muda Arnel ingin mengerjaiku? dia biasanya gak pernah setampan ini dengan senyuman dan memberi hadiah dengan baik begini padaku? apa yang dia pikirkan sekarang ya? pikirnya.


Arnel sungguh merasa berkecil hati saat Aira hanya terpaku melihat hadiahnya, ada rasa kecewa dan marah berkecambuk di dada nya.


Kenapa? kenapa reaksinya seperti ini? kenapa bukan memelukku seperti ia bahagia dengan hadiah Yangki tadi? apakah aku atau hadiahku yang tidak ada bandingannya dengan cowok sampah itu?


"Kenapa? apa kamu tidak suka hadiah ku?" tanya Arnel, setelah ia lama memegangi hadiah itu, tapi tidak kunjung di ambil oleh Aira.


"Bukan kok Tuan Muda, aku suka kok," jawab Aira, langsung mengambil hadiah itu.


Arnel tersenyum, saat Aira mengambil hadiahnya.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun ya Aira, semoga semua yang kamu harapkan segera dikabulkan," ucap nya dengan senyum manis.


Aira tidak percaya dengan pendengaran dan penglihatan nya sekarang, ia tidak pernah mendengar ucapan selamat dari Arnel selama ini.


Apakah karena ia kebanyakan pacar selama ini, kok bisa manis gini ke aku ya? apa seperti ini dia merayu para gadis-gadis itu biar tergoda?


"Makasih Tuan Muda," jawab nya dengan senyuman.


"Buka lah! semoga kamu suka ya."


Aira membuka hadiah, ia melihat gelang yang sangat cantik, gelang itu pernah ia lihat beberapa bulan yang lalu, tapi gelang itu cukup mahal saat itu, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk membeli.


Aira gemetaran menahan rasa haru nya, tapi Arnel malah sedih saat melihat Aira seperti itu, tentu saja tuan muda itu salah pikiran, mengira Aira tidak menyukainya.


Dia tidak suka? bukan kah saat itu aku melihat nya sendiri, ia sangat menyukai gelang ini? ia melihat uang di dompetnya, bahkan beberapa kali ia masih melihat gelang ini, berhenti di toko itu hanya melihat gelang ini?


"Kamu tidak suka ya? maaf ya hadiah nya jelek. Buka yang satu nya lagi aja, semoga kamu suka."


Aira membuka kembali hadiah satu lagi, ia melihat foto kedua orang tuanya terbingkai di dalam, ia langsung menangis membuat Arnel panik.


"Aira jangan menangis, maaf. Aku membuat kamu sedih ya?" ucap Arnel panik.


Apa papa mengerjai aku? papa bilang semalam Aira akan suka hadiah foto ibu bapaknya? tapi dia malah menangis.


"Maaf, maaf ya," ucap nya berkali-kali."


Pak Tanto sang sopir hanya bisa duduk diam mendengarkan mereka, karena belum ada perintah dari Tuan Muda untuk segera melanjutkan perjalanan pulang.


Beberapa saat kemudian, Aira langsung memeluk Arnel. Ia tersedu-sedu dalam pelukan itu, sambil berulang kali mengucapkan kata 'terimakasih'. Arnel membalas pelukan itu, ia mengelus punggung Aira mencoba menghentikan tangisannya.


Sebenarnya ia suka atau tidak? tapi dia untuk pertama kali nya memeluk ku? tapi ia menangis dalam pelukanku?


"Jangan menangis lagi Aira," ucap Arnel sambil melepas pelukan itu.


"Apakah hadiah nya jelek ya? kamu gak suka? kalau gitu nanti kita belanja deh, kamu pilih apa aja yang kamu suka, buat hadiah kamu," ucap Arnel sambil memegangi ke dua pipi Aira.


Deg... deg...


Jantung Aira berdetak kencang, ia tersipu malu saat melihat wajah dekat Arnel di depannya, bahkan sekarang tuan muda itu memegangi pipi nya sambil menghapus air matanya, bertutur kata yang manis dan lembut.

__ADS_1


Ini sungguh langka, pikirnya. Ia terpana melihat wajah tampan di depan nya, sesaat ia berhenti menangis, Arnel pun tersadar saat Aira menatapnya tak berkedip dan bahkan tidak mengeluarkan air mata lagi.


Ia menjadi salah tingkah, menurunkan tangannya, sambil berkata gugup.


"Maaf," ucap nya sambil menurunkan tangan nya.


"Ta... ta... tadi kamu menangis, bukan maksud ku untuk memegang mu, aku tidak bisa melihat mu menangis, apalagi karena aku," sambungnya.


Apa pendengaran ku salah? tak bisa melihatku menangis karena dia? bukan kah selama ini, ia tiap hari membuat ku menangis? menjahili aku? kenapa dengan nya hari ini manis sekali? tapi aku suka ia manis begini, senyum Aira.


Melihat Aira tersenyum Arnel pun juga tersenyum kembali.


"Bagaimana? kita belanja dimana?" tanya Arnel.


"Belanja untuk apa Tuan Muda?" tanya Aira.


"Untuk hadiah baru mu, kamu aja deh yang pilih. Soalnya aku gak tau hadiah untuk perempuan," jelas Arnel sambil mengacak rambutnya malu.


Wah, Tuan Muda bisa malu juga? lucu nya, heheheh.


Aira menutup bibirnya sebentar, takut ia mengeluarkan tawa nya, saat ini.


"Gak usah Tuan Muda, aku suka kok."


"Beneran? tapi tadi kamu sampe menangis begitu?"


Apa Tuan Muda ini bodoh? ia tidak bisa membedakan aku menangis terharu dengan menangis tidak suka?


"Iya beneran kok."


"Kamu gak bohong? beneran?" tanya nya lagi memutar duduk menghadap Aira.


"Iya, sangat suka," jawab Aira tersenyum manis.


Gak nyangka dia suka, tapi kok menangis?


"Kalau suka, sini aku pakai kan gelangnya ya!"


Arnel memakaikan gelang itu di tangan Aira, ia tersenyum dengan sangat bahagia, begitu pula Aira tersenyum malu-malu, untuk pertama kali nya tuan muda itu begitu manis pada nya.

__ADS_1


"Ayo pak kita pulang," ucap Arnel dengan bahagia.


Pak Tanto yang sedari tadi diam menunggu, segera menghidupkan mesin mobil, melaju kan mobilnya menuju rumah keluarga Damrah.


__ADS_2